Male Profile
NewsMusik

NewsMusik

Friday, 20 January 2017 13:55

Java Jazz Festival 2017

Hadirnya Chick Corea Elektric Band dan Tanpa Special Show

Bagi para penyuka musik jazz, gelaran Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) 2017 ke-13 mendatang seperti mendapat angin segar. Dikonfirmasikannya nama Chick Corea Elektric Band pada saat temu media di seputaran Kemang, Rabu, (18/1) kemarin, sungguh menjadi magnet kuat untuk menyaksikan pesta jazz terbesar di dunia saat ini. Ini seperti menuntaskan hutang pihak penyelenggara yang sejak awal festival ini digelar, nama Chick Corea selalu dipertanyakan kehadirannya.

Nama Chick Corea sendiri telah menjadi ikon kuat di musik dunia. Kiprah keyboardis, komposer dan pemimpin band ini sudah cukup sering dinominasikan dalam sejarah Grammy Awards, lewat 63 nominasi dan 22 kemenangan, di samping sejumlah Latin Grammy. Mengusung band bentukannya sejak 1986 silam, Chick Corea Elektric Band dipastikan akan memuaskan dahaga para penggila jazz fusion dan post bebop ini.

Siapa pula yang akan rela melepaskan kesempatan untuk menyaksikan band yang diperkuat oleh para pemuka jazz dunia ini. Selain Chick Corea nama Eric Marienthal, Frank Gambale, Dave Weckl dan Victor Wooten yang kemungkinan akan digantikan Nathan East di perhelatan JJF 2017 ini, adalah jaminan mutu bahwa ini    

Selain itu, JJF 2017 yang digelar dari tanggal 3,4, dan 5 Maret di JIEXpo Kemayoran Jakarta ini hadir diluar kebiasaan yakni dengan meniadakan special show seperti yang sudah-sudah. “Tujuan kami hilangkan spesial show karena banyak masukan dari pecinta JJF. Itukan pesta rakyat, kalau tiket mahal enggak bisa nonton. Ya sudah kami bikin rata sehingga semua show bisa ditonton tanpa terkecuali,” jelas Presiden Direktur Java Production, Dewi Gontha gamblang.

Dengan begitu pihak penyelenggara dipastikan akan memberikan kesempatan lebih besar bagi pengunjung untuk menjelajah dunia jazz dengan lebih 150 pertunjukan dengann 14 panggung lewat rincian 10 panggung indoor dan 4 panggung outdoor. Arena panggung tahun ini lebih banyak dari perhelatan 2016 lalu yang hanya memiliki 10 panggung.

02 Suasana Press Conference JJF 2017 IbonkSuasana Press Conference JJF 2017 (Ibonk)

Berbica soal pengunjung, tren pengunjung asing selama ini terekam semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Manaikkan animo tersebut, pihak penyelenggara selama tiga tahun terakhir telah menjalin kerjasama dengan media asing sehingga dapat mempromosikan acara tersebut kurang lebih di 30 negara.

"Berpatokan dari angka 100 persen, mungkin hanya 1 atau 2 persen saja jumlah pembeli dari luar. Namun kami bicara dari angka pembelian langsung via website kami. Dari data yang ada tercatat tidak hanya Asia namun dari Eropa dan Amerika pun ada yang datang. Kalau pembelian lewat ticket box lainnya, agak susah merekam datanya,” lanjut Dewi.

Line up artis mancanegara yang hadir nanti di JJF 2017 memunculkan nama-nama melegenda dan peraih penghargaan bergengsi. Selain Chick Corea yang tampil dalam format Chick Corea Elektric Band, akan hadir nanti peraih 10 kali Grammy Awards, Arturo Sandoval. Juga yang tak mungkin dikesampingkan hadirnya Sergio Mendes, produser dan penyanyi yang sudah berkecimpung di dunia musik selama 5 dekade dan juga peraih 3 kali Grammy Awards.

Dari sisi musisi lokal  cukup banyak nama-nama yang dikenal yang akan menghiasi pesta musik ini, seperti  Afgan, Hi-Vi, Endah & Rhesa, Dua Drum, dan lainnya. Masih ada beberapa nama musisi yang akan diumumkan dalam waktu dekat, dan tentunya akan menjadi kejutan./ YDhew, Ibonk

 

Wednesday, 18 January 2017 14:19

Jakarta Undercover

Menyibak Realita Kehidupan Jakarta

Ini sebuah cerita film yang bersumber dari novel sensasional karya Moamar Emka, Jakarta Undercover yang sebelumnya pernah diproduksi pada tahun 2006 lalu. Nah, di awal tahun ini kisah yang merupakan biopik dari latar belakang novel tersebut kembali di produksi. Membedakannya  dari produksi 2006 lalu, film kali ini diberi tambahan sub judul Jakarta Undercover: Refleksi Cinta, Pesta dan Realita.

Jalinan terkuat benang merah dari film ini masih bercerita seputar kehidupan malam Jakarta. Namun pada film ini coba diungkapkan lebih gamblang lagi dari film sebelumnya. Tak hanya melulu merekam dan berbicara mengenai sisi gelap Jakarta saja, akan tetapi cerita diisi juga dengan pertemanan, ambisi dan mimpi yang dibalut dengan realita-realita yang cukup jauh dari rasa manis kehidupan di kota megapolitan Jakarta.

Sebagai sutradara, Fajar Nugros berupaya mengungkapkan kenyataan sebenarnya akan kekerasan terhadap perempuan, premanisme, kemiskinan, jeritan kaum minoritas yang mengisi hampir disetiap denyut kehidupan di Jakarta. “Hal ini yang menjadi misi kami untuk menyuarakan nilai kemanusiaan di masyarakat,” ungkapnya.

Emka yang bertindak selaku Executive Produser, menjamin bahwa film Jakarta Undercover kali ini berbeda dengan film sebelumnya. Walaupun sebenarnya cerita masih berlandaskan pada buku yang ditulisnya. “Masyarakat kita semakin cerdas dan kritis dalam menangkap permasalahan terhadap lika liku sosial. Saya berharap mereka menangkap refleksi kemanusiaan dalam film ini,” tambah Emka.

02 Oka Antara YDhewOka Antara (YDhew)

Motivasi besar datang ketika mendapat kesempatan melakukan Exclusive World Premiere pada The 11th Jogja Asian Film Festival (JAFF) Desember 2016 silam. Tanpa diduga, banyak respon positif didapatkan dari ajang bergengsi ini. “Besar harapan kami, balutan pesan dan nilai artistik yang hendak dibawa dalam film ini bisa diapresiasi nantinya”, ungkap Susanti Dewi, Produser Demi Istri Production dikawasan Cilandak Rabu (18/1).

Film Jakarta Undercover: Refleksi Cinta, Pesta dan Realita sendiri, berkisah tentang seorang jurnalis asal  daerah bernama Pras yang merantau ke Ibukota. Pras yang diperankan oleh Oka Antara, menemukan berbagai realitas kota Jakarta yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dengan menggandeng sejumlah pemain film berbakat seperti Oka Antara, Baim Wong, Ganindra Bimo, Tiara Eve, Lukman Sardi, Tio Pasukadewo, Richard Kyle, Nikita Mirzani, Agus Kuncoro, dan Edo Borne, film ini siap tayang pada 23 Februari 2017 mendatang. Tertarik? Jaga tanggal mainnya./ YDhew

 

Sunday, 15 January 2017 10:32

Hetty Koes Endang

Terpikat Tenun Nusantara

Menjadi penyanyi senior dan masih terus terjaga eksistensinya membuat Hetty Koes Madewy atau lebih dikenal dengan nama pop nya Hetty Koes Endang tetap bisa menjaga kiprahnya pada dunia hiburan tanah air. Perempuan berdarah Sunda dan Minang yang lahir pada 6 Agustus 1957 di Jakarta ini pada saat ini tengah disibukkan sebagai  salah satu juri di ajang D’Academy Asia dan Golden Memories Indosiar.

Nah, karena kesibukannya tersebut, mau tak mau Hetty tetap harus menjaga  penampilannya. Salah satunya adalah lewat apa yang dikenakannya. Sudah sejak lama dirinya mengaku jatuh cinta dengan busana yang mengangkat tema budaya Tanah Air. Di berbagai event, Hetty mengaku berusaha menampilkan yang terbaik untuk mengangkat kesukaannya tersebut sekaligus rasa percaya dirinya.

Untuk keperluan penampilannya, Hetty dibantu sahabatnya Anna Mariana, desainer tenun dan songket untuk mendesainkan setiap kostumnya. "Sepanjang acara berlangsung, saya selalu memakai kreasi sahabat saya, Anna. Dia tahu persis apa yang saya inginkan," ungkap ibu empat anak ini.

Hetty menegaskan dirinya harus ikut bertanggungjawab melestarikan songket maupun tenun. Sepanjang 2016 hingga awal 2017, lebih dari 50 baju kreasi Anna dikenakan Hetty. Terutama tenun dan songket yang berasal dari Bali serta Betawi. "Tenun dan songket itu eksklusif. Sangat istimewa, cantik saat dikenakan menjadi busana. Mengenakannya berarti kita ikut memelihara budaya kita sendiri," ungkap Hetty seusai acara Golden Memories akhir pekan silam.

02 Hetty Koes Endang & Anna Mariana IbonkHetty Koes Endang & Anna Mariana (Ibonk)

Begitulah akhirnya, kesan eksklusif dan cantik terbiaskan dari apa yang dikenakan Hetty. Seniman yang telah berkiprah secara profesional sejak tahun 1972 ini memiliki prestasi yang tidak main-main. Pada tahun 1977, Hetty juga mewakili Indonesia pada WPSF di Tokyo dan memenangi penghargaan “Most Outstanding Performance” bersama Aji Bandi sebagai pencipta lagu ‘Damai Tapi Gersang’.

Namanya semakin meledak di tanah air ketika pada tahun yang sama melantunkan karya A. Riyanto lewat lagu ‘Kemuning’. Selepas itu, hampir setiap tahun sampai 2005 Hetty Koes Endang seolah tidak bisa tertahankan, karena kerap melahirkan album dan karya-karya baru./ Ibonk

Wednesday, 18 January 2017 10:21

Achmad Albar & Ludwig Lemans

Pasangan Penuh Ambisi

Di puncak popularitasnya Achmad Albar nekad meninggalkan Clover Band untuk pulang kembali ke Indonesia, Ia pun mengajak Ludwig Lemans ikut ke Jakarta, Padahal gitaris Clover Leaf kelahiran Surabaya itu baru beberapa bulan bergabung. "Saya sudah 12 tahun di Belanda, kini saatnya saya pulang ke Indonesia untuk berkarya di negeri tercinta," kata Albar penuh semangat.

Berikut obrolan santai bersama Achmad Albar dan Ludwig Lemans beberapa hari setibanya mereka berdua di Jakarta  di pertengahan bulan Januari 1973.

Apa sebabnya meninggalkan Clover Leaf, padahal anda baru menembus tangga lagu hits Belanda lewat lagu ‘Don't Spoil My Day’ menyusul kemudian di Belgia dan Jerman.

Achmad Albar: Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya ingin berkarya di negeri tercinta yang sudah lama ditinggalkan. Saya ingin punya grup sendiri dengan musisi-musisi hebat negeri sendiri.

Ludwig Lemans: Indonesia merupakan rumah kedua, karena saya lahir di Surabaya. Saya ikut Albar karena saya percaya pada kemampuannya untuk membentuk grup baru yang lebih hebat dari Clover Leaf.

Clover Leaf di bentuk anda bersama musisi-musisi Belanda. Dengan pulangnya anda ke Indonesia, apakah Clover Leaf terus bubar?

Achmad Albar: Jujur saya katakan Clover Leaf band hebat, Saya sedih juga meninggalkannya. Sata bilang ke teman-teman untuk tetap melanjutkan perjalanan Clover Leaf dengan vokalis dan gitaris baru.

Ludwig Lemans: Clover Leaf tidak bubar, teman-teman menunggu saya kembali ke Belanda karena saya hanya 1 tahun di Indonesia".

Bagaimana perkembangan dunia musik di Belanda?

Achmad Albar: Perkembangannya cukup maju tak kalah dengan di Inggris dan Amerika. Lihat saja band-band seperti Golden Earrings, Focus ataupun The Cats sudah menembus dunia internasional.

Ludwig Lemans: Saya bangga dengan perkembangan musik di Belanda. Nomor dua setelah Inggris. Sekalipun band-band Inggris banyak yang ngamen di Jerman.

02 God Bless IstimewaGod Bless (Istimewa)

Pengalaman apakah yang berkesan selama berada di Belanda?

Achmad Albar: Ketika saya ikut band Take 5 langsung ikut festival musik, dan saya menjadi vokalis terbaik. Padahal banyak penyanyi-penyanyi Belanda yang lebih bagus, disitu saya bertekad untuk bisa terkenal kekancah musik internasional.

Ludwig Lemans: Jawabannya agak klise, tapi saya harus mengakuinya bahwa saya cuma gitaris biasa. Lalu diajak Albar ikut Clover Leaf, sehingga saya dikenal banyak orang. Tapi itulah pengalaman yang paling membanggakan dalam hidup saya.

Apa rencana anda berdua selanjutnya?

Achmad Albar: Saya ingin membentuk grup baru dengan musisi-musisi Indonesia. Saya bertekad untuk membawa grup baru itu untuk menembus blantika musik mancanegara. Itu ambisi saya yang paling utama.

Ludwig Lemans: Kesannya saya cuma mengekor kemana Albar pergi, karena saya yakin kemampuan Albar untuk membuat grup baru yang lebih hebat dari Clover Leaf.

Sudah lihat band apa saja di Indonesia?

Achmad Albar: Saya baru lihat The Rollies saja. Mereka bermain sangat kompak dengan penyanyinya yang penuh enerjik dan berambut kribo seperti saya. Saya dengar ada AKA, Trencem, Rhapsodia dan lainya, Tapi saya belum lihat konser mereka.

Ludwig Lemans: Sama seperti Albar saya baru lihat The Rollies, mereka luar biasa. Kalau ada di Belanda, mereka pasti terkenal keseluruh daratan Eropa sampai ke Inggris. Penyanyi yang berambut kribo itu bakal menjadi saingan terberat Albar.

Apa kelebihan Ludwig Lemans sehingga harus mengajak dia ke Indonesia?

Achmad Albar: Dia sudah seperti bagian hidup saya di musik. Selain permainan gitarnya luar biasa, LeMans bisa membuat sebuah aransemen musik yang membuat lagu itu lebih asyik terdengar. Feeling nya sangat kuat, dan yang terpenting kita berdua sudah menyatu.

Ludwig Lemans: Albar memiliki cita rasa bermusik yang berkelas, yang tidak dimiliki penyanyi-penyanyi di Belanda. Saya yakin grup baru yang mau dibentuk nanti bisa jauh lebih hebat.

03 God Bless IstimewaGod Bless (Istimewa)

Siapa saja yang anda ajak untuk bergabung dan apa nama band nya?

Achmad Albar: Saya belum punya bayangan siapa saja yang saya ajak bergabung. Saya tidak mungkin mencomot pemain yang sudah bergabung, karena saya tak mau dituduh sebagai perusak. Untuk nama bandnya juga belum terpikirkan. Kalau punya punya ide nama band yang bagus, pasti saya terima.

Ludwig Lemans: Saya ikut apa kata Albar, he's the boss.... Kalau nama bandnya, saya suka The Balls.... singkat dan mudah diingat.

Terakhir apa sih anda berdua?

Achmad Albar: Saya ingin punya band yang tangguh yang bisa menembus dunia musik internasional, untuk membuktikan ke dunia bahwa Indonesia juga punya band hebat.

Ludwig Lemans: Lagi-lagi saya hanya bisa “follow him”. Apapun maunya Albar pasti saya dukung. Sebagai orang Belanda kelahiran Indonesia saya juga bangga suatu saat bisa menembus dunia internasional. Rasanya itu wajar bagi seorang yang punya ambisi.”/ Buyunk

Monday, 16 January 2017 14:12

Riza Arshad

Salah Satu Tonngak Sejarah Jazz Tanah Air

Apa yang dapat kita kenang dari seorang Riza Arshad? Musisi jazz senior yang masih sangat berpotensi ini, akhirnya harus menjumpai takdirnya. Ija telah berpulang pada usia 53 tahun. Ia yang terlahir dengan nama Syahriza Arshad pada 2 November 1963 silam cukup memiliki kiprah baik dan terpandang diblantika musik tanah air.

Riza cukup lama menekuni dunia jazz tanah air. Keberadaannya dalam menekuni musik ini seperti yang sering kita dengar sudah dilakoninya sejak belia. Mengenal dan belajar piano klasik pada usia 6 tahun. Sempat berguru dengan almarhum Rumende, dan Aries Dauna, juga Bambang Nugroho untuk klasik dan pop. Ia juga memiliki pengalaman belajar pada  Jack dan Indra Lesmana untuk jazz.

Pada usia 15 tahun, Ija membangun grup band pertamanya Rara Ragadi bersama almarhum  Iwan Arshad, Raidy Noor dan Cendy Luntungan. Grup yang membawa genre progresif rock ini sempat menelurkan satu album self titled setahun setelah dibentuk pada tahun 1979.  

Semenjak itu, Ija kemudian sering membantu berbagai kelompok musik ataupun perorangan. Beberapa diantaranya yaitu Combo 11 bersama Erwin Gutawa dan Cendy Luntungan dari tahun 1978-1980. Kemudian Jazz Raiders tahun 1983, lalu Jack Lesmana Combo ditahun 1986. Bersama Ekki Sukarno dan Eet Syahranie pada 1987-1989 lewat Kharisma Indonesia juga dilakoninya.

Pada 1993, ia mendirikan SimakDialog bersama gitaris Tohpati, drummer Arie Ayunir, dan bassist Indro Hardjodikoro. Walau para personelnya telah berganti, grup ini masih bertahan sampai sekarang. Sekitar tujuh album telah dibuat oleh SimakDialog seperti Lukisan (1996), Baur (1999), Trance/Mission (2002), Patahan (2005), Demi Masa (2008), The 6th Story (2012), dan Live at Orion (2014).

02 Riza Arshad IstimewaRiza Arshad (Istimewa)

Pada 2014 silam, album The 6th Story memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Album Jazz Terbaik dan Instrumental Duo/ Grup Jazz Terbaik. Kiprah lainnya yakni sempat bergabung dengan Twilite Orchestra bersama David Foster, lalu Jakarta ‘J Dream’ Big Band tahun 1995, Trisutji Kamal Ansambel. Tahun 1996 bersama Cok Rampal dan Iwan Fals dengan Trahlor. Pada tahun 2000 ia tercatat bergabung bersama kelompok Indra Lesmana-Reborn.

Ija juga aktif berkarier secara solo, ditandai dengan merilis albumnya pada 2003 silam dengan tajuk “Riza Trioscapes”. Album keduanya “Piano Duet Guitar” yang direkam bersama Robert MR dan dirilis pada 2014. Album ini dinominasikan pada ajang AMI Awards untuk kategori Album Jazz Terbaik 2015.

Kepergiannya pada Jumat, 13 Januari 2017 di Bandung tersebut telah menorehkan duka mendalam tak hanya pada keluarga namun musik tanah air dalam cakupan yang lebih luas lagi. Ia dikenal memiliki kesehatan yang baik  dan relijius. Pribadinya juga cukup unik, seperti yang dikutip dari apa yang disampaikan Tohpati kala mengenang Ija. “Ia adalah seniman yang gigih pendiriannya. Bila bicara soal musik, nggak peduli orang suka atau tidak," ujarnya.

Begitulah, tinggal doa yang kita bisa panjatkan kepada sang Khalik untuk menghargai apa yang pernah ditorehkannya di kancah musik dalam negeri. Pianis yang brilian dengan berbagai macam penghargaan. Ia juga sebagai salah seorang musisi yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan  musik jazz di negeri ini. Seseorang yang tidak pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru../ Ibonk

 

Monday, 16 January 2017 09:38

Hak Cipta

MA Menangkan KCI Atas Inul Vizta Manado

Akhirnya, setelah melalui liku-liku lumayan panjang, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) perkara pelanggaran hak cipta berupa pemakaian lagu-lagu yang dikuasakan pada Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI). Perkara pemakaian lagu tanpa ijin oleh tempat karaoke Inul Vizta di Manado ini diputus oleh MA pada 19 Oktober 2016, melalui sidang di tingkat PK dengan ketua majelis I Gusti Agung Sumanatha.

"Ini adalah putusan yang sudah inkraacht (berkekuatan hukum tetap). Kalau nanti KCI berhadapan lagi dengan kasus yang sama, kita akan gunakan putusan ini. Dan mudah-mudahan tidak ada masalah lagi bagi para pencipta lagu, agar mereka bisa mendapatkan haknya dan hidup mereka lebih sejahtera," ungkap Ketua Badan Pembina KCI Enteng Tanamal, ditemui di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1) siang.

Perkara ini untuk pertama kali disidangkan di Pengadilan Niaga Makassar pada tahun 2012. Dalam beberapa kali sidang, pihak Inul Vizta, melalui kuasa hukumnya Hotman Paris Hutapea sempat menang atas perkara ini. Lalu melalui Ketua Umum KCI, Drs Dharma Oratmangun, MSi yang dibantu Denny Kaunang, SH, KCI melakukan upaya hukum terakhir, yakni Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung Rl.

Perjuangan ini akhirnya berbuah manis, lewat keputusan MA memenangkan PK KCI yang ditandatangani pada tanggal 12 Januari 2017 lalu. Kemenangan atas pelanggaran hak cipta ini menjadi sebuah prestasi tersendiri, karena sebenarnya baru pertama kalinya kasus sejenis bisa sampai ke MA.

02 KCI dan Kuasa Hukum IbonkKCI dan Kuasa Hukum (Ibonk)

Keputusan Sidang MA yang terigister Reg. No.122 PK/Pdt. Sus-HaKI/20/2015 dengan Ketua Majelis I Gusti Agung Sumanatha, SH, MH pada sidang terakhirnya 19 Oktober 2016, PT. Vizta Pratama yang melakukan Pelanggaran Hak Cipta pada Inul Vizta Manado sebagai Tergugat, harus membayar denda Rp. 15.840.000,- (Lima Belas Juta Delapan Ratus Ernpat Puluh Ribu Rupiah).

Dalam keterangan lanjutannya, Enteng menjelaskan bahwa putusan ini menegaskan bahwa KCI berhak untuk bertindak atas nama pencipta lagu, untuk memberi ijin kepada seluruh pengguna lagu, baik tempat karaoke, hotel, perusahaan penerbangan, pusat perbelanjaan, dan berbagai jenis pengguna lainnya. "Ketika di dalamnya memutar lagu, harus membayar royalti," kata Enteng.

Semoga dengan tercapainya hasil yang baik ini, dapat menjadi langkah awal untuk menghempang kejadian serupa. Bahwa sebenarnya suka ataupun tidak kita, tetap saja kita  harus menghormati karya orang lain dan menyampaikan haknya atas segala karya cipta yang telah ditelurkan./ Ibonk

 

Thursday, 12 January 2017 16:33

Super Rockin’ Battle

Mencari Generasi Baru Band Rock Indonesia

Perbedaan dan perkembangan musik rock setiap tahun akan terus berbeda dan semakin berkembang.  Hal tersebut tidak bisa dipungkiri lagi, karena masuknya teknologi digital membuat banyak ide-ide baru terlahir dalam karya dari para pelakonnya. Atau bisa jadi lewat band-band bentukan baru yang akhirnya memberi pengaruh terhadap musik di tanah air.  

Seperti Supermusic ID, sebagai sebuah komunitas musisi yang mencoba membuat sebuah  kompetisi band di pembuka 2017 ini. Ini merupakan program yang memberikan kesempatan kepada para musisi dan band baru agar memiliki suatu pengalaman yang baik untuk berkarya di bidang musik dengan cara yang benar dan berkualitas. Lalu disalurkan dalam program Supermusic ID Rockin Battle 2017 sebagai ajang pencarian band rock terbesar di Indonesia.

Melibatkan juri-juri yang berkualitas dengan latar belakang serta pengalaman yang tidak perlu diragukan seperti Ian Antono (God Bless), Stevi Item (Andra & The Backbone, Deadsquad), Stephan Santoso (Musikimia), dan Imanine (J-Rocks). Sebagai ajang untuk melahirkan generasi baru penerus band rock di Indonesia, proses seleksinyapun  dilakukan secara ketat dalam setiap tahap penyeleksian.

“Para band rock akan ditantang bukan hanya menunjukkan musikalitasnya saja. Tapi juga dinilai dengan aksi panggung yang maksimal. Akan ada juga tahap penggodokan untuk para calon musisi dari para musisi senior yang terlibat sebagai juri. Mereka akan memberikan materi yang sifatnya interaktif dan sharing knowledge. Tak hanya musikalitas, tapi juga tentang pengalaman yang akan membuka wawasan bagi peserta. Memberi pengertian bahwa musik bukan hanya terkait hal teknis tetapi juga dengan bagaimana tampil di atas panggung dengan baik. Mencakup aspek-aspek lain di industri musik dan adanya peranan digital yang memang sudah menjadi satu fenomena yang tidak bisa dihindari sekarang ini,” jelas Gege Dhirgantara perwakilan dari Supermusic ID.

Lewat program ini band yang terpilih nanti akan menjalani suatu fase pengalaman yang baik untuk karir mereka. Bukan hanya dalam kualitas, tapi juga pengetahuan bagi para calon-calon musisi ini untuk tampil di atas stage. Peserta yang berhak mengikuti audisi adalah band yang berusia 18-30 tahun dan belum pernah terikat kontrak dengan label manapun.

02 Stevi Item YDhewStevi Item (YDhew)

Untuk bisa menjadi pemenang dalam kompetisi ini, peserta harus melalui 5 tahapan seleksi, yaitu Fase Registrasi, Fase Live Audition, Fase Online Voting, Fase Band Camp Audition yang langsung bertemu dengan para juri dan mentor yang akan menurunkan dan membagi pengalaman dan ilmu mereka dibidang musik rock tanah air. Ini merupakan akan menjadi fase terpenting dalam tahapan kompetisi Rockin Battle. Untuk menjadi pemenang, peserta setidaknya harus mempunyai karakter yang kuat, all package baik dari sisi penampilan, musik, aransemen, skill, performance terbaik yang dipilih pada Fase Final Audition.

Band yang berjaya sebagai pemenang berhak melakukan rekaman di studio 301, Sydney, Australia. Dimana musisi internasional seperti Coldplay, Muse, Silverchair hingga Metallica pernah merekam album mereka disana.  Selain rekaman, band yang terpilih juga akan dibuatkan album kompilasi Rockin Battle serta kesempatan manggung di seluruh Indonesia, serta bergabung dengan manajemen Megapro Communications selama 2 tahun. Informasi mengenai pendaftaran dan kompetisi ini silahkan kunjungi  http://rockinbattle.supermusic.id / YDhew

 

Friday, 13 January 2017 16:28

Armin Only Embrace World Tour

Bakal Tampil Selama 6 Jam Nonstop

Penggemar musik EDM di tanah air akan kembali diusik dengan  sebuah show spekatakuler.  Apalagi kalau bukan kehadiran Armin Only Embrace World Tour yang akan diselenggarakan pada 31 Maret mendatang di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Promotor Euphorics Events dan Livescape Group menjanjikan perpaduan musik dan teater. "Armin Only Embrace bukan sekedar show musik, tapi sebuah pertunjukan yang memadukan berbagai unsur spektakuler. Nantinya akan ada perpaduan musik jazz, trance, tarian hingga 6 jam non-stop," ungkap  Danny Setiawan, CEO Euphorics Events saat jumpa pers di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (12/1).  

Pihak Livescape Group menambahkan, sebagai pertunjukan musik yang banyak melibatkan unsur seni di dalamnya, Armin akan menggunakan konsep yang megah. "Ini akan menjadi acara spektakuler dimana Armin Van Bureen akan tampil selama 6 jam. Selain itu kualitas produksi dan tata suara akan diproduksi dengan taraf internasional," tambah Yudha Budhisurya selaku Managing Director dari Livescape Group Asia.

Untuk mendukung penampilannya di Indonesia, Armin dikabarkan akan memboyong timnya sebanyak 28 orang yang akan berkolaborasi dalam pertunjukannya. Tur solo pertama peraih 5 kali Best DJ ini sebelumnya sukses dihelat di Dubai, Sofia, Marbella, dan Mexico City.

02 Armin Van Buuren IstimewaArmin Van Buuren (Istimewa)

Armin Van Buuren sendiri mengungkapkan bahwa dirinya sangat yakin bahwa pertunjukannya nanti berbeda dan unik,Dikatakannya juga bahwa pertunjukan ini diciptakan bukan hanya karena kecintaan dirinya terhadap musik, tapi juga karena semangat yang meledak-ledak.

Tahun 2016 kemarin merupakan tahun bersejarah untuk Armin Van Buuren saat dia kembali memulai tur dunianya sebagai seorang DJ dan produser. Energinya mengalir deras melalui turnya tersebut yang dicukil dari album terakhir Armin yang dirilis di tahun 2016. “Embrace” adalah merupakan album terbaru dan dalam album ini, Armin menggabungkan beberapa genre musik yang dikemas dengan gaya musik dance dengan karakteristik khas Armin Van Buuren./ Rizal

 

Wednesday, 11 January 2017 09:37

Coldplay

Maraup 247 Juta Dollar dari Separuh Perjalanan Tur

Walau baru saja menjalani separuh dari jadwal tur konser mereka, Coldplay dikabarkan sudah meraup pendapatan sekitar Rp. 3.2 Triliun atau 247 juta dollar. Tur yang diberi tajuk “A Head Full of Dreams” ini dimulai pada Maret 2016 lalu dan akan dilangsungkan sampai di akhir 2017 nanti.

Seperti yang dilansir oleh Bilboard, dikabarkan bahwa Chris Martin dan kawan-kawannya sudah tampil dihadapan 2,7 juta orang penggemarnya lewat 58 penampilannya yang dimulai di Buenos Aires, Argentina

Sampai Desember tahun lalu, kuartet brit rock ini sudah berkunjung ke Selandia Baru dan Australia. Mereka mengadakan konser di empat kota antara lain: Auckland, Brisbane, Melbourne, dan Sydney. Semua tiket konser habis terjual dengan total pendapatan mencapai sekitar USD 26 juta dolar.

02 Coldplay IstimewaColdplay (Istimewa)

Tempat selanjutnya yang akan mereka sambangi nanti adalah Singapura. Ini menjadi kota kedua di Asia setelah Uni Emirat Arab pada Desember 2016 lalu. Tiketnya sendiri sudah terjual habis sejak Oktober 2016. Setelah Asia, Chris Martin dan kawan-kawan akan kembali ke Eropa sekitar Juni dan Juli mendatang. Lalu mereka akan menyelesaikan turnya yang melewati 18 kota di Amerika Utara mulai 1 Agustus hingga 8 Oktober 2017.

Tur ini sendiri dikabarkan menempati peringkat ketiga dari 25 tur teratas tahun 2016 dibawah Beyonce dan Bruce Springsteen & the E Street Band yang berhasil meraih pendapatan lebih dari 200 juta dolar AS selama 2016. Tur ini sendiri juga merupakan bagian dari promosi album ketujuh mereka A Head Full of Dreams yang dirilis pada akhir 2015 silam./ Ibonk

 

Tuesday, 10 January 2017 16:39

Townsquare Soundfest

Keriaan Pesta Lewat Musik dan Kuliner

 

TownSquare Soundfest! Merupakan sebuah hal baru dari festival musik dan party, yang juga memperkenalkan konsep tagline “Dine & Dance till Dawn” dimana tamu-tamu dapat menikmati berbagai pilihan kuliner yang melibatkan 40 tenant F&B/ Restoran-Bar-Bistro-Café di TownSquare Cilandak, bersantai dan berdansa kapanpun mereka mau. Akan dimulai pada pukul 2 siang hari dan berakhir pada dinihari berikutnya.

TownSquare Soundfest yang akan dilangsungkan untuk pertama kalinya di Februari 2017 dan diyakini akan menarik minat sekitar 4 ribu pengunjung. Lewat para penampil berkelas Internasional, TownSquare Soundfest memiliki misi untuk memperkenalkan warga Jakarta kepada sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya yakni transformasi lengkap TownSquare Cilandak ke dalam konsep bloc party di mana event berlangsung sepanjang hari dan sepanjang malam.

Kemeriahan dimulai pada jam 2 siang lewat delik Urban Session yang menghadirkan HipHop Master terkenal dari Belanda, DJ Irwan & Rico Grene #TeamLovely, Raja Musik Urban Indonesia DJ Cream feat. Special Guest, artis pendatang baru Jevin Julian feat. Neonomora, Vibe Selector dari Bali, Dubwill, dan bintang baru T-Sha feat. Nadhira. Sedang pada malam harinya akan ditampilkan Deeptech Session by Circus yang dibintangi tak kurang dari dua DJ Deeptech legendaris Sasha dan Yousef, didahului oleh para superstar Deeptech & House Indonesia Hogi, Mamsa, Ridwan G & Shawn.

Pada hari yang sama, nightclub Jakarta yang paling happening saat ini, Jenja, juga akan dibuka untuk semua tamu yang hadir, dengan kehadiran bintang tamu internasional Kölsch dan &ME, yang didukung oleh para DJ resident Jenja Bali seperti Angga & Wisdy.

02 Neonomora Istimewa

Neonomora (Istimewa)

”Kami ingin menciptakan festival musik dan party yang unik. Dimana seluruh area Citos akan terlibat di dalamnya. Merangkul tidak hanya musik dan dancing tapi juga sebuah pengalaman kuliner. Para festivalgoers akan menikmati stage festival dengan lebih dekat dan sekaligus dimanjakan oleh berbagai jenis masakan dari tenant F&B kami,” ungkap Arthur Yudhistira Bubu, Vice President TownSquare Group.

Tiket masuk dijual dengan harga Rp 1,200,000,- nett, sudah termasuk satu voucher senilai Rp 200,000,-. Jadi semua yang datang dapat menukarkan voucher tersebut di tenant manapun di TownSquare Cilandak selama event berlangsung. Bila total bill melebihi jumlah tersebut, customer tinggal membayar selisihnya. Tiket dapat dibeli online di www.townsquare.co.id/citosjkt/whats-up atau di ticket booth di TownSquare Cilandak pada Senin hingga Minggu, jam 11 pagi hingga 10 malam, atau di Jenja Jakarta Rabu hingga Sabtu mulai pukul 7 malam./ Rizal

Page 16 of 114