Indonesia Reggae Sound Foto Istimewa

Indonesia Reggae Sound

Kompilasi Unik Persembahan Band Reggae Tanah Air

Kompilasi album “Indonesia Reggae Sound (IRS)” sukses menjadikan satu wadah kreativitas kesenian bagi seniman-senimanreggae di tanah air yang diwujudkan dalam bentuk album musik.Gabungan band-band yang berasal dari Lampung, Jabodetabek, Surakarta hingga Lombok tersebut rencananyaakan rilis pada 27 Mei mendatang. Pembelian album kompilasi ini akan difokuskanlewat sistem download via platform ITunes.Untuk saat ini pembelian bisa dilakukan sistem pre order yangbisa diperoleh juga lewat digital store lainnya seperti Amazon.com.

Adalah Offbeat music atau label rekaman ternama yang selama ini menaungi band-band sepertiSouljah, Tipe-X, Gangstarasta. Off Beatakan melakukan suatu eksperimen, yakni konsen jualan album hanya via online terutama lewat ITunes Store. Salah seorang wakilnya, Reinhard, mengutarakan bahwa dirinya sangat optimis karena grup musik Souljah selama ini selalu masuk top 5 di Itunes dan ia mengharapkan teman-teman band reggae yang ikut album kompilasi ini bisa merasakan hal yang sama bahkan jauh lebih baik dari yang ia targetkan.

“Gue mau nyatuin band-bandreggae Indonesia dan memberi pesan bahwa musik reggae itu nggak membosankan lho.. Sebelumnya gue pernah coba search pake keywoard “Indonesia”, malahan yang keluartranslate dari Indonesia ke Perancis atau Indonesia ke Inggris, Nah.. dimana nih band dan artis-artismusik Indonesia nya. Lewat album IRS ini tentunya akan memudahkan bagi pengguna handphone, kal o search pake keyword ‘Indonesia’ di (Iphone store)langsung bisa keluar wujud kompilasi album IRS. Album ini bisa mulai di download berbayar bulan Mei ” tambahnya.

Pembelian pre order seharga Rp.39.000 untukfull album, sementara 1 lagu dari Jamie Aditya bisa dibeli terpisah dengan harga Rp.5000. IRS terdiri dari 11 kumpulan band reggae yang memiliki nuansa khas tersendiri dalam bermusik. Logo Garuda yang terdapat di kompilasi tersebut memaknai suatu bentuk nasionalisme, akan adanya akulturasi budaya di Indonesia,tentunya dalam hal musik reggaedan reggae. Emilio Siregar (vocalis Gangsta Rasta) pun menambahkan, bahwa musik reggae di Indonesia itu merupakan basis fans terbesar nomor satu di dunia, hal ini terbukti jika manggung di daerah pelosok pedalaman pun animonya terhadap musik ini sangat luar biasa.

02 Indonesia Reggae Sound Teza
Foto Teza

Geliat IRS membuat ratusan band lainnya terutama yang dari luar daerahmerespon untukbisa berpartisipasi di album kompilasi ini. Mereka bergerak (mengirim lagu) lewat email, lewat pos hingga kiriman langsung ke kantor Offbeat Music. Hal tersebut sempat membuat pihak label pun kaget, yang pada akhirnya harus merundingkan ulang untuk menambah materi 2 lagu lagi.Tadinya Offbeat merencanakan akan sounding 10 materi lagu terbaik untuk album IRS,tetapi kini menjadi 11 track.

‘Satu Frekuensi’ dari Souljah menjadi bukti kuat sebuah konsistensi pada industri musik tanah air, bahkan sejak berdiri dengan nama Arigatoo tahun 1998. Lalu menjadi Souljah di tahun 2005 dan lagu Satu Frekuensi terdapat di album ke-empatnya “This Is Souljah”.

Samalona merupakan band asal Surakarta terbentuk dari tahun 2000, mereka tumbuh dalam komunitas seni di Solo. Lagu ‘Surakarta Jakarta’ yang launching di album debutnya bertajuk Kayarasa. Samalona tidak hanya mengusung nuansa reggae semata, suara saxophone yang dominan pada lagu ini membuat masih ada aroma jazz, blues.

Gangsta Rasta bangkit lagi lewat ‘Reggae Disco’, nuansa yang berbeda karena saat ini mereka tampil fresh, ceria dan lebih funky. Lewat besutan liriknya mereka berbicara. Gangsta Rasta sempat dikabarkan mati suri karena rutin bongkar pasang personil. Namun kini nyatanya mereka terbangun lagi dengan beberapa personil baru yang sangat solid. Band reggae ini terbentuk dari tahun 2000 silam, lagu ‘Hilang’ yang terdapat di album debutnya sekitar tahun 2006 sempat menjadi hits di beberapa radio tanah air.

Band Teh Manis memaparkan keindahan musiknya lewat lagu ‘Saburai’, liriknya menceritakan tentang keeksotisan kota Lampung yang membuat mereka pun malas untuk exodus ke kota-kota lain. Karena menurut mereka Lampung adalah negeri nan Indah. Pasar seni Enggal-Bandar Lampung memiliki andil besar atas terbentuknya band ini pada akhir 2006 silam. Karena dari sanalah para personil dipertemukan dengan satu latar belakang yang sama, yaitu menyukai musik reggae.

‘Lombok I Love You’ di dendangkan oleh Amtenar, yang personilnya rata-rata bekerja sebagai pegawai pemerintahan di Nusa Tenggara Barat. Amtenar merupakan terjemahan dari bahasa Belanda yang berarti pejabat atau pegawai pemerintahan. Lagu ini mengindikasikan pada pariwisata Lombok, karena bercerita tentang keindah alam pulau itu dengani ombaknya, sunset dan keramahtamahan penduduknya.

Boys N Roots memberi sentuhan lirik yang nakal lewat tembang ‘Mary Jane’, lagu ini telah di rilis di album keduanya yang bertajuk “Satu” yang sukses dirilis tahun 2014 lalu. Band ini memiliki markas di kota hujan Bogor.

Sedangkan ‘Fix’ yang merceritakan serunya kisah cinta-cintaan di kala remaja dilantunkan oleh band Big Waves. Sebuah band muda-mudi yang berasal dari kota Bekasi. Musiknya cukup riang untuk diperdengarkan. Band ini memiliki vokalis wanita yang senyumnya manis, keberadaan vokalis utama wanita cukup langka untuk tolak ukur sebuah band reggae di Indonesia.

03 Indonesia Reggae Sound Teza
Foto Teza

Tropical Forest mempersembahkan sebuah lagu yang berkonteks pada kondisi sosial negeri. Lewat lagu yang berjudul ’Selamatkan Negrimu’ band asal Malang dan terbentuk sejak tahun 2008 lalu tersebut menyampaikan suara dan pengharapan mereka terhadap negeri ini. Selanjutnya D’jenks lewat lagu ‘Kala Musik Bergema’ ikut juga berkontribusi. Dari intro lagunya saja, musik mereka sudah terdengar nyeleneh dan apa adanya. Melihat kebelakang, seperti biasanya saat proses recording, musik sudah kelar justru bait vokal sama sekali belum tertulis. Dome sang vokalis meminta waktu 30 menit untuk menulis lirik di dalam toilet hingga akhirnya terciptalah track nomor 9 ini.

Jamie Aditya tampil minimalis unik ala kadarnya dalam lagu berlirik Inggris berjudul ‘Badman Steppin’. Eks VJ MTV ini kabarnya hanya menciptakan lagu ini 2 hari saja dan ia cukup pandai memainkan melodi pakai mulut layaknya George Benson. Bravesboy tampil lewat ‘Terlambat Benci’ yang dikemas dalam nuansa reggae, ska dan jamaican sound. Tadinya band yang berasal dari kota Yogyakarta itu terdiri dari 2 personil yakni 2 vokalis yang biasa memainkan musiknya lewat minus one, hingga suatu saat mereka merasa kurang greget, maka menambah personilnya untuk tampil dengan full band.

‘Keroncong Perpisahan’ ditampilkan oleh Day Afternoon yang notabene adalah sekumpulan mahasiswa-mahasiswi Universitas Nasional (UNAS). Band yang terbentuk pada tahun 20006 silam terbentuk dari setongkrongan dan kebersamaan visi. Pada tahun 2011 mereka akhirnya dapat merilis album dengan judul “Manis Jambu’. /Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found