Lahami & Layala

RMHR & FBLM

Tempat mangkalnya, jl. Supratman 59. Dan terkait sangatlah erat dengan sosok seniman besar Bandung, alm.Harry Roesli. Maka sekarang tongkat estafet berada di tangan dua putra almarhum. Layala Khrisna Patria dan Lahami Khrisna Parana. Bagaimana mereka berdua, melanjutkan segala “perjuangan” almarhum sang ayah. Yang mbeling dalam karya-karyanya, aktif dan sedikit mbalelo, tajam dan lumayan panas melempar kritik lewat karya-karyanya. Apalagi ya? Kepekaan sosial!Lahami

Harry Roesli, dikenal pada masa lalu antara lain lewat pergerakan budaya & musik lewat bendera Depot Seni Kreasi Bandung (DKSB). Banyak nama-nama seniman Bandung yang lantas dilahirkan. Dan kini, tetap berkiprah dan memberi wajah artistik pada kota kembang. Kota yang sejak dulu juga dikenal sebagai, salah satu kota yang mempunyai banyak talenta berbakat di dunia musik dan seni lainnya.

Uniknya, Yala dan Hami. Kalau orang-orang terdekat mereka mengatakan, kelihatannya kembar. Tapi, memang mereka kembar beneran koq! Cuma, seringkali pola tingkah sampai pemikiran mereka agak-agak bersebrangan. Betul begitu, Yala dan Hami? Mungkin hanya ayah dan ibunya yang sangat memahami mereka berdua.

Tapi ketika mereka bersinergi, memang hasilnya…kita sebut saja, menjanjikan. Lewat bendera “baru” bernama Rumah Musik Harry Roesli (RMHR) dan sebuah gerakan bernama, For Better Life Movement (FBLM). RMHR mengadakan program kursus music berkelanjutan dan terarah. Berbagai jenis musik ditampung. Konsep dasar, menggabungkan konsep kursus dan sekolah musik berjenjang, terukur dan mempunyai batas waktu.Lahami__Layala

Lewat RMHR, siswa diinginkan tak sekadar hanya bermain musik dengan baik, namun juga mampu dapat membuat musik. Selain bermain music dengan indah. Lalu FBLM adalah, sebuah lembaga sosial yang bertujuan membantu membinaCaniRock dan memberikan pendidikan bagi anak-anak jalanan dan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sinerji kedua pergerakan di atas, FBLM akan memberi rekomendasi kepada RMHR untuk dapat memberi beasiswa bagi anak-anak yang dibinanya untuk memperdalam musik.

Nah menyoal pada memberikan ruang bagi anak-anak jalanan, sebenarnya memang melanjutkan dari aktifitas sosial yang telah dijalani oleh almarhum Harry Roesli semasa hidupnya. Seniman besar, juga lantaran bertubuh Yala Hami2besar itu, selama ini memang dikenal luas memiliki kepedulian ekstra terhadap anak-anak jalanan dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Yala dan Hami, didukung teman-teman lain, sejauh ini telah berjalan dengan penuh semangat. Mereka membina dan satu demi satu, lahirlah nama-nama berpotensi. Sebut saja, 57Kustik, otewe59, Tania Trio, Indonesia Nu-Progressive dan banyak lainnya.

Lahami__LayalaPara pemusik muda binaan RMHR dan FBLM telah mulai muncul lewat pelbagai acara musik dimana-mana. Antara lain, Java Jazz Festival dan Java Rockin’ Land, sampai International Youth Jazz Festival di Malaysia. Mereka juga berkesempatan tampil sepanggung dengan nama-nama ternama dari Dave Koz, Brian Simpson, Scott Stapp (Creed). Demikian juga dengan musisi besar Indonesia seperti Shandy Sondoro, Ipang, Candil, Melani Soebono, Glenn Fredly, Ello, Dwiki Dharmawan dan Fariz RM.

Belum lama berselang, mereka telah meluncurkan karya musical bertajuk, Can I Rock. Seperti sebuah reinterpretasi, sesuai dengan jamannya, atas karya besar Rock Opera, Ken Arok. Yang memang dihasilkan di awal 1970-an oleh alm.Harry Roesli. Saat ini, mereka juga tengah melakukan produksi album rekaman perdana dari 57Kustik.

Akhirul kata, kita memanjatkan doa agar Yala dan Hami senantiasa akan semakin akrab dan dekat dan…boleh saja, mesra. Sehingga perjalanan selanjutnya dari RMHR dan FLBM akan terus lancar dan mengumpulkan prestasi-prestasi. Bahwasanya, semuanya punya hak untuk memperoleh kesempatan. Dan mereka berjanji, Lampu Kerjamu Tidak Akan Pernah Padam! /dM

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found