Azrax

Membongkar Sindikat Penjualan Wanita

Isu mengenai kisah pilu para TKI sang ‘Pahlawan Devisa’ sangat sering menjadi berita. Keinginan mendapatkan penghasilan yang lebih baik dan lemahnya proteksi pemerintah terhadap TKI membuat mereka rentan terhadap kekerasan yang terjadi di negara orang. Hal inilah yang menginspirasi seorang Gatot Brajamusti untuk memproduseri dan menjadi pemeran utama dalam film bergenre drama action berjudul AZRAX ini. Untuk memuluskan keinginannya tersebut, Gatot Brajamusti menggandeng Dedi Setiadi selaku sutradara. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers pada screening media film AZRAX di XXI Epicentrum, Jakarta kemarin 3/9/2013. Beberapa pemeran lain yang ikut terlibat dalam film ini seperti Mario Irwinsyah, Nadine Chandrawinata, Elma Theana, Yama Carlos dan artis senior Piet Pagau. Ada juga beberapa aktor bernama belakang Brajamusti di poster film itu, ditambah penampilan spesial dari Reza Artamevia.

azrax

Menurut Dedi Setiadi, sebelum tahap produksi film ini, mereka terlebih dahulu melakukan riset yang cukup dalam dikantong-kantong TKI di daerah-daerah. Melakukan pengamatan dan interview langsung dengan penyalur dan para TKI. Sehingga apa yang dibuat sedikit banyak merupakan potret kelam sebenarnya yang terjadi. Sama seperti yang dikatakan oleh Gatot Brajamusti, ia mengklaim bahwa modus-modus kejahatan perdagangan manusia yang diangkat dalam film ini adalah cerita yang diambil dari kisah nyata.

Sebenarnya film ini sangat sederhana, diangkat dari berbagai kisah nyata nasib buruk TKI di luar negeri. Ingin menampilkan ‘potret buram’ yg bisa ditafsirkan sebagai simbol nasib buruk TKI.Alasan mengambil genre action hanyalah sebuah strategi yang disesuaikan dengan target pasar. Aksi laga yang luar biasa yang ditampilkan oleh seorang bernama Azrax (Gatot Brajamusiti), menggiring kita pada aksi film-film produksi Hollywood seperti Rambo, Steven Seagal. Pahlawan yang tak terkalahkan dalam setiap duel yang dihadapinya.

azrax

Dari pengamatan NewsMusik, film yang mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Hong Kong ini memiliki alur yang sedikit melompat-lompat. Ini merupakan handicap tersendiri. Hal tersebut diamini oleh Dedi, selaku sutradara.. hal tersebut terjadi karena begitu banyak adegan yang harus dihilangkan di meja editing, karena tidak layak tayang dan durasi yang dianggap kepanjangan. Padahal menurut Dedi, itulah ‘point’ sebenarnya dari film ini.

Dimana pesan-pesan dalam film ini sedikit banyak menjadi hilang makna. Patut disayangkan memang….

Walaupun secara keseluruhan film ini masih dapat dinikmati. Pada tempat terpisah, Piet Pagau selaku artis senior menuturkan bahwa inilah potret kehidupan dan memiliki warna yang sangat Indonesia.

Sinopsis:

Fanny (Nadine Chandrawinata) wartawan sebuah surat kabar ibu kota yang sangat concern terhadap nasib para TKI yang dimanfaatkan oleh para calo dan pengusaha jasa TKI illegal. Karena banyak dari para calon tenaga kerja tersebut terpaksa harus menerima nasib buruk. Selain ditipu, karap kali mereka diperjualbelikan dan ujung-ujungnya menjadi pelacur. Dibantu oleh pacarnya Ricky (Mario Irwinsyah) aktifis LSM yang mengurusi TKI menyelidiki hal tersebut. Karena tulisan Fanny di media, berkali-kali pula kantor TKI illegal digrebek petugas dan berbuntut ijin usaha TKI ilegal ini dicabut. Hal tersebut membuat bos sindikat marah besar dan berusaha menyingkirkan Fanny.

Azrax

Area operasi para penjual wanita tersebut tersebar diseluruh pelosok Indonesia yang sangat luas dan sulit untuk diberantas tuntas, karena itumasih banyak korban berjatuhan. Disuatu tempat kampung kecil disalah satu kota Kabupaten di Jawa Barat yang tanahnya subur dikejutkan oleh hilangnya beberapa gadis yang ikut berangkat keluar negeri menjadi TKI dan tidak ada beritanya.

Azrax (Gatot Brajamusti) pemilik Pasantren dan Padepokan Persilatan yang terkenal sering menolong sesama menjadi tumpuan dan harapan para keluarga korban untuk bisa menolong untuk menemukan serta membawa kembali keluarga mereka. Secara kebetulan Budi (Yama Carlos) seorang preman terminal yang jago berkelahi juga kehilangan keponakannya yang sangat disayanginya yakni Jamila (Tamara Tiasmara) karena ikut TKI illegal. Pada saat yang sama Ricky merasa khawatir akan keselamatan Fanny yang ikut menyelinap dalam rombongan TKI illegal untuk mendapatkan informasi yang akurat menuju Hongkong.

Karena kesamaan kepentingan tersebut tanpa sengaja ketiganya Azrak, Budi, Ricky dan bersama-sama ketiganya mencari informasi, bekerjasama mendatangi alamat dan lokasi jaringan dan menghadapi tantangan dan bentrok secara fisik bahkan nyawa terancam dengan para sindikat tersebut.

Dari tahapan proses pencarian tersebut, akhirnya mereka sampai juga ke Hongkong. Tanpa kerja keras dan keberanian sangatlah sulit untuk menemukan tempat para sindikat ini. Akan tetapi karena kecintaan Budi terhadap keponakannya, cinta Ricky terhadap Fanny dan rasa kemanusian Azrax pada warga dikampungnya, menjadi kekuatan, keberanian dan tidak takut melawan ancaman walaupun akan kehilangan nyawa sekalipun.

Dapatkah mereka menuntaskan misi mereka tersebut dan menyelamatkan keluarga, kekasih dan warga yang hilang oleh sindikat tersebut? Dan siapa sebenarnya biang kerok dibelakang semua persoalan ini. Baiknya anda saksikan sendiri aksi heroik dalam film ini mulai 5 September mendatang./ IBK

Casting :

  • Gatot Brajamusti : Azrax
  • Nadine Chandrawinata : Fanny
  • Yama Carlos : Budi
  • Mario Irwinsyah : Ricky
  • Piet Pagau : Big Boss
  • Elma Theana : Ibu Aisyah
  • Tamara Tiasmara : Jamila
  • Ade Yunita Hutagaol : Euis
  • Devi Olivia Putri : Nuni
  • Suci Patia Brajamusti : Santi
  • Baby Mamesa Brajamusti : Baby
  • Marbella Brajamusti : Oramugari
  • Reza Artamevia : Sirly

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found