2ND-BORN

Wah, Jelang 25 Tahun!

Kami berdiri di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada tahun 1989. Kami bertiga dulu, bermain untuk sebuah clubs di sana. Lalu jalanlah, sebagai trio. Kemudian kami lantas mencari satu orang vokalis. Itu berdirinya, lalu duduknya, kapan? Tapi yang pasti, Deddy Isman, kibordisnya dan yang pertama kali berinisiatif membentuk kelompok ini, lebih sering bermain sambil duduk. Teman-teman lain, lebih capek dong?

Tapi bagusnya, ternyata mereka tetap seia-sekata. Tak terasa sampai sekarang jalan terus bersama. Bergandengan mesra! Mesra? Kok kelihatannya, yang paling mesra itu, Rudiansyah sang gitaris dan Deddy Permanasakti si vokalis? Ada apa sih? Ini joke segar mereka, yang terus berbunyi sampai sekarang. Ok, tapi ada apa sebenarnya?

2ndborn

Yang jelas, mereka hanya sempat mengganti gitaris. Gitaris baru 3x berganti. Pertama adalah, gitaris kawakan, Agam Hamzah. Sementara para personil lain tetap saja. Betah luar dalam. “Kami ini bukan lagi band, tapi keluarga. Ada yang mau solo karir, kita support rame-rame,” terang Oppie Danzo, vokalis.

Raymond Patti, drummer, mengiyakan. “Ini jadi bukan semata-mata band. Sekian puluhan tahun bersama. Jadi kayak keluarga dan kerabat dekat. Ada yang ditimpa musibah, ya kita bantu bareng-bareng. Kan kita juga menyimpan tabungan sebagai kas. Bahkan kita juga membiasakan diri, membagikan THR di antara kita lho…” Jelas Oppie Danzo menambahkan.

Nama mereka adalah 2nd Born (Second Born). Artinya, menurut Deddy Isman, Born itu diambil dari Borneo sebenarnya. “Kan kami berasal dari Kalimantan tuh.”terang Deddy Isman lagi. Lalu kata-kata “2nd” di depannya, lebih sebagai pemanis. “Jadi jangan tanyakan, 1st Born nya siapa dan dimana ya? Dipilih nama 2nd Born biar lebih enak aja dilihatnya dan diucapkan,” lanjut Raymond Patti.

Pada awalnya dulu, mereka bertiga memang mampu menyanyi, sambil main musik. Walau sejatinya, drummer Raymond Patti itu adalah penyanyi asli, bukan drummer! “Yang kami cari itu, penyanyi tapi bisa main drums. Paling tidak yam au belajar bisa main drums. Kita kepengen memang semuanya bisa menyanyi. Raymond kita tarik, dan dia bersedia untuk belajar drums…”jelas Deddy Isman, sambil senyum.

Bertiga Deddy Isman, Raymond Patti dan bassis, Abdul Kadir, lalu mencari vokalis utama dari band. Berjumpa dengan Ayib Bahasyim, yang ternyata berminat untuk bergabung. Itulah formasi paling awal. Pada perkembangannya, di 1991, mereka memenuhi ajakan alm.Harry Bharata dan Jelly Tobing, untuk pindah ke Jakarta. Mereka bertemulah dengan Agam Hamzah, yang bersedia menjadi gitaris. Masuk Jakarta, tahun 1991. Beberapa bulan kemudian, mereka kembali, dan bermain di clubs di sana kembali.

2ndbornDi 1992, mereka lantas berangkat lagi ke Jakarta. Nekad untuk mengadu nasib. Dan buat mereka, kalau ingin maju dalam bermusik, harus ke Jakarta! Berikutnya, masuklah penyanyi, Deddy Permanasakti. Terakhir, barulah Oppie Danzo. Dan dari sebelumnya, mereka sudah mulai terbiasa untuk dominan menjadi cover-band dari Queen!

Paling menarik, mengamati perjalanan kelompok ini memang pada formasinya yang tak berubah. Terus bermain. Hingga kini mereka juga sudah berkeliling berbagai kota di seluruh Indonesia, bahkan juga luar negeri. Tambah menarik mendengar cerita mereka, tidak pernah main di Bali. Lama juga mereka mengidamkan bisa main di Bali.

Tapi, ini cerita Oppie, ketika sekalinya mereka memperoleh job ke Bali maka lantas berturutan job mengalir untuk ke Bali. Bahkan, pernah terjadi dalam seminggu kami main di Bali dua kali, tambah Deddy. Begitupun halnya dengan kota Medan. Tidak pernah ada job di Medan, tapi begitu dapat, berturutanlah job berdatangan dari ibukota Sumatera Utara itu.

2nd Born, untuk seluruh members-nya, telah memberi banyak hal. Sebagian besar, hal-hal indah, kata mereka. Dari kesukacitaan, fans-fans yang bertambah terus dan baik hati serta…aha, rajin memberikan cinderamata macam-macam. Hidup yang menjadi lebih nyaman dan lumayan terjamin. Bahkan sampai…istri! Salah satunya Oppie Danzo, yang menikah walau istrinya ternyata bukan fans 2nd Born. Bahkan istrinya tidak tahu sebelumnya, bahwa Oppie itu penyanyi.

Oh ya, perkara karir di luar grup, Oppie dan Deddy selama ini memang sempat punya grup atau mendukung grup lain. Oppie misalnya, dengan Voodoo dan Opera. Tapi, jelas Oppie, saya mengutamakan 2nd Born. Karena ya, saya diijinkan dengan grup lain, dengan baik-baik oleh semua personil kan? “Saya malah didukung penuh oleh teman-teman 2nd Born. Ini memperlihatkan bahwa kami memang bukan lagi band, tapi sudah menjadi keluarga,” terang Oppie.

Dengar-dengar kabar, grup ini menjadi grup entertainer kafe termahal saat ini di sini. Layaklah, melihat konsistensi perjalanan karir mereka selama ini. Seperti, kagak ade matinye! Tetap banyak memainkan lagu-lagu Queen dengan “fasih”, walau saat ini porsi lagu Queen yang dibawakan sudah tidak lagi sebanyak dulu. Mereka juga berkembang menjadi makin segar, cerah dan ceria bila di atas panggung!

Begitulah cerita agak panjang tentang mereka. Tapi ah balik lagi, emangnya ada “apa-apa”nya antara Rudiansyah dan Deddy Permanasakti? Mereka berdua hanya tersenyum lebar, dan saling melirik…. /dM

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found