Album "Dekade" Afgan Afgan Dekade Album (Istimewa)

Album "Dekade" Afgan

Explorasi Jati Diri

Satu dekade sudah Afgansyah Reza bertahan di industri musik Indonesia. Mengawali karir bermusiknya sejak tahun 2008, Afgan meringkas perjalanan karirnya selama 10 tahun ke dalam sebuah album manis yang bertajuk "Dekade". Sebuah album yang mengusung lagu-lagu yang sebagian diaransemen ulang dan dikemas secara kekinian serta dipengaruhi dengan beat-beat R&B 90-an yang disukainya sejak lama.

Adakah perubahan dari diri Afgan setelah 10 tahun berkarya? Hal ini bisa terlihat dari lirik dan aransemen lagu yang beberapa diciptakan Afgan sendiri. Begitupun dalam hal musikalitas, Afgan terlihat beberapa kali berkolaborasi dengan beberapa artis seperti Isyana Sarasvati, Rossa dan juga seorang penyanyi kenamaan dari Malaysia, SonaOne. Dari sini pula Afgan mendapat penghargaan dari Anugerah Planet Muzik 2017, sebuah ajang penghargaan musik yang di helat oleh negeri jiran, Malaysia.

"Enggak ada yang berubah. Saya masih menjadi diri saya sendiri. Saya memiliki insekuritas yang tinggi, masih gak percaya diri, masih takut. Semua masih ada pada diri saya. Tapi saya sendiri merasa banyak berkembang dari segi musikalitas, performance, dan taste music. Bisa dibilang, kalau Afgan yang dulu masih mencari-cari gaya apa yang pas, akhirnya coba tiru sana sini. Setelah 10 tahun ini saya merasa sudah ada di tahap yang saya mau, dan lebih nyaman untuk menjadi diri sendiri. Dan lebih yakin dengan karya yang saya kerjakan, tutur Afgan sewaktu ditemui NewsMusik di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (28/2).

Dalam  album ini bisa terlihat perkembangan dan pendewasaannya dalam bermusim selama 10 tahun terakhir. Simak saja 14 track yang terdiri dari 7 lagu lama, 3  lagu remake, dan 4 lagu baru ini. Tiga lagu remake yang dipilih Afgan dalam album ini 'Sadis', 'Bukan Cinta Biasa", dan 'Bawalah Cintaku'. Lewat tiga lagu inilah Afgan dikenal oleh publik.

Tidak hanya sendirian dalam album kelimanya ini Afgan dibantu oleh beberapa arranger pilihan, salah satinya adalah Simhala Avadana.  Ada rasa nostalgia dalam album Dekade ini, Afgan sangat berperan besar dalam penulisan lagu, pemilihan notasi sampai pemiliham mastering di Inggris.

02 Afgan dalam peluncuran Dekade Album Nad

Afgan dalam peluncuran Dekade Album (Nad)

Berikut rangkuman track demi track dalam album ini :

Love Again
Lagu ini dipilih sebagai pembuka album Dekade, sebuah lagu yang diaransemen oleh Tatsuro Miller dengan beat pop R&B khas tahun 90-an menyatu dengan vikal Afgan yang khas. Dengan menggunakan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia, lagu ini mampu menjadi anthem bagi mereka yang masih menanti cinta lama.

Sudah
Dalam lagu ini Afgan berhasil memperlihatkan sisi lainnya dalam bermusik, dengan lagu power ballad kembali dibawakannya menjadi ciri khasnya dalam track ke dua.
Nuansa musik yang sedikit kelam sangat terasa dalam intro pianonya. Lirik lagu yang dramatis, lagu ini menceritakan tentang perasaan seorang kekasih yang menyadari kalau pasangannya tidak akan bisa mencintainya seutuhnya.

Heaven
Lagu ini merupalan project kolaborasi Rendy Pandugo dan Afgan yang berawal dari suatu kebetulan. Dimana keduanya mereka merasa buntu pada sisi workshop penulisan lagu yang sedang mereka, lalu diajaklah Isyana untuk bergabung.  Hanya dalam tempo setengah jam, lagu ini berhasil dibuat ketiganya dengan konsep simpel, ringan, easy listening dengan nuansa yang menebar kebahagiaan. Lagu ini menceritakan tentang sosok orang yang kita cintai dan setiap kita ada didekat mereka ada perasaan bahagia. Lagu ini merupakan perumpamaan perasaan saat berada didekat orang terkasih.

Take Me Back
Dengan aransemen R&B dan didominasi beat-beat hip hop yang kental, lagu ini sangat pas dibawakan oleh Afgan. Karakter suaranya seakan menyatu di lagu ini. Dilengkapi dengan rap lincah dari uprising Indonesian rapper, Ramengvrl. Lagu hasil dari workshop di Malaysia bersama dengan SonaOne ini tidak hanya sarat makna cinta tapi juga cocok untuk menjadi teman saat jalan pagi yang pas.

Sadis
Hadir dengan aransemen yang berbeda, lagu ini memiliko historis cukup tinggi bagi karier bermusik Afgan. Dengan aransemen yang cukup unik ditelinga, tanpa meninggalkan alunan piano yang menjadi ciri khasnya lagu 'Sadis' mendapatkan sentuhan rock blues 80-an di bagian refrain-nya. Bahkan Marco Steffiano selaku arranger menyisipkan sisi rock and roll dari Afgan yang selama ini tidak pernah ditampilkan

Bukan Cinta Biasa
Suara petikan gitar akustik dan aluman biola yang cukup dominan, memberikan aransemen musik yang berbeda didalamnya. Afgan sendiri banyak memberikan nada falseto nya untuk memaksimalkan kebaruan dari lagu ini.

Bawalah Cintaku
Mengaransemen lagu yang sudah disukai banyak orang bukanlah perkara yang mudah. Lagu yang diracik ulang oleh Andi Rianto ini sangat ikonik dengan gaya bermusiknya yang khas. Alunan nadanya terasa megah memggunakan aransemen sederhana dari piano, strings, woodwinds, tanpa rhythm section. Ada suara khas Sheila Majid dalam lagu ini, lagu lama Bebi Romeo pun terdengar seperti sebuah lagu baru.

Knock Me Out
Dengan nuansa pop R&B dan sound yang fresh dan fun lagu ini sangat terasa cerianya. Menggabungkan lirik berbahasa Inggris dan Indonesia lagu yang populer di tahun 2015 mengekspresikan rasa bahagia saat menemukan cinta sejati.

Kunci Hati
Lagu yang dituliskan Afgan bersama sahabatnya Inu Numata, bernada sedrrhana namun melodius. Berlirik indah dan meaningful, dengan olahan musik yang menghenyakan. Lagu ini terasa istimewa dengan terlibatnya olahan aransemen string dari Ari Renaldi yang dieksekusi oleh Bydapest Scoring Strings, Hongaria. Kesederhanaan pesan dari lagu ini terasa lebih bermakna.

Percayalah
Sebuah kejutan manis dari Afgan dan penyanyi pop wanita, Raisa memghasilkan lagu super romantis dengan aransemen yang indah karya dari Ari 'Aru' membuat lagu kolaborasi ini terasa syahdu untuk di dengar.

Setia Menunggu
Nada lirih sarat kegelisahan menjadi nadi utama lagu karya Badai Kerispatih yang lantas dimatangkan olahan musiknya oleh gitaris dan produser Tohpati ini. Hanya dihidupkan oleh dialog gesekan cello bernada murung dengan petikan gitar akustik yang seolah menegarkan. Dengan bernada pelan Afgan tampil menonjol di lagu ini.

Kamu Yang Ditunggu
Dengan alunan nada dari piano yang mendominasi lagu ini terasa semakin romantis. Lagu yang menceritakan tentang sebuah mimpi dan kepercayaan akan cinta yang membuat penantian terbayar dengan sempurna. Sehingga lagu ini merupakan lagu yang tepat dinyanyikan pada saat momen-momen romantis seperti hari pernikahan.

Jodoh Pasti Bertemu
Lagu yang sudah beredar di tahun 2012 ini masih banyak dicintai oleh penggemar musik di Indonesia hingga akhir ini. Lagu ini berhasil memperoleh beragam nominasi penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri./ Nad

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found