NewsMusik

NewsMusik

Wednesday, 15 March 2017 14:50

Aprofi

Upaya Mengatasi Pembajakan Film

Fenomena pembajakan dengan tujuan untuk mengejar popularitas saat ini sudan cukup meresahkan, apalagi muncul beberapa media sosial seperti bigolive, instagram story, snapchat, dan sejenisnya yang tanpa sengaja terkadang mengupdate film atau karya lainnya di media sosial tersebut.

Meski pembajakan bukan lagi menjadi hal baru di Indonesia, seiring dengan perkembangan zaman dan juga era digital yang semakin bertransformasi, terkadang sangat sulit untuk  memantau hal tersebut.

Pada tanggal 13 Maret 2017, Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian sengketa telah melakukan rekomendasi penutupan situs sebanyak 324 situs baik lagu maupun film. Asosiasi Produser Film Indonesia (Aprofi) yang peduli terhadap hal tersebut, pada tahun ini sudah kali keempat melakukan pelaporan 176  situs website yang melanggar hak cipta kepada Kementrian Hukum dan Ham, untuk melakukan pemblokiran dan penutupan akses 85 situs illegal. APROVI juga memantau beberapa situs yang masih menggunakan hak cipta orang lain.

“Tujuannya adalah agar bisa memberikan kesempatan kepada situs-situs yang legal yang saat ini bermunculan untuk tumbuh secara bisnis, jelas Fauzan Zidni, Ketua Umum Aprofi  dalam jumpa pers di Kota Kasablanka, Selasa (14/3).

Aprovi bekerjasama dengan Motion Pictures Association (MPA), Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Cinema XXI, CGV dan Cinemaxx membuat iklan anti pembajakan film sebagai bentuk sosialisasi pentingnya menghargai hak kekayaan intelektual yang akan diputar dibioskop-bioskop dan di sosial media.

02 Chico Jerricho YDhewChico Jerricho (foto: YDhew)

“Iklan ini akan menjadi program tahunan kami dengan menggunakan IP milik produser anggota Aprovi. Untuk pertama kali, kami menggunakan tema dari film Filosofi Kopi dengan bintang Chicco Jerikho, Bebeto dan Tyo Pakusadewo. Semoga inisiatif ini bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembajakan.“ jelas Angga Sasongko sutradara muda yang juga sebagai salah satu pengurus.

"Konten yang disebar lewat jalur medsos mungkin penyebar tidak akan mengurangi komersil, tapi nilai film. Kami ingin memberikan informasi ke penonton itu juga salah," tambahnya lagi.

Populernya situs-situs penyedia konten bajakan perlu diwaspadai oleh pengguna internet. Hasil riset Massey University menujukan situs ilegal meraup keuntungan besar lewat pemasangan iklan beresiko tinggi, yaitu 84% dari total iklan. Perinciannya adalah 75% berasal dari iklan judi, 5,6% iklan aplikasi komputer berbahaya, 8,87% iklan penipuan, dan sisanya iklan pornografi.

Beberapa waktu lalu Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya menangkap Merlina Adiah yang menyiarkan film Me vs Mami milik MNC Pictures lewat akun bigolive-nya. Merlina dijerat dengan pasal 32 dan 48 UU ITE dan pasal 113 UU Hak Cipta dengan ancaman hukuman sembilan tahun.

Semoga saja upaya ini sudah benar-benar terlaksana bukan hanya sekedar angin lalu saja, mengingat lesunya pasar musik Indonesia juga dipengaruhi oleh pembajakan yang dari dahulu sampai sekarangpun masih bisa kita lihat.

"Dengan adanya pasal pelanggaran, semoga pembajak makin sadar dan bisa beralih mengapresiasi karya yang orisinil," tutup Chicco./ YDhew

 


Friday, 10 March 2017 17:27

Ungu

Kembalinya Pasha

Dua dekade sudah Ungu berkarya di dunia musik Indonesia, band yang digawangi Pasha, Enda, Rowman, Makki dan Onci ini sempat dilanda kabar miring akan kepergian Pasha. Seperti di ketahui, sejak Pasha memilih terjun ke bidang politik sebagai Wakil Walikota Palu, band ini sempat vakum selama satu tahun. Ketiadaan sang vokalis Pasha sangat memberi dampak bagi  band yang mengusung genre pop, pop rock dan slow rock walaupun mereka berdalih vakumnya sebagai istirahat mereka.

Menjawab semua pertanyaan yang diajukan padanya, Pasha menuturkan bahwa sebelumnya sudah menjadi kesepakatan mereka untuk istirahat dari hiruk pikuknya dunia musik tanah air. Sempat timbul masalah secara internal, namun pada akhirnya mereka sepakat untuk terus berkarya.

Sejak didirikan tahun 1996 band ini telah melahirkan 12 album yang lagu-lagunya pernah menjadi hits dan bisa diterima penikmat musik Indonesia, diantaranya seperti ‘Bayang Semu’, ‘Demi Waktu’, ‘Tercipta Untukmu’, ‘Kekasih Gelap’, ‘Hampa’, ‘Sejauh Mungkin’, ‘Andai Ku Tahu’, ‘Tanpa Hadirmu’ dan banyak lagi.

Sampai saat ini band ini masih mampu menunjukkan eksistensinya bermusik, hingga ke negara tetangga. Popularitas Ungu pun sudah sangat dikenal seperti di Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Berbagai penghargaanpun  kerap diterima dan membawa mereka sebagai salah satu band papan atas tanah air.

Diakui oleh Pasha bahwa ada kekesalan yang melanda dirinya karena di cap sebagai orang yang terjun ke dunia politik hanya bermodalkan background-nya sebagai seorang penyanyi dan artis. Hal ini membuatnya  berfikir untuk berhenti bernyanyi, bahkan diminta sebagai bintang tamu di acara apapun tetap tidak mau bernyanyi.

02 Pasha YDhewPasha (foto: YDew)

Saat isi bubar mendera, band ini membuktikan bahwa mereka tetap bertahan dan tak berhenti berkarya. Lewat sebuah rilisan album yang berjudul “Mozaik” di tahun 2014, Enda sebagai gitaris sekaligus pencipta lagu sempat mengeluarkan single baru yang berjudul ‘Tanpa Hadirmu’, tanpa kehadiran Pasha sebagai vokalis

“Kalau mungkin  ada single yang kita keluarkan tanpa Pasha, itu menjaga agar band ini sebetulnya ada kerjaan aja. Kan nggak enak kalau kita nganggur-nganggur gitu. Tapi Intinya Ungu ya tetap berlima”, ungkap Enda.

Kembalinya Ungu dengan formasi lengkap ini, bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang dirayakan tanggal 9 Maret kemarin, Ungu pertama kalinya membuka tahun 2017 ini dengan merilis single terbaru yang berjudul  ‘Setengah Gila’ dengan nuansa pop balada.

“Setelah hampir 1 tahun Ungu mencoba mecari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan. Akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari Ungu versi 2017 dengan new song dan new album”, tutur Pasha.

Single terbaru inipun terasa special dikarenakan video klipnya dilakukan di Palu, Pasha yang tidak pernah terpikir akan mengambil lokasi di Palu, sangat berterima kasih sekali lagu ini mengambil lokasi shooting di sana dan menjadi  suatu penghargaan bagi masyarakat kota Palu.

Terkait dengan hari Musik Nasional, dengan banyaknya aksi pembajakan yang terjadi saat ini Pasha berharap sebagai musisi memberi himbauan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan musik dan karya musisi Indonesia. "Buat kita musisi ini sangat penting. Siapapun yang duduk di Kementrian terkait harus bertindak. Jangan sampai negara Indonesia tidak perhatian terhadap musik Indonesia sendiri. Musik Indonesia selayaknya bahasa juga harus dipertahankan dari gerusan budaya asing,” tutup Pasha./ YDhew

 


Wednesday, 08 March 2017 15:55

BFF 2017

Dukung Penuh Musisi Lokal

Blibli Fun Festival (BFF) yang akan dilangsungkan tanggal 8-9 April 2017 di Eko Park, Ancol, Jakarta bakal menghadirkan sebuah festival yang menggabungkan antara Art, Music dan Market. Selama dua hari berlangsung, ajang yang baru pertama kali diadakan Blibli.com ini akan diisi oleh talenta kreatif di bidang seni, beberapa musisi maupun group band baik lokal maupun musisi internasional. Selain itu ada juga beberapa merchant yang tergabung dalam Blibli.com.

Musisi tanah air yang akan tampil di festival BFF 2017 rencananya adalah: Maliq & D’Essentials, Naif, Kahitna, Rendy Pandugo, Sore Band, White Shoes & The Couples Company, DJ RBA, Danilla, DJ Osvaldo, Deaf People Project by Andin Komalla, Naura, Endah N Rhesa, Teza Sumendra, dan Dipha Barus.

Kemeriahan festival musik ini bukan hanya menampilkan musisi lokal, juga bakal diisi artis internasional seperti Panama, Blonde, Goldroom, dan RAC. Blibli.com yang mempunyai komitmen salah satunya adalah selalu mendukung brand lokal, bukan hanya produk dalam negeri tetapi juga men-support musisi dalam hal penjualan album.

“Keselarasan pemikiran dalam hal penjualan, data yang sering kita anggap tabu kita coba disini dan ter-report dengan. Kita juga tahu siapa saja yang sudah beli album kita. Dari situ kita usul untuk diadakan festival karena Maliq sudah menjual beberapa ribu album dengan menggunakan fasilitas e-commerce ini”, jelas Angga vokalis dari Maliq D’Essentials.

02 Teza Sumendra YDhewTeza  Sumendra (foto: YDhew)

‘Festival ini bisa menjadi pintu dalam penjualan CD yang sekarang agak sulit ditemui dimanapun. Ini akan cukup membantu penyanyi-penyanyi untuk survive dengan penjualan CD selain penghasilan dari off-air maupun on-air saja. Tujuan saya ingin berpartisipasi untuk menjual CD seperti yang Maliq lakukan juga’, jelas Teza Mahendra.

BFF 2017 merupakan kesempatan masyarakat melihat langsung produk berkualitas merchant Blibli.com sekaligus pengalaman berbelanja, dipadu kemeriahan festival musik dan seni. Melalui festival ini Blibli.com berharap bisa mendorong potensi brand lokal untuk memperluas pasar melalui e-commerce sekaligus memberikan sebuah pengalaman festival yang menyenangkan, baik bersama teman, sahabat, maupun keluarga.

Penjualan pre-sale tiket BFF berlangsung antara 1-16 Maret 2017 dengan harga dan pilihan tiket yaitu untuk dewasa Rp. 125.000 (1 hari) dan Rp. 199.000 (2 hari). Sementara untuk tiket anak dijual langsung dapat digunakan untuk 2 hari yaitu Rp. 79.000. Setelah pre-sale berlaku harga tiket Rp. 325.000 dan Rp. 449.000. Khusus untuk pelajar dan mahasiswa diberikan discount Rp. 100.000/hari. Untukpenjualantiketdan update informasiseputar BFF 2017 bisadenganmengakses situs https://bff.blibli.com. / YDhew

 

Friday, 10 March 2017 15:50

Musik Bagus Day

Diskusi Tentang Hoegeng Iman Santoso

Bertepatan dengan Hari Musik Nasional, acara bulanan Musik Bagus Day kembali mengangkat tema menarik dalam workshop Kata Pahlawan. Dilaksanakan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, tema yang diangkat adalah sejarah soal Hoegeng Iman Santoso. Kali ini merupakan acara yang keempat kali, setelah sebelumnya sempat mengelar Kata Pahlawan tentang Soekarno, Ismail Marzuki, dan Suyoso Karsono.

Kata Pahlawan adalah upaya kembali menggali narasi dari para perintis Republik Indonesia dan menginterprestasi dalam bentuk kreatifitas masa kini. Kali ini Hoegeng Iman Santoso atau yang lebih dikenal dengan Pak Hoegeng menjadi tokoh sentral dari tema Kata Pahlawan. Hoegeng adalah Kapolri legendaris yang terkenal tegas dan jujur, multitalenta, pecinta seni sejati. Beliau adalah penggiat musik Hawaiian.

Selain menampilkan para musisi Hawaiian Jakarta, acara ini juga diisi dengan bincang-bincang dengan para narasumber yang sangat dekat dengan kehidupan Pak Hoegeng, seperti: Ibu Merry Hoegeng, Aditya S. Hoegeng, Henny Purwonegoro, Marini Sumarmo, Bob Tutupoly dan sahabat-sahabat yang lainnya.

“Beliau adalah pelopor berkembangnya musik Hawaiian di Indonesia. Dia mantan Kapolri di era Soekarno dan Soeharto. Beliau dikenal media internasional sebagai The Singin’ Jenderal. Menjadi sebuah hal yang tepat di Hari Musik Nasional, pak Hoegeng dijadikan tokoh sentral diskusi sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa beliau dalam membangun seni musik di Indonesia,” kata Glenn Fredly sebagai penggagas Musik Bagus Day yang bekerja sama dengan Demokreatif, Irama Nusantara, dan Yamaha Music Pacific Place.

02 Musik Bagus Day RizalMusik Bagus Day (foto: Rizal)

Beliau juga bercita-cita menjadikan musik Indonesia sebagai tuan rumah di negerinya sendiri, salah satunya adalah turut mendirikan Yayasan Musik Indonesia. Di mana banyak bibit-bibit penyanyi berprestasi Indonesia lahir dari sini, sering maraknya berbagai festival yang rutin diadakan di era 80-an.

Menurut Glenn lagi, bahasan Pak Hoegeng sangat penting untuk menambah wawasan soal musik. Terutama soal musik Hawaiian yang juga berkembang pesat di Indonesia di era tersebut. “Hawaiian ini bisa dibilang sangat dekat dengan orang-orang di wilayah Timur Indonesia. Musik ini disebut Hoegeng sebagai irama Lautan Teduh. Secara geografis dan kultural sangat dekat dengan Indonesia bagian timur terutama Maluku, malah jadi budaya di sana./ Rizal

 

Friday, 10 March 2017 15:40

Trinity: The Nekad Traveler

Cinta Negeri Lewat Traveling

Ingin melihat film dengan hamparan keindahan alam negeri ini, tanpa konflik yang mendebarkan dan dibentang dengan cerita aman? Segera saja saksikan film Trinity: The Nekad Traveler yang akan segera tayang di bioskop tanah air pada 16 Maret 2017 mendatang. Sebuah film yang diangkat dari pengalaman nyata Perucha Hutagaol yang ditulisnya dalam buku perjalanan dan menjadi bestseller.

Film besutan Rizal Mantovani, yang merupakan karya rumah produksi Tujuh Bintang Sinema, dibantu oleh penulis skenario Rahabi Mandra dan Piu Syarif. Mereka mencoba mengangkat awal petualangan si penggemar jalan-jalan tersebut dan kegalauan hatinya untuk memuaskan hasratnya agar bisa piknik kemanapun.

Sedari awal, penonton sudah digiring lewat tutur seorang Trinity (Maudy Ayunda) yang tengah menikmati suasana liburan diatas hamparan laut dengan pemandangan menawan. Trinity menceritakan bagaimana dengan menjadi seorang traveler, ia dapat memuaskan hatinya dan menjadi mata telinga bagi pembaca blog-nya ketika mengunjungi sebuah destinasi yang diulasnya.

Lalu seperti yang telah diduga... ceritapun di flashback ke tahun-tahun awal seorang Trinity menjadi traveler sejati. Awalnya ia hanya seorang wanita kantoran biasa yang hobi traveling. Bersama dengan kawan-kawannya, ia sering berpetualang ke berbagai lokasi, lalu menuturkan pengalamannya dalam sebuah blog. Tapi, akibat hobi tersebut ia sering mengalami kesulitan keuangan, kehabisan jatah cuti dan bermasalah dengan atasannya (Ayu Dewi).

02 Trinity, The Nekad Traveler IstimewaTrinity: The Nekad Traveler (Istimewa)

Lain lagi permasalahan dirumah dimana sang ayah (Farhan) dan ibunya (Cut Mini) terus menerus menanyakan kapan dirinya akan menikah. Sementara niat untuk menikah tengah jauh dari targetnya, karena otaknya masih disibukkan dengan bucket list, yang berisikan daftar hal-hal yang harus ia lakukan sebelum tua. Walau kebanyakan sih isinya (lagi-lagi) tentang tempat target jalan-jalan.

Mungkin, hal semacam ini sering terjadi di kehidupan nyata pada diri light traveler yang kerap menggunakan waktu luangnya untuk mendatangi destinasi wisata di penjuru negeri ini. Bekerja di perusahaan sebagai sebuah cara untuk mengumpulkan uang agar bisa jalan-jalan diakhir pekan atau tanggal yang tepat dengan waktu yang terbatas. Nah, disini keunggulan seorang Trinity ditampilkan, dengan bagaimana ia mendapatkan cara untuk liburan dengan biaya minim, memotivasi diri untuk mencapai target kantor agar mendapatkan izin ataupun tambahan waktu cuti.

Keindahan alam dan beberapa destinasi ditampilkan dengan apik sekali oleh sang sutradara. Mata penonton di manja lewat visualisasi dari drone, sehingga menghasilkan keindahan yang maksimal. Bohong saja kalau hati para penonton tidak terpesona. Seperti bagaimana Rizal mampu membungkus kota Lampung dengan begitu indahnya lewat tempat-tempat menarik dan pemandangan Anak Gunung Krakatau yang spektakuler. Juga tempat-tempat lainnya di Makassar, Nusa Tenggara Timur, Filipina dan Maldives.

Begitu juga dengan sedikit bumbu kisah cintanya dengan Paul (Hamish Daud) seorang fotografer tampan yang juga hobi traveling. Walaupun sepertinya hanya sebagai pelengkap, namun sedikit banyak cukuplah untuk meyekap perasaan romantis sambil menikmati keindahan pantai Maldives dengan resort mewahnya.

Pada dasarnya, film Trinity: The Nekad Traveler tidak begitu jauh berbeda dengan apa yang tersaji dari acuannya. Namun saking fun-nya, sehingga melupakan detail bagaimana menjadi seorang backpacker atau light traveler dadakan. Salah satu contoh kecil, NewsMusik sendiri cukup tahu, bagaimana perjuangan perjalanan yang harus dilakukan mencapai anak gunung Krakatau. Minimnya transportasi air kesana menyebabkan tingginya harga sebuah perahu wisata yang tak mungkin ditanggung sendiri oleh seorang traveler ber-budget terbatas. Apalagi untuk mencapai destinasi di timur Indonesia yang tak kalah menguras isi dompet.


03 Trinity, The Nekad Traveler IstimewaTrinity: The Nekad Traveler (Istimewa)

Yaaa sudahlah, secara keseluruhan semua patut diapresiasi karena film ini sendiri akhirnya menjadi semacam etalase cantik pariwisata negeri ini untuk menarik wisatawan. Wajar saja, jika Kementrian Pariwisata dan Pemda Lampung merasa wajib untuk men-support film ini. Para pemain juga cukup pas membawakan karakter masing-masing.

Juga suara indah Maudy Ayunda sang pemeran utama yang dapat kita nikmati dalam lantunan lagu lawas milik Dee Lestari ‘Satu Bintang Di Langit Kelam’ yang menjadi soundtrack film ini. Pesan yang disampaikan dalam film ini juga cukup jelas, bagaimanapun juga Indonesia merupakan surga wisata dunia. Negara yang kaya matahari, pemandangan alam dan kuliner yang tidak terbandingkan, maka kita wajib menjejakkan kaki disetiap jengkal tanah di Nusantara ini sehingga memunculkan rasa cinta dan keinginan untuk menjaganya.. Ehh, satu lagi ransel kakak Trinity (Maudy Ayunda) pakai bagus dehhh... / Ibonk

 

Tuesday, 07 March 2017 17:15

Iwan Fals

Lupa Lirik Lagu Sendiri

Penyanyi legendaris Iwan Fals mengaku sering menggunakan fitur di google untuk membantunya mencari fitur tentang musik maupun untuk dirinya sendiri. Iwan yang bernama lengkap Virgiawan Listanto ini menjadi artis nomor satu yang sering dicari di Google Indonesia oleh penikmat musik megalahkan Justin Bieber yang berada diurutan kedua.

Iwan yang merupakan seorang penyanyi beraliran Balada, Pop, Rock, dan Country, sejak hadir di industri musik Indonesia mempunyai penggemar dari semua usia sampai saat ini. Lagu yang diciptakannya terkadang  merupakan kritik atas perilaku sekelompok orang seperti judul lagu ‘Wakil Rakyat’, ‘Tante Lisa’ maupun tentang kehidupan itu sendiri.

Lagu yang diciptakannya juga sesuai dengan kondisi dan keadaan yang terjadi baik di luar ataupun di Indonesia, sebut saja seperti judul lagu ’Ethiopia’, ‘Bento’ dan ‘Bongkar’ yang makin melejitkan namanya. Terkadang juga tema lagu yang diciptakannya merupakan empati bagi kelompok marginal contohnya lagu ‘Siang Seberang Istana’ dan ‘Lonteku’, namun Iwan juga tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga ciptaan dari sejumlah musisi lainnya.

Sejak meninggalnya sang anak Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan tidak seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya lebih mendalam dan religius. Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain. Dari penampilanpun berubah lebih bersahaja dengan rambut yang tersisir rapi.

02 Iwan Fals & Anji YDhew.jpgIwan Fals & Anji (foto: YDhew)

Pencapaiannya saat ini bisa dilihat dari seringnya orang mencari namanya di google, bahkan sampai saat ini penyanyi kelahiran 3 September 1961 ini menjadi sosok seorang penyanyi yang disegani di tanah air. Selain menciptakan banyak lagu, Iwan juga mengaku sering menggunakan fitur pencarian di google untuk menciptakan lirik dari lagu-lagunya, bahkan lucunya terkadang dia sering menemukan ejaan namanya yang salah. “Kadang juga suka cari lagu sendiri, maklum suka lupa lirik lagunya”, ujar Iwan sambil tertawa sewaktu di temui di peluncuran fitur terbaru Google di Jakarta.

Iwan  yang saat ini tengah melakukan tur konser di 9 kota dan baru-baru ini hadir di Festival Jazz terbesar di Indonesia, menyambut baik peluncuran fitur terbaru ini. "Saya tahu pasti kalau penikmat musik di Indonesia kerap memanfaatkan Google untuk mencari kabar terbaru seputar artis favorit mereka. Sekarang kita sebagai musisi bisa langsung memberikan informasi yang mereka inginkan di halaman pertama Google, jadi lebih cepat dan praktis buat kita semua. “Misalnya, saya akan memberikan jadwal konser saya yang berikutnya lewat post di google ini”, tutup Iwan./ YDhew

Wednesday, 08 March 2017 10:10

Mezzoforte

Gaung Abadi Pengusung Funk Fusion

Jazz yang dalam perkembangannya menjadi suatu bentuk seni musik, baik dalam komposisi tertentu maupun improvisasi, terkadang juga merefleksikan melodi-melodi secara spontan. Musik jazz juga adalah musik yang bisa dirasakan dalam hati. Musisi yang memainkan suatu melodi terkadang menunjukkan ketidakjelasan ekspresi seorang musisi itu sendiri. Sehingga bagi penikmat musik jazz tidak dapat mendeskripsikan kenapa menyukai jenis musik ini.

Musik jazz banyak menggunakan instrumen gitar, trombon, piano, terompet, dan saksofon dan juga merupakan jenis musik yang tumbuh dari penggabungan beberapa genre musik seperti blues, musik Eropa dan beberapa penggabungan jenis musik lainnya.

Pengaruh dan perkembangan musik blues tidak dapat ditinggalkan saat membahas musik jazz di tahun-tahun awal perkembangannya. Ekspresi yang memancar saat memainkan musik blues sangat sesuai dengan gaya musik jazz. Kemampuan untuk memainkan musik blues menjadi standar bagi semua musisi jazz, terutama untuk digunakan dalam berimprovisasi dan ber-jam session.

Dalam perjalanannya  musik jazz juga digemari oleh para rocker yang sebelumnya bermain dalam musik blues. Di era tahun 70-an muncul beberapa band-band yang beraliran funk fussion, yang banyak menghilangkan alat-alat musik akustik, walau terkadang muncul dengan tetap memainkan alat musik akustik. Penggunaan alat electric/ electronic seperti gitar electric, bass electric, dan synthesizer sering menggantikan alat musik tradisional jazz seperti, saxophone, trumpet dan bass betot.

Fusion merupakan cabang dari jazz yang didalamnya sudah diinprovisasi dengan genre musik rock dan funk. Mengacu pada namanya, fusion mengkombinasikan kebiasan-kebiasaan & energi dari musik rock dengan harmonisasi yang sempurna dan kebebasan improvisasi Jazz. Bagi para kritisi musik ataupun penggemar jazz, sejak kemunculannya hingga saat ini terkadang maih menjadi perdebatan diantara mereka.

02 Mezzoforte YDhewMezzoforte (foto: YDhew)

Sebagian besar dari mereka kurang bisa menerima permainan “keras” dari jenis jazz atau funk fusion. Nasib dari musisi ataupun group yang memainkan genre tersebut menjadi tidak menentu, karena sebagian dari kritikus dan penggemar musik jazz dengan tegas menolak kehadiran mereka.

Salah satu group band yang masih bertahan dan memainkan jazz fusion adalah Mezzoforte. Group band asal kepulauan di ujung utara bumi ini (Islandia) ini masih bertahan di tengah group band lainnya yang timbul tenggelam seiring dengan kesuksesan albumnya. Band ini  mengusung musik instrumental tanpa adanya vokalis diantara mereka. Beberapa hari lalu NewsMusik berkesempatan untuk menonton aksi mereka di acara Java Jazz Festival 2017, di Jakarta.

Tak pelak lagi, tahun ini merupakan kali ke enam mereka tampil di ajang festival tersebut.  Kiprah mereka pada musik jazz dimulai sejak 1977. Sejak awal mereka berkarya, sampai sekarang paling tidak sudah merilis 15 album dan tampil di berbagai panggung jazz di dunia, termasuk Indonesia.

Band yang digawangi dengan formasi aslinya, Eythor Gunnarsson (keyboards), Fridrik Karlsson (gitar), Johann Asmundsson (bass) dan Gulli Briem (drums) dari hits single-nya ‘Garden Party’ mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu group musik yang penting dengan mengusung genre jazz fusion. Band ini didirikan di Reykjavik sejak berdirinya belum kehilangan gaungnya sampai saat ini.

Mulai tahun 2005 formasi yang awalnya hanya 4 orang bertambah dengan masuknya Brunno Muller (gitar), Jones Wall (saksofon), Thomas Dyani (perkusi), Sebastian Studnitzky (trumpet), Oscar Gudjonson (saksofon), Staffan-William-Olsson (gitar), Kare Kolve (saksofon).

Alur melodi yang dimainkan oleh mereka membawa warna yang berbeda. Harmonisasi dari masing-masing alat musik sedikit lebih abstrak dan bernuansa dance ambient music. Unsur improvisasi jazz-nya lebih menonjol dari pada aransemen yang manis dan mudah diraba. Tidak mudah memainkan beberapa alat musik berbeda menjadi suatu melodi yang harmonis. Musik yang dihasilkan merekapun selalu mengikuti perkembangan zaman sehingga unsur improvisasi jazznya lebih menonjol dengan aransemen yang manis dan mudah diraba.

03 Mezzoforte YDhewMezzoforte (foto: YDhew)

Tampil beberapa kalinya di ajang JJF kemarin, band ini sukses membawa penonton yang hadir ikut bergoyang mengikuti irama lagu, sesekali terdengar teriakan dari penonton karena permainan mereka.  Mezzoforte yang mempunyai anggota dengan rentang usia beragam, dari muda hingga paruh baya, kali ini membawakan deretan lagu mulai dari ‘Mezzoforte’, ‘High Season’, ‘Day Break’, ‘Rollercoaster’, ‘Suprise Surprise’, ‘Garden Party’ hingga  ‘Blast from the Past’ yang cukup dikenal penonton saat itu.

Duet terompet dan saksofon dari personilnya ditambah petikan bass dari Johann Asmundsson yang memukau dengan tempo middle up-beat sanggup membuat penonton terpukau kala itu. Bukan waktu yang sedikit bagi Mezzoforte untuk menjaga keutuhan band fusion ini.

Bagaimanapun mereka harus bisa mensejajarkan diri dengan kemunculan kelompok-kelompok band baru dan mereka akan terus berusaha tetap berkembang dan menyesuaikan karya dengan perkembangan zaman. Diakui juga oleh Eyþór Gunnarsson bahwa sebagian penggemar terbesarnya berasal dari Indonesia, dan band yang sudah berusia 40 tahun ini akan tetap berusaha menyapa penggemarnya yang berada di Indonesia.

Luar biasa.../ YDhew

Sunday, 05 March 2017 11:34

Lorde

Single Baru dan Perubahan Tampilan

 

Cukup lama, hampir empat tahun perjalanan waktu, akhirnya Ella Marija Lani Yelich-O'Connor atau lebih pop disapa Lorde bisa kembali merilis single terbarunya yang diberi tajuk ‘Green Light’. Ini merupakan single pertama dari album barunya "Melodrama", menyusul albumnya pada tahun 2013 lalu "Pure Heroine".

Sebelumnya, Lorde sengaja memberikan serangkaian sinyal kepada penggemarnya bahwa dirinya akan melepas sebuah karya terbaru. Pelepasan single ini juga dibarengi dengan diluncurkannya video klip lagu tersebut.

Jangan berharap melihat Lorde yang dikenal selama ini, karena lewat klip-nya ini, Lorde tampil beda. Perubahan terjadi dari musiknya yang lebih nge-dance dan lakon dirinya yang menari di pinggir jalan, kap mobil, dan sebuah klab.

Namun tetap jangan salah..., karena menurut pengakuan gadis yang lahir pada 7 November 1996 ini, bahwa sebenarnya lagu ini merupakan lagu patah hati. Meskipun lagunya sendiri di hantar lewat irama upbeat yang seolah mengajak menari dan bergembira. Lantunan lirik dalam lagu itu menjadi bentuk luapan emosinya.

 

02 Lorde IstimewaFoto: Istimewa

 

"(Lagu) ini sangat berbeda, seperti di luar dugaan. Ini sangatlah lengkap, lucu, sedih dan menggembirakan dan akan membuatmu menari," tulisnya di akun IG nya. "Ini bukan sesuatu yang biasanya saya tuliskan. Butuh beberapa waktu untuk dapat menuangkan ide dalam menulis lagu tentang patah hati. Itu merupakan patah hati terbesar yang pernah saya alami," lanjutnya.

Dia pun menambahkan bahwa lagu itu menjadi momen ketika perubahan terjadi dalam hidup seseorang yang kemudian dapat membuatnya melakukan semua hal-hal konyol. Begitu juga dengan penampilannya, lewat single yang diproduseri oleh  Jack Antonoff ini, dirinya tak lagi terlihat gothic tapi sedikit lebih berwarna. Menghadirkan wajah cantiknya yang natural, dan tampil lebih feminin.

Lebih jauh lagi, album "Melodrama" sendiri nantinya hendak dirilis pada tanggal 15 Juni mendatang. Ia juga sudah mempersiapkan diri untuk menghabiskan musim semi dan musim panasnya untuk gencar mempromosikan album barunya. / Ibonk

Monday, 06 March 2017 09:32

Chick Corea Elektric Band

Magnet Utama JJF 2017

Tak bisa dipungkiri lagi, bahwa magnet utama pagelaran musik terbesar Java Jazz Festival (JJF) 2017 ini adalah kehadiran Chick Corea dengan Chick Corea Elektric Band memang telah ditunggu-tunggu sejak lama. Bisa dilihat dari antusiasme pencinta musik jazz yang hadir ingin menyaksikan penampilan mereka dihari ketiga JJF Minggu (5/3/2017). Tetap saja membludak dan malah ada yang memang sengaja menyaksikan sampai dua kali.

Sebelum panggung dibuka, sama seperti sehari sebelumnya penonton telah tampak mengular. Mereka tak sabar untuk menonton suguhan improvised jazz and fusion dari Chick Corea dan bandnya.

Begitu gate dibuka, kursi penonton yang adapun langsung penuh nyaris tak tersisa. Untuk yang tidak mendapatkan kursi, sudah dipastikan harus rela berdiri di belakang dan disamping panggung.

Animo pada Chick Corea memang telah ditunggu sejak lama, keinginan menghadirkan pianis jenius dari Amerika ini sudah tercetus dan menjadi wishlist sejak pertama kali JJF diadakan. Karena memang dirinya adalah fenomenal dan menjadi panutan para musisi jazz modern.

Tetap menghadirkan komposisi musik dan musisi yang sama seperti malam sebelumnya, Chick Corea Elektric Band tampil bersama dengan Dave Weckl, Nathan East, Eric Marienthal, dan Frank Gambale.

02 Chick Corea Elektric Band IbonkChick Corea Elektric Band (foto: Ibonk)

"We are gonna making some noise...", sapa musisi yang saat ini berusia 75 tahun ini kepada penonton yang disambut dengan riuh. Dilanjutkan dengan kehadiran ‘Trance Dance’ yang menjadi nomor pembuka yang cukup apik.,

Berikutnya panggung terus digeber dengan komposisi apik lainnya seperti ‘CTA’, ‘Jocelyn-The Commander’ dan beberapa lainnya. Sajian fusion apik lewat permainan piano Corea berpadu dengan hentakan drum Dave Weckl, lengkingan saxophone Eric Marienthal, gitar elektrik Frank Gambale, dan bas Nathan East tersaji dengan harmonis.

Begitulah, keyboardist dan komposer yang memiliki nama lahir Armando Anthony Corea ini dalam karirnya  sudah cukup sering menjadi penggerak dari beberapa group musik. Tak bisa juga dipungkiri, betapa dirinya menjadi salah seorang yang turut berperan besar lahirnya gerakan electric jazz fusion ditahun 1960-an

Balik lagi ke panggung JJF 2017, selanjutnya dihadirkan ‘Beneath the Mask’ dan ‘Silver Temple’. Penonton terus saja memberikan applause sebagai bentuk kepuasan dan apresiasi yang tidak berhenti disetiap  mereka menyelesaikan permainan.

03 Chick Corea & Eric Marienthal IbonkChick Corea & Eric Marienthal (foto: Ibonk)

Sepanjang perjalan karirnya, Chick Corea telah mengumpulkan 63 nominasi Grammy dengan 22 penghargaan. Eksplorasinya akan genre yang bervariasi menjadikannya memiliki basis refernsi yang cukup luas. Stamina dan aksi panggungnya yang cukup prima menjadikannya masih sangat produktif. Tak ada perbedaan berarti saat ia memainkan piano akustik ataupun elektrik, baik solo ataupun bersama band, segalanya terlihat sempurna.

Di akhir penampilan mereka, Chick Corea dan kawan-kawan menghadirkan komposisi penutup lewat ‘Got a Match?’ yang langsung direspon oleh penonton sambil berdiri dan larut mengikuti lagu bertempo cepat tersebut. / Ibonk

Monday, 06 March 2017 09:25

Bebel Gilberto

Bossa Nova Cinta Nan Mendayu

Sebuah senyum manis dan sapa ramah kepada penggemarnya menjadi sebuah obat tersendiri di malam ketiga ajang jazz terbesar saat ini Java Jazz Festival 2017.  Bayangkan saja, pertunjukkan yang seharusnya dimulai pada pukul 21.45 harus mundur sampai pukul 23.00 WIB. Cukup lama juga mereka sabar berdiri menantikan kehadiran diva Bossa Nova yang memiliki suara yang cukup menghipnotis ini.

Bebel Gilberto, hadir dengan pakaian bermotif bunga-bunga merah yang ceria langsung saja membuka penampilannya dengan ‘August Day’. Jam terbang yang cukup tinggi tampak sekali dengan bagaimana ia menguasai panggung sepanjang penampilannya. Walau hanya diiringi akustik yang minim, nominator beberapa kali dalam ajang Grammy Awards ini terlihat begitu memikat dengan pilihan lagu-lagu dan gerak tarinya.

Anak dari pionir bossa nova, Joao Gilberto dan Miucha ini menghadirkan lagu lainnya yang berjudul ‘Momento’ dan melibatkan penonton untuk bernyanyi bersamanya pada lagu ‘Aganju’. Lepas itu, dengan sedikit kocak ia pun menyanyikan intro ‘Agua de Beber’ yang cukup fenomenal... ‘Haaa, kalian mau mendengarkan ini? Tidak akan..”, ujarnya, Ia malah menghadirkan lagu yang cukup dikenal yang juga mengangkat namanya ‘So Nice’ dengan nada yang begitu indah..

Begitulah.. lagu demi lagu lewat sajian boosa nova bersyair latin terus mengalun. Ia yang sejak tahun 1960-an sudah menjadi salah satu musisi Brazil yang paling laris di Amerika ini, mengakui mengalami masa kecil yang disebutnya “music non stop”. Dikelilingi oleh keluarga besar termasuk pamannya yang juga komposer Chico Buarque, lalu Milton Nascimento, Tim Jobim, Caetano Veloso dan Joao Donato.

02 Bebel Gilberto IbonkBebel Gilberto (foto: Ibonk)

Warna musiknya sendiri mendapat pengaruh yang cukup luas dari semua genre musik termasuk semua jenis musik Brazil. Pasca dirinya pindah ke New York pada tahun 1991, ia lebih memperdalam musik electronic yang dikawinkannya dengan musik Brazil. Nah.. sampai saat ini, Bebel Gilberto seolah cukup melekat dengan jenis musik tersebut.

Berturut-turut kembali ia melantunkan lagu-lagu lainnya dengan berbagai macam tempo lagu seperti ‘Saudade’, ‘Baby’, ‘Bring Back The Love’, ‘Sem Contencao’, dan ‘Cada Beijo’.

Penampilannya diakhiri dengan menghadirkan lagu ‘Samba Da Bencao’. Begitulah... semuapun puas akhirnya dengan apa yang dihadirkannya  lewat permainan bossa nova infused melody.. lagu dengan lirik cinta dan pertunjukkan panggung yang mendayu../ Ibonk

Page 16 of 119