Male Profile
NewsMusik

NewsMusik

Sunday, 05 February 2017 13:29

Konser Dongeng 2

Hasil Maksimal Naura dan Anak Indonesia

 

Nama lengkapnya Adyla Rafa Naura Ayu. Panggil saja Naura. Usianya baru akan genap 12 tahun di bulan Juni nanti. Sudah mengeluarkan dua album, Dongeng dan Langit Yang Sama. Dua penghargaan Anugerah Musik Indonesia juga sudah berhasil diraih. Prestasi lainnya? Sudah dua kali pula menggelar konser tunggal yang selalu penuh oleh penggemarnya.

Bandingkan dengan ibunya, Riafinola Ifani Sari atau Nola, yang merupakan salah satu anggota trio Be3. Butuh 20 tahun perjalanan Be3 baru dapat menggelar konser tunggal. Sedangkan Naura konser tunggal pertama yang bertajuk Konser Dongeng di tahun 2015 ketika dia berusia 10 tahun. Lalu Konser Dongeng 2 menyusul tahun ini, tepatnya 4-5 Februari, di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

NewsMusik kembali mendapatkan kesempatan untuk melihat kegiatan persiapan Konser Dongeng 2. Semua pengisi acara berlatih selama berbulan-bulan. Bahkan beberapa hari usai tahun baru mereka yang rata-rata masih menempuh pendidikan SD dan SMP di karantina. Dapat dilihat di Youtube rekaman kegiatan yang penuh keceriaan dan juga air mata.Setelahnya proses latihan bertempat di Aula Nyi Ageng Serang di kawasan Kuningan selama dua hari. NewsMusik datang pada hari kedua, Rabu (01/02).

Semua berlatih dengan semangat sejak pulang sekolah sampai sekitar pukul 10 malam. Usia muda dengan energi berlebih sangat terlihat sekali. Seolah tidak pernah kehabisan energi untuk berlatih dan juga bermain. Nola, sebagai ibu dan juga dengan pengalaman dua dekade, tampak tak pernah berhenti memberi masukan untuk Naura. Baik dalam olah vokal maupun ketika blocking dan gerak tubuh. Bakat menyanyi sang ibu yang menurun pada anak tampaknya tak ingin disia-siakan begitu saja. Tentu saja dengan membimbing Naura sebaik-baiknya.

Keesokan harinya kegiatan sudah dilakukan di Ciputra Artpreneur. Di atas panggung Naura bersama teman-teman penarinya melakukan blocking dengan arahan Dudi dan timnya. Sementara di bagian depan bawah, Ava Victoria Orchestra pun tak kalah sibuknya. Singkatnya hari itu semua sibuk dengan bagian masing-masing.

 

02 Konser Dongeng Klandesti NKonser Dongeng 2 (Foto: Klandesti N)

 

Inet Leimena sebagai show director dengan penuh kesabaran mengarahkan anak-anak. Sebuah kesalahan membuat Inet harus dihukum melakukan squat. Naura juga sempat menjalani hukuman itu. Sebuah konsekuensi yang harus dijalani ketika melanggar sebuah aturan yang telah disepakati. Ketika mencoba jembatan yang melayang di atas panggung, Nola sempat ketakutan. Dia merasa tidak aman karena sedikit goyang ketika berada di atasnya. Tapi tak perlu lama, karena setelah diyakinkan cukup aman akhirnya Nola berhasil melawan ketakutannya.

Disela-sela menunggu waktu untuk melakukan latihan, Naura menyempatkan untuk memanaskan pita suaranya. Dengan bimbingan Yandi, Naura melatih pita suaranya. Sebagai seorang penyanyi, suara tentu menjadi modal utama yang harus dijaga dan dilatih agar tidak mengalami gangguan ketika pentas. Ketika jam istirahat, suasana di belakang panggung riuh sekali suasananya. Orang-orang dewasa yang ada hanya bisa geleng-geleng melihat semangat dan energi berlebih anak-anak. Berteriak, tertawa, sampai berlari ke sana kemari. Lalu saling menggoda satu sama lain.

Masalah godaan, Naura sempat mendapat godaan besar : coklat. Adalah Nola yang iseng menggoda Naura sambil makan coklat di depannya. Naura pun protes agar jangan makan coklat di depannya. Tapi dia tetap saja mengarahkan pandangannya ke orang-orang yang tengah menikmati coklat. Terlihat sekali di matanya dia sangat ingin coklat tapi harus sanggup menahan godaan. Sekitar pukul 19.30 latihan pertama di Ciputra Artpreneur digelar. Tentu saja belum sepenuhnya berjalan dengan mulus. Didu dan tim Inet Leimena beberapa kali memberi arahan. Berkaitan dengan blocking serta keluar masuk properti panggung.

Konser Dongeng seri 2 ini adik Naura, Neona, masih turut serta. Neona masih saja mengundang tawa di atas panggung dengan tingkah kenesnya. Bahkan kakaknya sendiri pun tak kuasa untuk menahan tawa melihat tingkah adiknya itu. Orang-orang pun gemas melihat tingkahnya. Setiap latihan yang digelar, Neona selalu ada saja ulahnya. Bahkan dengan lihai dia bisa berimprovisasi tanpa terlihat memaksa. Semua mengalir begitu saja. Tak jarang Inet harus mengingatkan agar tidak kebablasan. “Gila, gue dikerjain ama anak kecil,” ujar Inet menggeleng-gelengkan kepala sambil tertawa. Siapa lagi yang dimaksud kalau bukan Neona. Nola saja pun kadang masih suka kewalahan menghadapi kekenesan anak ragilnya.

 

03 Konser Dongeng Klandesti NKonser Dongeng (Foto: Klandesti N)

 

Bevan, adik Naura dan kakak Neona, juga masih ikut serta. Bila di Konser Dongeng sebelumnya dia hanya tampil sebagai figuran, kali ini tidak. Bevan mendapatkan peran yang mengucapkan dialog. Tak ketinggalan pula ikut bernyanyi bersama Naura, Neona dan kedua orang tuanya. Konser Dongeng 2 ini adalah sebuah kejutan Naura tampil berlima dengan keluarganya. Mereka menyanyikan lagu ‘Selamat Pagi’ ciptaan Pak Kasur dan ‘Pergi Belajar’ karya Ibu Sud. Andi Rianto mengiringi dengan permainan pianonya.

Jumat (03/02) digelar kembali latihan Konser Dongeng 2. Kali ini tampil dengan kostum dan tata rias. Arshya yang bertanggung jawab mengurus kostum mengatakan ada sekitar 100 pakaian yang digunakan. Hingga harus ada kordinasi yang baik agar tidak terjadi salah kostum. Ribet memang tapi menyenangkan.Nola yang mengenakan mahkota dengan hiasan kerlap-kerlip lampu menjadi pusat perhatian di belakang panggung. Dilengkapi dengan gaun panjang menambah anggun. Dia bercanda bertingkah seolah Miss Universe.

Gladi resik yang dilakukan kali ini dilakukan seperti selayaknya pentas sesungguhnya. Disaksikan oleh orang tua dan juga para rekan media. Lagi-lagi Neona membuat ulah. Tapi siapa yang bisa marah melihat tingkahnya yang menggemaskan. Semua yang menyaksikan tertawa terbahak-bahak. Bahkan ketika Neona baru muncul di atas panggung dan belum melakukan apa pun. Naura tidak dapat tampil maksimal. Dia mengalami gangguan suara. Akibatnya beberapa bagian Naura hanya tampil untuk menari tanpa menyanyi. Bahkan setelah usai gladi resik dan kembali ke hotel harus mendapatkan asupan vitamin yang disuntik.

Sabtu (04/02) adalah hari pertama Konser Dongeng 2. Beberapa jam sebelum pentas, semua berkumpul di sebuah ruangan. Ada beberapa orang yang menyampaikan keluhan atau kebingungannya. Didu dan Inet memberikan wejangan agar nantinya dapat tampil dengan baik. Gugup adalah hal wajar. Percaya diri itu perlu tapi terlalu percaya diri yang harus dihindari. Naura sudah kembali lagi suaranya. Demi menjaganya dia membawa sebotol teh ramuan untuk diminum.

Di luar auditorium Ciputra Artpreneur sudah banyak penonton yang datang. Bahkan sejak siang hari sudah ada yang tiba. Hal ini yang mendorong untuk menggelar Konser Dongeng 2 tepat waktu. Pukul enam sore pintu dibuka dan penonton masuk. Tepat pukul tujuh malam pentas pun dimulai.Di luar auditorium terlihat orang-orang tua yang menunggu anak-anaknya. Sementara di dalam sekitar 1200 penonton larut menikmati Konser Dongeng 2. Terpukau oleh visual yang membalut panggung. Tertawa melihat tingkah Neona. Terpesona melihat Naura dan Neona menyanyi di tempat tidur yang melayang. Ikut terharu ketika Nola terbawa emosi menyanyi bersama Naura.

 

04 Konser Dongeng Klandesti NKonser Dongeng (Foto: Klandesti N)

 

Konser Dongeng 2 berlangsung sekitar dua jam. Usai pentas semua saling berpelukan di belakang panggung. Lagi-lagi terlihat Nola tak kuasa menahan emosinya. Terlihat pula beberapa orang tua dengan anaknya ingin bertemu dan berfoto bersama Naura. Namun karena harus menjaga kondisi fisik Naura, permintaan mereka tak dapat dikabulkan.Sempat juga mendengar keluhan dan kekecewaan mereka yang tidak dapat bertemu Naura. Bahkan ketika akan pulang, terlihat kerumunan yang menunggu Naura keluar dari ruang belakang. Tapi tampaknya mereka harus bersiap kecewa.  Sayangnya, NewsMusik tidak hadir di pentas hari kedua. Sehingga terpaksa melewatkan momen mengharukan. Dimana Naura dan teman-teman saling berpelukan dan menangis. Wajar saja karena mereka telah bersama-sama selama beberapa bulan. Jatuh bangun berlatih agar dapat tampil sebaik-baiknya di Konser Dongeng 2. / Klandesti_N

Wednesday, 08 February 2017 14:32

90s Music Harmony

Ajang Reuni Band 90-an

 

Group musik yang berjaya di tahun 90an, Dewa 19 dan Java Jive feat. Nadila bakal meramaikan kembali panggung musik Tanah Air. Konser yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Noble One Management ini bertajuk “90s Music Harmony”. Acaranya sendiri akan digelar tanggal 1 Maret 2017 di The Pallas, SCBD-Jakarta.
 
Dewa 19 adalah sebuah group musik yang dibentuk tahun 1986 di Surabaya, Nama Dewa merupakan akronim dari nama mereka berempat saat itu yakni: Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum) dan Andra Junaidi (gitar). Awalnya muncul dengan musik yang lebih pop, kemudian berubah haluan menjadi jazz setelah Erwin memperkenalkan musik jazz ke grup ini. Wawan yang merupakan penggemar berat musik rock kemudian memutuskan keluar pada tahun 1988 dan bergabung dengan Outsider yang antara lain beranggotakan Ari Lasso.Ketika nama Slank berkibar, Wawan kembali dipanggil untuk menghidupkan Dewa, dengan mengajak pula Ari Lasso.

Nama Down Beat pun berubah menjadi Dewa 19, karena waktu itu rata-rata usia personelnya 19 tahun. Kali ini, Dewa 19 hadir dengan mencampuradukkan beragam musik jadi satu yakni pop, rock, bahkan jazz, sehingga melahirkan alternatif baru bagi khasanah musik Indonesia saat itu.Grup ini telah beberapa kali mengalami pergantian personel dan formasi terakhirnya sebelum dibubarkan pada tahun 2011 adalah Ahmad Dhani (kibor), Andra Junaidi (gitar), Once Mekel (vokal), Yuke Sampurna (bass) dan Agung Yudha (drum).

 

02 Dewa19 IstimewaDewa 19 (Foto: Istimewa)

 

Album yang mereka rilis nyaris selalu mendapat sambutan bagus di pasaran, bahkan album mereka yang dirilis tahun 2000 “Bintang Lima”, merupakan salah satu album terlaris di Indonesia dengan penjualan hampir 2 juta keping. Dalam Konser kali ini, Dewa 19 akan membawakan lagu-lagu hits-nya bersama vokalis Ari Lasso seperti, ‘Kangen’, ‘Aku Milikmu’, ‘Cinta Kan Membawamu’, serta segudang hits lainnya.

Sementara itu, Java Jive pun tak kalah seru. Mereka akan mengobati kerinduan para fans-nya yang akan bernyanyi bersama dengan sejumlah hits seperti ‘Gadis Malam’, ‘Permataku’, ‘Gerangan Cinta’ dan lainnya. Penampilan Nadilla yang akan menemani Java Jive nanti dipastikan juga semakin membuat para penontonnya bernostalgia bersama .Menoleh kebelakang, Java Jive adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, pada  tahun 1993. Digawangi oleh Capung, Noey, Tony, Edwin, Fatur, dan Danny.

Band ini memiliki embrio berawal pada tahun 1989. Dibentuk oleh  sekelompok anak muda SMA Negeri 2 Bandung. Edwin Saleh (drum) dan Noey (bas) sepakat membentuk grup band dengan nama Java Jive yang diambil dari salah satu judul lagu kelompok vokal Manhattan Transfer.

 

03 Java Jive IstimewaJava Jive (Foto: (Istimewa)


Setelah beberapa lama mencoba, Java Jive pun membentuk formasi lengkap dengan masuknya Micko (gitar), Tony (kibor), Fatur (perkusi/ vokal), Danny (vokal) dan Neta (vokal). Sayang, pada tahun 1991, Neta, satu-satunya perempuan dalam Java Jive keluar, diikuti oleh Micko yang akhirnya bergabung dengan Protonema. Posisi Micko pun diganti oleh Capung.Formasi inilah yang akhirnya membawa Java Jive mendapat kontrak pertama dari Musica Studio's pada tahun 1993, dan solid hingga sekarang.Lagu ‘Kau Yang Terindah’ merupakan  album pertama mereka yang langsung melejitkan nama Java Jive.

Konser yang akan dikemas apik dengan kualitas sound system, lighting dan mapping concept terbaik ini akan dipandu oleh duo MC kocak legendaris era ‘90an yaitu Edwin & Jhody ‘Super Bejo’. Tiket mulai dijual pada Rabu, 1 Februari 2017 melalui Ibu Dibyo, Raja Karcis, Indomaret, Tiket.com,Go-Tix, dan Karcis.co.id. Ticket pre-sale pun telah dibuka sejak tanggal 1 Februari 2017 lalu dan akan berakhir 28 Februari 2017 dengan harga Rp. 300 ribu. Selanjutnya per 1 Maret 2017, ticket dijual dengan harga normal yaitu Rp. 400 ribu./ YDhew

Wednesday, 08 February 2017 14:23

Slank

Rilis Album Bertensi Tinggi

 

Ditengah situasi politik tanah air yang makin tidak menentu saat ini, Slank ternyata punya kiat sendiri untuk menunjukkan kepeduliannya. Band yang juga dikenal sebagai pendukung petahana calon Gubernur di Jakarta ini, menunjukkan perlawanannya terhadap berita-berita hoax dan ungkapan kebencian yang tidak rasional. Sebagai seniman mereka melawan dengan lagu.

"Kita punya panggilan untuk orang yang suka mengadu domba, suka mengumbar dengan kata-lata kebencian. Kita enggak usah terpancing emosi. Santai saja nanggapinnya, kita bilang aja ‘Palalopeyank’," ungkap Bimbim dalam peluncuan album yang diberi tajuk “Palalopeyank “di markas Slank, jalan Plotot Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (7/2) siang.

Yup, istilah dan judul lagu tersebut kini menjadi jargon baru dari Slank untuk melawan para penghujat yang menurut mereka sering menyebarkan berita bohong/ hoax. Dalam album terbarunya ini, Slank meletakkan 12 lagu didalamnya. Lewat balutan lirik yang terasa tajam dan pelukan irama Rock N’ Roll, bisa dipastikan album ini bakal memompa semangat Slankers kembali.

"Energinya, anger, ada kemarahan dalam album ini. Seperti rasa marah di album “Kampungan”, lanjut Bimbim. Ditimpali oleh Kaka, bahwa album ini juga disebutnya sebagai sarana untuk mendongrak musik rock agar kembali berjaya seperti era 80 dan 90-an. "Album ini untuk manas-manasin band lain supaya bikin album rock lagi," akunya.

 

02 Slank HWSlank (Foto: HW)

 

Selain lagu ‘Palelopeyank’ beberapa lagu lain diantaranya ‘NgeRock’, ‘Rock N’ Roll Terus’, ‘Orang Merdeka’, ‘Hutan Karma’, ‘Party di Bali’, ‘Slanky Honey’ ataupun ‘Menolak Tua’. Dengan dirilisnya album yang ke 22 ini, menjadi penanda juga bahwa usia Slank sudah berjalan  selama 33 tahun.

Namun yang disayangkan adalah, ketidakterlibatan sang gitaris, Abdy Negara karena masih dalam masa pemulihan. “Kita memang sedih, karena ini pertama kalinya Abdy tidak terlibat dalam album yang kita buat. Tetapi Abdy tetap menjadi bagian kami. Dia ada di dalam hati kita,” ungkap Ridho./ Ibonk

Tuesday, 07 February 2017 20:12

Boven Digoel

Perjuangan Seorang Dokter di Belantara Papua

 

Diadaptasi dari sebuah buku berjudul “Catatan Seorang Dokter dari Belantara Boven Digoel” karya John Manangsang. Ini memang sebuah kisah nyata. film Boven Digoel ini berkisah tentang John Manangsang yang diperankan Joshua “J-Flow” Matulessy, lelaki kelahiran Jayapura, yang berprofesi sebagai seorang dokter di salah satu puskesmas di pedalaman di wilayah Tanah Merah, Boven Digoel, Papua.

Kalau boleh kita kupas sedikit, film hasil produksi Foromoko Matoa Indah Film ini memang menceritakan sebuah cerita epic. Bagaimana perjuangan berat John dalam menunaikan tugasnya sebagai dokter. John sangat berdedikasi, dan selalu mengutamakan kepentingan orang banyak. Sampai dirinya sendiri seolah-olah melupakan isterinya, Ivonne (Ira Dimara) yang nota bene selalu setia menantinya di rumah.

Untungnya John, memiiki seorang ibu (Christine Hakim) sebagai sosok yang bijaksana. Ibu yang cukup keras hati sebagai orang tua tunggal dan menularkan semangat kepada John beserta adik-adiknya untuk tabah menjalani hidup lewat bekerja, belajar dan berani meraih mimpi. Nah, peran sang ibu ini jugalah yang menjadi benang merah kesuksesan John dan adik-adiknya. Juga menjadi sosok penting menjaga keutuhan rumah tangga, John dan Ivonne, selama John menjalankan tugasnya sebagai dokter.

Tapi, begitu dominannya keberadaan sang ibu ternyata tidak menjadi porsi utama cerita ini. Film ini lebih berkisah tentang bagaimana sepak terjang John sebagai dokter di daerah terpencil. Selain harus berjuang mendatangi pasiennya yang duduk jauh dipelosok belantara. Tidak dalam hitungan jam, tapi perjalanan ke kampung-kampung yang menjadi target pengobatannya malah harus ditempuh dalam hitungan hari. Melalui sungai ataupun keluar masuk hutan.

 

02 Boven Digoel IstimewaFoto: Istimewa

 

Belum lagi berbicara mengenai keselamatan sang dokter muda dan timnya, juga menjadi hal penting. Bukan tidak mungkin, bahaya diperjalanan selalu mengintai. Belum lagi mereka harus berhadapan dengan tradisi lokal yang masih cukup kuat dan pasti bergesekan dengan pengobatan modern, yang pasti anak panah atau parang tajam akan berbicara.  

Begitulah, alur cerita terkesan sangat cepat, menuntaskan masa kecil John Menangsang dan adik-adiknya,. Lalu John remaja yang ingin menjadi seorang pilot. Belum lagi perjuangannya hidup sebatang kara di Jakarta dan akhirnya banting stir mengganti cita-citanya untuk kuliah Kedokteran dan diterima di Universitas Indonesia.

Diceritakan secara lisan, lewat perjuangan penuh air mata akhirnya ia mampu lulus dan memilih untuk mengabdi dan kembali ke tanah kelahirannya di ujung timur Nusantara. Bukankah ini semua bisa menjadi cerita epic, yang sanggup menjadi inspirasi bagi siapapun yang mendengar dan menyaksikan kisahnya. Cerita yang bisa dipilah dengan menambah durasi atau dijadikan sequel? Apalagi ternyata, John dan adik-adiknya sanggup menuntaskan jenjang kuliah bahkan sampai S2. Sayangnya... semua kekuatan cerita tersebut hanya menjadi angin lalu belaka.

Cerita tiba-tiba menjadi begitu lambat tatkala semua harus berfokus pada perjuangan John dan staff-nya untuk menyelamatkan hidup mati seorang ibu dan bayinya.  Sebuah pertaruhan yang luar biasa, dikarenakan puskesmas ditempatnya bertugas tidak memiliki alat medis yang memadai untuk melakukan operasi. Segala upaya dilakukan sampai-sampai ketiadaan pisau operasi harus digantikan dengan pisau silet, demi menyelamatkan ibu dan bayinya.

 

03 Boven Digoel IstimewaFoto: Istimewa

 Film ini merupakan fakta cerita 25 tahun lalu dari seorang John Manangsang, sebuah pesan kepada pemerintah bagaimana sampai saat inipun  kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi di Papua. Sebuah pesan moral, bagaimana pemerintah masih lupa-lupa ingat untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan. Juga enggannya dokter-dokter muda untuk terjun berjuang atas nama kemanusiaan di pelosok-pelosok negeri.Foromoko Matoa Indah Film adalah PH asli asal Papua yang memproduksi film ini. Mengangkat cerita drama nyata lewat latar belakang budaya dan keindahan alam Papua. Digarap oleh sutradara FX Purnomo, film ini juga melibatkan selain yang telah disebut diatas, juga  pemain-pemain berdarah Papua seperti Edo Kondologit, Maria Fransisca, Lala Suwages, Ellen Aragay, Juliana Rumbarar dan lainnya. Film Boven Digoel ini sendiri akan segera rilis pada 9 Februari 2017 diseluruh bioskop di Tanah Air./ Ibonk

 

Sunday, 05 February 2017 10:46

BlackInnovation 2016

Merealisasikan ide dan Inovasi Kreatif

 

BlackInnovation 2016 yang dibuka pada 25 Agustus 2016 lalu di Jakarta, merupakan suatu  kompetisi ide dan design terbaik untuk generasi muda Tanah Air untuk menunjukkan kreativitasnya dan membuat ide mereka jadi kenyataan. Acara tahunan ini mengajak kreator dan inovator Tanah Air untuk merealisasikan ide inovasi yang bernilai bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Tidak hanya produk yang bersifat nyata dan bisa disentuh wujudnya, para inovator kini juga bisa menciptakan karya digital. Acara tahunan yang digelar Blackexperience.com sampai pada puncak perhelatannya, Sabtu (4/2) di Senayan, Jakarta sekaligus mengumumkan 3 inovator terbaik BlackInnovation 2016 dari 15 finalis yang telah di saring akhir tahun lalu.

Konsep yang mengambil tema “Convert your ideas into Values” ini membuka ruang apresiasi terhadap kreasi inovatif di bidang desain produk dan Internet of Things (IoT). Hasil karya yang dinilai dibagi dalam dua kategori yaitu,  kategori design produk; yang menjadi penilaian adalah karya yang diharapkan dapat mengembangkan suatu benda yang dapat bernilai lebih untuk kegiatan sehari-hari, baik itu pengembangan yang autentik yang belum pernah dibuat sebelumnya maupun karya modifikasi. Sedangkan untuk bidang IoT, inovasi yang diinginkan adalah pengembangan yang memanfaatkan konektivitas internet untuk memudahkan kehidupan manusia.

“Tidak hanya sekedar pemikiran tetapi juga mempunyai wadah bagaimana pemikiran itu mengalami suatu proses yang nantinya dpt dikenal oleh orang banyak, orang banyak atau masyarakat luas bisa merasakan manfaat dari ide kreatifitas dari dan inovasi yang mereka miliki. Kami juga meyakini bahwa manfaat itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi masyarakat dunia. Itu salah satu tujuan yang dijalankan program yang dinamakan BlackInnovation 2016”, jelas Gege Dirgantara.

 

02 Gege Dirgantara YDhew

Gege Dirgantara (Foto: YDhew)

 

Animo yang cukup besar dengan acara ini dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar mencapai ribuan peserta yang melebihi ekspektasi yang diharapkan dan ini membuktikan bahwa ide, pemikiran dan kreatifitas anak bangsa sangat menakjubkan. BlackXperience.com selaku penyelenggara juga telah sukses menggelar kegiatan diskusi BlackInnovation Roadshow di berbagai kampus dari 5 kota di Indonesia dengan menghadirkan juri yang professional.  Untuk mengetahui apa yang sangat diperlukan peserta, program ini mengambil konsep jemput bola, karena bisa menginspirasi secara langsung dan berdiskusi. Harapannya dapat terjadi bonding bahwa talenta pemikiran yang mereka miliki bisa direalisasikan, paling tidak dalam bentuk konsep.

Dari 15 finalis BlackInnovation 2016 yang terpilih dilakukan penyeleksian selanjutnya dengan melakukan mentoring bersama juri profesional, proses mentoring yang bernama Concept Board System dimana para peserta dapat berkomunikasi dengan para mentor dan juri untuk berdiskusi melalui karyanya.

Akhirnya, terpilihlah ketiga inovator terbaik  yaitu; dr. Ketut Gede Budhi Riyanta dengan karyanya “Fungiplast”, lalu ada Ignatius Ario Noegroho dengan inovasinya bertajuk “Ranginas”, serta inovator ketiga yakni Ratu Aghnia Fadillah & Rogers Dwiputra Setiady dengan inovasinya berupa “Lemuria”.  Ketiganya masing-masing berhak mendapatkan total hadiah uang tunai Rp 30 juta ditambah Innovation Journey ke Jepang untuk melihat tempat-tempat inovatif yang menarik untuk dipelajari. Selain tiga pemenang, terpilih juga tiga favorit pilihan pembaca yang dipilih  karya dan idenya melalui voting online./ YDhew

Thursday, 02 February 2017 18:12

Film Chrisye

Kisah Perjalanan Musik Sang Legenda

Akhirnya, rencana untuk pembuatan film Chrisye segera memasuki babak lanjutan. Rizal Mantovani, sebagai sutradara mengatakan bahwa film Chrisye akan segara memasuki tahap produksi. Film ini akan mengisahkan perjuangan penyanyi legendaris dalam kariernya di dunia musik.  

Untuk menjaga eksistensi ceritanya agar tak menjadi tumpang tindih, Rizal sengaja memberi framing sebagai batasan cerita di era 1970 hingga 1990 an. Sebagai bocoran, Rizal menceritakan dimana pada 1972, Chrisye, yang pada saat itu masih menjadi anggota band Gipsy, mendapatkan tawaran untuk bermain musik di sebuah kafe di New York, Amerika Serikat. "Hanya bermain band di sebuah club, bukan di sebuah tempat pertunjukkan. Tapi  menurut Chrisye muda itu adalah satu langkah besar pertama untuk karir selanjutnya," terang Rizal saat peluncuran trailer film tersebut di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (1/2).

Kemudian cerita berlanjut hingga masa 1997, ketika Chrisye menyanyikan lagu ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ karya Taufiq Ismail. Momen ini juga ikut diangkat, karena banyak cerita relijius dan menarik di balik proses rekamannya yang perlu dipertunjukkan ke penonton nantinya.

Dalam kesempatan ini, selain melepas trailer film tersebut, juga memperkenalkan sejumlah pemeran yang akan bermain di film Chrisye.  Diantaranya ada  Vino G. Bastian yang berperan sebagai Chrisye, dan Velove Vexia sebagai Damayanti  Noor, sang istri.  Selain mereka juga dikenalkan pemeran lainnya yang akan berperan sebagai Guruh Soekarno Putra, Addie MS, Sys NS, Jay Subiakto dan lainnya.

02 Ferry Mursyidan Baldan IbonkFerry Mursyidan Baldan (Ibonk)

Film ini dibuat 90 persen sesuai dengan cerita hidup Chrisye berdasarkan sudut pandang sang istri, Yanti Noor. Proses syutingnya sendiri baru akan dimulai pada 7 Februari mendatang, dan dijadwalkan rilis pada September 2017. Seluruh proses syuting film dilakukan di Jakarta.

Secara kebetulan, NewsMusik juga bertemu dengan Ferry Musyidan Baldan (FMB), mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN sekaligus penggemar berat Chrisye yang hadir dalam acara tersebut atas undangan Yanti Noor. Ketika ditanya tanggapannya atas dibuatnya film Chrisye ini, ia hanya menjawab singkat. “Kita percayakan saja kepada Rizal Mantovani sebagai sutradara. Mudah-mudahan produksinya cepat selesai. Biar kita semua bisa nonton, Kita tunggulah hasilnya,” ungkap ketua Komunitas Kangen Chrisye (K2C) ini.

Lebih lanjut FMB juga menyampaikan bahwa film ini juga merupakan cerminan apresiasi dan kecintaan banyak orang terhadap Chrisye sebagai legenda musik Indonesia. Jadi apapun itu memang patut untuk dihargai. / Ibonk

 

Thursday, 02 February 2017 11:58

Chicha Koeswoyo

Langkah Baru di Episode Ketiga

Sisa hujan masih saja mengguyur Jakarta siang itu dibilangan Kemang, Jakarta Selatan. NewsMusik dan beberapa teman tengah bergegas ke sebuah tempat untuk bertemu bintang  masa lalu yang lagunya menjadi lagu wajib untuk dinyanyikan di depan kelas. Walau lalu lintas siang itu seperti enggan bergerak cepat, tapi syukurnya semuanya ternyata baik-baik saja, karena tanpa kesepakatan semua kami telat hadir.

Kalau menyebut nama Mirza Riadiani Kesuma, mungkin masih banyak yang bingung tapi tidak dengan Chicha Koeswoyo. Wanita kelahiran Jakarta, 1 Mei 1968 ini adalah ikonnya penyanyi cilik negeri ini. Siapa yang tak kenal dengan lagu Helli? Anjing kecil miliknya yang sangat fenomenal karena merupakan lagu anak-anak yang masih saja sering dilantunkan sampai kini.

Nah, apa kabar Chicha pada sekarang? Apa kesibukannya? Walau sebenarnya sudah tersiar kabar kalau dirinya akan come back. Yup, kembali lagi kedunia menyanyi. Sebuah dunia yang membesarkan namanya. “Hallo apa kabar”, sapanya ceria ketika kami bertemu.

Yup, begitulah akhirnya kamipun bercakap-cakap ditemani wajah sumringahnya. Chicha mengakui bahwa saat ini merupakan episode ke 3 dalam kehidupannya. Kenapa yang ke 3? “Yaa.. karena yang pertama adalah, dimana ketika aku berusia 6 tahun. Lewat keinginanku untuk menjadi penyanyi cilik pada masa itu. Kemudian berlanjut sampai di usia remaja. Mulai mengeksplor genre lainnya dan akhirnya sampai pada masa jenuh”, ungkapnya.    

“Lalu... chapter kedua adalah ketika aku memilih untuk berhenti dari dunia tarik suara, dan menjadi seorang Mirza Riadiani yang utuh. Kemudian menikah, memiliki anak-anak dan benar-benar mencurahkan diri untuk keluarga”, tambahnya lagi.

02 Chicha Koeswoyo IbonkChicha Koeswoyo (Ibonk)

Nah, ketika semuanya berjalan sesuai dengan yang diinginkannya dan belakangan Chicha kembali tersadar, bahwa kedua buah hatinya sudah beranjak besar. Sebentar lagi mereka akan melanjutkan hidup. Pasti banyak hal yang bisa dia perbuat pada masa-masa itu. Momentum inilah yang menjadi episode lanjutan dalam kehidupannya. Karena tanpa dinyana, Roedyanto Wasito, bassis handal Emerald BEX yang juga bukan orang jauh dirinya berhasil mengajak Chicha untuk kembali kedunia musik.

“Padahal bukan hanya sekali, mas Roedy atau teman-teman lain meminta untuk kembali bernyanyi. Sering banget. Tapi mungkin saat ini memang waktunya, dan aku terima tawaran tersebut. Apalagi setelah aku dengerin lagunya. Langsung jatuh cinta, sampai nangis karena liriknya luar biasa,” ujarnya kembali.

Tapi semuanya tak semudah membalik telapak tangan, walau telah mendapat dukungan dari suami dan anak-anaknya. Dunia menyanyi yang telah ditinggalkannya selama 30 tahun membuatnya grogi. Apalagi takkala dirinya harus masuk studio rekaman, butuh adaptasi kembali. Studio dahulu dan kini yang cukup berbeda membuatnya agak tidak nyaman. “Dulu studio yang papa punya gede. Nah, yang sekarang kok kecil? Rasanya jadi gimana gitu. Untungnya mas Roedy cukup telaten dan bikin aku nyaman”, akunya sambil tertawa.

Lagu yang diciptakan oleh Roedyanto Wasito untuk Chicha Koeswoyo tersebut berjudul ‘Look at Me’. Lagunya sendiri dibalut dalam nuansa dance dengan nada riang dan up beat. Namun sungguh dapat menunjukkan karakter Chicha Koeswoyo yang sebenarnya, tanpa menjadikannya mirip orang lain.

Ketika ditanyakan apa ekspektasi yang digantungkannya terhadap come back nya ia ke dunia tarik suara, ia menjawab bahwa dirinya tidak memiliki obsesi yang terlalu berlebihan dengan gebrakannya ini. “Bener kok, ini sama sekali bukan bermaksud untuk menunjukkan, ini lho Chicha Koeswoyo. Nggak juga meletakkan harapan terlalu tinggi. Cuma memang ingin saja.”

03 Generasi Koeswoyo IbonkGenerasi Koeswoyo (Ibonk)

Diluar itu, Chicha juga menyampaikan kalau ini adalah ungkapan rasa syukurnya pada sang Khalik. Bahwa dirinya terlahir dengan menyandang nama Koeswoyo, yang nota bene adalah keluarga  seniman. “Berapa banyak orang di luar sana yang rela mengeluarkan dana besar agar diakui keberadaannya. Ini yang harus disyukuri dan kami harus menjaganya dengan terus berkiprah di dunia seni.”

Dipenghujung tahun kemarin, Chicha terlihat mulai disibukkan dengan seringnya ia melakukan radio promo terhadap single nya ini di beberapa kota yang tak jauh-jauh dari Jakarta. Dan hal tersebut akan lebih intens dilakukannya pada saat ini.

Ketika ditanyakan, bagaimana dengan album baru untuk melanjutkan gerakan single ‘Look at Me’ ini. Apakah sudah terpikir untuk membuatnya? “Tentu sudah... saat ini tengah mengumpulkan materi. Mungkin kita coba lagu-lagu yang pernah aku nyanyikan dulu untuk diaransemen ulang. Keinginan lain adalah aku ingin sekali bisa featuring dengan siapa gitu, dalam album lainnya. Lucu kali yaa...,” tutupnya.

Yup, begitulah Chicha saat ini, yang telah kembali ke dunia tarik suara yang dahulu mendadak ditinggalkannya. Banyak harap kepadanya, lewat usianya yang sudah cukup matang ini, akan keluar karya-karya terbaik yang akan semakin mengangkat namanya.

Welcome back Cha... ayo lari-lariiiii..../ Ibonk

Thursday, 02 February 2017 10:07

Zaskia Gotik

Single Baru Awal Tahun

Siapa yang tak mengenalnya? Sejak sukses dengan single pertamanya ‘Satu Jam’, karier Zaskia Gotik tampak semakin kinclong saja. Diluar kontraversi kehidupan pribadinya yang sempat menjadi konsumsi publik, namun secara musikalitas tidak bisa disangkal bahwa dirinya sangat berpotensi. Sampai saat ini saja, sudah beberapa buah lagu diluncurkannya dan semakin menguatkan posisinya di ranah goyang asoy geboy ini.

Nah... di medio 2017 ini, si Neng kembali melakukan gebrakan terkait dengan karya musikalitasnya. Memang ada sedikit embel-embel untuk melestarikan budaya bangsa negeri ini, Zaskia terlihat pede melantunkan tarling Cirebon lewat judul ‘Ora Nduweni’. Lagu karya Ayip Rafansyah ini sebelumnya memang sudah sempat ngetop secara lokal, namun kembali di aransir dan dibuat lebih kekinian.

Si Neng menyebutkan bahwa lagu ini bernuansa kesedihan. Namun dihantarkan lewat rampak irama yang rancak. Video klip-nya juga dikemas sangat serius dan tampil mewah. Disini Zaskia berperan sebagai seorang putri raja yang tengah galau. “Single ini bercerita seorang wanita yang putus harapan karena tidak bisa mendapatkan cintanya. Lagunya sedih tapi masih bisa dibuat goyang," ungkapnya saat pelepasan single tersebut diseputar Menteng - Jakarta Pusat.

Tak hanya melakukan konferensi pers dan pelepasan video resminya. Pada kesempatan tersebut, Zaskia juga melantunkan secara langsung lagu tersebut diiringi minus one. Ya lumayanlah, mendengarkan secara langsung lagu tersebut dibawakan dengan sedikit goyang khasnya.    

02 Zaskia Gotik IbonkZaskia Gotik (Ibonk)

Zaskia Gotik yang terlahir dengan nama Surkianih di Bekasi, 27 April 1990 ini, sudah menunjukkan minatnya  pada dunia tarik suara sejak umur 5 tahun. Diakunya bahwa baru mulai bernyanyi secara profesional ketika duduk di bangku SMP. Seringnya mengikuti berbagai lomba nyanyi, si Neng akhirnya bisa mendapat jadwal manggung reguler dari satu kafe ke kafe lainnya. Keasyikan bernyanyi, Zaskia akhirnya memilih untuk meninggalkan sekolahnya.

Kesempatan baik datang di tahun 2011, ketika Zaskia digandeng untuk bergabung dibawah payung Nagaswara. Pada bulan Oktober ditahun yang sama, ia melepas single perdananya dengan label tersebut  yang berjudul ‘Satu Jam’ dalam balutan house music. Single tersebut, akhirnya menjadi trigger baginya untuk melanjutkan karirnya ke jenjang yang lebih baik lagi.

Tahun 2014 silam tampaknya menjadi tahun keberkahan dalam karirnya. Bayangkan, dirinya menyabet 3 penghargaan ditahun tersebut seperti 1 penghargaan pada YKS Romantic Awards, dan 2 penghargaan dalam Insert Awards. Selain itu, Zaskia juga meraih rekor MURI lewat keberhasilannya membuat 7 video klip dalam sehari./ Ibonk

 

Wednesday, 01 February 2017 09:58

Trinity The Nekad Traveler

Biografi Seorang Traveler

Satu lagi film yang diangkat dari kisah nyata penulis novel “The Naked Traveler” yang berisi perjalanan wisata. Adalah seorang Trinity,  yang menceritakan tentang suka dukanya berjalan-jalan ke tempat-tempat yang dikunjungi dan berbagi tips penting, baik untuk di dalam atau luar negeri. Film garapan Rizal Mantovani ini menceritakan semuanya secara unik dan fun, tanpa lupa menyelipkan bumbu percintaan, persahabatan dan rasa kebangsaan yang menarik.

“Film ini berisi tips bagaimana cara traveling yang pintar. Dikemas dengan cara yang menarik, jadi bukan sekedar biografi saja. Ini yang membedakan dari traveling biasa”, ungkap Rizal Mantovani saat menjelaskan pokok utama filmnya di acara presscon Selasa (31/1) di Galery Indonesia Kaya, Jakarta.

Proses shooting yang memakan waktu dua bulan mengambil lokasi di 3 negara yang berbeda, Indonesia, Maldives dan Filipina. Untuk semua itu, membutuhkan waktu untuk riset selama dua tahun. Biaya yang dikeluarkanpun tidak main-main. Ada kabar yang menyebutkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk film ini mencapai angka 15 Milyar. Film ini didukung diantaranya oleh Maudy Ayunda, Hamish Daud, Babe Cabiita, Rachel Amanda, Anggika Bolsterli, Ayu Dewi, Farhan, dan Tompi.

Film yang diproduksi oleh rumah produksi Tujuh Bintang Sinema bekerjasama dengan Line Indonesia ini mengisahkan tentang seorang wanita kantoran, Trinity (Maudy Ayunda) yang mempunyai kesukaan traveling sejak kecil. Namun hobby nya itu terbentur kendala dengan jatah cuti kantor dan juga keuangan yang pas-pasan. Diluar traveling, ia juga menyukai dunia menulis, dan kemudian menceritakan pengalamannya di sebuah blog yang berjudul naked-traveler.com

02 Bintang dan Pendukung The Nekad Traveler YDhewBintang dan Pendukung The Nekad Traveler (YDhew)

Cerita berjalan dengan munculnya dilema antara fokus pada pekerjaan atau mengejar passion dirinya yang sebenarnya. Di dalam perjalanannya, Trinity bertemu dengan sosok pria yang mempunyai hobby yang sama, Paul (Hamish Daud) yang juga seorang fotografer.

Bagi penggemar traveling, kiranya film ini akan cukup mewakili untuk mengetahui keindahan objek wisata Indonesia yang bahkan belum pernah dibayangkan sebelumnya. Film ini nantinya akan dirilis tanggal 16 Maret 2017 mendatang./ YDhew

Tuesday, 31 January 2017 09:57

Laudya Chintya Bella

Lebih Memilih Akting dari Nyanyi

Aktris dan penyanyi kelahiran Bandung, 24 Februari 1988 ini memulai kariernya sebagai model dan bintang iklan. Laudya Chintya Bella yang akrab dipanggil Bella ini pernah terpilih menjadi finalis majalah Kawanku di tahun 2002. Namanya mulai dikenal saat berperan sebagai Biyan di fim Virgin. Lewat film ini pula, Bella terpilih sebagai salah satu nominasi pemeran utama wanita terbaik Festival Film Indonesia 2005.

Berturut-turut setelah dinobatkan sebagai Aktris Terpuji pada Festival Film Bandung 2005, dirinya mulai membintangi berbagai film layar lebar seperti, Berbagi Suami, Lentera Merah, Bukan Bintang Biasa, Love, Dibawah Naungan Ka’bah, Belenggu, Haji Backpacker, ataupun Assalamualaikum Beijing. Ia juga berhasil menjadi aktris paling Ngetop versi SCTV Awards pada tahun 2006.

Banyaknya menjadi nominasi dan pemenang dari berbagai ajang awards tak membuat dirinya merasa cukup, terbukti di tahun 2016 lewat film Surga Yang Tak Dirindukan, Bella berhasil menjadi Pemeran Utama Wanita Terbaik di Indonesia Box Office Movie Awards.

Dalam dunia tarik suara, kiprahnya dimulai pada tahun 2006 kala bergabung bersama grup musik besutan Melly Goeslaw, Bukan Bintang Biasa (BBB). Bersama Raffi Ahmad, Chelsea Olivia Wijaya, Dimas Beck, dan Ayushita mereka setidaknya bisa sedikit membuktikan keraguan banyak orang yang beranggapan mereka hanya aji mumpung saja.

Memang secara jujur, Bella mengaku sering kesulitan saat harus bernyanyi, meski sudah gabung dalam BBB. Karena hal tersebut, ia lebih memilih akting ketimbang menyanyi, “Suka grogi kalau diminta nyanyi. Sampai kadang suka hilang suara saking paniknya. Mending syuting deh, dari pada disuruh nyanyi”, ujar Bella tanpa malu. Mungkin karena itu juga, karirnya di dunia tarik suara tak secemerlang langkahnya di film.

02 Bella dan Wafda YDhewBella dan Wafda (YDhew)

Nah, di awal tahun 2017 ini Bella kembali membintangi film Surga Yang Tak dirindukan 2, dan sekaligus dipercaya Melly Goeslaw untuk menyanyikan salah satu soundtrack dari film ini. Mau tak mau, karena ini sebuah tantangan, Bella akhirnya menyanggupi untuk membawakan lagu dari film ini. Ini juga menjadi pembuktian baginya bahwa dirinya memang mampu bernyanyi baik.

Ditemui diacara peluncuran album Original Soundtrack “Surga Yang Tak Dirindukan 2” pada Jumat (27/1) pekan lalu di Kawasan Kemang, Bella terlihat menikmati duetnya bersama Wafda kala melantunkan lagu  yang berjudul sama dengan film dan albumnya tersebut. Didalam album ini, ada dua buah lagu andalan ciptaan Melly Goeslaw, salah satunya yang dinyanyikan Bella, dan ‘Dalam Kenangan’ yang dinyanyikan oleh Krisdayanti.

"Aku ditawarin sama teh Melly, dari MD Music dan teh Melly sepakat. Prosesnya sendiri  cepat banget. Sebelum syuting ke Budapest, sudah take vokal dan video klip sama mas Rizal Mantovani," sambung Bella. “Ini pengalaman yang sangat luar biasa. Kebetulan film ini adalah film aku sendiri, dari pada orang lain yang menyanyikan, ya mendingan aku saja yang nyanyi”, ungkap Bella sambil tertawa./ YDhew

Page 13 of 112