Olly Oxen Bad Mantra Cover (Istimewa)

Olly Oxen

Melepas Mantra dalam Bentuk EP

Musik kian berkembang sesuai masa yang dialaminya, seperti istilah Rock, Metal, dan lain lain yang hanya cendrung dipahami oleh manusia kebanyakan. Namun jika ditelisik lebih dalam, beberapa genre yang memang cukup dikenal oleh orang kebanyakan sebenarnya masih memiliki banyak sekali sub culture. Seperti Rock (Stoner Rock, Desert Rock, Rock N‘ Roll, Heavy Rock, Psychedelic Rock, dan lainnya) juga Metal (Doom Metal, Heavy Metal, Sludge Metal, Drone Metal) dan masih banyak sub culture yang lain.  

Lantunan vocal yang tinggi, tempo drum turun naik semaunya, cabikan bass berat ditelinga, dan lengkingan gitar beroktaf tinggi adalah salah satu ciri yang berkembang sejak era awal 90an, terlebih ketika Kyuss salah satu pelopor sub genre Stoner Rock  merilis album pada 1992 di Amerika Serikat.

Di tanah air, adalah Olly Oxen yang merupakan barikade pengusung Stoner Rock asal Semarang merupakan kelompok yang memang sangat menikmati sub genre ini. Dimotori oleh Gemby (Gitar), Mere (Vocal), Novelino (Bass), Gawang (Drum) yang tidak lain merupakan individu-individu yang telah malang melintang di kancah musik di Semarang.

Sedikit banyak mereka juga mengingatkan para pencinta alunan musik dari Kadavar, Rival Sons, Radio Moscow, Graveyard, Crobot, The Temperance Movement, karena Olly Oxen merupakan representasi dari musik tersebut.

02 Olly Oxen IstimewaOlly Oxen (foto: Istimewa)

Bermula terbentuk sebagai proyek Alter Ego, namun kian lama mulai direkatkan pada kesamaan visi untuk membuat komposisi lagu rock yang imajinatif juga variatif. Setelah sukses memboomingkan pecintanya melalui video lyric ‘Adult’s Dream Is a Violation’ beberapa waktu lalu yang dirilis via YouTube, Olly Oxen melanjutkan taring dengan menelurkan EP bertajuk Bad Mantra.

Jum’at, 12 Mei 2017 silam, Bad Mantra resmi dirilis melalui payung Peculiar Record. Berisikan 4 tracks lagu dengan judul ‘Bad Mantra’, ‘Adults Dream Is a Violation’, ‘Self Preaching (When Nobody Else Thinking The Way Up), serta ‘Mr Dunnowatudu’. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi Olly Oxen untuk memperkenalkan video clip lead single mereka yang kedua yakni ‘Bad Mantra‘ mendiri. Berisikan materi tentang kontrol media atas kehidupan manusia, bagaimana citra dan informasi dibingkai untuk melemahkan pemikiran dan memutar persepsi.

Bumbu vokal yang penuh petualangan, dengan didukung psychedelic riffs dan sound fuzz gitar yang padat cukup membuat kita mengerenyitkan dahi. Ditingkahi dengan bass yang tidak kalah berhasil membangun ketebalan diluar nalar tersaji ditrack ‘Mr Dunnowatudu’.

Sebaliknya ketika kita mendengar suguhan ‘Bad Mantra’ kita seperti dibawa melayang diketidaktahuan. Tempo drum yang cukup pelan diawal, sentuhan delay dari gitar membawa kita mengalun hingga ke titik tanya. Apa esensi musik mereka sebenarnya? Namun ketika menjelang diakhir track, kita akan dibawa berlari meninggalkan kenyataan. Drum yang berubah drastis ditambah sound tremolo dari gitar kian kelam mendominasi.

03 Olly Oxen Show Case IstimewaOlly Oxen Show Case (foto: Istimewa)

‘Bad Mantra’ berhasil membawa pendengar bertekuk lutut! Dan tidak kalah liarnya track ‘Adults Dream Is a Violation’ dan ‘Self Preaching (When Nobody Else Thinking The Way Up). EP ini adalah tentang mengingatkan diri untuk tidak berhenti berfikir dan mempertanyakan sistem disekitar kita. “Sebuah keberanian untuk menolak hidup dalam mimpi orang lain”, ujar Mere yang menjadi penulis konten ‘Bad Mantra’.

Untuk saat ini, EP Bad Mantra sudah dapat diakses dan dinikmati diplayer digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, Olly Oxen akan melaju penuh energi untuk bersinergi meramaikan musik di Indonesia./ Fikar

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found