NewsMusik

NewsMusik

Monday, 30 April 2018 02:47

GIGI

Kilas Balik, Pembuktian Bermusik Selama 24 Tahun

Tanpa terasa sudah 24 tahun lamanya band GIGI hadir di industri musik Tanah Air. Band yang dimotori oleh Armand Maulana (vokalis), Dewa Budjana (gitaris), Thomas Ramdhan (bassis), dan Gusti Hendy (drummer) ini adalah formasi paling solid yang dimiliki grup ini. Tambahan lagi beberapa waktu tahun ini, GIGI makin solid dengan kemunculan kembali Aria Baron yang dulunya adalah gitaris dari band menjadi manajer.

Usia 24 tahun bagi sebuah band bukanlah perkara mudah. Gonta ganti personil telah mereka alami. Adanya kesamaan prinsip membuat keempatnya, bisa bertahan sampai sekarang. Bongkar pasang personel pun bagi mereka merupakan sebuah pembelajaran yang berharga. Tidak malah melemahkan tapi justru membuat band ini semakin matang dengan karya-karya yang terus diterima oleh para pecinta musik Indonesia.

NewsMusik berkesempatan mewawancara mereka sewaktu acara ulang tahun GIGI di kawasan SCDB beberapa waktu lalu. Berikut rangkuman pembicaraan bersama ke empat personil GIGI.

Bisa diceritakan apa arti 24 tahun ini bagi masing-masing personil GIGI?
Thomas:
Arti 24 tahun ya berarti Gigi serius bermusik. Di sisi lain lagi saya nge-band sama orang orang ini 24 tahun dan ada di musik Indonesia 24 tahun bersama Gigi artinya kita serius. Dan buktinya sekarang kami ada di sini.

Setelah melewati berbagai hal bersama-sama, ada alasan kuat mengapa akhirnya memilih bertahan hingga kini. Apa alasannya sehingga masih bertahan dengan band ini padahal masing-masing personil sudah mempunyai karya sendiri dan sudah bersolo karier?
Budjana:
Kami menyadari membangun itu nggak mudah. Memang ada orang yang bilang, apalah arti   sebuah nama, tapi kami dulu bisa ngumpul berlima terus ketemu nama GIGI itu salah satu yang membuat kita bertahan. Kami anggap segala sesuatu ujian memang, bahwa ternyata mempertahankan itu memang sulit.

Hendy:
Ada yang bilang band ini vakum, karena melihat masing-masing personil bersolo karier seperti  Armand dengan Arana Projectnya, Budjana dengan solo album dan Thomas dan saya dengan bandnya. Inilah nilai plus dari GIGI, 4 orang ini bergerak terus dan GIGI tetap konsisten dalam posisi jalurnya. Itu malah memperkaya kita dalam bermain musik dan tidak ada halangan sama sekali.

Terbukti alhamdulillah, kita sampai 25 tahun, dan dengan background masing-masing kita masih mempunyai energi untuk membuat sebuah karya.

Armand:
Kalau sudah kumpul dengan situasi yang berbeda sekarang, selama 24 tahun secara konsisten sekarang
hampir tidak kelihatan. Waktu dulu zamannya masih ada koran, mungkin GIGI masih terlihat dengan muncul di media, tapi sekarang platformnya sudah berubah total. Kalau dibilang masih jalan ya kita tetap jalan terus.

Itu sih memang harus dilalui, band lain juga sama tapi catatanya yang penting sampai sekarang masih ada masih berkarya, masih ada show, pensi, gathering yang seumuran kita bahkan ada yang tua.

Sampai kemarin masih ada yang meminta show supergroup atau apalah itu namanya. Kita sih nggak pernah merasa sebaga group legend atau supergroup, karena selama 24 tahun kita mah main aja. Keluarkan karya dan ternyata karya kita masih disenengi oleh anak seumuran kita bahkan anak muda. Ya kita jalanin aja. Kalau masalah bongkar pasang itu hukum alamlah, seperti yang lain. Yaa kita ikutin aja.

04 GIGI Istimewa

GIGI Band (Istimewa)

Bisa diseritakan bagaimana kiatnya hingga kalian mampu bertahan, sedangkan masing-masing personil berasal dari genre dan mempunyai kemampuan dan skill yang berbeda di bidang musik?
Thomas:
Kalau saya sih mungkin karena satu sama lain masih saling membutuhkan, ya tapi selain itu, jujur, saya juga punya band atau apa gitu, tapi kalau yang namanya nyaman untuk saya manggung dan saya nggak mikir apapun itu ya GIGI. Adanya rasa saling percaya aja satu sama lain.

Dengan kesibukan masing-masing, apakah masih cukup porsi untuk kalian latihan bersama GIGI?
Hendy:
Memang ada yang bilang dengan kelebihan kami masing-masing kok masih sempat latihan aja, harusnya nggak perlu latihan lagi karena semuanya sudah jago main musiknya. Justru kami merasa masih perlu latihan, karena kadang-kadang ada lagu yang mana dari album yang mana kadang kita suka lupa. Yaah latihan daya ingatlah…

Diantara banyak album kalian mana yang paling kalian tidak suka atau album mana diperjalanan kalian merasa paling down selama berkarier?
Armand:
Yang paling down sepertinya saya dan Budjana di album 2x2. Karena pada saat itu saya dan Budjana tinggal berdua. Kita ditinggal 3 personil lainnya. Di album itu ada Budi sama Opet yang jadi additional player, tapi di album berikutnya ditahun 1998 mereka jadi pemain tetap.

Tahun 1999 Thomas balik lagi.  Sebetulnya di album itu saya sama Budjana ada timbul semangat baru lagi karena Budi dan Opet memperkuat lagi formasi GIGI, jadi kita ada berempat, tidak terlalu berdua banget. Yang paling drop memang album 2x2 karena memang kita cuma berdua. Lalu beberapa tahun belakangan malah Baron balik lagi ke GIGI walaupun bukan pemain, tapi sebagai manager itu juga yang membuat semangat kita balik lagi.

03 GIGI Istimewa

GIGI Band (Istimewa)

Apakah kemudian dengan formasi yang sekarang GIGI menjadi lebih solid, atau bahkan personil inilah yang membuat GIGI semakin solid?
Thomas:
Ada sebagian orang yang menganggap kesolidan kita ini hanya sekedar ditutup-tutupi. Kalau dari gue lihatnya begini. Alhamdulillah dari bulan kemarin kita jadwal manggung padat banget bahkan sampai 4 dan 5, dan kita masih meluangkan waktu untuk latihan. Armand kebetulan masih sakit kemarin, tapi kita tetap latihan. Sudah dijadwalkan dan kami masih mau merayakan yang seperti ini.

Dalam mau merayakan dengan suasana yang sakral, kalau menurut gue itu ciri orang yang masih mau sama-sama. Gak careless lah ibaratnya. Terlihatnya salah satu masih ada, ada satu perasaan yang lebih walaupun masing-masing mempunyai kesibukan.

Ini sebagai salah satu cara untuk menjaga kekompakan?
Thomas:
Iya mungkin. Ini kan datangnya memang dari hati dan kemauan, bukan seperti perusahaan yang wajib datang karena kontrak.

Bagaimana cara kalian meredam ego masing-masing, karena semuanya berasal dari keahlian yang berbeda-beda?
Thomas:
Kalau saya melihat dari cara Budjana memandang musik, misalnya pada waktu awal waktu pertama band ini dibentuk. Saya ingat banget waktu pertama band ini dibentuk dia kalau ditanya sama orang sukanya apa Ronaldo, kalau ditanya selalu jawab itu dan saya bingung.

Ternyata semakin kesini maksudnya bahwa musik itu apalagi sekarang ini dengan keadaan yang lebih terbuka siapapun bisa dengar, bahwa identitas diri itu memang penting banget. Jadi kita memang benar sebagai seseorang, tapi kita sebisa mungkin menjaga banget bahwa ini milik orang lain jangan diambil.

Ada kesamaan hobby diantara kalian, sehingga sampai sekarang masih kompak?
Budjana:
Hobby semua sama ya, kuliner. Kita semua doyan makan. Kita kalau main ngeband di  luar kota yang kita cari ya makanan. Karena itu salah satu cara mengenal keragaman Indonesia dan kharakter masing- masing daerah ya makanannya.

Hendy:
Kita salah satu group band yang wa groupnya paling aktif banget. Percaya deh, tiap hari ada aja yang diomongin. Komunikasi. Kedekatan ini memang selalu terjalin.

Waktu kalian tinggal berdua, apa yan sebenarnya dibenak kalian untuk masih tetap mempertahankan GIGI?
Budjana:
Yang utama membangun itu tidak mudah. Walaupun ada yang bilang apa artinya sebuah nama,  bagi kita masih penting, masih tetap bisa berkumpul berlima. Tiba-tiba album 2,3 sampai 5 orang masih seneng dengan karya kita itu yang lebih penting lagi, atau orang lain senang kita terpaksa itukan nggak bagus juga. Cuma gara-gara sesuatu harus diukur dengan hilangnya band ini. Itu saya anggap ujian memang, biar bagaimanapun itu harus dipertahankan dan harus kita lewatin.

04 GIGI Istimewa

GIGI Band (Istimewa)

Ada nggak sesuatu yang meredam kalian ketika merasa jenuh satu sama lain?
Thomas:
Kita semua merasa membutuhkan satu sama lain. Meski saya punya band dan yang lain juga, ketika kita ingin kenyamanan ya kita balik ke GIGI. Kita nggak pernah mikirin vokalnya Armand, atau kok drummernya begini suaranya. Nggak seperti itu. Ini musik, kita bicara ya musik aja. Musik itu kaya banget, dan dia harus tanggung jawab dengan yang dia mainin. Nggak ada di direct atau apapun itu.

Disini kita dapat keterbukaan banget, saya termasuk yang muter sejak dulu, dan semakin kesini menyamakan prinsip dan musik itu yang mahal. Yang tidak bisa didapat di semua komunitas yang kita temuin. Itu yang nggak mudah kalau kita harus cari lagi.

Dengan 24 tahun ini, masing-masing sudah bersolo karir. Mungkin ada yang mau disampaikan secara blak-blakan ke depannya, apakah akan ada perubahan personil lagi?
Hendy:
Itulah nilai plusnya GIGI diantara band-band  lainnya. Karena masing-masing personilnya bisa main band di luar, tapi kita tetap fokus di GIGI. Menurut saya tidak perlu dipermasalahkan.

Armand:
Kita ada rencana mau bikin konser 24 tahun perjalanan karir kita bermusik. Tunggu aja/ Nad

Thursday, 26 April 2018 06:39

Superversity

Ajang Berhimpun Komunitas Kampus se Jabodetabek

Ini adalah sebuah festival yang merupakan ajang bertemunya beragam komunitas anak muda kreatif. Ajang yang akan diselenggarakan pada akhir pekan ini (Sabtu 28/4/), mengambil lokasi di Cilandak Driving Range, Cilandak KKO, Jakarta Selatan. Seperti acara anak muda pada umumnya yang tidak mau menggelar acara sejenis, Superversity akan dikemas dalam 3 bagian acara seperti Supersoccer, Supermusic, dan Superadventure. Ketiga genre acara tersebut akan menjadi ajang gaul di antara para anggota komunitas.

Kegiatan ini sendiri berawal dari perhimpunan kawan sekampus yang memiliki kesamaan hobi, aktivitas musik, adventure, hingga sepakbola, akhirnya membentuk komunitas Superior. Komunitas ini terdiri dari 80 komunitas yang berasal dari 17 kampus di wilayah Jabodetabek itu, sepakat melebur dalam sebuah festival.

Seperti yang diungkapkan oleh Ridho selaku Project Officer Superversity bahwa ajang ini hadir sebagai festival yang dapat menjadi momen terjalinnya persahabatan komunitas mahasiswa kampus se-Jabodetabek. Tidak seperti event lainnya, ajang ini secara keseluruhan diinisiasi oleh mahasiswa dari sejumlah universitas yang tergabung dalam komunitas Superior.

Mereka juga dimentori langsung oleh beberapa nama besar di dunia seni pertunjukan seperti Astie Wendra Profesional Event Management, di dunia digital Ryan dari Pentacode, serta dukungan penuh dari Superadventure.

02 Superversity Ibonk

Ryan (Pentacode), Ridho (Project Officer), Haikal (Asst. Project Officer) dan Astie Wendra (Profesional Event Management) selepas Jumpa Pers (Ibonk) 

"Kami mengusung konsep festival untuk para civitas akademi yang berada di wilayah Jabodetabek sebagai ajang unjuk musik atau band kampus, fun games, permainan boulder, kompetisi freestyle soccer, eksebisi dari 16 artis mural, selain hiburan dan sharing session dari anak muda yang inspiratif seperti dengan Sofyan Arief Fesa yang menceritakan pengalamannya menjadi salah satu penakluk 7 puncak tinggi dunia," ungkap Astie.

Dalam penyampainannya kemudian, Astie yang baru pertama kali merasakan pengalaman sebagai mentor diajang seperti ini berharap kalau festival ini dapat mempererat dan melebarkan jaringan komunitas-komunitas kampus yang ada di Jabodetabek. “Semoga melalui festival ini, mereka dapat menjalin persahabatan positif dengan melibatkan seluruh ide dan kreativitas yang dimiliki agar ke depannya mampu menciptakan beragam acara seru berkualitas.”

Superversity 2018 bakal dimeriahkan oleh musisi yang tengah hype di kalangan anak muda saat ini seperti Killing Me Inside, Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR), hingga hiphop party sebagai penutup acara bersama Sweet Martabak.

Untuk dapat berkunjung ke event ini, publik cukup dengan mendapatkan undangan yang telah panitia kirimkan ke kampus-kampus di Jabodetabek. Selain itu, penonton juga bisa memperolehnya secara digital lewat akun media sosial Supervisity./ Ibonk

Monday, 23 April 2018 03:46

The Adams

Luncurkan Single Baru di Record Store Day 2018

Record Store Day (RSD) 2018 atau yang lebih dikenal sebagai ajang perayaan rekaman musik tahunan ini baru saja silam dari hadapan kita. Namun ternyata keberadaan event yang berlangsung pada pada 21 dan 22 April berlangsung cukup meriah di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Seperti sebelumnya, banyak band yang melepas rilisan khusus di acara itu, dan di tanah air sendiri termasuk salah satunya adalah The Adams. Dalam RSD kemarin, grup alternatif asal ibu kota itu merilis CD single mereka dengan tajuk ‘Pelantur’ secara eksklusif.

Di rilisan yang berjumlah terbatas itu juga memuat lagu dari album pertama mereka, ‘Just’ versi akustik dan ternyata penjualan CD single itu laku keras. The Adams juga tampil langsung pada hari Minggu (22/4) dan menjadi ajang bagi fans nya untuk minta tanda tangan sekaligus menyaksikan lagu barunya dibawakan.

02 Pelantur Istimewa

Single Pelantur - The Adams (Istimewa)

‘Pelantur’ sendiri merupakan nomor catchy khas The Adams yang dinyanyikan oleh sang gitaris, Saleh Husein (Ale). Lalu ditingkahi lewat vocal Ario Hendarwan di bagian reffrain. Sedangkan ‘Just’ yang dimunculkan lewat versi akustik menambah suasana lagu makin lirih dari versi aslinya yang memang sudah sendu itu.

Nah, bagi yang berhalangan hadir pada RSD kemarin, single “Pelantur” itu juga telah tersedia di berbagai layanan streaming musik seperti Spotify dan Apple Music. “Selamat menikmati, dan nantikan karya-karya baru lagi dari The Adams dalam waktu dekat,” ungkap mereka menjanjikan./ Dek

Sunday, 22 April 2018 02:55

Film Koki-koki Cilik

Lahir Atas Keprihatian Terhadap Film Anak Nasional

Kurangnya film anak-anak saat ini membuat banyak pihak akhirnya tergerak untuk membuat film dengan segmen dunia anak-anak. Seperti sebuah film yang bertajuk “Koki-Koki Cilik” yang direncanakan akan tayang pada tanggal 28 Juni 2018. Film ini akan menjadi film pertama MNC Picture sebagai dukungannya terhadap film anak nasional yang masih sangat kurang saat ini.

“Kami melihat disini ada celah dan mencoba untuk mengambil segmen tersebut. Kami berharap bisa memberikan pesan yang cukup positif buat pendidikan anak-anak. Ini salah satu dukungan kami terhadap film anak – anak, pokoknya film ini ada unsur edukasinya, unsur funny, unsur belajarnya, unsur pertemanannya, dan lain sebagainya. Semoga film ini bisa ditonton banyak orang,” ujar Muhammad Soufan EVP Operation Production MNC Pictures di peluncuran Poster dan Official Trailer Koki-Koki Cilik, di Jakarta, Jumat (20/4).

Di awal film yang oleh disutradarai Ifa Isfansyah dan dibintangi oleh Morgan Oey, Ringgo Agus Rahman, Adi Kurdi, Aura Kasih, Fanny Fabiana, Farras Fatik, Chloe Xaviera, Alifa Lubis, Marcello, Ali Fikry, Patrick, Cole Gribble, Clay Gribble dan Romaria ini berjudul “Cooking Camp”, namun setelah adanya perubahan disana sini akhirnya disepakati judulnya dirubah menjadi “Koki-Koki Cilik”

Menurut Toha Essa selaku Eksekutif Produser, bahwa tim produksi saat itu memang belum menetapkan kepastian judul film ini. Waktu diproduksi sebetulnya memang belum fixed judulnya. Dikarenakan tema di dalam filmnya adalah Cooking Camp, jadi saat itu kita namain dulu Cooking Camp. Nah judul Koki- koki Cilik akhirnya kita pakai sebagai judul film produksi kita,” ungkap Toha Essa.

02 Chloe Xaviera Nad

Chloe Xaviera (Nad)

Film yang melakukan syuting sejak tahun lalu di Bandung, Jawa Barat ini dominasi oleh kehadiran anak – anak yang memiliki bakat akting yang luar biasa. Tapi ada yang spesial, salah satu pemain ciliknya Chloe Xaviera adalah ponakan dari penyanyi international Agnezmo. Bagi Chloe Xaviera yang berperan sebagai Audrey, ini adalah film pertamanya, ia sangat seneng dan menjadi sebuah tantangan baru bisa bermain film diperjalanan karir entertainnya didunia akting.

“Pengalaman mengesankan tentang kebersamaan. Kebersamaan antara saya dan teman, seneng banget rasanya bisa bermain film. Ini film pertama dan pengalaman baru buat aku, ini soal pertemanan yang seru pokoknya, ” kata Chloe.

Kehadiran film Koki Koki Cilik juga diharapkan bisa membangkitkan film anak di Indonesia hingga bisa melahirkan banyak film untuk anak. " Semoga ada ratusan film anak lain dirilis oleh MNC Pictures dan rumah produksi lainnya. Karena sedih banget, ada anak yang menonton film horor dan nyanyi atau dengerin lagu dewasa. Film anak-anak saat ini pasarnya sangat besar dan harapannya hal itu bisa dilaksanakan dan film anak segera banyak dibuat," tutup Toha.

03 Para pemeran film Koki Koki Cilik Nad

Para bintang Koki-Koki Cilik (Nad)

Film Koki – Koki Cilik menceritakan tentang Bima (Farras Fatik), anak dari keluarga tak mampu yang berhasil ikut dalam acara Cooking Camp, acara kemping memasak yang sangat bergengsi dan mahal. Dengan segala kekurangannya, Bima harus menghadapi tantangan memasak dari Chef Grant (Ringgo Agus Rahman) dan bersaing dengan Audrey (Chloe), sang juara masak tiga kali berturut-turut di Cooking Camp serta Oliver (Patrick Milligan), anak pemilik restoran ternama yang mendapat dukungan penuh dari kedua sahabatnya, Ben (Cole Gribble) dan Jody (Clay Gribble).

Beruntung, Bima memiliki teman-teman yang memberinya semangat, seperti Niki (Clarice Cutie), Melly (Alifa Lubis), Key (Romaria Simbolon), Kevin (Marcello), dan Alva (Ali Fikry). Di tengah perjuangannya, Bima bertemu dengan Rama (Morgan Oey), mantan chef terkenal yang mengasingkan diri. Meski awalnya merasa terganggu dengan kehadiran Bima, Rama lambat laun menjadi baik dan bersedia mengajarkan Bima memasak./ Nad

Sunday, 22 April 2018 12:52

Pucuk Cool Jam Festival 2018

Mau Menang Harus Cerdas dan Berkarakter

Akhirnya event Pucuk Cool Jam Festival 2018 sukses digelar pada Sabtu (21/4) kemarin. Puncak ajang pencarian bakat anak muda tersebut yang juga diselingi dengan penampilan musisi idola anak muda, akhirnya mengumumkan pemenang.

Para pemenang dalam ajang kompetisi ini adalah Synthetic asal SMA Negeri 4 Tangerang Selatan dari kategori band, serta New Kabisa asal SMA 1 BPI 1 Bandung yang keluar sebagai pemenang dari kategori ekstrakurikuler. Kedua grup ini dipilih langsung oleh juri sebagai pemenang pertama Pucuk Cool Jam 2018.

Salah satu perwakilan juri dari kategori band, M. Adri Prakarsa (Adri Nidji/ Nev) mengaku bangga melihat seluruh penampilan finali, terutama finalis yang terpilih sebagai pemenang. Menurutnya band yang sukses menjadi pemenang ini punya kualitas dan karakter yang cukup kuat. "Energi musik yang disampaikan luar biasa dilengkapi dengan penguasaan materi yang cerdas. Saya dan Satrio juga Iman sangat sulit menentukan siapa yang terbaik sejujurnya”.

Dia melanjutkan “Kami sepakat pemenang yang kami pilih ini adalah best of the best bukan berarti yang lain tidak bagus. Semua yang tampil hari ini berhasil mencuri hati kami,” kata Adri di Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (21/4) malam.

04 Tari Saman Ibonk

Penampilan Tari Saman yang juga mendapat sambutan meriah (Ibonk)

Pada dasarnya seluruh finalis Pucuk Cool Jam 2018 hampir dipastikan tampil memukau. Mereka cukup sukses menghibur para pengunjung yang hadir di ajang ini. Evelinn Kurniadi menyebutkan bahwa pemenang kategori ekstrakurikuler memiliki nilai outstanding di semua kriteria penjurian. Para pemenang yang kini siap menorehkan prestasi seni musik di ranah industri kreatif Indonesia,

Momen ini tentu menjadi sebuah tonggak yang tidak terlupakan bagi para pemenang. Salah satu pemenang pun berharap ajang yang menjadi wadah bagi bakat-bakat kreatif ini bakal terus ada. "Ini akan terus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang nggak akan pernah terlupakan karena bisa bertemu dengan teman dan juri yang hebat. Semoga perjalanan ini menjadi pemicu untuk kami melangkah lebih jauh lagi,” ujar Arrafiu keyboardist Synthetic yang menjadi pemenang dari SMA Negeri 4 Tangerang Selatan.

Tak hanya menyaksikan penampilan para finalis, seharian penuh keramaian pesta seni kreativitas tersebut juga diramaikan oleh penampilan sederet musisi. Beberapa bintang tamu yang ikut tampil semalam adalah HIVI!, Yura, Diskopantera, Ramengvrl, ataupun juga Maliq & D'Essentials menjadikan acara ini cukup layak untuk diapresiasi.

02 Yura Yunita Ibonk

Yura (Ibonk)

Pengunjung juga dapat melihat kreativitas dengan menggandeng komunitas dan talenta seni kreatif seperti Lapantigatiga, Popomangun, The Broy, Doodle Art, Depok Letters, Enigami Papers, I Light This, So.toy, dan UVisual yang menciptakan sajian visual dari dekorasi hingga aktivitas seni kreatif.

Teh Pucuk Harum sebagai penyelenggara merasa sangat bangga bisa menjadi saksi perkembangan musisi muda berbakat dari tahun ke tahun. Mereka berharap semakin banyak bakat-bakat yang terus bermunculan. "Semoga ini menjadi awal yang baik bagi para pemenang sekaligus Pucuk Momen yang tidak akan terlupakan,” harap Erick Harijanto yang juga menjabat sebagai Marketing Manager PT Mayora Indah./ Ibonk

Thursday, 19 April 2018 02:28

Pucuk Cool Jam Festival 2018

Perayaan Kreativitas Anak Muda Indonesia

Panggung musik tanah air memang tidak akan pernah kehabisan talenta muda. Tak hanya mengandalkan keberuntungan saja, tapi sepenuhnya mereka berbakat, kreatif dan mengerti dengan segmen yang mereka pilih.  tapi juga  yang kian tumbuh dan patut diapresiasi. Kemampuan ini tidak tumbuh begitu saja, tapi lewat kerja keras dan juga kesempatan yang diberikan oleh pihak yang cukup peduli dengan talenta generasi muda ini.

Seperti yang ditawarkan lewat ajang Pucuk Cool Jam, yang sudah memasuki tahun kedua ini akan hadir dengan konsep spesial. Seperti yang dikatakan oleh Erick Harijanto selaku Marketing Manager RTD Tea & Juice PT Mayora Indah Tbk, bahwa selain menampilkan 10 finalis band dan ekstrakurikuler Pucuk Cool Jam 2018, pihaknya juga mengolaborasikannya dengan musisi papan atas seperti HIVI!, Yura, Diskopantera, RamenGvrl, hingga Maliq & D'Essentials.

Tak hanya mereka, disini juga akan ditampilkan komunitas kreatif seperti Lapantigatiga, Popomangun, The Broy, Doodle Art, Depok Letters, Enigami Papers, I Light This, So.toy, dan UVisual yang akan berkolaborasi menyulap Taman Menteng menjadi gemerlap dengan aneka sajian seni visual.

Erick melanjutkan bahwa tujuan diadakannya festival ini adalah untuk mengapresiasi finalis terpilih dari seleksi digital audition hingga roadshow yang digelar di 40 sekolah beberapa waktu sebelumnya. “Kami juga berkolaborasi dengan musisi papan atas dan komunitas kreatif untuk menghadirkan sebuah konsep festival yang tidak hanya menghibur namun juga menginspirasi," ujar Erick pada temu media di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

02 Yudha Ramengvrl Erick Harijanto Adri Nidji NEV Evelin Kurniadi dan Jamal M.Aziz selepas temu media Pucuk Cool Jam Festival 2018 1 Istimewa

Yudha, Ramengvrl, Erick Harijanto, Adri Nidji-NEV, Evelin Kurniadi dan Jamal M.Aziz selepas temu media PCJ Festival 2018 (Istimewa)

Selain bisa menikmati pertunjukkan musik, pesta musik dan kreativitas yang diadakan pada 21 April 2018 di Taman Menteng ini juga menghadirkan berbagai aktivitasseperti mempelajari ilmu typografi, belajar menggambar mural, hingga membuat doodle art dari komunitas kreatif yang diikutsertakan.

Nantinya di akhir sesi perhelatan ini akan diumumkan pemenang utama. Ada sebuah kesempatan besar bagi pemenang pertama kompetisi band Pucuk Cool Jam 2018, yakni akan dibuatkan sebuah lagu yang diaransemen oleh Abenk Alter, serta sebuah video klip. Sementara untuk pemenang kompetisi Ekstrakurikuler Pucuk Cool Jam 2018 akan turut dilibatkan dalam pembuatan video klip yang akan disutradarai oleh Aji Yudistira.

"Kami berharap ajang Pucuk Cool Jam Jam 2018 dan gelaran Pucuk Cool Jam Festival ini tidak hanya dijadikan sebagai ajang mengembangkan kreativitas bagi seluruh peserta, namun semua audiens yang hadir juga dapat menjadikan festival ini sebagai wadah untuk menjalin kekompakan, dan membangun pertemanan, ” tutup Erick.

Acara yang digelar dari pukul 10 pagi sampai 10 malam ini terbuka untuk semua masyarakat dengan mahar sebesar Rp. 50 ribu per tiket. Tak hanya itu saja, bagi penggemar beragam dapat menumukan aneka kuliner hits diajang ini. Jadi tunggu apalagi?/ Ibonk

Tuesday, 17 April 2018 02:59

Mariah Carey

Bakal Konser Berlatarbelakang Candi Borobudur

Siap yang tak kenal dengan Mariah Carey yang tersohor dengan sebagai diva dunia dan memenangi lima Grammy Awards ini. Nah, seperti kabar yang tersiar belakangan ini, bahwa Mariah Carey sudah dipastikan akan menggelar konsernya di Indonesia. Ini akan menjadi perhelatan kedua dirinya ke tanah air setelah tahun 2004 silam menggelar rangkaian tur dunianya “Charmbracelet World Tour” di Jakarta Convention Center.

Yang paling menarik adalah mengenai harga tiket konser Mariah Carey yang tergolong lebih murah apalagi jika dibandingkan dengan Celine Dion yang sama-sama akan menggelar konser di Indonesia pada tahun ini. Ini akan mendatangkan banyak benefit baik bagi penonton dan juga penetrasi kehadiran wisatawan ke Candi Borobudur.

Seperti yang dituturkan oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Edy Setijono yang mengatakan konser diva internasional tersebut akan dilaksanakan pada 6 November 2018 mengusung tajuk "Borobudur Symphony". “Konser bertaraf internasional ini akan menjadi ajang promosi yang efektif dalam menarik minat dan perhatian dunia pada salah satu bangunan keajaiban dunia ini sehingga tingkat kunjungan wisman semakin meningkat,” ungkapnya pada awal pekan ini.

Sementara Project Director Borobudur Symphony, Palwoto menyebutkan konser Mariah Carey tersebut ditargetkan mampu mendatangkan 7.000 penonton. Konser tersebut rencananya digelar di Taman Lumbini, yang merupakan area pelataran Candi Borobudur.

02 Mariah Carey Istimewa

Mariah Carey_Istimewa

“Konser ini nantinya akan menggabungkan antara penampilan atraktif dari Mariah Carey dengan latar belakang Candi Borobudur yang megah. Sehingga dalam pertunjukan tersebut penonton akan mendapatkan sajian yang komplet,” ungkapnya.

Di sisi lain, CEO Rajawali Indonesia Communications, Anas Syahrul Alimi mengatakan informasi mengenai konser Mariah Carey di Candi Borobudur tersebut telah menarik perhatian penggemar diva tersebut dari berbagai belahan dunia. “Banyak penggemarnya yang mulai menanyakan lokasi Candi Borobudur ini. Dari situ, mulai kelihatan bagaimana konser ini  menunjukkan posisinya sebagai media diplomasi ke masyarakat dunia,” ucapnya.

Tiket konser ini dibagi menjadi lima kelas. Tiket kelas super VVIP masih berstatus On Call. Sementara, kelas Diamond dibanderol dengan harga Rp. 7 juta, Platinum Rp. 3,5 juta, Gold Rp. 2 juta dan Festival Rp. 1 juta. Sedangkan tiket presale sudah mulai di jual pada 18 April 2018./ Dek

Tuesday, 17 April 2018 02:14

Lomba Cipta Lagu Anak 2018

Menggairahkan Kembali Produksi Lagu Anak

Dalam rangka menggairahkan kembali produksi lagu anak-anak Indonesia, Miles Films bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang turut didukung International Design School mengadakan Lomba Cipta Lagu Anak (LCLA) 2018.

Dalam keterangannya kepada pihak media di bilangan  Jakarta Pusat (16/4/2018), Ketua Bekraf Triawan Munaf mengatakan diadakannya acara ini dilatarbelakangi oleh pertanyaan dan keprihatinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Jadi pekerjaan ini dibuat untuk menjawab pertanyaan tersebut, Triawan bersama Mira Lesmana, produser sekaligus pendiri Miles Films memutuskan untuk berkolaborasi mengadakan LCLA 2018.

Sebelumnya, Mira bersama Riri Riza sebagai sutradara telah lebih dahulu menggarap film untuk anak-anak bertajuk Kulari ke Pantai yang direncanakan tayang mulai 28 Juni 2018. Keduanya juga dikenal sebagai orang dibelakang film yang cukup bombastis bertema anak-anak sebelumnya yakni “Petualangan Sherina” (2000) dan “Laskar Pelangi” (2008).

Keduanya juga menilai lagu-lagu anak pada masa sekarang terbilang cukup langka untuk menemani tumbuh kembang anak-anak dalam usia emas mereka. Sangat berbeda dengan kondisi era 90an. Ketika itu ada banyak lagu-lagu anak yang dirilis, juga masih cukup banyak program musik anak di televisi dan radio.

"Lomba ini bukan terbatas untuk musisi saja, tapi juga bisa diikuti oleh kalangan lain. Karena tujuannya untuk memfasilitasi pelaku kreatif berkontribusi dalam membangun ekonomi kreatif, khususnya film dan musik Indonesia," tambah Triawan.

02 Maisha Kanna dan Lilli Latisha dua pemeran utama film Kulari ke Pantai Istimewa

Maisha Kanna dan Lil'li Latisha, dua pemeran utama film Kulari ke Pantai (Istimewa)

Lewat ajang ini pula Mira berharap agar anak-anak Indonesia lebih mencintai bahasa Indonesia. Dengan kata lain, dirinya ingin agar generasi bangsa ini bangga jika bercakap-cakap atau menyanyikan lagu yang berbahasa Indonesia. Kalau sekarang banyak dari mereka lebih sering  berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
 
Menurut Mira, kebiasaan tersebut adalah hal yang bagus dan tak terhindarkan karena zaman telah menuntut demikian. Hanya saja kebiasaan menggunakan bahasa Indonesia tetap diutamakan dalam obrolan sehari-hari agar tak membuat anak-anak semakin berjarak dengan bahasa persatuan.

Untuk mengakomodir keinginan tersebut, dewan juri yang terdiri dari Mira, Triawan, Riri, Aksan Sjuman, dan kelompok RAN mengutamakan lagu peserta lomba yang menggunakan lirik Bahasa Indonesia. "Lagu tetap boleh disisipkan lirik bahasa daerah dan asing, tapi yang utama menggunakan lirik berbahasa Indonesia," imbuh Rayi Putra Rahardjo, personel RAN.

Perihal tema, dewan juri menetapkan lima tema besar yang bisa dijadikan lagu yakni: Keindahan Alam, Petualangan, Persahabatan, Keluarga, dan Liburan. Tema tersebut sengaja dibuat agar tema lagu tidak melebar kemana-mana.

Semua karya peserta nantinya akan diseleksi dan di pilih lima terbaik. Satu lagu pemenang utama pilihan dewan juri  akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp. 75 juta, plus dibuatkan video klip musik. Sementara pemenang pilihan publik berdasarkan voting akan mendapatkan  Rp. 25 juta. Bersama tiga lagu lain dari RAN, kelima lagu tadi dimasukkan dalam album kompilasi soundtrack film Kulari ke Pantai. Soundtrack tersebut nantinya akan diedarkan secara gratis lewat dua medium yakni digital dan fisik dalam bentuk CD yang jumlahnya sekitar 10 ribu keping.

Bagi yang berminat untuk mengikuti lomba ini dapat mencari Informasi dan pendaftaran dapat mengunjungi situs web kularikepantai.com. Batas pengumpulan lagu hingga 15 Mei 2018./ Dek

Sunday, 15 April 2018 02:05

Anggun

Cetak Sejarah Baru Melalui Single 'What We Remember'

Juara World Music Award, Goodwill Ambassador United Nations, Juri Internasional Asia’s Got Talent kembali mencetak tonggak sejarah menjadi artis kelahiran Indonesia pertama yang berhasil bertengger di charts Billboard selama lebih dari 15 minggu berturut-turut. Versi remix khusus US tersebut secara luas telah diputar di dance club dan dance radio di seluruh Amerika.

Lagu ‘What We Remember’ mendapat respon yang luar biasa sejak pertama kali di rilis, bahkan bertengger di Top 10 Billboard selama 3 minggu berturut-turut.  “Saya sangat gembira melihat single ‘What We Remember’ menjadi hit untuk lagu dance di Amerika Serikat. Saya merasa terhormat dapat melihat bahwa 20 tahun sejak posisi charts pertama di Amerika dengan lagu ‘Snow on the Sahara’, musik saya masih diputar dan dinikmati disana. Dan dengan cara yang baru, pada audiens yang baru,” sumringah Anggun.

Saat ini memiliki jadwal Anggun yang padat, sehingga tidak memungkinkan untuknya melakukan perjalanan ke Amerika dari beberapa bulan belakangan. Namun ia memang telah merencanakan  untuk terbang ke Los Angeles, Amerika Serikat segera untuk menjadi juri terhormat untuk Sony Picture. Ia akan hadir pada festival film bersama dengan aktris Megan Boone dari TV series Blacklist pada musim panas ini.

02 Anggun Istimewa

Anggun (Istimewa)

Anggun senderi saat ini tengah sibuk di Eropa, dimana  dirinya baru saja melakukan rekaman duet bersama Shane Filan dari grup Westlife. Dalam beberapa bulan ke depan ia tampil dalam dua acara TV di Perancis, konser di Italia, ataupun sesi foto kover depan di majalah Perancis terkenal. Untuk itu, dengan nada yang menyesal, Anggun meminta maaf belum dapat meluangkan waktu untuk para penggemarnya di luar Eropa.

“Tetapi untuk penggemar tercinta saya di Indonesia dan Malaysia, saya akan merilis single terbaru ‘The Good is Back’ pada tanggal 20 April 2018 mendatang yang diambil dari album terbaru “8” dengan dua talenta artis yang berbeda. “Ini akan menjadi hadiah saya bagi para penggemar Indonesia dan Malaysia disana yang paling mendukung dan mencintai saya selama beberapa tahun ini”, tutupnya./ Tez

Thursday, 12 April 2018 08:59

Nagaswara Momentum 2018

Unjuk Gigi 3 Bintang Nagaswara Lewat 3 Single Anyar

Menjelang pertengahan April 2018 ini, Nagaswara kembali merilis 3 single terbaru para bintang andalannya, yakni Firman Siagian, Delon dan Black Champagne. Perilisan ketiga single tersebut di rangkum dalam tajuk Momentum 2018.  Tak hanya sekedar me-launching ketiga single tersebut, acara juga dirangkai dengan agenda khusus yakni penyerahan penghargaan kepada Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombespol, Harry Kurniawan beserta jajarannya.

Penghargaan tersebut sebagai bentuk kepedulian Nagaswara terhadap keberhasilan Kombes Harry Kurniawan dan jajarannya yang telah berhasil membongkar pabrik penggandaan keping CD, VCD, DVD bajakan di wilayahnya. Tindakan yang dilakukan tersebut dinilai telah sedikit banyak sebagai upaya pemberantasan produksi dan peredaran DVD, CD dan VCD bajakan.

Dalam kata-kata sambutannya produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna menyebutkan bahwa dirinya yang sengaja mewakili artis, produser dan penyanyi sepeuhnya mendukung upaya Polri melakukan pemberantasan pembajakan hak cipta karya musik dan lagu.

02 PhotoNagas

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombespol, Harry Kurniawan saat membalas memberikan plakat kepada produser Nagaswara, Rahayu Kertawiguna (Ibonk)  

Balik lagi ke inti acara ini, ketiga musisi papan atas Nagaswara tersebut baik Black Champagne, Delon ataupun Firman Siagian mengaku cukup senang dengan karya yang mereka tawarkan kepada para pencinta musik tanah air ini.

Seperti yang disampaikan oleh Black Champagne yang di motori Mita (The Virgin) dan DJ Citra bahwa saat ini mereka melepas tunggalan ‘Move On Dong’ yang menjadi single kedua setelah sebelumnya menghadirkan single pertama ‘Jangan Gitu Dong’. Masih tetap mengusung konsep musik Electronic Pop, duo ini dari sejak awal memang dibentuk untuk format musik LivePA yang menggabungkan konsep DJ dan kemampuan permainan gitar Mita.

“Alhamdulillah, sebenarnya nggak nyangka juga jika Bapak Rahayu masih percaya untuk rilis single kedua. Karena menurut Mita sih, single pertama sebelumnya terasa biasa-biasa saja. Saat ini Black Champagne telah memiliki total 9 lagu dan akan bertambah karena kita lagi produktif. Ini memang sebuah tantangan baru,” ujar Mita yang diamini oleh DJ Citra saat temu media di bilangan Semanggi, Rabu (11/4/2018).

Sementara Delon, yang menjadi musisi senior diantara rekannya tersebut menempatkan single berjudul ‘Terluka Mencintaimu’ yang merupakan  ciptaan Pay ”Caramel”. Lagu manis bertempo sedang tersebut dipastikan mampu menjaga kualitas Delon di skena musik dalam negeri. Dalam setiap penampilannya Delon kerap menunjukkan kepiawaian dalam berolah vokal yang prima, termasuk bekerjasama dengan sejumlah musisi dan pencipta lagu.

03 PhotoNagas

Black Champagne yang dimotori oleh DJ Citra dan Mita  (Ibonk)

Lain lagi dengan Firman Siagian, yang sempat digoda sebagai anak hilang yang kembali pulang ke kandangnya. Lewat tunggalan ciptaan Endy Irvan dengan judul ‘Bukan Kamu Tapi Kamu’, Firman ingin menunjukkan keberadaannya. Lagu ini juga merupakan nomor pamungkas Firman yang lain setelah lagu ‘Kehilangan’.

”Project kali ini sebenarnya adalah pekerjaan yang tertunda saya dengan Nagaswara. Kita memang sempat putus sebentar lalu di teruskan lagi projectnya, Rencananya akan merilis album berisi 10 single,” ungkap Firman.

Acara perilisan ketiga single tersebut diakhiri dengan penampilan ketiganya menghibur penggemarnya yang hadir pada malam tersebut./ Ibonk

Page 2 of 135