NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 13 July 2017 10:12

Bunga Citra Lestari

Melibatkan Sahabat dalam Album Terbaru

Ada kejutan di dalam album Bunga Citra Lestari yang bertajuk ”It’s Me” ini, selain harus menunggu selama 5 tahun lamanya, Unge begitu biasa dia disapa mengungkapkan bahwa proses yang dijalankan dalam merampungkan album ini tidak mudah dan membutuhkan kesabaran.

“Aku ingin membuat sesuatu yang baru yang enak dinikmati. Sehingga album ini membutuhkan proses bagaimana caranya agar lagu di tahun 2000-an masih bisa dinikmati. Sebagian besar materi lagunya adalah konser “It’s Me” kemarin. Ya inilah aku, yang telah berevolusi dan membuat sesuatu yang aku suka dan aku mau”, jelas Unge di KFC Kemang Rabu (12/7).

Hal ini dibenarkan oleh Iman Sastrosatomo dari Aquarius Musikindo, bahwa betapa sabarnya seorang BCL dalam merampungkan albumnya. Ia memiliki keyakinan dan komitmen untuk fokus dan bertanggung jawab tanpa pamrih dalam memberikan yang terbaik. Album ini merupakan identitas diri BCL yang diakui sebagai titik baliknya didunia musik”, ujar Iman.

Selain menggandeng beberapa sahabat musisi diantaranya Andi Rianto, Dewiq, Pay, Melly Goeslaw, Ade Govinda, ia juga melibatkan sahabatnya baik dari kalangan aktor dan juga DJ ternama, diantaranya ada Joe Taslim, Reza Rahardian,dan Dipha Barus.

“Aku kaget sewaktu mendengar suara Joe Taslim. Tidak sesuai dengan ekspektasi, karena ternyata suaranya bagus dan bisa bernyanyi, begitu juga dengan Reza”, jelas BCL sewaktu ditanya alasannya mengajak kedua sahabatnya tersebut untuk bergabung di album barunya.

02 BCL RizalBCL (Foto: Rizal)

Album ini juga merupakan kilas balik dari konser yang bertajuk “It’s Me” kemarin, yang menyambungkan waktunya ke dunia musik dan juga moment sudah saatnya mengeluarkan album baru. Album ini juga berisi lagu yang berbeda-beda. Single terakhir yang direkam berjudul ‘Jangan Gila’ dan menggadeng Reza Rahardian untuk berduet. “Ada sesuatu dari konser yang harus aku masukkan di album ini, akhirnya dipilihlah lagu ini,” ujar BCL.

Selain bekerja sama dengan penyanyi tenor, Daniel Kristanto dalam lagu ciptaan Yongki Suwarno, BCL juga menggandeng Yovie Widianto dan beberapa lagu diaransemen oleh Andi Rianto seperti lagu ‘Jera (Hatiku Masih Milikmu)’.

“Berduet dengan beberapa orang sahabat, merupakan moment yang saya tunggu. Apalagi sewaktu berduet dengan Reza Rahardian di konser kemarin. Itu sebuah hal yang sulit dilupakan dan mendapat sambutan yang sangat baik. Saya berharap album ini dapat diterima penggemar musik Indonesia”, kata BCL menutup pembicaraan.

Album yang sarat nuansa pop ini, dan dibuat sesuai dengan ciri khas BCL. Berisi sepuluh lagu yang berjudul ‘Aku Wanita’, ‘Jera (Hatiku Masih Milikmu)’, ‘Rindu Kamu’, ‘Tundukan Dunia’, ‘Aku Bisa Apa?’, ‘Jangan Gila’, ‘Trauma’, ‘Persepsi Cinta’, ‘Akulah Cinta’, dan ‘Hari Bahagia’. / YDhew

 

Wednesday, 12 July 2017 11:26

Soundrenaline 2017

Rayakan Keragaman Ekspresi dan Karya

Sub tema diatas tak lain adalah letupan semangat dari salah satu festival musik yang masih tetap eksis di nusantara raya ini. Soundrenaline 2017 adalah festival musik tertua tanah air yang saat ini memasuki tahun ke 15 pertunjukannya. Dengan mengusung tema besar #UnitedWeLoud, Soundrenaline ajak para penikmat musik untuk saling menghargai keragaman, khususnya dalam hal mengekspresikan diri dan berkarya.

“Soundrenaline memahami bahwa soul dari sebuah festival musik terletak pada orang-orang yang hadir dan mendukung jalannya Soundrenaline. Maka, kami mengajak setiap orang yang terlibat dalam Soundrenaline untuk benar-benar mengekspresikan diri mereka. Berlaku bagi para musisi dan tentunya juga para penikmat musik yang akan hadir di Soundrenaline pada tanggal 9 dan 10 September nanti di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali,” jelas Novrial Rustam selaku Managing Director KILAU Indonesia, pada Talkshow Soundrenaline 2017 #UnitedWeLoud di Baxter Smith – Dining, Lounge & Roofbar, Jakarta.

Selain itu, terkait dengan pemakaian GWK yang sudah berulangkali menjadi tempat dilangsungkannya pesta musik tahunan ini, Novrial Rustam mengatakan bahwa ini adalah bentuk konsistensi pihak penyelenggara. Karena sebisa mungkin mereka berusaha untuk selalu mengadakan Soundrenaline ditempat dan bulan yang sama.

02 Beberapa musisi yang terlibat dalam project kolaborasi Soundrenaline 2017 Ibonk
Beberapa musisi yang terlibat dalam project kolaborasi Soundrenaline 2017 (foto: Ibonk)

Untuk tahun 2017 ini, Gelaran Soundrenaline 2017 akan dibuat lebih berisik dengan penampilan musisi papan atas seperti JET, Sheila on 7, Tulus, Payung Teduh, Elephant Kind, HMGNC, Lolot, Kotak, Burgerkill, Stars & Rabbit, Kelompok Penerbang Roket, Bottlesmoker ataupun Rendy Pandugo.

Lebih lanjut lagi, nantinya akan dihadirkan kolaborasi beberapa nama musisi kondang seperti, Neonomora dengan Homogenic, ataupun Mondo Gascaro dengan Danilla Riyadi. Selain itu, Iga Massardi yang dikenal sebagai pentolan Barasuara akan menggawangi sebuah proyek kolaborasi bertajuk Rhythm of The People yang akan melibatkan Kikan, Coki (NTRL), Stella Gareth (Scaller), dan Marco Steffiano (Barasuara).

Keragaman yang dirayakan di Soundrenaline tidak berhenti pada deretan line-up ataupun kolaborasi musik. Event kali ini juga dirancang menjadi ajang pamer bagi para penggiat seni visual mural. Bujangan Urban. Ia akan bertindak sebagai “arsitek” karya seni mural yang dipamerkan di Soundrenaline.

Juga tidak melupakan para pecinta fashion dan style untuk mengekspresikan diri mereka melalui gaya padu padan busana yang unik. Untuk itu dilibatkan juga fashion stylist kenamaan Indonesia, Ajeng Svastiari yang akan pamer karya.

03 Andien Ibonk
Andien (foto: Ibonk)

Andien yang nantinya akan berkolaborasi dengan Scaller menyebutkan bahwa dirinya juga tidak membayangkan seperti apa hasil jadi kolaborasi mereka. “Terus terang saya bersemangat sekali. Nggak tau seperti apa hasil dari kolaborasi saya dengan sebuah band alternative ini”, ungkapnya.

Adib Hidayat, selaku seorang penulis dan pengamat musik, menuturkan bahwa geliat industri musik masa kini menuntut musisi untuk terus bereksplorasi dan produktif. Ia sangat antusias atas visi Soundrenaline yang ingin mengukuhkan keragaman musik Tanah Air. “Saya rasa ini saat yang tepat bagi musisi untuk mengekspresikan kemampuan bermusik mereka dengan berbagai ide-ide gila yang menjadi identitas mereka,” katanya./ Ibonk

 

Monday, 10 July 2017 10:51

Liam Gallagher

Menampilkan London dalam Video Terbaru

 

Beberapa waktu lalu, Liam Gallagher, mantan vokalis Oasis tampak berjalan menyusuri jalanan London. Hal tersebut terkait dengan pembuatan video minimalisnya yang diperuntukkan untuk lagu solo akustik terbarunya, "Chinatown".

Dalam pembuatan video tersebut, Liam tampak bersandar di sebuah jalan bawah tanah yang  bertabur coretan dinding dan memandang penuh ke Palace of Westminster. Saat matahari terbenam, melewati pikuknya restoran dan supermarket, ditingkahi oleh aksi Charlie Lightening, sang director yanhg menyoroti sekitar dengan kameranya.

Kesan yang ditaangkap dalam pembuatan video ini mengingatkan kita pada melodi manis klasik ‘Champagne Supernova’ milik Oasis. Lagu ini menyoroti album debut solo penyanyi tersebut, As You Were yang juga terdapat single ‘Wall of Glass’ didalamnya.

02 Liam Gallagher IstimewaLiam Gallagher (Foto: Istimewa)

Album yang akan diluncurkan pada 6 Oktober mendatang, sedikitnya akan menampilkan empat lagu selain ‘Wall of Glass’, kemudian ‘Paper Crown’, ‘Come Back to Me’, dan bonus ‘Doesn"t Have to Be That Way’ yang ditangani oleh produser pop Greg Kurstin. Sementara sisa lagu lainnya ditangani oleh Dan Grech-Marguerat.

Dalam pernyataan mengenai albumnya tersebut, Liam menjanjikan pendekatan terbuka sesuai dengan yang ia kerjakan sebelumnya. "Saya tidak ingin menemukan kembali sesuatu atau bereksperimen dengan jazz ruang angkasa," tutupnya. / Ibonk

Wednesday, 05 July 2017 12:39

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Lanjutan Petualang Dua Sahabat

Kalau masih ingat dengan film Filosofi Kopi pasti tokoh Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) sudah tak asing lagi.  Dua sosok sahabat yang mencoba peruntungannya dengan membuka kedai kopi yang bernama Filosofi Kopi. Film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini menceritakan perjuangan keduanya, bagaimana cara meracik kopi dan jatuh bangunnya membuka kedai kopi di Jakarta.

Film drama ini kemudian dilanjutkan dengan judul Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody,  diceritakan bahwa keduanya sengaja menutup kedai Filosofi Kopi mereka di Melawai. Mereka lebih memilih berkeliling Indonesia demi membagikan “kopi terbaik” dengan kendaraan VW Kombi. Waktupun berlalu, sampai pada sebuah takdir yang kerap dijumpai, bahwa tak ada pesta yang tak usai. Satu persatu karyawan mengundurkan diri dengan alasan masing-masing, Sampai pada keputusan, keduanya  putar haluan untuk balik ke Jakarta dan  membangun kedai kopi.

Sekuel Ben & Jody ini memunculkan tokoh baru diantara mereka berdua yakni Luna Maya yang berperan sebagai Tarra serta Nadine Alexandra sebagai Brie. Singkat kata ditengah perjuangan mereka mencari investor yang cocok untuk membangun kembali kedai kopi, bertemulah dengan sosok Tarra yang bersedia membeli sebagian saham Filosofi Kopi.

Diwaktu yang lain, Jody juga bertemu dengan Brie, seorang perempuan lulusan Melbourne yang ingin menjadi barista (bartender peracik kopi) handal. Brie bukan orang baru dalam dunia kopi, ia telah mempelajari kopi dan mengetahui seluk-beluk kopi dari mulai benih hingga siap dihidangkan. Dengan  idealisme yang sedikit berbeda, akhirnya Brie terlibat konflik dengan Ben. Namun tak lama Brie mulai memperlihatkan kemampuannya sebagai barista handal yang sesuai dengan filosofi yang dimiliki Filosofi Kopi.

02 Nadine Alexandra Brie Luna Maya Tarra IstimewaNadine Alexandra (Brie) & Luna Maya (Tarra) (Istimewa)

Hadirnya Tarra ditengah Ben & Jody memiliki rahasia yang mengancam keberlangsungan kedai kopi mereka. Tidak seperti Filosofi Kopi yang lalu dimana penonton disuguhi dengan seputar kopi, seperti istilah, jenis dan alat pembuat kopi serta meraciknya, di film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini lebih banyak menceritakan konflik kedua sahabat tersebut dengan tokoh baru dan kehidupan mereka masing-masing.

Film yang ditulis oleh 3 orang penulis skenario ini seperti Jenny Jusuf, M. Irfan Ramli dan Angga Dwimas Sasongko menghadirkan pesan moral yang cukup baik meski samar ditampilkan. Seperti misalnya adanya adegan bagaimana kesalnya Ben sewaktu ayahnya wafat dan dikirimi bunga oleh orang yang telah membunuh perekonomian keluarganya karena perebutan lahan petani kopi dengan pengusaha kelapa sawit. Konflik itu pula yang menyebabkan ibunya terbunuh.

Cerita yang dirangkai inipun, sebenarnya banyak terjadi di zaman sekarang.  Petani kopi yang tergusur oleh oknum-oknum pengusaha perkebunan lainnya  yang dengan seenaknya membabat lahan perkebunan mereka tanpa pandang bulu. Dari sisi cerita, apalagi ditulis oleh 3 orang penulis skenario, seharusnya film ini lebih banyak menampilkan dialog yang segar dan konflik yang lebih banyak.

Penasaran dengan film sekuel dua sahabat ini? Saksikan perjalanan Ben dan Jody di bioskop mulai tanggal 13 Juli 2017/ YDhew

 

Wednesday, 05 July 2017 11:28

Bestival Bali 2017

Menampilkan Diantaranya Rob da Bank dan De La Soul

Bestival adalah sebuah festival musik yang berbasis di Inggris Selatan. Festival yang menjadi bagian dari rangkaian festival Eropa setiap tahunnya ini akan menyapa para penikmat musik di Indonesia tahun ini. Lewat konsep yang hampir sama dengan Glastonbury dan Fuji Rock Festival, para pengunjung Bestival bisa berkemah di lokasi acara selama festival berlangsung.

Gelaran asal Britania Raya yang telah meraih berbagai penghargaan ini, mengembangkan sayapnya ke Indonesia lewat tema Bestival Bali 2017 dan akan digelar pada 30 September dan 1 Oktober mendatang di Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Sebagai pengisi acara utama, Bestival membawa Alt-J, Rudimental (DJ set), De La Soul, George Clinton & Parliament-Funkadelic, Purity Ring, The Cuban Brothers, dan Rob da Bank. Ada pula dua perwakilan dari dalam negeri, yaitu Stars and Rabbit dan Ras Muhammad. Masih ada artis-artis lain yang akan diumumkan menyusul.

Rob da Bank selaku kurator dari Bestival mengatakan, "Saya tak bisa memikirkan tempat yang lebih baik lagi di dunia untuk melaksanakan festival baru selain di Bali, tempat yang indah, budaya yang mengesankan, musik yang hebat, dan jangan memulai saya untuk bicara tentang selancar, sejarah, alam dan orang-orangnya."

02 Bestival IstimewaBestival Bali 2017 (Istimewa)

Keriaan ini sering juga disebut sebagai Escapist Festival Wonderland, Bestival akan memanjakan para pengunjung dengan beragam fasilitas seperti bar koktail mewah dan pasar jajanan, baik makanan lokal maupun global selama 2 hari.

Tiket sudah mulai dijual melalui situs BestivalBali.com. Ada pun harga tiketnya terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Adult Early Weekend Ticket yang dipatok 200 dollar AS (sekitar Rp 2,6 juta), Adult Weekend seharga 250 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta), Adult VIP 450 dollar AS (sekitar Rp 6 juta), dan meja VIP untuk sepuluh orang seharga 5.000 dollar AS (sekitar Rp 66 juta).

Bestival UK merupakan salah satu festival terpenting di Britania Raya dalam empat belas tahun terakhir, memenangkan banyak penghargaan bergengsi. Festival butik ini mendatangkan 40 ribu penonton setiap tahunnya dan dikenal karena visi kreatif dan suguhan musik elektronik./ Ibonk

 

Monday, 03 July 2017 14:46

Sweet 20

Bertabur Bintang dan Lagu Klasik

Film Sweet 20 ini mengadaptasi dari film asal Korea Selatan Miss Granny, yang laris manis  di tahun 2014 lalu dan meraih kesuksesan di negaranya sendiri. Lewat kisah yang dibumbui komedi, film ini tayang di bioskop sejak tanggal 25 Juni 2017.  Boleh dikata cukup sukses menarik penonton di hari lebaran. Meskipun diadaptasi dari film aslinya, Sweet 20 juga hadir dengan nuansa lokal dan disesuaikan dengan budaya Indonesia.

Kisah berawal dari sebuah keluarga yang didalamnya terdapat seorang nenek yang berusia 70 tahun bernama Fatmawati diperankan oleh Niniek L. Karim. Fatma, begitu dia biasa dipanggil tinggal bersama anaknya yang semata wayang dan seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu Salma (Cut Mini) dan kedua cucunya Juno (Kevin Julio), Luna (Alexa Key).

Dalam kehidupan nyata, Fatma banyak ikut campur dalam rumah tangga anaknya. Ia tidak disukai keluarga anaknya karena kecerewatannya. Salma, sang menantupun akhirnya jatuh sakit karena tidak tahan dengan cerewetnya Fatma. Hal ini yang mengakibatkan Aditya dan Luna ingin memasukkannya ke panti jompo.

Fatma yang mendengar hal tersebut merasa kecewa, dan iapun pergi dari rumahnya. Sampai pada perjalanannya pergi dari rumah, Fatma menemukan sebuah toko yang merupakan studio foto. Fatma berkeinginan membuat foto wajahnya yang belum terlalu tua untuk diabadikan, agar dapat menjadi foto pemakamannya nanti tampak cantik.

02 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Kisahpun dimulai dari sini, setelah di foto keajaibanpun terjadi, Fatma berubah menjadi seorang gadis remaja berusia 20 tahun. Fatma yang tersadar akhirnya merubah namanya menjadi Mieke Wijaya (Tatjana Saphira) yang memulai hidupnya dan mewujudkan mimpinya. Fatma dahulu berkeinginan menjadi seorang penyanyi dan merubah penampilannya dengan dandanan era tahun 60-an yang bergaya klasik. Diluar itu, Aditya sangat resah karena kehilangan sang ibu dan mulai mencari keberadaan ibunya.

Sosok Mieke yang cantik mengingatkan sahabatnya, Hamzah (Slamet Rahardjo) yang sejak dulu jatuh hati kepada Fatma makin jatuh hati setelah mengetahui bahwa sosok Mieke yang muda dan cantik adalah Fatmawati. Sementara itu kehadiran Mieke mulai menarik perhatian dua lelaki lainnya, Juno dan Alan (Morgan Oey) seorang produser TV yang tertarik dengan kecantikan dan suara Mieke.

Mieke yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyanyi akhirnya menjadi vokalis di band cucunya Juno. Disini Mieke mulai merasa bingung, disatu sisi ia rindu akan kehidupannya sebagai Fatmawati, namun juga mulai merasakan jatuh cinta kembali terhadap Alan.

Film bertema drama komedi ini, layak dijadikan tontonan untuk keluarga. Selain menghibur juga ada pesan moral didalamnya. Dibumbui dengan komedi yang khas yang membuat penonton tertawa, film ini juga berisi adegan yang menguras air mata. Celetukan-celetukan dan tingkah konyol yang dihadirkan pun terkesan natural dan tidak dipaksakan, alur cerita yang unik juga tidak membosankan.

03 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Yang menarik dari film ini adalah selain bertaburan aktor dan aktris berbakat, juga menyajikan 6 lagu lawas klasik yang di aransemen ulang, seperti ‘Payung Fantasi’, ‘Selayang Pandang’, ‘Layu Sebelum Berkembang’, ‘Bing’, ‘Meraih Asa’ dan ‘Tentang Cinta’.

Setiap lagu berhasil mewakili alur cerita, bahkan 3 lagu dinyanyikan sendiri oleh Tatjana Saphira, yakni  ‘Bing’, ‘Payung Fantasi’ dan ‘Layu Sebelum Berkembang’. Sementara lagu 'Meraih Asa' dibawakan oleh  Alexa Key, ‘Selayang Pandang’ oleh Gugun Blues Shelter, serta ‘Terong Dicabein’ oleh Siti Badriah. Tak heran film ini disebut dengan paket lengkap, selain skenario yang asyik juga dengan adanya scoring yang asyik didengar, ditambah dengan pemain yang bagus.

Akting Tjajana pun nyaris tanpa cela, meski diadu berakting dengan peraih piala citra seperti Niniek L. Karim, Slamet Rahardjo dan juga Widyawati. Hadirnya Tika Panggabean sebagai anak dari Hamzah menambah poin tersendiri di fim ini meski porsi yang ditampilkan tidak banyak. Dalam hal pemilihan kostum, lokasi dan juga audio visual sang sutradara Ody C Harahap cukup pantas diacungi jempol dimana penonton dimanjakan dengan penataan gambar tempo dulu.

Pemilihan lokasi syuting di Bandung, dirasa sangat cocok dengan suasana unik dan klasiknya, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri selain para pemain yang terdiri dari lintas generasi. Begitulah, meski film ini berisi cerita yang tidak masuk akal namun cukup menghibur dengan alur cerita yang ringan yang banyak disukai penonton tanah air. Secara keseluruhan film ini cukup berhasil menjadi sebuah tontonan keluarga di tengah liburan. Penasaran dengan akhir dari film ini? Segera sambangi bioskop favorit anda, mumpung film ini masih diputar/ YDhew

 

Monday, 03 July 2017 12:57

Anggun

Segera Menyelesaikan Album Terbaru

Hampir sebahagian besar penduduk Indonesia kenal akan sosoknya. Ikon musik nasional, juara World Music Award, juri Internasional Asia’s Got Talent dan Goodwill Ambassador United Nations, itulah Anggun Cipta Sasmi yang beken dengan panggilan Anggun, yang  mengejar kesuksesannya di Eropa sejak bertahun-tahun lalu.

Kini, album berbahasa Perancisnya mendapatkan penghargaan Gold Album di Perancis, dan menjadi sebuah pencapaian fantastis bagi seorang entertainer asal Indonesia.

Sejauh ini ia telah melewati lebih dari tur 60 tanggal pertunjukan, dan beberapa hari yang lalu Anggun tampil sebagai bintang utama pada festival bergengsi FIMA di Baccarat, Perancis. Disambut meriah oleh kerumunan penonton di ajang festival ini, mereka ngotot untuk menyaksikan penyanyi asal Indonesia tersebut tampil di panggung. Anggun tampak membawakan sebuah penampilan yang kuat dan elegan yang memukau penonton.

“Sangat indah, senang sekali dapat melihat Anggun tampil live. Ini merupakan salah satu pertunjukan musik terbaik yang pernah saya tonton selama ini,” terang seorang fans yang cukup antusias menggambarkan penampilan Anggun yang tampil fantastis didampingi oleh empat musisi ini.

02 Anggun IstimewaAnggun (Istimewa)

Gambar-gambar yang dipublikasikan pada jejaring sosial juga menjadi cerita sendiri. Penonton yang penuh sesak pun tampak ceria dan terkesan dengan vokal kuat Anggun, juga aksi panggung yang mempesona. “Saya melakukan pertunjukan terakhir dari jadwal tur Eropa saya disini, di Perancis sebelum menyelesaikan album Internasional saya”, ujar Anggun.

“Sebenarnya saya  sedikit sedih karena rangkaian tur ini harus berakhir, namun pada saat yang bersamaan juga sangat antusias untuk segera kembali ke Asia, terutama di Indonesia, untuk mempromosikan album Internasional terbaru saya. Saya sudah sangat rindu dengan penggemar di Indonesia,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, Anggun juga akan terbang ke New York, Amerika, untuk tampil pada ajang musik bergengsi Big Apple Music Awards dimana ia dinominasikan sebagai Word Best-Selling Asian Female Artist atau Artis Wanita Asia PenjualanTerbaik Dunia./ Ibonk

Wednesday, 21 June 2017 11:54

Film Suatu Hari Nanti

Menawarkan Keindahan Alam Swiss

Beberapa tahun terakhir ini, sineas film Indonesia banyak menyuguhkan panorama keindahan mancanegara. Bisa jadi ini memang tuntutan cerita atau hanya sebagai pemikat penonton. Keadaan ini juga berlaku untuk Evergreen Pictures dan Rumah Film yang kembali menawarkan keindahan alam di benua Eropa melalui film yang bertajuk “Satu Hari Nanti” . Film ini merupakan proyek bersama dengan pemerintah Swiss yang menyodorkan lansekap kota-kota di negara tersebut sebagai latar cerita.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo ini menceritakan kehidupan dua pasang kekasih yang gelisah dalam membangun komitmen di negeri rantau. Pemain yang terlibaat di film ini antara lain Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, hingga Ayushita Nugraha.

“Lokasi full di Swiss. Secara skrip, 99 persen cerita di sana. Produksi juga kami kerjakan di Swiss, tanpa harus akal-akalan bikin set di tanah air,” tutur Salman dalam rilis yang diterima NewsMusik Senin (20/6).

 Kota-kota yang akan dipilih menjadi latar belakang film ini adalah Thun dan Interlaken. Selanjutnya masih ada Brienz, Bern, serta salah satu puncak tertinggi Eropa, Jungfrau. Thun sendiri adalah kota kecil yang terkenal dengan danau cantiknya, selain itu terdapat pula sebuah kastil tua beserta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi.

02 Kleinn Scheidegg Stasiun menuju Jungfrau IstimewaKleinn Scheidegg, Stasiun menuju Jungfrau (Foto: Istimewa)

Sementara Interlaken merupakan sebuah kota destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Terletak di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Lantas lanjut ke ke resort wisata puncak Jungfrau, namanya Jungfraujoch. Ini merupakan kawasan wisata dengan posisi unik, dibangun di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen. Wisatawan bisa menempuh 2 jam perjalanan kereta api untuk menuju puncaknya.

Kemudian Brienz, kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional Swiss dan tampak pada arsitektur rumahnya. Di sini ada danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es. Lokasi terakhir yang dipilih adalah Bern, ibukota Swiss nan asri dan juga masih banyaknya bangunan klasik yang masih orisinil sejak dahulu.

Proses pengambilan gambar film ini berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam. Dan sudah mulai dalam tahap pasca produksi. Sementara untuk tanggal rilis, produser Dienan Silmy memastikan sekitar akhir tahun 2017./ YDhew

Tuesday, 20 June 2017 13:21

Ahmad Al Ghazali

Musik Tetap Yang Utama

Potensi musik yang di dapat seseorang berbeda-beda, ada yang sekedar hobby, ikut-ikutan ataupun warisan dari orang tua. Seperti yang dialami oleh artis yang berwajah tampan dan dikenal dengan panggilan Al Ghazali atau biasa dipanggil Al. Bakat seni yang mengalir dari ayah dan ibunya  mengalir pada tubuh Al. Sejak kecil sudah mengenal musik, mulai memainkan berbagai macam alat musik sejak usia sekolah dasar.

Sebagai putra sulung dari mantan pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Al memang memiliki bakat di bidang musik dalam dirinya. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan, pria kelahiran 1 September 1997 ini mempunyai idealisme tersendiri dalam bermusik.

Karirnya di industri hiburan tanah air diawali dengan sebuah band bentukan Ahmad Dhani, Lucky Laki bersama dua saudaranya. Lewat lagu ‘Superman’ dengan video klip dibuat berlatar belakang masa kecil Al, El dan Dul bersama ayahnya cukup mendapat sambutan di kalangan penikmat musik tanah air. Band bergenre rock ini menelurkan album pertama “New Beginning 09” pada tahun 2009. Dalam band tersebut Al memilih pada posisi gitar dan vokal dibantu dengan adik bungsunya, Dul.

Selepas single ‘Aku Suka Bersama Orang Yang Aku Suka’ yang disingkat menjadi ASBOYS, Lucki Laki pun vakum. Al sempat memberikan statement bahwa sebetulnya dirinya tidak tertarik untuk menjadi anak band. Lalu ia mencoba peruntungannya terjun ke dunia DJ. Ketertarikannya pada DJ, adalah karena sang bunda yang telah terlebih dahulu terjun ke dunia tersebut.

02 Al Ghazali YDhewAl Ghazali (YDhew)

Maia yang melihat ketertarikan Al tersebut, akhirnya mewariskan seperangkat alat DJ kepada dirinya. Akhirnya, Al pun berkarir sebagai peramu musik dan memainkan turn table. Bagaimana dengan karirnya sebagai musisi/ penyanyi? Al tidak meninggalkan hal tersebut, Dibawah payung Republik Cinta Records dan Pelangi Records, Al pun bersolo karier dengan merilis single ‘Kurayu Bidadari’ dan ‘Kasidah Cinta’. Pada waktu yang bersamaan Al juga memulai terjun juga ke dunia akting dengan membintangi film layar lebar yang berjudul “Runaway”.

Di tahun 2015, bersama kedua adiknya El dan Dul, Al kembali membentuk band dengan nama Ahmad Bersaudara dan juga Al kembali merilis single solonya yang berjudul ‘Lagu Galau’. Al yang memang piawai memainkan beragam alat musik, juga pernah terlibat dalam beberapa proyek musik, baik bersama ayahnya ataupun musisi lain. Semakin mantap menapaki karir di bidang musik, di tahun 2016 lalu, Al kembali merilis single-nya yang bertajuk ‘Amnesia’ dengan sentuhan up beat dengan electronic dance music karyanya sendiri.

Lepas dari tuntunan sang ayah terhadap kariernya, di usianya yang telah dewasa Al terlihat semakin matang.  Ia dijuluki artis multi talenta, dan saat ini lebih memilih fokus ke dunia DJ. Ditemui di Raffles Hotel, Jakarta pekan lalu, Al saat ini tengah disibukkan sebagai produser dan mastering lagu,. Ia mengaku bahwa dirinya mempunyai impian sebagai musisi dan pencipta lagu. “Musik memang yang utama buat saya, entah akan seperti apa saya tanpa musik”, ujar Al./ YDhew

 

Saturday, 17 June 2017 10:34

Obin The Flops

Warna dan Semangat Reggae Terbarukan

Mengusung genre musik beraliran reggae adalah sebuah kebanggaan sendiri bagi setiap individu yang ada di Obin The Flops (OTF). Bagaimana tidak, sejak berdiri pada 2010 silam, Obin The Flops seakan tidak putus akal hanya memainkan musik reggae yang biasa-biasa saja. Mereka dengan berani malah membuka diri untuk memasukkan berbagai macam unsur  musik lainnya, seperti hip metal, ska ataupun blues.

Di pertengahan tahun ini, pasukan reggae ini berhasil meluncurkan single perdana mereka yang berjudul ‘Pasti-Pasti Aja’. Ini murni ciptaan Obin, dan mereka menggandeng Berry "Saint Loco" salah satu musisi Hip Rock Indonesia untuk memberikan warna lain dalam lagu tersebut. Sebuah langkah berani karena lumayan menantang arus.

OTF saat ini digawangi oleh Obin (bass/ vokal), Joshua (vokal), Mike (DJ), dan Chris (gitar). Khusus single ‘Pasti-Pasti Aja’ yang diluncurkan dalam versi rekaman ini, masih dilantunkan oleh almarhum Choky, vokalis terdahulu group ini.

Obin mengungkapkan bahwa ini adalah bentuk penghormatan mereka kepada almarhum Choky, karena hampir 85% album Obin The Flops sudah digarap bersama Choky kala itu (3 tahun lalu). “Ketika Choky meninggal, saya sempat patah semangat buat merampungkan album ini. Namun saya berterima kasih, karena banyak teman-teman yang mendukung, seperti Mike (DJ) yang kini jadi personel sekaligus Eksekutif Produser, Nico Veryandi sebagai arranger juga bertindak sebagai produser,” ungkap Obin, pada saat temu media di SiNi Records, Kemang, Jakarta, Jumat (16/6).

02 Obin The Flops IbonkObin The Flops (Ibonk)

Kolaborasi OTF dan Berry “Saint Loco” dalam single ini sedikit banyak menjadikan musik mereka sedikit bergaya hip dengan rap core dalam komposisi reggae yang unik. Ditambah lagi sentuhan Mike sebagai DJ memberi warna tersendiri. “Dalam prosesnya tidak ada yang sulit, chemistry langsung dapet. Karena saya juga menyukai musik reggae dan asyik saja bisa ikut memberikan kontribusi di part-part tertentu,” terang Berry.

Semangat serupa dan optimis juga ditunjukkan oleh Nico Veryandi selaku produser kala menjawab pertanyaan NewsMusik, “OTF sendiri adalah sebuah produk yang beda, boleh dikatakan melawan arus. Ini sebuah keuntungan, karena semua akan melihat. OTF berbeda dari band-band reggae yang ada. Band reggae yang berani memasukkan unsur baru dalam karyanya. Soal keberhasilan lebih kepada unsur keberuntungan saja, tapi secara produk OTF menjanjikan. Urusan laku atau tidak, kita lihat saja,” ujar Nico.

Saat inipun sebenarnya OTF tengah mengumpulkan materi lagu untuk album kedua. Album kedua nantinya murni akan diisi oleh personil yang ada pada saat ini. Diluar OTF, mereka  bukanlah orang-orang baru, semua personel telah malang melintang sebagai musisi additional di sejumlah band reggae Indonesia.

03 Obin The Flops and Producer IbonkObin The Flops and Producer (Ibonk)

Diluar ini semua, beban terberat tentunya ada dipunggung Joshua sebagai frontman yang menggantikan posisi almarhum Choky. Ia mengakui bahwa karakter suara yang ia miliki berbeda. “Sebisa mungkin harus tampil sesuai karakter gua sendiri, Almarhum memang panutan gua, seperti caranya merangkul fans saat live, dan performed doi itu nggak pernah basi. Kalo bisa, ya gua harus lebih”, jujur Joshua.

OTF memang memiliki harapan agar musik reggae dapat dinikmati semua kalangan, tidak hanya dijadikan sekedar trend musik saja. Sebuah fakta cukup baik bahwa  beberapa tahun belakangan ini, musik reggae sudah berkembang cukup pesat. Makin banyak diminati oleh para orang muda Jakarta. Bravo Obin The Flops..../ Ibonk

 

Page 7 of 119