NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 15 February 2018 03:27

Kulari ke Pantai

Film Garapan Terbaru Riri Riza dan Mira Lesmana

Duo kolaborator, produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza tercatat telah berhasil mencetak dua film anak-anak legendaris dengan jutaan penonton yaitu Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi. Kini keduanya akan kembali menghadirkan film anak-anak yang digadang-gadang terbesar di tahun 2018 ini.
 
"Dunia perfilman Indonesia semakin ramai, namun terlalu sedikit film anak-anak yang diproduksi. Saya merasa anak-anak Indonesia perlu ikut merayakan ramainya film Indonesia di bioskop. Selain itu, adalah hal penting bagi anak-anak untuk lebih banyak melihat Indonesia dan mendengar bahasa Indonesia di layar lebar", ujar Mira Lesmana sesuai dengan rilis yang diterima NewsMusik, Senin, 12 Februari 2018.
 
Film bertajuk Kulari Ke Pantai ini merupakan film bergenre drama komedi dan akan melibatkan anak-anak berbakat. Mereka sebagian besar baru pertama kali muncul di layar lebar. Film ini juga dimeriahkan oleh aktor-aktor papan atas dan komika ternama Indonesia.
 
Film garapan Miles Films ditujukan untuk anak-anak dan seluruh keluarga Indonesia yang akan membawa penonton menjelajah Pulau Jawa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer melalui sebuah perjalanan darat yang mengasyikkan dan penuh kejutan, dari Jakarta hingga ke Banyuwangi. Kita juga akan di bawa ke Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur.

02 Marsha Timothy Kulari Ke Pantai Istimewa

Marsha Timothy-Kulari Ke Pantai (Foto: Istimewa)

"Menurut saya, melakukan perjalanan bersama keluarga adalah pengalaman yang tidak ada duanya. Mau tidak mau kita akan menghabiskan waktu bersama, berinteraksi, dan mendapatkan berbagai pengalaman yang akan memberikan kita kenangan yang luar biasa," imbuh Riri Riza.
 
Miles Films telah mempublikasikan dua poster karakter film Kulari Ke Pantai yang memperkenalkan tiga pemeran utamanya, Maisha Kanna (sebagai Sam) dan Lil'li Latisha (sebagai Happy), bersama Marsha Timothy (sebagai Uci).
 
Sampai rilis ini diterima, film ini tengah memasuki tahap persiapan akhir dan akan memulai produksi di awal Maret ini./ Nad

Rilis 3 Karakter Utama ke Publik

Untuk memperkenalkan karakter-karakter yang terlibat dalam film "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212", Lifelike Pictures segera saja merilis poster 3 karakter utamanya. Ketiga karakter utama tersebut adalah Wiro Sableng, Bujang Gila Tapak Sakti, dan Anggini. Poster karakter yang dirilis pada 13 Februari 2018 itu menjadi pembuka dari sederet poster karakter lain yang akan dirilis secara berkala dalam beberapa bulan ke depan.

Adapun maksud lainnya dari yang telah disebutkan diatas, adalah juga bertujuan untuk mengenalkan penampilan para karakter dalam balutan kostum serta senjata yang dirancang oleh Adrianto Sinaga selaku Production Designer film ini.  Desain kostum dan senjata yang dibuat untuk tiap karakter sengaja lebih dekat dengan sentuhan fantasi Nusantara. Makin berkarakter lagi setelah dipadukan dengan silat hasil koreografi bertarung a la Yayan Ruhian.

Seperti yang kita ketahui bahwa, Wiro Sableng adalah seorang pendekar yang suka menertawakan dirinya sendiri. Karakternya adalah usil tapi lucu, nyeleneh tapi cerdas, sakti tapi sableng. Wiro dibesarkan dan dididik selama 17 tahun oleh gurunya, Sinto Gendeng, di puncak Gunung Gede, serta diwarisi Kapak Maut Naga Geni 212 sebagai senjata andalannya. Sebagai pendekar, Wiro cukup sering terlibat dalam petualangan yang cukup seru.

Wiro Sableng sendiri diperankan oleh Vino G. Bastian yang merupakan anak dari almarhum Bastian Tito, penulis buku cerita silat Wiro Sableng. Sedangkan Fariz Alfarazi di dapuk untuk memerankan Bujang Gila Tapak Sakti, seorang pendekar bertubuh tambun dengan pakaian terbalik yang selalu membawa sebuah kipas lipat. Tak kalah nyeleneh, Bujang juga seorang pendekar bersifat jenaka dengan kemampuan bela diri yang luar biasa.

02 Wiro Sableng Anggini Bujang Gila Tapak Sakti Istimewa

Wiro Sableng, Anggini & Bujang Gila Tapak Sakti (Foto: Istimewa)

Bujang Gila Tapak Sakti sendiri merupakan peran besar pertama yang dipercayakan kepada Fariz Alfarazi. Namun kemampuan seni perannya tidak kalah dengan para aktor lain, lewat latar belakang bela diri pencak silat yang dimilikinya, Fariz mampu menghidupkan karakter Bujang dengan sangat baik.

Nah, karakter ketiga adalah Anggini yang dititipkan kepada si cantik Sherina Munaf. Anggini adalah murid dari Dewa Tuak yang dijodohkan oleh sang guru dengan Wiro Sableng. Sebagai sosok yang independen, Anggini berusaha menempuh jalannya untuk menjadi pendekar dalam balutan kostum serba ungu, dengan selendang ungu, dan paku perak sebagai senjatanya.

Film ini sendiri merupakan lompatan kembali Sherina untuk kembali mengambil peran dalam scene layar lebar setelah debutnya 17 tahun lalu dalam Petualangan Sherina. Latar belakangnya sebagai penyanyi dan juga atlet Wushu tentunya sangat menolong dirinya menyelami perannya dalam film Wiro Sableng ini.

Film yang diproduksi Lifelike Pictures dan 20th Century Fox ini diproduseri oleh Sheila Timothy, disutradarai Angga Dwimas Sasongko, dan ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, Tumpal Tampubolon dan Sheila Timothy. Sedikit bocoran, mereka berencana akan merilis film ini pada September 2018 mendatang./ Ibonk

Monday, 12 February 2018 04:50

LAFF Festival 2018

Sukses Membakar Jakarta

Tak bisa dipungkiri lagi kalau Jakarta adalah sebuah kota yang memang menjadi pusat pagelaran atau keriaan dalam bentuk bermacam-macam. Sebuah kota yang takkan pernah sepi dari dentuman musik yang datang silih berganti. Tercatat cukup banyak event sejenis yang terselenggara disini, baik berskala lokal sampai internasional.

Seperti yang terjadi pada akhir pekan kemarin, dimana pagelaran musik dengan tajuk LAFF Festival 2018 dihelat di hari Sabtu, (10/2) di Convention Center, Senayan, Jakarta dengan menggelontorkan nama-nama beken di skena musik dalam dan luar negeri, dan membawanya ke atas panggung event tersebut.

Lewat tema “Loveable Project with Fabulous Acts”, LAFF Festival 2018 menghadirkan 11 konser special. Secara bergantian mereka tampil mengisi 3 panggung (Love, Hope dan Passion), dimana di setiap tampil masing-masing artis diberi kesempatan 45-60 menit untuk menghibur penonton.

Tak perlu juga harus manteng di masing-masing panggung, bagi penonton yang ingin menyaksikan ketiga aksi panggung sekaligus bisa langsung menyimaknya dari Movie Area di hall JCC Senayan. Sebuah tawaran praktis yang ternyata banyak diminati.

Malam itu keriaan dibuka dari panggung Love yang menghadirkan renyahnya lantunan vokal Andien. Lalu berturut-turut diramaikan dengan tampilan Raisa, Handmade Experience, Anne Marie, serta CL. Keramaian juga tampak sama di panggung Hope yang diisi Yura & Tuan-Tuan, RAN, Teza Sumendra & Reza Rahadian, dan D'Essentials of Groove.

02 Kahitsna IbonkKahitsna (foto: Ibonk)

Tak kalah menarik ketika kita melongok ke panggung Passion yang memunculkan kelompok band baru Kahitsna atau Kahitna versi cewek, NEV+ Sophia Latjuba, Hening Taifun & Barasuara, serta Thorn & Roses.

Balik lagi ke Kahitsna, kelompok yang khusus dibentuk untuk meramaikan LAFF Festival 2018 ini digawangi oleh Mikha Tambayong, Lala Karmela dan Radhini bersama enam pemain musik wanita yakni Sheila Permatasaka (bas), Kartika Sebayang (perkusi), Ava Victoria (biola), Misi Angelita Lesar (gitar), Ganbriella Miranda (piano), dan Jeane Phialsa (drum).

Tak perlu menebak-nebak apa yang mereka bawakan, segelontoran lagu-lagu hits milik Kahitna yang telah diaransemen ulang oleh Yovie Widianto pun bergantian hadir di panggung. Mikha Tambayong membawakan ‘Mantan Terindah’ dalam posisi solo, kemudian Lala Karmela dan Radhini bergabung dengan membawakan satu lagu Soulmate.

Di panggung Passion, Duet NEV+ (Randy, Rama, Ariel, Andri dan Andro yang merupakan band pecahan Nidji, setelah Giring cuti menyanyi dan berkarir di politik) bersama Dea Dalila sukses membakar semangat penonton.

Dea membawakan beberapa lagu Nidji dengan konsep electronic dance music diiringi NEV+ antara lain ‘Hapus Aku’, ‘Di Atas Awan’, ‘Arti Sahabat’, ‘Disco Lazy Time’, ‘Biarlah’, dan ‘Sudah.’ Dea juga membawakan singel andalannya ‘Cinta 99%’. Dea Delila menutup penampilannnya dengan lagu ‘Pesawat Tempur’ yang dipopulerkan Iwan Fals.

03 Shopia Latjuba IbonkShopia Latjuba (foto: Ibonk)

Lepas itu, mata penonton tertuju pada sosok Sophia Latjuba yang hadir dengan gaun merah sebagai kolaborator selanjutnya bersama NEV+. Meski baru pertama kali tampil, mereka tampak kompak. Mereka menyuguhkan lagu berjudul “This Is Not America” (milik penyanyi David Bowie). Dilanjutkan dengan “Linger”, (The Cranberries).

Tanpa berlama-lama, Randy langsung memutarkan suara elektro dari synthesizer. Lirik ‘Kangen’, yang dipopulerkan Dewa 19 pun dinyanyikan oleh Sophia berbarengan dengan kemunculan Dea. Kolaborasi Sophia dan Dea berlanjut dengan lagu ‘Laskar Pelangi’. Sophia mengajak para penonton untuk bernyanyi bersama.

Sebenarnya kehebohan cukup banyak dihadirkan di tiap panggung yang diisi oleh nama-nama lain seperti Throne Roses Jevin Julian x Random Brothers feat. Neonomora, Ramengvrl, Andini, ataupun The Brand New Heavies.

Dua penampil internasional di Love stage, Anne Marie dan CL menutup gelaran LAFF Festival 2018 tersebut.  Anne Marie membawakan lagu-lagu hitsnya seperti ‘Rockabye’, ‘Then’, ataupun ‘Friends’, single barunya yang berduet bersama Marshmello. Sementara CL pun juga turut membawakan hits populernya seperti ‘Dirty Vibe’, ‘LIFTED’, ‘Hello B+tch’, serta beberapa lagu dqri bandnya terdahulu ‘Can’t Nobody’ dan ‘Gotta Be You’./ Fik

 

Tuesday, 13 February 2018 03:52

Sule dan Rizky Febian

Adu Akting di Film Hongkong Kasarung

Sule dan Rizky Febian sama-sama terjun ke dunia hiburan tanah air namun keduanya memiliki jalur yang berbeda. Sule seperti kita ketahui adalah seorang komedian dan Rizky menyanyi. Tak malu disebut aji mumpung, mereka dipertemukan dalam satu film layar lebar berjudul “Hongkong Kasarung”.

“Iya memang aji mumpunglah, mumpung dia lagi di atas, mumpung dia anak saya juga,” canda Sule ditemui di Senayan City, Jakarta Selatan, Senin (12/2). “Kebetulan ini film Eric, sebagai sutradara dia juga yang nulis. Ada kebutuhan lagu dan sosok anak muda, tadinya memang mau pakai yang lain tapi saya usulkan kenapa tidak anak saya aja,” tambah Sule.

Film garapan Atomoro Pictures ini didukung oleh beberapa selebritis tersohor lainnya seperti Pamela Bowie, Parto Patrio, Iwa K, Selvi Kitty dan masih banyak nama-nama lainnya. Sule yang sudah beberapa kali membintangi film bergenre komedi, beranggapan bahwa film ini memiliki tantangan tersendiri karena berbeda dari film-film yang dia lakoni sebelumnya.

“Ini film drama banget, bayangkan saya harus beradu akting dengan anak saya dan harus menangis disitu. Bingung juga karena film ini drama banget,” ungkap komedian yang bernama lengkap Entis Sutisna ini.

Ditemui di kesempatan yang sama, Rizky merasa senang bisa bermain bersama sang ayah yang menjadi idolanya ini meskipun merasa canggung beradu akting dengan sang ayah. “Canggungnya karena diperan ini ada salah satu scene yang Iky (panggilan Rizky Febian) harus akting marah-marah ke ayah dan kita tidak kenal sama sekali. Itu aja sih,” ujar Rizky.

02 Pemain dan kru yang terlibat dalam film Hongkong Kasarung NadPemain dan kru yang terlibat dalam film Hongkong Kasarung (foto: Nad)

Alasan lainnya mengapa Rizky tertarik untuk ikut bermain di film ini, karena film ini mengangkat budaya Jawa Barat tanah kelahirannya. “Saya lihat ceritanya bagus, budaya Sunda benar-benar diangkat di sini dan Iky memang ingin terlibat di dalamnya,” kata penyanyi berusia 19 tahun ini.

Film Hongkong Kasarung menceritakan tentang Sule, pemuda kampung yang tidak bisa jauh dari Emak (Yatie Surachman) dan selelau peduli dengan orang-orang sekitarnya. Namun kepeduliannya tersebut kadang menyulitkan dirinya sendiri.

Sule yang bercita-cita merebut kembali kekasihnya (Selvi Kitty) yang direbut oleh teman sekampungnya, Cecep (Rizki Firdaus/ Uus) yang terlihat sukses setelah bekerja di negeri tetangga, Malaysia. Sule pun kemudian nekat merantau juga ke negeri tetangga dengan dibantu oleh pamannya, Mang Maswi (Sas Wijanarko) si makelar proyek fiktif. Dengan tujuan ingin menjadi orang sukses, dan bertekad untuk merebut kekasihnya kembali.

Namun nasib sial dialami Sule yang justru tersesat di negara lain, alih-alih ke Malaysia Sule malah tersesat di Hongkong. Disinilah Sule kemudian bertemu dengan gadis cantik berjiwa petualang anak seorang pengusaha di Indonesia, Aline (Pamela Bowie).

03 Rizky Febian & Tim NadRizky Febian & Tim (foto: Nad)

Dari sinilah Sule menemui beragam petualangan bersama Aline, yang ternyata ayahnya, Rengga (George Rudy) terlibat masalah dengan preman lokal (Bos K) yang diperankan oleh Iwa K. Bahkan Sule terlibat dengan pembunuh bayaran dan berurusan dengannya.

Ditanya mengenai perannya yang mengharuskan ada beberapa adegan perkelahian, Sule mengaku tidak merasa kesulitan dengan adegan tersebut. Lagi-lagi dengan gaya candaannya Sule mengaku bahwa adegan tersebut tidak perlu latihan secara khusus. “Gampang itu, semua kan bisa diulang, nggak bener-beneran dipukul, cuma kelihatannya aja adu jotos namanya juga akting,” ungkapnya.

Begitulah, film ini bukan hanya memuat kalimat lucu, ataupun sesi drama tetapi juga menjual beberapa aksi laga kehadapan penonton. Film Hongkong Kasarung rencananya mulai ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 15 Maret 2018./ Nad

04 Rizky Febian & Sule NadRizky Febian & Sule (foto: Nad)

 

Sunday, 11 February 2018 03:37

Imam Darto

Tampil Heboh di Nonolive 1st Award

Pria yang dikenal sebagai presenter kocak acara di sebuah acara TV Swasta, Imam Darto Sukarno juga dikenal sebagai penyiar radio sejak tahun 2002. Wajah pria kelahiran Jakarta pada 12 November 1982 ini juga tak asing di dunia komika dan stand up comedy dan kerap dipasangkan oleh Dimas Danang sebagai presenter.

Ditemui di acara “The 1st Live Award NONOLIVE  2017”, Imam Darto dan Dimas Danang menjadi salah satu yang menghibur acara yang di adakan di sebuah hotel di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2) lalu. NewsMusik sempat menyaksikan aksi keduanya yang celetukannya kerap membuat gelak tawa penonton kala itu.

Dalam sebuah moment di puncak acara, sontak Darto mengajak pengunjung untuk menari Tango bersamanya di atas panggung. Tanpa diduga muncul sosok berbusana “Wonder Women” yang dengan lincahnya menari dengan berbagai gaya. Belakangan diketahui ternyata Wonder Women tersebut adalah seorang waria, yang juga salah satu host di Nonolive.

Entah terbawa suasana tarian dan musik dari lagu Lavida Loca, Darto langsung beraksi meloncat ke tubuh waria tersebut dan sontak pengunjung heboh dan bersorak sorai. Saat dikonfirmasi mengenai aksinya tersebut, ia mengaku hanya ingin mencaikan suasana malam itu dengan aksi yang tidak disengaja. “Biasa aja itu cuma iseng-iseng doang kok,” ujarnya.

02 Vidi Aldiano NadVidi Aldiano (foto: Nad)

The 1st Live Awards NONOLIVE 2017 ini juga di hadiri oleh Vidi Aldiano yang menyanyikan sepuluh lagu dari beberapa lagu hitsnya seperti ‘Aku Cinta Dia’, ‘Nuansa Bening’, ‘Status Palsu’ dan beberapa lagu terbarunya.

Aplikasi streaming NONOLIVE memasuki usia 1 tahun dengan membuat sebuah acara penghargaan kepada para penggunanya di seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi suatu bentuk apresiasi  NONOLIVE terhadap pengguna aplikasinya yang saat ini sudah mulai banyak yang menggunakan. Mudah-mudahan saja nasibnya tidak seperti Bigo Live yang akhirnya ditutup oleh pemerintah karena banyak disalahgunakan./ Nad

 

Saturday, 10 February 2018 05:54

Lara

Single Keempat dan Rekor MURI

Adalah Lara Silvi Shanta Yuniar Putri yang kini lebih dikenal dengan sebutan  pendek Lara. Dara kelahiran Surabaya, 6 Maret 1995 ini pada dasarnya sudah cukup lama malang melintang dipanggung musi dikotanya. Anak pertama dari dua bersaudara ini, awalnya lebih menggeluti musik geboy alias dangdut. Jika diukur dari sisi ketenaran, sudah cukup banyak orang yang mengenali kiprahnya.

Namun, hasrat bermusik seseorang bisa saja berubah. Seiring waktu, iapun akhirnya melabuhkan pilihan karir bermusiknya lewat genre pop. Memperlihatkan kesungguhan dirinya dan menandai eksistensi awalnya di skena musik ini secara bertahap iapun meluncurkan 3 tunggalan berjudul ‘Lara’, ‘Kamu’, dan ‘Negotiation’ lagu berbahasa Inggris yang diciptakan sendiri olehnya.

Nah, di awal tahun 2018 ini untuk semakin memperkuat keberadaannya sebagai musisi yang cukup berpotensi, iapun melepas single keempatnya yang bertajuk ‘Mencintaimu Sampai Mati’. Single ini memang bukan lagu baru, karena sebelumnya sudah cukup populer dibawakan oleh band Uthopia.

Tak mau tampil polos hanya melepas lagu recycle tersebut, sekalian dirinya juga berkeinginan untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Lara langsung saja  menggandeng 100 orang musisi dalam satu panggung untuk membawakan single barunya tersebut. "Sebenarnya ini bukan rencana yang cukup matang, langsung diwujudkan ketika  dapat ide. Siapa tahu ini pintu pembuka baru," ujar Lara di bilangan BSD City, Tangerang tatkala selesai memecahkan rekor MURI launching single dengan musisi terbanyak tersebut.

02 Piagam Muri

Lara dan Piagam MURI yang diraihnya (Foto: Ibonk)

Pihak MURI menganggap Lara telah berhasil memboyong 100 musisi untuk membawakan single terbarunya yang yang digarap oleh musisi Alam Urbach. Selain Alam, Lara juga dibantu oleh para musisi seperti Buddhy Haryono, Ari Bias, serta Dygo Drive dan komunitas musisi Tangerang sekitarnya. “Secara garis besar acara ini melibatkan sekitar 20 drummer, 20 keyboardist, 20 gitaris, 10 string, dan ditambah musisi dan instrument lainnya”, jelas Choky, selaku penyelenggara.

Bagi Lara ini merupakan kesuksesan terbesar dalam karir bermusiknya. Ada perasaan lega terpancar diwajahnya, karena untuk dapat mewujudkan semua itu, butuh kerja keras ekstra. Terlebih lagi, untuk memecahkan rekor MURI ini, Lara dan pihak penyelenggara juga  menggandeng intansi pemerintahan seperti Pemerintah Kota Tangerang, Komisi Penyiaran Indonesia dan juga Bekraf Republik Indonesia.

Bagi dara yang pernah mencover lagu ‘Terlalu Manis’ milik Slank di kanal YouTube ini pemecahan rekor MURI merupakan terobosan dan pencapaian besar dalam kariernya. “Langkah ini memiliki arti tersendiri, bayangkan!! Bikin video klip, sekalian dapat MURI dan ini sangat tidak terlupakan," ujar dara yang tengah menjalani pendidikannya di Universitas Paramadina ini.

Sebagai penyanyi dengan keberhasilan yang baru saja dilakukannya serta memiliki talenta dan modal dasar yang baik, Lara cukup optimis akan makin dalam menancapkan kiprahnya di skena musik tanah air./ Ibonk  

Thursday, 08 February 2018 05:37

We The Fest 2018

Munculkan Nama Lorde dan James Bay

Setelah sukses di 4 tahun sebelumnya, kembali festival musim panas We The Fest (WTF) 2018 digelar. Walaupun masih akan diselenggarakan pada pertengahan tahun nanti namun animo yang ditunjukkan oleh penggemar festival ini sudah dapat dirasakan dari sekarang. We The Fest 2018 akan dilaksanakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 20, 21 dan 22 Juli 2018 mendatang.

Lebih seru dan semakin meriah karena WTF 2018 baru saja mengumumkan 15 musisi yang akan tampil di acaranya. Tidak mau terlihat tanggung, pihak penyelenggara langsung menyebut nama Lorde an James Bay akan meramaikan festival tahunan tersebut.

Sangat menarik , mengingat kedua musisi internasional ini cukup banyak memilliki penggemar di tanah air yang menantikan kehadiran mereka. Seperti kita tahu bahwa Lorde adalah penyanyi asal Selandia Baru yang berhasil memenangkan kategori Song of the Year dan Best Pop Vocal Performance di Grammy Awards 2014 untuk lagu ‘Royals’ yang diambil dari debut albumnya “Pure Heroine” yang dirilis pada tahun 2013 silam. Selain itu, ia juga baru saja meretas album keduanya yang berjudul “Meleodrama”
 
Berbicara tentang James Bay, ia juga akan memulai penampilan pertamanya di We The Fest 2018. Solois asal Inggris ini tentu saja sudah mempersiapkan amunisinya untuk menundukkan panggung WTF 2018  gelaran tahunan tersebut dengan sederet lagu hits miliknya. Jelas We The Fest 2018 kali ini akan jadi salah satu festival musik yang sama sekali nggak bisa dilewatkan.

02 Lorde Istimewa

Lorde (Istimewa)

Selain Lorde dan James Bay, We The Fest 2018 juga mengumumkan nama-nama musisi internasional ternama lainnya seperti Honne, Odesza, Alt-J, The Neighbourhood, Louis The Child, Moon Boots hingga Petit Biscuits. Tak lupa juga jagoan-jagoan tanah air seperti Maliq and D’Essentials, Mooner, Pijar, Semenjana, Seringai, ataupun Teza Sumendra. Masih akan ada sederet nama musisi lain yang akan diumumkan mengikuti kabar terakhir ini.
 
Tiket 3-Day Pass dan kelas lain untuk We The Fest 2018 sendiri saat ini sudah dapat dibeli melalui situs resmi dengan harga yang mulai dari Rp 960.000 saja. / Dek

We The Fest 2018
Bakal Dipanaskan Lewat Kehadiran Lorde dan James Bay
 
Setelah sukses di 4 tahun sebelumnya, kembali festival musim panas We The Fest (WTF) 2018 digelar. Walaupun masih akan diselenggarakan pada pertengahan tahun nanti namun animo yang ditunjukkan oleh penggemar festival ini sudah dapat dirasakan dari sekarang. We The Fest 2018 akan dilaksanakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 20, 21 dan 22 Juli 2018 mendatang.

Lebih seru dan semakin meriah karena WTF 2018 baru saja mengumumkan 15 musisi yang akan tampil di acaranya. Tidak mau terlihat tanggung, pihak penyelenggara langsung menyebut nama Lorde an James Bay akan meramaikan festival tahunan tersebut.

Sangat menarik , mengingat kedua musisi internasional ini cukup banyak memilliki penggemar di tanah air yang menantikan kehadiran mereka. Seperti kita tahu bahwa Lorde adalah penyanyi asal Selandia Baru yang berhasil memenangkan kategori Song of the Year dan Best Pop Vocal Performance di Grammy Awards 2014 untuk lagu ‘Royals’ yang diambil dari debut albumnya “Pure Heroine” yang dirilis pada tahun 2013 silam. Selain itu, ia juga baru saja meretas album keduanya yang berjudul “Meleodrama”
 
Berbicara tentang James Bay, ia juga akan memulai penampilan pertamanya di We The Fest 2018. Solois asal Inggris ini tentu saja sudah mempersiapkan amunisinya untuk menundukkan panggung WTF 2018  gelaran tahunan tersebut dengan sederet lagu hits miliknya. Jelas We The Fest 2018 kali ini akan jadi salah satu festival musik yang sama sekali nggak bisa dilewatkan.

Photo_02

Selain Lorde dan James Bay, We The Fest 2018 juga mengumumkan nama-nama musisi internasional ternama lainnya seperti Honne, Odesza, Alt-J, The Neighbourhood, Louis The Child, Moon Boots hingga Petit Biscuits. Tak lupa juga jagoan-jagoan tanah air seperti Maliq and D’Essentials, Mooner, Pijar, Semenjana, Seringai, ataupun Teza Sumendra. Masih akan ada sederet nama musisi lain yang akan diumumkan mengikuti kabar terakhir ini.
 
Tiket 3-Day Pass dan kelas lain untuk We The Fest 2018 sendiri saat ini sudah dapat dibeli melalui situs resmi dengan harga yang mulai dari Rp 960.000 saja. / Dek

Thursday, 08 February 2018 04:11

The BeatStones

Band yang Muncul dari Jalan Batu

Alkisah cerita ini bermula pada tahun 1966 dari sebuah sekolah yang dikenal sebagai SMA 4 Jakarta. Sekolah yang berada di jalan Batu tersebut pada masa-masa itu memang memiliki cerita dan pengalaman tersendiri bagi Freddy, Rully, Jeffrrey dan Johnny Ganda. Apa pasal?  “Waktu itu kami sama-sama bersekolah di SMA 4 di jalan Batu, nge-band bareng dan sepakat untuk menamakan band tersebut dengan Band Irama Jalan Batu,” ungkap Rully.

Ia juga menambahkan kalau ciri mereka adalah dengan membawakan lagu-lagu top era tersebut yakni The Beatles dan The Rolling Stones. Karya-karya super group tersebut saat itu memang sangat populer dan mendunia. “Anak-anak muda di Jakarta, Bandung, Surabaya dan sekitarnya sangat menggandrungi lagu-lagu mereka. Maka kami berempat berusaha keras untuk bisa membawakan setiap lagu yang mereka ciptakan”.

Tak lama berselang, karena ide jahil dan dirasa cukup kekinian serta masih ada korelasi dengan sejarah terbentuknya band mereka, maka dimunculkanlah nama grup The BeatStones yang kalau diterjemahkan secara bebas sebagai Irama Jalan Batu.

Sejak itu, mereka mulai malang melintang menunjukkan kemampuan khas band anak muda. Mulai dari penampilan secara amatir, yang main hanya di pesta-pesta antar teman teman sampai yang agak serius mereka lakoni.

02 The BeatStones IstimewaThe BeatStones (Istimewa)

Kabar baik datang tatkala The BeatStones, melalui asuhan almarhum Hamid Gruno dari TVRI. diperkenalkan melalui beberapa kali siaran musik di TVRi. “Sehingga dari hanya iseng-iseng bermusik, kami berubah menjadi band panggung”, tambah Freddy. Akhirnya setelah beberapa lama melakoni karir sebagai band panggung yang cukup punya nama, salah seorang personil mereka Rully pun mengundurkan diri pada tahun 1972.

Namun, seperti memang tidak pernah bisa meninggalkan musik yang sudah mendarah daging di jiwa mereka, dipertengahan era 2000 an, The BeatStones kembali bergabung dan bernostalgia dengan tetap menampilkan kebanyakan lagu-lagu The Beatles dan The Rolling Stones dalam bentuk medley.

Kelompok reuni tersebut digawangi oleh teman-teman seangkatan Freddy dan Rully pada gitar (SMA 4). Ardi pada bass (SMA 7), Sugeng pada keyboard (SMA 3) serta Melly pada drum (SMA Saudara).

Sampai saat ini mereka juga masih terus eksis mengisi acara-acara nostalgia dan reuni di banyak tempat. BeatStones era terkini masih tetap digawangi oleh 2 pendiri group ini yakni Freddy, Rully ditambah Herman, Bambang, Candy dan Sammy. / Ibonk

 

Wednesday, 07 February 2018 04:06

Trailer Film Mata Dewa

Tembus Satu Juta Views

Film Mata Dewa membuat masyarakat penasaran. Hal ini terlihat dari jumlah view atas official trailer yang terinspirasi dari cerita nyata itu. Sejak diluncurkan pada 23 Januari lalu di YouTube, trailer film bertema olahraga basket tersebut telah ditonton lebih dari satu juta kali dengan mendapat ribuan likes dan ratusan komentar.

Trailer berdurasi 2 menit 13 detik itu menampilkan cuplikan tentang semangat tim basket SMA Wijaya dalam berlaga di Development Basketball League (DBL), kompetisi liga basket pelajar terbesar di Indonesia yang menjadi inspirasi film ini.

Dewa, tokoh utama dalam film ini, mengalami kejadian yang mengakibatkan kehilangan penglihatan mata kirinya dan harus berusaha untuk bermain basket sebaik mungkin demi kemenangan timnya. Dalam film ini, Dewa berupaya untuk bisa mengembalikan rasa percaya diri dan kemampuan basketnya dalam kondisi yang terbatas.

Selain membahas mengenai kerja keras dalam menjadi pemain basket di sekolah, film ini juga dilengkapi dengan kisah cinta antara Dewa dengan Bening (diperankan oleh Chelsea Agatha), salah seorang jurnalis sekolah yang bertugas meliput pertandingan basket SMA Wijaya. Tidak hanya itu, Dodit Mulyanto yang berperan sebagai Om Bowo, Paman Dewa menghadirkan guyonan-guyonan khasnya yang menambah keseruan film ini.

Kenny Austin, pemeran utama dalam film tersebut, mengatakan bahwa dirinya tidak sabar untuk bisa ikut menghadirkan Mata Dewa ke penonton film Indonesia. “Sebagai pencinta basket, aku juga heran, ternyata yang minat lihat trailer Mata Dewa banyak juga. Aku kira, kebanyakan orang sukanya sepak bola aja. Ternyata, nggak,” kata Kenny yang memerankan sosok Dewa.

02 Mata Dewa Istimewa

Adegan film Mata Dewa (Istimewa)

“Semoga nanti begitu filmnya tayang, benar-benar bisa memberikan rasa puas ke penonton. Walaupun film ini tentang basket, tapi memang ceritanya cocok untuk anak muda dan keluarga karena mengajarkan kerja keras dan kekompakan. Jadi, semua bisa menonton,” tambahnya.

Kesan yang hampir sama juga disampaikan oleh Chelsea Agatha, bahwa dirinya mengaku  cukup senang mengetahui trailer Mata Dewa mencapai satu juta views dengan kebanyakan komentar yang penasaran dengan film ini. Ia juga berharap agar film ini nantinya bisa mencapai lebih dari satu juta penonton.

“Karena film ini terinspirasi dari kisah para pemain DBL, diharapkan cerita-cerita lainnya dari para pemain DBL juga bisa diangkat ke layar lebar. Jadi pasti bakalan seru banget kalau film ini ada sekuelnya,” tambahnya.

Selain Kenny Austin dan Chelsea Agatha, film ini juga melibatkan Brandon Salim, Nino Fernandez, Ariyo Wahab, dan Dodit Mulyanto. Mata Dewa telah mengumumkan jadwal tayangnya yaitu pada 8 Maret 2018./ Rz

Tuesday, 06 February 2018 04:25

Film Takut Kawin

Gubernur DKI Anies Baswedan Janji Akan Nonton

Menjelang penayangan film “Takut Kawin” di tanah air, beberapa artis pendukung film tersebut sengaja berkunjung untuk bertatap muka kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balaikota Jakarta, Senin (5/2/2017) kemarin. Artis yang hadir Harjunot Ali, Indah Permatasari, Babe Cabita didampingi Nasrul Warid selaku produser dan Saiful Drajat yang bertindak sebagai sutradara.

Film yang bakal beredar pada 8 Maret 2018 mendatang ini, diakui oleh Gubernur DKI memiliki cerita yang menarik dan mendidik. “Saya berhap kepada anak-anak muda agar jangan takut menikah. Jika merasa sudah cukup usia, memiliki calon pasangan yang cocok menikah sajalah. Soal rejeki sudah ada yang atur, asal kita mau berusaha dan bekerja,” urai Anies Baswedan, usai menerima produser, sutradara dan para pemain film tersebut.

Anies kemabali melanjutkan, “Ceritanya bagus, sangat menarik, dan memiliki pesan positif. Film ini mengingatkan kepada anak-anak muda untuk berpacaran secara positif, jangan takut kawin kalau memang sudah siap. Makanya saya dukung film ini dan hadir saat Gala Premiernya,” kata Anies.

Menurut produser Nasrul Wahid, kedatangan mereka ke Balaikota adalah untuk mengundang Gubernur Anies Baswedan pada saat gala premier film tersebut yang akan diadakan pada tanggal 5 Maret 2018 di Grand Indonesia Jakarta. “Alhamdulillah Pak Gubernur bersedia untuk hadir, dan beliau sangat mendukung film ini karena isinya yang mengandung pesan moral untuk generasi muda,” kata Wahid.

02 Indah Permatasari 1 Ibonk

Indah Permatasari (Foto: Ibonk)

Baik produser, sutradara maupun para pemain sangat mengapresiasi dukungan Gubernur DKI tersebut, Mereka berharap dukungan seorang kepala pemerintahan sangat perlu untuk perfilman nasional, sehingga kelak para produser akan membuat film-film yang bermutu dan memberi pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Sementara itu ditempat yang sama, Harjunot Ali sebagai pemain utama film produksi Amanah Surga Produksi ini yakin akan mendulang sukses. “Ceritanya ini dialami banyak orang, penuh edukasi dan layak tonton buat mereka yang takut kawin," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Indah Permatasari, bahwa dirinya merasa beruntung bisa dilibatkan di film ini. Ia juga menambahkan, bahwa film ini juga menjadi indikator baginya untuk memilih pasangan kelak. “Saya masih muda, perjalanan juga masih panjang, Namun pesan di film ini bisa menjadi acuan bila saatnya datang./ Dek

Page 7 of 135