NewsMusik

NewsMusik

Wednesday, 25 January 2017 13:58

Mondo Gascaro

Cerita Tentang Eksplorasi, Kebebasan, dan Hijrah

Ramondo Gascaro, yang akrab disapa Mondo, sempat menjadi “anak band” selama 10 tahun. Mondo  yang eks pemain band SORE ini akhirnya mantap menjalani sebagai solois dan menjalani proyek musiknya sendiri. Selepas dari band Sore, ia tidak lantas berhenti dari dunia musik yang memang terlanjur dicintainya.

Sempat merilis single ‘Saturday Light’ dan ‘Komorebi’ di awal tahun 2015, iapun sempat terlibat penggarapan musik latar film layar lebar. Selain itu juga menjadi produser musik di bawah naungan Ivy League Music. Kedua single tersebut, yang dirilis dalam format digital dan piringan hitam 7 inci, mendapat sambutan cukup baik diindustri musik tanah air. Kedua single ini kemudian membuka jalan untuk membuat album perdana Mondo.

Namun karena kesibukan Mondo, proses penggarapan album ini tidak kunjung usai. Setelah memakan waktu lebih dari satu tahun, album perdana yang diberi title Rajakelana yang dirilis dalam fomat digitalpun selesai. Kata Rajakelana diambil karena mampu memberi jiwa dari album ini secara keseluruhan, dan  mempunyai makna “angin” ini terinspirasi dari syair lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ karya Ismail Marzuki.

Sebuah album klasik yang diawali dengan single ‘A Deacon’s Summer’ yang dirilis 20 Mei lalu, album yang berisi 10 tracks ini rilis pada tanggal 25 November 2016 lalu. Rajakelana sukses mencuri perhatian dan mendapat pengakuan sebagai  Best Album 2016 versi majalah Tempo, urutan 2 dalam Best Album 2016 versi majalah Rolling Stone dan Album Terbaik 2016 versi Metrotvnews.com.

02 Mondo Gascaro YRMondo Gascaro (YR)

Menyusul jejak kesuksesan tersebut, pada 21 Januari 2017 album inipun akhirnya dirilis dalam format fisik. Tidak hanya di Indonesia saja, album ini menurut rencana juga akan beredar di Jepang pada tanggal 8 Februari 2017, berkat kerjasama antara Ivy League Music dengan label jepang Production Dessinee.

Album perdana ini berisi 10 tracks yang terdiri dari 4 lagu berbahasa Indonesia, 4 lagu berbahasa Inggris, serta 2 lagu Instrumental. Proses produksi yang dilakukan di lebih dari 10 studio rekaman, dan melibatkan tidak sedikit musisi menjadikan penggarapan album ini sebuah pengalaman yang istimewa bagi Mondo.

Sebut saja, Bonita Adi menemani dalam latar, belum lagi Alexandria Deni, mantan vokalis the Monophones yang merupakan kugiran pop terbaik asal Yogyakarta yang juga hadir dalam lagu ‘Into The Clouds, Out of The Ocean’. Solo saksofon tenor dari Jay Afrisando musisi jazz dan kontemporer asal Yogyakarta mengisi di beberapa tracks. Kehadiran nona Sartje (Aprilia Apsari) dari White Shoes and the Couples Company mengisi lagu yang bertutur tentang nusantara di ‘Lamun Ombak’ dengan anggunnya.

Tidak lupa pasukan tetap yang terdiri dari Dimas A. Pradipta (drums), Petrus Bayu Prabowo (gitar bas), Lafa Pratomo (gitar) serta Bela Negara Abimanyu (perkusi) memperkuat lini musikalitas dari album ini.

03 Mondo Gascaro IstimewaMondo Gascaro (Istimewa)

Kehadiran strings section, sesi pasukan tiup dan harmonisasi vokal latar dengan aransemen khas Mondo membalut lagu-lagu dalam album ini dengan nuansa sinematik. Eksplorasi Mondo dengan mengasupkan instrumen gambang kulintang dan angklung towel pada beberapa track, serta alat musik petik asal Okinawa, Sanshin pada track ‘Butiran Angin’, memberikan rasa Asia dan Eksotika pada album ini.

Album Rajakelana, disampaikan dalam irama tropical Brazil, pop Jepang, soft rock – AOR, Indonesiana, hingga pembagian harmonisasi a la Brian Wilson. Ini merupakan ungkapan personal Mondo akan kehidupan yang berputar, sebuah album yang menjadi terobosan baru baginya.

Diluar itu semua, ini merupakan sebuah perjalanan selebrasi Mondo. Cerita tentang eksplorasi, kebebasan, tentang hijrah, yang membawa pesan baik bagi yang mendengarkan. Sebuah perayaan kehidupan barunya, ketika mampu melewati semua batas yang tak terperikan sebelumnya./ YDhew

 

Friday, 27 January 2017 22:58

Trio GAC

Awalnya Tak Percaya

Apa sebenarnya yang dirasakan oleh trio GAC yang digawangi oleh Gamaliel, Audrey, dan Cantika ini saat diminta sebagai pengisi soundtrack film Galih dan Ratna beberapa waktu yang lalu? Pengakuannya adalah rasa kaget dengan diberikannya kepercayaan untuk membawakan lagu yang sama dengan judul film tersebut.

Hal yang cukup dirasa berat adalah karena lagu ini tergolong  lagu lama dan sangat terkenal lewat alunan suara almarhum Chrisye. Selain itu  juga cukup melekat diingatan pencinta musik di tanah air. “Produser film maunya lagu ini di recycle jadi bernuansa kekinian. Mereka ingin aransemen lagu Galih & Ratna sesuai warna GAC,” ungkap Gamal seusai tampil bersama GAC membawakan lagu tersebut di seputaran Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (25/1).

Lain lagi pengakuan Audrey, bahwa dirinya sempat khawatir jika aransemen yang dibikin  tidak sesuai dengan harapan masyarakat. “Bagaimana caranya agar anak muda dan orang tua bisa menerima lagu ini, tetapi kami jadi tetap jadi diri sendiri. Jadi kami perlu meramu sedemikian rupa agar ciri khas yang dibawakan om Chrisye tempo dulu tersalurkan di versi GAC,” jelasnya panjang lebar.

02 GAC IstimewaGAC (Istimewa)

Dan pada akhirnya mereka mampu juga keluar dari lubang jarum. Sebuah lagu dengan nada cepat dan dipeluk alunan RnB yang sangat kental pun tercipta. Lewat alunan suara trio ini yang saling menimpali, mereka mampu meyakinkan produser film ini untuk menjadikan lagu ini sebagai salah satu soundtrack  dari beberapa lagu lainnya.  

NewsMusik yang sempat menyaksikan penampilan trio berbasis pop dance, black music dan RnB ini dalam mengaransir ulang lagu tersebut beranggapan kalau mereka pantas  diapresiasi. GAC mampu menunjukkan kekinian dan menjaga identitas mereka. Namun memang bukan pekerjaan mudah untuk merubah lagu yang cukup kuat baik karakter dan kepopulerannya. Apalagi pencipta dan penyanyinya bukan nama cetek di kancah musik tanah air.     

Film Galih dan Ratna merupakan film yang terinspirasi dari film Gita Cinta dari SMA yang dirilis tahun 1979, yang dibintangi Rano Karno dan Yessy Gusman. Film yang disutradarai Lucky Kuswandi dan dibintangi Refal Hady dan Sheryl Sheinafia. Film Galih dan Ratna akan tayang pada 9 Maret mendatang di seluruh bioskop Indonesia./ Ibonk

 

Thursday, 26 January 2017 22:47

Galih & Ratna

Kisah Abadi Rasa Millenials

Lucky Kuswandi, salah seorang sutradara muda yang dimiliki tanah air mencoba mengangkat kembali kisah dua cinta remaja yang pernah menjadi ikon anak muda di tahun 1979 dan bertahan sampai sekarang, Galih dan Ratna. Inilah nama pasangan cinta, yang memang menjadi sosok utama dalam film Gita Cinta dari SMA tersebut.

Dari sisi lain, Lucky ingin kembali mengulang kejayaan ingatan akan film masa lalu tersebut, dan dilatarbelakangi keinginan agar generasi sekarang dapat menikmati dan mengapresiasi film-film klasik Indonesia. Bagaimanapun, memunculkan pasangan tokoh ikonik dalam diri Refal Hady dan Sheryl Sheinafia sebagai Galih dan Ratna versi terkini menjadi pekerjaan penting. Apakah keduanya mampu menyamai sosok pasangan legendaris tersebut, masih harus diuji dari seberapa kuat mereka memerankan karakter keduanya.

Apalagi ada sepaket penilaian yang mau tak mau mengikuti yang tak hanya menilai siapa pemeran dan seberapa kuat mereka tune in kedalam peran. Namun masih ada ikatan lainnya seperti jalan cerita, peran pendukung dan hal lain yang berkaitan dengan film ini secara keseluruhan.

“Film Galih & Ratna, sebuah kisah kehidupan dalam transisi dimana terdapat dua remaja yang tidak siap untuk menjadi dewasa. Mereka dituntut banyak oleh lingkungan mereka tanpa memperdulikan apa sebenarnya yang mereka inginkan,” jelas Lucky saat press conference di seputaran Kemang, Jakarta.

02 Sheryl Sheinafia Refal Hady IbonkSheryl Sheinafia & Refal Hady (Ibonk)

Ia juga menganalogikan film ini lewat warna abu-abu dari seragam SMA sebagai warna transisi antara hitam dan putih. Sebuah warna yang bisa diartikan sebagai penantian untuk sebuah perjalanan baru yang ujung akhirnya pun tidak diketahui. Transisi antara remaja dan dewasa , sebuah proses pendewasaan yang sulit, pahit, juga indah.

Film ini merupakan a celebration of first love, passion, and music. Elemen musik dan proses kreatifnya menjadi salah satu hal utama yang merangkai Galih dan Ratna. Makanya tak heran jika sejumlah musisi turut dilibatkanuntuk mengisi soundtrack film Galih & Ratna ini. Group vokal GAC mengaransir ulang lagu ‘Galih & Ratna’ yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye. Ada juga Rendy Pandugo yang membawakan lagu ‘Hampir Sempurna’. Sheryl sebagai pemeran utamapun turut mengaransemen kembali lagu ‘Gita Cita Dari SMA’ yang diciptakan oleh Guruh Soekarno Putra, serta nama lain seperti White Shoes & The Couples Company, Koil, Agustin Oendari, ataupun Ivan Gojaya.

Filmnya sendiri tak hanya didukung oleh beberapa nama baru, namun juga menyertakan nama lainnya seperti Marissa Anita, Joko Anwar, Ayu Dyah Pasha, Hengky Tornado, dan Rano Karno serta Yessy Gusman sebagai special appearance. Film ini rencananya akan tayang di bioskop mulai 9 Maret 2017 di Indonesia, Malaysia dan Brunei. Bagaimana kesan dari film ini nanti? Silakan anda nilai sendiri setelah menyaksikannya./ Ibonk

 

Wednesday, 25 January 2017 11:42

Konser Dongeng Musikal Naura ke-2

Mengembalikan Keberadaan Musik Anak Indonesia

Patut disesalkan melihat fenomena bahwa eksistensi penyanyi cilik yang meramaikan industri musik tanah air, lebih cenderung menyanyikan lagu dewasa. Ini membuat berkurangnya eksistensi musik anak Indonesia dimata pendengar. Tapi dibalik itu, memang ada usaha-usaha yang dilakukan oleh beberapa individu ataupun kelompok yang peduli untuk membangkitkan kembali kejayaan musik anak.

Seperti pada tahun 2014 silam, muncul penyanyi cilik yang bernama Adyla Rafa Naura Ayu yang akrab disapa Naura. Putri dari pasangan Baldy dan NolaBe3”. Ditahun 2015 bocah cilik ini sukses mendapat beberapa penghargaan dari semua usahanya. Prestasinya bisa dilihat dengan menjadi Album Anak Terbaik versi AMI Award 2015, Artis Solo Perempuan Anak-anak Terbaik AMI Award 2016 dan Album Lagu Anak-anak Terbaik (Langit Yang Sama) AMI Award 2016.

Selain beberapa penghargaan yang diterima, ditahun 2015 Naura juga menggelar konser dongeng musikal yang bertajuk “Naura” dan sukses dengan terjualnya 2500 tiket dalam sekejap. Hal ini menunjukkan bahwa anak Indonesia sangat haus dengan pertunjukkan musik dan hiburan yang berkualitas.

Mengulang kesuksesan dua tahun sebelumnya, di awal tahun 2017 ini Trinity Optima Production yang bekerja sama dengan Merah Putih Production kembali menghadirkan konser yang bertajuk  Konser Dongeng Musikal Naura yang ke-2. Konser ini akan digelar pada tanggal 4 – 5 Februari 2017 di Ciputra Artpreuner Jakarta.

Konser ini menghadirkan konsep yang lebih spektakuler dan didukung oleh anak-anak berkualitas dan para professional serta didukung oleh kecanggihan teknologi multimedia dan video mapping yang sangat apik. “Konser ini selain akan mewujudkan impian Naura juga akan membawa anak-anak turut serta merasakan dunia dongeng yang sesungguhnya”, jelas Baldy.

02 Naura & Omaknya YDhewNaura & Yola "Be3" (Foto: YDhew)

“Niat awalnya ingin membuat karya untuk Naura yang memang sangat ingin bernyanyi. Ingin mewujudkan mimpi Naura. Ini bisa dibilang suatu perjuangan untuk musik anak Indonesia. Intinya agar anak-anak saya tahu bahwa lagu anak-anaklah yang sebetulnya harus dipelajari terlebih dahulu. Pada saat umurnya, Naura masih tetap menyanyikan lagu-lagu untuk anak Indonesia”, ujar Nola sang ibu.

Naura sendiri dilibatkan untuk menuangkan idenya dalam konsep, pemilihan lagu hingga musiknya. Sehingga membuat konser ini menjadi pertunjukan untuk keluarga yang sarat makna. Konser ini juga akan melibatkan Ava Victoria, pemain violin dan 30 orang pemain orchestra yang akan mengiringi 22 lagu yang dibawakan Naura. Menambah special di dalam konser ini nantinya, Naura akan memainkan dua alat musik yang masih dirahasiakan.

“Pokoknya nonton saja konsernya” jelas Naura dan Nola kompak. Naura percaya bahwa dia dapat berbagi kegembiraan dan kesenangan kembali dengan para sahabatnya yang ada di seluruh Indonesia dengan adanya Konser Dongeng Musikal nya ini.

Kabar baiknya adalah konser ini sudah mendapat apresiasi yang cukup baik dari masyarakat Indonesia,  dengan habisnya tiket untuk dua kali pertunjukan yang dijual sejak November 2016. Tapi sesungguhnya bukan hanya hal tersebut yang ingin dicapai, diharapkan konser ini bisa menjadi sebuah pertunjukan musik anak yang mampu menghibur dan menjadi penggerak bangkitnya musik anak-anak Indonesia./ YDhew

 

Monday, 23 January 2017 12:51

Nostalgia SMA: The 80's Are Back!'

Cerita Musikal Cinta Ilham dan Neida

Akhir pekan silam sebuah konser musik yang di kemas lewat tajuk Nostalgia SMA: The 80's Are Back! adalah sebuah konser yang sedikit unik. Dibungkus dengan tema cerita kilas balik yang menggabungkan musik, video, fashion dan koreografi serta keindahan tata panggung. Diisi oleh lagu-lagu 80-an dan pengisi acara yang kebanyakan juga musisi-musisi yang pernah jaya di era yang sama.

Acara ini diselenggarakan oleh komunitas Republik Bulungan di Gedung Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1). Maka tak heran jika pengunjung bersikeras untuk hadir dan melihat konser ini terkait nama-nama yang cukup terekam baik dalam setiap memori isi kepala anak muda jaman itu . Sebutlah Daniel Sahuleka, duo Ahmad Albar & Ian Antono, Chaseiro, Denny Malik, Fariz RM, Louise Hutauruk, Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks, Kadri Mohamad dan Rika Roeslan.

Selain itu, konser tersebut juga dimeriahkan oleh band dan musisi muda seperti Hivi! dan Kunto Aji. Ceritanya sendiri ditulis dan diarahkan oleh David Poernomo dan musiknya sendiri lewat sentuhan tangan dingin Tohpati. Pesta nostalgia ini sejatinya dimulai ada pukul 20.00 WIB, namun karena hal-hal khusus yang tak bisa  disebutkan konser baru dimulai 45 menit kemudian. Padahal penonton terlihat sudah memadati area JCC sejak pukul 18.00 WIB.

Syukurlah, panggung langsung diisi oleh pelawak Kadir yang berperan sebagai Kepala Sekolah dan Ilham sebagai seorang pemuda yang naksir berat pada Neida teman sekolahnya, menjadi sosok penghantar cerita  di setiap babak. Tohpati Orchestra cukup baik membuka acara lewat lantunan lagu 'Anak Sekolah' yang riang dan telah diaransir ulang dengan apiknya dan dibawakan oleh HiVi!, Kemudian ceritapun berlanjut dengan latar belakang lagu ‘Galih dan Ratna’, lewat koreografi teatrikal cinta SMA 80-an oleh penari-penari ala Swara Mahaddhika.

02 Daniel Sahuleka IbonkDaniel Sahuleka (Ibonk)

Kehadiran Kunto Aji lewat lagu milik Guruh Soekarnoputra dan dulunya menghadirkan olahan vokal jantan Djajoesman Joenoes, yang berjudul 'Hotel Des Indes' menjadi spot menarik tersendiri. Lagu bertempo middle dipadupadankan dengan konsep suasana hotel dan bar era silam yang sesuai kesan dalam lagu.

Setelahnya panggungpun mulai diisi lagu-lagu populer seperti ‘Serasa’, ‘Sakura’ yang mempertontonkan si pencipta dan pembawa tembang aslinya Fariz RM. Lalu ada Kadri Mohamad lewat lagu ‘Jenuh’ dan lagu yang pernah dipopulerkan Itang Yunaz lewat ciptaan Oddie Agam dengan judul ‘Aku Cinta Padamu’ menjadi sangat romantis ketika menggabungkan vokal Rieka Roslan dan Neida HiVi!

Panggung makin panas ketika hadir Denny Malik yang mengingatkan kita pada era ngeceng di seputaran Melawai dengan membawakan lagu 'Jalan Sore' dengan mengendarai mobil jip di dekat stage. Lalu langsung ditingkahi lewat aksi liar Andi /rif  yang dihantarkan ke bibir panggung layaknya genk motor lewat lagu 'Anak Jalanan'.

Begitulah, silih berganti cerita dan alunan lagu menghiasi panggung. Kalau mau dihitung, tak kurang dari 21 karya lagu dipertunjukkan. Penonton juga mendadak sontak ikut bernyanyi atau sekedar bergoyang takkala beberapa nama favorit mengisi panggung. Seperti biasa, nama Chaseiro, Louise Hutauruk ataupun Daniel Sahuleka dipastikan menimbulkan kehebohan sendiri dari arah kursi penonton.

Apalagi ketika OM Pancaran Sinar Petromaks hadir menguasi panggung. 3 lagu hits mereka seperti  'Fatime’, ‘Drakula' dan ‘Gaya Mahasiswa’ dihajar sambil diselingi kelakar yang lumayan mengocok perut penonton.

03 Swara Maharddhika IbonkSwara Maharddhika (Ibonk)

Waktupun terus saja bergulir, jalinan cerita cinta Ilham dan Naida kembali dirajut lewat lagu 'Surat Cinta' milik Vina Panduwinata. Menggunakan busana berwarna kuning dan oranye, Naida menghadirkan kesan centil. Sampai akhirnya jalinan cinta merekapun dilarung lewat lantunan lagu 'Nada Kasih' yang aslinya dibawakan vokal Fariz RM dan Neno Warisman. Acara pun ditutup dengan aksi penari-penari Swara Mahardika dan Tohpati Orchestra mengakhiri konser tersebut.

Begitu saja? Yak... boleh dikata cerita yang ditawarkan menjadi antiklimaks. Padahal di awal-awal pertunjukkan suasana lumayan terbangun apik lewat lagu dan jalan cerita yang sinkron. Namun dipertengahan makin lama makin membosankan, cerita dijahit tanpa letupan dan terlalu datar. Lumayan tertolong oleh lagu-lagu klasik yang lumayan dapat memulangkan memori setiap penonton yang hadir ke masa muda.

Belakangan baru tersadar, bahwa betapa nama seorang Chrismansyah Rahadi atau lebih dikenal dengan Chrisye tidak bisa lepas dari setiap denyut jantung para 80’ers. Lha.. terbukti dari banyak lagu yang ditampilkan, setidaknya ada 4 lagu dipopulerkan oleh Chrisye dalam waktu yang berbeda-beda. sebutlah ‘Anak Sekolah’, ‘Galih dan Ratna’, ‘Serasa’, ataupun ‘Anak Jalanan’. Ini setidaknya menunjukkan keabadian nama sang legenda masih terus saja melekat. Lewat karya dan lagu yang pernah dihadirkannya, walaupun kepergiannya sudah memasuki tahun ke 10.   

Balik lagi ke konser tersebut, selepas saling sapa dan memuji dengan teman-teman yang bersua di lobby JCC, NewsMusik pun segera silam sambil bernyanyi-nyanyi kecil melantunkan tembang yang tadi ditampilkan./ Ibonk

 

Friday, 20 January 2017 13:55

Java Jazz Festival 2017

Hadirnya Chick Corea Elektric Band dan Tanpa Special Show

Bagi para penyuka musik jazz, gelaran Jakarta International Java Jazz Festival (JJF) 2017 ke-13 mendatang seperti mendapat angin segar. Dikonfirmasikannya nama Chick Corea Elektric Band pada saat temu media di seputaran Kemang, Rabu, (18/1) kemarin, sungguh menjadi magnet kuat untuk menyaksikan pesta jazz terbesar di dunia saat ini. Ini seperti menuntaskan hutang pihak penyelenggara yang sejak awal festival ini digelar, nama Chick Corea selalu dipertanyakan kehadirannya.

Nama Chick Corea sendiri telah menjadi ikon kuat di musik dunia. Kiprah keyboardis, komposer dan pemimpin band ini sudah cukup sering dinominasikan dalam sejarah Grammy Awards, lewat 63 nominasi dan 22 kemenangan, di samping sejumlah Latin Grammy. Mengusung band bentukannya sejak 1986 silam, Chick Corea Elektric Band dipastikan akan memuaskan dahaga para penggila jazz fusion dan post bebop ini.

Siapa pula yang akan rela melepaskan kesempatan untuk menyaksikan band yang diperkuat oleh para pemuka jazz dunia ini. Selain Chick Corea nama Eric Marienthal, Frank Gambale, Dave Weckl dan Victor Wooten yang kemungkinan akan digantikan Nathan East di perhelatan JJF 2017 ini, adalah jaminan mutu bahwa ini    

Selain itu, JJF 2017 yang digelar dari tanggal 3,4, dan 5 Maret di JIEXpo Kemayoran Jakarta ini hadir diluar kebiasaan yakni dengan meniadakan special show seperti yang sudah-sudah. “Tujuan kami hilangkan spesial show karena banyak masukan dari pecinta JJF. Itukan pesta rakyat, kalau tiket mahal enggak bisa nonton. Ya sudah kami bikin rata sehingga semua show bisa ditonton tanpa terkecuali,” jelas Presiden Direktur Java Production, Dewi Gontha gamblang.

Dengan begitu pihak penyelenggara dipastikan akan memberikan kesempatan lebih besar bagi pengunjung untuk menjelajah dunia jazz dengan lebih 150 pertunjukan dengann 14 panggung lewat rincian 10 panggung indoor dan 4 panggung outdoor. Arena panggung tahun ini lebih banyak dari perhelatan 2016 lalu yang hanya memiliki 10 panggung.

02 Suasana Press Conference JJF 2017 IbonkSuasana Press Conference JJF 2017 (Ibonk)

Berbica soal pengunjung, tren pengunjung asing selama ini terekam semakin meningkat beberapa tahun terakhir. Manaikkan animo tersebut, pihak penyelenggara selama tiga tahun terakhir telah menjalin kerjasama dengan media asing sehingga dapat mempromosikan acara tersebut kurang lebih di 30 negara.

"Berpatokan dari angka 100 persen, mungkin hanya 1 atau 2 persen saja jumlah pembeli dari luar. Namun kami bicara dari angka pembelian langsung via website kami. Dari data yang ada tercatat tidak hanya Asia namun dari Eropa dan Amerika pun ada yang datang. Kalau pembelian lewat ticket box lainnya, agak susah merekam datanya,” lanjut Dewi.

Line up artis mancanegara yang hadir nanti di JJF 2017 memunculkan nama-nama melegenda dan peraih penghargaan bergengsi. Selain Chick Corea yang tampil dalam format Chick Corea Elektric Band, akan hadir nanti peraih 10 kali Grammy Awards, Arturo Sandoval. Juga yang tak mungkin dikesampingkan hadirnya Sergio Mendes, produser dan penyanyi yang sudah berkecimpung di dunia musik selama 5 dekade dan juga peraih 3 kali Grammy Awards.

Dari sisi musisi lokal  cukup banyak nama-nama yang dikenal yang akan menghiasi pesta musik ini, seperti  Afgan, Hi-Vi, Endah & Rhesa, Dua Drum, dan lainnya. Masih ada beberapa nama musisi yang akan diumumkan dalam waktu dekat, dan tentunya akan menjadi kejutan./ YDhew, Ibonk

 

Wednesday, 18 January 2017 14:19

Jakarta Undercover

Menyibak Realita Kehidupan Jakarta

Ini sebuah cerita film yang bersumber dari novel sensasional karya Moamar Emka, Jakarta Undercover yang sebelumnya pernah diproduksi pada tahun 2006 lalu. Nah, di awal tahun ini kisah yang merupakan biopik dari latar belakang novel tersebut kembali di produksi. Membedakannya  dari produksi 2006 lalu, film kali ini diberi tambahan sub judul Jakarta Undercover: Refleksi Cinta, Pesta dan Realita.

Jalinan terkuat benang merah dari film ini masih bercerita seputar kehidupan malam Jakarta. Namun pada film ini coba diungkapkan lebih gamblang lagi dari film sebelumnya. Tak hanya melulu merekam dan berbicara mengenai sisi gelap Jakarta saja, akan tetapi cerita diisi juga dengan pertemanan, ambisi dan mimpi yang dibalut dengan realita-realita yang cukup jauh dari rasa manis kehidupan di kota megapolitan Jakarta.

Sebagai sutradara, Fajar Nugros berupaya mengungkapkan kenyataan sebenarnya akan kekerasan terhadap perempuan, premanisme, kemiskinan, jeritan kaum minoritas yang mengisi hampir disetiap denyut kehidupan di Jakarta. “Hal ini yang menjadi misi kami untuk menyuarakan nilai kemanusiaan di masyarakat,” ungkapnya.

Emka yang bertindak selaku Executive Produser, menjamin bahwa film Jakarta Undercover kali ini berbeda dengan film sebelumnya. Walaupun sebenarnya cerita masih berlandaskan pada buku yang ditulisnya. “Masyarakat kita semakin cerdas dan kritis dalam menangkap permasalahan terhadap lika liku sosial. Saya berharap mereka menangkap refleksi kemanusiaan dalam film ini,” tambah Emka.

02 Oka Antara YDhewOka Antara (YDhew)

Motivasi besar datang ketika mendapat kesempatan melakukan Exclusive World Premiere pada The 11th Jogja Asian Film Festival (JAFF) Desember 2016 silam. Tanpa diduga, banyak respon positif didapatkan dari ajang bergengsi ini. “Besar harapan kami, balutan pesan dan nilai artistik yang hendak dibawa dalam film ini bisa diapresiasi nantinya”, ungkap Susanti Dewi, Produser Demi Istri Production dikawasan Cilandak Rabu (18/1).

Film Jakarta Undercover: Refleksi Cinta, Pesta dan Realita sendiri, berkisah tentang seorang jurnalis asal  daerah bernama Pras yang merantau ke Ibukota. Pras yang diperankan oleh Oka Antara, menemukan berbagai realitas kota Jakarta yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dengan menggandeng sejumlah pemain film berbakat seperti Oka Antara, Baim Wong, Ganindra Bimo, Tiara Eve, Lukman Sardi, Tio Pasukadewo, Richard Kyle, Nikita Mirzani, Agus Kuncoro, dan Edo Borne, film ini siap tayang pada 23 Februari 2017 mendatang. Tertarik? Jaga tanggal mainnya./ YDhew

 

Sunday, 15 January 2017 10:32

Hetty Koes Endang

Terpikat Tenun Nusantara

Menjadi penyanyi senior dan masih terus terjaga eksistensinya membuat Hetty Koes Madewy atau lebih dikenal dengan nama pop nya Hetty Koes Endang tetap bisa menjaga kiprahnya pada dunia hiburan tanah air. Perempuan berdarah Sunda dan Minang yang lahir pada 6 Agustus 1957 di Jakarta ini pada saat ini tengah disibukkan sebagai  salah satu juri di ajang D’Academy Asia dan Golden Memories Indosiar.

Nah, karena kesibukannya tersebut, mau tak mau Hetty tetap harus menjaga  penampilannya. Salah satunya adalah lewat apa yang dikenakannya. Sudah sejak lama dirinya mengaku jatuh cinta dengan busana yang mengangkat tema budaya Tanah Air. Di berbagai event, Hetty mengaku berusaha menampilkan yang terbaik untuk mengangkat kesukaannya tersebut sekaligus rasa percaya dirinya.

Untuk keperluan penampilannya, Hetty dibantu sahabatnya Anna Mariana, desainer tenun dan songket untuk mendesainkan setiap kostumnya. "Sepanjang acara berlangsung, saya selalu memakai kreasi sahabat saya, Anna. Dia tahu persis apa yang saya inginkan," ungkap ibu empat anak ini.

Hetty menegaskan dirinya harus ikut bertanggungjawab melestarikan songket maupun tenun. Sepanjang 2016 hingga awal 2017, lebih dari 50 baju kreasi Anna dikenakan Hetty. Terutama tenun dan songket yang berasal dari Bali serta Betawi. "Tenun dan songket itu eksklusif. Sangat istimewa, cantik saat dikenakan menjadi busana. Mengenakannya berarti kita ikut memelihara budaya kita sendiri," ungkap Hetty seusai acara Golden Memories akhir pekan silam.

02 Hetty Koes Endang & Anna Mariana IbonkHetty Koes Endang & Anna Mariana (Ibonk)

Begitulah akhirnya, kesan eksklusif dan cantik terbiaskan dari apa yang dikenakan Hetty. Seniman yang telah berkiprah secara profesional sejak tahun 1972 ini memiliki prestasi yang tidak main-main. Pada tahun 1977, Hetty juga mewakili Indonesia pada WPSF di Tokyo dan memenangi penghargaan “Most Outstanding Performance” bersama Aji Bandi sebagai pencipta lagu ‘Damai Tapi Gersang’.

Namanya semakin meledak di tanah air ketika pada tahun yang sama melantunkan karya A. Riyanto lewat lagu ‘Kemuning’. Selepas itu, hampir setiap tahun sampai 2005 Hetty Koes Endang seolah tidak bisa tertahankan, karena kerap melahirkan album dan karya-karya baru./ Ibonk

Wednesday, 18 January 2017 10:21

Achmad Albar & Ludwig Lemans

Pasangan Penuh Ambisi

Di puncak popularitasnya Achmad Albar nekad meninggalkan Clover Band untuk pulang kembali ke Indonesia, Ia pun mengajak Ludwig Lemans ikut ke Jakarta, Padahal gitaris Clover Leaf kelahiran Surabaya itu baru beberapa bulan bergabung. "Saya sudah 12 tahun di Belanda, kini saatnya saya pulang ke Indonesia untuk berkarya di negeri tercinta," kata Albar penuh semangat.

Berikut obrolan santai bersama Achmad Albar dan Ludwig Lemans beberapa hari setibanya mereka berdua di Jakarta  di pertengahan bulan Januari 1973.

Apa sebabnya meninggalkan Clover Leaf, padahal anda baru menembus tangga lagu hits Belanda lewat lagu ‘Don't Spoil My Day’ menyusul kemudian di Belgia dan Jerman.

Achmad Albar: Seperti yang saya katakan tadi bahwa saya ingin berkarya di negeri tercinta yang sudah lama ditinggalkan. Saya ingin punya grup sendiri dengan musisi-musisi hebat negeri sendiri.

Ludwig Lemans: Indonesia merupakan rumah kedua, karena saya lahir di Surabaya. Saya ikut Albar karena saya percaya pada kemampuannya untuk membentuk grup baru yang lebih hebat dari Clover Leaf.

Clover Leaf di bentuk anda bersama musisi-musisi Belanda. Dengan pulangnya anda ke Indonesia, apakah Clover Leaf terus bubar?

Achmad Albar: Jujur saya katakan Clover Leaf band hebat, Saya sedih juga meninggalkannya. Sata bilang ke teman-teman untuk tetap melanjutkan perjalanan Clover Leaf dengan vokalis dan gitaris baru.

Ludwig Lemans: Clover Leaf tidak bubar, teman-teman menunggu saya kembali ke Belanda karena saya hanya 1 tahun di Indonesia".

Bagaimana perkembangan dunia musik di Belanda?

Achmad Albar: Perkembangannya cukup maju tak kalah dengan di Inggris dan Amerika. Lihat saja band-band seperti Golden Earrings, Focus ataupun The Cats sudah menembus dunia internasional.

Ludwig Lemans: Saya bangga dengan perkembangan musik di Belanda. Nomor dua setelah Inggris. Sekalipun band-band Inggris banyak yang ngamen di Jerman.

02 God Bless IstimewaGod Bless (Istimewa)

Pengalaman apakah yang berkesan selama berada di Belanda?

Achmad Albar: Ketika saya ikut band Take 5 langsung ikut festival musik, dan saya menjadi vokalis terbaik. Padahal banyak penyanyi-penyanyi Belanda yang lebih bagus, disitu saya bertekad untuk bisa terkenal kekancah musik internasional.

Ludwig Lemans: Jawabannya agak klise, tapi saya harus mengakuinya bahwa saya cuma gitaris biasa. Lalu diajak Albar ikut Clover Leaf, sehingga saya dikenal banyak orang. Tapi itulah pengalaman yang paling membanggakan dalam hidup saya.

Apa rencana anda berdua selanjutnya?

Achmad Albar: Saya ingin membentuk grup baru dengan musisi-musisi Indonesia. Saya bertekad untuk membawa grup baru itu untuk menembus blantika musik mancanegara. Itu ambisi saya yang paling utama.

Ludwig Lemans: Kesannya saya cuma mengekor kemana Albar pergi, karena saya yakin kemampuan Albar untuk membuat grup baru yang lebih hebat dari Clover Leaf.

Sudah lihat band apa saja di Indonesia?

Achmad Albar: Saya baru lihat The Rollies saja. Mereka bermain sangat kompak dengan penyanyinya yang penuh enerjik dan berambut kribo seperti saya. Saya dengar ada AKA, Trencem, Rhapsodia dan lainya, Tapi saya belum lihat konser mereka.

Ludwig Lemans: Sama seperti Albar saya baru lihat The Rollies, mereka luar biasa. Kalau ada di Belanda, mereka pasti terkenal keseluruh daratan Eropa sampai ke Inggris. Penyanyi yang berambut kribo itu bakal menjadi saingan terberat Albar.

Apa kelebihan Ludwig Lemans sehingga harus mengajak dia ke Indonesia?

Achmad Albar: Dia sudah seperti bagian hidup saya di musik. Selain permainan gitarnya luar biasa, LeMans bisa membuat sebuah aransemen musik yang membuat lagu itu lebih asyik terdengar. Feeling nya sangat kuat, dan yang terpenting kita berdua sudah menyatu.

Ludwig Lemans: Albar memiliki cita rasa bermusik yang berkelas, yang tidak dimiliki penyanyi-penyanyi di Belanda. Saya yakin grup baru yang mau dibentuk nanti bisa jauh lebih hebat.

03 God Bless IstimewaGod Bless (Istimewa)

Siapa saja yang anda ajak untuk bergabung dan apa nama band nya?

Achmad Albar: Saya belum punya bayangan siapa saja yang saya ajak bergabung. Saya tidak mungkin mencomot pemain yang sudah bergabung, karena saya tak mau dituduh sebagai perusak. Untuk nama bandnya juga belum terpikirkan. Kalau punya punya ide nama band yang bagus, pasti saya terima.

Ludwig Lemans: Saya ikut apa kata Albar, he's the boss.... Kalau nama bandnya, saya suka The Balls.... singkat dan mudah diingat.

Terakhir apa sih anda berdua?

Achmad Albar: Saya ingin punya band yang tangguh yang bisa menembus dunia musik internasional, untuk membuktikan ke dunia bahwa Indonesia juga punya band hebat.

Ludwig Lemans: Lagi-lagi saya hanya bisa “follow him”. Apapun maunya Albar pasti saya dukung. Sebagai orang Belanda kelahiran Indonesia saya juga bangga suatu saat bisa menembus dunia internasional. Rasanya itu wajar bagi seorang yang punya ambisi.”/ Buyunk

Monday, 16 January 2017 14:12

Riza Arshad

Salah Satu Tonngak Sejarah Jazz Tanah Air

Apa yang dapat kita kenang dari seorang Riza Arshad? Musisi jazz senior yang masih sangat berpotensi ini, akhirnya harus menjumpai takdirnya. Ija telah berpulang pada usia 53 tahun. Ia yang terlahir dengan nama Syahriza Arshad pada 2 November 1963 silam cukup memiliki kiprah baik dan terpandang diblantika musik tanah air.

Riza cukup lama menekuni dunia jazz tanah air. Keberadaannya dalam menekuni musik ini seperti yang sering kita dengar sudah dilakoninya sejak belia. Mengenal dan belajar piano klasik pada usia 6 tahun. Sempat berguru dengan almarhum Rumende, dan Aries Dauna, juga Bambang Nugroho untuk klasik dan pop. Ia juga memiliki pengalaman belajar pada  Jack dan Indra Lesmana untuk jazz.

Pada usia 15 tahun, Ija membangun grup band pertamanya Rara Ragadi bersama almarhum  Iwan Arshad, Raidy Noor dan Cendy Luntungan. Grup yang membawa genre progresif rock ini sempat menelurkan satu album self titled setahun setelah dibentuk pada tahun 1979.  

Semenjak itu, Ija kemudian sering membantu berbagai kelompok musik ataupun perorangan. Beberapa diantaranya yaitu Combo 11 bersama Erwin Gutawa dan Cendy Luntungan dari tahun 1978-1980. Kemudian Jazz Raiders tahun 1983, lalu Jack Lesmana Combo ditahun 1986. Bersama Ekki Sukarno dan Eet Syahranie pada 1987-1989 lewat Kharisma Indonesia juga dilakoninya.

Pada 1993, ia mendirikan SimakDialog bersama gitaris Tohpati, drummer Arie Ayunir, dan bassist Indro Hardjodikoro. Walau para personelnya telah berganti, grup ini masih bertahan sampai sekarang. Sekitar tujuh album telah dibuat oleh SimakDialog seperti Lukisan (1996), Baur (1999), Trance/Mission (2002), Patahan (2005), Demi Masa (2008), The 6th Story (2012), dan Live at Orion (2014).

02 Riza Arshad IstimewaRiza Arshad (Istimewa)

Pada 2014 silam, album The 6th Story memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia untuk kategori Album Jazz Terbaik dan Instrumental Duo/ Grup Jazz Terbaik. Kiprah lainnya yakni sempat bergabung dengan Twilite Orchestra bersama David Foster, lalu Jakarta ‘J Dream’ Big Band tahun 1995, Trisutji Kamal Ansambel. Tahun 1996 bersama Cok Rampal dan Iwan Fals dengan Trahlor. Pada tahun 2000 ia tercatat bergabung bersama kelompok Indra Lesmana-Reborn.

Ija juga aktif berkarier secara solo, ditandai dengan merilis albumnya pada 2003 silam dengan tajuk “Riza Trioscapes”. Album keduanya “Piano Duet Guitar” yang direkam bersama Robert MR dan dirilis pada 2014. Album ini dinominasikan pada ajang AMI Awards untuk kategori Album Jazz Terbaik 2015.

Kepergiannya pada Jumat, 13 Januari 2017 di Bandung tersebut telah menorehkan duka mendalam tak hanya pada keluarga namun musik tanah air dalam cakupan yang lebih luas lagi. Ia dikenal memiliki kesehatan yang baik  dan relijius. Pribadinya juga cukup unik, seperti yang dikutip dari apa yang disampaikan Tohpati kala mengenang Ija. “Ia adalah seniman yang gigih pendiriannya. Bila bicara soal musik, nggak peduli orang suka atau tidak," ujarnya.

Begitulah, tinggal doa yang kita bisa panjatkan kepada sang Khalik untuk menghargai apa yang pernah ditorehkannya di kancah musik dalam negeri. Pianis yang brilian dengan berbagai macam penghargaan. Ia juga sebagai salah seorang musisi yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan  musik jazz di negeri ini. Seseorang yang tidak pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru../ Ibonk

 

Page 14 of 112