Moga Bunda di Sayang Allah, Bagaimana Keadilan Tuhan ditunjukkan

Genre: Drama 
Sutradara: Jose Purnomo 
Produksi: Soraya Intercine Films 
Pemain: Fedi Nuril, Shandy Aulia, Alya Rohali, Donny Damara, Chantika Zahra 

Karang (Fedi Nuril), seorang pemuda yang mencintai anak-anak. Tapi kecintaannya pada anak jadi berubah semenjak sebuah kecelakaan kapal laut terjadi dan Karang tidak dapat menyelamatkan anak-anak yang ikut pergi bersamanya. Karang merasa trauma dan dihantui rasa bersalah. Ia menjauh dari anak-anak dan memutuskan hubungannya dengan Kinarsih (Shandy Aulia) karena merasa dirinya tidak pantas untuknya.

Ia pun mengasingkan diri di sebuah pulau yang jauh dari ibu kota dan selama tiga bulan ia menjadi seorang pemabuk.

Kehidupan Karang mulai berubah ketika Bunda HK (Alya Rohali), istri dari Tuan HK (Donny Damara) yang kaya raya dan dihormati di daerah tersebut datang dan memintanya untuk menjadi guru untuk Melati (Chantika Zahra).

Melati adalah anak perempuan mereka yang mengalami kecelakaan di pantai dan pada akhirnya mengalami kebutaan, tuli dan juga bisu. Melati tidak bisa berkomunikasi dengan dunia sekitarnya.

Walaupun pada awalnya menolak , akhirnya Karang bersedia juga untuk datang dan langsung bersedia untuk membantu Melati menjadi kembali merasakan dunia sebenarnya. Disini proses dan konflik yang terjadi digulirkan secara terus menerus, bagaimana Karang yang sekarang berada dalam pengaruh alkohol, membuat cara mengajarnya terhadap Melati sangat kasar. Bagaimana karang harus diusir oleh Tuan HK karena pengaruh alkohol dan tidak ada perkembangan berarti dalam diri Melati..

Persoalan lain yang terjadi adalah bertemunya Karang dengan Kinarsih yang telah menjadi seorang dokter. Karena harus menggantikan ayahnya untuk memeriksa Melati, mereka bertemu kembali.

Apakah Karang bisa bangkit lagi dan membantu Melati? Bisakah Karang bersatu lagi dengan Kinarsih? Dan akhirnya dapatkah Melati mengenal Ayah, Bunda dan yang terpenting adalah … Tuhannya…

Film yang di produseri oleh Ram Soraya dan Rocky Soraya serta di sutradarai oleh Jose Poernomo ini diadaptasi dari novel karya Tere Liye dengan judul ‘Moga Bunda di Sayang Allah’ ini, diangkat dari kisah nyata.

Keinginan sang sutradara Jose Poernomo untuk menampilkan sesuatu yang baru dalam film ini masih terkesan sia-sia. Terlihat bagaimana, Jose coba mengeksplor angle dan teknik pengambilan gambar namun sayangnya sering misfocused, pengambilan gambar dengan kamera bawah air yang terkesan malah biasa - biasa saja. Juga efek tenggelamnya kapal, yang sebelumnya digadang-gadang akan sangat mirip dengan karamnya kapal dalam film ‘Titanic’ ternyata hanya isapan jempol belaka. Masih tidak sempurnanya efek kembali terlihat pada make up Fedi Nuril yang terkesan seadanya. Brewok, rambut gondrong yang terkesan asal jadi dijadikan bahan tertawaan penonton.

Dari sisi karakter, patut diacungkan jempol kepada Fedi Nuril yang memerankan tokoh Karang yang memiliki 3 karakter sekaligus sebagai Karang yang sayang anak-anak, pemabuk dan Karang yang depresi.

“Yang pasti, pertama, untuk bisa akting mabuk tanpa minum itu gue sengaja datang ke tempat orang minum. Tapi, ternyata enggak nyambung (dengan kebutuhan akting) karena mereka (para peminum alkohol) cuma duduk dan ketawa, sementara gue harus mabuk dan mengajarkan anak buta, tuli, bisu," jelasnya”.

Untuk Chantika Zahra yang memerankan Melati merupakan karakter yang paling berhasil menyedot perhatian. Bagaimana Chantika begitu paham memerankan karakter seorang Melati yang buta, bisu, tuli dan menjadi seperti gila karena tidak tau bagaimana caranya mengenal dunia.

Selain dua bintang tersebut, film "Moga Bunda Disayang Allah" ini juga di bintangi oleh artis-artis papan atas lainnya, seperti Alya Rohali, Donni Damara dan Shandy Aulia yang menampilkan peran yang tidak kalah menarik. Meski mengambil judul "Moga Bunda Disayang Allah", namun film ini bukanlah termasuk film religi, malainkan film yang menekankan bagaimana keadilan Tuhan berjalan’ ungkap Jose Purnomo sang sutradara. /Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found