KLa Project – Grand KLakustik CD 1

Album Audio Rasa Konser

Masih ingat album KLakustik #1 dan KLakustik #2 milik KLa Project di tahun 1996? Itu kan ceritanya KLa Project bikin konser akustik di Gedung Kesenian Jakarta. Awalnya sih, konser itu ngikutin trend kala itu, musik akustikan. Tapi bukan KLa Project namanya kalau tidak ingin selalu tampil beda. Mereka bikin konser akustikan dengan penonton terbatas, hanya berisi undangan dan pers saja. Lalu konser itu mereka bikin album yang jadi dua bagian.

Nah, tahun lalu, KLa Project memperingati 25 tahun mereka berkarya. Mereka bikin konser Grand KLakustik. Kali ini lebih gede dari konser tahun 1996. Persiapan matang dilakukan dan semua digarap secara profesional. Apa yang mereka sajikan di konser tersebut, sekarang bisa dinikmati dalam bentuk cakram audio. Meskipun yang beredar di pasaran saat ini baru jilid 1, paling tidak yang dulu tidak sempat menyaksikan, bisa punya gambaran bagaimana megahnya konser itu di album ini.

Album yang menyuguhkan 13 lagu alias separoh dari yang mereka sajikan di konser sebenarnya memberi gambaran betapa konser itu memang digarap serius. Kualitas suara di cakram dengar membuat pendengar serasa berada di konser. Semua terjadi karena orkestrasi yang tergarap dengan bagus. Kemegahan sebuah konser bisa hadir di alat pemutar musik dari yang canggih sampai yang standar.

Beberapa lagu juga bertambah durasinya dari lagu yang ada di album asli, seperti ‘Lara Melanda’ dan ‘Meski Tlah Jauh’ termasuk juga ‘Semoga’ dan ‘Dekadensi’. Lainnya ada yang bertambah tak banyak seperti ‘Mana Kutahu’, ‘Prahara’, ‘Jiwa Merapuh’, ‘Kau Pulihkan Luka’ dan ‘Romansa’. Tapi ada juga yang lebih pendek dari lagu aslinya seperti ‘Kidung Mesra’, ‘Satu Kayuh Berdua’, ‘Hey’ dan ‘Anak Dara’.

Aransemen dan orkestrasi yang dikerjakan oleh Adi Adrian dan Lilo untuk dinyanyikan Katon Bagaskara dibantu beberapa nama seperti Erick Pidux, Raden Agung, Laurentius Rendy, Budi Bidhun, Tohpati, Iwan Hasan, Alvin Witarsa dan Alvin Lubis semakin menajamkan karya-karya mereka menjadi maha karya yang bisa saja diseriusi. Yaaa… bisa saja menjadi sebuah album khusus orkestra semacam album Classic Rock gubahan London Symphony Orchestra atau Royal Philharmonic Orchestra gitu deh….

Lagu bagus, musik bagus, kualitas audio bagus. Apa yang kurang dari album ini? Walau sepele tapi kayaknya kalau isi alias content bagus tidak didukung kemasan yang mewah, serasa ada yang pincang. Kenapa kemasannya hanya kertas biasa, tidak dibikin mewah seperti album Greatest Hits tahun 2013 lalu? Keren tuh kemasannya, dengan hard cover dan unik. Mahal dikit rapopo laahhh, toh KLa Project punya KLanese yang die hard pada karya-karya mereka… tul nggak??/ Tj Singo

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found