NewsMusik

NewsMusik

Friday, 15 September 2017 16:48

Persatuan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO)

Menuju Perkembangan dan Perubahan Industri Hiburan

Bisnis pertunjukan di Indonesia terus tumbuh dan mengalami perubahan, seperti contohnya di industri musik nasional adanya perubahan dari sistem analog menjadi digital. Hal ini berpengaruh kepada penjualan dan industrinya yang semakin tidak menguntungkan. Adalah hal yang wajar mengingat perkembangan dunia digital saat ini juga sangat berkembang pesat, dunia musik ataupun dunia pertunjukkan juga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan tersebut.

Para pelaku seni maupun yang terlibat didalamnya harus mempunyai kemampuan yang cukup dalam menghadapi era digital seperti sekarang ini. Industri musik yang mengalami penurunan pada penjualan pada saat ini namun tidak halnya dengan industri pertunjukkan yang masih terus tumbuh di Indonesia. Hal ini lah yang perlu di dukung oleh kemampuan yang mumpuni baik dari artis maupun managementnya.

Manager yang handal bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan artis saja, seperti mengatur kostum apa yang dipakai si artis. Mengatur jadwal sampai mengurus kontrak kepada pihak ketiga, namun seorang manager harus mempunyai wawasan yang luas, memimpin, merencanakan apa yang menjadi kebutuhan si artis dan merumuskan apa yang terbaik untuk perkembangan si artis yang di managerinya.

Selain itu seorang manager juga harus mengerti mengenai hukum dan mengerti bagaimana mengeksplore kemampuannya secara professional sehingga membuat artis yang dipegangnya berkembang secara profesional bukan hanya bisa manggung dan terkenal di dalam negeri tetapi keluar negeri.

Hal ini mengindikasikan bahwa sebetulnya keberadaan manager artis sangat diperlukan dan berperan sangat penting dalam kemajuan si artis itu sendiri. Para pelaku seni harus memiliki orang-orang yang professional serta kompeten dalam hal manajerial artis. Manager harus bisa berfungsi sebagai seorang pemimpin yang mensukseskan sebuah rencana yang akhirnya bisa menjawantahkan apa yang dimaui artis dengan men-deliver dan menjalankannya dengan baik. Posisi manager yang krusial dan lekat hubungannya kepada kesuksesan sang artis, diperlukan juga tenaga yang kompeten dan profesional dalam mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan manajerial artis.

Dibentuklah suatu wadah yang diberi nama IMARINDO (Pesatuan Manager Artis Indonesia), yang akan mengurus kasus-kasus dalam dunia kerartisan atau permasalahan antara artis dan managernya, baik secara manajerial ataupun kode etik profesi dan bisa lebih diminimalisir.

Imarindo yang didirikan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2017, membina dan mengembangkan profesi manajer artis di Indonesia dalam rangka menunjang pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak didirikan Imarindo telah memiliki 300 orang anggotanya dari berbagai lintas genre yang berada dalam dunia industri hiburan di Indonesia.

02 Anang Hermansyah Dewan Pembina Imarindo DewiAnang Hermansyah (Dewan Pembina Imarindo) Foto: Dewi

Menurut Anang Hermansyah, yang ditemui saat pelantikan pengurus Imarindo 13 September 2017 lalu, Imarindo harus bisa mendorong pemerintah mengenai perbaikan-perbaikan yang dilakukan pemerintah serta membantu dalam hal memajukan bukan hanya industri musik di Indonesia tetapi ikut serta berperan  agar industri seni budaya di Indonesia menjadi lebih kuat.

Anang yang didampuk sebagai Dewan Pembina di Imarindo takjub dengan perkembangan industri hiburan di tanah air khususnya industri musik tanah air yang mempunyai ornamen  banyak sekali. Musik kontemporer dan musik konfensional yang saat ini sedang menggeliat kembali untuk bisa bangkit seperti di era tahun 90an. Dengan adanya pelimpahan dari analog ke digital pun artisnya ikut berkembang juga dari yang dulu cuma populer di radio dan tv, sekarang tidak perlu ada di tv atau radio pun bisa populer, bahkan kepopulerannya bisa mengalahkan artis yang sudah mainstream  dengan penghasilan yang lebih besar.

Betapa dahsyatnya pertumbuhan musik di Indonesia, menurut Anang dengan adanya Imarindo seperti ini akan bisa melengkapi, dan akan mengembalikan fungsi menager itu sebagai pemimpin yang dapat mensukseskan artis yang dimanajerinya. Anang menambahkan bahwa pada zaman dulu fungsi  manager  artis bisa dibilang hanya itu bawa-bawa baju saja, padahal manager disini adalah merencanakan bagaimana perkembangan si artis seterusnya, bagaimana artis dalam mengatur jadwalnya, menyiapkan pelatihannya, bagaimana menyusun schedulenya bertemu dengan keluarga, komunitasnya bahkan mengatur pertemuannya dengan wartawan sampai mengurus karya-karyanya, dimana hal ini tidak bisa sendirian. Dalam artian betapa pentingnya manager pada saat memiliki kompetensi yang memadai.

“Ini adalah lanjutan dari lahirnya manager artis yang harus mumpuni sebagai manager. Karena lekat hubungannya dengan kesuksesan artis dan mengatur bagaimana artis itu bisa steady tidak pusing. Jangan dengan adanya Imarindo si artis malah dibuat pusing  dengan dibebani semuanya”, tambah Anang.

Fungsi Imarindo yang profesional harus bisa melengkapi sang artis bagaimana menghadapi industri dunia hiburan dan bagaimana menghadapi kolega bisnis. Dunia hiburan di Indonesia   perlu banyak yang dibenahi dalam menghadapi dunia luar dan bisa menjadi acuan bagi negara lain karena Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar dengan jumlah penduduk sebanyak kurang lebih 220 juta orang, harap Anang.

“Harapan saya Imarindo bisa tumbuh dan menjadi organisasi professional, dan bukan hanya berdiri dalam satu partai tetapi benar-benar sebagai suatu organisasi yang di dalamnya terdiri dari orang-orang yang professional yang bisa merumuskan tugas dan job description sebagai manager artis dan menyusunnya dengan baik sehingga bisa menjadi suatu profesi”, ujar Anang yang saat ini juga menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI.

NewsMusik sendiri melihat belum banyak yang dilakukan Imarindo saat ini, mengingat usianya yang masih seumur jagung. Apakah hanya berupa perkumpulan saja ataupun suatu organisasi yang nantinya sebagai jembatan antara artis dan managernya menuju profesi yang diharapkan ke depannya. Imarindo harus bisa membuka dan menyesuaikan diri segera karena industri hiburan yang terus tumbuh dengan peralihan digitalisasi yang luar biasa. Jangan hanya nantinya dimanfaatkan dengan hanya mencari proyek saja.

Hal ini senada juga dengan yang diungkapkan oleh Anang dan Japto Soerjosoemarno (Dewan Pakar) “Imarindo harus bisa melengkapi dan hadir memberikan solusi-solusi yang positif, baik di ranah industri maupun di ranah keartisan itu sendiri. Bahwa industri ini harus bisa Berjaya kembali bagaimana menimbulkan artis baru, menjaga eksistensi sang artis dengan baik, merumuskan dan memutuskan segala aspek agar semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar keduanya di kawasan SCBD, Jakarta.

Dengan penghasilan manager artis yang cukup besar, hal ini memang harus dibenahi dan bagaimana melaksanakan tanggung jawab agar bisa membentengi si artis dengan baik. Ada pertanyaan yang cukup menggelitik mengenai nama Imarindo itu sendiri, disebutkan organisasi ini merupakan suatu perkumpulan para manager artis di Indonesia, tetapi singkatannya Imarindo. Hal ini juga sempat menjadi pertanyaan Japto yang juga hadir di acara pelantikan pengurus Imarindo. Bahwa dalam hal nama saja Japto mengatakan tidak mengetahui manajemen apa yang dipakai oleh Imarindo, karena dari namanya yang tidak cocok dengan singkatannya.

03 Pelantikan Pengurus Imarindo 2017 DewiPress Conference Pelantikan Imarindo 2017 (Foto: Dewi)

Namun Japto berharap kalau memang suatu Ikatan yang menjadi suatu organisasi, Imarindo harus mengetahui hukum dalam hal organisasi. Dalam hal nama harus menyatukan pola fikir para manajer yang sama, baik dalam hukum dan persatuan para manager tersebut. Sehingga tugas-tugas dari seorang manager bisa lebih luas lagi, dan bisa sebagai alat untuk mempersatukan pemahaman yang sama baik kepada pemerintah, masyarakat dan pengguna artis dan elemen yang terlibat di dalamnya, begitupun dengan haknya di bidang hukum, jelas Japto.

Adanya rumor yang mengatakan bahwa Imarindo dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu, hal ini dibantah oleh Nanda Persada, SH, sebagai Ketua Umum Imarindo periode 2017 – 2022, bahwa Imarindo tidak ada kaitan dengan politik apapun di negeri ini meski orang-orang yang ditunjuk sebagai pengurus berasal dari dunia politik seperti Anang dan Japto.

“Melalui Imarindo para manager artis bisa terverifikasi keprofesionalitasnya dan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan dunia seni di Indonesia khususnya. Sehingga bisa melahirkan bibit baru yang bertaraf internasional,” tambah Nanda.

Sebagai informasi sejumlah dewan yang berada dalam struktur organisasi ini adalah Japto Soerjosoemarno (Dewan Pakar), Anang Hermansyah (Dewan Pembina), Abdee Negara (Dewan Pembina), Adib Hidayat (Dewan Pakar). Dan telah memplokamirkan persekutuannya secara sah resmi dan terdaftar di Kemenhumkam RI pada tanggal 13 Desember 2016.

Ya sudahlah, mudah-mudahan kedepannya Imarindo bisa menjadi jembatan yang lebih baik terutama hubungan dengan artis dan wartawan, terbuka terhadap semua orang yang berprofesi sebagai manager apapun tanpa melihat dari genre ataupun gap antara artis kualitas A, B, C maupun D tanpa melihat kelas atau strata dari mana mereka berasal. Dan kedepannya bisa menjadi economic value bukan hanya untuk  manager saja tetapi untuk orang-orang yang terlibat dalam dunia hiburan./ Dewi

Monday, 18 September 2017 04:39

Senggigi Sunset Jazz 2017

Jazz dan Keelokan Matahari Terbenam

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat kembali menyiapkan sebuah sajian musik jazz untuk memanjakan pecintanya. Selama dua hari, 22-23 September 2017, pecinta jazz bisa menikmati Senggigi Sunset Jazz 2017 di Pantai Senggigi, Lombok. Sejumlah musisi dalam dan luar negeri akan memeriahkan konser di pelataran Killa Hotel Senggigi itu.

Jajaran nama musisi tanah air seperti Tohpati Bertiga, Syaharani and Queen Fireworks, Yura Yunita, Tesla Manaf, Bonita and The Hus Band, Pelita Harapan, dan Bandini Koffie Jazz Project adalah sebagian musisi yang akan memeriahkan gelaran itu. Sementara dari luar negeri akan datang Norma Jean, Line, dan Cellomano.

Konser yang dihelat Pemkab Lombok Barat dan ArchiSS itu tidak hanya menawarkan konser biasa. Senggigi Sunset Jazz 2017 memberi kesempatan kepada pecinta jazz untuk menikmati musik di pantai sembari menyaksikan matahari terbenam. Dua panggung konser juga akan dipersiapkan, yang akan diisi oleh para penampil.
 
Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid menuturkan, Lombok Barat mempersembahkan konser itu kepada pecinta musik. Secara khusus, pagelaran tersebut memang mengarahkan konser itu bagi pecinta jazz. "Kami berharap bisa memuaskan pecinta musik," ungkapnya.

02 Tohpati Bertiga IstimewaTohpati Bertiga (Foto: Istimewa)

Bagi Pemkot sendiri, konser ini adalah salah satu cara Lombok Barat menarik wisatawan. Meski banyak tempat tujuan wisata yang sudah populer, Lombok Barat terus berusaha menghadirkan daya tarik baru kepada para wisatawan. Konser Senggigi Sunset Jazz 2017 adalah salah satu caranya.

Seperti yang dituturkan oleh Yeni S. Ekawati dari Dinas Pariwisata Kab. Lombok Barat, bahwa tidak hanya Dinas Pariwisata namun semua SKPD Kabupaten Lombok Barat kompak mendukung penuh terselenggaranya acara ini. Sementara pihak penyelenggara Archiss, Nety Rusi, menyatakan selain pantai Senggigi, Lombok Barat punya banyak potensi wisata alam, budaya, sejarah, hingga kuliner bisa memuaskan diri di Lombok Barat.

Lombok Barat punya Taman Air Narmada, Pura Lingsar, juga aneka pulau kecil, dikenal sebagai Gili-gili. "Senggigi sendiri sudah sangat indah, jazz hanya akan jadi aksesoris pelengkap keindahannya", ujar Nety.

Dalam kesempatan yang sama, Komunitas Jazz Lombok juga mengapresiasi konser itu. "Kami sudah lama menunggu konser seperti ini. Akhirnya Bupati Lombok Barat mewujudkannya", ujar Ais personel Jazz & World Music". / Ibonk

Tuesday, 19 September 2017 11:00

Dul Jaelani

Rilis Single ‘Kamu dan Aku’

Ahmad Abdul Qodir Jaelani yang sudah dikenal sebagai Dul, adalah putra bungsu dari pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty. Pria kelahiran Jakarta 23 Agustus 2000 ini memiliki dan mewarisi kemampuan bermusik dari kedua orang tuanya. Dul juga sempat membentuk band bersama kedua kakaknya yang di beri nama The Lucky Laki. Namun karena kesibukannya masing-masing band tersebut akhirnya vakum sampai sekarang.

Pecinta musik grunge ini sempat membentuk sebuah band beraliran grunge di tahun 2013 dan diberi nama Backdoor. Ia menempati posisi sebagai basis dan juga vokal. Dari sinilah Dul mulai belajar menulis lagu. Setelah dua gitarisnya keluar, band ini juga tidak terdengar lagi gaungnya. Barulah di tahun 2015 Dul bersama kakaknya El dan Al kembali membentuk band baru yang diberi nama Ahmad Bersaudara.

Kini sosok pria berambut gondrong ini mencoba mengikuti jejak kakaknya Al, yang telah terlebih dahulu bersolo karir. Di tahun 2017 ini, Dul mencoba kembali peruntungannya di industri musik tanah air dengan meluncurkan karya perdana yang berjudul “Kamu dan Aku” dan memantapkan diri sebagai Dul Jaelani.

Lagu yang diciptakannya sendiri ini telah dirilis tanggal 30 Agustus 2017 lalu. Lewat genre alternative pop 90an dan aransemennya di bantu oleh Wahyu Sudiro yang bertindak sebagai music director.

“Yaa.. bisa dibilang unsur rock dalam lagu ini sangat sedikit. Lebih banyak nuansa alternative dan notasi vokal pop. Liriknya juga sangat ngepop,” ujar Dul berdasarkan rilis yang diterima NewsMusik.

Menurut Dul, lagu ini diperuntukkan bagi anak muda zaman sekarang yang merasakan hal yang sama dengannya. Ia berharap lagunya ini bisa mewakili perasaan pendengar lagunya nanti. “Dengan lagu ini saya juga ingin membuat generasi 90an bernostalgia lewat lagu ini”, tambah Dul.

02 Dul IstimewaDul (Foto: Istimewa)

Lagu ‘Aku dan Kamu’ bercerita tentang saat seseorang mencintai, namun orang yang dicintainya tidak pernah menyambut rasa cinta orang tersebut. Sedikit bocoran dari lagu ini adalah ternyata merupakan pengalaman pribadi Dul Jaelani, “Ada seseorang yang dituju dong”, kata Dul.

Lagu ini baru bisa didengarkan di radio-radio terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan keinginan Dul yang memang nge-fans dengan lagu-lagu era 90an. Musisi yang turut membantu dalam pembuatan single ini diantaranya Faiz Wong (take drum), lead guitar oleh Wahyu Sudiro, dan lirik tentu saja diciptakan sendiri oleh Dul.

Sebagian besar referensi lagu yang diciptakaannya didapatkan Dul dari Ayah dan Bundanya. Urusan aransemen lagu banyak dibantu teman-temannya yang kebetulan juga hobby bermusik. Pernah dibekali dengan kursus vokal, Dul yang menurut bundanya mempunyai vokal kurang bagus akhirnya tidak meneruskan kursus vokalnya dengan alasan ketidakcocokan.

“Saya tetap pede ingin mengekspresikan isi hati saya lewat bernyanyi, latihannya sambil jalan aja”, ujar Dul. Tak hanya berbakat sebagai penulis lagu, Dul juga seorang multi instrumentalis yang mahir memainkan alat musik seperti gitar, bass, piano, keyboard dan drum.

Dengan lagunya ini Dul berharap lagu ini bisa menjadi favorit dan musisi lain bisa termotivasi untuk membuat lagu yang lebih bagus darinya./ YDhew

Monday, 18 September 2017 10:49

Rossa

Meluncurkan Single Favorite Afgan

Sukses dengan albumnya yang bertajuk “New Chapter”, Rossa yang menyandang label diva tanah air ini telah siap meluncurkan single keempatnya yang berjudul ‘Tlah Mencoba’. Dalam album Rossa, terdapat sembilan lagu dengan melibatkan beragam komposer, mulai dari pencipta lagu kebanggaan tanah air hingga produser kelas dunia. Untuk single ‘Tlah Mencoba’ kali ini, penyanyi kelahiran Sumedang ini   berkolaborasi dengan duo penulis lagu kenamaan Indonesia, Pay dan Dewiq.

Lagu yang ditulis dengan apik oleh Dewiq dan diaransemen dengan syahdu oleh Pay, menjadi salah satu lagu andalan dari album ini. Perbedaannya lagu ini dengan lagu lainnya adalah tampil dengan  aransemen musik yang sederhana dengan menggunakan piano dan cello. Nuansa power-ballad khas Rossa sangat terasa di lagu ini. Mengingatkan kita akan lagu-lagu awal kemunculannya seperti lagu ‘Tegar’.
 
Adapun proses pembuatan lagu ini cukup unik. Rossa yang biasanya cukup bawel ditiap proses rekaman, untuk lagu ini ia mempercayakan keseluruhan detail musiknya ini kepada Pay dan Dewiq. Hanya butuh waktu satu jam untuk merampungkan lagu ini.

“Dari kami sendiri memang menginginkan rekaman yang sederhana namun lebih mengutamakan vokal Rossa yang kuat,” ungkap Mhala selaku A&R (Artist & Repertoire) dari Trinity Production label tempat Rossa bernaung.

02 Rossa IstimewaRossa (Foto: Istimewa)

Dengan lirik yang selalu tidak jauh dari putus cinta, diharapkan lagu ini menjadi lagu yang di favoritkan dalam album “New Chapter”. Lewat durasi 3,30 menit, tak banyak instrument musik yang hadir dan penonjolan vokal Rossa yang kuat cukup menjadikan lagu ini terasa apik dan enak untuk di dengar.

Lagu ini juga dipilih Afgan sebagai lagu favoritnya. Penyanyi yang dikabarkan dekat dengan Rossa ini memilih lagu ini dengan menguploadnya di instagram pribadinya. “Afgan sangat support album ini dan lagu ini memang lagu favorit dia,” ungkap Rossa. Jiaahhhhhh...../YDhew

Sunday, 17 September 2017 10:23

Ferry Mursyidan Baldan

Melepas Rindu Lewat Film Chrisye

Memelihara hati untuk tetap mengingat ataupun mencintai idola adalah lumrah yang sering kita temui dikehidupan sehari-hari. Yang mungkin membedakan adalah kadar kepedulian sang penggemar terhadap idolanya dan orang disekelilingnya. Tidak semata ketika hidup, bahkan sampai kematian sosok idola tersebut, rasa cinta dan kepedulian tetap terpelihara dengan baik.

Salah satunya yang sering kita dengar kiprahnya adalah sepak terjang Ferry Mursyidan Baldan (FMB), sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang – Kepala Badan Pertanahan dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi. Ia adalah seorang penggemar fanatik penyanyi legendaris Chrisye. Sejak sang idola hidup sampai sosok Chrisye harus pergi meninggalkan dunia ini.

Fanatisme seorang FMB bermetamorfosis menjadi cinta kepada artis yang diidolakannya. Untuk menjaga bentuk cintanya, ia selalu menciptakan kegiatan-kegiatn terkait sang idola. Bukan hanya seperti memperingati hari lahir ataupun kematian Chrisye, ia juga membentuk Komunitas Kangen Chrisye (K2C), yang nota bene menjadi motor dalam setiap aksinya.  

Beberapa yang tercatat yang pernah diperbuat seorang FMB adalah lewat buku “Chrisye Di Mata Media, Sahabat Dan Fans” (Memperingati Lima Tahun Kepergian Sang Legenda, 30 Maret 2007 – 30 Maret 2012). Lalu sebuah buku lagi bertajuk “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi: Ekspresi Seorang Penggemar”  pada 30 Maret 2017 silam. Atau sebelumnya mengadakan lomba menyanyi lagu-lagu Chrisye ditingkat wartawan pada tahun 2016.

02 FMB pada saat Launching Official Trailer dan Poster film Chrisye IstimewaFMB pada saat Launching Official Trailer dan Poster film Chrisye (foto: Istimewa)

Akhir pekan silam, FMB juga turut hadir dalam acara Launching Official Trailer dan Poster film Chrisye, “Revealing Vino G Bastian Appearance As Chrisye”. Momentum ini menjadi sebuah hal yang dirasa cukup penting bagi seorang Ferry.  “Film ini bisa jadi obat kangen saya sebagai penggemar. Awalnya, saya pikir preview film akan dilangsungkan 16 September, bertepatan dengan tanggal lahir Chrisye. Tapi  ternyata baru akan ditayangkan pada Desember 2017,” ujar Ferry di sela acara yang digelar di Motion Blue, Fairmont Hotel, Senayan Jakarta.

Diluar sosoknya sebagai ‘penggemar mati’ Chrisye, FMB juga sangat mengapresiasi peran Vino G Bastian yang bermain sebagai Chrisye. Menurutnya, Vino sangat pas memerankan Chrisye. Di mata Ferry, Vino  merupakan sosok aktor yang cerdas, pekerja keras dan detail. “Vino mau melakukan riset untuk  mendalami karakter Chrisye. Vino bilang ke saya, ia juga membaca buku yang saya terbitkan “Chrisye di Mata Media, Sahabat dan Fans” untuk menangkap lebih detil sosok yang diperankannya tersebut.”

Film produksi MNC Pictures bersama Vito Global ini, selain menghadirkan Vino Bastian  sebagai Chrisye, juga menempatkan Velove Vexia sebagai Yanti (Isteri Chrisye). Cerita dalam film ini dibangun dari sudut pandang isteri Chrisye.

03 Vino G Bastin dan Ferry Mursyidan Baldan IstimewaVino G Bastin dan Ferry Mursyidan Baldan (Istimewa)

“Selama hidupnya Chrisye dikenal tertutup, orang cuma kenal dia dari lagu. Sementara kehidupan keluarganya  jarang diungkap. Film ini jadi menarik  karena menjelaskan humanis seorang Chrisye yang tak terlihat penggemar, baik  dari perannya sebagai kepala keluarga  bersama  isteri dan anak-anak, maupun hubungan Chrisye dengan  mendiang Ayahnya!” jelasnya kembali.

Selanjutnya, FMB sangat menaruh harapan besar bahwa film Chrisye betul-betul bisa di putar pada bulan Desember nanti. Karena tahun ini adalah moment penting 10 tahun kepergian Chrisye. Ia juga siap akan menggelar nonton bareng, termasuk menggelar pertemuan fans Chrisye, setelah film ini rampung nantinya.

“Fans Chrisye diluar sana sangat antusias dan tidak sabar untuk menyaksikan idolanya. Saya pikir, ini kesempatan yang baik dan perlu diapresiasi oleh MNC Pictures dan mereka yang terlibat dalam film ini. Saya juga sudah undang mbak Yanti dan Vino untuk hadir  dalam acara yang akan kita bikin nanti,” tutupnya./ Ibonk

 

Friday, 15 September 2017 10:17

Glenn Fredly

Genre Hanya Sekedar Mitos

Jelang konser yang bertajuk Tanda Mata Untuk Slank (#TNDMT) yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 30 September 2017, Glenn Fredly mengungkapkan bahwa perbedaan genre menjadi sekedar mitos saja, dimana saat ini terasa  sekali pengelompokannya dalam bermusik. Pelantun lagu Januari ini sadar betul bahwa lagu-lagu Slank berbeda dengan genre yang selama ini ia bawakan. Kolaborasi ini akan menunjukan kepada orang banyak menjadi suatu pemikiran baru yang akhirnya mengaburkan perbedaan genre tersebut.

Mengulang kesuksesan tahun lalu, konser #TNDMT menurutnya bukan hanya sekedar pertemuan antara para musisi saja. Seperti konser Tanda Mata Ruth Sahanaya tahun lalu, Glenn dapat merilis karya dalam bentuk digital yang akhirnya menjadi catatan dalam perjalanan musiknya.

“Buat  gue hidup sebagai manusia harus ‘waras’ dan ada batasnya. Saat kita berkolaborasi dengan orang lain untuk memberikan apresiasi, akan membuka suatu pemikiran baru nantinya.  Slank akan melihat karyanya yang akan dibawakan dalam interpretasi versi gue yang tentunya akan menyenangkan dan mempunyai effek bagi orang yang kita apresiasi”, ujar Glenn saat jumpa press di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Konser ini akan menunjukkan bahwa lintas genre bisa dengan mudah dilakukan, sehingga kedepannya hal seperti ini akan menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama musisi yang berbeda genre dengannya. Dimana musik mempunyai potensi yang sangat besar bagi industry musik sekarang ini dengan kolaborasi dan kerjasama dengan  pencapaian secara bersama-sama hal ini akan bermanfaat bagi musisi lainnya.

02 Temu Pers Tanda Mata Untuk Slank (TNDMT YDhew)Temu Pers Tanda Mata Untuk Slank (#TNDMT (foto: YDhew)

Bagi Glenn Slank bukan hanya icon tetapi menjadi salah satu bagian yang berperan besar dalam membangun untuk negeri ini. Bukan hanya sekedar level hiburan saja, tetapi statement-statement dari Slank mampu mempengaruhi suatu generasi. Walaupun belum pernah bekerja sama sebelumnya dengan Slank namun bagi mantan suami Dewi Sandra ini karya Slank tersebut sangat mempengaruhi dirinya dalam hal berkarya. Lagu Slank yang kebanyakan meniupkan blues dalam setiap lagunya  mempunyai kesamaan selera antara dirinya dengan Slank.

“Mereka bukan hanya menghasilkan karya, tetapi turut menciptakan demokrasi di dunia hiburan”, tambah Glenn.

Di acara konser #TNDMT nantinya bukan hanya Glenn saja yang menyanyi, tetapi akan ada musisi lainnya yang tidak pernah berhubungan dengan Slank sebelumnya. Akan ada 10 musisi yang akan terlibat salah satunya Tompi dan Kelompok Penerbang Roket. Sekitar 19 lagu Slank yang akan dibawakan dan diinterpretasikan oleh para musisi yang akan terlibat di dalam konser ini.

“Ini akan jadi momentum untuk merayakan karya dari Slank, seperti tahun lalu dan akan menjadi contoh bagi musisi-musisi lainya yang terlibat”, ujar Glenn. Kedepannya Glenn berharap konser ini akan menjadi konser tahunan untuk merayakan musisi lainnya./ YDhew

 

Sunday, 17 September 2017 13:30

Suami Untuk Mak

Sarat Pesan Keberagaman

Alkisah hidup seorang ibu yang biasa dipanggil Mak (Lidya Kandou), Mak telah 5 kali menikah dengan tentu saja 5 orang lelaki yang berbeda. Yang uniknya suami dari Mak ini terdiri dari berbagai etnis dan suku, Tionghoa, Jawa, Sunda, Betawi dan sampai suku Bajo, sehingga bisa dibayangkan anak-anak yang lahir dari rahim Mak memiliki ciri sesuai dengan etnis dari suku ayahnya. Sayangnya setiap kali menikah, setiap kali pula sang suami meninggal sehingga Mak sangat protektif terhadap anak-anaknya.

Mak yang bernama Sarah, bersama anak-anaknya Adul, Bontot, Gilbert, Koko, dan Billy harus berjuang sendiri bersama anak-anaknya yang mempunyai fisik dan sifat yang berbeda-beda. Anak pertama lahir dari ayah yang berasal dari suku Bajo bernama Gilbert (Raim Laode), dengan penampilan fisik berambut keriting, berkulit gelap, dan bertubuh ceking yang kerap kali menjadi bulan-bulanan adiknya.

Anak kedua Kokoh (Edric Tjandra) lahir dari ayah keturuan Tionghoa yang bermata sipit dan berkulit putih. Anak Ketiga Adul (Cemen) berasal dari ayah yang bersuku Sunda, kalau bicara nyablak. Anak keempat bernama Bontot, karena Mak mengira tidak akan melahirkan lagi. Si Bontot ini dilahirkan dari ayah yang bersuku Jawa, diperankan oleh Taufiq Saini berpenampilan cupu, badan tinggi dan berkacamata.

Nah anak terakhir yang berasal dari ayah asal Betawi bernama Billy (Billy Syahputra) sifatnya jahil dan lebih nekad dibanding saudara-saudaranya yang lain. Kebayang, bagaimana si Mak membesarkan seorang diri kelima anaknya yang mempunyai sifat dan juga berasal dari agama yang berbeda? Meskipun sering berbeda pendapat, namun mereka saling menjaga dan tetap kompak dalam persaudaraan.  Ide cerita film ini diangkat dari idenya Mak Vera dengan bendera CMI Production dan disutradarai oleh Yoshua Rocky.

02 Rano Karno Lidya Kandou IstimewaRano Karno & Lidya Kandou (Foto: Istimewa)

Mereka yang beranjak besar dan tumbuh menjadi remaja merasa gerah dengan sifat over protektif sang ibu terhadap mereka. Akhirnya merekapun berembug untuk mencarikan sosok pendamping untuk Mak. Disinilah klimaks film yang bergenre drama komedi ini bermain. Dengan sifat yang berbeda dalam menjalankan misi mencarikan pendamping untuk Mak, adegan peradegan siap mengocok perut penonton. Celetukan dan adegan konyol banyak dihadirkan pada beberapa scene di film ini.

Usaha mereka dalam mencari suami untuk Mak seringkali mendapat kegagalan. Ada saja yang dirasakan tidak cocok dengan kriteria yang mereka cari. Anak-anak Mak yang memang berasal dari latar belakang aktor komedi  cukup berhasil membawa penonton untuk tertawa. Meskipun hanya sekedar nyengir kuda film ini cukup menghibur dengan alur cerita yang tidak terlalu rumit.

Cerita menjadi berubah ketika Mak terlibat dalam usaha peredaran narkoba, apa yang terjadi selanjutnya, apakah kelima anaknya berhasil mendapatkan pendamping untuk Mak?

Film ini selain diramaikan oleh akting segar dari beberapa aktor komedi dan wajah-wajah yang tak asing di dunia hiburan ibu kota. Billy Saputra, Chika Waode, Naomi Papilaya, Edric Tjandra, Taufiq Sani, Asha Syara, Ari Wibowo, Cut Memey dan alumni stand up comedy   Cemen, Arafah dan Raim Laode. Bagi penggemar pasangan lawas Rano Karno dan Lidya Kandou film ini bisa menjadi penawar rindu. Chemistry dan romantisme keduanya masih enak dilihat dan turut menghidupkan suasana di film ini. Rano yang sudah lama tidak kelihatan aktingnya di dunia peran masih apik memerankan tokoh pengacara yang menjadi tambatan hatinya si Mak.

03 Suami Untuk Mak IstimewaFoto: Istimewa

Adegan-adengan konyol yang berlatang belakang dari keragaman para pemain membuat film ini sarat dengan beberapa pesan yang memang diperlukan saat ini. Dalam film ini diingatkan kembali bahwa perbedaan etnis, agama, suku, budaya dan latar belakang status sosial serta rupa yang memiliki aturan main yang berbeda adalah hal yang wajar dalam kehidupan kita.

Setiap suku dan etnis yang berbeda dimana masing-masing mempunyai cara  dan aturan main dalam kehidupan nyata, sehingga toleransi  sangat dirasakan di film ini. Bisa dibilang film ini merupakan potret dari kehidupan negara Indonesia dalam skala kecil, dengan tema yang ringan dan cara penyampaiannya yang segar./ YDhew

 

 

Thursday, 14 September 2017 13:10

Film Posesif

Kisah Cinta Pertama Dalam Sisi Berbeda

Cinta pertama yang oleh sebagian orang sering dianggap enteng di kala remaja, cinta yang bisa membuat hidup penuh warna dengan keceriaan masa remaja. Remaja yang baru mengenal cinta, dan kala itu sering dianggap cinta monyet tidak melulu bisa berjalan dengan manis, namun bisa membuat hidup seseorang sebaliknya tanpa disadari mereka hidup dengan cinta yang rumit dan berbahaya.

Sering didapati bahwa rasa cemburu yang dimiliki pasangan remaja tanpa disadari sering kebablasan, namun mereka mengartikannya dengan tanda sayang dan cinta. Sifat posesif  yang berlebihan bisa membuat privacy seseorang terkukung di dalam naungan kata cinta, sehingga yang dihasilkan akan bisa berakibat buruk pada salah satu pasangannya. Cinta yang seharusnya melindungi dan sederhana menjadi rumit dan berbahaya.

Sebuah film yang mempunyai jargon “Surat Cinta Untuk Cinta Pertama” ini diangkat dari sebuah novel yang berjudul “Posesif”, oleh rumah produksi Palari Film menjadi suatu sajian film yang berkualitas dan ingin menyampaikan sebuah pesan moral.

Film ini merupakan kolaborasi Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy (Eddy) selaku produser dan juga kolaborasi unik antara sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S. Noer.  Meiske merasa tertarik untuk mengangkat persoalan remaja sekarang dalam hal berpacaran. Saat menjalani riset Posesif, Meiske yang turut memproduseri The Fox Exploits, The Tiger’s Might (Lucky Kuswandi, 2015), Critic’s Week, Festival Film Cannes, menemukan fenomena pacaran dimana seakan-akan, pacar berhak mengontrol pasangannya sepenuhnya.

02 Putri Marino & Adipati Dolken YDhewPutri Marino & Adipati Dolken (foto: YDhew)

Senada dengan Meiske, Eddy yang sebelumnya memproduseri Atirah yang menjadi pemenang Film Terbaik FFI 2016 tumbuh dengan menonton film Coming of Age, yang memotret kenaifan dan kebebasan remaja. Melalui genre Romance Suspense, film ini mengangkat isu serius yang sangat relevan dan dekat dengan remaja, tapi tetap menghibur.

Dari sisi kehidupan remaja yang bisa dieksplorasi dan dikemas dalam suatu bentuk film yang memotret kisah asmara tokoh Lala (Putri Marino) seorang atlet  loncat indah dan Yudhis  (Adipati Dolken) yang salah mengartikan cinta pertama. Hubungan posesif disalah artikan sebagai cinta sejati, jelas Edwin. “Ada juga yang mempunyai obsesi untuk ‘ngebenerin’ pasangannya, sehingga selalu memaafkan yang diartikan sebagai tanda kesetiaan,“ tambah Meiske.

Edwin yang biasanya menyutradarai film indie merasa tertarik dengan alur cerita dari film ini, ia menganggap ini menjadi suatu tantangan karena banyak hal yang membuatnya tertarik seperti ada manisnya, tegang juga cara mengkomunikasikan perasaan yang mengalami cinta pertama itu tidak mudah.

“Untuk film ini saya ingin sekali mengeksplore akting dalam film dan kebutulan saya ingin bekerjasama dengan orang yang memberikan waktu segalanya untuk akting di layar lebar. Buat saya pembelajaran yang sangat menarik, saya yakin film ini mempunyai kualitas akting yang dibanggakan,” ujar Edwin

Dilihat dari trailer nya, film ini menceritakan tentang Lala si atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis . Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan, karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya.

Lala pun akhirnya bimbang ada beberapa pertanyaan yang mengambang dalam fikirannya: Apa arti cinta? Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, ia harus coba lagi atas nama kesetiaan? Atau ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan. Film ini nantinya akan tayang pada bulan  Oktober 2017.


03 Putri Marino & Adipati Dolken YDhewPutri Marino & Adipati Dolken (foto: YDhew)

Penulis cerita Gina S Noer belum ada lagi di film kita yang mengangkat masalah yang penting di kala remaja. Cinta pertama yang kadang banyak orang terlalu menganggap enteng cinta pertama. Belum ada yang benar-benar mengulik cinta pertama, padahal cinta pertama seharusnya bisa mengetahui titik apa yang menentukan apa yang harus dilakukan para remaja yang harus menjadi point penting ketika mempengaruhi kedepannya ketika menjalani hubungan.

Soundtrack film ini selain ada nama-nama baru juga diisi oleh penyanyi lawas. Lagu ‘Dan’ dari band So7, hadir dengan turut meramaikan film ini. Selain itu ada juga nama Dhipa Barus, seorang DJ yang mempunyai pengaruh terhadap industri musik kontemporer Indonesia. Dan sejumlah band independen seperti Banda Neira dan Gardika Gigih juga dilibatkan.

Film ini juga di dukung oleh dua aktor Peraih piala Citra, Cut Mini (Pemeran utama Wanita Terbaik FFI 2016 dalam film Athirah) dan Yayu Unru (Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2014 untuk film Tabula Rasa)./ YDhew

 

Wednesday, 13 September 2017 11:53

Radhini

Tunggalan Baru Karya Yovie

Setelah nuansa upbeat dan jatuh cinta dalam single ‘Pujaan Hati’ yang dirilisnya pada beberapa waktu lalu, Radhini kembali menyapa fans nya lewat tunggalan terbarunya berjudul ‘Hampir Jadi’. Lagu ini merupakan single ke-4  setelah dirinya merilis debut albumnya yang diberi titel Awal yang telah dirilis pada awal tahun 2017 lalu.

“Sebenarnya lagu ini bercerita tentang hubungan percintaan yang tidak jelas. Dimana sesuai judulnya, ini adalah suatu kondisi yang dikira sudah menemukan cinta tapi ternyata malah disakiti. Tapi disatu sisi masih ragu, ada dilema apakah harus menunggu dan memaafkan semuanya atau memilih untuk pergi saja karena telah tersakiti”, ucap Radhini tentang single terbarunya ini.

Lagu ‘Hampir Jadi’ ini lahir dari tangan dingin Yovie Widianto yang memang jago meramu lagu bertema cinta. Sebenarnya lagu ini pernah dibawakan Kahitna di album “Lebih Dari Sekedar Cantik” yang dirilis 7 tahun lalu.

“Awalnya Executive Producer aku, Adrian Bramantyo berteman baik dengan Mas Yovie. Dan ternyata Mas Yovie suka dengan suaraku. Akhirnya dia kasih 2 lagu ciptaannya yaitu 'Cinta Terbesarku', yang dikeluarkan sebagai single ke-2 aku dan lagu ini. Sebenarnya ini adalah lagu lamanya Kahitna dan ada sedikit yang dirubah pada liriknya”, ucap Radhini yang juga mempercayakan aransemen musik lagu ini pada Yovie Widianto.

02 Radhini IstimewaRadhini (Istimewa)

“Sebenarnya aku menyanyikan lagu ini dengan sangat lirih, walaupun saat proses rekaman lagu ini, aku sedang tidak merasa sedih sama sekali. Tapi begitu mendengar lagunya untuk pertama kali, sepertinya sangat sulit untuk tidak hanyut dan larut ke dalam lagunya. Jadi berasa patah hati banget!” beber penyanyi kelahiran 19 April 1988 ini.

Sebelumnya Radhini telah mengeluarkan 4 single dari album perdananya yaitu ‘Kebebasan’ (remake dari lagu hit milik Singiku yang sempat populer di era 90’an), ‘Cinta Terbesarku’, ‘Sampai Nanti’ (lagu ciptaan Radhini sendiri) dan ‘Pujaan Hati’.

Pada albumnya itu, Radhini banyak melibatkan musisi-musisi Indonesia ternama seperti Yovie Widianto, Pongky Prasetyo, Abenk Alter, Rishanda Singgih, Ifa Fachir, Jevin Julian dan lain-lain.

“Lagu ‘Hampir Jadi’ adalah lagu yang powerful dan termasuk salah satu lagu favorit aku yang ada di album perdanaku ini. Surprisingly, setelah lagu ini dirilis banyak banget orang-orang yang komen di Instagram-ku dan cerita tentang kisah ‘Hampir Jadi’ versi mereka sendiri”, terang penyuka genre Pop, Motown, Soul, R&B ini.

03 Radhini IstimewaRadhini (Istimewa)

Omong-omong soal Radhini, ia memiliki nama lengkap Radhini Aprilya Hapsari dan sudah  memulai kariernya di bidang musik dengan memenangkan sejumlah kompetisi bernyanyi sejak usia 11 tahun. Selain bergabung dengan 2 sekolah musik ternama dalam pengembangan vokalnya, ia cukup terpengaruh dengan banyak musisi dunia diantaranya Corinne Bailey Rae, Joss Stone, Christina Aguilera, Erykah Badu, India Arie, Jane Monheit, Mariah Carey, Beyonce, The Roots, D’Sound ataupun Alicia Keys.

Secara profesional Radhini membangun karirnya lewat kolaborasi dengan beberapa musisi ternama, seperti Jazzyphonic & Friends, Brush Section, Rieka Roslan & The Troubadors, Warriors of Manga, Adrian Martadinata, Lawrence Aswin (SOVA), 5 Wanita, Maliq & D' Essentials, 21st Night, RAN, Slank dan lain-lain. Sampai akhirnya ia merasa mampu untuk berkarir sendiri.

Keterlibatan dirinya sebagai seorang penyiar radio disebuah stasiun radio favorit di Jakarta sedikit banyak juga menjadi penunjang kesuksesannya. Dan inilah seorang Radhini pada saat ini, ia lebih matang, bersahaja dan siap untuk menggapai kesuksesan yang lebih besar lagi./ Ibonk

 

Wednesday, 13 September 2017 11:31

Naura

Gelar Konser Ketiga di Bandung

Kesuksesan Naura menggelar konser musikal yang bertajuk Konser Dongeng Naura #1 pada 24-25 Oktober 2015 dan Konser Dongeng Naura 2# pada 4-5 Februari 2017 yang diadakan di Jakarta, membuat Kalela Creative Event tertarik untuk menggelar Konser Dongeng Naura #2 di Bandung. Hal ini berawal ketika Inna Erlina atau biasa dipanggil Bunna selaku Founder/ CEO Kalela Creative Event sekitar dua bulan lalu di acara meet and greet Naura di Bandung. Ia  menyaksikan antusiasme anak-anak sangat besar terhadap Naura.

Terlihat peminat lagu anak-anak yang ternyata masih sangat tinggi dan haus akan figure idola penyanyi anak-anak. Ini dibuktikan dengan Naura lewat konser dan albumnya yang sukses selama 3 tahun belakangan ini. Lagunya cukup menginspirasi dan selalu berdasarkan kejadian yang dialami pada masa kanak-kanak, Hal inilah yang membuat Naura bisa diterima dengan baik oleh anak Indonesia.

Perjalanan menyanyi Naura dimulai ketika menginjak usia 5 tahun, Naura yang kerap kali diajak Nola sang ibu manggung mulai tertarik untuk bernyanyi. Naura kecil yang penyuka lagu-lagu musical seperti, Sound of Music, Mathilda mulai menghafal dan mencari karakter dari lagu tersebut sendiri melalui situs YouTube.

“Pada usia 6 tahun setelah Naura  bisa membaca, dia minta dibuatkan video YouTube sendiri. Aku kemudian mulai merekam Naura menyanyi, dengan latihan sendiri dan semua dia yang atur sendiri. Aku coba membiasakan Naura untuk menyanyi secara langsung, cara belajarnya dengan menyanyi one take,  langsung jadi dan harus bagus kemudian di upload”, ungkap Nola.

02 Naura & Nola YDhewNaura & Nola (foto: YDhew)

Di usia 7 tahun Naura mengungkapkan keinginannya untuk berduet dengan sang ibu. Selama 3 bulan akhirnya lagu pertama yang berjudul ‘Semesta Cinta’ rilis, walaupun penyebarannya lagi-lagi dilakukan melalui situs YouTube, lagu tersebut mulai disukai dan diterima oleh penikmat musik anak dan menjadi berkah tersendiri buat Naura hingga sampai menjadi seperti sekarang ini.

Dengan formula lagu yang disukai anak-anak bertema musical Disney, dikemas secara menarik dan ringan dinyanyikan membuat Naura menjadi idola baru untuk anak-anak. Ia hadir dengan membawa misi untuk menyampaikan pesan kepada anak Indonesia ke beberapa daerah bahwa anak-anak harus menyanyikan lagu anak-anak dan menikmati lagu sesuai dengan umurnya.

Hal ini dibenarkan juga oleh Bunna, bahwa minimnya lagu anak-anak dan berpikir bahwa lagu Naura memiliki arti sangat dalam, membuatnya secara spontan  ingin memperkenalkan lagu anak-anak melalui Konser Dongeng Naura #3 di Bandung. Konser ini nantinya akan di adakan tanggal 4 November 2017 di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung.

Keputusan tersebut mendapat sambutan positif, dalam waktu dua hari tiket konser yang berjumlah 1900 ticket telah terjual habis. “Kami terkejut dengan penjualan ticket Naura yang cepat, saat pertama dibuka dalam waktu 4 jam tiket langsung terjual 1500an. Hari keduapun terjual dengan waktu tidak kurang dari 3 jam saja”, tambah Bunna sewaktu ditemui di acara jumpa pers di Jakarta (11/9).

Pembeli tiket bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari Singapura dan Hongkong, yang dibenarkan oleh Naura yang hadir pada saat jumpa pers di lokasi yang sama. Secara  konsep tidak jauh berbeda dari konser Naura sebelumnya. Aransemen lagu mengikuti seperti Konser Dongeng Naura 1 lalu.

03 Konferensi Pers Konser Dongeng Naura 3 YDhewKonferensi Pers Konser Dongeng Naura #3 (foto: YDhew)

Untuk video mapping juga disesuaikan dengan bentuk panggung seperti Dongeng 2 di Jakarta. “Panggung yang lebih besar dari Jakarta dengan mapping tetap sama dengan konser yang pernah di produksi sebelumnya. Akan ada perubahan dalam susunan lagu, gimmick diatas panggung, kostum, koreografi juga akan berubah”, jelas Nola.

Konser ini juga tetap melibatkan orang-orang yang sebelumnya terlibat dalam konser Naura terdahulu seperti Ojip Ismaputra yang hadir sebagai pendongeng, Nola Be3, Neona, Ava Victoria dan dancer D’Nau juga para choir dari beberapa sekolah musik Indonesia. “Nantinya akan ada melibatkan seniman dari Jawa Barat dan melibatkan anak-anak yang mempunyai bakat untuk tampil di acara ini. Akan ada audisi khusus untuk penari tradisional anak asal Jawa Barat untuk memberi kesan berbeda. Pinginnya di konser nanti, Naura  belajar bahasa gaul anak Bandung dan trend di Bandung”, tambah Nola.

Pada konser nanti Naura akan tetap membawakan 20 lagu diantaranya ‘Dongeng’, ‘Semesta Cinta’, ‘Bintang’, ‘Bully’, ‘Sister’, ‘Sahabat Setia’, ‘Untuk Tuhan’, ‘Menari’, ‘Pesta Sekolah’, ‘Setinggi  Langit’, ‘Selimut’ . Kedepannya akan ada 4 kota lagi di luar Jakarta yang akan disambangi Naura seperti,  Surabaya, Makasar, Medan dan Jogyakarta.

“Dengan adanya konser ini sebagai persembahan untuk anak Indonesia, kedepannya diharapkan  Naura dapat menjadi contoh yang baik dan menginspirasi bagi anak  lainnya, sehingga 5 tahun kedepan akan ada regenerasi anak-anak bisa tetap bisa menikmati dan menyanyikan lagu sesuai dengan umurnya”, tutup sang ayah, Baldy Mulya Putra./YDhew

04 Baldy Mulya, Naura & Nola YDhewBaldy Mulya, Naura & Nola (foto: YDhew)

 

Page 1 of 119