Bunga Foto-foto tezA

Bunga

Dari Teman Untuk Teman

Penantian panjang selama lebih kurang 10 tahun menunggu angin segar yang dinantikan Bunga akhirnya berhembus juga. Duo frontman band Tony Vialy dan Nial mengungkapkan banyak sekali problematik datang saat proses pembuatan album teranyarnya itu. Mulai dari data lagu yang telah masuk tahap mixing terkendala hardisc rusak sampai-sampai musti ulang take instrument hingga Nial sempat mencari amplifier yang jenisnya langka di Indonesia guna proses produksi musik.

“Ini ibarat ejakulasi sangat lega dan klimaks rasanya, setelah terakhir Bunga launching album di tahun 2005 lalu, gue dan Tony bersyukur banget dan pastinya berterimakasih untuk teman-teman (Bungaku) yang selalu support kami untuk terus berkarya dan semoga album ini dapat diterima” ungkap Nial dengan senyum yang sumringah.

Pada album ‘Dari Teman Untuk Teman’ Bunga melepas 10 track yang terdiri dari masing-masing 7 lagu terbaru dan 3 lagu repackage. Nial memimpin projek ini sebagai executive produser, sementara produser utama dibalik terciptanya album ini turut melibatkan sahabatnya, Didit Saad. Didit lah yang melakukan take keseluruhan lagu dan mengisi instrumen gitar. Untuk urusan dapur mixing dan mastering mereka melemparkan kepercayaan kepada ahlinya yakni, Indra Qadarsih.

Pada track pertama ‘Dengarkanlah’ lagu yang menceritakan seorang wanita yang selalu memikirkan sesuatu hanya pakai logika tidak memakai perasaan dalam bersikap. Dari awal lagu sudah terdengar lirih nya lagu ini hingga bait akhir, ditambah lagi suara backing vocal yang dilantunkan oleh Bonita sangatlah pas, membuat opening song nyaman di telinga.

‘Duka’ menjadi lagu kedua yang bertutur konteks cerita sosial, kehidupan sehari-hari terutama untuk orang dalam kondisi jatuh tentunya harus bangkit kembali. Mulai intro hingga masuknya suara vokal telah terdengar kelamnya kesedihan dan kehampaan, namun pada bagian setelah reffrain ada penjelasan dari mereka untuk bangkit dari keterpurukan tersebut. Terutama saat bait reffrain mereka menuturkan sangat menikmati suka duka itu. Karena menurut Tony intinya dalam keadaan apapun hidup ini harus terus berjalan. Manisnya suara Bonita semakin menguatkan isi makna pada lagu ini.

Track ketiga ‘Get Away’ merupakan lagu yang berlirik Inggris, Bunga kembali mengarungi riuhnya grunge dalam warna musik, terutama yang terdapat pada efek suara vocal Tony. Musik yang melatari pun menjadi hidangan sedap yang acapkali Bunga sarat manggung membawakan lagu-lagu band seattle sound seperti Alice in Chains dan Pearl Jam. Lagu ini sempat muncul dan menarik minat sebuah Iklan sepatu sehingga hampir menjadi jinggle utama.

Lagu yang sebelum Bunga band merangsak masuk ke label-label rekaman, tetapi musiknya telah menjadi hits nomor 1 di acara indie delapan acara Prambors tahun 90’an yakni ‘Gila’ berhasil dikemas menjadi lebih fresh dibalut beauty rock and roll terdapat di track nomor empat. Kali ini drummernya Raiden Soedjono yang menunjukkan kelasnya dalam hal permainan powerfull & speed-sticking saat menggebuk drum. Liriknya menegaskan kalau orang gila yanga ada di sekitar itu tidak boleh dicerca dan di hina, karena dia juga manusia.

‘Hadapi’ menjadi inspirasi & perjalanan kita selama ini, banyak ganjalan dalam rencana Bunga, hadapi terus.. terobos terus.. ungkap Tony dan Nial kepada NewsMusik. Dari intro lagu tentu tidak banyak berubah versi dari album awal, setelah part reffrain ke 2 bukan melodi gitar yang ditonjolkan, justru mereka mengoptimalkan scratch yang dimainkan oleh DJ Boank.

 

02 Tony Vialy  Nial Teza
Tony Vialy & Nial

Tembang ‘Kasih Jangan Kau Pergi’ dibuat dengan nuansa dan aransemen sangat berbeda dengan album debut Bunga. Saat intro sekilas terdengar seperti lagu ‘Marooned’ nya Pink Floyd, disinilah Riza Arshad, sangat berperan membuat sense bahwa lagu ini tetap enak jika ditampilkan dengan versi band. Jari lentiknya pun memainkan nada-nada cukup indah untuk di perdengarkan di telinga dalam balutan nuansa Pop Rock.

‘Mamafia’ merupakan single yang di tonjokkan oleh Nial dan Tony pada album gressnya itu. Menurut mereka, keadaan negeri saat ini dalam kondisi darurat narkoba hingga video clipnya pun mereka sampai menggandeng Olivia Zalianty sebagai duta anti narkoba dan diajak bekerjasama dengan Bunga dalam video clip ini. Vokalis berdarah batak itu mengungkapkan, suatu hari ia melihat seorang sosok Ibu yang berjualan narkoba untuk menafkahi anaknya. Tony membalikkan situasi itu kala ia diposisikan menjadi sang anak, yang mengetahui kalau ibundanya berprofesi sebagai pengedar narkoba. Musik yang dikemas di lagu nomor tujuh ini beraroma cukup baik, masih adanya nuansa sisi gelap rock pada album Bunga.

Lagu nomor delapan ‘Sepi’ bernuansa cukup pilu, lontaran suara piano Riza Arshad bisa saja membius pendengarnya untuk menikmati musik yang lebih kalem dari lagu-lagu sebelumnya. Spesial untuk lagu ber genre pop ini, Bunga band berhasil menggandeng vokalis Syaharani Esqi:ef untuk mengisi beberapa part vocal, suara sexy nya pun memaniskan kolaborasi antara 2 penyanyi yang berbeda latar genre itu.

Pada lagu ‘Tanpamu’ ini merupakan kisah nyata cerita percintaan Nial dengan seorang wanita, disisi lain Tony sudah ada sinyal mulai bisa bekerjasama lagi bermusik dengan Nial, mereka akhirnya sepakat untuk menggarap lagu ini berdua. Untuk pengisi keyboard di lagu nomor sembilan ini mereka berhasil bekerjasama dengan Iwanouz Karibo (personel Coconuttrezze, D’Sky) yang mengkontribusikan permainan keyboard seperti layaknya mini orkestra.

Lagu terakhir ditutup dengan ‘Tikus, Ular dan Kupu-Kupu’ lagu yang bergenre grunge rock itu bercerita tentang Koruptor, Orang Culas dan Pelacuran dituangkannya kejujuran lirik kritik sosial. Band asal Jakarta ini juga berhasil menggandeng Ipang Lazuardi dan Anda Matajiwa untuk memeriahkan part-part vocal yang terdapat pada track nomor sepuluh itu. / Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found