NewsMusik

NewsMusik

Tuesday, 17 October 2017 10:02

Gloria Jessica

Gadis Batak Bersuara Lembut

Ada yang bilang orang Batak selalu dikaruniai suara yang merdu, banyak sudah penyanyi yang berdarah Batak selalu sukses meraih simpati dari beberapa kontes menyanyi. Dengan ciri khas bersuara lantang, power yang tinggi bisa dibilang orang yang berdarah Batak selalu merajai  berbagai ajang menyanyi di tanah air. Yaah meski tidak semuanya, tetapi mereka yang mempunyai darah Batak hampir tidak bisa dipisahkan dari bernyanyi.

Bicara hal tersebut, ada seorang gadis jebolan salah satu kontestan The Voice Indonesia RCTI tahun 2016 yang kebetulan juga berdarah Batak, dialah Gloria Jessica. Gadis kelahiran Jakarta 23 tahun lalu ini  bernama lengkap Gloria Jessica Ulima Gultom. Penampilan perdananya di ajang tersebut membuat semua orang termasuk juri yang mendengarkan dan melihatnya bernyanyi seakan melayang dan terpaku dengan suaranya yang khas  dan sexy.

‘A Sky Full Of Stars’ salah satu lagu dari Coldplay yang dipilihnya pada babak Knockout The Voice Indonesia membuatnya menjadi perhatian masyarakat. Dengan suara khasnya, membawanya sebagai salah satu kontestan yang berpenampilan terbaik versi The Voice Global dalam babak tersebut dan membuatnya menjadi salah satu kontestan yang ditakuti kala itu. Bahkan video penampilannya pada ajang itu sempat menjadi trending topic di Youtube Indonesia dengan ditonton lebih dari tiga juta kali selama sembilan hari berturut-turut. Namanya pun berhasil masuk bersama dengan para penyanyi hebat dari negara lain. Namun langkahnya di ajang tersebut hanya mampu menebus babak semi final.

Memiliki suara yang lembut, Gloria yang memilih genre musik pop dan jazz ini sebelum mengikuti ajang The Voice Indonesia pernah berperan sebagi Olivia dalam salah satu versi ending film pendek “Arah Kisah Kita” karya Juna yang di unggah di channel Youtube “Susah Tidur”. Berkat penampilannya dengan beberapa video yang diunggah tersebut, Gloria pernah diundang oleh Tompi dan berduet dengannya untuk tampil di acara Trio Lestari.

Ditahun 2017 ini, pada ajang Anugerah Planet Muzik 2017, Gloria membawakan lagu  ‘Dia Tak Cinta Kamu’. Dengan suara khasnya lagu cinta bertempo lambat ini  dibalut dengan aransemen musik yang indah membuat lagu dengan tema sederhana ini sangat mengena bagi yang mendengarnya. Lagu ini menceritakan tentang kisah patah hati seseorang yang ditinggal sang kekasih yang sudah tidak mencintainya.

Lagu ciptaan musisi tanah air, Dewiq membawanya terpilih sebagai Best New Female Artist Anugerah Planet Muzik Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2017 yang diselenggarakan di Singapore. Sehari sebelumnya Gloria juga terpilih menjadi Nominasi Best New Artist di ajang Anugerah Musik Indonesia 2017.

Melengkapi karya nya di industri musik,  Gloria juga baru mengeluarkan sebuah lagu berjudul 'I Just Wanna Love You' yang didedikasikan untuk orang tua sebagai sebuah bentuk bakti kasih & sayangnya terhadap mereka. /YDhew

 

Tuesday, 17 October 2017 16:56

ANGGUN

Merilis Single 'What We Remember' dan Persiapan Album Baru

Anggun yang meniti karir internasionalnya sejak tahun 1997 kembali merilis single terbarunya yang berjudul ‘What We Remember’. Anggun  pernah menjadi Juri internasional Asia’s Got Talent, Duta Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB),  dan Pemenang World Music Award serta menjadi Best-selling artis Asia Tenggara dengan penjualan album terlaris diluar wilayah Asia.

Baru saja usai melakukan turnya di negara Perancis dan Belgia, Anggun mengaku kesibukannya tersebut cukup membuatnya  merasa kelelahan. Perlu waktu satu setengah tahun lamanya untuk menyelesaikan album yang akan segera dirilis 8 Desember 2017 nanti. ‘What We Remember’  merupakan single pertama dari album internasionalnya dengan nuansa mid-tempo pop-electro.

Pelantun lagu ‘Snow On The Sahara’ ini menuturkan bahwa 'What We Remember' memberikan kesan yang mendalam untuk pendengarnya. Lagu ini menceritakan hal-hal yang dikenang dari kehidupan seseorang  dari kehidupannya sebagai manusia, dengan di balut sedikit sentuhan akustik yang bisa menjadi candu ketika mendengarnya. Lagu ini juga sekaligus sebagai countdown atas perilisan album terbarunya.

“Lagu ini bicara tentang kenyataan hidup di mana kita hanya punya kesempatan hidup ini sekali dan sedikit waktu, maka kamu harus membuat sesuatu yang berguna, kamu harus membuat orang terinspirasi, membuat orang mengingatmu. Suatu saat, kamu hanya akan jadi kenangan. Berharap kamu tahu, kamu sudah mencoba yang terbaik untuk ini, jadi itu akan menjadi kenangan yang baik”, ungkap Anggun  dalam sebuah press rilis yang di terima NewsMusik belum lama ini.

Dengan ciri khas vocal Anggun yang unik, lagu ini terasa enak di dengar dan berbeda dari lagu-lagunya sebelumnya. Selain ditulis sendiri oleh Anggun, ‘What We Remember’ juga dibantu oleh dua orang talenta dibidang musik yang pernah mencetak hits di negara Perancis, yaitu Silvio Lisbone dan Guillaume Boscaro. Pertemuan dengan keduanya adalah pada saat kedua produser ini mempromosikan Opus yang dirilis tahun 2015 dan telah mendapatkan sertifikasi ‘Gold’ di Perancis, serta mendapat penghargaan penjualan album ketiganya yang membuatnya disebut Asia’s Export Sensation.

"Saya mencoba untuk jujur dengan tulisanku, dan sekarang laguku itu lebih tentang sekelilingku daripada tentang diriku. Semuanya tentang sesuatu yang logis, tentang apa yang aku baca, aku lihat. Apa yang aku makan, yang aku tonton, lalu semua diterjemahkan menjadi emotions, dan emotions itulah yang kemudian menjadi lagu," ujar Anggun.

Album inipun nantinya akan berisi tiga bahasa yaitu, Indonesia, Inggris dan Perancis. Mengenai hal tersebut Anggun mengatakan bahwa  “Apapun tentang bahasa Indonesia adalah sesuatu yang alami untuk saya,begitu juga bahasa Inggris karena saya besar dengan mendengarkan Beatles. Sekarang bahasa Perancis adalah bahasa ketigaku, jadi itu alami saja karena saya bicara Perancis hampir setiap hari. Saya rasa saya tidak bisa memilih mana bahasa yang lebih saya suka. Ada masa di mana ada semacam topik yang mungkin mudah untuk dibicarakan atau untuk dinyanyikan atau ditulis dalam Bahasa Perancis misalnya,lalu ada sesuatu yang mudah yang perlu dibawakan dalam bahasa Inggris atau sesuatu yang sulit ke dalam Bahasa Indonesia. Semuanya tercampur, dan saya tak tahu harus pilih bahasa yang mana.”

Anggun juga memberikan saran dan tips bagi artis Asia muda yang ingin berkarir di kancah musik internasional agar selalu mengerjakan sesuatu dengan kerja keras, jangan merasa takut dan kerjakan sesuatu dengan caramu sendiri. “Yang terpenting menurutku adalah individuality yang membuat dirimu adalah kamu. Tak perlu mencoba menjadi Britney-nya Asia, atau Beyonce-nya Asia bahkan Nicky Minaj-nya Asia, mereka hanya satu di dunia. Jadilah diri sendiri untuk menjadi yang terbaik!, karena hanya ada satu kamu di dunia”, tutup Anggun.

 

“What We Remember” Video Lyric

Wednesday, 18 October 2017 10:43

Pekan Raya Indonesia 2017

Konsep Pameran Unik dan Tak Terlupakan

Mengulang kesuksesan tahun lalu, Pekan Raya Indonesia (PRI) 2017 kembali digelar. Bertempat yang sama seperti tahun lalu, ICE-BSD pekan raya ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober sampai dengan 5 November 2017. Bila tahun kemarin menggunakan konsep 1000 Band, di tahun ini mempunyai konsep yang berbeda. Tahun ini konsep lebih fresh ditampilkan dengan 10 exhibition hall indoor dan area outdoor yang akan diisi oleh 500 exhibitor kuliner dan multi produk.

Salah satu konsep yang akan disajikan tahun adalah Wahana  Rumah Hantu. Dengan menampilkan Teater Interaktif Misteri Batavia yang berkolaborasi dengan artis Happy Salma membuat PRI kali ini akan menarik dan tidak terlupakan. Wahana ini bukan sekedar menakut-nakuti, tetapi juga memberikan informasi asal muasal dari urban legend di Jakarta. Ditambah dengan  konsep interaktif yang akan ditampilkan melalui disain rumah hantu yang sangat mirip aslinya, dan memajang hantu yang akan diperankan oleh  para aktor-aktris para pemainTeater Miss Tjitjih yang masih aktif dalam seni teater di bilangan Cempaka Putih.

Menurut Happy Salma konsep yang merujuk dengan cerita Urban Legend ini merupakan cerita yang berasal di kalangan masyarakat Jakarta pada zaman dahulu. Dengan Konsep rumah hantu Happy bukan hanya memajang property saja, tetapi ada interaksi disana.

“Buat yang punya penyakit jantung jangan coba-coba kesini ya..”  ujar Happy sambil tertawa.

 DSC4036Happy Salma & DJ Riri (Foto: Yulia)

Konsep yang disusun sedemikian rupa olehnya bukan hanya sekedar konsep saja, tetapi membutuhkan waktu lama dengan riset yang panjang. “Saya terus mencari alternatif yang mau ditampilkan selain bentuk teater yang konvensional pada umumnya. Saya memang kepingin banget membuat sesuatu yang berbeda dan lahirlah misteri Batavia ini”, jelas Happy.

"Bahwa kita menjadi bagian dari Indonesia di sini, bukan hanya akan belanja, pesta pora, makan-makan, dan mendengarkan musik. Tapi tetap, dasar dari perayaan itu semua adalah keragaman Indonesia baik dari makanan, pakaian, bahkan historikal," tuturnya.

PRI merupakan event tahunan yang digelar oleh Exhibitor Organizer PT Indonesia International Graha (IIG Events) yang berada di bawah naungan PT Indonesia International Expo (IIE) yang dipimpin oleh Ryan Adrian selaku Presiden Direktur.

Dari sejak awal PRI  bertekad  untuk menyajikan tujuan rekreasi masyarakat umum. Acara ini bisa dinikmati untuk semua umur dengan beragam konsep yang disajikan. Untuk PRI 2017 disajikannya dari konsep Pesta Wisata, pertunjukan budaya, hingga konser musik dari Kolaborasi Musik Kita (KOMIK), yang menampilkan musisi ternama seperti Raisa, Sheila On 7, Glenn Fredly, Kahitna, GIGI, Ayu Ting Ting, Rizky Febian, DJ Riri, dan lainnya.

 DSC4019Ryan Adrian selaku Presiden Direktur PT Indonesia International Graha (IIG Events)

“Budaya adalah hal yang seharusnya menjadi sesuatu yang selain dibanggakan juga dipahami oleh genarasi milenial, yang terekpos melalui berbagai gadget yang dibanjiri dengan informasi dari dunia maya. Event kali ini juga menampilkan kesenian dari budaya-budaya Indonesa dari Sabang sampai Merauke”, ungkap Ryan Adrian di acara jumpa pers di Hard Rock Café, Jakarta, Selasa (17/10).

Dengan target 1 juta pengunjung di tahun ini, acara ini akan semakin meriah dengan menghadirkan berbagai permainan anak seperti carousel dan bianglala yang sering ditemukan di pasar malam, dan ditambah dengan kehadiran Mookiland yang menyuguhkan petualangan dan arena bermain bagi anak dalam istana balon.

PRI 2017 tahun ini merupakan hasil riset yang dilakukan oleh penyelenggara yang mencoba memahami minat dari pengunjung tahun sebelumnya. Seperti hadirnya Komunitas Organik dan juga beberapa pengusaha biji kopi dari seluruh Nusantara./Yulia

Wednesday, 18 October 2017 22:27

Super Soccer Futsal Battle 2017

Turnamen Soccer Futsal Terbesar Berstandar Internasional

Olah raga yang mengutamakan keterampilan memanipulasi bola dengan kaki  ini masih menjadi olah raga favorite di masyarakat baik tua maupun muda. Beragam tempat pertandingan dan wadah dari olah raga ini semakin banyak menjamur di tanah air. Hal inilah yang membuat Super Soccer membuat turnamen futsal pertama kali dengan tajuk “Super Soccer Futsal Battle (SSFB) 2017”.

Turnamen ini merupakan sebuah wadah bagi para pelaku dan pecinta olah raga futsal di tanah air. SSFB adalah kejuaraan futsal amatir yang sudah berjalan sejak bulan September 2017 lalu yang  diselenggarakan di delapan kota di Indonesia khususnya Jakarta, Depok, Tangerang, Sukabumi, Serang, Bogor, Bekasi dan Karawang. Turnamen SSFB 2017 dibagi ke dalam tiga babak yakni babak eliminasi, final, dan grand final.

Acara ini diikuti oleh 320 tim dari 20 Kabupaten/Kota yang mengikuti babak eleminasi dengan 96 tim yang lolos  dan telah berlaga di babak Final Round yang digelar di 3 Kota Jakarta, Bekasi dan Tangerang. Saat ini, perhelatan ini telah memasuki masa Grand Final dengan meloloskan 12 tim yang akan diselenggarakan di Bintaro Jaya Exchange, 21-22 Oktober 2017.

“Sebanyak 12 tim terbaik hasil babak Final Round sudah bersiap untuk tampil dalam babak Grand Final tersebut, dengan total hadiah dari mulai eliminasi, Final Round dan Grand Final sekitar 200 juta rupiah, dengan jumlah yang variatif dan berbeda disetiap babaknya. Dan pada grand final nanti juara satunya mendapat hadiah sebesar 20 juta rupiah” ungkap Ricko, Panitia pelaksana Super Soccer Futsal Battle.

Dengan menggunakan ukuran lapangan berstandar internasional, yaitu 20x40 meter persegi dan bahan lapangan yang berbentuk interlock, turnamen ini mempunyai aturan pelaksanaan “The Real Futsal Culture”yang sudah ditetapkan oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI). Dengan adanya kategori umum, dan dibatasinya pemain liga profesional untuk menambah suasana kompetitif yang merata di turnamen tersebut.

Perhelatan akbar ini akan ada suguhan hiburan eksebisi antar kampus,  eksebisi selebriti dan eksebisi timnas futsal juara AFF 2010,  dan juga  menampilkan suguhan musik dari Rockin Battle, penampilan Angle Percussion, FDJ Arien Ctherine, One Way Freestyler Indonesia, dan Jakarta Dancer. Tertarik untuk menyaksikan siapa tim terbaik SSFB perdana di tahun ini? Jangan  lewatkan Grand Final SSFB 2017  “The Real Futsal Culture”!?YDhew.

Friday, 13 October 2017 10:20

Steven Coconutreez

Reuni yang Berjalan Manis

Setelah delapan tahun menghilang dari industri musik nasional, belum lama ini keempat punggawa Steven Coconutreez dipersatukan kemba di atas panggung dalam event Synchronize Fest 2017 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta pada Sabtu (7/10) kemarin. Panggung Lake Stage menjadi saksi jika magnet grup reggae yang diawaki oleh Tpenk, Rival, Iwan dan Tege, masih cukup kuat untuk  menyedot kedatangan massa yang penasaran yang tak ingin melewatkan momen langka ini.

Tanpa basa-basi, salah satu pionir reggae asal Jakarta itu langsung menyapa kerinduan penggemarnya pada hit ‘Long Time No See’. Sebuah lagu yang konteks liriknya dapat merepresentasikan kebahagiaan Coconuttreez dapat bersua kembali dengan para penggemarnya, seraya melanjutkan ajakan menari dengan ’Holiday’, ’Horny Horny’ dan ’Burning With My Fire’.

Malam itu, mereka berhasil membagi porsi tugas dengan baik. Suara Tpenk yang terdengar khas tiada dua, cabikan bass Pallo yang dansakan massa, lengkingan gitar Tege sesekali keluar memekakan telinga, dan dilain sisi ia berperan vital menjaga tempo musik. Lalu aksi individu yang dapat mencengangkan mata mampu dilakoni tak kalah baik oleh Iwano. Meskipun telah lama tak tampil bersama, para punggawanya justru tak nampak gugup ditonton ribuan pasang mata. Enerji musik mereka berjalan dengan baik meski tampil minus Aray (gitar) dan Gocay (drum).

02 Pallo Steven Coconutreez TezaPallo_Steven Coconutreez (foto: Teza)

"Berikutnya, kami akan memainkan lagu favorit dari almarhum Opa Teddy ’Lagu Badai,," ucap Tpenk, diselingi aksi menawan solo djimbe yang ditabuh Iwan. Pada track tersebut, mereka tampil dengan format akustik yang berlanjut saat menggulirkan tembang ’Kembali’, strategi tersebut terbukti ampuh membius penonton yang kegirangan bernyanyi sangat kompak.

Tak luput dari momen istimewa, ’Bebas Merdeka’ pun mengudara beserta ’Welcome to My Paradise’ dan makin saja membuat Lake Stage tambah bergelora dengan penonton yang klimaks menari enjoy menikmati irama musik yang terkenal lahir dari tanah Jamaika itu. Sebagai closing party, Coconutreez  hadirkan ’Lagu Pantai’ yang membuat mayoritas penonton tambah berjingkrakan dalam menghayati lagu milik Imanez itu.

"Lagi.. Lagi.. satu lagu lagi dong, saya datang dari Makassar, khusus untuk nonton reunian ini," teriak seorang penonton yang meminta personil Coconuttreez kembali menghiburnya dan membatalkan rencana cabut dari panggung.

‘Sunset’ pun tersaji dengan indah di Lake Stage, Synchronize Fest II. Sebagai lagu penutup, nomor yang keluar pada album kedua itu membuat seakan party tak seharusnya usai dengan cepat. Bahkan hingga diberikan bonus lagu pun, penonton tidak henti meminta encore.

03 Iwan Steven Coconutreez TezaIwan_Steven Coconutreez (foto: Teza)

Impresifnya penampilan Coconut malam itu, turut dibantu juga dengan kehadiran beberapa additional player,  diantaranya 3 pemain alat tiup trumpet-saxophone, backing vocal serta posisi drum. Pemilihan songlist dari album pertama-kedua, sangat tepat. Terbukti banyak penonton yang sangat fasih bernyanyi kala songlist di atas digeber tuntas.

Yang masih menjadi teka-teki,  apakah kebersamaan mereka hanya project satu malam saja atau justru akan berlanjut hingga melahirkan progres album baru? Tetap nantikan kabarnya hanya di NewsMusik/ Teza

 

Tuesday, 10 October 2017 08:54

Indonesia Next Apps 4

Developer Indonesia Hasilkan Karya Aplikatif Untuk Negeri

Samsung mewujudkan komitmennya sebagai salah satu pemimpin pasar ponsel di Indonesia maupun dunia dengan membuat kompetisi bagi anak muda Indonesia dalam membuat lokal konten atau aplikasi yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan industri di Indonesia.
Bertempat di Ayana Mid Plaza Hotel Ballroom, Senin (9/10) mengumumkan 16 pemenang Indonesia Next Apps 4.0 (INA 4.0) yang berhasil menjawab tantangan dari empat kategori yang dilombakan, yaitu Samsung SDK (Software Development Kit), Gear VR, Tizen untuk smartphone, dan Tizen untuk wearable, ditambah lagi tantangan yang diberikan partner INA sebagai pelaku industri perbankan, property, tata kota, dan jasa publik.

INA adalah kompetisi nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Samsung Electronics Indonesia yang pada kali ini menginjak tahun keempat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi melalui pembuatan aplikasi lokal dan  merangkul serta mewadahi para developer aplikasi di Indonesia agar dapat menjadi sumber daya industri ICT yang mumpuni dan bermanfaat untuk kebutuhan pasar dan industri lokal. INA 4.0 dibuka dengan serangkaian workshop sejak Juli 2017 yang diadakan 8 kota, seperti Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan dan Makassar.

foto2Menteri Menteri Kominfo, Rudiantara

Selama kompetisi yang dibuka sejak 25 Juli sampai dengan 18 September acara ini berhasil menarik keikutsertaan  lebih dari 1.600 developer dari seluruh Indonesia. Dan dari jumlah tersebut kemudian disaring oleh Samsung dan mendapatkan 976 aplikasi yang tervalidasi. “Dari 1.600 developer yang telah mengirimkan proposal dan menjelaskan tentang aplikasinya, tersaring 20 finalis yang diuji oleh para juri di acara ini. Dan berharap kemenangan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus menyempurnakan ilmu dan karyanya”, ujar KangHyun Lee, Corporate Affair Vice President Samsung Electronics Indonesia.

Proses penjuriannya ditentukan berdasarkan nilai bagi peserta berdasarkan beberapa kriteria umum, seperti kesiapgunaan aplikasi, masalah yang diselesaikan, fitur dan kegunaan aplikasi, konsep atau ide inovasi, serta kemudahan tampilan dan penggunaan, namun setip kategori maupun sub kategori juga memiliki syarat dan ketentuan berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Samsung menambah kategori baru, yakni Tantangan Industri. Untuk kategori ini, vendor asal Korea Selatan itu menggandeng BRI, Sinarmas Land, Jakarta Smart City, Angkasa Pura II dan IBM.

foto3Para juri INA 4.0

Acara hari ini juga di hadiri oleh Menteri Kominfo, Rudiantara  yang menjelaskan bagaimana Menteri Kominfo mengapresiasi acara INA 4.0, sementara untuk pengembangan ekosistem aplikasi secara khusus ia mengajak pabrikan gawai untuk mendorong lebih banyak lagi developer selaku suber daya industri untuk menghasilkan aplikasi-aplikasi yang bermanfaat. “Di Perpres permasalahan pertama dalam ekonomi digital adalah sumberdaya manusia”, jelasnya.

Para pemengan INA 4.0  akan dibina dan dibantu oleh Samsung untuk mempromosikan aplikasinya diperangkat mereka dan juga mendapatkan hadiah dengan total Rp. 600.000,-
Berikut nama-nama pemenang dalam lima kategori INA 4.0:

Kategori Samsung SDK Challage
Juara 1 : aplikasi Mona
Juara 2 : aplikasi Kato
Juara 3 : aplikasi Athlest

Kategori Gear VR Challenge
Juara 1 : aplikasi GoSimulator VR
Juara 2 : aplikasi Starship Infiltration VR
Juara 3 : aplikasi Sky Battle Arena

Tizen Smartphone Challenge
Juara 1 : aplikasi Crazy Cargo
Juara 2 : aplikasi Kitaria Heroes
Juara 3 : aplikasi Relaxio


Tizen Wearable Challenge
Juara 1 : aplikasi Fishing Go
Juara 2 : aplikasi Snipe n Watch
Juara 3 : aplikasi Mucha Gun

Juara Kategori Industry Challenge
Sub Kategori Perbankan dari BRI : aplikasi UKM Bersama BRI
Sub Kategori Pelayanan Publik dari PT Angkasa Pura II : aplikasi Skypass
Sub Kategori Tata Kota dari Jakarta Smart City : aplikasi Museum
Sub Kategori Properti dari PT Sinarmas Land : aplikasi City Point

Sunday, 08 October 2017 23:28

Shaggydog

Tampil Maksimal di Synchronize Fest 2017

“Mari kembali lagi ke lantai dansa, menyanyikan lagi-lagu yang sama, sudah kunantikan kau begitu lama dan kujaga api tetap menyala.” Inilah sepenggal lirik lagu Shaggydog yang bertempo cepat yang tanpa basa-basi mereka geber sejak awal. Terbukti akhirnya berhasil membuat para Doggies dan Honnies, sebutan fans band asal Jogjakarta itu, ’Kembali Berdansa’ di Dynamic Stage, Gambir Expo Kemayoran, Jakarta pada Sabtu (7/10) kemarin.

Untuk kedua kalinya, Shaggydog diundang menjadi penampil dalam event musik multi genre terbesar di Indonesia, Synchronize Festival. Lantaran banyak penonton yang mulai berteduh, dirundung cemas akan ancaman hujan, hal tersebut yang justru membuat Heru cs tak kompromi. Mereka semakin menggenjot beat musik dengan sajian ‘Rock Da Mic’, ‘Doggy Doggy’ serta memainkan ‘Ditato’. Pada sesi ini, menjadi ajang pengenalan nama-nama personel Shaggydog sekaligus sebagai ajang pertunjukan skill yang membuat penonton makin berdecak kagum melihat para idolanya tampil sangat maksimal pada malam itu.

Pemilihan songlist yang tepat dari Shaggydog pun berbuah manis. Performa apik band yang mengusung genre reggae-ska ini bahkan membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepincut untuk menyambangi Dynamic Stage, meninggalkan Dead Squad yang pada saat bersamaan sedang tampil juga di Lake Stage.

Disana, Jokowi yang berdiri di tengah kerumunan massa yang berjoget kegirangan hanyut akan sihir reggae, disuguhi tembang ’Jalan-Jalan’, sebuah hits Shaggydog dari album Kembali Berdansa yang dirilis pada tahun 2006 silam. Mendengarkan ’Di Sayidan’ didendangkan, Presiden RI pun ikut mengayun-ayunkan kepala menikmati irama musi. Seraya menggerakkan bibir seperti ikut menyanyikan lagu yang terlahir pada album Hot Dogz (2003) itu. “Minta maaf Pak Jokowi kalau agak celele’an (bergaya asal-asalan),” ucap Heru Wahyono, vokalis  Shaggydog di sela penampilannya di atas panggung.

02 Shaggydog TezaShaggydog (Foto: Teza)

Malam itu Heru, Richard (gitar) dan Lilik (keyboard) terlihat paling aktif berupaya membakar atmosfer Dynamic Stage. Mereka kerap maju ke sudut terdepan panggung, mengajak para Doggies dan Honnies untuk tak henti-hentinya menyumbangkan suara-suara lantang, menghilangkan senyap malam. Salah satu upaya dari vokalis Shaggydog ke fans agar mereka tidak berpaling ke panggung lain ialah, dengan membagi-bagikan topi secara gratis kepada penonton.

Sebelum menutup acara, band yang sempat malang melintang manggung di Eropa dan Amerika itu juga mendendangkan single teranyarnya ’Ambilkan Gelas’ yang dirilis pada September, bulan lalu. Lagu yang diramu dengan nuansa dangdut reggae ini, terbukti ampuh kembali menggoyang crowd, dan menjadi kenangan manis tersendiri bagi Shaggydog yang mendapat tugas mulia untuk kali kedua didapuk sebagai penghibur pada ajang musik indie Synchronize Fest 2017./ Teza

03 Shaggydog TezaShaggydog (Foto: Teza)

 

 

Saturday, 07 October 2017 23:19

Efek Rumah Kaca

Tanpa Cholil dan Keluhungan Ade Paloh yang Bikin Terharu

Synchronize Fest hari pertama telah usai, kejutan demi kejutan lahir dalam festival musik multi genre itu. Ada penonton yang terkagum-kagum, bersuka ria, bahkan timbul rasa kecewa lantaran penampilan sang idola di atas panggung tak sesuai dengan ekspektasi dengan kedatangannya pada event tersebut. Namun pada sisi lain, kejutan yang hadir pada malam itu dapat membius massa seketika, dimana sosok pergantian peran menjadi aksi yang sangat klimaks merasuki hati penggemar yang lirih larut dalam nyanyian.

Salah satu yang cukup mengejutkan ialah absennya vokalis Efek Rumah Kaca (ERK) Cholil, pada event Synchronize II. Cholil mengucapkan permohonan maaf kepada para penggemar ERK melalui video berdurasi kurang lebih 1 menit yang ditayangkan pada layar District Stage. Seperti diketahui, ia berhalangan pulang ke Indonesia dari tempat ia bermukim saat ini di New York, Amerika Serikat.

Malam itu Cholil Mahmud mengumumkan, Ade Firza Paloh "Sore" didapuk menjadi vocalis utama, serta menunjuk Billy Saleh "Polka Wars" sebagai rhytm gitar sekaligus backing vocal ERK. Terbukti, keduanya mampu mengobati peluh kecewa para penggemar ERK, berkolaborasi apik dengan Akbar Bagus Sudibyo (drummer), Poppie Airil (bassist) dan additional player lainnya melalui ’Pasar Bisa Diciptakan’, ’Banyak Asap Disana’, ,Debu-Debu Beterbangan’, ’Balerina’ dan ’Kamar Gelap’.

Kala suara kompak ribuan penonton mengudara, justru mengalahkan besaran volume utama walaupun dengan bantuan microphone sekalipun. Terbukti, malam itu District Stage paling hingar bingar diantara 4 panggung lainnya. Padahal disaat yang bersamaan, D'Essentials Of Groove, Tipe X, Superman Is Dead dan Oomleo Berkaraoke sedang unjuk gigi. Jumat (6/10) malam menjadi bukti nyata bahwa Efek Rumah Kaca menjadi band yang paling menyedot massa musik multi genre yang menyambangi venue acara Synchronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Meski minus Cholil sebagai frontman, lirik puitis ERK tetap setia diteriakkan oleh penggemarnya.

02 Ade Paloh TezaEfek Rumah Kaca (Foto: Teza)

 

"Ini merupakan gagasan Cholil dan Akbar. Awalnya Cholil whatsapp dan gue tadinya terus terang sungkan. Karena, yah segen aja bawain lagu Efek Rumah Kaca, disamping range vocal yang tinggi, gue suka nggak pede-an kalo dipercayain membawakan karya orang, karena takut malah merusak," ucap Ade Paloh kepada NewsMusik.

Pada akhirnya vokalis "Sore" itu didaulat mengisi kekosongan figur vocal utama pada tubuh ERK. Dirinya merasa sangat terhormat bahkan terharu kala penonton ikut terbius dengan alunan nada yang terus berhembus mengawang di District Stage. "Terlebih pas di panggung, kebersamaan jiwa sama yang nonton menyatu padu bikin terharu," ungkapnya.

Dia menerangkan, "yang susah memang range vocal Cholil yang kira-kira 1 (satu) oktaf diatas gue. Tapi mereka (Efek Rumah Kaca) ngasih kebebasan buat gimana gue ngebawainnya, merunut dengan gaya vokal gue."

Dalam latihan studio selama 2x pertemuan, punggawa ERK memberi opsi ke Ade dan bersedia untuk menurunkan scale oktaf bila diperlukan. Dengan segala tantangannya, ia justru menyanyikan lagu-lagu ERK dengan chord yang sama dimana Cholil biasa bermain.

03 Efek Rumah Kaca TezaAde Paloh (Foto: Teza)

"Ada 1 (satu) lagu yang emang gue minta secara pribadi untuk dibawain, yaitu ’Kamar Gelap’, Ade Paloh melanjutkan, dia memiliki personal attachment terhadap lagu tersebut. Lagu itu adalah lagu ERK paling kena buat gue, sampai saat ini. Karena bercerita soal keluhungan masa yang tertangkap kamera, ujarnya."

Melihat dan mendengar kabar jika Cholil tak bisa merapat ke venue, segenap nama-nama beken di scene musik indie Indonesia turut menyumbangkan suara untuk ERK secara on the spot alias tanpa latihan studio. Mereka adalah Arina "Mocca" yang dengan sendu melantunkan "Desember", Robi Navicula dengan kritis menyuarakan "Di Udara", serta Iga Massardi "Barasuara" yang membakar atmosfer pada tembang "Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa". /Teza

Sunday, 08 October 2017 16:58

Ebiet G. Ade

Dari Muda-Mudi Hingga Presiden RI

Pukul 18.00, depan District Stage mulai ramai didatangi kumpulan muda-mudi yang terlihat enjoy duduk berbincang, sembari menunggu idolanya tampil menghiasi panggung. Menit ke menit berjalan, semakin crowded saja massa mengerumpun di salah satu panggung Synchronize Fest itu. Sudah terjadwalkan pada Sabtu, 7 Oktober 2017, penyanyi sekaligus penyair Ebiet G. Ade akan perform di venue Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, pukul 18.30 Wib.

Menepati rundown pertunjukan, Ebiet G. Ade berjalan sendiri di atas panggung sambil menenteng "senjata", acoustic guitar Cole Clark. Kedatangannya pun disambut riuh teriakan histeris penggemar.  Tanpa seucap katapun kepada penonton, ia fokus memetik gitarnya, yang dilanjutkan dengan nyanyian "Jakarta I", sebuah lagu yang ditulisnya pada album debut Camelia I yang dirilis tahun 1979.  Pria bernama lengkap Abid Ghoffar bin Aboe Dja’far itu, kembali melanjutkan syair puisinya dalam "Mimpi di Parang Tritis" dan "Cerita Cinta Suminah dan Tukang Sapu"

Ebiet G. Ade pun tak menyangka, jika aksi tunggalnya malam itu di apresiasi luar biasa oleh sekerumunan massa. "Ditonton dari kalangan anak muda adalah anugerah yang sangat didambakan oleh para orang-orang tua. Adek-adek semua Insya Allah akan mendapat hadiah dari Tuhan, karena sudah membahagiakan orang tua" ucap Ebiet dengan senyum sumringah.

Teriakan "lolong" dari seorang penonton, ia tanggapi dengan penghayatan mendalam kala menyuarakan syair indahnya, yang membuat para penggemar terbius seketika meresapi guratan lirik sendu pada tembang tersebut. "Lagu selanjutnya adalah Camelia," kata Ebiet, lalu disambut candaaan oleh sejumlah penonton yang menutur, "Camelia I, Camelia II atau Camelia III nih. Ada banyak soalnya lagu Camelia." Menanggapi hal tersebut, Ebiet membalasnya dengan senyuman. Baru setelah itu mulai ia suarakan tembang hits ’Camelia III’, ’Titip Rindu Buat Ayah’, serta ’Cintaku Kandas di Rerumputan’.

02 Ebiet G. Ade TezaEbiet G. Ade (Foto: Teza)

"Ada kabar gembira, entah berada dimana, dan yang jelas malam ini hadir di tengah-tengah kita seorang tamu spesial. Selamat datang bapak Presiden Joko Widodo, terima kasih sudah menonton saya," kata Ebie. Pada waktu yang bersamaan, akun Instagram milik Presiden RI itu live memperlihatkan kepadatan crowd penonton di District Stage kala Bapak dari musisi Adera itu kembali mempuitiskan hari dengan ’Elegi Esok Pagi’.

Pada kesempatan akhir perform, Ebiet G Ade membawakan ’Berita Kepada Kawan’, sebuah lagu yang ditulisnya untuk mengenang tragedi Sinila di Dataran Tinggi Dieng yang menewaskan 149 orang yang ditemukan bergelimpangan tak bernyawa di jalan-jalan sekitar pemukiman penduduk, karena menghirup udara beracun. "Jadi artinya, apa yang saya rasakan sekitar 40 tahun lalu, ternyata masih bisa saya rasakan hari ini. Itu menjadi sesuatu yang luar biasa bagi saya, terima kasih," ucap Ebiet.

Seperti diketahui, pada hari yang sama sedang terjadi musibah banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pangandaran yang merenggut sedikitnya 4 nyawa. Konteks lagu ,Berita Kepada Kawan' yang dituliskan oleh Ebiet G. Ade cukup akrab bagi telinga pendengar, karena dapat merepresentasikan suratan kabar duka yang terjadi di wilayah Indonesia./ Teza

03 Ebiet G. Ade TezaEbiet g. Ade (Foto: Teza)

Wednesday, 11 October 2017 16:09

Audy

Luncurkan Album The Best Of 17

Paula Allodya Item atau yang di kenal dengan Audy,  sudah 17 tahun berkarya di industri musik tanah air dan pernah berjaya di tahun 2003 dengan mendapatkan 3 penghargaan sekaligus dari Anugerah Musik Indonesia sebagai Solo Wanita Rock Terbaik, Solo Wanita Terbaik, dan Album Pop Terbaik.

Sejak menikah dengan Iko Uwais pada tahun 2012 lalu, Audy memutuskan untuk berhenti bernyanyi dan lebih memilh menjadi seorang ibu rumah tangga dan mengurus anak semata wayangnya Atreya Syahla Putri Uwais. Merayakan 17 tahun berkarirnya, Audy kembali menunjukkan eksistensinya di dunia musik. Menandai hal tersebut Audy meluncurkan album yang bertajuk "The Best  Of Audy 17".

Audy dan angka adalah bagian yang tidak terpisahkan. Yup, semua album Audy selalu ditandai dengan angka. Album pertamanya berjudul "18", yang artinya dirilisnya album itu pas penyanyi bersuara khas ini berusia delapan belas tahun. Adapun album keduanya berjudul "20-20", hal ini karena tanggal 20 bulan 2 adalah tanggal rilis albumnya, dan 20 tahun adalah tepat usia Audy saat albumnya beredar. Banyak sudah hits yang telah dihasilkannya.

Album yang bertajuk The Best of Audy 17" ini sudah bisa ditebak artinya. Ya.. Album ini berisikan 17 lagu terbaik dari Audy selama masa berkarya di industri musik Indonesia. Ada 15 hits terpopulernya dan menambahkan 2 lagu baru sebagai pemanis.

Beberapa hit yang dimasukan kedalam ”The Best Of Audy 17” diantaranya adalah ’Satu Jam Saja’, ’Lama-lama Aku Bosan’, ’Pencuri Hati’, ’Pergi Cinta’, ’Untuk Sahabat’, Menangis Semalam’, ’Bila Saja’  hingga ’Janji Di Atas Ingkar’, sedangkan 2 lagu baru berjudul ’Tapi Aku’ dan ’Lelaki Sempurna’.

02 Audy Item IsmedAudy Item (Foto: Ismed)

“Perasaan terhadap begitu banyaknya karya-karya saya yang diterima banyak orang? Jujur, saya tidak percaya. Karena pada dasarnya saya bukan tipikel penyanyi yang skill full seperti Beyonce atau Mariah Carey. Mungkin kekuatan dari lagunya juga. Bagi saya menyanyi juga bukan hanya punya suara yang merdu, tapi juga bagaimana caranya supaya antara suara, musik dan lagunya menyatu. Alhamdulillah,  lagu-lagu saya bisa diterima baik dan digemari oleh masyarakat Indonesia”, jelas Audy.

Album ini secara khusus juga menampilkan hit single terbaru Audy berjudul ’Tapi Aku’, lagu yang ditulis oleh Pia Utopia ini yang bercerita tentang seseorang yang telah give up dengan hubungannya dan akhirnya dia berpaling ke orang lain. Sedangkan untuk musiknya sendiri, di arrange oleh Tohpati.

Video musik untuk lagu yang terbaru single ini sudah dibuat. Hasil karya Jody Okto, seorang fotografer, sekaligus videografer handal. Selain itu, Audy juga dibantu oleh Miller Khan sebagai model di dalam video musik ini. Proses penggarapannya dikemas cukup singkat, hanya diambil dalam waktu 1 hari. Semoga album Audy terbaru ini dapat mengobati kekangenan para penggemarnya diseluruh Indonesia./ Rizal

Page 1 of 121