Filosofi Kopi Foto-foto istimewa

Filosofi Kopi

Berdamailah dengan Masa Lalu

Sebuah film yang diadaptasi dari sebuah cerita pendek buah karya Dee Lestari dari judul yang sama “Filosofi Kopi”. Film yang bercerita tentang pencarian jiwa dan perjalanan berdamai dengan masa lalu melalui kopi. Bagaimana konflik masala lalu dari masing-masing pemeran akhirnya harus diselesaikan oleh setiap individu.

Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) adalah sahabat, mungkin lebih tepat sebagai saudara karena sejak kecil mereka sudah bersama. Walaupun keduanya memiliki pola pikir bertolak belakang. Ben yang kukuh dengan idealismenya soal kopi serta Jody yang selalu melihat segalanya dari rupiah. Berdua mereka membangun kedai yang diberi nama Filosofi Kopi. Sebuah kedai kopi di Jakarta yang hanya menyediakan kopi terbaik Indonesia.

Sayangnya hutang cukup banyak melilit mereka, sebenarnya hanya kepada Jody karena Jody lah yang memiliki kedai kopi tersebut. Sedangkan Ben, bertindak sebagai barista. Jalan keluar agaknya terbuka, setelah datang sebuah tantangan dari seorang pungusaha untuk membuat kopi yang sempurna. Bisa menutup utang-utang yang melilit Jody dan dapat mengembangkan kedai. Mulailah keduanya berburu mencari biji kopi terbaik dan meraciknya.

Menjalani hari-hari untuk mendapatkan kopi dan racikan terbaik, muncul sosok El (Julie Estelle) yang secara tidak sengaja bertemu mereka di pelelangan kopi. Esoknya, El yang tengah riset mengenai kopi untuk keperluan bukunya bertandang ke Filosofi Kopi melakukan wawancara dengan Jody. Dengan bangga kedua sahabat tersebut, meminta El untuk mencoba kopi racikan Ben, yang dianggap mereka sebagai kopi terbaik di Indonesia.

02 Filosofi Kopi Istimewa

Namun tanggapan El yang biasa-biasa saja membuat cerita baru dan membawa kedua sahabat tersebut pada petualangan menyusun serpihan masa lalu yang getir dengan orang tua mereka masing-masing. Bagaimana mereka akhirnya harus menemukan jalan kembali dan berdamai dengan masa lalu.

Ini film hebat dengan cerita yang cukup sederhana namun memiliki konflik bathin yang dalam. Berawal dari kecintaan terhadap kopi dan untuk menemukan ramuan kopi paling enak namun berujung pada penemuan sosok diri sendiri. Gambar-gambar yang ditampilkanpun tampak mapan dengan nuansa warna natural.

Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara, Jenny Jusuf penulis dan produseri oleh Handoko Hendroyono, Glenn Fredly dan Anggia Kharisma tampaknya cukup berhasil menganyam jalinan cerita. Ditambah lagi musik yang menjadi latar selama film berlangsung seakan menyatu dengan film. Dibuka dengan ‘Kisah Secangkir Kopi’ yang menampilkan Robi Navicula sampai pada ‘Semesta’ yang dibawakan ‘Maliq & D'Essentials’ dan diakhiri dengan sangat indah lewat alunan suara Glenn Fredly menjadi sajian penutup nan “perfecto!”/ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found