Kiky

Kiky

Tuesday, 22 November 2016 11:29

Edwin Syarif

Inspirasi dari Sore Hari

Banyak yang bisa digambarkan ketika sore hari menjelang, dan bisa diinterprestasikan dalam berbagai rasa, tergantung individu masing-masing. Seringnya malah kita melihat sore hari adalah sebuah suasana santai ketika melepaskan semua lelah yang sudah kita jalani seharian. Tapi mungkin hal ini sudah tidak banyak dirasakan oleh para kaum urban yang mengail hidup di belantara kota besar.

Sedikit berbeda dengan Edwin Syarif, yang dikenal sebagai motor dan gitaris band Cokelat ini. Dirinya coba mengembalikan ingatan terhadap apa yang biasa dirasakan pada sore hari tersebut. Terinspirasi dari kedamaian suasana sore hari di alam luas Indonesia. pria kelahiran Plaju, Sumatera Selatan ini menawarkan sebuah musik instrument gitar yang diberinya judul ‘Sore’.

Disini Edwin coba mengajak pendengarnya untuk sejenak melupakan kesibukan hidup dan kegaduhan kota dengan alunan sendu dari lenguhan gitarnya. Ini sebuah tawaran yang sedikit berbeda dari biasanya. Tidak mengandalkan vokal, hanya alunan gitar yang bernyanyi namun mampu membawa kita lebih dalam ke sebuah rasa yang dituju oleh Edwin. Sebuah alunan yang tidak rumit namun cukup indah.

Menilik proses rekaman single ini, ternyata Edwin melibatkan beberapa studio yang salah satunya Dolphin Studio. Di studio ini, ia melakukan proses reamp dari track gitar dry yang sudah ia take di studio miliknya sendiri. Proses mixing mastering juga di lakukan di studio ini. Dibantu Bayu Randu sebagai Sound Engineer akhirnya rampunglah single ini.

02 Cokelat IstimewaCokelat (foto: Istimewa)

Video Clip-nya juga sengaja digarap dengan mencari lokasi yang bisa mewakili single tersebut, di daerah Cikarang. Clip ini juga memberikan kesan tersendiri bagi Edwin Syarif, karena harus dilakukan dan diselesaikan tepat waktu dengan cahaya matahari sore.

Proyek yang bernaung dibawah payung Greenland Indonesia ini, sedikit banyak bisa menunjukkan kualitas dari seorang Edwin Syarif, juga seperti yang diharapkannya agar dapat memberikan kontribusi positif bagi pendengar dan penggemarnya. Cuma disayangkan, kenapa hanya sebuah single? Kenapa tidak dibungkus paling tidak menjadi mini album?/ Ibonk

 

Wednesday, 19 October 2016 14:24

Melly Goeslaw

Bicara Single Terbaru, Potret, dan Harapan

Pencipta lagu, penyanyi, ratu soundtrack yang memiliki hobby berdandan dengan make up unik dan fashion panggung yang tak kalah nyeleneh ini dikenal lewat lagu-lagu yang dibalut dalam beat riang serta mengesankan sikap “nakal” ini banyak disukai pecinta musik Indonesia. Melliana Cessy Goeslaw atau kita mengenalnya dengan sebutan Melly Goeslaw ini terbilang cukup nyentrik. Istri Anto Hoed ini menyadari bahwa lirik yang ditulisnya memang berbeda dari kebiasaan yang ada.

Kenakalan lirik yang disuguhkan Melly tersebut dilakoninya sejak awal bersama bandnya Potret. Tidak seperti lirik awam yang ditulis dengan kata manis, beberapa isi liriknya yang ditulis terhitung unik, langka dan bahkan berbeda dengan sifat asli wanita Indonesia.

Suksesnya bersama Potret, Melly melanjutkannya dengan mengeluarkan album Solo. Terhitung sejak tahun 1988, ia melepas “Pilihan Deritaku”, tahun 1999 “Melly”, “Intuisi“ di tahun 2005 dan di tahun  2011 “Dancing in the Silence”. Seperti yang pernah diungkapkannya, bahwa ini bukan untuk menonjolkan diri, tetapi lebih kepada obsesinya yang ingin seperti Bjork artis idolanya dengan tingkat komersil yang lebih kecil dibanding artistiknya.

Didampingi suaminya di tahun 2002, Melly pun mulai melirik untuk menggarap music scoring ketika  mendapat tawaran untuk membuat lagu soundtrack film ‘Ada Apa Dengan Cinta’ (AADC) . Film tersebut meledak, dan menabalkannya menjadi Penata Musik Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI). Suksesnya di ranah baru tersebut berlanjut terus takkala menggarap Ost. ‘Eifel I’m In Love’ dan di tahun 2007, Ost. ‘Heart’ serta terakhir di tahun 2016 ini kembali mendapat penghargaan di ajang festival film lewat ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’.

Tidak selamanya juga soundtrack yang ditangani oleh Melly dan Anto, harus dinyanyikan mereka. Beberapa film yang cukup laku malah melibatkan penyanyi lain seperti ‘My Heart’ yang dinyanyikan oleh Acha Septriansa dan Irwansyah, dan ‘Ayat-ayat Cinta’ diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy yang mana lagunya berjudul ‘Ayat-Ayat Cinta’ dan ‘Takdir Cinta’ disuarakan oleh Rossa.

02 Melly Goeslaw IbonkMelly Goeslaw (foto: Ibonk)

Ditahun 2010 Melly Goeslaw mendapatkan 3 soundtrack sekaligus yaitu ‘Heart 2 Heart’, ‘Kabayan Jadi Milyuner’, dan ‘Love Story’. Semenjak itulah Melly Goeslaw sering disebut dengan julukan Ratu Soundtrack, karena telah menggarap tak kurang dari 10 soundtrack sampai sekarang. NewsMusik pun kembali berkesempatan berbicang-bincang dengan Melly Goeslaw, Senin, 17 Oktober 2016 silam di Sarinah, Jakarta disela-sela promosi singlenya ‘Promise’

Apa khabar teh Melly

Alhamdulillah khabar aku baik

Sibuk apa teh Melly saat ini, apa yang sedang dikerjakan?

Aku baru selesai untuk bikin original soundtrack ‘Promise’ dan sekarang lagi sibuk promosi

Apa yang special menurut teh Melly dalam menciptakan lagu untuk film bahkan mendapat julukan Queen of Movie Soundtrack

Sebenarnya menurut aku lebih enak untuk menciptakan lagu biasa yang bukan lagu film. Karena kita bisa bikin temanya macam-macam, nah.. kalau untuk  film kita tidak bisa keluar dari skenario. Cuma enaknya dalam soundtrack itu kita terlibat dalam produksi yang besar, ada produser, director, ada script writer yang semuanya punya suara juga untuk brand storming dengan saya. Jadi lumayanlah kayak kuliah gratis, dapat ilmu yang banyak dari karya seni yang lain selain karya musik aja.

Sekarang sedang promosi single ‘Promise’, kira-kira terinspirasi dari apa untuk membuat single tersebut?

Saya diminta pihak Screenplay Productions untuk membuat soundtrack nya. Saya dikirimkan script-nya dan saya baca berulang-ulang seperti yang sudah-sudah. Saya lumayan penikmat bacaan script. Kalau mas Anto tidak terlalu suka dengan bacaan yang tebal-tebal apalagi dengan script, kebalikan dengan saya. Saya bisa berkali-kali baca sampai dialognya saya hapal, Malah kadang saya lebih hafal dari pemainnya.

Saya masukkan semua karakter yang ada di film itu ke dalam diri saya, lalu saya pilih kira-kira yang paling pas dari angle-nya siapa untuk menginspirasi lagunya. Ya sudah, aku bikin lagunya Mas Anto yang bikin musiknya.

Sebelumnya selamat untuk teh Melly dan Anto Hoed yang lagunya berhasil masuk sebagai pencipta lagu terbaik di FFI 2016 lalu. Dua lagu juga berhasil masuk ke dalam kategori soundtrack terbaik.  Tanggapan teh Melly?

Kita sudah pernah masuk nominasi sampai tiga pada FFI, untuk film “AADC”, film “Tentang Dia”, dan sekarang film “AADC 2” dan “Rudy Habibie” tahun ini masuk 2 film. Alhamdulillah. Tapi kalau boleh saya bilang bahwa goalnya atau bukan hanya disini saja. Tidak berhenti cuma sekedar mendapatkan nominasi  dan saya menang.

Tetapi lebih dari itu. Saya ingin seperti almarhum Adi Bing Slamet atau kalau di Malaysia ada P. Ramlee. Karyanya bisa dikenang dan dinikmati bahkan sampai ke era sekarang ini. Saya ingin seperti mereka, bisa dikenang sampai era cucu-cucu saya nanti.

Kembali pada single ‘Promise’, bisa diceritakan lagu tersebut menceritakan tentang apa?

Garis besarnya tentang love story. Kisah cinta yang membuahkan janji yang luar biasa. Janjinya di dengar
oleh alam, oleh Tuhan, jadi kemanapun cinta itu pergi aroma janji itu selalu ada. Kalau dengar lagunya jalan ceritanya seperti itu.

03 Melly Goeslaw IbonkKebanyakan teh Melly ini menciptakan lagu tentang cinta, ada keinginan untuk membuat soundtrack film dengan genre lain?

Saya sama mas Anto sebenarnya sangat berharap dapat film bertema Epic, atau menggarap film-film lain selain yang biasa kita kerjakan. Tapi lagi-lagi selalu memang dapatnya love strory lagi. Mungkin dari rumah produksi tahunya saya sama mas Anto pandai membuat lagu yang baper-baper atau yang sedih-sedih.

Padahal kita pingin juga dapat diluar itu. Mudah-mudahan nanti kedepannya, kita dapat project diluar dari cinta-cintaan. Memang semua di dunia ini pastinya bersumber dari cinta. Mau itu kita omongkan soal negara atau sosial, pasti bersumbernya dari cinta. Alhamdulillah.. April nanti kita membuat soundtrack film (masih dirahasiakan.red) … yang mudah-mudahan bisa menjadi terobosan baru yang belum pernah kita buat sebelumnya.

Seorang Melly Goeslaw sudah cukup lama eksis. Ada kiat tersendiri untuk menjaga eksistensi di dunia musik?

Saya rasa sampai sekarang saya tetap eksis karena saya mencintai pekerjaan saya. Artinya, kalau saya mencintai pekerjaan saya maka pekerjaan itupun akan mencintai saya. Cuma itu sih kuncinya.

Pernah nggak merasa jenuh?

Kalau jenuh sih mungkin, lebih karena nggak ada ide. Apalagi pada saat dead line, itu sering terjadi. Tapi karena saya cinta pekerjaan saya, cinta kepada dunia musik, hal tersebut saya jadikan tantangan buat saya.

Apa cara yang dibuat untuk mengatasi rasa jenuh itu?

Biasanya saya perlu teman. Saya itu nggak terlalu bisa sendiri. Jadi saya perlu teman ngobrol, di luar mas Anto tentunya. Sama mas Anto kan tiap hari, jadi kalau saya lagi benar-benar nggak ada ide, saya harus ketemu sahabat saya, Rosa misalnya. Atau teman-teman saya di Ladies seperti Yuni Shara, Iis Dahlia dan sebagainya. Kita sekedar ngobrol yang isinya diluar dari musik. Ngobrolin apapun dan biasanya pas nyampe ke rumah, saya fresh lagi.

Rutinnya sebulan sekali ketemu, tapi kalau misalnya urgent, baik dari mereka atau saya ngajak ketemuan, misalnya ngopi atau nge-bakso bareng, itu benar-bena sama sekali nggak ngobrolin musik tapi inspiring buat saya.

Balik lagi ke awal, saat inikan tengah disibukkan promo single ‘Promise’, Adakah rencana lainnya?

Setelah ‘Promise’ tahun depan akan menggarap soundtrack film juga. Satu lagi, masih berupaya menyelesaikan album Potret yang sudah dua tahun, baru jadi tiga lagu karena kesibukan masing-masing personilnya.

Target pasti untuk penyelesaian albumnya?

Mudah-mudahan tahun depan bisa cepat selesai. Aksan (Aksan Sjuman.red) juga sedang membuat Sjuman Instrument. Itu merupakan project alat-alat musik yang dibuat oleh anak negeri. Doakan saja, semoga tahun ini bisa keluar albumnya, takut dibilang ngomong aja, gitu..

Apakah Potret nantinya masih mengusung tema dan lirik “nakal”?

Potret sebenarnya pingin tetap nakal. Karena jiwa saya ini sebenarnya nakal. Jadi lirik-lirik di dalam Potret itu adalah Melly yang sebenar-benarnya. Buat saya, Potret itu adalah “rumah”. Ketika saya membuat soundtrack, ataupun solo album, itu diibaratkan saya sedang bertamasya. Tapi akhirnya saya akan balik lagi ke rumah.

Dirumah, saya bisa jungkir balik, bisa macam-macam dan itulah Potret. Akan tetap seperti itu, tapi mungkin dibuat lebih adult karena usia kita yang makin bertambah. Pastinya juga dalam bermusik juga akan bertambah dewasa. Sebetulnya sih, kalau orang yang kenal, pasti tau kalau saya agak anti mainstream. Apalagi kalau sering ngobrol, gaya bahasa saya nggak sama dengan orang lain dan itu semua ada di Potret.

Nakalnya juga berbeda ya? Lebih berat?

Lebih nakal mungkin… hahaha

04 Melly Goeslaw IbonkMelly Goeslaw (foto: Ibonk)

Terkait dengan industri musik nasional saat ini, pendapat teh Melly?

Saya cukup lega dan syukur alhamdulillah banget, karena banyak adik-adik yang membuat karya lagu bukan sekedar karya saja tetapi benar-benar difikirkan. Seperti contohnya ada Isyana, Raisa, Yura, Banyaknya adik-adik yang bagus itu, akan merangsang industri musik untuk berkembang. Mereka bisa memanjakan telinga dengan sound dan lirik yang bagus, tidak cuma sekedar sound system secara keseluruhan. Mereka memikirkan mulai dari intro, interlude sampai ke coda dan itu seperti yang dilakukan musisi era silam.

Jamannya saya dengan Potret, atau Dewa juga melakukan hal tersebut. Makin kesini banyak band/ penyanyi meninggalkan formula-formula seperti itu. BIsa jadi karena banyak band atau pemusik saat ini mudah sekali mendapatkan ketenaran secara instant. Tapi menurut saya secara kualitas agak kurang dan syukurnya sekarang ini sudah kembali lagi.

Dari kacamata seorang Melly Goeslaw mengenai perkembangan dunia digital sekarang ini?

Kita tengah memasuki masa transisi antara penjualan dalam bentuk fisik (Kaset & CD) ke dunia digital. Seluruh dunia juga mengalami hal tersebut. Tetapi di negara lain, pemerintahnya cepat beradaptasi dengan hal tersebut. Mereka mengupayakan bagaimana agar masyarakat bisa membeli musik dengan legal. Menerapkan berbagai macam sistem pembelian, atau entah itu pakai kartu, token dan lain sebagainya.

Di Indonesia ITunes dan lain sebagainya kebanyakan masih pakai kartu kredit. Sementara mayoritas penduduk Indonesia banyak yang belum mempunyai credit card. Belum ada usaha besar dari pemerintah untuk mengupayakan bagaimana caranya. Sampai saat ini cuma woro-woro saja, agar tidak men-download yang bajakan, tetapi upayanya belum ada. Itu saja sih yang saya sesalkan dan itu membuat penurunan yang sangat drastis untuk income pemusik.

Kita tidak dapat menolak, karena memang seluruh dunia sudah melakukan itu. Kalau kita jual fisik, kita ketinggalan jaman banget. Kita ikut pasar mereka. Baguskan?.. dengan adanya ITunes itu membuat kita bersaing bukan hanya dengan artis Indonesia tetapi juga artis luar dan itu bagus.

Artinya kita bisa lebih terpacu lagi untuk membuat karya yang potensinya bukan hanya di dalam negeri  tetapi diluar juga. Tapi ya itu tadi. artinya pihak pemerintahnya harus mengupayakan supaya bagaimana masyarakat bisa membeli semua. Karena sebenarnya murah sekali, satu lagu kalau nggak salah sekitar 5000 rupiah. Saya yakin masih banyak orang berbaik hati mau beli yang halal, tetapi  karena nggak bisa akhirnya dengan berbagai cara mereka berusaha memiliki lagu itu tanpa harus download lagu bajakan.

05 Melly Goeslaw IbonkMelly Goeslaw (foto: Ibonk)

Begitulah, sebenarnya percakapan yang dilakukan NewsMusik dan Melly Goeslaw masih cukup panjang.  Seperti rasa masygul-nya terhadap pelaku industri musik yang melakukan penjualan album lewat gerai cepat saji. Ada anggapan darinya bahwa hal tersebut tidak mendidik pasar musik jadi lebih baik. Atau pendapatnya terhadap masih sedikitnya para pelaku perfilman tanah air (baik layar lebar ataupun TV) yang sadar begitu pentingnya memberi penghargaan yang layak terhadap musik yang menghias dalam sebuah film. Juga cerita dunia fashion dan keberadaan dua buah hatinya, Ale dan Abe yang tengah merintis karir di dunia musik tanah air.

Diakhir pertemuan, Melly sempat menyampaikan pesan terhadap penggemarnya dan pencinta musik di tanah air. “Saya ingin berterima kasih karena sampai saat ini masih diterima. Walau bisa dibilang sudah bukan usia muda lagi, tapi karya-karya saya masih bisa dinikmati oleh generasi Baper..  Alhamdulillah terima kasih banget. Mudah-mudahan semua masyarakat Indonesia masih mau support musik Indonesia. Karena hal itu akan membuat musik Indonesia tetap hidup”, tutupnya / YDhew

 

Sunday, 16 October 2016 23:11

Morrissey

Tetap Flamboyan, Kali Ini Tanpa Encore

Usianya boleh nyaris menyentuh 60 tahun, tepatnya 57 tahun. Tapi soal aksi panggung masih tetap menggigit dan tentunya flamboyan. Meski memang setelah beberapa kali diguncang masalah kesehatan terlihat stamina, terutama napas, cepat terkuras. Begitulah yang masih terlihat ketika untuk kedua kalinya, pertama kali di tahun 2012 silam, Morrissey kembali hadir menggelar konser di Jakarta.

Ribuan penggemar Morrissey tumpah ruah memadati bekas Golf Driving Range, Senayan, pada Rabu (12/10). Sejak sore sudah berdatangan lalu antri menunggu waktu untuk diperkenankan masuk ke area konser. Beberapa di antaranya tampak membawa bunga gladiol. Bunga yang digemari oleh Moz, demikian Morrissey biasa disebut.

Sejak lagu pertama, ‘Suedehead’ dikumandangkan, ribuan mulut seolah tak terhentikan untuk kompak menyanyi. Jangan tanyakan pula ketika ‘Almamaters’, ‘Everyday is Like Sunday’ atau ‘Let Me Kiss You’ dibawakan. Ada pula yang menambahkan menyanyi sambil loncat-loncat di tempat. Tak peduli meski tanah becek sisa hujan semalam.

Selain menyapa dan mengucapkan rasa terima kasih yang luar biasa atas kesempatan kedua kali bisa konser di Jakarta, Moz tak lupa pula mengungkapkan isi hatinya. Usia yang tak lagi muda tak mengurangi “kecerewetan” mulutnya menyikapi hal yang tidak berkenan dalam pandangannya.

“Apakah kalian menyukai Donald Trump? Wow, sangat mengejutkan sekali (jawaban kalian), ” tanya Moz yang dijawab dengan cemoohan penonton tanda tak suka. Lalu meluncurlah ‘World Peace Is None Of Your Business’. Tampaknya cocok dipersembahkan kepada Trump dengan segala gagasan dan pernyataan kontroversialnya.

02 Morrissey IstimewaMorrissey (Istimewa)

Dia bahkan juga tak segan-segan mengolok pemerintahan negaranya. Lihat di layar raksasa di belakang panggung menayangkan gambar Pangeran William dan Kate Middleton. Namun bukan itu yang menjadi pusat perhatian, melainkan tulisan di atasnya. United Kingdom dipelesetkan menjadi United King-Dumb.

Kemarahannya terhadap aparat polisi yang menyalahgunakan kekuasaan untuk melakukan tindakan kekerasan juga disampaikannya. “They say to protect and to serve. But what they really mean to say is, "Get back to the ghetto! The ghetto, the ghetto. Get yourself back to the ghetto! The ghetto! The ghetto! Get yourself back to the ghetto! The ghetto! The ghetto!” demikian Moz menyanyikan ‘Ganglord’ dengan layar memutar kebrutalan polisi.

Dan sebagai “penganut” vegetarian garis keras, tentu saja dia tidak ketinggalan mengkampanyekan “kepercayaannya”. ‘Bullfighter Dies’ adalah sindirannya terhadap atraksi matador yang menjadi kebudayaan Spanyol. Serta tentunya lagu dengan judul yang tanpa tedeng aling-aling adalah sikap penolakan terhadap konsumsi hewan, ‘Meat Is Murder’.

Suasana mencekam dengan tata cahaya didominasi warna merah. Penonton pun diteror dengan pemutaran video mengenai penjagalan hewan. Tata cahaya merah seolah menggambarkan merahnya darah dari hewan-hewan yang dijagal. Video sadis itu diakhiri dengan tulisan besar “Apa alasanmu sekarang? Daging adalah pembunuhan.”

03 Morrissey IstimewaMorrissey (Istimewa)

Bila membandingkan dengan konser di tahun 2012, kali ini berjalan “aman”. Maksudnya adalah tidak ada penonton yang memanjat pagar pembatas lalu naik ke atas panggung dan memeluk Moz. Lalu kali ini dalam konser yang digelar oleh Kiosplay, tidak ada encore meski penonton berulang kali berteriak meminta. Meski memang seharusnya Moz memenuhinya, karena masih ada satu lagu lagi bila menilik dari contekan daftar lagu.

Entah apa alasan Moz tidak memenuhi permintaan encore. Entah berapa banyak penonton yang kecewa. Namun tak sedikit pula yang tetap berbahagia apapun yang terjadi. Karena entah kapan lagi bisa melihat Morrissey kembali menyanyi di depan mata. /yoseR

 

Sunday, 16 October 2016 22:50

Konser 1000 Band

Membawa Slogan Kebangkitan Musik Indonesia

Mendulang kemeriahan di tahun 2010 silam, Konser 1000 Band kembali digelar tahun 2016 ini. Panggung yang diyakini sebagai konser musik terbesar yang sebelumnya diadakan di Cibubur, kali ini akan digelar di pinggiran Jakarta, yaitu Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang. Kali ini konser diadakan dengan suasana yang berbeda, semua panggung indoor siap menggebrak dan menghibur penonton di Pekan Rakyat Indonesia 2016.

Ajang berkumpulnya musisi dari seluruh Indonesia ini juga sebagai panggung baru untuk para musisi yang konsisten menggerakkan musik Indonesia. Mulai dari musisi nasional, peraih AMI Awards hingga musisi indie yang berasal dari beragam kota di Indonesia akan memberikan penampilan khusus pada acara ini. “Pekan Raya Indonesia ini bukan hanya konser 1000 band, tetapi merupakan semangat dari Bangkitnya Musik Indonesia yang tidak pernah mati. Seperti semangat untuk menemukan band-band baru yang nantinya bisa sebagai penerus generasi sebelumnya, seperti penerus band Dewa, ataupun penerus Slank kedepannya.” Jelas Hyang I Mihardja, General Secretary PRI 2016.

Kemeriahan baru dan berskala internasional ini difasilitasi dengan sound system dan panggung yang mempunyai kualitas nomor satu. Panggung musik megah ini akan nonstop memberikan hiburan musik dari tanggal 20 Oktober – 6 November 2016.

Lewat semangat Bangkitnya Musik Indonesia, inilah deretan musisi lintas generasi dan genre yang akan tampil pada pagelaran pesta rakyat ini, antara lain Slank, Kotak, Dewa, Andra and the Backbone, Samsons, J-Rocks, Geisha, Element, Seventeen, The Rain, Musikimia, dan Potlot Jamming. Konser 1000 band juga menampilan musisi muda yang tengah meraih AMI Awards seperti Isyana Saraswati, Raisa, dan Tulus. Tidak ketinggalan artis-artis dengan repertoar yang lebih lembut seperti ,RAN Yura, Astrid ataupun Cakra Khan. Juga hadir Indah Dewi Pertiwi (IDP) dan Ayu Ting Ting yang akan menggoyang penonton Pekan Raya Indonesia.

Atau kehadiran musisi reggae seperti Ras Muhammad dan Toni Q Rastafara. Tak ketinggalan, Barasuara dan penikmat musik Ska yg akan dihibur dengan penampilan Tipe-X. PRI juga akan dimeriahkan oleh penampilan unik seperti Kuno Kini, Keroncong Tugu, Tanmenan Bertiga, Tingang Tatu, dan masih banyak lagi musisi yang akan memeriahkan Pekan Raya Indonesia.

02 Konser 1000 Band IstimewaKonser 1000 Band (Istimewa)

“Seru dan spektakuler, musisi sangat terbantu dengan adanya acara ini. Dengan ide 1000 band kita bisa menjadi sebuah media sarana interaksi dengan penggemar kita. Juga menjadi sarana untuk memperkenalkan lagu terbaru kita, menyebarkan pesan kesan kita. Slank sendiri belum bisa memberikan penjelasan perihal  lagu yang akan dibawakan ataupun konsepnya seperti apa, pokoknya kita tampil penuh kejutan” ujar Abdee Slank.

Sementara itu Tantri, vokalis group band Kotak pun tidak kalah semangat. Mereka ikut terlibat di konser ini. “Kotak siap mengguncang panggung Pekan Raya Indonesia di hari ke-2. Membawa lagu andalan kami, Kotak siap menggerakkan semangat bangkitnya musik Indonesia pada seluruh penonton.”

Masyarakat dapat menikmati serunya PRI ini dengan membayar tiket Rp. 25.000 untuk Senin sampai dengan Kamis, sedangkan Jumat sampai Minggu, tiket masuk dijual dengan harga Rp. 35.000. Mulai 1 Oktober tiket PRI sudah dapat di beli di seluruh toko Indomaret. Untuk jam operasional, PRI dibuka pukul 15.00-22.00 WIB untuk hari Senin sampai dengan Jumat, sedangkan khusus hari Sabtu dan Minggu dibuka pukul 10.00-22.00 WIB.

Berikut jadwal beberapa band dan musisi yang akan tampil di Pekan Raya Indonesia:

  • 20 Oktober : Potlot Jamming
  • 21 Oktober : Kotak, Boomerang
  • 22 Oktober : Toni Q Rastafara
  • 23 Oktober : Ayu Tinting
  • 24 Oktober : Dewa, Tulus
  • 25 Otktober : Slank, TicBand
  • 26 Oktober : Cakra Khan, IDP
  • 27 Oktober : Steven Jam, Momonon
  • 28 Oktober : J-Rock, Samson
  • 29 Oktober : Element, Astrid
  • 30 Oktober : Yura. The Rain
  • 31 Oktober : Tipe X
  • 1 November : Geisha, De Neno
  • 2 November : Isyana Sarasvati, Bara Suara
  • 3 November : Andra and the Backbone, Seventeen
  • 4 November : Ras Muhamad
  • 6 November : Raisa, IDP / YDhew

 

Thursday, 29 October 2015 10:32

About Us

The Team

  • Maxi Gunawan, Publisher
  • Narya Abhimata, Associate Publisher & IT
  • Anargha Gunawan, Associate Publisher, Development

What They Say