NewsMusik

NewsMusik

Sunday, 11 February 2018 10:37

Imam Darto

Tampil Heboh di Nonolive 1st Award

Pria yang dikenal sebagai presenter kocak acara di sebuah acara TV Swasta, Imam Darto Sukarno juga dikenal sebagai penyiar radio sejak tahun 2002. Wajah pria kelahiran Jakarta pada 12 November 1982 ini juga tak asing di dunia komika dan stand up comedy dan kerap dipasangkan oleh Dimas Danang sebagai presenter.

Ditemui di acara “The 1st Live Award NONOLIVE  2017”, Imam Darto dan Dimas Danang menjadi salah satu yang menghibur acara yang di adakan di sebuah hotel di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/2) lalu. NewsMusik sempat menyaksikan aksi keduanya yang celetukannya kerap membuat gelak tawa penonton kala itu.

Dalam sebuah moment di puncak acara, sontak Darto mengajak pengunjung untuk menari Tango bersamanya di atas panggung. Tanpa diduga muncul sosok berbusana “Wonder Women” yang dengan lincahnya menari dengan berbagai gaya. Belakangan diketahui ternyata Wonder Women tersebut adalah seorang waria, yang juga salah satu host di Nonolive.

Entah terbawa suasana tarian dan musik dari lagu Lavida Loca, Darto langsung beraksi meloncat ke tubuh waria tersebut dan sontak pengunjung heboh dan bersorak sorai. Saat dikonfirmasi mengenai aksinya tersebut, ia mengaku hanya ingin mencaikan suasana malam itu dengan aksi yang tidak disengaja. “Biasa aja itu cuma iseng-iseng doang kok,” ujarnya.

02 Vidi Aldiano NadVidi Aldiano (foto: Nad)

The 1st Live Awards NONOLIVE 2017 ini juga di hadiri oleh Vidi Aldiano yang menyanyikan sepuluh lagu dari beberapa lagu hitsnya seperti ‘Aku Cinta Dia’, ‘Nuansa Bening’, ‘Status Palsu’ dan beberapa lagu terbarunya.

Aplikasi streaming NONOLIVE memasuki usia 1 tahun dengan membuat sebuah acara penghargaan kepada para penggunanya di seluruh Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi suatu bentuk apresiasi  NONOLIVE terhadap pengguna aplikasinya yang saat ini sudah mulai banyak yang menggunakan. Mudah-mudahan saja nasibnya tidak seperti Bigo Live yang akhirnya ditutup oleh pemerintah karena banyak disalahgunakan./ Nad

 

Saturday, 10 February 2018 12:54

Lara

Single Keempat dan Rekor MURI

Adalah Lara Silvi Shanta Yuniar Putri yang kini lebih dikenal dengan sebutan  pendek Lara. Dara kelahiran Surabaya, 6 Maret 1995 ini pada dasarnya sudah cukup lama malang melintang dipanggung musi dikotanya. Anak pertama dari dua bersaudara ini, awalnya lebih menggeluti musik geboy alias dangdut. Jika diukur dari sisi ketenaran, sudah cukup banyak orang yang mengenali kiprahnya.

Namun, hasrat bermusik seseorang bisa saja berubah. Seiring waktu, iapun akhirnya melabuhkan pilihan karir bermusiknya lewat genre pop. Memperlihatkan kesungguhan dirinya dan menandai eksistensi awalnya di skena musik ini secara bertahap iapun meluncurkan 3 tunggalan berjudul ‘Lara’, ‘Kamu’, dan ‘Negotiation’ lagu berbahasa Inggris yang diciptakan sendiri olehnya.

Nah, di awal tahun 2018 ini untuk semakin memperkuat keberadaannya sebagai musisi yang cukup berpotensi, iapun melepas single keempatnya yang bertajuk ‘Mencintaimu Sampai Mati’. Single ini memang bukan lagu baru, karena sebelumnya sudah cukup populer dibawakan oleh band Uthopia.

Tak mau tampil polos hanya melepas lagu recycle tersebut, sekalian dirinya juga berkeinginan untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Lara langsung saja  menggandeng 100 orang musisi dalam satu panggung untuk membawakan single barunya tersebut. "Sebenarnya ini bukan rencana yang cukup matang, langsung diwujudkan ketika  dapat ide. Siapa tahu ini pintu pembuka baru," ujar Lara di bilangan BSD City, Tangerang tatkala selesai memecahkan rekor MURI launching single dengan musisi terbanyak tersebut.

02 Piagam Muri

Lara dan Piagam MURI yang diraihnya (Foto: Ibonk)

Pihak MURI menganggap Lara telah berhasil memboyong 100 musisi untuk membawakan single terbarunya yang yang digarap oleh musisi Alam Urbach. Selain Alam, Lara juga dibantu oleh para musisi seperti Buddhy Haryono, Ari Bias, serta Dygo Drive dan komunitas musisi Tangerang sekitarnya. “Secara garis besar acara ini melibatkan sekitar 20 drummer, 20 keyboardist, 20 gitaris, 10 string, dan ditambah musisi dan instrument lainnya”, jelas Choky, selaku penyelenggara.

Bagi Lara ini merupakan kesuksesan terbesar dalam karir bermusiknya. Ada perasaan lega terpancar diwajahnya, karena untuk dapat mewujudkan semua itu, butuh kerja keras ekstra. Terlebih lagi, untuk memecahkan rekor MURI ini, Lara dan pihak penyelenggara juga  menggandeng intansi pemerintahan seperti Pemerintah Kota Tangerang, Komisi Penyiaran Indonesia dan juga Bekraf Republik Indonesia.

Bagi dara yang pernah mencover lagu ‘Terlalu Manis’ milik Slank di kanal YouTube ini pemecahan rekor MURI merupakan terobosan dan pencapaian besar dalam kariernya. “Langkah ini memiliki arti tersendiri, bayangkan!! Bikin video klip, sekalian dapat MURI dan ini sangat tidak terlupakan," ujar dara yang tengah menjalani pendidikannya di Universitas Paramadina ini.

Sebagai penyanyi dengan keberhasilan yang baru saja dilakukannya serta memiliki talenta dan modal dasar yang baik, Lara cukup optimis akan makin dalam menancapkan kiprahnya di skena musik tanah air./ Ibonk  

Thursday, 08 February 2018 12:37

We The Fest 2018

Munculkan Nama Lorde dan James Bay

Setelah sukses di 4 tahun sebelumnya, kembali festival musim panas We The Fest (WTF) 2018 digelar. Walaupun masih akan diselenggarakan pada pertengahan tahun nanti namun animo yang ditunjukkan oleh penggemar festival ini sudah dapat dirasakan dari sekarang. We The Fest 2018 akan dilaksanakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 20, 21 dan 22 Juli 2018 mendatang.

Lebih seru dan semakin meriah karena WTF 2018 baru saja mengumumkan 15 musisi yang akan tampil di acaranya. Tidak mau terlihat tanggung, pihak penyelenggara langsung menyebut nama Lorde an James Bay akan meramaikan festival tahunan tersebut.

Sangat menarik , mengingat kedua musisi internasional ini cukup banyak memilliki penggemar di tanah air yang menantikan kehadiran mereka. Seperti kita tahu bahwa Lorde adalah penyanyi asal Selandia Baru yang berhasil memenangkan kategori Song of the Year dan Best Pop Vocal Performance di Grammy Awards 2014 untuk lagu ‘Royals’ yang diambil dari debut albumnya “Pure Heroine” yang dirilis pada tahun 2013 silam. Selain itu, ia juga baru saja meretas album keduanya yang berjudul “Meleodrama”
 
Berbicara tentang James Bay, ia juga akan memulai penampilan pertamanya di We The Fest 2018. Solois asal Inggris ini tentu saja sudah mempersiapkan amunisinya untuk menundukkan panggung WTF 2018  gelaran tahunan tersebut dengan sederet lagu hits miliknya. Jelas We The Fest 2018 kali ini akan jadi salah satu festival musik yang sama sekali nggak bisa dilewatkan.

02 Lorde Istimewa

Lorde (Istimewa)

Selain Lorde dan James Bay, We The Fest 2018 juga mengumumkan nama-nama musisi internasional ternama lainnya seperti Honne, Odesza, Alt-J, The Neighbourhood, Louis The Child, Moon Boots hingga Petit Biscuits. Tak lupa juga jagoan-jagoan tanah air seperti Maliq and D’Essentials, Mooner, Pijar, Semenjana, Seringai, ataupun Teza Sumendra. Masih akan ada sederet nama musisi lain yang akan diumumkan mengikuti kabar terakhir ini.
 
Tiket 3-Day Pass dan kelas lain untuk We The Fest 2018 sendiri saat ini sudah dapat dibeli melalui situs resmi dengan harga yang mulai dari Rp 960.000 saja. / Dek

We The Fest 2018
Bakal Dipanaskan Lewat Kehadiran Lorde dan James Bay
 
Setelah sukses di 4 tahun sebelumnya, kembali festival musim panas We The Fest (WTF) 2018 digelar. Walaupun masih akan diselenggarakan pada pertengahan tahun nanti namun animo yang ditunjukkan oleh penggemar festival ini sudah dapat dirasakan dari sekarang. We The Fest 2018 akan dilaksanakan di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada 20, 21 dan 22 Juli 2018 mendatang.

Lebih seru dan semakin meriah karena WTF 2018 baru saja mengumumkan 15 musisi yang akan tampil di acaranya. Tidak mau terlihat tanggung, pihak penyelenggara langsung menyebut nama Lorde an James Bay akan meramaikan festival tahunan tersebut.

Sangat menarik , mengingat kedua musisi internasional ini cukup banyak memilliki penggemar di tanah air yang menantikan kehadiran mereka. Seperti kita tahu bahwa Lorde adalah penyanyi asal Selandia Baru yang berhasil memenangkan kategori Song of the Year dan Best Pop Vocal Performance di Grammy Awards 2014 untuk lagu ‘Royals’ yang diambil dari debut albumnya “Pure Heroine” yang dirilis pada tahun 2013 silam. Selain itu, ia juga baru saja meretas album keduanya yang berjudul “Meleodrama”
 
Berbicara tentang James Bay, ia juga akan memulai penampilan pertamanya di We The Fest 2018. Solois asal Inggris ini tentu saja sudah mempersiapkan amunisinya untuk menundukkan panggung WTF 2018  gelaran tahunan tersebut dengan sederet lagu hits miliknya. Jelas We The Fest 2018 kali ini akan jadi salah satu festival musik yang sama sekali nggak bisa dilewatkan.

Photo_02

Selain Lorde dan James Bay, We The Fest 2018 juga mengumumkan nama-nama musisi internasional ternama lainnya seperti Honne, Odesza, Alt-J, The Neighbourhood, Louis The Child, Moon Boots hingga Petit Biscuits. Tak lupa juga jagoan-jagoan tanah air seperti Maliq and D’Essentials, Mooner, Pijar, Semenjana, Seringai, ataupun Teza Sumendra. Masih akan ada sederet nama musisi lain yang akan diumumkan mengikuti kabar terakhir ini.
 
Tiket 3-Day Pass dan kelas lain untuk We The Fest 2018 sendiri saat ini sudah dapat dibeli melalui situs resmi dengan harga yang mulai dari Rp 960.000 saja. / Dek

Thursday, 08 February 2018 11:11

The BeatStones

Band yang Muncul dari Jalan Batu

Alkisah cerita ini bermula pada tahun 1966 dari sebuah sekolah yang dikenal sebagai SMA 4 Jakarta. Sekolah yang berada di jalan Batu tersebut pada masa-masa itu memang memiliki cerita dan pengalaman tersendiri bagi Freddy, Rully, Jeffrrey dan Johnny Ganda. Apa pasal?  “Waktu itu kami sama-sama bersekolah di SMA 4 di jalan Batu, nge-band bareng dan sepakat untuk menamakan band tersebut dengan Band Irama Jalan Batu,” ungkap Rully.

Ia juga menambahkan kalau ciri mereka adalah dengan membawakan lagu-lagu top era tersebut yakni The Beatles dan The Rolling Stones. Karya-karya super group tersebut saat itu memang sangat populer dan mendunia. “Anak-anak muda di Jakarta, Bandung, Surabaya dan sekitarnya sangat menggandrungi lagu-lagu mereka. Maka kami berempat berusaha keras untuk bisa membawakan setiap lagu yang mereka ciptakan”.

Tak lama berselang, karena ide jahil dan dirasa cukup kekinian serta masih ada korelasi dengan sejarah terbentuknya band mereka, maka dimunculkanlah nama grup The BeatStones yang kalau diterjemahkan secara bebas sebagai Irama Jalan Batu.

Sejak itu, mereka mulai malang melintang menunjukkan kemampuan khas band anak muda. Mulai dari penampilan secara amatir, yang main hanya di pesta-pesta antar teman teman sampai yang agak serius mereka lakoni.

02 The BeatStones IstimewaThe BeatStones (Istimewa)

Kabar baik datang tatkala The BeatStones, melalui asuhan almarhum Hamid Gruno dari TVRI. diperkenalkan melalui beberapa kali siaran musik di TVRi. “Sehingga dari hanya iseng-iseng bermusik, kami berubah menjadi band panggung”, tambah Freddy. Akhirnya setelah beberapa lama melakoni karir sebagai band panggung yang cukup punya nama, salah seorang personil mereka Rully pun mengundurkan diri pada tahun 1972.

Namun, seperti memang tidak pernah bisa meninggalkan musik yang sudah mendarah daging di jiwa mereka, dipertengahan era 2000 an, The BeatStones kembali bergabung dan bernostalgia dengan tetap menampilkan kebanyakan lagu-lagu The Beatles dan The Rolling Stones dalam bentuk medley.

Kelompok reuni tersebut digawangi oleh teman-teman seangkatan Freddy dan Rully pada gitar (SMA 4). Ardi pada bass (SMA 7), Sugeng pada keyboard (SMA 3) serta Melly pada drum (SMA Saudara).

Sampai saat ini mereka juga masih terus eksis mengisi acara-acara nostalgia dan reuni di banyak tempat. BeatStones era terkini masih tetap digawangi oleh 2 pendiri group ini yakni Freddy, Rully ditambah Herman, Bambang, Candy dan Sammy. / Ibonk

 

Wednesday, 07 February 2018 11:06

Trailer Film Mata Dewa

Tembus Satu Juta Views

Film Mata Dewa membuat masyarakat penasaran. Hal ini terlihat dari jumlah view atas official trailer yang terinspirasi dari cerita nyata itu. Sejak diluncurkan pada 23 Januari lalu di YouTube, trailer film bertema olahraga basket tersebut telah ditonton lebih dari satu juta kali dengan mendapat ribuan likes dan ratusan komentar.

Trailer berdurasi 2 menit 13 detik itu menampilkan cuplikan tentang semangat tim basket SMA Wijaya dalam berlaga di Development Basketball League (DBL), kompetisi liga basket pelajar terbesar di Indonesia yang menjadi inspirasi film ini.

Dewa, tokoh utama dalam film ini, mengalami kejadian yang mengakibatkan kehilangan penglihatan mata kirinya dan harus berusaha untuk bermain basket sebaik mungkin demi kemenangan timnya. Dalam film ini, Dewa berupaya untuk bisa mengembalikan rasa percaya diri dan kemampuan basketnya dalam kondisi yang terbatas.

Selain membahas mengenai kerja keras dalam menjadi pemain basket di sekolah, film ini juga dilengkapi dengan kisah cinta antara Dewa dengan Bening (diperankan oleh Chelsea Agatha), salah seorang jurnalis sekolah yang bertugas meliput pertandingan basket SMA Wijaya. Tidak hanya itu, Dodit Mulyanto yang berperan sebagai Om Bowo, Paman Dewa menghadirkan guyonan-guyonan khasnya yang menambah keseruan film ini.

Kenny Austin, pemeran utama dalam film tersebut, mengatakan bahwa dirinya tidak sabar untuk bisa ikut menghadirkan Mata Dewa ke penonton film Indonesia. “Sebagai pencinta basket, aku juga heran, ternyata yang minat lihat trailer Mata Dewa banyak juga. Aku kira, kebanyakan orang sukanya sepak bola aja. Ternyata, nggak,” kata Kenny yang memerankan sosok Dewa.

02 Mata Dewa Istimewa

Adegan film Mata Dewa (Istimewa)

“Semoga nanti begitu filmnya tayang, benar-benar bisa memberikan rasa puas ke penonton. Walaupun film ini tentang basket, tapi memang ceritanya cocok untuk anak muda dan keluarga karena mengajarkan kerja keras dan kekompakan. Jadi, semua bisa menonton,” tambahnya.

Kesan yang hampir sama juga disampaikan oleh Chelsea Agatha, bahwa dirinya mengaku  cukup senang mengetahui trailer Mata Dewa mencapai satu juta views dengan kebanyakan komentar yang penasaran dengan film ini. Ia juga berharap agar film ini nantinya bisa mencapai lebih dari satu juta penonton.

“Karena film ini terinspirasi dari kisah para pemain DBL, diharapkan cerita-cerita lainnya dari para pemain DBL juga bisa diangkat ke layar lebar. Jadi pasti bakalan seru banget kalau film ini ada sekuelnya,” tambahnya.

Selain Kenny Austin dan Chelsea Agatha, film ini juga melibatkan Brandon Salim, Nino Fernandez, Ariyo Wahab, dan Dodit Mulyanto. Mata Dewa telah mengumumkan jadwal tayangnya yaitu pada 8 Maret 2018./ Rz

Tuesday, 06 February 2018 11:25

Film Takut Kawin

Gubernur DKI Anies Baswedan Janji Akan Nonton

Menjelang penayangan film “Takut Kawin” di tanah air, beberapa artis pendukung film tersebut sengaja berkunjung untuk bertatap muka kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balaikota Jakarta, Senin (5/2/2017) kemarin. Artis yang hadir Harjunot Ali, Indah Permatasari, Babe Cabita didampingi Nasrul Warid selaku produser dan Saiful Drajat yang bertindak sebagai sutradara.

Film yang bakal beredar pada 8 Maret 2018 mendatang ini, diakui oleh Gubernur DKI memiliki cerita yang menarik dan mendidik. “Saya berhap kepada anak-anak muda agar jangan takut menikah. Jika merasa sudah cukup usia, memiliki calon pasangan yang cocok menikah sajalah. Soal rejeki sudah ada yang atur, asal kita mau berusaha dan bekerja,” urai Anies Baswedan, usai menerima produser, sutradara dan para pemain film tersebut.

Anies kemabali melanjutkan, “Ceritanya bagus, sangat menarik, dan memiliki pesan positif. Film ini mengingatkan kepada anak-anak muda untuk berpacaran secara positif, jangan takut kawin kalau memang sudah siap. Makanya saya dukung film ini dan hadir saat Gala Premiernya,” kata Anies.

Menurut produser Nasrul Wahid, kedatangan mereka ke Balaikota adalah untuk mengundang Gubernur Anies Baswedan pada saat gala premier film tersebut yang akan diadakan pada tanggal 5 Maret 2018 di Grand Indonesia Jakarta. “Alhamdulillah Pak Gubernur bersedia untuk hadir, dan beliau sangat mendukung film ini karena isinya yang mengandung pesan moral untuk generasi muda,” kata Wahid.

02 Indah Permatasari 1 Ibonk

Indah Permatasari (Foto: Ibonk)

Baik produser, sutradara maupun para pemain sangat mengapresiasi dukungan Gubernur DKI tersebut, Mereka berharap dukungan seorang kepala pemerintahan sangat perlu untuk perfilman nasional, sehingga kelak para produser akan membuat film-film yang bermutu dan memberi pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Sementara itu ditempat yang sama, Harjunot Ali sebagai pemain utama film produksi Amanah Surga Produksi ini yakin akan mendulang sukses. “Ceritanya ini dialami banyak orang, penuh edukasi dan layak tonton buat mereka yang takut kawin," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Indah Permatasari, bahwa dirinya merasa beruntung bisa dilibatkan di film ini. Ia juga menambahkan, bahwa film ini juga menjadi indikator baginya untuk memilih pasangan kelak. “Saya masih muda, perjalanan juga masih panjang, Namun pesan di film ini bisa menjadi acuan bila saatnya datang./ Dek

Tuesday, 06 February 2018 08:52

Yockie Suryo Prayogo

Sosok yang Tak Lekang Oleh Waktu

Malang tak dapat ditolak, akhirnya kabar duka tersebut datang juga tatkala Yockie Suryo Prayogo dikabarkan telah tutup usia pada usia 63 tahun dan telah dimakamkan di peristirahatan terakhirnya sekitar pukul 15.35 WIB. Ia yang sebelumnya terbaring sakit akibat pendarahan pembuluh darah di otak akhirnya harus menuntaskan janjinya pada sang Khalik.

Masih hangat diingatan kita pada akhir Januari lalu, kawan-kawan musisinya secara bersama-sama membuat konser amal bertajuk Pagelaran Sang Bahaduri. Seluruh pendapatan konser malam itu akan digunakan untuk pengobatan Yockie.  Konser yang digagas oleh para sahabatnya tersebut menghadirkan banyak nama kondang di panggung musik tanah air, sebutlah Andy /rif, Ariyo Wahab, Aning Katamsi, Benny Soebardja, Berlian Hutauruk, Bonita, Che Cupumanik, D’Masiv, Debby Nasution, Dhenok Wahyudi, Dira Sugandi, Fadly, Fariz RM, Nicky Astria, Kadri Mohamad, Keenan Nasution, Louise Hutauruk, Mondo Gascaro, Once, Tika Bisono, God Bless dan lainnya.

Semua pendapatan konser tersebut langsung disumbangkan kepada keluarganya untuk biaya pengobatan Yockie. Walaupun menurut Erros Djarot, Yockie menolak diadakannya pertunjukan tersebut yang mengatasnamakan bantuan untuk dirinya.

Ia yang lahir di Demak, Jawa Tengah pada 14 September 1954 dikenal sebagai seorang musisi handal, pencipta lagu yang pernah tergabung dalam berbagai grup rock seperti Bigman Robinson, Double O, Giant Step, Contrapunk, dan Jaguar, meski pada akhirnya Jockie memang lebih dikenal khalayak ketika ikut bergabung dalam kelompok musik rock God Bless.

02 YSOP Istimewa

Yockie Suryo Prayogo (Istimewa)

Ia begitu piawai dan mampu berbaur dalam genre apapun karena Yockie paham hampir semua genre dari klasikal, rock, jazz, pop. Tapi yang hebatnya juga ia mampu mempertahankan jati dirinya sebagai musisi yang memiliki karakter. Seperti jargonnya yang cukup terkenal adalah “Musik Saya Adalah Saya”

Sejarah musikpun mencatat ketika ia bergabung membentuk God Bless pada tahun 1972.  Corak permainan kibornya dianggap mumpuni untuk  memberi nyawa di tubuh God Bless. Sedikit menyisipkan aksentuasi berbau klasik, terutama membaurkan bunyi-bunyian piano dan Hammond B-3, orang sudah bisa menebak karakter God Bless.

Posisinya di super group tersebut sempat digantikan Abadi Soesman (Cermin) dan bergabung kembali dalam penggarapan album Semut Hitam yang dilepas kepasaran pada tahun 1988.

Pada era 1977, Yockie sebenarnya juga tengah getol berada di jalur musik pop. Saat itu ia menjadi arranger album Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang diadakan Radio Prambors. Kiprahnya menata aransemen lagu seperti Lilin Lilin Kecil (James F. Sundah) dianggap sebagai nyawa baru, dimana saat itu sebenarnya musik pop tampil begitu-begitu saja.  

Pada tahun yang sama, Erros Djarot menggandeng Yockie Suryo Prayogo untuk menggarap album soundtrack film Badai Pasti Berlalu bersama dengan sederet musisi seperti Chrisye, Berlian Hutauruk, Debby Nasution, Keenan Nasution, dan Fariz RM. Album ini pun akhirnya lahir menjadi fenomenal lewat sisi tata musik  serta penulisan lirik yang lebih puitis.

Gayanya dalam mengaransir musik seperti yang diciptakannya tersebut terus saja berlanjut ketika ia menggarap album-album solo Chrisye seperti “Percik Pesona”, “Puspa Indah Taman Hati”, “Pantulan Cinta”, “Resesi”, “Metropolitan”, dan “Nona”. Semuanya menjadi album fenomenal dan susah dicari bandingannya. Masih tetap terasa menggugah walau kita dengarkan lagi pada waktu ini.

03 YSOP Istimewa

Yockie Suryo Prayogo (Istimewa)

Diluar kerjasamanya dengan Chrisye, ia juga cukup produktif merilis sederet album solo, masih tetap bermain di wilayah pop dengan menggarap album-album dari berbagai penyanyi, mulai dari Dian Pramana Poetra, Keenan, Vonny Sumlang, dan sederet nama penyanyi lainnya.

Di akhir 80-an Yockie tercatat melibatkan dirinya dalam proyek Kantata Takwa yang digagas oleh Setiawan Djody dan ia banyak berkolaborasi lewat dimensi musik yang berbeda, berbaur dengan sosok-sosok seniman layaknya WS Rendra, Iwan Fals hingga Sawung Jabo. Kolaborasi yang menghasilkan sesuatu yang baru dalam intuisi bermusik Jockie.

Di luar Kantata Jockie pun ikut mendukung kelompok Swami bahkan membentuk kelompok Suket pada tahun 1992 bersama sederet pemusik asal Surabaya seperti Didit Saksana, Rere, dan Naniel. Kelompok yang sedikit memiliki persamaan dengan Kantata Takwa yang mengangkat tema-tema sosial.

Yockie  oleh teman-temannya dianggap keras kepala, apalagi jika berurusan dengan musik. Namun hal tersebutlah yang menurut Erros Djarot menjaganya tetap memiliki karakter seorang Yockie. Anggapan keras kepala terhadapnya ternyata tidak menjadikannya menepis semua hal baru yang datang dan dianggapnya menjadi tantangan.

"Saya ini musisi yang terbuka bekerja sama dengan siapa saja, termasuk dengan band yang muda-muda. Biar bagaimana pun, generasi saya harus memberi masukan kepada generasi yang lebih muda. Jangan sampai ada gap, karena pengalaman tidak akan bohong," ungkap Yockie pada tahun 2012, ketika berkolaborasi dengan Pure Saturday, band asal Bandung.

Begitulah, tak habis menceritakan sepak terjang almarhum Yockie Suryo Prayogo semasa hidupnya. Tanah air ini kehilangan musisi yang fenomenal dan berkarakter, tak banyak ditemukan sosok seperti dirinya di republik ini. Derai air mata kehilangan tak lama lagi juga akan kering, tapi karya yang terpatri tetap akan diingat sampai kapanpun. Tinggal bagaimana generasi penerus bangsa ini menjaga dan merawat agar waktu tak mencabut kiprah mereka dari ingatan kita semua./ Ibonk (...dari berbagai sumber)

Thursday, 01 February 2018 08:28

Nagaswara

Bersama Warner Chappell Mengelola Musik Dunia

Salah satu label berskala internasional, Warner/ Chappel Music (WCM), kemarin secara resmi mengalihkan hak publikasi ribuan lagu milik mereka kepada perusahaan PT Nagaswara Publisherindo Musik. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan Warner/ Chappell Music (WCM) dan Nagaswara di di bilangan SCBD Jakarta Pusat, Rabu (31/1).

Dalam penandatanganan kerjasama tersebut, Nagaswara diwakili oleh CEO NMC Rahayu Kertawiguna  sedangkan WCM diwakili Ms. Jacqueline Chong sebagai Senior Licensing dan Marketing Manager ASEAN Licencing Dapartment Warner/ Chappell Music.

WCM sendiri dikenal sebagai publisher music global yang berada di bawah Warner Musik Group. Mereka mengelola jutaan lagu dari puluhan ribu pencipta lagu international. Perusahaan ini mempunyai sub-Publisher atau kamar perwakiian yang mengelola lagu-lagu mereka di berbagai negara di seluruh dunia.

Ini merupakan sejarah baru di dunia musik Indonesia dan bagi NMC hal ini merupakan komitmen guna dikenal lebih luas lewat motto "Nagaswara for The World”. Kesepakatan kerjasama antara NMC dengan WMC, sudah dijajaki bebarapa bulan yang lalu. “Akhir Desember 2017 lalu, terjadi kesepakatan bahwa kita memperoleh hak untuk mengelola lagu lagu yang berada di bawah bendera WCM!” ungkap Rahayu dalam temu media

Menurut Rahayu Kertawiguna perjalanan kerjasama ini tidak mudah, tetapi melalui proses panjang. “Dan akhirnya terjadi kecocokan, sepakat dan menjadi jodoh seperti sekarang!” kata Rahayu. Lebih lanjut Rahayu menyebut, “Kita tahu WCM adalah salah satu perusahaan musik publishing dunia. Jadi, kepercayaan yang diberikan kepada PT Nagaswara untuk mengelola lagu lagu mereka di Indonesia tentu sangat kami apresiasi!”

02 CEO Nagaswara Music Corp Rahayu Kertawiguna

CEO Nagaswara Music Corp. Rahayu Kertawiguna (Istimewa)

Sebagai Publisher, pekerjaan NMC adalah menjaga, mengelola, dan melestaraikan karya lagu. Tidak sekedar mengeksploitasi dan menjual, tapi juga melindungi karya. “Ini bisa menjadi kepercayaaan kuat dengan WCM. Ini lebih ke dedikasi, supaya orang di sini, juga tidak mudah membuat cover version tanpa ijin. Terlebih menjiplak dan sebagainya. Jadi kita berupaya untuk orang menghargai karya!” ungkap Eddy, salah seorang petinggi di NMC.
 
Namun, kerjasama NMC dan WMC ini baru terjadi sepihak saja. Artinya, karya lagu pencipta Indonesia yang berada di bawah NMC belum secara otimastis langsung dikelola WMC secara mendunia, kecuali untuk kawasan Malaysia. ”Ini sebetulnya semua sangat tergantung kepada keputusan Pak Rahayu. Karena ini menyangkut market, kami sangat bahagia jika itu terjadi!” tutur Jacqueline Chong.

Sudah dapat dipastikan bahwa kerjasama ini akan semakin menegaskan lagi komitmen perusahaan yang berdiri sejak 1999 tersebut. Rahayu mengaku optimis bakal memberi nilai keuntungan dari komitmen kerjasama yang dijalin bersama WCM, selain  ingin belajar banyak lagi dari pengalaman dan nama besar Warner/Chappell Music.

Menurut Jacqueline Chong, WCM adalah publishing music company yang sudah berusia 200 tahun. “Kami menangani 75.000 song writer di seluruh dunia dan memiliki lebih dari 1.5 juta karya lagu. Kami sangat berbahagia karena bisa bekerja sama dengan salah satu perusahaan rekaman besar di Indonesia, seperti Nagaswara. Dan percaya meletakan catalog kami di Indonesia. Thank you Pak Rahayu,’ ungkap Jacquline.

Untuk diketahui katalog artis WCM adalah artis tenar dengan nama yang sudah mendunia, seperi: Barry Gibb, Led Zeppelin, Beyonce, Eric Clapton, Nate Rues, Jay Z, Katy Ferry, Lionsgate Film Madonna, Rihanna, Radio Head, Mouse, RHCP, Kendric Lamar, termasuk Bruno Mars yang baru saja menyapu bersih enam penghargaan musik utama dalam ajang Grammy Awards 2018.

Sementara. NAGASWARA Music Corp. atau NMC menuiu usia 19 tahun, membawahi PT.NAGA SWARASAKTI, NAGASWARA Publisherindo Musik, NAGASWARA Artist Management NAGASWARA Radiotaman dan NAGASWARA Video dan Film. Artis-artis di bawah  naungan NMC adalah; Wali, Zaskia Gotlk, Fitri Carilna, Siti Badriah, Delon, Firman, The Virgin Black Champagne dan lainnya.

Bagi Nagaswara sendiri, menjadi publisher dari lagu karya pencipta dunia, bukan hal yang pertama. Pada tahun 2005 mereka pernah menjadi publisher untuk musisi independen asal Jerman. Dari tahun 2005 hingga tahun 2011, NMC juga banyak mengambil lagu-lagu dance music dari Belanda, Jerman, Austria dan sebagainya./ Rizal

Thursday, 01 February 2018 13:37

Purwa Caraka Music Studio

30 Tahun Mencerdaskan Generasi Lewat Musik

Seperti yang kita ketahui, Purwa Caraka Music Studio (PCMS) adalah lembaga kursus musik yang dimotori sepenuhnya oleh Purwa Caraka. Lembaga ini telah sukses mencetak penyanyi-penyanyi maupun pemain musik handal di Indonesia. Siapa sangka jika PCMS sendiri sudah berkibar selama 30 tahun di tanah air, dan untuk hal tersebut kang Purwa tengah mempersiapkan kegiatan yang menandakan keberadaan mereka.

Menyikapi rencana ini, didampingi sang putra Aditya Purwa Putra sengaja mengadakan tatap muka dengan media perihal rencana mereka tersebut yang dikemas dalam tema “The Journey 30th Purwa Caraka” pada Rabu 31 Januari 2018 di bilangan Menteng, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut kang Purwa menyampaikan kalau dirinya usai mengikuti Asia Pacific Art Festival di Kuala Lumpur, Malaysia. "Ya.. kita habis ikut Asia Pasific Arts Festival di Kuala Lumpur, nanti acara puncaknya bulan November di Taman Ismail Marzuki," kata Purwa Caraka.

Aditya Purwa Putra yang saat ini membantu kegiatan PCMS di seluruh Indonesia, menambahkan bahwa saat ini Purwa Caraka Musik Studio sudah mendapatkan 6 Distinction Gold Awards, 31 Gold Awards, 13 Silver Awards. "Juga menjadi 1st Runner Up in Music Category dalam ajang Asia Pacific Arts Festival di Kuala Lumpur, Malaysia," ucap Adit.

02 Purwa Caraka Adit dan Siswa Berprestasi Ibonk

Kang Purwa, Adit dan Dua Siswa Berprestasi (Foto: Ibonk)

Ini merupakan prestasi tersendiri dan sepatutnya dipertahankan dan dikembangkan untuk meningkatkan benchmark, standar kualitas dari PCMS. Untuk mewujudkan hal itu, kang Purwa mengatakan bahwa sudah mendirikan tiga Purwa Caraka Music School Education Center. "Kami mendirikan 3 PCMS Education Centre yang bobotnya sedikit di atas PCMS untuk mengangkat kualitas," ujarnya.

Selain itu, mereka juga membuka kelas baru untuk mengikuti perkembangan zaman. "Kita juga membuka kelas kelas baru untuk mengikuti perkembangan zaman. Karena lembaga pendidikan seharusnya semakin dewasa semakin matang," tuturnya.

Balik ketema besar “The Journey 30th Purwa Caraka” serangkaian kegiatan berkesinambungan akan dilakukan sejak 26 Januari sampai 3 November 2018 mendatang, seperti Asia Pasific Arts Festival di Kuala Lumpur, Final Festival Drum PCSM se Indonesia, Lomba Desain Logo PCMS, Konser PCMS Choir di GKJ, ataupun Konser 3 Dekade di Teater Jakarta. Tercatat ada sekitar 9 kegiatan besar dan kecil yang dilaksanakan.

Tak hanya mengejar prestasi dan keuntungan semata, PCMS juga tengah menggiatkan kegiatan pentingnya pengetahuan musik bagi anak-anak di Indonesia. Dikatakannya bahwa mereka sudah melakukan CSR di beberapa Sekolah Dasar yang terfokus pada daerah asal berdirinya Purwa Caraka Musik Studio, yakni kota Bandung.

03 Puwa Caraka Ibonk

Purwa Caraka (Foto: Ibonk)

"Kita sudah melakukan CSR di beberapa Sekolah Dasar di daerah Bandung. Kita membantu sekolah-sekolah dasar yang berpotensi tapi kekurangan atau bahkan tidak mampu untuk mengadakan instrumen musik untuk siswanya”, ucapnya.  

Kini, dalam perjalanan menuju 30 tahun eksistensinya, PCSM telah memiliki 93 cabang di seluruh tanah air, 1600 orang pengajar dan 20.000 siswa yang sebagian besar adalah anak-anak usia sekolah. Lembaga ini meyakini bahwa musik bukan saja memberi kehidupan dan dinikmati, tetapi dapat meningkatkan kecerdasan seseorang, terutama anak-anak. / Ibonk

Tuesday, 30 January 2018 08:08

Mike Shinoda

Lewat EP Luapkan Rasa Kehilangan Terhadap Chester Bennington

Walau kepergian Chester Bennington akibat meninggal bunuh diri pada Juli 2017 lalu, ternyata masih saja meninggalkan rasa kehilangan yang teramat sangat. Seperti yang dirasakan dan dilakoni oleh rapper Linkin Park, Mike Shinoda, yang baru saja merilis EP terbarunya. Mini album bertajuk “Post Traumatic” ini terdiri dari dari 3 lagu dan menjadi karya musik pertama yang dirilis Mike Shinoda.

Seperti yang diakui oleh Mike, bahwa album ini adalah luapan perasaan akan apa yang terjadi dalam setengah tahun terakhir. “Album ini berisi tiga buah lagu ‘Place to Start’, ‘Over Again’, dan ‘Watching As I Fall’, dan kesemuanya untuk mengenang Chester Bennington”, akunya.

Mini album “Post Traumatic” EP mulai dirilis secara resmi sejak 25 Januari kemarin. Selain itu, Mike Shinoda juga meluncurkan 3 video berbeda untuk masing-masing track. Klip sederhana yang dirilis memperlihatkan Shinoda dalam berbagai scene berbeda, ketika membawakan track dari EP tersebut.

02 Mike Shinoda Istimewa

Mike Shinoda (Istimewa)

Lagu pertama yang diberi judul ‘Place to Start’, menampilkan voicemail yang tertinggal di ponselnya setelah kematian Bennington. Disusul dengan ‘Over Again’ dimana Mike mengungkap rasa kehilangan yang besar akan Chester Bennington. Sekaligus bagaimana perasannya harus tampil seorang diri di konser tribute untuk sang rekan.

Track terakhir yang bertajuk ‘Watching As I Fall’ masih menceritakan tentang rasa sedih dan juga kehilangan arah paska kehilangan Chester Bennington. Sebelumnya, Mike telah berdiskusi dengan para penggemar melalui twitter terkait lagu yang dirilis untuk mengenang Chester Bennington. ... dan inilah cerminan dari duka  Mike atas kehilangannya terhadap sahabatnya tersebut./ Dek

Page 2 of 130