Male Profile
NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 18 May 2017 12:20

Soundsations Arena Rock 2017

Konser di 10 Daerah

Rangkaian tour dengan tajuk “Arena Rock” resmi dimulai, digagas oleh Go Ahead People, salah satu penyelenggara yang memang cukup sering mengadakan event musik pada saat ini. Dengan slogan “10 Daerah 10 Kali Bersenang-Senang“ dalam kurun waktu Mei – September 2017.

Kota Depok adalah menjadi tempat pertama sebagai pembuka konser berkesinambungan ini, yang mengambil lokasi di rooftop ITC Depok dibilangan Margonda Raya. Ini adalah salah satu tempat yang cukup sering dipakai untuk gelaran gigs dikawasan Depok. Antusiasme sudah terlihat ketika acara belum dimulai. Penonton yang didominasi oleh anak muda serta remaja tanggung ini tampak sabar dalam menunggu.

Tercatat pada hari Rabu 17/5/ 2017, sekitar pukul 17.00 WIB band pertama pun naik panggung, Jimmy The Bandit yang digawangi 5 pemuda ini menggebrak panggung Arena Rock. Mengusung garage rock penampilan mereka begitu ciamik. Disusul dengan band yang sudah lama berkecimpung di industri tanah air, Monkey To Millionaire.

Kemudian disusul dengan hadirnya empat lelaki gondrong asal Bandung dan menggempur Arena Rock, The SIgit. Tak lama berselang, setelah The Sigit turun terlihat Bagus menaiki panggung, tepat dibelakangnya Coki dan Eno. NTRL kamuflase dari Netral ini meneruskan menggebrak panggung. Disaat lagu ketiga, ada sedikit kegaduhan terjadi di moshpit area, saling pukul antar penonton terjadi.

“Woy.. Woy udah lah ini lagunya emang begitu. Kena tampol sedikit ngga apa apalah. Namanya juga laki”, himbau Bagus dari atas panggung. Begitu kericuhan usai, lagu selanjutnya pun dimulai dan suasana kembali kondusif.

02 Sounsations Arena Rock 2017 FikarSounsations Arena Rock 2017 (foto: Fikar)

Ada sebuah hal yang jarang terjadi muncul di acara ini. Kemunculan Kelompok Penerbang Roket feat. Rekti Yoewono yang dikenal juga sebagai front man dari The Sigit. Mereka berkolaborasi dengan saling membawakan lagu dari keduanya, cukup enak dan mudah di dengar.

Selepas pesta rock di Depok ini, selanjutnya Soundsations Arena Rock 2017, akan berlangsung pada hari Kamis, bertempat dikawasan Pulo Gadung Jakarta Timur, “Ya... kita akan terus membuat acara-acara lanjutan yang seperti ini. Memang kelihatan kok, anak muda itu sebenernya haus akan suguhan yang bertemakan musik. Untuk itu, kita akan tetap mengusakan terus menghibur mereka” ucap salah satu panitia.

Semoga apa yang dilakukan oleh para penyelenggara event musik di tanah air, bisa selalu menyuguhkan acara sejenis. Tidak pernah capek untuk membangkitkan semangat anak muda yang memang haus akan musik./ Fikar

03 NTRL FikarNTRL (foto: Fikar)

Monday, 22 May 2017 14:37

Siti Nurhaliza

Single Terbaru dari sang Dato’

Dato’ Siti Nurhaliza Tarudin saat ini dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, presenter televisi dan pengusaha di Malaysia. Bakat seninya di bidang tarik suara yang menempatkannya kepada posisinya sekarang. Anak keempat dari delapan bersaudara dari pasangan Tarudin Ismail seorang perwira polisi dan Siti Salmah Bachik kelahiran 11 Januari 1979 ini merupakan ikon seni di negaranya

Ia datang dari keluarga yang akrab dengan musik, saudaranya Saiful Bahri Tarudin, dan dua saudarinya Siti Norsaida dan Siti Saerah juga merupakan seorang penyanyi. Kakeknya adalah seorang pemain biola terkenal, dan ibunya adalah seorang penyanyi tradisional lokal.

Dibesarkan di Kuala Lipis, Pahang ini sejak usia belia sudah terjun ke bidang menyanyi, Siti begitu biasa ia di panggil sering mengikut beragam kejuaraan menyanyi di sekolahnya. Memulai karir bernyanyinya sejak usia 6 tahun, ia menyanyikan lagu ‘Sirih Pinang’ di acara perpisahan sekolahnya. Di usia 12 tahun ia mengikuti kejuaraan Nyanyian Hari Kemerdekaan sebuah kompetisi lagu lokal dan akhirnya mendapat juara pertama dengan membawakan lagu ‘Bahtera Merdeka’.

Meskipun bidang seni suara bukanlah hal yang baru bagi Siti, namun, gemerlap di bidang seni tarik suara dimulai pada saat mengikuti kejuaraan Bintang HMI di tahun 1995. Sejak saat itu Siti mulai serius untuk terjun ke bidang yang disukainya ini.

Karirnya di Indonesia di mulai sejak tahun 1997, dimana pada waktu itu Siti muncul dalam salah satu majalah terbitan Ibu Kota, Pos Kota dalam edisi bulan April. Siti yang menceritakan pengalamannya mulai dikenal dan menjadi seorang public figure di Indonesia, dimana saat itu artis-artis Malaysia sulit masuk ke industri musik tanah air.

02 Siti Nurhaliza IstimewaSiti Nurhaliza (Istimewa)

Siti merupakan penyanyi Malaysia pertama yang mengadakan konser secara live di salah satu stasiun TV swasta. Ia menjadi salah satu artis Malaysia yang paling berpengaruh di Indonesia, dan mulai mengadakan serangkaian konser berskala besar di beberapa daerah seperti, Bandung, Jakarta dan Yogyakarta.

Dedikasinya kepada dunia seni, dibuktikan juga dengan berhasilnya album-album yang di release nya. Selalu mendapat tempat tersendiri di negaranya maupun di Indonesia. Melalui seni suara, jerih payahnya juga mendapat penghargaan sebanyak dua kali dalam “The Malaysia Book Of Records” dan dianugerahkan Darjah Indera Mahkota Pahang (DIMP) yang membawanya mendapat gelar  Dato’ oleh DYMM Sultan Pahang. Selama 20 tahun berkarir di dunia musik, Siti sudah mengadakan lebih dari 40 kali konser baik di dalam maupun luar negeri.

Sampai detik ini, lebih dari 200 penghargaan dari dalam dan luar negeri selama 20 tahun kiprahnya di bidang tarik suara. Menyanyikan lagu yang bergenre pop, tradisional, rohani, serta beberapa album dalam bahasa Inggris. Pada tahun 2017 ini, ia kembali mengeluarkan album terbarunya yang bertajuk  “SimetriSiti” dengan singlenya ‘Sagala Perasaan’ yang diluncurkan pada bulan Mei 2017 tahun ini.

Lagu ciptaan Ivan Lahardika mengangkat tema cinta yang sangat luas dan dengan melodi yang mudah diterima oleh penggemar musik. Dalam rilis yang diterima NewsMusik, Siti mengatakan bahwa ini adalah lagu yang penuh tantangan, karena terdapat nada rendah dan tinggi serta perlu penjiwaan yang penuh dalam lirik dan nyanyiannya.

Dalam pengharapannya terkait diluncurkannya single ini, ia berkeinginan agar karyanya  dapat diterima oleh para peminat dan penggemarnya. Ini sebagai pemanasan sambil menantikan kemunculan album penuh berjudul 'SimetriSiti' yang diterbitkan oleh Universal Music Malaysia dan Siti Nurhaliza Productions (M) Sdn. Bhd./ YDhew

 

Monday, 22 May 2017 13:23

Leo Kristi

Dalam Sebuah Ingatan

Dalam waktu yang tak terpaut jauh, 2 musisi senior tanah air Bartje Van Houten dan Leo Kristi mendadak berpulang ke sisi sang Khalik. Kepergian para maestro tersebut tentunya meninggalkan kesan yang teramat dalam. Bayangkan saja sedikit banyak kiprah yang mereka lakoni semasa hidup cukup memberi warna di dalam perkembangan musik tanah air.

Mari kita sedikit mengulas tentang seorang Leo Kristi, pria yang bernama asli Leo Imam Sukarno ini 4 hari sebelum kepergiannya sempat bertemu dengan NewsMusik di RS. Immanuel Bandung. NewsMusik yang berangkat bersama beberapa teman wartawan, salah satunya, Bens Leo sengaja mengunjungi mendiang untuk melihat langsung keadaannya sekaligus memberikan tali asih dari teman-teman musisi di Jakarta.

Terlihat kurus dan sedikit lemah secara fisik, namun semangat menyala-nyala tersirat dari pancaran matanya. Dengan lugas, Leo menjawab sapa kami dan menceritakan sepintas penyebab dirinya kenapa harus dirawat.  Boni, kakak Leo, mengatakan bahwa Leo dirawat di rumah sakit karena menderita disentri amoeba atau radang usus yang disebabkan oleh bakteri entamoeba histolytica.

“Sebelumnya  Leo mengeluh diare dan tekanan darahnya turun drastis. Lalu segera dibawa ke rumah sakit, dan tidak diizinkan pulang. Sempat masuk ICU beberapa hari dan sekarang sudah ditempatkan di kamar regular. Dari pertama dirawat, total sudah ada 22 hari," ucap Boni kala itu.

02 Leo Kristi IstimewaLeo Kristi (Istimewa)

Begitulah, seperti yang dilansir di banyak berita, ia yang lahir di Surabaya, 8 Agustus 1949 tersebut akhirnya tutup usia sekitar pukul 01.00 dinihari pada hari Minggu, 21 Mei 2017. Leo meninggal dunia dalam usia 67 tahun.

Semasa hidupnya, Leo dikenal sebagai pemusik pengelana. Ia melegenda kala membentuk grup musik bernama Konser Rakyat Leo Kristi (KRLK) dengan basis penggemar yang menyebut diri LKers (Komunitas Pecinta Musik Konser Rakyat Leo Kristi). Namun sebelumnya, cukup beken kala bersama Gombloh dan Franky Sahilatua, ketika mengusung rock progresif, Lemon Trees. Namun kemudian, Leo memilih keluar dan mengembara bersama musiknya.

Menyukai musik sejak kanak-kanak, ia kerap menyimak setiap irama yang dimainkan tiap subuh oleh ayahnya, Raden Ngabei Iman Soebiantoro, yang juga merupakan seorang musisi dan seorang pensiunan pegawai negeri. Mengecap kursus musik di tahun 1964 ketika duduk dibangku SMP, lewat Kursus Musik Dasar yang dikomandani oleh Syam Kamaruzaman. Lalu, ia masuk kursus Tony Kerdijk, Direktur Sekolah Musik Rakyat di Surabaya. Mengasah vokal, ia belajar pada Nuri Hidayat dan John Garang. Ia juga pernah kursus gitar pada Poei Sing Gwan dan Tan Ek Tjoan. Dua gitaris yang diakuinya cukup memberi pengaruh pada musiknya.


Lalu melanjutkan sekolah di SMAN 1 Surabaya pada tahun 1967, Ia bergabung dengan band sekolah bernama Batara yang mengusung lagu-lagu The Beatles. Anggotanya sendiri adalah  teman-temannya dari SMA seperti Ratno, Karim, Soen Ing, John Kotelawala, Andre Muntu, dan Harry Darsono (kini menjadi desainer nasional). Lepas SMA, ia melanjutkan berkuliah di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik ITS pada tahun 1971 namun tidak selesai. Pada masa inilah ia bertemu Gombloh dan mengawali karier sebagai pemusik keliling (trubadur).

03 Leo Kristi IstimewaLeo Kristi (Istimewa)

Walau tidak begitu lengkap, namun masih cukup banyak ulasan yang menjelaskan sepak terjang mendiang terhadap musik rakyat yang diusungnya. Seperti dari sisi album, lewat KRLK ia telah menelurkan beberapa album seperti: Nyanyian Fajar (1975), Nyanyian Malam (1976), Nyanyian Tanah Merdeka (1977), Nyanyian Cinta (1978), Nyanyian Tambur Jalan (1980), Lintasan Hijau Hitam (1984), Biru Emas Bintang Tani (1985) yang gagal beredar, Deretan Rel Rel Salam Dari Desa (1985, aransemen baru), (Diapenta) Anak Merdeka (1991), Catur Paramita (1993) dan Tembang Lestari (1995, direkam pada CD terbatas), Warm, Fresh and Healthy (2010), dan terakhir album Hitam Putih Orche (2015).

Dalam penggarapan albumnya, Leo juga banyak melibatkan musisi dan berbagai bermacam genre seperti folk, country yang didapatkannya dari pelbagai daerah di nusantara. Seperti di album ke-8 KRLK yang merupakan aransemen baru dari sejumlah lagu sebelumnya. Ia melibatkan Titi Manyar, Yana dan Nona Vanderkley, Mung Sriwiyana, Ote Teguh Abadi, Markis Alkatiri dan Wahab, serta beberapa pendukung lainnya.

Atau pada album ke-9 (Diapenta Anak Merdeka), yang dikerjakannya di Bali dan memakan waktu lama melibatkan Cecilia Mars, Jimmy Sila’a, Boge, Dore, Sinyo, Kennedy Gobel, Tjok Bagoes (Habil) Suparba dan lainnya.

Itulah Leo Kristi, kepergiannya tentu meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat dekat. Yang lebih menyedihkan lagi,, kepergiannya tepat setelah konser penggalangan dana yang dimotori oleh LKERS untuknya digelar.

Pria kelahiran Surabaya ini dikenal sebagai musisi kelana yang banyak menghabiskan karirnya di jalanan. Namun, ia kerap menghadirkan kegembiraan lewat tembang rakyat dan hentakan rasa patriotisme yang terselip di syair maupun alunan musiknya. Ia tetap konsisten mengusung musiknya tanpa mau berdamai dengan pasar. Tetap bersama kaum akar rumput, yang rentan, kerap terlindas oleh zaman./ Ibonk

04 Leo Kristi IstimewaLeo Kristi (Istimewa)

 

Friday, 19 May 2017 16:27

Afgan

Mengajak Memahami Al Quran

Siapa yang tak kenal dengan Afgan Syahreza, penyanyi berdarah Minangkabau yang dilahirkan dari keluarga yang menyukai musik. Karyanya banyak  dipengaruhi oleh beragam genre, seperti pop, soul, R&B, dan jazz. Tentunya tidak ada yang ragu pada  kemampuan dan kedudukannya sebagai penyanyi papan atas pria di tanah air pada saat ini.

Nah, menyambut bulan Ramadhan kali ini, Afgan terlihat melibatkan diri dalam Qur’an Indonesia Project (QIP) sekaligus ingin mengajak generasi muda untuk lebih memahami isi Al-Qur’an. Walau sudah mengisi suaranya namun pada awalnya ia sempat merasa tidak puas dan sempat beberapa kali take. Namun belakangan ia lebih puas karena selama pengambilan vokal, selalu didamping oleh guru mengaji yaitu Drs. H. Uci Armisi.

Ada kebanggaan sendiri dalam dirinya menjadi yang pertama di project ini dan di rekam suaranya dengan membacakan surat Al-Fatihah. “Rasanya bangga karena saya termasuk yang paling pertama ikut dan mendapat surat Al-Fatihah. Dari awal saya percaya dengan visi dan misi dari Qur’an Indonesia Project. Baru dengar idenya saja saya sudah terinspirasi, dimana hal ini dapat mengajak generasi muda untuk lebih memahami isi Al-qur’an dengan platform yang unik dan dengan cara yang tidak biasa. Saya bangga banget”, ujar Afgan saat ditemui di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan.

QIP sendiri adalah sebuah project untuk menyambut bulan Ramadhan yang diluncurkan di tahun 2015  silam yang digagas oleh Archie Wirija. QIP ini bertujuan untuk berbagi nilai Al-Qur’an melalui rekaman audio dan disertakan arti secara Indonesia dan Inggris. Hasilnya adalah telah didengarkan sebanyak 1,5 juta kali di 50 negara sejak 2015. Selain Afgan, ada juga Raisa dan Andien yang mewakili 230 kontributor dari berbagai bidang.

02 Andien YDhewAndien (YDhew)

Afgan juga menambahkan bahwa lewat aplikasi ini, bisa lebih mendorong banyak orang untuk lebih memahami dan mempelajari isi Al-Qur’an. Apalagi sebentar lagi akan mulai memasuki bulan Ramadhan. "Ada moment merindingnya,  kita juga baca artinya. Enggak bisa datar saja, harus menghayati ayatnya  juga”, ujar pria usia 27 tahun tersebut.

Pada kesempatan ini QIP hadir lebih dekat kepada masyarakat produktif dengan mobilitas yang dinamis.  Audio rekaman Qur’an dan terjemahannya yang semula hanya bisa di unduh melalui QuranindonesiaProject.com, sekarang ini sudah dapat didengarkan langsung oleh pengguna iOS dan Android dengan mengunduhnya secara gratis./ YDhew

 

Friday, 19 May 2017 10:50

Gigi & Nidji

Konser Kolaborasi Band 2 Generasi

Dua grup band papan atas tanah air, Gigi dan Nidji akan menggelar konser di The Pallas, SCBD, Jakarta Pusat pada 24 Mei 2017 mendatang. Yang membuat semakin menarik, di konser bertajuk “Nightlife” itu Gigi dan Nidji juga akan tampil berkolaborasi.

Gigi telah dikenal oleh kalangan pecinta musik di tanah air sejak belasan tahun silam. Band yang dimotori Armand Maulana, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Gusti Hendy ini, telah banyak menjadi inspirasi musisi di Indonesia.

Berbicara tentang konser mereka nanti, Armand Maulana mengatakan ini akan menjadi spesial, bukan hanya karena tampil bersama Nidji, namun menggelar konser di The Pallas mengingatkannya pada konser Gigi di era 90-an silam.

"Walaupun Gigi dan Nidji sudah sering satu backstage di berbagai show. Nidji juga belum pernah main di sini. Kalau Gigi dulu main di sini masih zaman bengkel era 90-an," kata Armand saat jumpa pers di The Pallas, SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (17/5).

Ia juga mengakui bahwa kesempatan kolaborasi dua group band berbeda generasi ini merupakan hal yang langka. Karenanya, dirinya mengharapkan kolaborasi ini mampu membarikan warna bagi industri musik di tanah air.

02 Jumpers Kolaborasi Gigi & Nidji IstimewaJumpers Kolaborasi Gigi & Nidji (Istimewa)

Tanggapan yang tak jauh berbeda juga disampaikan oleh Nidji. Bisa konser bareng Gigi suatu hal sangat luar biasa. Pasalnya, hampir semua personel Nidji sangat mengidolakan Gigi sejak duduk di sekolah dasar.

"Nidji senang banget bisa ikut. Gigi udah idola kami dari jaman celana merah sampai sekarang bisa satu panggung. Apalagi besok event closing-an sebelum puasa. Mudah-mudahan besok kita bisa tampil  dengan full energy," ujar Rama.

Hal senada juga diungkapkan oleh Giring, sang vokalis, "Saya merasa beruntung bisa berkoolaborasi dengan mereka. Kesempatan ini juga menjadi hal yang menarik buat fans. Mereka bisa melihat kami berkolaborasi dengan group band legendaris seperti Gigi," kata Giring.

Konser ini nantinya akan berlangsung mulai pukul 21.00 WIB. Masing-masing band akan tampil selama satu jam. Kedua bang tersebut siap menyuguhkan penampilan yang spesial. / Ibonk

 

Thursday, 18 May 2017 16:01

Viral Fest Asia 2017

Festival Musik Digital Terbesar di Asia

Festival Musik Digital terbesar di Asia, Viral Fest Asia 2017 kembali lagi tahun ini di Bangkok, Thailand pada tanggal 2-3 Juni 2017. Acara ini diselenggarakan oleh grup media digital terdepan, WebTVAsia. Lebih dari 20 kreator Asia terkenal akan tampil, dengan bintang utama legenda K-POP Rain, boyband papan atas J-pop Exile The Second, dan grup idola JepangFlower.

Thailand sebagai negara penyelenggara sendiri menunjuk Burin Boonvisut, vokalis dari band ternama Groove Rider; Komedian Youtube no. 1 Bie The Ska; penyanyi dan penulis lagu Hugo; Girl Band idola Thailand BNK48, dan Somkiat dari “Harmones the Series” untuk mewakili festival ini.

Superstar Vietnam Son Tung M-Tp; Rapper sekaligus director berbakat dari Malaysia, Namewee, Duo komedian dari Taiwan Amogood dan Saint, serta Marmot Band dari Cina melengkapi cita rasa Asia. Indonesia sendiri akan mengirimkan grup superstar Weird Genius sebagai perwakilannya di panggung Viral Fest Asia 2017. Weird Genius adalah sebuah grup musik dengan genre elektronik yang terdiri dari Reza Oktovian, Eka Gustiwana, dan Billy Tanner.

Reza Oktovian dan Eka Gustiwana merupakan bagian dari top kreator kebanggaan Indonesia yang memiliki 1,2 juta (Reza Oktovian) subcribers dan 707 ribu (Eka Gustiwana) subscribers di channel pribadi masing-masing. Tidak hanya itu, Weird Genius juga selalu mengunggah karya-karya mereka di channel YouTubenya, yang hingga saat ini memiliki lebih dari 81 ribu subscribers.

02 PresCon Viral Fest Asia 2017 IstimewaPresCon Viral Fest Asia 2017 (Istimewa)

“Mengikuti kesuksesan Viral Fest Asia tahun lalu di Bali dengan dihadiri lebih dari 8000 penonton. Dengan bangga kita memenuhi keinginan penggemar, yaitu pengalaman unik merayakan keanekaragaman musik di Asia tahun ini’, ungkap Fred Chong selaku grup CEO webtvasia.

Tema Viral Fest Asia 2017: “Everybody’s Going Viral” berasal dari fenomena sosial media “Viral Video”, yang menekankan kekuatan komunitas global untuk menciptakan dan berbagi tren melalui medium kreatif seperti musik, film, dan multimedia. Selain itu, festival ini bertujuan untuk merayakan hiburan pertunjukan langsung di Show DC Bangkok, tempat konser terbaru di Bangkok seluas 1.9 juta meter persegi.

Tiketnya sendiri untuk pertunjukan tanggal 3 Juni sudah bisa dibeli secara eksklusif melalui http://www.thaiticketmajor.com dan untuk informasi lebih lengkap bisa di cek melalui www.viralfestasia.com. / YDhew

 

Monday, 15 May 2017 14:53

GIGI

Album Religi Sekaligus Reuni

Gigi yang sudah beberapa kali membuat album religi, kali ini kembali merilis album baru yang bertajuk “Setia Bersama Menyayangi”. Ini merupakan album yang pertama kalinya, semua lagu kecuali ‘Adu Domba’ adalah milik GIGI, termasuk publish dan sebagainya bahkan dalam album ini juga diisi oleh 3 drummer sekaligus.

Yang spesial di album ini adalah di boyongnya  mantan drummer Gigi (Ronald Fristianto, dan Budhy Haryono) dan juga mantan Gitaris (Aria Baron) serta mantan bassisnya (Opet Alatas) di lagu yang menjadi judul albumnya “Setia Bersama dan Menyayangi”.

“Kebetulan juga lagu ‘Setia Bersama dan Menyayangi’ tersebut adalah pertama kalinya kita buat sebuah recording dengan semua personil yang ada di Gigi sejak tahun 1993 sampai 2017. Kejadian ini adalah  sejarah juga buat kita selama 23 tahun ini berada di musik Indonesia. Baru kali ini kira rekaman dalam satu track lagu”, ujar Armand Maulana, saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (15/5).

Dipilihnya lagu “Setia Bersama dan Menyayangi”, “Distorsi Manusia”, “Munafik” dan juga “Adu Domba”,  dikarenakan situasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Dimana akhir-akhir ini muncul kembali hal-hal yang menggoyahkan kokohnya diantara sesama saudara di Indonesia.

02 Gigi (YDhew)GIGI (YDew)

“Untuk lagu ‘Adu Domba’ merupakan lagu Rhoma Irama tahun 80an. Tepat banget liriknya sama dengan lagu ‘Perdamaian’, yang kala itu memang Indonesia lagi perlu banget damai. Maka dibawakanlah ‘Perdamaian’.  Sekarangpun lagu ‘Adu Domba’ dirasa tepat banget untuk di re-arrange melihat situasi saat ini”, tambah Armand.

9 tracks yang ada di dalam album ini sangat berbeda dengan aransemen album-album Gigi sebelumnya. Semuanya sudah disesuaikan dengan adanya energi baru, referensi dan gambaran baru terhadap update perkembangan musik di tanah air./ YDhew

 

Thursday, 18 May 2017 14:47

Bams

Rencana Membuat Album Baru

Bambang Reguna Bukit, atau yang kita kenal sebagai Bams ex vokalis group musik Samsons. Penyanyi keturunan Batak kelahiran Otawa, Kanada 34 tahun lalu lebih memilih fokus pada group musik rohani. “Gue  sekarang nyanyi cuma sekedar gue suka. Jadi bukan untuk cari duit, yang penting berkarya. Orang suka ya syukur, enggak juga gak apa-apa. Itu akan jadi masukan juga ke gue”, ujar Bams ditemui di kawasan Jakarta Selatan, The Westin Hotel Senin (15/5).

Sekilas tentang karir Bams di industri musik tanah air, diawali dengan menjadi vokalis, percussionist Infinity Band, namun group musik ini bubar sebelum sempat merilis album rekaman. Setelah lama berselang, kemudian Bams membentuk sebuah band baru yang diberi nama The Equal yang berformat 2 vokalis bersama Ucil (vokal), Irfan (gitar), Erik (gitar), Adjie (drum), Aldri (bass).

Namun group band ini lagi-lagi tidak dapat bertahan lama, Ucil dan Adjie mengundurkan diri dan posisi Adjie digantikan oleh Konde. Nama merekapun kemudian berubah menjadi Samsons. Group band ini yang kemudian membawa mereka ke dapur rekaman. Dibawah label Universal Music Indonesia debut album yang pertama “Naluri Lelaki” dirilis pada tahun 2006 dengan singlenya ‘Kenangan Terindah” yang sukses di pasaran.

Di tahun berikutnya album kedua Samsons yang bertajuk “Penantian Hidup” dirilis dengan single utamanya ‘Kisah Tak Sempurna’ dan yang kedua ‘Luluh’ yang menjadi andalan di album tersebut. Pada penghujung tahun 2007, album ketiga Samsons pun kembali dirilis yang berjudul “Penantian Hidup: Platinum Edition” dengan menambahkan 3 buah lagu dari album ke dua, dengan lagu “Hening” sebagai lagu utamanya.

02 Bams YDhewBams (YDhew)

Bams besama group band Samsons sempat mencapai masa kejayaannya pada dekade tahun 2000-an. Setelah bersama-sama selama 9 tahun di group band yang membesarkan namanya., pada tahun 2012 Bams pun secara resmi mengundurkan diri. Dan sayangnya para personilnya, baru diinfo oleh Bams pada bulan Juni 2013. Bams yang pada waktu itu menjadi vokalis di band rohaninya beralasan bahwa keluarnya adalah karena ingin fokus pada band rohaninya kala itu.

Setelah sekian lama tidak terdengar kabar tentangnya, baru-baru ini di acara pameran karya lukis sang bunda, Desiree Sitompul. Bams sempat bertutur akan kembali berkarya dengan mengeluarkan album solonya. Albumnya sendiri bergenre jauh berbeda dari sebelumnya, hal ini karena pengaruh influence yang sekarang didengarnya.

“Gue nulis sendiri, sama satu orang temen baik gue, Jauh banget sama lagu gue sebelumnya, beda banget, cuma ada sedikit popnya. Yang jelas musik gue yang baru bener-bener berubah banget, ada elektroniknya, karena gue suka dan lagi nyaman dengerin musik itu”, jelas Bams memberikan sedikit bocoran tentang albumnya nanti.

Album ini akan sangat special, karena melibatkan ibunya yang akan melukis kostumnya di setiap shownya nanti. Untuk judulnya Bams masih merahasiakan, hanya semua materi yang ada di albumnya nanti adalah karya dan ciptaan Bams sendiri.

Penyanyi yang sempat digosipkan akan menggantikan posisi Giring di group band Nidji ini lebih memilih untuk bersolo karir. Ada plus minusnya yang dia rasakan selama berkarir solo, “Kalau sendiri lagi nulis lagu dan stuck ya nggak bisa diterusin. Tapi kalau group, ada beberapa kepala yang bantuin. Minusnya karena banyak kepala agak sulit untuk mengambil keputusan”, tutup Bams.

 

Thursday, 18 May 2017 14:04

Desiree Sitompul

Gelar Karya Seni

Tak banyak yang tahu bahwa di balik jiwa seni yang mengalir pada tubuh Bams ex vokalis band Samsons mengalir dari ibunya. Desiree Sitompul yang berasal dari Medan, 55 tahun lalu, selain ibu dari musisi Bams, beliau juga adalah seorang pelukis yang juga kolektor cangkir teh lebih dari 10 tahun. Mencintai seni lukis membuatnya kagum pada detail lukisan pada permukaan cangkir kuno.

Selama 10 tahun belakangan ini, Desiree yang belajar melukis secara otodidak dan karena hobby mencoba melukis dengan berbagai macam gaya. Berbekal dukungan keluarga dan juga teman-temannya, terutama anaknya Bams yang selalu mendorong ibunya untuk tampil memamerkan karyanya. Namun ibunya yang tidak terbiasa dan tidak suka di ekspose membuat Bams terus menyemangati ibunya untuk tampil.

Waktu itu pernah lagi launching mobil ternama, terus tawaran untuk kolaborasi sama lukisan mami, tapi mami malah enggak mau. Heran juga, Jadi kita selalu push terus," tutur penyanyi yang bernama Bambang Reguna Bukit.

Bertempat di The Westin Hotel, Jakarta (15/5) lalu, Desiree akhirnya memberanikan diri menampilkan karya istimewanya Desiree Sitompul berkolaborasi dengan anaknya Bams. Lukisan yang ditampilkan bukan hanya sekedar gambar bunga, tetapi ada lukisan wajah mulai dari teman-temannya sampai sosok yang saat ini sedang ramai di perbincangkan yaitu Basuki Cahya Purnama (Ahok).

02 Desiree Sitompul & Bams YDhewDesiree Sitompul & Bams (YDhew)

Istri dari seorang pengacara ternama Hotma Sitompul ini juga memamerkan lukisan dari berbagai media, seperti koleksi pribadi dari barang-barang milik Bams mulai baju, jacket, sepatu, kaos dan gitar. Bams juga berencana akan memakai kostum yang dilukis oleh ibunya pada setiap aksi panggungnya nanti.

Selain lukisan dan teh, Desiree juga meluncurkan buku bertajuk "Sophisteacation: An Antology of Porcelain Teacup Collecting”, yang sempat diluncurkan di London Book Fair, tahun 2015. Dia juga meluncurkan buku kedua bertajuk "101 Painting" berkolaborasi dengan Tamara Geraldine sebagai penulis. Buku ini terbagi dalam tiga tema Iukisan utama yang terdiri dari Faith, Hope and Love./ YDhew

Thursday, 18 May 2017 12:51

100 Hari Al Jarreau, Reinterpretasi

Tawarkan Suguhan Berbeda

Siapa yang tak mengenal Alwin Lopez Jarreau, yang dapat disebut salah satu penyanyi yang paling berpengaruh ke semua penyanyi di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia, tentunya. Nama Al Jarreau, adalah sosok penyanyi yang mungkin paling menginspirasi banyak penyanyi di sini. Boleh dikata, Al meraja dengan karyanya terisitimewa di era 1980 hingga 1990an.

Keperkasaan Al Jarreau sepeninggalannya pada 12 Februari 2017 silam, menginspirasi sebagian kecil penggemarnya di Jakarta untuk membuat sebuah event musik khusus. Lewat dukungan para penyanyi dan musisi yang sama-sama memberi respek dan apresiasi yang tinggi kepada mendiang Al Jarreau.

Tak pelak sebuah “komunitas” yang belum resmi bernama Al is for Lover pun bertekad untuk membuat sebuah event sebagai bentuk penghormatan kepada Al. Komunitas ini sebenarnya dibentuk oleh para pendukung acara ini dan juga sebagai penyelenggara. Dipimpin seorang jazz-lover, penggemar fanatik Al Jarreau, Hendra Sinadia beserta seorang penyanyi yang juga guru vokal, Restu Fortuna.

Acara ini diberi tajuk 100 Hari Al Jarreau, Reinterpretasi, akan diselenggarakan pada malam ini  Kamis, 18 Mei 2017 di Lefty’s Suites, Foodism Kemang. Tanggal yang dipilih hanya beberapa hari saja sebelum pas 100 hari kepergian sang maestro tersebut. Menurut Gideon Momongan, yang merupakan salah satu pribadi yang paling sibuk menggaungkan acara ini mengatakan bahwa, sepanjang perjalanan hidup Al Jarreau adalah penyanyi dalam berbagai aliran musik. Maka pendukung acara nanti, memang berasal dari berbagai aliran musik.

02 100 Hari Al Jarreau Reinterpretasi Poster Istimewa100 Hari Al Jarreau, Reinterpretasi Poster (foto: Istimewa)

Mereka masing-masing, para penyanyi didukung para musisi, akan melakukan upaya reinterpretasi atas karya-karya lagu yang dipopulerkan Al Jarreau. Tentu saja, hal itu memberi tawaran suguhan musik yang unik dan berbeda.

Terlihat dari komposisi para vokalis seperti Restu Fortuna, Doddy Katamsi, Hans Marcus Bartels, Ivan Nestorman, Dika Aleandra, Kadri Mohamad dan cewek satu-satunya, Netta Kusuma Dewi. Lalu didukung para musisi berpengalaman seperti Canga Anton (drummer), Djoko “SOG” Sirat (bass), Dandy Lasahido (kibor), Andy Gomez Setiawan (piano/ kibor), Zulkarnain Joel (bass), Devian Zikri (saxophone) dan Diddi Agephe (kibor/synthesizer/soundscaping).

Mengenang Al Jarreau, semasa hidupnya telah menyinggahi Jakarta untuk melakukan konser sekitar tahun 1992. Hadir lagi sepuluh tahun kemudian di Balai Sidang Senayan dan selepas album duetnya dengan George Benson, Givin’ It Up, Al dan George Benson menggelar konser di Jakarta pada tahun 2008. Terakhir, dirinya sempat tampil bersama George Duke di  Java Jazz Festival di tahun 2012.

Lewat perhelatan ini diharapkan para penggemar Al Jarreau, akan dapat terpuaskan kerinduannya terhadap lagu-lagu hits Al Jarreau. 100 Hari Al Jarreau, Reinterprteasi, akan disemarakkan oleh tata lampu yang didukung LemmonID dan ditutup oleh penampilan disc-jockey yang khusus memainkan lagu-lagu hits Al Jarreau dan lagu-lagu hits lain di era 1980-an, dalam bentuk dance remix.

So... tunggu apalagi? Lets go scatting together!!!/ Ibonk

 

Page 3 of 112