Matter Halo Matter Halo - Ibnu Dian & Ganidra Rai | Foto-foto Ibonk

Matter Halo

Terbang dan Menari dengan Nada

Matter Halo… group of duo yang terbentuk pada 2009 lalu berawal dalam formasi utuh. Apa yang dimaksud utuh? Utuh adalah seperti sebuah band kebanyakan yang memiliki 5 personil. Lalu lewat perjalanan waktu, perbedaan kondisi dan internal problem menjadikan band ini seperti sekarang.

Adalah Ibnu Dian (vokal/ gitar/ mandolin/ flute) dan Ganidra Rai (bass/ synth-bass/ backing vocal/ floor) yang masih terus menjalankan gerbong Matter Halo dengan antusias. Berteman baik sejak sekolah mungkin menjadikan keduanya memiliki chemistry yang sama baik soal pemahaman ataupun selera dalam bermusik.

Melongok lagi kebelakang di diawal kiprah duo ini, pada tahun 2010 mereka merilis sebuah mini album yang didistribusikan secara independen yang berngaran “The Affection”. Dalam mini album ini, sebuah single jagoan dengan judul ‘Pure Affection’ mereka gelontorkan. Album yang direkam pada akhir tahun 2009 dan juga diperuntukkan sebagai demo mereka untuk diajukan kepada perusahaan rekaman.

Inilah album idealis mereka yang dikopi sebanyak 1000 keping CD. Semua lagu dikelola dalam bahasa Inggris namun sayangnya hanya menarik animo yang minim. Hanya sekitar 150 keping CD yang terjual, selebihnya mereka bagikan kepada perusahaan rekaman, kerabat, keluarga ataupun penonton secara gratis saat mereka tampil dipanggung. Kabarnya karena idealisme dan lagu berbahasa inggris menyebabkan album ini kurang mendapatkan antusias oleh pasaran di Indonesia.

Walaupun begitu ada satu berita menghibur, lewat single ‘Pure Affection’ sempat bertengger selama beberap bulan di peringkat no.1 Chart Demos 10 di sebuah majalah remaja. Saat itu Matter Halo digawangi selain Ibnu dan Rai ada Nafi Ghaniy pada vocal dan Ivan Baskoro pada gitar

02 Matter Halo IbonkFoto - foto Ibonk

Setelah itu keberadaan mereka mulai mendapat tanggapan positif takkala merilis live album berjudul “Accoustic Sessions EP” secara digital lewat MySpace. Mini album tersebut dibuat lebih aman dengan konsep easy listening dan ringan. Berikutnya beberapa acara mulai dirambah dan pencapaian terbaik takkala ikut meramaikan ajang festival musik Java Rockin’Land.

Pada awal tahun 2011, Ibnu yang berada di posisi drum, mendadak harus mengisi posisi vokal karena ditinggal hengkang oleh Nafi Ghaniy. Pada akhir tahun 2011, Ivan menyusul hengkang dari grup padahal saat itu mereka tengah akan merilis sebuah sinlge berjudul ‘Pesawat Kertas’. Barulah pada tahun 2014 kemarin, mereka kembali melepas mini album kedua dengan judul “Pesawat Kertas” dengan single unggulan ‘Kearah Yang Kau Mau’ yang didistribusikan secara digital melalui iTunes dan Amazon.

Makin lama Matter Halo makin menunjukkan ketertarikannya dalam nuansa elektronik yang lebih kental dan terkonsep dari pada lagu-lagu mereka sebelumnya. Ini dibuktikan lewat album terbaru mereka yang baru saja dirilis pada secara digital dan fisik pada 15/5/2015 dengan judul “Aerotiva”. Mereka menyebut genre musik mereka Aeronautical Folk yang berarti musik ambient yang bisa memberi kesan seperti terbang.

Album ini bercerita tentang perjalan hidup yang dianalogikan bagai sebuah perjalanan pesawat terbang. Intro pembuka dibuka dengan instrumental berjudul ‘Soundof Takeoff’ dan diakhiri dengan lagu ‘Jumpylanding’. Seperti yang diungkapkan oleh Gani, bahwa album ini merupakan ajakan kepada orang-orang yang masih ragu atau takut untuk mencoba hal baru. Ini adalah album ajakan untuk berani mulai melangkah dan berpikiran positif.

03 Matter Halo  Ernanda Putra sang artwork  IbonkMatter Halo & Ernanda Putra sang artwork

Penggarapan album ini, Matter Halo menempatkan Bam Mastro sebagai music producer. Bam yang juga dikenal dengan band Elephant Kind nya dibantu Adhe Arrio dalam proses mastering. Master Halo juga berkolaborasi dengan Ernanda Putra untuk menggarap album artwork mereka yang menurut duo ini, bahwa Ernanda akan sanggup merealisasikan ide dan konsep artwork yang ada dikepala mereka.

Nah… penamaan band ini sendiri diilhami dari sebuah bintang baru diluar angkasa yang bernama “Dark Matter Halo” yang merupakan komponen galaksi berbentuk lingkaran. Oleh Ibnu dan Gani, Matter Halo direfleksikan dalam bentuk musik yang tercipta dari filosofi lingkar kehidupan.

“Kami punya harapan dan tujuan dalam industri ini, khususnya untuk negara-negara lain. Bahwa musik Indonesia sebenarnya sangat beragam dan unik yang bisa dinikmati oleh seluruh dunia,” ungkap Ibnu mengenai keinginan duo tersebut.

Berikut diskografi Matter Halo: The Affection EP (2010), Acoustic Sessions EP (Live Album) (2010), Tanpa Batas (Single) (2010) - OST from Sepeda Eyang Kung (Indie film directed by Asmirandah) (2010), Pesawat Kertas EP (2014),Aerotiva (2015)/ Ibonk

04 Matter Halo Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found