Dawn of The Planet of the Apes Para Tokoh Utama Kera - Foto Istimewa

Dawn of The Planet of the Apes

Antara Pemimpin yang Merakyat dan Pemimpin Pemarah

Film ini menyusul sekuel, The Rise of The Planet of the Apes, yang dirilis 2011 silam. Sementara sekuel pertama, sebut saja sebagai ide pertama yang lantas difilmkan adalah, Planet of the Apes yang diedarkan pada 1968. Disusul dengan serangkaian sekuelnya yang diedarkan antara 1970-1973. Lalu dibuatkan pula dua serial televisi pada 1974 dan 1975.

Nah film yang diedarkan pada 2011, Rise of the Planet of the Apes, sebenarnya rada mengejutkan ketika bisa merebut box-office movie. Tak disangka-sangka film yang disutradarai Rupert Wyatt itu, mampu meraih pendapatan hingga lebih dari 19,5 juta dollar di hari pertama pemutarannya, di Amerika Serikat dan Kanada. Sementara rekor pemasukannya pada weekend pertama adalah hampir mencapai 55 juta dollar.

Dawn of the Planet of the Apes memang sekuel berikutnya. Namun kali ini disutradari oleh Matt Reeves. Sementara cerita dibuat pula oleh Amanda Silver dan Rick Jaffa, namun di sekuel berikutnya kali ini ditambah pula oleh Mark Bomback. Pemeran utama apes, yang adalah jenis chimpanzee besar, tetap diperankan oleh Andy Serkis.

dawn-of-the-planet-of-the-apes-pics-6

Inti utama film keluarga ini, namun pada beberapa adegan terkesan keras itu yang mungkin akan “mengejutkan” anak-anak, kelanjutan hubungan manusia dan para kera. Kera di sini bermacam-macam,namun didominasi oleh chimpanzee, selain gorilla dan bahkan termasuk Orangutan Kalimantan, yang disebutnya sebagai Bornean Orangutan.

Tapi yang paling menarik bagaimana justru terjadi pula konflik internal di antara para kera. Ada 2 kera paling berpengaruh kuat,yang sejatinya adalah dua sahabat. Satu, sang pemimpin bernama Caesar. Sedangkan kedua adalah, Kobe yang diselamatkan Caesar dari ruang laboratorium, ada di film Rise of Planet of the Apes. Caesar memperlihatkan sosok kera yang pintar, bisa berbicara dan berkomunikasi dengan manusia. Dan terpenting, merakyat dan memahami suara rakyatnya, ia dicintai oleh keluarga dan rakyatnya.

Koba adalah kera yang menyimpan dendam kesumat terhadap manusia, yang nyaris menghancurkan hidupnya di ruang laboratorium selama beberapa tahun. Ia tumbuh menjadi kera pemarah dan ambisius, dan lantas menjadi “bersebrangan” dengan Caesar. Koba berani menentang Caesar, bahkan tega untuk menghabisi Caesar.

dawn-of-the-planet-of-the-apeskecil

Tampilan gambar, tentu dengan special effect yang menyenangkan mata, terutama pada suasana “kota” kera di pinggiran kota San Fransisco. Jadi, sekuel sebelumnya memang berakhir dengan Caesar membawa rakyatnya ke sebuah hutan yang terpisah Golden Gate. Dan rakyat kera di bawah pimpinan Caesar sudah beranak pinak dan berjumlah ribuan.

Jadi bayangkan ketika rakyat kera lalu masuk ke kota, menghadapi manusia yang tersisa di kota itu? Pasukan kera itu datang dengan senjata dahan-dahan runcing dan...berkuda! Manusia tersisa? Iya, karena sebelumnya manusia diserang virus mematikan dari kera. Virus ALZ-113 itu sebenarnya buatan manusia juga, hasil rekayasa laboratorium. Yang malah menghabisi “peradaban”, bahkan seluruh dunia terjangkit, puluhan juta manusia tewas.

Para manusia, yang dipimpin oleh Malcolm (diperankan oleh Jason Clarke), saat itu sangat membutuhkan daya listrik. Untuk meneruskan kehidupan mereka. Koloni manusia tersisa itu tinggal di sebuah gedung tua di San Fransisco dipimpin oleh Dreyfuss, diperankan aktor kawakan Gary Oldman. Mereka selamat dan bebas dari pengaruh virus itu.

dawn of the planets1

Cara untuk mendapatkan daya listrik tak lain adalah, mengalirkan air dari sebuah bendungan raksasa, yang lama tak berfungsi. Kebetulan letak bendungan tersebut berdekatan dengan hutan tempat berdiamnya koloni kera, yang dipimpin Caesar tersebut. Awalnya, Caesar menolak kehadiran manusia, setelah salah satu anggota rombongan kecil Malcolm, menembak seekor kera.

Rombongan tersebut memang harus memberanikan diri, karena situasi yang kritis. Begitulah, konflik memang hampir terjadi, namun akhirnya Malcolm bisa mengajak berdamai Caesar. Terutama setelah istrinya, Kerri Russel berhasil mengobati istri Caesar yang sakit keras, paska melahirkan putra keduanya.

Namun Koba yang memang kadung membenci manusia, tidak percaya dengan maksud manusia. Ia mencurigai, ada rencana terselubung manusia, dimana tentu saja akan mengancam keberlangsungan koloni kera. Nah lewat sebuah konflik di dalam “kota” merekalah, Koba menembak Caesar. Lalu Koba memimpin penyerbuan koloni kera ke kota untuk “menghabisi” manusia. Sebelum manusia menghabisi mereka!

Adegan peperangan, atau lebih tepatnya serbuan kaum kera terekam dengan lumayan baik. Editing juga membuat alur cerita menjadi berhasil memancing suasana mencekam. Namun tentu saja, yang juga menarik adalah bagaimana bentuk para manusia kera itu. Detil profil para kera, terutama para pemeran utama, jelas dan lumayan mengagumkan. Memang special effect film ini dipuji oleh banyak kritikus film internasional.

Pemeran dengan motion capture costumes, untuk pemeran kera

Hasil visual effects film ini, masuk nominasi Oscar dan meraih beberapa penghargaan dari berbagai ajang awarding, pada film Rise of the Planet of the Apes. Penggarapan tampilan secara mendetil, yang membuat para kera menjadi begitu hidup, dibuat tidak dengan memakai kostum dan tata rias. Namun disempurnakan oleh digital animation, dengan para pemeran kera menggunakan mocap (motion-capture). Sehingga para kera yang ada, menjadi mendekati real dan perfect

Kekuatan utama film ini memang pada sisi itu. Hal tersebutlah yang memang membuat Rise of the Planet of the Apes sukses agak di luar dugaan. Karena memang hasil akhir special effects nya dianggap “menakjubkan”, di luar perkiraan sebelumnya para penonton.

Film ini berdurasi 131 menit, dan berbiaya produksi lumayan tinggi, hingga mencapai 170 juta dollar. Dan telah mampu menghasilkan pemasukan total, hingga saat ini sejak 11 Juli 2014, sebesar 271.644.844 dollar. Membuat film ini menjadi salah satu film tersukses di tahun ini, di bawah Transformers 4 Age of Extinction dan X-Men : Days of Future Past.

Lalu kembali ke cerita filmnya, serbuan Koba dan pasukan keranya memang sungguh mengancam koloni manusia. Mereka bahkan memenangkan pertempuran dan memenjarakan semua manusia yang ada di kota itu. Itukah akhir film ini? Nonton saja dulu, dan siap-siap saja karena dikabarkan bahwa sekuel ketiga, akan segera digarap dan direncanakan pada Juli 2016 akan diputar di seluruh dunia. / dionM

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found