NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 02 February 2017 18:12

Film Chrisye

Kisah Perjalanan Musik Sang Legenda

Akhirnya, rencana untuk pembuatan film Chrisye segera memasuki babak lanjutan. Rizal Mantovani, sebagai sutradara mengatakan bahwa film Chrisye akan segara memasuki tahap produksi. Film ini akan mengisahkan perjuangan penyanyi legendaris dalam kariernya di dunia musik.  

Untuk menjaga eksistensi ceritanya agar tak menjadi tumpang tindih, Rizal sengaja memberi framing sebagai batasan cerita di era 1970 hingga 1990 an. Sebagai bocoran, Rizal menceritakan dimana pada 1972, Chrisye, yang pada saat itu masih menjadi anggota band Gipsy, mendapatkan tawaran untuk bermain musik di sebuah kafe di New York, Amerika Serikat. "Hanya bermain band di sebuah club, bukan di sebuah tempat pertunjukkan. Tapi  menurut Chrisye muda itu adalah satu langkah besar pertama untuk karir selanjutnya," terang Rizal saat peluncuran trailer film tersebut di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (1/2).

Kemudian cerita berlanjut hingga masa 1997, ketika Chrisye menyanyikan lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ karya Taufiq Ismail. Momen ini juga ikut diangkat, karena banyak cerita relijius dan menarik di balik proses rekamannya yang perlu dipertunjukkan ke penonton nantinya.

Dalam kesempatan ini, selain melepas trailer film tersebut, juga memperkenalkan sejumlah pemeran yang akan bermain di film Chrisye.  Diantaranya ada  Vino G. Bastian yang berperan sebagai Chrisye, dan Velove Vexia sebagai Damayanti  Noor, sang istri.  Selain mereka juga dikenalkan pemeran lainnya yang akan berperan sebagai Guruh Soekarno Putra, Addie MS, Sys NS, Jay Subiakto dan lainnya.

02 Ferry Mursyidan Baldan IbonkFerry Mursyidan Baldan (Ibonk)

Film ini dibuat 90 persen sesuai dengan cerita hidup Chrisye berdasarkan sudut pandang sang istri, Yanti Noor. Proses syutingnya sendiri baru akan dimulai pada 7 Februari mendatang, dan dijadwalkan rilis pada September 2017. Seluruh proses syuting film dilakukan di Jakarta.

Secara kebetulan, NewsMusik juga bertemu dengan Ferry Musyidan Baldan (FMB), mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN sekaligus penggemar berat Chrisye yang hadir dalam acara tersebut atas undangan Yanti Noor. Ketika ditanya tanggapannya atas dibuatnya film Chrisye ini, ia hanya menjawab singkat. “Kita percayakan saja kepada Rizal Mantovani sebagai sutradara. Mudah-mudahan produksinya cepat selesai. Biar kita semua bisa nonton, Kita tunggulah hasilnya,” ungkap ketua Komunitas Kangen Chrisye (K2C) ini.

Lebih lanjut FMB juga menyampaikan bahwa film ini juga merupakan cerminan apresiasi dan kecintaan banyak orang terhadap Chrisye sebagai legenda musik Indonesia. Jadi apapun itu memang patut untuk dihargai. / Ibonk

 

Thursday, 02 February 2017 11:58

Chicha Koeswoyo

Langkah Baru di Episode Ketiga

Sisa hujan masih saja mengguyur Jakarta siang itu dibilangan Kemang, Jakarta Selatan. NewsMusik dan beberapa teman tengah bergegas ke sebuah tempat untuk bertemu bintang  masa lalu yang lagunya menjadi lagu wajib untuk dinyanyikan di depan kelas. Walau lalu lintas siang itu seperti enggan bergerak cepat, tapi syukurnya semuanya ternyata baik-baik saja, karena tanpa kesepakatan semua kami telat hadir.

Kalau menyebut nama Mirza Riadiani Kesuma, mungkin masih banyak yang bingung tapi tidak dengan Chicha Koeswoyo. Wanita kelahiran Jakarta, 1 Mei 1968 ini adalah ikonnya penyanyi cilik negeri ini. Siapa yang tak kenal dengan lagu Helli? Anjing kecil miliknya yang sangat fenomenal karena merupakan lagu anak-anak yang masih saja sering dilantunkan sampai kini.

Nah, apa kabar Chicha pada sekarang? Apa kesibukannya? Walau sebenarnya sudah tersiar kabar kalau dirinya akan come back. Yup, kembali lagi kedunia menyanyi. Sebuah dunia yang membesarkan namanya. “Hallo apa kabar”, sapanya ceria ketika kami bertemu.

Yup, begitulah akhirnya kamipun bercakap-cakap ditemani wajah sumringahnya. Chicha mengakui bahwa saat ini merupakan episode ke 3 dalam kehidupannya. Kenapa yang ke 3? “Yaa.. karena yang pertama adalah, dimana ketika aku berusia 6 tahun. Lewat keinginanku untuk menjadi penyanyi cilik pada masa itu. Kemudian berlanjut sampai di usia remaja. Mulai mengeksplor genre lainnya dan akhirnya sampai pada masa jenuh”, ungkapnya.    

“Lalu... chapter kedua adalah ketika aku memilih untuk berhenti dari dunia tarik suara, dan menjadi seorang Mirza Riadiani yang utuh. Kemudian menikah, memiliki anak-anak dan benar-benar mencurahkan diri untuk keluarga”, tambahnya lagi.

02 Chicha Koeswoyo IbonkChicha Koeswoyo (Ibonk)

Nah, ketika semuanya berjalan sesuai dengan yang diinginkannya dan belakangan Chicha kembali tersadar, bahwa kedua buah hatinya sudah beranjak besar. Sebentar lagi mereka akan melanjutkan hidup. Pasti banyak hal yang bisa dia perbuat pada masa-masa itu. Momentum inilah yang menjadi episode lanjutan dalam kehidupannya. Karena tanpa dinyana, Roedyanto Wasito, bassis handal Emerald BEX yang juga bukan orang jauh dirinya berhasil mengajak Chicha untuk kembali kedunia musik.

“Padahal bukan hanya sekali, mas Roedy atau teman-teman lain meminta untuk kembali bernyanyi. Sering banget. Tapi mungkin saat ini memang waktunya, dan aku terima tawaran tersebut. Apalagi setelah aku dengerin lagunya. Langsung jatuh cinta, sampai nangis karena liriknya luar biasa,” ujarnya kembali.

Tapi semuanya tak semudah membalik telapak tangan, walau telah mendapat dukungan dari suami dan anak-anaknya. Dunia menyanyi yang telah ditinggalkannya selama 30 tahun membuatnya grogi. Apalagi takkala dirinya harus masuk studio rekaman, butuh adaptasi kembali. Studio dahulu dan kini yang cukup berbeda membuatnya agak tidak nyaman. “Dulu studio yang papa punya gede. Nah, yang sekarang kok kecil? Rasanya jadi gimana gitu. Untungnya mas Roedy cukup telaten dan bikin aku nyaman”, akunya sambil tertawa.

Lagu yang diciptakan oleh Roedyanto Wasito untuk Chicha Koeswoyo tersebut berjudul ‘Look at Me’. Lagunya sendiri dibalut dalam nuansa dance dengan nada riang dan up beat. Namun sungguh dapat menunjukkan karakter Chicha Koeswoyo yang sebenarnya, tanpa menjadikannya mirip orang lain.

Ketika ditanyakan apa ekspektasi yang digantungkannya terhadap come back nya ia ke dunia tarik suara, ia menjawab bahwa dirinya tidak memiliki obsesi yang terlalu berlebihan dengan gebrakannya ini. “Bener kok, ini sama sekali bukan bermaksud untuk menunjukkan, ini lho Chicha Koeswoyo. Nggak juga meletakkan harapan terlalu tinggi. Cuma memang ingin saja.”

03 Generasi Koeswoyo IbonkGenerasi Koeswoyo (Ibonk)

Diluar itu, Chicha juga menyampaikan kalau ini adalah ungkapan rasa syukurnya pada sang Khalik. Bahwa dirinya terlahir dengan menyandang nama Koeswoyo, yang nota bene adalah keluarga  seniman. “Berapa banyak orang di luar sana yang rela mengeluarkan dana besar agar diakui keberadaannya. Ini yang harus disyukuri dan kami harus menjaganya dengan terus berkiprah di dunia seni.”

Dipenghujung tahun kemarin, Chicha terlihat mulai disibukkan dengan seringnya ia melakukan radio promo terhadap single nya ini di beberapa kota yang tak jauh-jauh dari Jakarta. Dan hal tersebut akan lebih intens dilakukannya pada saat ini.

Ketika ditanyakan, bagaimana dengan album baru untuk melanjutkan gerakan single ‘Look at Me’ ini. Apakah sudah terpikir untuk membuatnya? “Tentu sudah... saat ini tengah mengumpulkan materi. Mungkin kita coba lagu-lagu yang pernah aku nyanyikan dulu untuk diaransemen ulang. Keinginan lain adalah aku ingin sekali bisa featuring dengan siapa gitu, dalam album lainnya. Lucu kali yaa...,” tutupnya.

Yup, begitulah Chicha saat ini, yang telah kembali ke dunia tarik suara yang dahulu mendadak ditinggalkannya. Banyak harap kepadanya, lewat usianya yang sudah cukup matang ini, akan keluar karya-karya terbaik yang akan semakin mengangkat namanya.

Welcome back Cha... ayo lari-lariiiii..../ Ibonk

Thursday, 02 February 2017 10:07

Zaskia Gotik

Single Baru Awal Tahun

Siapa yang tak mengenalnya? Sejak sukses dengan single pertamanya ‘Satu Jam’, karier Zaskia Gotik tampak semakin kinclong saja. Diluar kontraversi kehidupan pribadinya yang sempat menjadi konsumsi publik, namun secara musikalitas tidak bisa disangkal bahwa dirinya sangat berpotensi. Sampai saat ini saja, sudah beberapa buah lagu diluncurkannya dan semakin menguatkan posisinya di ranah goyang asoy geboy ini.

Nah... di medio 2017 ini, si Neng kembali melakukan gebrakan terkait dengan karya musikalitasnya. Memang ada sedikit embel-embel untuk melestarikan budaya bangsa negeri ini, Zaskia terlihat pede melantunkan tarling Cirebon lewat judul ‘Ora Nduweni’. Lagu karya Ayip Rafansyah ini sebelumnya memang sudah sempat ngetop secara lokal, namun kembali di aransir dan dibuat lebih kekinian.

Si Neng menyebutkan bahwa lagu ini bernuansa kesedihan. Namun dihantarkan lewat rampak irama yang rancak. Video klip-nya juga dikemas sangat serius dan tampil mewah. Disini Zaskia berperan sebagai seorang putri raja yang tengah galau. “Single ini bercerita seorang wanita yang putus harapan karena tidak bisa mendapatkan cintanya. Lagunya sedih tapi masih bisa dibuat goyang," ungkapnya saat pelepasan single tersebut diseputar Menteng - Jakarta Pusat.

Tak hanya melakukan konferensi pers dan pelepasan video resminya. Pada kesempatan tersebut, Zaskia juga melantunkan secara langsung lagu tersebut diiringi minus one. Ya lumayanlah, mendengarkan secara langsung lagu tersebut dibawakan dengan sedikit goyang khasnya.    

02 Zaskia Gotik IbonkZaskia Gotik (Ibonk)

Zaskia Gotik yang terlahir dengan nama Surkianih di Bekasi, 27 April 1990 ini, sudah menunjukkan minatnya  pada dunia tarik suara sejak umur 5 tahun. Diakunya bahwa baru mulai bernyanyi secara profesional ketika duduk di bangku SMP. Seringnya mengikuti berbagai lomba nyanyi, si Neng akhirnya bisa mendapat jadwal manggung reguler dari satu kafe ke kafe lainnya. Keasyikan bernyanyi, Zaskia akhirnya memilih untuk meninggalkan sekolahnya.

Kesempatan baik datang di tahun 2011, ketika Zaskia digandeng untuk bergabung dibawah payung Nagaswara. Pada bulan Oktober ditahun yang sama, ia melepas single perdananya dengan label tersebut  yang berjudul ‘Satu Jam’ dalam balutan house music. Single tersebut, akhirnya menjadi trigger baginya untuk melanjutkan karirnya ke jenjang yang lebih baik lagi.

Tahun 2014 silam tampaknya menjadi tahun keberkahan dalam karirnya. Bayangkan, dirinya menyabet 3 penghargaan ditahun tersebut seperti 1 penghargaan pada YKS Romantic Awards, dan 2 penghargaan dalam Insert Awards. Selain itu, Zaskia juga meraih rekor MURI lewat keberhasilannya membuat 7 video klip dalam sehari./ Ibonk

 

Wednesday, 01 February 2017 09:58

Trinity The Nekad Traveler

Biografi Seorang Traveler

Satu lagi film yang diangkat dari kisah nyata penulis novel “The Naked Traveler” yang berisi perjalanan wisata. Adalah seorang Trinity,  yang menceritakan tentang suka dukanya berjalan-jalan ke tempat-tempat yang dikunjungi dan berbagi tips penting, baik untuk di dalam atau luar negeri. Film garapan Rizal Mantovani ini menceritakan semuanya secara unik dan fun, tanpa lupa menyelipkan bumbu percintaan, persahabatan dan rasa kebangsaan yang menarik.

“Film ini berisi tips bagaimana cara traveling yang pintar. Dikemas dengan cara yang menarik, jadi bukan sekedar biografi saja. Ini yang membedakan dari traveling biasa”, ungkap Rizal Mantovani saat menjelaskan pokok utama filmnya di acara presscon Selasa (31/1) di Galery Indonesia Kaya, Jakarta.

Proses shooting yang memakan waktu dua bulan mengambil lokasi di 3 negara yang berbeda, Indonesia, Maldives dan Filipina. Untuk semua itu, membutuhkan waktu untuk riset selama dua tahun. Biaya yang dikeluarkanpun tidak main-main. Ada kabar yang menyebutkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk film ini mencapai angka 15 Milyar. Film ini didukung diantaranya oleh Maudy Ayunda, Hamish Daud, Babe Cabiita, Rachel Amanda, Anggika Bolsterli, Ayu Dewi, Farhan, dan Tompi.

Film yang diproduksi oleh rumah produksi Tujuh Bintang Sinema bekerjasama dengan Line Indonesia ini mengisahkan tentang seorang wanita kantoran, Trinity (Maudy Ayunda) yang mempunyai kesukaan traveling sejak kecil. Namun hobby nya itu terbentur kendala dengan jatah cuti kantor dan juga keuangan yang pas-pasan. Diluar traveling, ia juga menyukai dunia menulis, dan kemudian menceritakan pengalamannya di sebuah blog yang berjudul naked-traveler.com

02 Bintang dan Pendukung The Nekad Traveler YDhewBintang dan Pendukung The Nekad Traveler (YDhew)

Cerita berjalan dengan munculnya dilema antara fokus pada pekerjaan atau mengejar passion dirinya yang sebenarnya. Di dalam perjalanannya, Trinity bertemu dengan sosok pria yang mempunyai hobby yang sama, Paul (Hamish Daud) yang juga seorang fotografer.

Bagi penggemar traveling, kiranya film ini akan cukup mewakili untuk mengetahui keindahan objek wisata Indonesia yang bahkan belum pernah dibayangkan sebelumnya. Film ini nantinya akan dirilis tanggal 16 Maret 2017 mendatang./ YDhew

Tuesday, 31 January 2017 09:57

Laudya Chintya Bella

Lebih Memilih Akting dari Nyanyi

Aktris dan penyanyi kelahiran Bandung, 24 Februari 1988 ini memulai kariernya sebagai model dan bintang iklan. Laudya Chintya Bella yang akrab dipanggil Bella ini pernah terpilih menjadi finalis majalah Kawanku di tahun 2002. Namanya mulai dikenal saat berperan sebagai Biyan di fim Virgin. Lewat film ini pula, Bella terpilih sebagai salah satu nominasi pemeran utama wanita terbaik Festival Film Indonesia 2005.

Berturut-turut setelah dinobatkan sebagai Aktris Terpuji pada Festival Film Bandung 2005, dirinya mulai membintangi berbagai film layar lebar seperti, Berbagi Suami, Lentera Merah, Bukan Bintang Biasa, Love, Dibawah Naungan Ka’bah, Belenggu, Haji Backpacker, ataupun Assalamualaikum Beijing. Ia juga berhasil menjadi aktris paling Ngetop versi SCTV Awards pada tahun 2006.

Banyaknya menjadi nominasi dan pemenang dari berbagai ajang awards tak membuat dirinya merasa cukup, terbukti di tahun 2016 lewat film Surga Yang Tak Dirindukan, Bella berhasil menjadi Pemeran Utama Wanita Terbaik di Indonesia Box Office Movie Awards.

Dalam dunia tarik suara, kiprahnya dimulai pada tahun 2006 kala bergabung bersama grup musik besutan Melly Goeslaw, Bukan Bintang Biasa (BBB). Bersama Raffi Ahmad, Chelsea Olivia Wijaya, Dimas Beck, dan Ayushita mereka setidaknya bisa sedikit membuktikan keraguan banyak orang yang beranggapan mereka hanya aji mumpung saja.

Memang secara jujur, Bella mengaku sering kesulitan saat harus bernyanyi, meski sudah gabung dalam BBB. Karena hal tersebut, ia lebih memilih akting ketimbang menyanyi, “Suka grogi kalau diminta nyanyi. Sampai kadang suka hilang suara saking paniknya. Mending syuting deh, dari pada disuruh nyanyi”, ujar Bella tanpa malu. Mungkin karena itu juga, karirnya di dunia tarik suara tak secemerlang langkahnya di film.

02 Bella dan Wafda YDhewBella dan Wafda (YDhew)

Nah, di awal tahun 2017 ini Bella kembali membintangi film Surga Yang Tak dirindukan 2, dan sekaligus dipercaya Melly Goeslaw untuk menyanyikan salah satu soundtrack dari film ini. Mau tak mau, karena ini sebuah tantangan, Bella akhirnya menyanggupi untuk membawakan lagu dari film ini. Ini juga menjadi pembuktian baginya bahwa dirinya memang mampu bernyanyi baik.

Ditemui diacara peluncuran album Original Soundtrack “Surga Yang Tak Dirindukan 2” pada Jumat (27/1) pekan lalu di Kawasan Kemang, Bella terlihat menikmati duetnya bersama Wafda kala melantunkan lagu  yang berjudul sama dengan film dan albumnya tersebut. Didalam album ini, ada dua buah lagu andalan ciptaan Melly Goeslaw, salah satunya yang dinyanyikan Bella, dan ‘Dalam Kenangan’ yang dinyanyikan oleh Krisdayanti.

"Aku ditawarin sama teh Melly, dari MD Music dan teh Melly sepakat. Prosesnya sendiri  cepat banget. Sebelum syuting ke Budapest, sudah take vokal dan video klip sama mas Rizal Mantovani," sambung Bella. “Ini pengalaman yang sangat luar biasa. Kebetulan film ini adalah film aku sendiri, dari pada orang lain yang menyanyikan, ya mendingan aku saja yang nyanyi”, ungkap Bella sambil tertawa./ YDhew

Wednesday, 25 January 2017 13:58

Mondo Gascaro

Cerita Tentang Eksplorasi, Kebebasan, dan Hijrah

Ramondo Gascaro, yang akrab disapa Mondo, sempat menjadi “anak band” selama 10 tahun. Mondo  yang eks pemain band SORE ini akhirnya mantap menjalani sebagai solois dan menjalani proyek musiknya sendiri. Selepas dari band Sore, ia tidak lantas berhenti dari dunia musik yang memang terlanjur dicintainya.

Sempat merilis single ‘Saturday Light’ dan ‘Komorebi’ di awal tahun 2015, iapun sempat terlibat penggarapan musik latar film layar lebar. Selain itu juga menjadi produser musik di bawah naungan Ivy League Music. Kedua single tersebut, yang dirilis dalam format digital dan piringan hitam 7 inci, mendapat sambutan cukup baik diindustri musik tanah air. Kedua single ini kemudian membuka jalan untuk membuat album perdana Mondo.

Namun karena kesibukan Mondo, proses penggarapan album ini tidak kunjung usai. Setelah memakan waktu lebih dari satu tahun, album perdana yang diberi title Rajakelana yang dirilis dalam fomat digitalpun selesai. Kata Rajakelana diambil karena mampu memberi jiwa dari album ini secara keseluruhan, dan  mempunyai makna “angin” ini terinspirasi dari syair lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ karya Ismail Marzuki.

Sebuah album klasik yang diawali dengan single ‘A Deacon’s Summer’ yang dirilis 20 Mei lalu, album yang berisi 10 tracks ini rilis pada tanggal 25 November 2016 lalu. Rajakelana sukses mencuri perhatian dan mendapat pengakuan sebagai  Best Album 2016 versi majalah Tempo, urutan 2 dalam Best Album 2016 versi majalah Rolling Stone dan Album Terbaik 2016 versi Metrotvnews.com.

02 Mondo Gascaro YRMondo Gascaro (YR)

Menyusul jejak kesuksesan tersebut, pada 21 Januari 2017 album inipun akhirnya dirilis dalam format fisik. Tidak hanya di Indonesia saja, album ini menurut rencana juga akan beredar di Jepang pada tanggal 8 Februari 2017, berkat kerjasama antara Ivy League Music dengan label jepang Production Dessinee.

Album perdana ini berisi 10 tracks yang terdiri dari 4 lagu berbahasa Indonesia, 4 lagu berbahasa Inggris, serta 2 lagu Instrumental. Proses produksi yang dilakukan di lebih dari 10 studio rekaman, dan melibatkan tidak sedikit musisi menjadikan penggarapan album ini sebuah pengalaman yang istimewa bagi Mondo.

Sebut saja, Bonita Adi menemani dalam latar, belum lagi Alexandria Deni, mantan vokalis the Monophones yang merupakan kugiran pop terbaik asal Yogyakarta yang juga hadir dalam lagu ‘Into The Clouds, Out of The Ocean’. Solo saksofon tenor dari Jay Afrisando musisi jazz dan kontemporer asal Yogyakarta mengisi di beberapa tracks. Kehadiran nona Sartje (Aprilia Apsari) dari White Shoes and the Couples Company mengisi lagu yang bertutur tentang nusantara di ‘Lamun Ombak’ dengan anggunnya.

Tidak lupa pasukan tetap yang terdiri dari Dimas A. Pradipta (drums), Petrus Bayu Prabowo (gitar bas), Lafa Pratomo (gitar) serta Bela Negara Abimanyu (perkusi) memperkuat lini musikalitas dari album ini.

03 Mondo Gascaro IstimewaMondo Gascaro (Istimewa)

Kehadiran strings section, sesi pasukan tiup dan harmonisasi vokal latar dengan aransemen khas Mondo membalut lagu-lagu dalam album ini dengan nuansa sinematik. Eksplorasi Mondo dengan mengasupkan instrumen gambang kulintang dan angklung towel pada beberapa track, serta alat musik petik asal Okinawa, Sanshin pada track ‘Butiran Angin’, memberikan rasa Asia dan Eksotika pada album ini.

Album Rajakelana, disampaikan dalam irama tropical Brazil, pop Jepang, soft rock – AOR, Indonesiana, hingga pembagian harmonisasi a la Brian Wilson. Ini merupakan ungkapan personal Mondo akan kehidupan yang berputar, sebuah album yang menjadi terobosan baru baginya.

Diluar itu semua, ini merupakan sebuah perjalanan selebrasi Mondo. Cerita tentang eksplorasi, kebebasan, tentang hijrah, yang membawa pesan baik bagi yang mendengarkan. Sebuah perayaan kehidupan barunya, ketika mampu melewati semua batas yang tak terperikan sebelumnya./ YDhew

 

Friday, 27 January 2017 22:58

Trio GAC

Awalnya Tak Percaya

Apa sebenarnya yang dirasakan oleh trio GAC yang digawangi oleh Gamaliel, Audrey, dan Cantika ini saat diminta sebagai pengisi soundtrack film Galih dan Ratna beberapa waktu yang lalu? Pengakuannya adalah rasa kaget dengan diberikannya kepercayaan untuk membawakan lagu yang sama dengan judul film tersebut.

Hal yang cukup dirasa berat adalah karena lagu ini tergolong  lagu lama dan sangat terkenal lewat alunan suara almarhum Chrisye. Selain itu  juga cukup melekat diingatan pencinta musik di tanah air. “Produser film maunya lagu ini di recycle jadi bernuansa kekinian. Mereka ingin aransemen lagu Galih & Ratna sesuai warna GAC,” ungkap Gamal seusai tampil bersama GAC membawakan lagu tersebut di seputaran Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (25/1).

Lain lagi pengakuan Audrey, bahwa dirinya sempat khawatir jika aransemen yang dibikin  tidak sesuai dengan harapan masyarakat. “Bagaimana caranya agar anak muda dan orang tua bisa menerima lagu ini, tetapi kami jadi tetap jadi diri sendiri. Jadi kami perlu meramu sedemikian rupa agar ciri khas yang dibawakan om Chrisye tempo dulu tersalurkan di versi GAC,” jelasnya panjang lebar.

02 GAC IstimewaGAC (Istimewa)

Dan pada akhirnya mereka mampu juga keluar dari lubang jarum. Sebuah lagu dengan nada cepat dan dipeluk alunan RnB yang sangat kental pun tercipta. Lewat alunan suara trio ini yang saling menimpali, mereka mampu meyakinkan produser film ini untuk menjadikan lagu ini sebagai salah satu soundtrack  dari beberapa lagu lainnya.  

NewsMusik yang sempat menyaksikan penampilan trio berbasis pop dance, black music dan RnB ini dalam mengaransir ulang lagu tersebut beranggapan kalau mereka pantas  diapresiasi. GAC mampu menunjukkan kekinian dan menjaga identitas mereka. Namun memang bukan pekerjaan mudah untuk merubah lagu yang cukup kuat baik karakter dan kepopulerannya. Apalagi pencipta dan penyanyinya bukan nama cetek di kancah musik tanah air.     

Film Galih dan Ratna merupakan film yang terinspirasi dari film Gita Cinta dari SMA yang dirilis tahun 1979, yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman. Film yang disutradarai Lucky Kuswandi dan dibintangi Refal Hady dan Sheryl Sheinafia. Film Galih dan Ratna akan tayang pada 9 Maret mendatang di seluruh bioskop Indonesia./ Ibonk

 

Thursday, 26 January 2017 22:47

Galih & Ratna

Kisah Abadi Rasa Millenials

Lucky Kuswandi, salah seorang sutradara muda yang dimiliki tanah air mencoba mengangkat kembali kisah dua cinta remaja yang pernah menjadi ikon anak muda di tahun 1979 dan bertahan sampai sekarang, Galih dan Ratna. Inilah nama pasangan cinta, yang memang menjadi sosok utama dalam film Gita Cinta dari SMA tersebut.

Dari sisi lain, Lucky ingin kembali mengulang kejayaan ingatan akan film masa lalu tersebut, dan dilatarbelakangi keinginan agar generasi sekarang dapat menikmati dan mengapresiasi film-film klasik Indonesia. Bagaimanapun, memunculkan pasangan tokoh ikonik dalam diri Refal Hady dan Sheryl Sheinafia sebagai Galih dan Ratna versi terkini menjadi pekerjaan penting. Apakah keduanya mampu menyamai sosok pasangan legendaris tersebut, masih harus diuji dari seberapa kuat mereka memerankan karakter keduanya.

Apalagi ada sepaket penilaian yang mau tak mau mengikuti yang tak hanya menilai siapa pemeran dan seberapa kuat mereka tune in kedalam peran. Namun masih ada ikatan lainnya seperti jalan cerita, peran pendukung dan hal lain yang berkaitan dengan film ini secara keseluruhan.

“Film Galih & Ratna, sebuah kisah kehidupan dalam transisi dimana terdapat dua remaja yang tidak siap untuk menjadi dewasa. Mereka dituntut banyak oleh lingkungan mereka tanpa memperdulikan apa sebenarnya yang mereka inginkan,” jelas Lucky saat press conference di seputaran Kemang, Jakarta.

02 Sheryl Sheinafia Refal Hady IbonkSheryl Sheinafia & Refal Hady (Ibonk)

Ia juga menganalogikan film ini lewat warna abu-abu dari seragam SMA sebagai warna transisi antara hitam dan putih. Sebuah warna yang bisa diartikan sebagai penantian untuk sebuah perjalanan baru yang ujung akhirnya pun tidak diketahui. Transisi antara remaja dan dewasa , sebuah proses pendewasaan yang sulit, pahit, juga indah.

Film ini merupakan a celebration of first love, passion, and music. Elemen musik dan proses kreatifnya menjadi salah satu hal utama yang merangkai Galih dan Ratna. Makanya tak heran jika sejumlah musisi turut dilibatkanuntuk mengisi soundtrack film Galih & Ratna ini. Group vokal GAC mengaransir ulang lagu ‘Galih & Ratna’ yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye. Ada juga Rendy Pandugo yang membawakan lagu ‘Hampir Sempurna’. Sheryl sebagai pemeran utamapun turut mengaransemen kembali lagu ‘Gita Cita Dari SMA’ yang diciptakan oleh Guruh Soekarno Putra, serta nama lain seperti White Shoes & The Couples Company, Koil, Agustin Oendari, ataupun Ivan Gojaya.

Filmnya sendiri tak hanya didukung oleh beberapa nama baru, namun juga menyertakan nama lainnya seperti Marissa Anita, Joko Anwar, Ayu Dyah Pasha, Hengky Tornado, dan Rano Karno serta Yessy Gusman sebagai special appearance. Film ini rencananya akan tayang di bioskop mulai 9 Maret 2017 di Indonesia, Malaysia dan Brunei. Bagaimana kesan dari film ini nanti? Silakan anda nilai sendiri setelah menyaksikannya./ Ibonk

 

Wednesday, 25 January 2017 11:42

Konser Dongeng Musikal Naura ke-2

Mengembalikan Keberadaan Musik Anak Indonesia

Patut disesalkan melihat fenomena bahwa eksistensi penyanyi cilik yang meramaikan industri musik tanah air, lebih cenderung menyanyikan lagu dewasa. Ini membuat berkurangnya eksistensi musik anak Indonesia dimata pendengar. Tapi dibalik itu, memang ada usaha-usaha yang dilakukan oleh beberapa individu ataupun kelompok yang peduli untuk membangkitkan kembali kejayaan musik anak.

Seperti pada tahun 2014 silam, muncul penyanyi cilik yang bernama Adyla Rafa Naura Ayu yang akrab disapa Naura. Putri dari pasangan Baldy dan NolaBe3”. Ditahun 2015 bocah cilik ini sukses mendapat beberapa penghargaan dari semua usahanya. Prestasinya bisa dilihat dengan menjadi Album Anak Terbaik versi AMI Award 2015, Artis Solo Perempuan Anak-anak Terbaik AMI Award 2016 dan Album Lagu Anak-anak Terbaik (Langit Yang Sama) AMI Award 2016.

Selain beberapa penghargaan yang diterima, ditahun 2015 Naura juga menggelar konser dongeng musikal yang bertajuk “Naura” dan sukses dengan terjualnya 2500 tiket dalam sekejap. Hal ini menunjukkan bahwa anak Indonesia sangat haus dengan pertunjukkan musik dan hiburan yang berkualitas.

Mengulang kesuksesan dua tahun sebelumnya, di awal tahun 2017 ini Trinity Optima Production yang bekerja sama dengan Merah Putih Production kembali menghadirkan konser yang bertajuk  Konser Dongeng Musikal Naura yang ke-2. Konser ini akan digelar pada tanggal 4 – 5 Februari 2017 di Ciputra Artpreuner Jakarta.

Konser ini menghadirkan konsep yang lebih spektakuler dan didukung oleh anak-anak berkualitas dan para professional serta didukung oleh kecanggihan teknologi multimedia dan video mapping yang sangat apik. “Konser ini selain akan mewujudkan impian Naura juga akan membawa anak-anak turut serta merasakan dunia dongeng yang sesungguhnya”, jelas Baldy.

02 Naura & Omaknya YDhewNaura & Yola "Be3" (Foto: YDhew)

“Niat awalnya ingin membuat karya untuk Naura yang memang sangat ingin bernyanyi. Ingin mewujudkan mimpi Naura. Ini bisa dibilang suatu perjuangan untuk musik anak Indonesia. Intinya agar anak-anak saya tahu bahwa lagu anak-anaklah yang sebetulnya harus dipelajari terlebih dahulu. Pada saat umurnya, Naura masih tetap menyanyikan lagu-lagu untuk anak Indonesia”, ujar Nola sang ibu.

Naura sendiri dilibatkan untuk menuangkan idenya dalam konsep, pemilihan lagu hingga musiknya. Sehingga membuat konser ini menjadi pertunjukan untuk keluarga yang sarat makna. Konser ini juga akan melibatkan Ava Victoria, pemain violin dan 30 orang pemain orchestra yang akan mengiringi 22 lagu yang dibawakan Naura. Menambah special di dalam konser ini nantinya, Naura akan memainkan dua alat musik yang masih dirahasiakan.

“Pokoknya nonton saja konsernya” jelas Naura dan Nola kompak. Naura percaya bahwa dia dapat berbagi kegembiraan dan kesenangan kembali dengan para sahabatnya yang ada di seluruh Indonesia dengan adanya Konser Dongeng Musikal nya ini.

Kabar baiknya adalah konser ini sudah mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat Indonesia,  dengan habisnya tiket untuk dua kali pertunjukan yang dijual sejak November 2016. Tapi sesungguhnya bukan hanya hal tersebut yang ingin dicapai, diharapkan konser ini bisa menjadi sebuah pertunjukan musik anak yang mampu menghibur dan menjadi penggerak bangkitnya musik anak-anak Indonesia./ YDhew

 

Monday, 23 January 2017 12:51

Nostalgia SMA: The 80's Are Back!'

Cerita Musikal Cinta Ilham dan Neida

Akhir pekan silam sebuah konser musik yang di kemas lewat tajuk Nostalgia SMA: The 80's Are Back! adalah sebuah konser yang sedikit unik. Dibungkus dengan tema cerita kilas balik yang menggabungkan musik, video, fashion dan koreografi serta keindahan tata panggung. Diisi oleh lagu-lagu 80-an dan pengisi acara yang kebanyakan juga musisi-musisi yang pernah jaya di era yang sama.

Acara ini diselenggarakan oleh komunitas Republik Bulungan di Gedung Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1). Maka tak heran jika pengunjung bersikeras untuk hadir dan melihat konser ini terkait nama-nama yang cukup terekam baik dalam setiap memori isi kepala anak muda jaman itu . Sebutlah Daniel Sahuleka, duo Ahmad Albar & Ian Antono, Chaseiro, Denny Malik, Fariz RM, Louise Hutauruk, Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks, Kadri Mohamad dan Rika Roeslan.

Selain itu, konser tersebut juga dimeriahkan oleh band dan musisi muda seperti Hivi! dan Kunto Aji. Ceritanya sendiri ditulis dan diarahkan oleh David Poernomo dan musiknya sendiri lewat sentuhan tangan dingin Tohpati. Pesta nostalgia ini sejatinya dimulai ada pukul 20.00 WIB, namun karena hal-hal khusus yang tak bisa  disebutkan konser baru dimulai 45 menit kemudian. Padahal penonton terlihat sudah memadati area JCC sejak pukul 18.00 WIB.

Syukurlah, panggung langsung diisi oleh pelawak Kadir yang berperan sebagai Kepala Sekolah dan Ilham sebagai seorang pemuda yang naksir berat pada Neida teman sekolahnya, menjadi sosok penghantar cerita  di setiap babak. Tohpati Orchestra cukup baik membuka acara lewat lantunan lagu 'Anak Sekolah' yang riang dan telah diaransir ulang dengan apiknya dan dibawakan oleh HiVi!, Kemudian ceritapun berlanjut dengan latar belakang lagu ‘Galih dan Ratna’, lewat koreografi teatrikal cinta SMA 80-an oleh penari-penari ala Swara Mahaddhika.

02 Daniel Sahuleka IbonkDaniel Sahuleka (Ibonk)

Kehadiran Kunto Aji lewat lagu milik Guruh Soekarnoputra dan dulunya menghadirkan olahan vokal jantan Djajoesman Joenoes, yang berjudul 'Hotel Des Indes' menjadi spot menarik tersendiri. Lagu bertempo middle dipadupadankan dengan konsep suasana hotel dan bar era silam yang sesuai kesan dalam lagu.

Setelahnya panggungpun mulai diisi lagu-lagu populer seperti ‘Serasa’, ‘Sakura’ yang mempertontonkan si pencipta dan pembawa tembang aslinya Fariz RM. Lalu ada Kadri Mohamad lewat lagu ‘Jenuh’ dan lagu yang pernah dipopulerkan Itang Yunaz lewat ciptaan Oddie Agam dengan judul ‘Aku Cinta Padamu’ menjadi sangat romantis ketika menggabungkan vokal Rieka Roslan dan Neida HiVi!

Panggung makin panas ketika hadir Denny Malik yang mengingatkan kita pada era ngeceng di seputaran Melawai dengan membawakan lagu 'Jalan Sore' dengan mengendarai mobil jip di dekat stage. Lalu langsung ditingkahi lewat aksi liar Andi /rif  yang dihantarkan ke bibir panggung layaknya genk motor lewat lagu 'Anak Jalanan'.

Begitulah, silih berganti cerita dan alunan lagu menghiasi panggung. Kalau mau dihitung, tak kurang dari 21 karya lagu dipertunjukkan. Penonton juga mendadak sontak ikut bernyanyi atau sekedar bergoyang takkala beberapa nama favorit mengisi panggung. Seperti biasa, nama Chaseiro, Louise Hutauruk ataupun Daniel Sahuleka dipastikan menimbulkan kehebohan sendiri dari arah kursi penonton.

Apalagi ketika OM Pancaran Sinar Petromaks hadir menguasi panggung. 3 lagu hits mereka seperti  'Fatime’, ‘Drakula' dan ‘Gaya Mahasiswa’ dihajar sambil diselingi kelakar yang lumayan mengocok perut penonton.

03 Swara Maharddhika IbonkSwara Maharddhika (Ibonk)

Waktupun terus saja bergulir, jalinan cerita cinta Ilham dan Naida kembali dirajut lewat lagu 'Surat Cinta' milik Vina Panduwinata. Menggunakan busana berwarna kuning dan oranye, Naida menghadirkan kesan centil. Sampai akhirnya jalinan cinta merekapun dilarung lewat lantunan lagu 'Nada Kasih' yang aslinya dibawakan vokal Fariz RM dan Neno Warisman. Acara pun ditutup dengan aksi penari-penari Swara Mahardika dan Tohpati Orchestra mengakhiri konser tersebut.

Begitu saja? Yak... boleh dikata cerita yang ditawarkan menjadi antiklimaks. Padahal di awal-awal pertunjukkan suasana lumayan terbangun apik lewat lagu dan jalan cerita yang sinkron. Namun dipertengahan makin lama makin membosankan, cerita dijahit tanpa letupan dan terlalu datar. Lumayan tertolong oleh lagu-lagu klasik yang lumayan dapat memulangkan memori setiap penonton yang hadir ke masa muda.

Belakangan baru tersadar, bahwa betapa nama seorang Chrismansyah Rahadi atau lebih dikenal dengan Chrisye tidak bisa lepas dari setiap denyut jantung para 80’ers. Lha.. terbukti dari banyak lagu yang ditampilkan, setidaknya ada 4 lagu dipopulerkan oleh Chrisye dalam waktu yang berbeda-beda. sebutlah ‘Anak Sekolah’, ‘Galih dan Ratna’, ‘Serasa’, ataupun ‘Anak Jalanan’. Ini setidaknya menunjukkan keabadian nama sang legenda masih terus saja melekat. Lewat karya dan lagu yang pernah dihadirkannya, walaupun kepergiannya sudah memasuki tahun ke 10.   

Balik lagi ke konser tersebut, selepas saling sapa dan memuji dengan teman-teman yang bersua di lobby JCC, NewsMusik pun segera silam sambil bernyanyi-nyanyi kecil melantunkan tembang yang tadi ditampilkan./ Ibonk

 

Page 15 of 114