Male Profile
NewsMusik

NewsMusik

Saturday, 15 July 2017 09:26

Shane Filan

Segera Sambangi Bandung

Sejak membubarkan diri di tahun 2011, para personil boy band asal Irlandia, Westlife kemudian mulai menentukan karir mereka masing-masing, demikian halnya dengan Shane Filan. Sebulan setelah bubarnya band tersebut, Filan merupakan salah seorang artis solo yang dikejar oleh label rekaman. Sebagai vokalis utama di Westlife, suara lembutnya banyak disukai penggemarnya yang kebanyakan wanita.

Bernama lengkap Shane Steven Filan mengawali karir sejak usia 7 tahun melalui ajang kontes bernyanyi dengan menyanyikan lagu Billy Joel,  ‘Uptown Girl’. Beberapa tahun kedepannya, lagu ini pula kemudian kembali dinyanyikan ulang  oleh grup band Westlife.

Sebagai bintang Irlandia terbesar setelah Ronan Keating, Filan sempat mengalami pasang surut kehidupan, baik di dunia keartisan maupun di kehidupan pribadinya. Di tahun 2013, ia merilis album solo perdananya, “You And Me”, dengan single andalan ‘Everything to Me’. Namun sayangnya album tersebut lesu dipasaran, begitupun dengan dua single sesudahnya, ‘About You’ dan ‘Knee Deep in My Heart’, malah tak mampu menembus angka sepuluh besar di Irlandia.

Dari keterpurukannya, Filan akhirnya menulis buku “My Side of Life” yang begitu inspiratif, dan mengadakan pertunjukan musik yang tidak pernah sepi penontonnya. Pesona Filan masih menjadi daya tarik penggemarnya, karena hampir dipastikan konsernya selalu mendapat sambutan yang meriah dari para Filaners.

Begitupun di Indonesia namanya tidak asing lagi, terakhir di bulan Maret 2017 silam, Filan menggelar konser di Jakarta. Penampilannya masih memukau para Filaners dengan membawakan 15 lagu hits dari Westlife, seperti ‘Flying Without Wings’, ‘Uptown Girl’, dan ‘Swear It Again’.

02 Shane Filan Love Always Tour 2017 IstimewaShane Filan "Love Always Tour 2017" (Foto: Istimewa)

Dalam rangka mempromosikan album terbarunya yang bertajuk “Love Always”, Filan kembali ke Indonesia tanggal 19 Agustus 2017 mendatang dengan menggelar konser serupa. Namun kali ini konsernya diadakan di Bandung. Ia yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Bandung nanti akan menyapa penggemarnya dengan tema “Love Always Tour 2017”.  Konser yang akan di helat di Trans Studio Bandung dengan promotor Full Color Entertainment.

Bandung merupakan kota yang dipilihnya dalam rangkaian tour promo albumnya, sebelum ke Inggris dan Irlandia. “I have never been to Bandung. I’m really looking forwards to it. I love coming to Indonesia. The people are always so friendly and I love to perform here. “The Love Always” concert in Bandung will be very special”, jelas pria 38 tahun ini melalui rilis yang diterima NewsMusik (13/7).

Managing Director Full Color Entertainment, David Ananda menjelaskan, pihaknya mengusung Shane Filan untuk kembali konser di Indonesia, bukanlah tanpa alasan. Sebagai mantan lead singer dari Westlife ini  berhasil meraih 28 disk platinum dan menjual lebih dari 40 juta kopi rekaman ke seluruh dunia.


"Kesuksesan Shane Filan sebagai lead singer membuktikan bahwa ia mampu membawa Westlife menjadi boydband yang sukses di pada masa kejayaannya dulu. Jadi, karena itulah, Full Color Entertainment bekerja sama dengan Trans Studio Bandung, ingin mengajak para Filaners dan penggemar Westlife di Kota Bandung untuk bernostalgia bersama. Sambil menikmati lagu-lagu baru Shane Filan di album terbarunya, “Love Always”," papar David.

Buat penggemarnya di Bandung yang ingin menyaksikan aksi panggungnya, tiket dibuka mulai harga Rp. 350.000,- (Kelas Festival/ Standing), VIP Rp. 800.000,- (Seating) dan VVIP Meet and Greet Rp. 1.500.000,- (photo session dan signed poster). /YDhew

03 Seat Plan Istimewa

Seat Plan (Istimewa)

Friday, 14 July 2017 14:08

Speaker First

Panggung Woodstock 2017 dan Karir Internasional

Perjalanan karier baik individu ataupun kelompok memang tidak akan pernah dapat diprediksi secara tepat. Banyak hal yang menjadi momentum sebuah keberhasilan, meskipun ujung-ujungnya faktor keberuntungan menjadi kunci akhir. Seperti yang dialami oleh band rock n roll asal Bandung, Speaker First yang kini di gawangi oleh Mahattir Alkatiry (vocal), Beny & Bony Barnaby (gitar), dan Daud (additional drum).

Saat ini mereka terlihat perkasa dengan mendapat kesempatan unjuk taring di industri musik Internasional. Sejak awal berdiri , mereka konsisten menawarkaan ruh rock n roll dalam karyanya sehingga menjadi pilihan alternatif dan dibawakan sesuai ciri mereka. Seperti yang kerap didengungkan, bahwa lesunya industri musik di tanah air akan sangat mempengaruhi band-band yang mempunyai idealisme baik dalam performing atau lagu-lagunya agak sulit dicerna. Apalagi jika harus bersaing dengan band yang lebih dahulu eksis, makin beratlah tantangan yang harus mereka jalani.

Band ini awalnya di bentuk tahun 2003 lewat formasi Reda (vokal), Bony & Beny (gitar, vokal), Sandy (bass) serta Anton (drum). Seiiring perjalanan waktu group band ini tiba-tiba harus kehilangan oleh sang vokalis yang memutuskan mundur. Tapi akhirnya terselamatkan dengan hadirnya Atiir yang datang membawa warna baru bagi band mereka dengan karakter vokal yang khas. Sebelum pergantian vokalis tersebut,  band ini sempat membuat album perdana di tahun 2004 di bawah label Sony Music Indonesia bertajuk “Whatever You Say”.

Di tahun 2007, barulah Attir resmi menjadi vokalis di Speaker First dan menyelesaikan album “Dunia Milik Kita” (Duta Music Indonesia) serta mini album “Muda dan Berani” (Phoenix Rising, 2011). Saat itu mereka cukup mapan dan matang dengan mengusung musik berciri black musik ala James Brown serta  memasukkan nuansa era tahun 50-an. Beberapa single pun sempat mereka hasilkan seperti ‘Mr. Ego’ yag merupakan daur ulang tembang ‘Like a Rolling Stone’ milik Bob Dylan yang mengisi soundtrack film GIE.

02 Speaker First IstimewaSpeaker First (Istimewa)

Walaupun sempat membubarkan diri di tahun 2013, tercatat selama 15 tahun mereka bertahan dan akhirnya bangkit kembali. Setelah di depak dari label musik Sony Music Indonesia, di tahun 2016 silam mereka bangkit dengan mengadakan rangkaian tour di Amerika dan Inggris. Tak hanya tour, mereka juga melakukan rekaman di studio ternama, Air Studio London.

Air Studio sendiri, merupakan perusahaan rekaman bergengsi yang banyak dipakai oleh grup ternama di Inggris, seperti Pink Floyd, Coldplay, dan Oasis. Lewat rekaman tersebut, mereka menghasilkan lima buah lagu baru, seperti ‘The Anthem’ yang menjadi single pertama mereka, lalu ‘Break My Soul’, ‘Rock N Doll’, ‘If It Ain't You’, serta ‘Angel's Robe Devil's Cape’.

Jauh dari yang mereka bayangkan sebelumnya, ternyata disana mereka mendapat sambutan yang luar biasa. Pengunjung dibuat terkesima akan penampilan band yang hits dengan lagunya ‘Dunia Milik Kita’ dan berhasil mencuri perhatian pelaku industri musik Amerika dan Inggris.

Beberapa waktu lalu di tahun ini, Speaker First baru saja pulang dari rangkaian tour dan show di 7 kota di USA; San Diego, Orange Country, Los Angeles, Fresno, Napa Valey, Portland, dan Seattle dalam acara MUSEXPO 2017, di Hollywood, Los Angeles. Kabarnyapun mereka sudah teken kontrak dengan label internasional dari Amerika dan juga akan mengadakan rangkaian tour di 5 negara (Polandia, Finlandia, Scandinavia, Swedia dan Inggris) pada Agustus mendatang. Hal ini merupakan usaha dan lobbying dari Willy Hidayat sebagai manager.

03 Speaker First YDhewSpeaker First (YDhew)

“Ini merupakan kerja keras dari anak-anak Speaker First yang memang tahan banting. Juga konsep mereka dalam bermusik yang konsisten di jalur rock n roll yang memang disukai. Mudah-mudahan ini menjadi pioneer band yang ingin merentangkan karir bermusiknya di dunia internasional”, ujar Willy di Pisa Café, Kamis (13/7).

Dewi fortuna tak hanya sampai disitu saja menghampiri mereka, di tahun ini Speaker First kembali mendapat kesempatan emas tampil di salah satu festival musik bergengsi dunia yakni Woodstock Festival pada 3 Agustus 2017 mendatang. Menjadi band pertama asal Indonesia dan salah satunya di Asia yang pertama kali hadir di Woodstock Festival tanpa jalur audisi. Semua berkat karya mereka yang sempat memimpin chart didengar panitia, juga live performance mereka selama tour di US.

“Alhamdulillah kami akan main di Woodstock 2017. Sebuah anugerah dan impian bagi kami band rock umumnya. Rasa bangga dan bersyukur pastinya. Terbukti lewat musik walau berbeda bahasa, tetapi dapat melewati semua batasan wilayah, negara, ras dan sebagainya. Musik itu universal. A good song is always a good song, wherever you come from, whoever you are, it doesn’t matter, the secret is always in the song”, ujar para personil Speaker First berfilosofi./ YDhew

 

Thursday, 13 July 2017 10:12

Bunga Citra Lestari

Melibatkan Sahabat dalam Album Terbaru

Ada kejutan di dalam album Bunga Citra Lestari yang bertajuk ”It’s Me” ini, selain harus menunggu selama 5 tahun lamanya, Unge begitu biasa dia disapa mengungkapkan bahwa proses yang dijalankan dalam merampungkan album ini tidak mudah dan membutuhkan kesabaran.

“Aku ingin membuat sesuatu yang baru yang enak dinikmati. Sehingga album ini membutuhkan proses bagaimana caranya agar lagu di tahun 2000-an masih bisa dinikmati. Sebagian besar materi lagunya adalah konser “It’s Me” kemarin. Ya inilah aku, yang telah berevolusi dan membuat sesuatu yang aku suka dan aku mau”, jelas Unge di KFC Kemang Rabu (12/7).

Hal ini dibenarkan oleh Iman Sastrosatomo dari Aquarius Musikindo, bahwa betapa sabarnya seorang BCL dalam merampungkan albumnya. Ia memiliki keyakinan dan komitmen untuk fokus dan bertanggung jawab tanpa pamrih dalam memberikan yang terbaik. Album ini merupakan identitas diri BCL yang diakui sebagai titik baliknya didunia musik”, ujar Iman.

Selain menggandeng beberapa sahabat musisi diantaranya Andi Rianto, Dewiq, Pay, Melly Goeslaw, Ade Govinda, ia juga melibatkan sahabatnya baik dari kalangan aktor dan juga DJ ternama, diantaranya ada Joe Taslim, Reza Rahardian,dan Dipha Barus.

“Aku kaget sewaktu mendengar suara Joe Taslim. Tidak sesuai dengan ekspektasi, karena ternyata suaranya bagus dan bisa bernyanyi, begitu juga dengan Reza”, jelas BCL sewaktu ditanya alasannya mengajak kedua sahabatnya tersebut untuk bergabung di album barunya.

02 BCL RizalBCL (Foto: Rizal)

Album ini juga merupakan kilas balik dari konser yang bertajuk “It’s Me” kemarin, yang menyambungkan waktunya ke dunia musik dan juga moment sudah saatnya mengeluarkan album baru. Album ini juga berisi lagu yang berbeda-beda. Single terakhir yang direkam berjudul ‘Jangan Gila’ dan menggadeng Reza Rahardian untuk berduet. “Ada sesuatu dari konser yang harus aku masukkan di album ini, akhirnya dipilihlah lagu ini,” ujar BCL.

Selain bekerja sama dengan penyanyi tenor, Daniel Kristanto dalam lagu ciptaan Yongki Suwarno, BCL juga menggandeng Yovie Widianto dan beberapa lagu diaransemen oleh Andi Rianto seperti lagu ‘Jera (Hatiku Masih Milikmu)’.

“Berduet dengan beberapa orang sahabat, merupakan moment yang saya tunggu. Apalagi sewaktu berduet dengan Reza Rahardian di konser kemarin. Itu sebuah hal yang sulit dilupakan dan mendapat sambutan yang sangat baik. Saya berharap album ini dapat diterima penggemar musik Indonesia”, kata BCL menutup pembicaraan.

Album yang sarat nuansa pop ini, dan dibuat sesuai dengan ciri khas BCL. Berisi sepuluh lagu yang berjudul ‘Aku Wanita’, ‘Jera (Hatiku Masih Milikmu)’, ‘Rindu Kamu’, ‘Tundukan Dunia’, ‘Aku Bisa Apa?’, ‘Jangan Gila’, ‘Trauma’, ‘Persepsi Cinta’, ‘Akulah Cinta’, dan ‘Hari Bahagia’. / YDhew

 

Wednesday, 12 July 2017 11:26

Soundrenaline 2017

Rayakan Keragaman Ekspresi dan Karya

Sub tema diatas tak lain adalah letupan semangat dari salah satu festival musik yang masih tetap eksis di nusantara raya ini. Soundrenaline 2017 adalah festival musik tertua tanah air yang saat ini memasuki tahun ke 15 pertunjukannya. Dengan mengusung tema besar #UnitedWeLoud, Soundrenaline ajak para penikmat musik untuk saling menghargai keragaman, khususnya dalam hal mengekspresikan diri dan berkarya.

“Soundrenaline memahami bahwa soul dari sebuah festival musik terletak pada orang-orang yang hadir dan mendukung jalannya Soundrenaline. Maka, kami mengajak setiap orang yang terlibat dalam Soundrenaline untuk benar-benar mengekspresikan diri mereka. Berlaku bagi para musisi dan tentunya juga para penikmat musik yang akan hadir di Soundrenaline pada tanggal 9 dan 10 September nanti di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali,” jelas Novrial Rustam selaku Managing Director KILAU Indonesia, pada Talkshow Soundrenaline 2017 #UnitedWeLoud di Baxter Smith – Dining, Lounge & Roofbar, Jakarta.

Selain itu, terkait dengan pemakaian GWK yang sudah berulangkali menjadi tempat dilangsungkannya pesta musik tahunan ini, Novrial Rustam mengatakan bahwa ini adalah bentuk konsistensi pihak penyelenggara. Karena sebisa mungkin mereka berusaha untuk selalu mengadakan Soundrenaline ditempat dan bulan yang sama.

02 Beberapa musisi yang terlibat dalam project kolaborasi Soundrenaline 2017 Ibonk
Beberapa musisi yang terlibat dalam project kolaborasi Soundrenaline 2017 (foto: Ibonk)

Untuk tahun 2017 ini, Gelaran Soundrenaline 2017 akan dibuat lebih berisik dengan penampilan musisi papan atas seperti JET, Sheila on 7, Tulus, Payung Teduh, Elephant Kind, HMGNC, Lolot, Kotak, Burgerkill, Stars & Rabbit, Kelompok Penerbang Roket, Bottlesmoker ataupun Rendy Pandugo.

Lebih lanjut lagi, nantinya akan dihadirkan kolaborasi beberapa nama musisi kondang seperti, Neonomora dengan Homogenic, ataupun Mondo Gascaro dengan Danilla Riyadi. Selain itu, Iga Massardi yang dikenal sebagai pentolan Barasuara akan menggawangi sebuah proyek kolaborasi bertajuk Rhythm of The People yang akan melibatkan Kikan, Coki (NTRL), Stella Gareth (Scaller), dan Marco Steffiano (Barasuara).

Keragaman yang dirayakan di Soundrenaline tidak berhenti pada deretan line-up ataupun kolaborasi musik. Event kali ini juga dirancang menjadi ajang pamer bagi para penggiat seni visual mural. Bujangan Urban. Ia akan bertindak sebagai “arsitek” karya seni mural yang dipamerkan di Soundrenaline.

Juga tidak melupakan para pecinta fashion dan style untuk mengekspresikan diri mereka melalui gaya padu padan busana yang unik. Untuk itu dilibatkan juga fashion stylist kenamaan Indonesia, Ajeng Svastiari yang akan pamer karya.

03 Andien Ibonk
Andien (foto: Ibonk)

Andien yang nantinya akan berkolaborasi dengan Scaller menyebutkan bahwa dirinya juga tidak membayangkan seperti apa hasil jadi kolaborasi mereka. “Terus terang saya bersemangat sekali. Nggak tau seperti apa hasil dari kolaborasi saya dengan sebuah band alternative ini”, ungkapnya.

Adib Hidayat, selaku seorang penulis dan pengamat musik, menuturkan bahwa geliat industri musik masa kini menuntut musisi untuk terus bereksplorasi dan produktif. Ia sangat antusias atas visi Soundrenaline yang ingin mengukuhkan keragaman musik Tanah Air. “Saya rasa ini saat yang tepat bagi musisi untuk mengekspresikan kemampuan bermusik mereka dengan berbagai ide-ide gila yang menjadi identitas mereka,” katanya./ Ibonk

 

Monday, 10 July 2017 10:51

Liam Gallagher

Menampilkan London dalam Video Terbaru

 

Beberapa waktu lalu, Liam Gallagher, mantan vokalis Oasis tampak berjalan menyusuri jalanan London. Hal tersebut terkait dengan pembuatan video minimalisnya yang diperuntukkan untuk lagu solo akustik terbarunya, "Chinatown".

Dalam pembuatan video tersebut, Liam tampak bersandar di sebuah jalan bawah tanah yang  bertabur coretan dinding dan memandang penuh ke Palace of Westminster. Saat matahari terbenam, melewati pikuknya restoran dan supermarket, ditingkahi oleh aksi Charlie Lightening, sang director yanhg menyoroti sekitar dengan kameranya.

Kesan yang ditaangkap dalam pembuatan video ini mengingatkan kita pada melodi manis klasik ‘Champagne Supernova’ milik Oasis. Lagu ini menyoroti album debut solo penyanyi tersebut, As You Were yang juga terdapat single ‘Wall of Glass’ didalamnya.

02 Liam Gallagher IstimewaLiam Gallagher (Foto: Istimewa)

Album yang akan diluncurkan pada 6 Oktober mendatang, sedikitnya akan menampilkan empat lagu selain ‘Wall of Glass’, kemudian ‘Paper Crown’, ‘Come Back to Me’, dan bonus ‘Doesn"t Have to Be That Way’ yang ditangani oleh produser pop Greg Kurstin. Sementara sisa lagu lainnya ditangani oleh Dan Grech-Marguerat.

Dalam pernyataan mengenai albumnya tersebut, Liam menjanjikan pendekatan terbuka sesuai dengan yang ia kerjakan sebelumnya. "Saya tidak ingin menemukan kembali sesuatu atau bereksperimen dengan jazz ruang angkasa," tutupnya. / Ibonk

Wednesday, 05 July 2017 12:39

Filosofi Kopi 2: Ben & Jody

Lanjutan Petualang Dua Sahabat

Kalau masih ingat dengan film Filosofi Kopi pasti tokoh Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) sudah tak asing lagi.  Dua sosok sahabat yang mencoba peruntungannya dengan membuka kedai kopi yang bernama Filosofi Kopi. Film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini menceritakan perjuangan keduanya, bagaimana cara meracik kopi dan jatuh bangunnya membuka kedai kopi di Jakarta.

Film drama ini kemudian dilanjutkan dengan judul Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody,  diceritakan bahwa keduanya sengaja menutup kedai Filosofi Kopi mereka di Melawai. Mereka lebih memilih berkeliling Indonesia demi membagikan “kopi terbaik” dengan kendaraan VW Kombi. Waktupun berlalu, sampai pada sebuah takdir yang kerap dijumpai, bahwa tak ada pesta yang tak usai. Satu persatu karyawan mengundurkan diri dengan alasan masing-masing, Sampai pada keputusan, keduanya  putar haluan untuk balik ke Jakarta dan  membangun kedai kopi.

Sekuel Ben & Jody ini memunculkan tokoh baru diantara mereka berdua yakni Luna Maya yang berperan sebagai Tarra serta Nadine Alexandra sebagai Brie. Singkat kata ditengah perjuangan mereka mencari investor yang cocok untuk membangun kembali kedai kopi, bertemulah dengan sosok Tarra yang bersedia membeli sebagian saham Filosofi Kopi.

Diwaktu yang lain, Jody juga bertemu dengan Brie, seorang perempuan lulusan Melbourne yang ingin menjadi barista (bartender peracik kopi) handal. Brie bukan orang baru dalam dunia kopi, ia telah mempelajari kopi dan mengetahui seluk-beluk kopi dari mulai benih hingga siap dihidangkan. Dengan  idealisme yang sedikit berbeda, akhirnya Brie terlibat konflik dengan Ben. Namun tak lama Brie mulai memperlihatkan kemampuannya sebagai barista handal yang sesuai dengan filosofi yang dimiliki Filosofi Kopi.

02 Nadine Alexandra Brie Luna Maya Tarra IstimewaNadine Alexandra (Brie) & Luna Maya (Tarra) (Istimewa)

Hadirnya Tarra ditengah Ben & Jody memiliki rahasia yang mengancam keberlangsungan kedai kopi mereka. Tidak seperti Filosofi Kopi yang lalu dimana penonton disuguhi dengan seputar kopi, seperti istilah, jenis dan alat pembuat kopi serta meraciknya, di film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini lebih banyak menceritakan konflik kedua sahabat tersebut dengan tokoh baru dan kehidupan mereka masing-masing.

Film yang ditulis oleh 3 orang penulis skenario ini seperti Jenny Jusuf, M. Irfan Ramli dan Angga Dwimas Sasongko menghadirkan pesan moral yang cukup baik meski samar ditampilkan. Seperti misalnya adanya adegan bagaimana kesalnya Ben sewaktu ayahnya wafat dan dikirimi bunga oleh orang yang telah membunuh perekonomian keluarganya karena perebutan lahan petani kopi dengan pengusaha kelapa sawit. Konflik itu pula yang menyebabkan ibunya terbunuh.

Cerita yang dirangkai inipun, sebenarnya banyak terjadi di zaman sekarang.  Petani kopi yang tergusur oleh oknum-oknum pengusaha perkebunan lainnya  yang dengan seenaknya membabat lahan perkebunan mereka tanpa pandang bulu. Dari sisi cerita, apalagi ditulis oleh 3 orang penulis skenario, seharusnya film ini lebih banyak menampilkan dialog yang segar dan konflik yang lebih banyak.

Penasaran dengan film sekuel dua sahabat ini? Saksikan perjalanan Ben dan Jody di bioskop mulai tanggal 13 Juli 2017/ YDhew

 

Wednesday, 05 July 2017 11:28

Bestival Bali 2017

Menampilkan Diantaranya Rob da Bank dan De La Soul

Bestival adalah sebuah festival musik yang berbasis di Inggris Selatan. Festival yang menjadi bagian dari rangkaian festival Eropa setiap tahunnya ini akan menyapa para penikmat musik di Indonesia tahun ini. Lewat konsep yang hampir sama dengan Glastonbury dan Fuji Rock Festival, para pengunjung Bestival bisa berkemah di lokasi acara selama festival berlangsung.

Gelaran asal Britania Raya yang telah meraih berbagai penghargaan ini, mengembangkan sayapnya ke Indonesia lewat tema Bestival Bali 2017 dan akan digelar pada 30 September dan 1 Oktober mendatang di Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Sebagai pengisi acara utama, Bestival membawa Alt-J, Rudimental (DJ set), De La Soul, George Clinton & Parliament-Funkadelic, Purity Ring, The Cuban Brothers, dan Rob da Bank. Ada pula dua perwakilan dari dalam negeri, yaitu Stars and Rabbit dan Ras Muhammad. Masih ada artis-artis lain yang akan diumumkan menyusul.

Rob da Bank selaku kurator dari Bestival mengatakan, "Saya tak bisa memikirkan tempat yang lebih baik lagi di dunia untuk melaksanakan festival baru selain di Bali, tempat yang indah, budaya yang mengesankan, musik yang hebat, dan jangan memulai saya untuk bicara tentang selancar, sejarah, alam dan orang-orangnya."

02 Bestival IstimewaBestival Bali 2017 (Istimewa)

Keriaan ini sering juga disebut sebagai Escapist Festival Wonderland, Bestival akan memanjakan para pengunjung dengan beragam fasilitas seperti bar koktail mewah dan pasar jajanan, baik makanan lokal maupun global selama 2 hari.

Tiket sudah mulai dijual melalui situs BestivalBali.com. Ada pun harga tiketnya terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Adult Early Weekend Ticket yang dipatok 200 dollar AS (sekitar Rp 2,6 juta), Adult Weekend seharga 250 dollar AS (sekitar Rp 3,3 juta), Adult VIP 450 dollar AS (sekitar Rp 6 juta), dan meja VIP untuk sepuluh orang seharga 5.000 dollar AS (sekitar Rp 66 juta).

Bestival UK merupakan salah satu festival terpenting di Britania Raya dalam empat belas tahun terakhir, memenangkan banyak penghargaan bergengsi. Festival butik ini mendatangkan 40 ribu penonton setiap tahunnya dan dikenal karena visi kreatif dan suguhan musik elektronik./ Ibonk

 

Monday, 03 July 2017 14:46

Sweet 20

Bertabur Bintang dan Lagu Klasik

Film Sweet 20 ini mengadaptasi dari film asal Korea Selatan Miss Granny, yang laris manis  di tahun 2014 lalu dan meraih kesuksesan di negaranya sendiri. Lewat kisah yang dibumbui komedi, film ini tayang di bioskop sejak tanggal 25 Juni 2017.  Boleh dikata cukup sukses menarik penonton di hari lebaran. Meskipun diadaptasi dari film aslinya, Sweet 20 juga hadir dengan nuansa lokal dan disesuaikan dengan budaya Indonesia.

Kisah berawal dari sebuah keluarga yang didalamnya terdapat seorang nenek yang berusia 70 tahun bernama Fatmawati diperankan oleh Niniek L. Karim. Fatma, begitu dia biasa dipanggil tinggal bersama anaknya yang semata wayang dan seorang dosen, Aditya (Lukman Sardi), menantu Salma (Cut Mini) dan kedua cucunya Juno (Kevin Julio), Luna (Alexa Key).

Dalam kehidupan nyata, Fatma banyak ikut campur dalam rumah tangga anaknya. Ia tidak disukai keluarga anaknya karena kecerewatannya. Salma, sang menantupun akhirnya jatuh sakit karena tidak tahan dengan cerewetnya Fatma. Hal ini yang mengakibatkan Aditya dan Luna ingin memasukkannya ke panti jompo.

Fatma yang mendengar hal tersebut merasa kecewa, dan iapun pergi dari rumahnya. Sampai pada perjalanannya pergi dari rumah, Fatma menemukan sebuah toko yang merupakan studio foto. Fatma berkeinginan membuat foto wajahnya yang belum terlalu tua untuk diabadikan, agar dapat menjadi foto pemakamannya nanti tampak cantik.

02 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Kisahpun dimulai dari sini, setelah di foto keajaibanpun terjadi, Fatma berubah menjadi seorang gadis remaja berusia 20 tahun. Fatma yang tersadar akhirnya merubah namanya menjadi Mieke Wijaya (Tatjana Saphira) yang memulai hidupnya dan mewujudkan mimpinya. Fatma dahulu berkeinginan menjadi seorang penyanyi dan merubah penampilannya dengan dandanan era tahun 60-an yang bergaya klasik. Diluar itu, Aditya sangat resah karena kehilangan sang ibu dan mulai mencari keberadaan ibunya.

Sosok Mieke yang cantik mengingatkan sahabatnya, Hamzah (Slamet Rahardjo) yang sejak dulu jatuh hati kepada Fatma makin jatuh hati setelah mengetahui bahwa sosok Mieke yang muda dan cantik adalah Fatmawati. Sementara itu kehadiran Mieke mulai menarik perhatian dua lelaki lainnya, Juno dan Alan (Morgan Oey) seorang produser TV yang tertarik dengan kecantikan dan suara Mieke.

Mieke yang ingin mewujudkan mimpinya menjadi seorang penyanyi akhirnya menjadi vokalis di band cucunya Juno. Disini Mieke mulai merasa bingung, disatu sisi ia rindu akan kehidupannya sebagai Fatmawati, namun juga mulai merasakan jatuh cinta kembali terhadap Alan.

Film bertema drama komedi ini, layak dijadikan tontonan untuk keluarga. Selain menghibur juga ada pesan moral didalamnya. Dibumbui dengan komedi yang khas yang membuat penonton tertawa, film ini juga berisi adegan yang menguras air mata. Celetukan-celetukan dan tingkah konyol yang dihadirkan pun terkesan natural dan tidak dipaksakan, alur cerita yang unik juga tidak membosankan.

03 Sweet 20 IstimewaSweet 20 (Istimewa)

Yang menarik dari film ini adalah selain bertaburan aktor dan aktris berbakat, juga menyajikan 6 lagu lawas klasik yang di aransemen ulang, seperti ‘Payung Fantasi’, ‘Selayang Pandang’, ‘Layu Sebelum Berkembang’, ‘Bing’, ‘Meraih Asa’ dan ‘Tentang Cinta’.

Setiap lagu berhasil mewakili alur cerita, bahkan 3 lagu dinyanyikan sendiri oleh Tatjana Saphira, yakni  ‘Bing’, ‘Payung Fantasi’ dan ‘Layu Sebelum Berkembang’. Sementara lagu 'Meraih Asa' dibawakan oleh  Alexa Key, ‘Selayang Pandang’ oleh Gugun Blues Shelter, serta ‘Terong Dicabein’ oleh Siti Badriah. Tak heran film ini disebut dengan paket lengkap, selain skenario yang asyik juga dengan adanya scoring yang asyik didengar, ditambah dengan pemain yang bagus.

Akting Tjajana pun nyaris tanpa cela, meski diadu berakting dengan peraih piala citra seperti Niniek L. Karim, Slamet Rahardjo dan juga Widyawati. Hadirnya Tika Panggabean sebagai anak dari Hamzah menambah poin tersendiri di fim ini meski porsi yang ditampilkan tidak banyak. Dalam hal pemilihan kostum, lokasi dan juga audio visual sang sutradara Ody C Harahap cukup pantas diacungi jempol dimana penonton dimanjakan dengan penataan gambar tempo dulu.

Pemilihan lokasi syuting di Bandung, dirasa sangat cocok dengan suasana unik dan klasiknya, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri selain para pemain yang terdiri dari lintas generasi. Begitulah, meski film ini berisi cerita yang tidak masuk akal namun cukup menghibur dengan alur cerita yang ringan yang banyak disukai penonton tanah air. Secara keseluruhan film ini cukup berhasil menjadi sebuah tontonan keluarga di tengah liburan. Penasaran dengan akhir dari film ini? Segera sambangi bioskop favorit anda, mumpung film ini masih diputar/ YDhew

 

Monday, 03 July 2017 12:57

Anggun

Segera Menyelesaikan Album Terbaru

Hampir sebahagian besar penduduk Indonesia kenal akan sosoknya. Ikon musik nasional, juara World Music Award, juri Internasional Asia’s Got Talent dan Goodwill Ambassador United Nations, itulah Anggun Cipta Sasmi yang beken dengan panggilan Anggun, yang  mengejar kesuksesannya di Eropa sejak bertahun-tahun lalu.

Kini, album berbahasa Perancisnya mendapatkan penghargaan Gold Album di Perancis, dan menjadi sebuah pencapaian fantastis bagi seorang entertainer asal Indonesia.

Sejauh ini ia telah melewati lebih dari tur 60 tanggal pertunjukan, dan beberapa hari yang lalu Anggun tampil sebagai bintang utama pada festival bergengsi FIMA di Baccarat, Perancis. Disambut meriah oleh kerumunan penonton di ajang festival ini, mereka ngotot untuk menyaksikan penyanyi asal Indonesia tersebut tampil di panggung. Anggun tampak membawakan sebuah penampilan yang kuat dan elegan yang memukau penonton.

“Sangat indah, senang sekali dapat melihat Anggun tampil live. Ini merupakan salah satu pertunjukan musik terbaik yang pernah saya tonton selama ini,” terang seorang fans yang cukup antusias menggambarkan penampilan Anggun yang tampil fantastis didampingi oleh empat musisi ini.

02 Anggun IstimewaAnggun (Istimewa)

Gambar-gambar yang dipublikasikan pada jejaring sosial juga menjadi cerita sendiri. Penonton yang penuh sesak pun tampak ceria dan terkesan dengan vokal kuat Anggun, juga aksi panggung yang mempesona. “Saya melakukan pertunjukan terakhir dari jadwal tur Eropa saya disini, di Perancis sebelum menyelesaikan album Internasional saya”, ujar Anggun.

“Sebenarnya saya  sedikit sedih karena rangkaian tur ini harus berakhir, namun pada saat yang bersamaan juga sangat antusias untuk segera kembali ke Asia, terutama di Indonesia, untuk mempromosikan album Internasional terbaru saya. Saya sudah sangat rindu dengan penggemar di Indonesia,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, Anggun juga akan terbang ke New York, Amerika, untuk tampil pada ajang musik bergengsi Big Apple Music Awards dimana ia dinominasikan sebagai Word Best-Selling Asian Female Artist atau Artis Wanita Asia PenjualanTerbaik Dunia./ Ibonk

Wednesday, 21 June 2017 11:54

Film Suatu Hari Nanti

Menawarkan Keindahan Alam Swiss

Beberapa tahun terakhir ini, sineas film Indonesia banyak menyuguhkan panorama keindahan mancanegara. Bisa jadi ini memang tuntutan cerita atau hanya sebagai pemikat penonton. Keadaan ini juga berlaku untuk Evergreen Pictures dan Rumah Film yang kembali menawarkan keindahan alam di benua Eropa melalui film yang bertajuk “Satu Hari Nanti” . Film ini merupakan proyek bersama dengan pemerintah Swiss yang menyodorkan lansekap kota-kota di negara tersebut sebagai latar cerita.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo ini menceritakan kehidupan dua pasang kekasih yang gelisah dalam membangun komitmen di negeri rantau. Pemain yang terlibaat di film ini antara lain Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, hingga Ayushita Nugraha.

“Lokasi full di Swiss. Secara skrip, 99 persen cerita di sana. Produksi juga kami kerjakan di Swiss, tanpa harus akal-akalan bikin set di tanah air,” tutur Salman dalam rilis yang diterima NewsMusik Senin (20/6).

 Kota-kota yang akan dipilih menjadi latar belakang film ini adalah Thun dan Interlaken. Selanjutnya masih ada Brienz, Bern, serta salah satu puncak tertinggi Eropa, Jungfrau. Thun sendiri adalah kota kecil yang terkenal dengan danau cantiknya, selain itu terdapat pula sebuah kastil tua beserta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi.

02 Kleinn Scheidegg Stasiun menuju Jungfrau IstimewaKleinn Scheidegg, Stasiun menuju Jungfrau (Foto: Istimewa)

Sementara Interlaken merupakan sebuah kota destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Terletak di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Lantas lanjut ke ke resort wisata puncak Jungfrau, namanya Jungfraujoch. Ini merupakan kawasan wisata dengan posisi unik, dibangun di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen. Wisatawan bisa menempuh 2 jam perjalanan kereta api untuk menuju puncaknya.

Kemudian Brienz, kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional Swiss dan tampak pada arsitektur rumahnya. Di sini ada danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es. Lokasi terakhir yang dipilih adalah Bern, ibukota Swiss nan asri dan juga masih banyaknya bangunan klasik yang masih orisinil sejak dahulu.

Proses pengambilan gambar film ini berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam. Dan sudah mulai dalam tahap pasca produksi. Sementara untuk tanggal rilis, produser Dienan Silmy memastikan sekitar akhir tahun 2017./ YDhew

Page 4 of 116