Male Profile
NewsMusik

NewsMusik

Sunday, 11 June 2017 10:50

Death Distortion

Segera Garap Video Klip Ketiga

Memang tak banyak lagi band beraliran metal berkualitas bagus beredar di pasar musik tanah air. Faktor industri musik yang tengah lesu, minat pasar musik keras yang terbatas pada kalangan tertentu menjadi alasan utama lesunya genre ini. Menjadi sedikit berbeda mungkin dengan band beraliran modern metal bernama Death Distortion.

Mereka masih memiliki semangat dan sikap optimisme yang tinggi terhadap karya mereka. Boleh dibilang, Death Distortion adalah salah satu band metal papan atas yang sangat aktif di musik Indonesia dewasa ini, terutama sejak merilis album perdana mereka 'Reinkarnasi' tahun lalu.

Band yang berdiri sejak 2015 lalu ini bukanlah band hijau. Meskipun baru band ini diisi oleh sebahagian besar adalah muka-muka lama yang telah malang melintang di ranah musik cadas Tanah Air. Hanya Rian Dani, drummer berumur 15 tahun asal Papua yang masih terbilang paling belia. Namun jangan tanya prestasinya, tak heran jika Trison, Didiek, Ega, maupun Wawan, akhirnya makin termotivasi sejak adanya Rian dalam grup ini.

"Kita sudah cukup punya pengalaman di musik rock sebelumnya. Itulah yang kita terapkan di grup ini. Kecuali, Rian yang jadi personel paling muda tapi punya skill yang bagus sekali. Permainannya sudah seperti para senior," papar Trison.

Band yang digawangi oleh Trison Manurung, Rian Dani, Wawan Cher, Ega Liong, Didiek Orange ini kini tengah mempersiapkan diri untuk produksi video klip ketiga mereka yang diambil dari album perdananya.

02 Death Distortion IstimewaDeath Distortion (foto: Istimewa)

"Rencana dalam waktu dekat ini kita bikin video klip lagu kita yang ketiga, dari album Reinkarnasi, judulnya 'Terbang Bersama Garuda'. Rencana harus selesai tahun ini juga," kata Trison di Van Studio, Jakarta, baru-baru ini.

Balik lagi keawal, optimisme Death Distortion merentang karier mereka di musik lewat genre modern metal memang layak diacungi jempol. “Sejak awal dibangun, Death Distortion memang punya passion mengembangkan musik metal, tapi lebih modern. Ini kami sebut Modern Metal. Musik metal tapi dengan warna kekinian," ungkap Trison.

Death Distortion awalnya terbentuk melalui event bertajuk Indonesian Rock Collaboration (IRC) di Jakarta, beberapa waktu lalu, menampilkan pentas musik rock yang mengkolaborasikan beberapa musisi rock senior dan junior dalam satu panggung. Akhirnya, kolaborasi dan formasi yang terbentuk tersebut pun dipertahankan. Lalu, dimunculkan kembali pada ajang Indonesian Rock Collaboration (IRC) 2 yang digelar di Bandung, Desember 2015 silam.

Kala itu, Death Distortion baru memperkenalkan dua lagu hits berjudul 'Reinkarnasi' dan 'Death Distortion'. Tahun 2016, Death Distortion sukses merilis album perdana mereka yang berisi 10 lagu, di antaranya 'Reinkarnasi', 'Hasrat', 'Terbang Bersama Garuda', 'Death Distortion', 'Corruption', dan 'Residivis'.

Baiklah, kita tunggu saja Death Distortion dengan video klip terbarunya. Semoga semangat dan upaya yang mereka lakukan dapat menuai hasil terbaik dan mengembalikan kejayaan musik metal di tanah air./ Ibonk

03 Death Distortion IstimewaDeath Distortion (foto: Istimewa)

 

Sunday, 11 June 2017 00:05

Julia Perez

Akhir Kisah Perjuangan

Perjuangan Yuli Rahmawati melawan kanker yang dideritanya sejak tahun 2014 usai sudah. Artis yang dikenal dengan nama Julia Perez atau disingkat Jupe ini menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM, Jakarta pada pukull 11.15 WIB Sabtu (10/6).

Lahir di Jakarta, 15 Juli 1980, Jupe mengawal karirnya sebagai model majalah FHM dan Maxim di Perancis. Hal tersebut membawanya menjadi nominasi 100 perempuan terseksi versi majalah FHM dan Maxim. Setelah berhasil manaklukan Perancis, Jupe mencoba peruntungannya di tanah air dengan terjun ke dunia hiburan Indonesia.

Lewat perannya di beberapa sinetron seperti Komedi Nakal, Cinta Lokasi, Penjaga Pantai, Hidayah, Mimpi Manis, dan Perempuan Teraniaya, nama Jupe mulai dikenal. Namanyapun mulai menghiasi film-film yang bergenre horor seksi dan komedi yang berbau sensual seperti Beranak Dalam Kubur (2007), Hantu Jamu Gendong dan Suami-suami Takut Istri di tahun 2009, Arwah Goyang Jupe-Depe (2011) dan Gending Sriwijaya (2013) total 28 film sudah ia bintangi sampai saat ini.

Perempuan yang pernah menjadi istri dari model pria Damien Perez (Yusuf Perez) ini kemudian terjun sebagai penyanyi dangdut di tahun 2008, dan merilis album pertamanya yang bertajuk “Kamasutra”. Album Jupe yang pertama ini banyak dicekal di Indonesia, karena di album tersebut menyelipkan bonus alat kontrasepsi di dalamnya dengan single hits nya ‘Goyang Kamasutra’ dan ‘Belah Duren’.

Keberadaannya juga dicekal di beberapa daerah , seperti di Nusa Tenggara Barat, Riau, Palembang, Balikpapan dan Bengkulu, karena dianggap asusila dan mendukung seks bebas. Namun hal itu tidak membuat Jupe kapok ia tetap semangat untuk terus bernyanyi. Jupe yang selalu berpenampilan sensual dan seksi dalam setiap aksi panggungnya, namun dalam hal olah vokal suara Jupe membekali dirinya dengan les vokal dan berhasil menjadi juara pertama kompetisi “Selebriti Mendadak Dangdut”.

02 Jula Perez IstimewaFoto: Istimewa

Terlepas dari kehidupan kontroversinya, dalam hal akting ia tak main-main. Jupe pernah didampuk menjadi Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Fim Bandung 2013 dengan perannya di film Gending Sriwijaya.

Tak kapok dengan peruntungannya diindustri musik Indonesia, di tahun 2014 Jupe kembali merilis album yang bertajuk “Aku Rapopo” yang merupakan mini album karya Jupe. Album ini dirilis dalam bentuk CD & VCD dengan single andalannya “Aku Rapopo”.

Sebagai penyanyi dangdut yang di perhitungkan di tanah air, bukan hanya album Jupe juga merilis beberapa tunggalan yang cukup mendapat tempat di hati penggemarnya. Seperti ‘Jupe Paling Suka’ (2011), ‘Siti Nurbaya’ (2012), ‘Aku Rapopo’, ‘Merana’, ‘Boleh’ di tahun 2014, ‘Udah Gak Tahan’ (2015), ‘Teu Kunanaon’ (Aku Rapopo Sunda Version) (2015), ‘Belah Duren’ (new arransemen) (2015), ‘My Lonely’ (2015), ‘Aku Mah Gitu Orangnya’ (2015), ‘Gak Jaman’ (2016), ‘Ku Dapat Dari Emak’ (2016).

Jelang akhir usianya, ditengah kanker yang menggerogoti tubuhnya, sosok yang selalu ceria ini meluncurkan albumnya “The Best of Julia Perez” di rilis tanggal 7 Oktober 2016 lalu, dibawah label Le Moesik Revole. Kini dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan sosok yang tak kenal menyerah, sosok selebriti yang bisa dibilang serba bisa. Selamat jalan Julia Perez./ YDhew

Friday, 09 June 2017 16:31

Belagro

Mencoba Peruntungan Lewat Lagu Religi

Grup vokal yang beranggotakan Bogie, Elena, Agsya dan Ronny mulai menapaki langkah awalnya dalam berkarya di dunia musik. Melalui ajang festival “New World Elfa’s Choir Fiesta 2014” mereka keluar sebagai juara pertama lewat kategori dewasa. Sejak itulah Belagro mulai serius menapaki karir di industri musik tanah air.

Singlenya yang pertama bertajuk ‘Keraguan’ ciptaan dari Edwin Saladin dan Adelansyah,  merupakan lagu recycle dan cukup dapat diterima. Lagu yang di-rearrange lewat musik upbeat, mampu meraih perhatian pendengar radio di berbagai kota di Indonesia dan pernah masuk dalam tangga lagu di beberapa radio di tanah air.

Menyambut Ramadhan tahun 2017 ini dan juga sebagai ungkapan rasa syukur atas semua perjalanan yang pernah dilewati, Belagro merilis single bernafaskan religi dengan judul ‘Jalan-Mu’. Lagu ini dicipta dan dikemas indah dalam balutan musik bercita orkestrasi yang megah namun tetap syahdu oleh Edwin Saladin dan lirik hasil olah Elena Zachnas. Harmonisasi vokal yang manis tetap merupakan ciri dari Belagro.

02 Belagro IstimewaBelagro (foto: Istimewa)

Lirik dari lagu ini menceritakan bagaimana sebuah persahabatan dan kebersamaan dapat mewujudkan impian, dimana usia maupun waktu tidak menjadi batasan dalam berkarya. Dengan usia yang tidak bisa dikatakan muda namun punya kematangan dan kecintaan pada musik, setiap personil Belagro mengasah kemampuan dengan gaya dan karakternya masing-masing.

Latar belakang pengalaman bermusik di industri secara langsung maupun tidak di tiap personil, menjadikan kekayaan kreatifitas mereka terus terasah. “Single ini merupakan wujud syukur Belagro kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang masih memberi kami kesempatan berkarya dan bermusik. Karena itulah, dalam suasana Ramadhan tahun ini, kami merilis single religi bertajuk ‘Jalan-Mu’ yang juga merupakan single ketiga kami,” tutup Elena./ YDhew

03 Belagro IstimewaBelagro (foto: Istimewa)

 

Friday, 09 June 2017 08:57

Synchronize Festival

Pesta Musik Lintas Usia dan Genre Itupun Kembali Disiapkan

Pesta musik Synchronize Festival kembali akan digelar lagi di penghujung tahun 2017 ini,  yang juga merupakan hasil kolaborasi antara Demajors dan Dyandra Promosindo. Sebuah festival yang memberi wadah penting bagi banyak musisi untuk unjuk kebolehan dan akan diselenggarakan kembali 6, 7, 8 Oktober 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat

Seperti tahun lalu, perhelatan ini akan memberi suguhan berbeda, jika sebelumnya dimunculkan gejolak musik dangdut lewat kehadiran Raja Dangdut Rhoma Irama dengan Soneta-nya serta Orkes PMR, maka tahun ini giliran penyanyi senior Ebiet G. Ade yang akan dimunculkan.

"Sosok ini adalah legenda musik pop Indonesia. Ini yang paling ditunggu untuk kejutan kami," ungkap Direktur Festival Synchronize Festival 2017, David Karto disela konferensi pers di Eighty Nine Coffee, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2017). Ebiet yang cukup terkenal lewat seri lagu Camellia dan sederetan lagu-lagu balada tentang kehidupan ini menjadi satu diantara 26 penampil tahap pertama.

"Pada tahun kedua ini, Synchronize Festival tetap mengusung spirit yang sama dengan tahun pertama, lintas generasi dan genre. Lewat sisi program dan tampilan kami hadirkan berbeda," tambah David lagi.

02 David Karto IbonkDavid Karto (foto: Ibonk)

Dalam acara temu media kemarin tersebut, pihak panitia akhirnya menyebutkan line up tahap pertama yang telah confirmed untuk tampil. Selain Ebiet G. Ade terangkum juga nama-nama seperti Barasuara, Barefood, Danila, Dom 65, Gugun Blues Shelter, Jason Ranti, Indische Party, Koil, Money to Millionaire, Naif, Navicula, Payung teduh, ataupun Pee Wee Gaskins.

Disiapkan juga nama lainnya seperti Jogja Hip Hop Foundation, Prison Of blues, Ramayana Soul, Rollfast, Silampukau, Sisitipsi, Soloensis, The Sigit, Trees and the Wild, Tohpati Bertiga, Tony Q, serta Underground Bizniz Club

Untuk mendapatkan tiket, Demajors dan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara membuka penjualan tiket early bird, yakni tiket terusan tiga hari seharga Rp 200.000. Harga promo ini hanya berlaku dari 7 hingga 12 Juni 2017. Selain itu, ada juga tiket early entry (masuk sebelum pukul 15.00 WIB) seharga Rp 135.000. Lalu tiket terusan regular seharga Rp 345.000,- dan tiket harian reguler Rp. 190.000,-

Jadi bagi penggila musik tanah air, segera saja bergabung di perhelatan musik yang menyuguhkan pertunjukan lintas usia dan genre demi untuk membentuk sinergi yang lengkap./ Ibonk

 

Wednesday, 07 June 2017 16:18

Mhyajo

Membawa Etnik Kedunia Pertunjukkan

Semangat dan tak harus puas dengan apa yang pernah dilakukannya, akhirnya bisa merubah segala sesuatu menjadi seperti yang diangankan, malah mungkin lebih tinggi dari itu. Inilah yang terjadi pada Maria Novita Johannes, atau lebih akrab di sapa Mhyajo. Selama ini berperan di dunia belakang layar sebagai sutradara seni pertunjukan.

Bukan sebuah pekerjaan mudah, apa yang menjadi tanggung jawab Mhyajo di setiap event yang ditanganinya. Tak hanya harus mampu untuk menyatukan keinginan institusi yang membutuhkan sentuhan tangan dinginnya lewat idenya, namun juga harus mampu mengorganisir tim kreatif dibawahnya.

“Saya menyukai pekerjaan ini karena tantangannya, bagaimana menyatukan ide saya dengan keinginan klien, juga mengorkestrasi tim saya yang berjumlah cukup banyak agar semuanya bisa berjalan baik sesuai rencana”, ujar Mhya pada sebuah perbincangan di temaram sore di bilangan Gandaria, Jakarta Senin lalu (5/6).

Mhya adalah peraih penghargaan Catha Mardhika dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, beberapa tahun lalu, atas hasil karya kreatifnya memadukan “kultur” Indonesia ke dalam karya seni pertunjukkan yang digarapnya. Diungkapkannya bahwa cukup banyak pelaku kreatif di Indonesia yang jauh lebih baik darinya. “Hal itu yang membuat saya bertekad untuk selalu mengasah kemampuan dengan belajar dari sekitar”.

02 Mhyajo IbonkMhyajo (foto: Ibonk)

Begitulah, pikat dunia pertunjukkan ini terus saja dilakoninya dengan penuh antusiasme. Karakternya sendiri sebagai “jendral” dilapangan semakin bertambah kuat dan menjadi keberkahan sendiri baginya. Beberapa waktu lalu, Mhya mendapat kesempatan untuk memperdalam ilmu ke Amerika Serikat. Ia akan menjadi satu-satunya wanita asal Indonesia yang ambil bagian dalam pertunjukan kelas internasional di Lincoln Centre.

Seperti diketahui, Lincoln Centre yang berlokasi di New York adalah sebuah institu¬si seni internasional terpandang, yang an¬tara lain membentuk, memimpin, dan mengelola New York City Ballet, New York Philharmonic Orchestra, Jazz @ Lincoln Centre, Julliard School, Lincoln Theatre dan lainnya. “Sebuah kebanggaan bagi saya, setelah kerja keras saya selama ini membuat sebuah pertunjukan menjadi lebih berkelas. Saya akan maksimalkan kesempatan ini,” ungkapnya penuh semangat.

Semuanya diawali lewat pencarian selama beberapa waktu. Ketika itu ia mengetahui sebuah program khusus seni pertunjukkan internasional, yang menjadi program tahunan lembaga seni berkelas dunia tersebut. Ia ambil kesempatan dengan mengirimkan berkas berupa 20 halaman jawaban dari 7 pertanyaan yang menjadi persyaratan dan proses seleksi yang harus dapat dilaluinya. Mhya juga menambahkan sebuah naskah pertunjukan berbahasa Inggris setebal 80 halaman, serta video rekaman hasil karyanya selama ini.

Akhirnya pada Februari 2017, ia salah satu yang terpilih dari 70 pelaku seni pertunjukan dari 33 negara. Mhya juga merupakan 4 orang yang mendapatkan beasiswa penuh karena prestasinya tersebut. Ini adalah sebuah pengharagaan khusus yang belum pernah terjadi selama 11 kali penyelenggaraan program tersebut.

03 Mhyajo IbonkMhyajo (foto: Ibonk)

Mengenai keberadaannya di sana, ia belum berani mengatakan secara gamblang. Segala sesuatunya, akan ditentukan nanti, ketika ia mengikuti program tersebut. Tapi sesungguhnya, Mhya harus siap sejak dini untuk segala kemungkinan terbaik yang mungkin dihadapinya nanti di sana. “Mau tak mau, saya harus menyiapkan banyak materi dari tanah air. Seperti puzzle, saya sudah siapkan semua dan tinggal mencocokkan dengan kebutuhan disana”, akunya.

Begitulah Mhya dengan dunia dibalik layarnya. Dunia yang memerlukan tenaga-tenaga trampil, dengan tak hanya kreatif dan berpengalaman saja, tetapi juga harus memiliki rasa dan kedisplinan. Dunia kreatif yang menjadi tonggak suksesnya sebuah bisnis pertunjukkan baik musik, teater, tari yang berskala lokal sampai internasional.

Semoga, pengalaman berharga yang akan dilakoni oleh wanita yang pernah unjuk gigi di ITB Berlin ataupun peramu pertunjukan Kecakestra ini dapat menjadi senjata baru untuk dunia pertunjukkan yang dicintainya. Kita nantikan saja karya-karya lain darinya. “Ini kemudahan bagi saya sebagai seorang Indonesia, karena mereka (Lincoln Centre) berkata bahwa saya hidup di negeri yang budayanya sangat seksi. Saya akan terus menga¬sah kemampuan dan bertekad untuk mengharumkan nama Indonesia lebih jauh secara in¬ternasional,” tutup Mhyajo./ Ibonk

04 Mhyajo IbonkMhyajo (foto: Ibonk)


Tuesday, 06 June 2017 13:37

Olly Oxen

Melepas Mantra dalam Bentuk EP

Musik kian berkembang sesuai masa yang dialaminya, seperti istilah Rock, Metal, dan lain lain yang hanya cendrung dipahami oleh manusia kebanyakan. Namun jika ditelisik lebih dalam, beberapa genre yang memang cukup dikenal oleh orang kebanyakan sebenarnya masih memiliki banyak sekali sub culture. Seperti Rock (Stoner Rock, Desert Rock, Rock N‘ Roll, Heavy Rock, Psychedelic Rock, dan lainnya) juga Metal (Doom Metal, Heavy Metal, Sludge Metal, Drone Metal) dan masih banyak sub culture yang lain.  

Lantunan vocal yang tinggi, tempo drum turun naik semaunya, cabikan bass berat ditelinga, dan lengkingan gitar beroktaf tinggi adalah salah satu ciri yang berkembang sejak era awal 90an, terlebih ketika Kyuss salah satu pelopor sub genre Stoner Rock  merilis album pada 1992 di Amerika Serikat.

Di tanah air, adalah Olly Oxen yang merupakan barikade pengusung Stoner Rock asal Semarang merupakan kelompok yang memang sangat menikmati sub genre ini. Dimotori oleh Gemby (Gitar), Mere (Vocal), Novelino (Bass), Gawang (Drum) yang tidak lain merupakan individu-individu yang telah malang melintang di kancah musik di Semarang.

Sedikit banyak mereka juga mengingatkan para pencinta alunan musik dari Kadavar, Rival Sons, Radio Moscow, Graveyard, Crobot, The Temperance Movement, karena Olly Oxen merupakan representasi dari musik tersebut.

02 Olly Oxen IstimewaOlly Oxen (foto: Istimewa)

Bermula terbentuk sebagai proyek Alter Ego, namun kian lama mulai direkatkan pada kesamaan visi untuk membuat komposisi lagu rock yang imajinatif juga variatif. Setelah sukses memboomingkan pecintanya melalui video lyric ‘Adult’s Dream Is a Violation’ beberapa waktu lalu yang dirilis via YouTube, Olly Oxen melanjutkan taring dengan menelurkan EP bertajuk Bad Mantra.

Jum’at, 12 Mei 2017 silam, Bad Mantra resmi dirilis melalui payung Peculiar Record. Berisikan 4 tracks lagu dengan judul ‘Bad Mantra’, ‘Adults Dream Is a Violation’, ‘Self Preaching (When Nobody Else Thinking The Way Up), serta ‘Mr Dunnowatudu’. Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi Olly Oxen untuk memperkenalkan video clip lead single mereka yang kedua yakni ‘Bad Mantra‘ mendiri. Berisikan materi tentang kontrol media atas kehidupan manusia, bagaimana citra dan informasi dibingkai untuk melemahkan pemikiran dan memutar persepsi.

Bumbu vokal yang penuh petualangan, dengan didukung psychedelic riffs dan sound fuzz gitar yang padat cukup membuat kita mengerenyitkan dahi. Ditingkahi dengan bass yang tidak kalah berhasil membangun ketebalan diluar nalar tersaji ditrack ‘Mr Dunnowatudu’.

Sebaliknya ketika kita mendengar suguhan ‘Bad Mantra’ kita seperti dibawa melayang diketidaktahuan. Tempo drum yang cukup pelan diawal, sentuhan delay dari gitar membawa kita mengalun hingga ke titik tanya. Apa esensi musik mereka sebenarnya? Namun ketika menjelang diakhir track, kita akan dibawa berlari meninggalkan kenyataan. Drum yang berubah drastis ditambah sound tremolo dari gitar kian kelam mendominasi.

03 Olly Oxen Show Case IstimewaOlly Oxen Show Case (foto: Istimewa)

‘Bad Mantra’ berhasil membawa pendengar bertekuk lutut! Dan tidak kalah liarnya track ‘Adults Dream Is a Violation’ dan ‘Self Preaching (When Nobody Else Thinking The Way Up). EP ini adalah tentang mengingatkan diri untuk tidak berhenti berfikir dan mempertanyakan sistem disekitar kita. “Sebuah keberanian untuk menolak hidup dalam mimpi orang lain”, ujar Mere yang menjadi penulis konten ‘Bad Mantra’.

Untuk saat ini, EP Bad Mantra sudah dapat diakses dan dinikmati diplayer digital seperti iTunes, Spotify, Deezer, Olly Oxen akan melaju penuh energi untuk bersinergi meramaikan musik di Indonesia./ Fikar

 

Friday, 02 June 2017 14:30

Dwiki Dharmawan

Menggodok Dua Album Terbaru

Dwiki Dharmawan, pianis jazz penggagas banyak festival jazz di tanah air ini kembali membuat gebrakan baru lewat karyanya. Beberapa waktu silam, mendekati datangnya bulan Ramadhan, ia tengah berproses menuntaskan album rekamannya di studio rekaman La Casa Murada, Catalunya, Spanyol.

Tak mau tanggung, sebanyak 2 album sekaligus digarapnya bersama IGN Bagus Wijaya Santosa dan Indrawati Wijaya yang bersama-sama duduk sebagai Eksekutif Produser. Tak ketinggalan pula melibatkan orang yang tidak asing lagi di jalur jazz internasional, Leonardo Pavkovic (MoonJune Records) selaku Produser.

Seperti biasa, Dwiki banyak memasukkan unsur-unsur budaya etnik di banyak project-nya. Dalam garapan kali ini, ia juga membawa Dewi Gita yang berfungsi sebagai penyanyi sinden Sunda. Salah satu album terbaru Dwiki ini juga menghadirkan keindahan musik dan lirik lagu berbahasa daerah asal Kaili, Sulawesi Tengah.

Mendukung agar album ini bisa diproses dengan baik, Dwiki juga menlibatkan, Jesus Rivora sebagai sound engineer di recording studio milik pemusik Spanyol tersebut. Keseluruhan komposisi ini dikerjakan di studio ini,

Dalam project ini, Dwiki memainkan piano akustik, didampingi Carles Benavent (Spanyol) pada electric piccolo bass, Nguyen Lee yang dikenal sebagai gitaris jazz asal Perancis berdarah Vietnam. Ada juga Yaron Stavi pada acoustic/ upright bass, dan drummer perkusionis, Asaf Sirkis.
    
02 Dwiki Dharmawan dkk IstimewaDwiki Dharmawan dkk (Istimewa)

“Ini dibedakan dengan album lainnya yang dikerjakan di studio rekaman yang sama, karena kami disitu lebih banyak berimprovisasi, terbuka dan spontanitas. Tetapi tetap memasukkan seni musik tradisional nusantara, berupa alat musik Sasando dan instrumen Sampeq yang biasa dimainkan pemusik asal Dayak Borneo. Penyampaian lirik berbahasa Rote dan Dayak ikut melengkapi karya-karya komposisi musik saya,” jelas Dwiki.

Selepas merilis album-album karya musiknya pada “World Peace Orchestra”, “So Far So Close” dan “Pasar Klewer”, yang memperoleh Five Stars Reviews dari majalah musik Amerika Serikat, DownBeat dan sekaligus jadi The Best Albums 2016 versi DownBeat Magazine, Dwiki rutin meramu elemen-elemen jazz improvisasi yang diramu dengan kekayaan tradisi nusantara dan memadukan unsur elektronik musik didalamnya

Untuk album lainnya yang juga dikerjakan di Barcelona, Spanyol itu, Dwiki mengajak kerjasama gitaris asal Jerman, Marcus Reuter dan penyanyi jazz eksperimental, Boris Savoldelli. Ada harapan besar dalam dirinya untuk melanjutkan apa yang telah diraih oleh dua album sebelumnya “So Far So Close” dan “Pasar Klewer”./ Ibonk

03 Dwiki Dharmawan dkk IstimewaDwiki Dharmawan dkk (Istimewa)

 

Wednesday, 31 May 2017 10:40

Isaac

Merilis Single Perkenalan

Isaac, adalah kuartet bergenre alternatif asal Jakarta yang dimotori oleh Marhain Williams (gitar, vocal), Nyoman Agastyasana (gitar), Akbar Prihartama (bass), Reinardus Suryandaru (drum) bersiap-siap untuk merilis single perdana mereka berjudul ‘Sphere’. Tunggalan ini juga salah satu lagu yang turut mengisi EP yang rencananya akan dirilis dalam tahun ini.

Penggarapan EP ini sendiri direncanakan akan selesai dalam pertengahan tahun dan menceritakan tentang keresahan seseorang yang harus menghadapi pertempuran antara logika dan intuisinya.

Lagu ini sendiri bolehlah dikatakan mewakili kegelisahan dari orang-orang muda pada usia pertengahan 20-an, yang bimbang antara mendengar kata hati atau mengikuti dogma masyarakat pada umumnya.

02 Sphere Artwork IstimewaSphere Artwork (Istimewa)

Tunggalan ini juga menjadi ajang perkenalan dari keempatnya kepada pencinta musik dalam negeri setelah membentuk Isaac pada tahun 2015. Kabar lainnya adalah sebelum meluncurkan EP yang akan berisikan 5 lagu tersebut, singlenya sendiri dapat di unduh secara bebas di Soundcloud Isaac, atau juga dapat di dengar lewat YouTube dan bandcamp dari Isaac./ Ibonk

 


Saturday, 27 May 2017 10:26

Connie Nurlita

Come Back dengan Warna Berbeda

Bagi pecinta musik asoy geboy, pasti takkan lupa dengan nama penyanyi era 90an Connie Nurlita yang melejit namanya berkat lagu ‘Cinta Karet’.  Sebagai biduanita yang berkecimpung di dunia dangdut, keberaniannya untuk kembali kedunia rekaman bolehlah dikatakan berani.

Bayangkan, lepas melayangkan album ke-5 nya yang bertajuk ‘Gendang Joged’ pada tahun 1998 silam, Connie Nurlita mendadak menghilang dari dunia rekaman. Syukurnya, vakumnya Connie tidak berlanjut di kegiatan off air. Ia masih cukup sering tampil dipanggung-panggung akbar di dalam ataupun luar kota.

Begitulah, lepas 19 tahun, akhirnya Connie pun turun gunung dan come back lewat  kolaborasinya dengan Didi Kempot menggarap album kompilasi berjudul “Connie Nurlita”. Proses penggarapan albumnya sendiri hampir memakan waktu tiga bulan. Diakuinya bahwa ia mendapatkan sesuatu yang berbeda dengan kala mengawali karirnya di tahun 1991.

Album bergenre musik popdhut yang menjagokan single ‘Baru 6 Bulan’ ini, cukup banyak dijejali lagu recycle yang diaransemen ulang yang dipadukan dengan campursari, sehingga musiknya lebih semarak lagi. Ada sepuluh lagu yang dinyanyikan diantaranya ‘Anak Medan’, ‘Balada Pelaut’, ‘Cinta Karet’, ‘Polo Pakita’, ‘Stasiun Balapan’ dan 4 lagu yang dinyanyikan Didi Kempot sendiri.

02 Didi Kempot & Connie Nurlita IbonkConnie Nurlita (foto: Ibonk)

Conny memang sengaja mengandalkan lagu ciptaan Wahyu WHL tersebut sebagai lagu jagoan. Karena pada lagu  ‘Baru 6 Bulan’ tersebut Connie bisa bernyanyi dengan lugas, dan bisa menunjukkan kelebihannya dalam berolah vokal dan cengkok dangdut yang sangat pas.

Lahirnya album kompilasi dengan single perdana ini dipersembahkan Connie untuk para fansnya yang selama ini merindukan dan menantikan kehadiran dirinya.  Para penggemarnyapun kini bisa menyaksikan Connie tampil dengan warna musik yang berbeda dan jauh lebih fresh.

Sementara itu Didi Kempot juga merasa senang bisa terlibat dalam proyek kolaborasi dengan Connie Nurlita, "Saya merasa ada ketulusan ketika mendengar pinta Connie untuk menyanyikan lagu" Stasiun Balapan ", jelas Didi Kempot./ Ibonk

Thursday, 25 May 2017 13:49

Hybrid

Sambut Ramadhan Rilis Single Religi

Pada saat menjelang bulan Ramadhan 2017/1438H pekan lalu, Hybrid sebuah kelompok band muka baru yang mengusung genre alernatif pop rock telah merilis single religi berjudul ‘Kembali PadaNya’. Ini merupakan single yang menceritakan kisah seorang manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa sampai jatuh menerima keterpurukan, putus asa. Hingga akhirnya terketuk hatinya, dan mendapat petunjuk pintu hidayah, menyadari akan kebesaran kekuasaan pencipta.

Komposisi musik di lagu ini dibuat dengan komposisi yang minimal lewat nuansa petikan gitar akustik berbalut dengan iringan simponi orkestra dan beat looping yang ringan. Sementara  kekuatan lagu ini disuguhkan lewat tema, syair lagu dan karakter vokalis yang dibuat matang dalam menghayati lagu tersebut.

Single religi ini sendiri diproduksi secara digital dibawah payung Cadazz Pustaka Musik yang akan menjadi jembatan Hybrid untuk segera melepas full album mereka yang sudah di persiapkan sejak lama.

02 Hybrid IstimewaHybrid (foto: Istimewa)

Nama Hybrid sendiri diambil dari arti Kombinasi yang menyatukan beberapa jenis genre musik yang berbeda dari setiap player sehingga menjadi ciri khas band Hybrid. Didirikan pada tanggal 11 November 2011 dengan formasi :  Kahfi (Vokal),  Smith (Guitar),  Dry (Guitars) dan Awink (Drum) ini berharap  single ‘Kembali PadaNya’ ini dapat diterima oleh masyarakat pecinta musik Indonesia.

Mereka juga berharap tunggalan ini menjadi salah satu alternatif lagu religi pilihan umat muslim untuk menemani aktifitas puasa di builan Ramadhan tahun ini./ Ibonk

 

Page 3 of 113