NewsMusik

NewsMusik

Wednesday, 30 August 2017 11:49

Love for Sale

Segera Memulai Produksi

Visinema Pictures bekerja sama dengan Stayco Media akan memulai produksi film “Love for Sale” pada penghujung Agustus 2017 ini. Film bergenre komedi romantis ini menjadi film ke-6 Visinema Pictures dan kolaborasi pertama dengan Andibachtiar Yusuf sebagai sutradara.  Film Love for Sale sendiri adalah film ke-4 dari Andibachtiar Yusuf menyusul film-film layar lebar dirinya yang selalu berhubungan dengan sepak bola.

Hal ini tak mengherankan memang, karena Andibachtiar Yusuf adalah seorang penggila bola. Ia juga  menambahkan bahwa film ini juga nantinya tetap akan diwarnai sepakbola. Bedanya kalau dalam ketiga filmnya sepakbola menjadi urat nadi yang masuk di inti cerita, dibeberkan dengan tuntas segala kekotorannya lalu kemudian diperjuangkan, kini ia memilih untuk sekadar membicarakannya.

Ide cerita film ini sendiri seperti yang diakuinya ketika menjawab pertanyaan awak media pada saat press conference di bilangan Jeruk Purut sudah dibuat dari 8 tahun yang lalu. “Proses penulisan dan pengembangan cerita dari awal sampai akhirnya jadi final draft kurang lebih satu tahun. Film ini akan menjadi film yang berbeda dari yang sudah-sudah. Ini sarat akan komedi, banyak sisi romantisnya, tapi tetap ada sepakbolanya”, ungkapnya kemudian.

Selaku CEO Visinema Pictures dan produser, Angga Dwimas Sasongko, melalui media rilisnya menyampaikan, sudah jatuh hati sejak pertama kali membaca sinopsis “Love for Sale” yang ditulis Andibachtiar Yusuf. Ia menyukai cerita dan karakter yang ada di dalamnya. “Kolaborasi antara Visinema Pictures dan Andibactiar Yusuf ada, karena saya percaya baik Visinema Pictures maupun Visinema Content, keduanya adalah rumah bagi para pencerita seperti sutradara, penulis, konten kreator," sebutnya

02 Andibachtiar Yusuf IbonkAndibachtiar Yusuf  (foto: Ibonk)

Hal menarik lain dari film ini adalah jajaran pemeran utamanya yang melibatkan  Gading Marten dan Della Dartyan. Ini merupakan pengalaman pertama bagi keduanya sebagai pemeran utama pria dan wanita dalam film layar lebar. Gading Marten dipercaya untuk memerankan karakter Richard, laki-laki jomblo kesepian yang jatuh cinta dengan seorang wanita bernama Arini. karakter yang diperankan oleh Della Dartyan.

Berikut sekilas sinopsis Love For Sale, adalah seorang Richard (Gading Marten) yang berusia 42 tahun hidup sendirian berteman seekor kura-kura besar bernama Kelun. Kegagalan hubungannya di masa lalu dan kesibukannya menjalani bisnis percetakan lungsuran orang tuanya membuat Richard nyaman hidup dalam kejombloan.

Meski menyandang status jomblo akut dan rutinitas yang membosankan, Richard dianggap cukup menyebalkan oleh para pegawainya karena berpolah sebagai seorang yang bijak dan paling mengerti soal cinta. Pencitraan itu juga diperlihatkan Richard kepada teman-teman nonton bolanya yang lebih muda belasan tahun dan kerap terjebak dalam kebingungan. Tak sekali mereka menyerahkan diri ke dalam petuah-petuah bijak Richard soal cinta.

Puncaknya, di satu malam setelah nonton bola bersama Richard ditantang untuk membawa serta pasangannya ke resepsi pernikahan salah satu di antara mereka. Sadar bahwa kehormatannya sedang dipertaruhkan, Richard menempuh segala cara untuk mendapatkan pasangan. Lewat sebuah aplikasi penyedia jasa teman kencan, Richard akhirnya bertemu Arini, 25 tahun (Della Dartyan). Sebuah kesalahan teknis membuat Richard yang hanya menginginkan teman kencan semalam dan terbiasa hidup sendiri harus terjebak untuk waktu yang lebih panjang bersama Arini. / Ibonk

 

Tuesday, 29 August 2017 11:35

Miles Mosley

Video Klip Anyar dan Dukungan West Coast Get Down

Miles Mosley, adalah musisi kelahiran 1980 yang dikenal luas selain pemain bass betot kenamaan juga vokalis, komposer, arranger dan produser dari Hollywood, California. Ia juga sangat akrab dengan berbagai genre musik seperti jazz, soul, hip hop, fusion dan rock. Kemampuan luar biasa yang dimilikinya telah membawanya sebagai anggota pendiri dan pemain bass betot untuk kolektif inovatif musisi jazz - fusi Los Angeles yang dikenal dengan istilah West Coast Get Down, termasuk juga didalamnya terdapat nama Kamasi Washington dan Thundercat.

West Coast Get Down sendiri telah merevitalisasi scene jazz di Los Angeles dan sekitarnya, merangkul generasi baru pemain ataupun pendengar genre ini di seluruh negeri. Terutama bagi Mosley, di luar karir solonya, ia menjadi bassis yang memiliki resume yang patut ditiru. Ia banyak bekerjasama dengan berbagai nama besar seperti Chris Cornell, Kendrick Lamar, Mos Def, Lauryn Hill, Jeff Beck, Rihanna, dan lebih banyak lagi.

Lebih luas lagi, dikalangan pemain bass betot, dirinya diibaratkan sebagai  "Jimi Hendrix".  Ia menyandang gelar tersebut, karena termasuk bassis berpikiran maju yang sering menampilkan pertunjukan live yang hebat dan memanfaatkan baik kemampuan vokalnya. Pada pertengahan bulan Agustus ini, Mosley sengaja merilis debut video musik resminya untuk single anyarnya berjudul, ‘Shadow of Doubt’ dari album “Uprising”, yang dirilis awal tahun ini di bulan Januari silam.

02 Miles Mosley IstimewaMiles Mosley (Istimewa)

Album ini adalah bagian dari koleksi album yang direkam oleh West Coast Get Down, setelah terakhir kali dilakoni pada  Desember 2011 silam. Untuk membantu terwujudnya album ini,  berbagai anggota kolektif Los Angeles sengaja mengesampingkan berbagai proyek lainnya dan mendedikasikan seluruh waktu mereka. Bahu membahu dari pukul 9 pagi hingga 2 dinihari. Setiap hari secara bergantian mereka  dibagi menjadi sesi tiga jam, masing-masing segmen dipimpin oleh salah satu anggota Get Down sementara yang lainnya mengikuti.

Bicara single ini sendiri, Mosley berhasil menampakkan suaranya sehingga menjadi penentu yang kuat, sejajar dengan latar belakang alunan string, piano, alat tiup, dan drum. Nada lirik lagu yang positif itu sangat kontras dengan kerumitan instrumental pendukungnya, yang membuat lagu terasa enak lewat kedalaman yang mendalam. Single ini sebagai pembuktian baru Miles Mosley bahwa dirinya pantas untuk menikmati kesuksesan di masa datang./ Ibonk

 

Friday, 25 August 2017 11:07

Cassandra

Penantian Panjang untuk sebuah Album Perdana

Dulu Aglo sekarang Cassandra, bila dilihat dari namanya sekilas kita mendengarnya pasti  group band ini isinya perempuan semua. Kebayang judul telenovela Kassandra yang ditahun 90an serial ini merajai layar tv tanah air. Sosok perempuan cantik, lembut, punya kehidupan cinta bak Cinderella melayang-layang di kepala. Siapa sih Cassandra? Apa yang sudah dilakukannya di industri musik tanah air? Untuk mudahnya coba ketik saja nama Cassandra di situs You Tube, munculah lagu “Cinta Terbaik” dan barulah kita ngeh dan langsung ingat lagu tersebut.

Siapa yang tak kenal lagu ini, petikan Gitar dari Inos mendominasi awal pembukaan lagu ini, begitupun suara khas dan berkarakter dari Anna sang vokalis ditambah petikan bass dari Choki berhasil meraih jumlah viewer sebanyak 38 juta sampai saat ini sejak dirilis di tahun 2013. Tak banyak instrument musik yang mengiringi lagu ini. Dengan tema cinta yang sederhana lagu ini berhasil menarik jumlah terbanyak di You Tube. Melodi dan liriknya yang mengena, dan mewakili  kehidupan  orang banyak terutama tentu saja yang sedang kasmaran membuat lagu ini populer, namun sayangnya group band tidak banyak tersentuh oleh media sehingga gaung namanya kurang terdengar.

Berdiri pada tahun 2009, berawal dari pertemanan dan background yang sama terjun sebagai musisi café. Jam terbang dari café ke café membuat musikalitas mereka sudah tidak diragukan lagi. Sekilas kita melihatnya seperti Potret band yang formasinya terdiri dari tiga orang dengan vokalis perempuan, namun musik yang mereka mainkan kebanyakan adalah tema cinta. Ditemui dalam peluncuran albumnya yang pertama yang bertajuk “Cinta Terbaik”,  Rabu (23/8)  di kawasan Jakarta Selatan mereka menceritakan perjalanan musiknya hingga menelurkan sebuah album.

Nama Cassandra sendiri sebetulnya diambil dari nama seorang putri dari Dewa Troy yang pada saat itu digandrungi dan disukai para raja dan pria di zamannya karena kecantikannya. Filosofi itulah yang diambil band ini agar dapat disukai oleh masyarakat Indonesia dengan karya-karya mereka. Lalu digantilah nama band ini di tahun 2010 menjadi Cassandra. Sementara sebelumnya nama Aglo diambil dari kata Agro yang pada waktu itu Choki sedang tertarik pada bisnis tanaman, dikarenakan kesulitan dalam penyebutan dan terdengar aneh, maka digantilah namanya menjadi Cassandra.

02 Cassandra menerima penghargaan dari E motion Entertainment untuk karyanya yang telah dikunjungi lebih dari 55 juta viewersCassandra menerima penghargaan dari E-motion Entertainment untuk karyanya yang telah dikunjungi lebih dari 55 juta viewers

Perjalanan panjang sejak tahun 2009 dilakoni dengan mengusung genre pop balada. Seiring berjalannya waktu, perubahan visi dari para personilnya akhirnya merubah haluan dari band cafe menjadi band rekaman. Merekapun bergabung bersama dengan label E-Motion Entertainment di tahun 2010. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, ketiganya mempunyai keinginan sederhana agar karya mereka disukai orang banyak dan mengikuti jejak band idolanya Andra and The Backbone.

Kemasan dan aksi panggung yang menarik dari Andra and the Backbone membuat group band ini tetap solid untuk selalu bertiga dari awal mereka terbentuk. Jika dalam aksi panggungnya atau dalam lagu memerlukan keyboard atau drum, mereka tetap menggunakan keyboard dan drummer tambahan.

Lagu-lagu mereka yang kebanyakan didominasi tema cinta, karena tema cinta selalu menarik dan selalu ada dalam setiap kehidupan. Namun tidak menutup kemungkinan, mereka akan menghasilkan karya dengan tema lainnya, dengan  tetap mempertahankan genre pop ballada.

Sampai saat ini tercatat sudah 6 single yang dirilis di radio seluruh Indonesia. Seperti ‘Tetap Menjadi Milikmu’, ‘Cinta Terbaik’, ‘Kekasih Kedua’, ‘Cinta Dari Jauh’, ‘Bukan Cinta Palsu’, dan yang terakhir dirilis ‘Hapuskan Cintaku’. Lagu-lagu ini telah menorehkan prestasi dengan prestasi lebih dari 2 juta download NSP di seluruh Indonesia.

Delapan tahun perjalanannya di dunia musik, tidak menutup kemungkinan ada rasa bosan dan jenuh juga terkadang menghinggapi mereka. Mereka menutupinya dengan menghasilkan karya. “Kita kembalikan ke awal dibentuknya band ini, banyak perjalanan dan air mata yang kita korbankan. Untuk mengatasinya kita konsentrasi dengan berkaya dan membuat lagu. Kalau aku sendiri terkadang support beberapa artis-artis dan band lain.  Atau juga belajar mengaransemen lagu bersama dengan musisi-musisi yang lain. Kita bertiga mengatasinya dengan berkarya lebih serius”, ujar Choki.

03 Cassandra YDhewCassandra (foto: YDhew)

Album perdana ini berisi 11 lagu yang terdiri dari beberapa single mereka yang sudah dirilis ditambah dengan beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Butuh Cinta’, ‘Jadilah Pacarku’, ‘Cinta Bukan Milik Kita’, dan satu lagu dengan tema yang berbeda ‘Ibu Harus Cantik’. Lagu-lagu ini kebanyakan diciptakan oleh Choki yang diambil dari pengalaman pribadi ataupun orang-orang di sekitarnya.

“Perjalanan yang panjang memang terkadang timbul rasa jenuh, dan bertanya-tanya kapan album kita dirilis. Namun karena kita mempunyai kecintaan dan memang background-nya dari musik hal itu tidak menjadi kendala yang terlalu besar. Dan juga dengan mengasah kemampuan di dunia musik”, tutur Anna menambahkan.

Album ini merupakan harapan, impian dan cita-cita yang terwujud dari mereka yang ditempuh dengan penantian panjang hampir selama 7 tahun, suatu pencapaian yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, ujar mereka kompak.  Album ini diharapkan dapat menjadi album yang diterima oleh para “Kekasih Cassandra” (sebutan untuk fans Cassandra) dan pecinta musik Indonesia pada umumnya. Tema percintaan yang menjadi trade mark band ini, kental ditampilkan di album ini.

Di dalam acara peluncuran albumnya pun mereka tampilkan rasa cinta dengan menggelar aksi sosial berupa penggalangan dana bagi salah satu anak dari fans Cassandra yang menjalani proses cangkok hati. Patut di apreasi mengingat sebagai band yang baru, mereka tak lupa untuk  berbagi kasih terhadap sesama  bersamaan dengan peluncuran albumnya.

Bagi anda yang ingin menyimak salah satu lagu yang mengangkat nama band ini, klik link dibawah ini./ YDhew.

 

Thursday, 24 August 2017 09:59

Gerbang Neraka

Film Gerbang Neraka (Firegate)
Segera Tayang pada September 2017

Film berjudul “Firegate” yang diproduksi oleh Legacy Pictures akhirnya akan segera ditayangkan pada 20 September mendatang. Film yang kini beredar lewat judul “Gerbang Neraka” ini disutradarai oleh Rizal Mantovani serta melibatkan beberapa bintang seperti  Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Puy Brahmanthya, Khiva Iskak, dan pemain cilik Ayasha Putri.

Dalam peluncuran trailer film ini yang dilangsungkan di Plaza Indonesia XXI Lounge, Robert Ronny sebagai produser menyampaikan bahwa saat ini merupakan moment yang tepat film “Gerbang Neraka” ini dari judul sebelumnya “Firegate”. Judul berbahasa Indonesia akhirnya menjadi pilihan untuk rilis dengan alasan sederhana, dan tidak ada yang salah mengira bahwa ini film asing.

“Saya senang film ini akan rilis bulan depan. Akhirnya terbayar penantian kami sebagai filmmaker. Apalagi yang paling penting buat kami, selain filmnya akan dinikmati oleh penontonnya. Saya senang bisa menjadi bagian dari project ini karena ini juga berbeda dari garapan saya sebelumnya. Horor petualangan ini akan menjadi suguhan film horor yang berbeda yang semoga akan disukai penonton dan laris seperti film horor lain yang saya garap,” urai Rizal Mantovani selaku Sutrada secara panjang lebar.

Film dengan genre horror petualangan ini, akan menjadi suguhan yang bisa menyemarakkan tontonan film sejenis yang sekarang mulai disukai kembali. Apalagi dipadukan akting mumpuni para pemainnya, akan menjadi hal yang seru bagi penonton filmnya,” terangnya kembali.

02 Reza Rahadian IstimewaReza Rahadian (Istimewa)

Sedangkan bagi Reza Rahadian menyebutkan film bergenre horor petualangan ini merupakan pengalamannya pertama kali berakting bersama Julie Estelle dan Dwi Sasono. “Saya berharap agar akting saya dapat diterima dengan baik oleh penikmat film horor, begitu juga dengan filmnya,” ujar aktor yang berperan sebagai Tomo Gunadi, seorang wartawan majalah misteri dan supranatural ini.

Julie Estelle yang berperan sebagai Arni, seorang arkeolog dan Dwi Sasono yang berperan sebagai Guntur, seorang spiritualis juga mengungkapkan hal yang sama dengan Reza tentang harapan mereka terhadap film ini.

Film ini sendiri mengisahkan bahwa Tomo Gunadi (Reza Rahadian), seorang wartawan tabloid mistis ditugaskan untuk meliput Piramida Gunung Padang, dan ia  harus bekerjasama dengan paranormal selebritis, Guntur Samudra (Dwi Sasono). Arni Kumalasari (Julie Estelle), kepala tim arkeologi yang ditunjuk Presiden Republik Indonesia, pada awalnya menolak kehadiran serta bantuan dari Tomo maupun Guntur.

Arni yang selalu percaya dengan sains dan menolak segala yang berbau klenik, akhirnya harus mengakui bahwa terlalu banyak kejadian mistis yang terjadi di situs piramida ini. Pada saat ketiganya menemukan fakta bahwa piramida ini adalah ‘penjara’ untuk sebuah kekuatan kuno yang bisa menghancurkan dunia, mau tidak mau, tiga orang dengan latar belakang dan tujuan berbeda ini harus bekerjasama untuk mencegah kiamat sebelum terlambat./ Ibonk

 

Tuesday, 22 August 2017 10:50

Hybrid

Band Garut Lepas Tunggalan Anyar

Berada di era majunya teknologi dan industri, terkadang banyak membuat kita tak peduli dengan alam sekitar. Banyak yang seolah-olah lupa untuk menjaga kelestarian alam sekitar yang merupakan sebuah keharusan bagi bangsa ini. Mengenal dan melesatarikan kebudayaan juga merupakan hal yang harus kita lakukan, dengan harapan kelak akan menjadi warisan bagi penerus bangsa.

Di Nusantara ini, segala perbedaan, baik agama, ras, suku bangsa, dan bahasa serta kebudayan sudah seharusnya tidak menjadi sebuah perbedaan. Kita patut berbangga kepada dunia akan keindahan alam serta kekayaan alam Indonesia. Bukan hanya sekedar retorika, namun memang sudah waktunya bagi generasi muda untuk bersama membangun bangsa negara ini.

Nah, semangat kebangsaan tersebutlah akhirnya memicu Hybrid yang merupakan group band alternative pop rock yang berasal dari Garut, Jawa Barat meluncurkan karya dengan tema cinta tanah air. Tunggalan berjudul ‘Indonesia Juara’ ini merupakan wujud kecintaan para personil Hybrid pada Tanah Air Indonesia. yang memiliki kekayaan alam dan budaya serta keindahan alam yang luar biasa.

Band yang didirikan pada tanggal 11 November 2011 yang digawangi oleh Kahfi (Vokal),  Smith (Guitar), Dry (Guitars), Anjar (Bass) dan Awink (Drum) ini berusaha untuk menghadirkan sebuah karya yang apik. Sampai-sampai untuk merekam keindahan alam negeri ini, mereka rela bertualang membawa genset naik turun bukit ke berbagai kawasan wisata seperti: Pantai Cibadak, Gunung Geder, Pantai Sayang Heulang serta lokasi – lokasi indah lainnya.

02b Hybrid IstimewaHybrid (Istimewa)

Semua keindahan alam tersebut sejatinya akan dimasukkan kedalam video klip ‘Indonesia Juara’ agar seluruh orang yang menyaksikan video klip ini mendapat tambahan pengetahuan tentang lokasi – lokasi indah di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Cuplikan keindahan di berbagai lokasi kabupaten Garut ini dirangkai pula dengan beberapa stock gambar dan video di lokasi-lokasi indah lainnya dari Tidore, Aceh, ataupun Ternate yang memang sudah di persiapkan oleh tim kreatif bagi kepentingan gambar di video klip single ini.

Ini merupakan single lanjutan kerjasama antara Hybrid dan Cadaazz Pustaka Musik setelah sebelumnya pada Ramdhan lalu mereka melepas single bernuansa religi berjudul  ‘Kembali Pada Nya’. / Ibonk

 

Monday, 21 August 2017 10:41

Harmoni 8

Sukses Melakoni Dunia Teater Musikal

Seperti yang telah diprediksi sebelumnya, pertunjukan teater musikal anak yang bertajuk “Mencari Arti Merdeka” terbilang cukup sukses. Pentas yang diselenggarakan oleh Musik Hana Midori tersebut dihadirkan selama dua hari pada 17 dan 18 Agustus 2017 di Titan Center Bintaro. Pementasan tersebut melibatkan para pelakon dari Harmoni 8 yakni Adek, Chika, Aleta, Adinda, Ardra, Nabila, Moza dan Mika ditambah lagi dengan bintang tamu Bastian Steel, Tarzan Srimulat dan Wayang Orang Bharata.

Pentas ini disutradarai oleh Alex Hassim dengan mengedepankan cerita tentang sekumpulan anak-anak yang melakukan perjalanan dan petualangan ke desa, sembari mencari arti kata Merdeka. “Alur cerita sepanjang satu setengah jam pertunjukan memang sengaja dibuat ringan. Agar bisa cepat dipahami oleh anak-anak seusia mereka”, ulas Alex.

Untuk memperkaya tema, sengaja dimasukkan tokoh-tokoh pewayangan yang diperankan oleh personil Wayang Orang Bharata dan Tarzan Srimulat kedalam cerita. Hal ini diamini oleh Karin Item, selaku Direktur PT Hana Musik Midori, “Kami memberi tempat kepada seniman yang mungkin saja sudah semakin terkikis di era golobalisasi ini. Karena itu kami menampilkan dan memperkenalkan tokoh pewayangan dalam kemasan yang lebih segar dan dekat dengan hati anak muda!” ungkap Karin.

Yen Sinaringati, Produser Eksekutif Musik Hana Midori mengaku sangat bersyukur dengan terselenggaranya acara ini. "Alhamdulilah pertunjukan ini bisa kami selenggarakan sepanjang dua hari dan berlangsung sukses. Sejak awal rencana, kami cukup tegang dalam mempersiapkan materi yang isinya bisa layak tonton!” kata Yen.

02 Teater Musikal Harmoni 8 IstimewaTeater Musikal Harmoni 8 (Istimewa)

Sepanjang pementasan, para personil Harmoni 8 berakting dan menyanyi dengan baik. Beberapa lagu di antaranya diambil dari lagu yang pernah mereka rekam, seperti ‘Menggapai Waktu’, ‘Dalam Kelembutan Pagi’, ‘Kala Berpisah’, ‘Tomat’. Lalu diselipi juga dengan lagu-lagu yang telah dikenal seperti ‘Berkibarlah Benderaku’, ‘Aku Seorang Kapiten’,  dan sebuah lagu dalam format keroncong ‘Dibawah Sinar Bulan Purnama’.

Roedyanto Wasito yang menjadi Music Director pementasan mengatakan, lagu-lagu yang dinyanyikan, memang disesuaikan dengan tema cerita yang disusun Ria Himawan, Sebagian besar lagu yang dipentaskan diambil dari album yang pernah direkam Harmoni 8. Bagi Roedy, proses penggarapan teater musikal semacam ini, bukan yang pertama kali. “Ini sudah yang ketiga kali, jadi nggak ada kesulitan yang berarti. Kesulitannya hanya kerena waktu untuk penggarapan musik yang terhitung mepet,” tambahnya.

03 Teater Musikal Harmoni 8 IstimewaTeater Musikal Harmoni 8 (Istimewa)

Bagi Harmoni 8, keterlibatan mereka dalam teater musikal ini merupakan kali pertama. Sebelumnya, mereka berhasil membuat rekaman dan pementasan. Kesungguhan para personil Harmoni 8 mendapat acungan jempol dari Yen Sinaringati maupun Karin Item “Buat anak-anak , ini jelas bukan pekerjaan mudah”, ungkap keduanya.

Sebelumnya, pada seusai pentas di hari pertama, bupati Tangerang Selatan Airin kepada wartawan mengatakan, menyambut baik ide penyelenggaraan Teater Musikal Anak ini. Dirinya menyambut positif apa yang disuguhkan. Ia juga mengapresiasi dari sisi cerita yang  membangkitkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air bagi generasi muda. Airin juga berjanji tetap akan membuka luas penyelenggaraan acara semacam ini dan diselenggarakan di kawasan Tangerang Selatan./ Ibonk

04 Teater Musikal Harmoni 8 IstimewaTeater Musikal Harmoni 8 (Istimewa)

Monday, 21 August 2017 13:00

Apresiasi Musik Kebangsaan 2017

Meriahkan 72 Tahun Kemerdekaan RI

Sukses adalah kata yang cukup tepat untuk menggambarkan gelaran Apresiasi Musik Indonesia (AMK) yang diadakan di halaman Benteng Vastenburg, Solo, pada akhir pekan silam Jumat (18/8/2017). Gelaran musik yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan dimotori oleh C-Pro production selaku promotor acara, dimaksudkan untuk menyemarakkan HUT ke 72 Republik Indonesia. Lewat tema “Jayalah Negeriku”, ajang yang telah berlangsung 4 kali ini, diharapkan mampu membangkitkan semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air bagi para pengunjung.

Gelaran yang berlangsung pada malam hari ini merupakan rangkaian event “Pawai Pembangunan” pada siang sampai sore harinya. Walaupun telat sekitar 45 menit dari waktu yang ditetapkan, secara keseluruhan AMK 2017 berjalan dengan baik setelah sebelumnya dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh semua yang hadir. Lepas itu dilanjutkan dengan sambutan dari F.X. Hadi Rudyatmo selaku Walikota Solo, sekaligus membuka ajang ini.

Tanpa turun dari panggung, Walikota Solo langsung didaulat menyanyikan lagu kebangsaan ‘Rayuan Pulau Kelapa’ diiringi oleh Bengawan Solo Orchestra (BSO). Selanjutnya tanpa jeda lagi, BSO yang menyesaki panggung AMK dengan sekitar 70 orang pemain termasuk choir menghadirkan lagu-lagu kebangsaan yang menggugah.

Selepas BSO, panggung sontak berubah warna tatkala Zarro De Vega muncul menjadi penampil kedua. Sederetan lagu-lagu berirama latin dan samba mengalir deras mengajak para pengunjung untuk bergoyang. Tapi jika kita lebih awas, bahasa yang dipakai untuk mengungkapkan nada-nada pada lagunya adalah bahasa Kaili. Zarro yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah memang banyak menggelontorkan karya-karyanya lewat bahasa ibunya tersebut, namun dipadu lewat suguhan musik latin.

02 Zarro IbonkZarro (foto: Ibonk)

Tak mau hanya menyanyikan beberapa karyanya, Zarro juga mengajak penonton untuk turut  bernyanyi lewat sebuah gubahan lagu daerah ‘Gundul Gundul Pacul’. Lagu yang memang merupakan dolanan anak-anak tersebut, disambut cukup antusias oleh para pengunjung.

Sedikit membedakan AMK 2017 ini dengan sebelumnya adalah dengan ditampilkannya Olen Saddah dari Komunitas Bibit Puisi. Membawakan puisi karyanya yang berjudul ‘Pesan Seorang Perempuan untuk Kekasihnya’ ini dibawakan dengan tidak biasa. Diiringi dengan  suara suling dan gitar yang mendayu, puisi yang sarat akan pesan terhadap generasi muda ini diolah sedemikian rupa oleh Olen. Selama lebih dari 10 menit ia mampu mencuri kesenyapan dan perhatian dari para pengunjung yang memenuhi venue.

Makin malam pengunjung terlihat semakin ramai, apalagi kemudian panggung diisi oleh penampilan Fisip Meraung. Band kocak ini merupakan kebanggan baru kota Solo. Band bentukan mahasiswa-mahasiwa Fisip UNS, begitu terkenalnya sehingga sering kali diundang tampil bahkan sampai ke Jakarta.

Menggabungkan musikalitas versi anak muda dan ocehan-ocehan jenaka, grup yang telah menghasilkan 14 album dalam waktu yang relatif singkat ini cukup bisa menjaga minat pengunjung untuk tidak beranjak dari panggung AMK 2017.

Selepasnya, kehadiran Inna Kamarie menjadi penutup yang sempurna. Mantan personel Dewi Dewi ini tampil cukup maksimal lewat lagu-lagu bernuansa jazz versinya. Lewat suara khasnya, ia hadir dengan balutan ketat berwarna oranye dengan aksen bunga disepanjang busananya. Inna pun membuka pertemuan malam itu lewat sajian lagu lawas ‘Hujan Gerimis’ yang ngetop lewat olah vokal Ida Royani dan Benyamin.

Makin gayeng tatkala menghadirkan lagu ‘Kopral Djono’, ia tak hanya menggoda lewat suaranya saja, tapi gesture kala bernyanyi juga membuat malam yang makin menua saat itu tetap terjaga kemeriahannya.

03 Inna Kamarie IbonkInna Kamarie  (foto:  Ibonk)

Disela-sela ia bernyanyi, Inna juga menyempatkan diri menjalin komunikasi dengan para penonton yang hadir. "Ini kok pada loyo semua ya? Ini saya Inna saya ini juga wong Jawa Tengah lo, asline wong Sragen," ungkapnya yang disambut gelak tawa oleh para yang hadir.

Tak ingin luput dari tema kebangsaan, Inna juga menyelipkan sebuah lagu nasional berjudul  ‘Indonesia Pusaka’. Kemudian ia menutup malam penampilannya dengan sebuah lagu permintaan penonton dan sebelumnya membawakan lagu rancak milik almarhum Chrisye berjudul ‘Cinta’.

Begitulah AMK 2017 berakhir dengan baik, dan membawa kesan tersendiri bagi yang menyaksikannya. Seperti yang dikatakan Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solo, Nunuk Mari Hastuti satu hari sebelumnya “Ini merupakan salah satu komitmen Pemkot Solo untuk memberikan wadah kepada generasi muda, mengekspresikan karyanya melalui lagu perjuangan”, tuturnya./ Ibonk

 

Thursday, 17 August 2017 11:33

Film Wiro Sableng

Peran Utama Keinginan Penulis Cerita

Wiro Sableng yang dikenal dengan Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 merupakan novel fiksi karya almarhum Bastian Tito. Di era tahun 80-an novel ini menjadi novel yang selalu ditunggu oleh penggemarnya. Karakter Wiro Sableng yang gagah, berwajah tampan dan sakti mandraguna namun mempunyai sifat lugu, lucu, dan sedikit konyol. Lewat kekonyolannya tesebut pendekar ini terkadang bersikap gendheng atau bisa dibilang sableng.  Kadang juga kegendhengannya itu menyakiti perasaan orang lain.  Sang penulis berhasil membuat karakter Wiro Sableng hidup sampai sekarang.

Serial Wiro Sableng ini juga telah dibuatkan film layar lebar yang dibintangi oleh Tonny Hidayat, dan dilanjutkan dengan hadirnya serial televisi yang kemudian diperankan oleh Herning Sukendro (Ken Ken). Episode awal ini bertahan sampai dengan episode ke-59, kemudian dilanjutkan sampai dengan episode ke-91 dengan pemerannya digantikan oleh Abhie Cancer.

Dibalik beberapa pergantian sosok Wiro Sableng, yang paling melekat dengan sosok tokoh ini kalau bisa dibilang adalah Ken Ken. Ken Ken berhasil membawa tokoh ini ke dalam sosok yang dibayangkan dari cerita komik serial Wiro Sableng. Dari gesture, caranya berbicara serta memerankan jurus-jurus maut si pendekar, Ken Ken cukup mewakili karakter tokoh komik tersebut. Sehingga bila kita bayangkan pendekar 212 yaa... Ken Ken itulah si Wiro Sableng.

Ditemui diacara temu media di Senayan City, Jakarta, Rabu (16/8) Ken Ken yang hadir untuk mendukung pembuatan film Wiro Sableng mengungkapkan apa yang menjadi keinginan Bastian Tito untuk karakter tokoh tersebut. Ingatannya pun kembali ke tahun 1995 dimana dirinya dipilih oleh Bastian Tito untuk memerankan tokoh ini.

"Saat terpilih memerankan Wiro, ada rasa penasaran saya, kenapa saya yang dipilihnya. Saya bertanya sama Om Bastian tentang karakter itu. Dia jawab, Wiro harus ganteng, gagah, lugu, seperti Mas Ken Ken karena orangnya baik hati dan disukai banyak orang," ujarnya sambil tersenyum.

02 Ken Ken YdhewKen Ken (foto: Ydhew)

Penasaran dengan hal tersebut Ken Ken kemudian bertanya lagi, masih ingat betul perkataan Bastian Tito yang kemudian memaparkan isi hatinya kepada Ken ken. “Sebetulnya yang dinginkan om Bastian untuk memerankan tokoh Wiro Sableng adalah anaknya Vino”, ungkap Ken ken sambil menahan haru.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa  film Wiro Sableng 212 akan segera diproduksi. Dalam jumpa pers kali ini sekaligus mengumumkan  dimulainya proses syuting diakhir bulan ini. Setelah sekian lama menjadi tanda tanya, akhirnya LifeLike Pictures mengumumkan siapa saja daftar pemain dan peran-perannya.

Film yang cerita skenarionya ditulis oleh Sheila Timothy dan Tumpal Tampubolon ini, melibatkan beberapa nama terbaik di perfilman Indonesia sekarang ini. Pemeran Utama tentu saja diperankan oleh Vino G. Bastian. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, Marcella Zalianty akan berperan sebagai Permaisuri, dengan Rifnu Wikana sebagai Kalasrengi. Tak hanya itu, ada Lukman Sardi sebagai Werku Alit dan Dwi Sasono sebagai Raja Kamandaka.

Marsha Timothy nantinya memerankan tokoh Bidadari Angin Timur. Sedangkan Sherina Munaf akan menjadi Anggini dan Andi Rif/ pun turut bermain menjadi tokoh Sang Dewa Tuak.

Sebagai pemain yang di dampuk sebagai pemeran utama Vino mengatakan bahwa film ini mempunyai beban yang berbeda, dimana ini merupakan karya almarhum ayahnya dan harus memenuhi ekspetasi banyak orang. “Saya siap untuk memberikan yang terbaik, dan mohon doanya semoga semua dapat berjalan lancar”, ujar Vino.

Film Film 'Wiro Sableng 212' akan mulai syuting pada 21 Agustus 2017 dan mengambil  wilayah di Jawa Barat dan sekitarnya. Jadwal tayangnya direncanakan  tayang pada tahun depan.

“Kami ingin memberikan benchmark baru untuk film Indonesia, dan membuat film ini dengan pendekatan yang sangat Indonesia, sajian dan cara tutur Indonesia. Bukan meniru film Hollywood atau film Cina. Wiro Sableng akan menjadi film laga dengan ciri khas yang menggambarkan Indonesia.” Tungkas sang sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Akankah Vino G. Bastian berhasil memerankan tokoh sang pendekar 212 dan menggantikan bayang-bayang Ken Ken sebelumnya?. Kita tunggu saja!/YDhew

 

Tuesday, 15 August 2017 22:39

Glenn Fredly

Tanda Mata Untuk Slank

 Mengulang kesuksesan konser Tanda Mata #TNDMT tahun lalu dengan membawakan lagu-lagu dari salah satu diva Indonesia Ruth Sahanaya, Glenn Fredly kembali menggelar konser tahunan #TNDMT tersebut. Glenn merupakan sosok musisi yang sangat concern dengan segala macam jenis musik, dan selalu mencoba sesuatu yang baru. Tidak ingin mengulang konser sebelumnya, kali ini Glenn akan membawakan lagu-lagu dari band legendaris Indonesia, Slank.

Dipilihnya Slank sebagai Ikon musik yang diapresiasi oleh Glenn, merupakan mimpi dari Glenn untuk bisa mengapresiasi karya musisi lain bukan hanya diucapkan saja tetapi ingin merayakannya seperti konser sebelumnya. Hal ini menjadi suatu penghargaan kepada seniman yang masih ada dan mempunyai manfaat yang luar biasa terhadap keberlangsungan ekosistem dunia musik Indonesia, bukan hanya dalam segi bisnis saja. Hal inilah yang ingin ditunjukkan Glenn baik kepada parap enggemarnya pada khususnya atau industry musik Indonesia pada umumnya.

Slank sebagai salah satu band yang menjadi garda terdepan musik Indonesia dan salah satu live legend musik di Indonesia mempunyai pengaruh dalam perjalanan karirnya selama berkiprah di industri musik Indonesia. LiriklaguSlank yang tegas, tajamdangayakhasSlankdengan genre rock and blues yang mampu diterima oleh semua kalangan pecinta musik membuatnya ingin memberikan apresiasi dengan cara yang berbeda. Selain itu  Glenn merupakan musisi yang selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, dan tidak pernah mau mengulangi apa yang sudah pernah dilakukan. Hal ini juga mempunyai kemiripan dengan Slank.

“Tahun lalu merupakan entry point yang seru banget bisa merayakan karya Ruth Sahanaya. Bottom linenya adalah merupakan sebuah perayaan dari suatu karya yang tidak selalu apa yang dihasilkan, tetapi karya yang mempengaruhi cara berfikir dan mempengaruhi karir itu penting untuk di implementasikan. Saya besar dari berbagai jenis musik dan Slank merupakan salah satunya yang mempengaruhi saya.” Ujar Glenn saat jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Selasa (15/8).

Konser yang bertepatan dengan hari ulang tahun Glenn Fredly ini merupakan persembahan musik yang unik, dimana keduanya mempunyai genre dan influence musik yang berbeda. Hal ini menjadi momentum karya dari Glenn dengan cara mengapresiasi sebuah influence selama ini.

02 Bimbim Kaka YDhewBimbim dan Kaka (Foto: YDhew)

“Berbeda dengan konser Tanda Mata yang lalu dimana Ruth Sahanaya memiliki roots yang sama dengan saya. Slank berbeda dan mempunyai keunikan tersendiri. Masing-masing kami mempunyai karakter musik, penggemar, influence, komunitas yang berbeda. Namun saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari apa yang telah dilakukan Slank,  karya legendaries Slank menjadi tantangan dan rangkaian estetika musik sesuai dengan interpretasi saya,” jelas Glenn.

Bimbim merasa bangga karya mereka bisa dinyanyikan Glenn Fredly, “Kita Cuma ingin duduk menikmati Glenn menyanyikan lagu-lagu kita. Glenn yang biasa membawakan lagu jazz, sementara kita basicnya blues, punk bahkan rock n roll. Glenn merupakan salah satu musisi penyanyi yang bagus menyanyi live di Indonesia”, ujar Bimbim.

“Tidak banyak musisi seperti Glenn yang memikirkan musisi lain terutama untuk industry musik, bagaimana menyatukan musisi dan industry musik menjadi suatu pesan buat masa depan, energinya luar biasa. Glenn selalu respect terhadap musisi lain, rasa itu merupakan keharusan di dunia musik sebetulnya termasuk juga rasa sosial, empati yang semakin lama semakin hilang. Namun tidak dengan Glenn”, tambahnya.

Sementara Kaka yang melihat fans Glenn yang kebanyakan perempuan, berharap di acara ini nantinya perempuan-perempuan yang menikmati karya Slank. “Penasaran banget dengan acara ini nanti, semoga mendapat inspirasi dari lagu sendiri”, ujar Kaka.

Belum diketahui lagu apa nantinya yang akan dinyanyikan Glenn di konser ini, yang jelas semua lagu-lagu dari Slank akan dinyanyikan menurut versinya sendiri. "Saya Cuma bisa bilang, ini 'Pulau Biru'-nya versi saya. Saya suka musik jazz dan blues. Begitu lihat Slank dari membedah karyanyaya, itu blues. Sangat menyenangkan, mengolah dan mengemas dalam membuat aransemennya. Akan ada lagu cinta, pesan sosialnya ada, danTimur Indonesia," tutup penyanyi yang berasal dari Ambon, Maluku ini.

Tiket presale sudah dibuka sejak tanggal 5 Agustus 2017 dan akan ditutup tanggal 17 Agustus 2017 yang dibandrol dengan harga Silver IDR 600.000,-, Gold IDR 1.000.000,- dan VIP IDR 2.000.000,-. Untuk harga normal  tiket dibuka dengan harga IDR 1.000.000,- untuk Silver, IDR 1.500.000,- Gold, dan VIP IDR 2.500.000,-/YDhew

03 Press Conference YDhewPress Conference (Foto: YDhew)

 

Tuesday, 15 August 2017 15:53

SWITCH

Drama Seri Komedi Karya Nia Dinata

Nia Dinata bersama dengan Pritagita Arianegara meluncurkan drama komedi romantis yang skenarionya merupakan hasil dari karya pemenang kompetisi Viu Female Story Festival 2017. Original series ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Vie Female Story Festival, yang merupakan kompetisi untuk writer muda Indonesia yang dipersiapkan masuk ke dunia professional maupun dunia internasional.  Ini adalah incubator program yang langsung di mentori oleh para professional di dunia perfilman Indonesia dengan visi yang sama untuk memajukan dunia film nasional.

Rumah produksi Kalyana Shira milik sutradara kenamaan Nia Dinata, bekerja sama dengan sebuah label layanan video streaming bernama Viu, Senin (14/8) menayangkan secara perdana drama seri yang berjudul SWITCH di layanan tersebut. Tidak hanya tayang di Indonesia, tetapi serial ini akan tayang juga di Malaysia selama 24 menit setiap hari Kamis selama 13 episode.

SWITCH adalah drama seri komedi romantis dan bercerita mengenai dua sahabat yang hidupnya jungkir balik ketika pada satu malam, jiwa mereka tertukar. SWITCH dibintangi oleh pemain film Indonesia terkenal: Morgan Oey, Karina Salim, Tatyana Akman, Vincent Tio, dan Asmara Abigail.

Drama yang disutradarai oleh Nia Dinata dan Pritagita Arianegara, skenarionya ditulis oleh lima pemenang kompetisi menulis naskah film kisah perempuan pertama di Indonesia yang diadakan pada bulan Maret awal tahun ini, sebagai bagian dari Viu Female Story Festival 2017. Lagu ‘Dari Mata’ yang di bawakan oleh Jaz telah dipilih menjadi lagu soundtrack drama seri ini.

"Saya tertarik sama konsep Viu yang ingin membawa karya-karya anak bangsa ke dunia internasional. Lalu dari segi cerita, anak-anak millenial sekarangkan sukanya cerita-cerita yang simple tapi imajinatif. Makanya konsep ceritanya kan out of the box banget," ungkap Nia Dinata ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (14/8).

02 Nia Dinata YDhewNia Dinata (foto: YDhew)

Drama ini menceritakan dua pemeran utama di film ini, yaitu Febby (Tatyana Akman) dan Emma (Karina Salim), keduanya mempunyai kepribadian yang berbeda. Cerita berawal ketika keduanya saling bertukar tubuh dari sini dimulai segala kelucuan dan keseruan dari kisah mereka.

Keduanya sama-sama bekerja di sebuah bioskop indie, yang mempunyai karakter yang berlawanan. Dimana yang satu Febby mempunyai sifat yang mudah bergaul dan suka bersosialisasi (ekstrovert) sangat berbanding terbalik dengan Emma yang menutup diri dengan dunia luar (introvert).

Dari karakter tersebut terciptalah kekonyolan-kekonyolan dimana mereka harus bertukar tubuh dengan jiwa yang berbeda. Kelucuanpun dihadirkan disaat Febby tertarik dengan kegantengan Richard (Morgan Oey) seorang barista dari kedai kopi di sebelah tempat mereka bekerja. Film ini juga akan menampilkan aksi Vincent Tio dan Asmara Abigail.

“Kami mendapatkan pengalaman yang seru dalam memproduksi SWITCH ini dan bermitra dengan tim Viu Indonesia. Saya berharap anak muda Indonesia akan menikmati tayangan ini seperti halnya kesenangan yang kami dapat dalam memproduksinya,” ujar Nia Dinata sebagai sutradara di film ini.

Drama seri SWITCH ini terdiri dari 13 episode dan akan tersedia secara eksklusif di Viu di Indonesia, Malaysia serta negara-negara lain mulai 15 Agustus 2017, dengan episode baru dirilis setiap minggunya. SWITCH dapat diakses di https://www.viu.com atau dengan mengunduh aplikasi Viu Android dari Google Play atau Viu iOS dari Apple App Store. Informasi lebih lanjut tentang SWITCH dapat dilihat di media sosial Viu di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan www.dramabanget.com. / YDhew

03 Morgan Oey YDhewMorgan Oey (foto: YDhew)

 

Page 5 of 121