NewsMusik

NewsMusik

Saturday, 12 August 2017 10:21

Iwan Fals

Perjalanan Bermusiknya Dulu dan Sekarang

Sejak dulu ia dikenal lewat lagu-lagunya yang kritis terhadap kondisi kehidupan sosial. Semua juga mengenal pria bernama lengkap Virgiawan Listanto atau biasa disebut dengan Iwan Fals.  Hampir dipastikan semua manusia di negeri ini mengenal baik lagunya seperti ‘Oemar Bakrie’, ‘Wakil Rakyat’, ‘Tante Lisa’ yang merupakan kritikannya terhadap prilaku sejumlah kelompok orang saat itu. Ataupun lagu ‘Lonteku’ yang merupakan empati Iwan Fals terhadap kelompok marginal di Indonesia.

Bukan hanya kondisi sosial di negara ini, tetapi Iwan juga pernah menciptakan sebuah lagu mengenai bencana besar yag melanda Ethiopia. Kritikannya terhadap kondisi politik dan sosial sempat membuatnya berurusan dengan pihak berwajib. Konsernya berulang kali mendapat larangan pemerintah karena dianggap dapat mengancam stabilitas negara.

Pada awal kariernya, Iwan banyak membuat lagu yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan pun enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas.

Kritis, kharismatik, religius, patriotis namun juga sederhana bisa kita lihat dari sosok Iwan Fals. Musisi kelahiran Jakarta, 3 September 1961 ini. Mengawali karirnya di dunia musik tanah air sejak tahun 70an, lagunya yag berirama musik country/ balada, sampai sekarangpun masih tetap konsisten ia bawakan. Sejak usia 13 tahun, Iwan remaja menghabiskan waktunya dengan mengamen dan memainkan alat musik gitar. Besar di kota Kembang Bandung dan melatih musikalitasnya dengan mengamen membuat Iwan cukup mahir dalam menciptakan lagu.

Iwan yang perhatiannya banyak tercurah pada gitar lebih memilih untuk memainkan lagu sendiri dibandingkan pada saat itu teman-temannya lebih tertarik untuk menyanyikan lagu Rolling Stones. Dengan prinsipnya yang memegang hidup sederhana maka tercipta lagu-lagu yang liriknya lucu, humor, yang bisa membuat orang bahagia mendengarnya. “Jelek-jelek yang penting lagu sendiri”, ujar Iwan.

Lagu-lagunya yang merupakan “potret” kehidupan dan suasana sosial di Indonesia kala itu. Sehingga  membuatnya dilirik seorang produser yang akhirnya membuat Iwan hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib dan bergabung bersama Amburadul. Sayangnya, album tersebut jeblok di pasaran yang akhirnya membuat Iwan kembali mengamen di jalanan. Sampai akhirnya, ia bergabung dengan Musica Studio yang menggarapnya lebih serius setelah Iwan menjuarai kejuaraan festival music country keluarlah album  “Sarjana Muda” di tahun 1981 dengan musik yang di garap oleh Willy Soemantri. Dari sinilah kemudian Iwan mulai banyak menerima panggilan untuk manggung, dengan lagunya ‘Oemar Bakri’ yang sempat ditayangkan di TVRI kala itu.

02 Iwan Fals YDhewIwan Fals (foto: YDhew)

Kendati sukses dengan album pertamanya, namun Iwan tetap menjalankan profesinya sebagai pengamen. Ketika anak keduanya lahir, Cikal di tahun 1985 Iwan pun terpaksa menghentikan aktifitasnya tersebut. Lagu-lagunya dianggap terlalu keras di masa Orde Baru, membuat Iwan berulang kali berurusan dengan pihak keamanan. Banyak jadwal acara konser dan  manggung Iwan yang dibatalkan oleh pemerintah, bahkan pada saat manggung pernah sempat dipadamkan aliran listriknya dan dibubarkan dengan paksa karena dianggap dapat memancing kerusuhan yang menyindir penguasa kala itu.

Lagunya seperti ‘Demokrasi Nasi’, ‘Semar Mendem’, ‘Pola Sederhana (Anak Cendana)’ dan ‘Mbak Tini (1978)’ dilarang beredar dan dinyanyikan. Lagu tersebut saat ini menjadi koleksi yang sangat berharga. Ada sekitar 80an lagu yang akhirnya tidak diedarkan.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk “SWAMI” tahun 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits ‘Bento’ dan ‘Bongkar’ yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa di tahun 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan tidak seliar dulu, lirik-lirik lagunya lebih mendalam dan religius. Iwan Fals juga sempat membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain. Tak hanya perubahan dalam musikalitasnya tetapi Iwan juga berubah dari segi penampilan dengan mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul dan berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggotnya dihilangkan.

Dari sisi pakaian, Iwan lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.

Tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals kembali dianugerahi seorang anak lelaki yang diberi nama Raya Rambu Rabbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.

Iwan yang sejak awal penampilannya dikenal kritis, kharismatik, dan kesederhanaannya yang membuat pemujanya yang disebut dengan kaum ‘akar rumput’ selalu menjadi panutan sampai sekarang. NewsMusik yang berkesempatan menemui Iwan Fals beberapa waktu lalu disela konsernya bersama dengan Lea Simanjuntak yang bertajuk “Rising Hope” masih merasakan hal tersebut

Iwan yang didampuk sebagai bintang tamu di acara tersebut mengatakan keprihatinannya tentang kondisi sekarang ini dimana perbedaan agama sangat terasa di saat sekarang. Namun kita masih tetap harus berjuang dan tetap optimis keadaan semakin membaik. “Kita hidup di zaman perubahan, baik dalam hal pembangunan, sumber dayanya. Akan tetapi mutu harus bagus, dan hutang-hutangnya harus jelas peruntukkannya,” pesannya terhadap kondisi sekarang, Iwan juga merasa takjub dengan perubahan pembangunan yang cepat.

03 Iwan Fals YDhewIwan Fals (foto: YDhew)

Meski kondisi saat ini Iwan mengatakan cukup menarik untuk dibuatkan lagu dan banyak hal unik yang bisa dituliskan, namun Iwan seolah enggan untuk menciptakan lagu tersebut. Dirinya lebih memilih untuk menyelesaikan albumnya yang tertunda sejak dua tahun belakangan ini. Album nanti rencananya akan didedikasikan Iwan kepada sang istri Rossana dengan tema “Rossana”.

“Lagu sudah terkumpul banyak, rasanya sayang kalau tidak dibuatkan lagu. Di masa perubahan sekarang banyak manusia-manusia yang bisa jadi pelajaran dan diambil hikmahnya sehingga menarik untuk dibuatkan lagu, adanya hal tersebut membuat albumnya jadi tertunda. Cikal kasih kesempatan saya selama tiga tahun untuk menyelesaikannya,” ujar Iwan.

Mengamati perjalanan musiknya, karya dari Iwan Fals selalu menarik untuk dibicarakan, Iwan Fals yang mengalami metamorphosis sejak awal karirnya hingga sekarang sangat sarat dengan warna-warni. Iwan juga memiliki kepekaan dan mudah tersentuh dengan potret kehidupan sekitarnya, lagu dan syair yang sarat dengan kedalaman hati, kejujuran dan bebas mengekspresikan diri.

Dalam pengerjaan album maupun konser Iwan  selalu menyertakan kelompok musisi pengiring yang tetap. Dan hal lain yang menarik dalam sosok Iwan Fals, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun band-nya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo.

Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu, salute!. Ketegasannya dan kharismanya dalam dunia musik membuatnya menjadi salah satu musisi yang disegani sampai sekarang.

Perkembangan musik yang serba digital saat ini juga tak luput dari perhatian Iwan Fals, dirinya tak menampik bahwa kondisi tersebut membuatnya harus banyak belajar dalam mengikuti perkembangan zaman. Tidak menutup kemungkinan albumnya nanti akan dibuatkannya dalam versi digital, dan hal itu akan semakin mudah bagi orang untuk mengaksesnya. “Malah lebih bagus dengan versi digital tak banyak bahan yang dibutuhkan sehingga berkurang pohon yang ditebang dalam membuat suatu album dalam bentuk fisik,” ujarnya.

Yaah begitulah seorang Iwan Fals dibalik ketenarannya sampai sekarang masih tetap memperhatikan bagaimana caranya bisa berbuat sesuatu untuk kehidupan agar menjadi lebih baik. Tak ada banyak perubahan dari sosok seorang Iwan Fals, dari awal karirnya sampai sekarang. Humanis, patriotis, humoris dan juga romantis namun tetap berkarakter sebagai Iwan Fals yang kita kenal saat ini./ YDhew

04 Iwan Fals YDhewIwan Fals (foto: YDhew)

 

Friday, 11 August 2017 14:19

Sensation Jakarta 2017

Pesta Musik Elektronik Terbaik akan hadir di Jakarta

Untuk pertama kalinya, Sensation akan hadir di Jakarta. 'The World’s Leading Dance Event' atau gelaran dance terkemuka di dunia ini akan mengubah Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City menjadi club terbesar di dunia untuk satu malam pada tanggal 7 Oktober 2017. Dalam gelaran pertama di Indonesia, Sensation membawa seri pertunjukan “The Ocean of White” yang merupakan seri pertunjukan paling spektakuler dan paling banyak diadakan di berbagai belahan dunia.

Hall ICE akan diubah total menjadi sebuah dunia bawah laut yang menakjubkan dengan pancuran air yang menyembur tinggi seiring dentuman dance music, percikan api yang memancar berkelap-kelip dari langit-langit, penari akrobat yang bergelantungan di arena, serta instalasi jellyfish dance raksasa yang megah menaungi dance floor. Direncanakan juga lebih dari 20,000 orang berpakaian serba putih akan berpesta sepanjang malam menikmati pertunjukan yang spektakuler dengan iringan musik elektronik terbaik.

Sebagaimana layaknya gelaran Sensation di seluruh dunia, Sensation Jakarta 2017 juga akan menggunakan dress code serba putih. Tradisi ini sayangnya, lahir dari sebuah peristiwa tragis. Adalah Miles Stutterheim, saudara dari pendiri Sensation, Duncan Stutterheim, dan seorang teman dekat kru Sensation meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2001.

Dan pada akhirnya semua yang akan menghadiri Sensation tahun itu, diajak secara informal untuk berpakaian serba putih sebagai bentuk penghormatan. Hasilnya, lebih dari 80% pengunjung mengikuti ajakan tersebut. Inilah awal mula lahirnya tradisi dress code di setiap acara Sensation berikutnya. Sensation, yang dikenal sebagai White Party, memiliki slogan resmi "Be part of the Night, Dress in White".

02 Thierry Van Dyck, Eric Keijer, Michael Kennedy, Francis Aswin, Sudhir Syal, dan Sita Mahabier pada saat press conference Sensation Jakarta 2017 IstimewaThierry Van Dyck, Eric Keijer, Michael Kennedy, Francis Aswin, Sudhir Syal, dan Sita Mahabier
pada saat press conference Sensation Jakarta 2017 (Istimewa)

Acara ini juga memenangkan penghargaan sebagai acara terbaik tahun ini di Belanda, Jerman, Australia, Brazil, India, Denmark dan negara lainnya. Apalagi ID&T, promotor Sensation, telah mendapat predikat promotor acara terbaik di dunia sebanyak empat kali.

Berbeda dengan tipe konser lain yang memiliki panggung di salah satu sisi ruangan, panggung Sensation terletak di tengah-tengah arena. Maka, semua yang hadir tidak akan saling membelakangi sambil menatap DJ di panggung, tapi akan menari bersama dalam sebuah lingkaran besar yang akan menciptakan sebuah atmosfer kesatuan. Panggungnya sendiri terkenal spektakuler sebagai sebuah karya Stagecraft, berkat pancaran sinar laser, tata cahaya megah, pertunjukan akrobat, detil yang rumit dan efek pyro.

Gelaran ini juga kerap menghadirkan ikonnya, yaitu Mr. White, Resident DJ berwajah pucat yang dikenal piawai mengatur mood dan vibe musik house dan house tech andalannya. Sang DJ tersebut adalah awal yang sempurna dari setiap Sensation!Bagi anda yang berminat, tiket sudah dijual sejak Kamis silam di www.sensation.com dan di www.bookmyshow.com/jakarta . /YDhew

 

Friday, 11 August 2017 11:21

Miley Cyrus

Kembali Pada Akar Musiknya

Bagi para penggemar Miley Cyrus siap sia saja menunggu karya terbaru dari idola mereka tersebut. Pasalnya penyanyi berusia 24 tahun ini, berencana akan merilis album penuh keenamnya yang diberi judul “Younger Now”. Berita tersebut ia umumkan lewat lewat situs resminya pada awal pekan silam, Senin (7/8).

That’s it... hanya itu saja, selebihnya Cyrus tidak memberikan informasi apapun mengenai album yang akan dilepasnya tersebut. Tapi merujuk dari wawancara-wawancara dirinya dengan media tertentu, ada indikasi bahwa dirinya akan beranjak dari nuansa hip hop yang pernah dilakukannya ala Bangerz pada 2013 serta album yang dibantu The Flaming Lips dan hanya dirilis secara daring, Miley Cyrus & Her Dead Petz (2015).

Dalam album ini, Cyrus sepertinya akan kembali ke gaya musik country seperti di awal kariernya dahulu. Seperti yang dituturkan oleh ayahnya, Billy Ray Cyrus, bahwa album ini lebih condong menuju pada akar musik Miley Cyrus.

02 Miley Cyrus IstimewaMiley Cyrus (Istimewa)

Awal tahun inipun sebenarnya Cyrus sempay mengatakan bahwa ia akan meninggalkan banyak kolaborator masa lalunya dan akan lebih banyak membuat lirik dan melodi sendiri. "Tujuan utamaku bukan radio. Saya bahkan tidak mendengarkan radio " ujarnya.

Geliat awal perubahan musiknya ini adalah tunggalan anyar yang berjudul ‘Malibu’ yang sempay duduk di posisi 10 dalam tangga lagu Hot 100. Cyrus malah sempat memainkan lagu itu di gelaran Billboard Music Awards dan The Tonight Show.

Sebagai tambahan, ia juga merilis lagu lainnya dengan judul ‘Inspired’. Seperti apa album yang akan dilepasnya pada 29 September mendatang tersebut? Kita tunggu saja perkembangannya./ Ibonk

 

Friday, 11 August 2017 11:17

Lil Wayne

Rilis Tunggalan Anyar

Meskipun belum menelurkan album barunya kembali sejak melepas “Collegrove” pada 2016 lalu, Lil Wayne tetap saja melakukan langkah-langkah kreatif dalam karirnya. Musisi kelahiran 27 September 1982 di New Orleans, Lousiana tersebut baru-baru ini meluncurkan sebuah single terbarunya berngaran ‘Like A Man’.

Tunggalan tersebut merupakan hasil kerjasama dirinya dengan produser sekaligus teknisi rekamannya OHNEL. Ini merupakan sebuah lagu yang memiliki tempo cepat. Keduanya terlihat cukup berhasil memajang single tersebut, lewat olahan vokal Lil Wayne yang menyerupai nuansa house pada era 90-an.

Melalui balutan synthesizer dan liukan vokal mirip Crystal Waters, Lil Wayne menyampaikan bait-bait pilu tapi tetap penuh kendali. Yaa.. walaupun syairnya tetap diisi dengan menyombongkan pengawal, senjata, dan mobil-mobil yang dimilikinya. Lagu tersebutpun sudah disebarkan melalui SoundCloud.  

02 Lil Wayne IstimewaLil Wayne (Istimewa)

Lelaki yang melulai karirnya profesionalnya pada tahun 1997, dan mulai dikenal di dunia internasional sejak melepas album pertamanya “Tha Block Is Hot” yang diriis pada tahun 1999. Selepas itu belasan album pun terus dihasilkannya dan semakin menguatkannya di jalur musik hip hop dunia.

Sebelumnyanya juga, Lil Wayne berkolaborasi bersama 2 Chainz, dan ini menjaganya untuk tetap aktif di radio dan SoundCloud. Selain itu, tahun ini ia juga muncul dalam hit nomor satu DJ Khaled ‘I"m the One’, ‘No Frauds' milik Nicki Minaj. Juga gubahan baru berjudul ‘Both’ milik Gucci Mane dan Drake serta single baru Ty Dolla $ign ‘Love U Better’.

Pada Juli 2017 silam, Lil Wayne juga sempat merilis EP berisi empat lagu lewat judul “In Tune We Trust”./ Ibonk

 

Thursday, 10 August 2017 11:41

Prambanan Jazz

Kombinasikan Seni, Musik dan Budaya

Tak lama lagi, hanya tinggal menghitung hari Prambanan Jazz 2017 akan segera dilangsungkan. Pesta musik berbalut nuansa jazz ini, dilangsungkan untuk ketiga kalinya dan akan diisi oleh sederetan penyanyi dan musisi ternama. Tahun ini, nama Sarah Brightman, musisi penyanyi peraih nominasi Grammy Award dan berbagai macam penghargaan tingkat dunia menjadi sorotan utama pada event kali ini.

Selama 3 hari penuh, dari tanggal 18, 19 dan 20 Agustus 2017 mendatang, pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai hal berbeda dan lebih istimewa dari tahun lalu. Pihak penyelenggara sengaja memberi beberapa kejutan seperti yang disuguhkan pada hari pertama. Pada hari ini, Prambanan Jazz menampilkan konsep “90’s Moment”, yakni semua penampil adalah artis dan musisi yang populer dan hits pada tahun 90-an.

Bayangkan saja sederetan nama tenar masa itu seperti Andre Hehanusa, Katon Bagaskara, T-Five, Base Jam, Emerald, Lingua, Ada Band, The Groove, Ipang, Shakey, Rif/ dan lainnya akan unjuk kebolehan di atas panggung masing-masing.

Tak hanya itu, beberapa line up juga merupakan nama-nama yang cukup fenomenal salah satunya adalah Shakatak. Band pengusung jazz fusion, funk asal Inggris Raya yang memulai karir mereka sejak tahun 1980 ini dan telah mengeluarkan lebih dari 35 album sepanjang karir bermusiknya, akan siap memberikan penampilan terbaiknya.

02 Sarah Brightman IstimewaSarah Brightman (Istimewa)

Sederetan artis-artis negeri ini juga sudah melakukan konfirmasi untuk menjadi penampil, diantaranya Kahitna, KLA Project, Tompi, Yovie Nuno, Syaharani, Sandy Sondoro, Saxx in the City, Yura Yunita, Shaggydog, Marcell, Rio Febrian, Kunto Aji, ataupun Payung Teduh.

Lewat tagline “Art, Music & Culture”, Prambanan Jazz sengaja mengusung salah satu deferensiasi dari konsep utama gelaran ini yakni menggabungkan 2 mahakarya, yakni Mahakarya Candi Prambanan dan Mahakarya Musik.

Tahun ini juga tetap menggunakan dua panggung utama, yaitu panggung Hanoman sebagai panggung special show yang berada di area Lapangan Brahma dan panggung Rorojonggrang sebagai panggung festival show yang berada di area Lapangan Wisnu.

Menurut Anas Syahrul Alimi, penggagas Prambanan Jazz sekaligus CEO Rajawali Indonesia Communication selaku promotor, Prambanan Jazz akan selalu menjadi sebuah suguhan alternatif konser bagi penggemar musik Indonesia dan luar negeri yang memiliki muatan lokal dan global.

Sementara itu, Bakkar Wibowo, Project Director Prambanan Jazz menyampaikan bahwa tahun ini untuk penggarapan artwork media promo Prambanan Jazz terutama untuk artis internasional kita akan menggandeng perupa Dipo Andy. Ia juga seorang perupa pop art papan atas Indonesia yang sudah beberapa kali berpameran di dalam negeri ataupun di luar negeri./ Ibonk

 

Thursday, 10 August 2017 11:16

Michael Learn To Rock

Gelar Tur Perdana di Palembang

Grup band pop Rock asal Denmark, Michael Learns to Rock (MLTR), sepertina memang tidak pernah bisa lagi untuk melepaskan diri mereka dari Indonesia. Band yang sangat identik dengan lagu-lagu cinta ini kembali akan menyambangi tanah air tepatnya di kota Palembang. Trio yang beranggotakan Jascha Richter (vokal/keyboard), Mikkel Lentz (gitar) dan Kare Wanscher (drum), akan menggelar konser perdananya di Palembang, Sumatera Selatan,  Jumat, 06 Oktober 2017 mendatang.

Mengusung tema “Romantic Love Concert”, yang bertempat di Palembang Sport & Convention Centre (PSCC). Acara ini dipersembahkan khusus untuk masyarakat Palembang dan sekitarnya ini termasuk dalam rangkaian tur “Eternal Asia Tour 2017”, yang sekaligus merupakan tur promo album terbaru MLTR bertajuk “Eternal”.

MLTR adalah grup band yang dibentuk tahun 1988 dan telah menjual lebih dari 11 juta kopi album sepanjang kiprahnya di dunia musik. Tingginya angka penjualan album mereka, MLTR pun pernah meraih penghargaan Gold Preis Award dari RSH, Jerman dan The Best Performing Act of the Year di South East Asia Grammy Awards di Singapura. Lagu mereka yang bertajuk ‘Take Me To Your Heart’ dianugerahi penghargaan “lagu yang paling banyak diunduh pada tahun 2006”, karena telah diunduh sebanyak lebih dari 6 juta unduhan berbayar.

Saat menggelar konser di Jakarta tahun lalupun, Jascha Ritcher, sang vokalis, sempat mengungkapkan bahwa Indonesia punya tempat khusus di hati MLTR. “Kami selalu bangga datang ke Indonesia. Karena Indonesia sangat berpengaruh terhadap karir kami,” imbuhnya.

02 MLTR Konser Temu Media IstimewaMLTR Konser Temu Media (Istimewa)

Tiket konser tersebut sudah dapat dibeli di ticket box lobby Hotel Aryaduta, Palembang dibuka hingga tanggal 30 September 2017 mendatang, dan dibagi beberapa kategori harga. Ticket Presale hingga 15 Agustus 2017 di bandrol mulai dari harga Rp. 350.000,- untuk kelas Festival,  Rp. 490.000,- kelas Bronze, Rp. 750.000,- kelas Silver dan Gold Rp. 990.000,-.

Sedangkan harga normal dimulai tanggal 16 Agustus 2017 dengan harga Rp. 490.000,- (festival), Rp. 750.000,- (Bronze), Rp. 990.000,- (Silver), dan Gold Rp. 1.250.000,-. Nah, tunggu apa lagi? Siapkan diri anda untuk bernostalgia dengan lagu-lagu hits mereka seperti ‘The Actor’, ‘You Took My Heart Away’, ‘25 Minutes’, ‘Paint My Love’ ataupun ‘That’s Why (You Go Away)’? Segera beli tiketnya di Book My Show dan seluruh gerai Indomaret di Indonesia./ YDhew

03 MLTR Seatplan IstimewaMLTR Seatplan (Istimewa)

 

Friday, 04 August 2017 16:25

Lola Amaria

Memperkenalkan Kembali Keindahan Labuan Bajo

Keindahan alam Labuan Bajo memang menjadi daya tarik tersendiri bagi Lola Amaria, kekagumannya terhadap Labuan Bajo membuat Lola memilih salah satu destinasi wisata tersebut sebagai lokasi syuting film “Labuhan Hati”. Labuan Bajo merupakan kawasan wisata yang terletak di Indonesia Bagian Timur yang sejak lama menjadi salah satu lokasi favorite pariwisata baik lokal maupun asing. Selain terkenal dengan hewan epidemiknya, Labuan Bajo juga terdiri dari Taman Nasional yang menawan, budaya masyarakatnya serta keindahan laut dan pantainya yang mempesona.

Kecintaannya akan traveling membuat wanita yang berusia 40 tahun ini bermaksud memperkenalkan kembali kepada masyarakat luas baik lokal maupun asing agar Labuan Bajo menjadi salah satu alternatif lokasi wisata Indonesia. Terletak di Nusa Tenggara Timur, Lola sebagai produser dan juga sutradara telah berhasil mendokumentasikan keindahan alam Labuan Bajo melalui hasil karya dari film Labuhan Hati yang berlatar belakang pemandangan Labuan Bajo.

Belum move on dari pesona Labuan Bajo, Lola juga ingin berbuat sesuatu bagi masyarakatnya yang sama sekali belum tersentuh dengan sarana hiburan seperti bioskop. Bersama Lola Amaria Production, ia akan mengadakan sebuah acara yang bertema “Labuan Bajo, Pesta Indonesia Merdeka” tanggal 18-19 Agustus 2017.

“Kami melihat masyarakat Labuan Bajo haus akan hiburan, bahkan mereka belum pernah menonton film kami yang justru syutingnya seratus persen mengambil lokasi disini. Hal inilah yang membuat kami ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat Labuan Bajo”, ujar Lola Amaria di kawasan Kemang (3/8) lalu.

02 Labuan Bajo YDhewLabuan Bajo (foto: YDhew)

“Sekaligus merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, acara ini juga akan memberikan pengalaman unik dan berkesan bagi para wisata lokal dan asing dalam menikmati keindahan alam maupun budaya di Labuan Bajo”, tambah Lola.

Acara yang diadakan dua hari ini nantinya akan menayangkan film Labuhan Hati dengan konsep layar tancap di bibir pantai. Selain menonton film acara ini juga akan menyuguhkan atraksi menarik lainnya seperti Festival Kebudayaan, Kesenian Daerah yang melibatkan UMKM, Jajanan Kuliner Lokal, Lomba Layang-Layang dan Lomba Mewarnai Sampan serta aksi penyelam dalam rangka membersihkan sampah dan atraksi dengan mengibarkan bendera merah putih di dalam laut.

Untuk memeriahkan acara, “Labuan Bajo, Pesta Indonesia Merdeka” juga akan menghadirkan para pemain Labuhan Hati, seperti Nadine Chandrawinata, Kelly Tandiono, Ully Triani, Ramon Y. Tungka sebagai host dan DJ Kana sebagai bintang tamu.

“Ini merupakan ide spontan yang akhirnya di tanggapi dengan serius. Kami berharap kedepannya tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke daerah lain. Selain itu acara ini juga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan di waktu yang akan datang,” ungkap Lola.

Dengan melibatkan komunitas yang ada di Labuan Bajo, selain juga koordinasi dengan kesenian lokal, acara ini ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Labuan Bajo sekaligus juga salah satu wujud kontribusinya terhadap film Indonesia agar bisa dinikmati di seluruh pelosok tanah air./ YDhew

03 Ully Triani YDhewUlly Triani (foto: YDhew)

 

Sunday, 06 August 2017 17:24

Ibanez Flying Fingers Indonesia 2017

Kompetisi Gitar untuk Menangguk Muka Baru

PT. Mahkota Musik Indonesia (MMI) selaku distributor Ibanez di Indonesia untuk keempat kalinya  berhasil mengadakan perhelatan kompetisi gitar terpopuler di tanah air yaitu Ibanez Flying Fingers Indonesia (IFFI) 2017. Periode kompetisi yang dimulai dari tanggal 15 Mei – 30 Juni 2017 itu berhasil mengumpulkan Challengers (sebutan untuk peserta IFF) lebih dari 250 orang dari seluruh pelosok nusantara.

Kompetisi ini sebetulnya cikal bakalnya berawal dari Indonesia. “Pada awalnya bernama Flying With Ibanez yang diadakan di Indonesia pada tahun 2014. Karena sukses, akhirnya pihak Hoshino Gakki Japan berminat untuk menyelenggarakan acara serupa di beberapa distributor dari berbagai belahan negara di dunia dan mengubah namanya menjadi Ibanez Flying Fingers”, ungkap Ade Himernio, selaku Marcomm Manager PT MMI.

Dengan iringan backing track hasil komposisi dari Al Joseph seorang gitaris asal Amerika Serikat yang juga salah satu produk artis Ibanez, para challengers asal Indonesia berhasil menghasilkan entry yang tidak kalah dengan gitaris – gitaris mancanegara. Hal itu diakui juga oleh gitaris kaliber dunia yang juga merupakan member dari band legendaris Mr. Big yaitu Paul Gilbert, dimana Paul ditunjuk untuk menjadi juri utama dalam kompetisi tahun ini.

Paul akhirnya menunjuk top 3 yang kali ini jatuh kepada, Suhermanto Harsono asal Surabaya sebagai juara ketiga, Ivan Mahya Deva asal Padang sebagai juara kedua dan Akbar Ajie asal Mataram sebagai juara pertama. Paul memberikan penilaian dan alasan kenapa dia memilih para challenger’s tersebut, dan yang menarik Paul mengulik sebagian lick dari entry para peserta sambil beberapa kali melontarkan pujian kepada mereka.

Kontes tahun ini berbarengan dengan periode yang diadakan oleh Amerika Serikat, sehingga challengers asal Indonesia diberi keuntungan dengan sedikit mendapatkan perhatian dari gitaris – gitaris yang ikut berpartispasi di negara tersebut. Para pemenang umumnya tidak menyangka dirinya bisa terpilih dari ratusan yang ikut dalam acara ini.

02 Akbar Ajie IstimewaAkbar Ajie (Istimewa)

“Sejujurnya  saya sangat terkejut ketika mendengar pengumuman pemenang yang diumumkan langsung oleh Mr. Paul Gilbert. Benar-benar tidak menyangka sama sekali akan menjadi salah satu pemenang di event bergengsi IFF ini karena terus terang saya  tidak memiliki ekspektasi terlalu berlebihan mengingat dari tahun ke tahun peserta yang berpartisipasi di dalam event ini kuantitas maupun kualitasnya semakin meningkat” kata Ivan Mahya Deva sang juara kedua.

Para pemenang sendiri akan mendapatkan hadiah diantaranya, Ibanez Prestige RG652 AHM-NGB untuk juara pertama, Ibanez Iron Label RGDIX6MRW-CBF untuk juara kedua dan Ibanez RG 370 AHMZ-BMT untuk juara ketiga. Para pemenang akan segera diundang ke Jakarta untuk seremonial penyerahan hadiah sekaligus performed pada bulan September mendatang.

Selain mendapatkan kesempatan untuk jadi pemenang, sebenarnya event ini juga banyak menyatukan para gitaris di seluruh Indonesia khususnya yang ada di forum dunia maya. Terbukti dengan semakin banyaknya relasi para gitaris di dunia maya antara satu orang dengan yang lainnya lintas suku maupun daerah. Dan juga memunculkan talenta berbakat yang ada di pelosok Indonesia sehingga bisa terlihat oleh masyarakat luas baik di dalam maupun luar negeri. / Ibonk

 

Friday, 04 August 2017 17:15

Ayu Weda

Kegelisahan yang Membawanya Pulang

Bali, negeri para dewa kembali menjadi saksi kembalinya seorang Ayu Weda ke dalam dunia seni. Dunia yang sangat diakrabinya dan akhirnya terputus selama puluhan tahun tanpa tahu  kapan ia kembali. Kini, setelah 25 tahun berlalu, tiba-tiba saja dirinya tersadar dan merindukan untuk menyuarakan galau hatinya lewat nada. Bukan tanpa tarik ulur waktu,  bukan pula sebuah hal yang gampang untuk menetapkan hatinya untuk menggeluti dunia tarik suara tersebut.

Jalan awal yang ditempuhnya adalah dengan melahirkan sebuah buku. Sekumpulan cerpen yang bersandar dari apa yang dialaminya selama puluhan tahun dirangkumnya lewat judul ”Badriyah” pada tahun lalu. Bisa jadi ini mulai mengejutkan para pemerhati seni di Bali. Karena si anak hilang itu sudah mengayunkan langkah kecilnya untuk “kembali”. Lalu, Ayu Weda melanjutkan rancangan pembuatan albumnya bersama bersama Sawung Jabo yang dirintisnya sejak awal tahun 2016.

Seperti yang dituturkannya kepada NewsMusik dan pada saat temu media di sebuah kedai kopi dibilangan Sanur, Bali bahwa ia butuh sebuah media untuk meledakkan perasaan, rasa gelisah, kekecewaan atau cintanya terhadap perjalanan hidupnya, rasa kebangsaan serta  kemanusiaan.

Ia sangat akrab dengan karya-karya Sawung Jabo dan Sirkus Barock yang dirasakannya sangat pas dengan gejolak rasanya dan sangat mewakili deru hatinya. Maka dengan sadar, ia meminta kepada Jabo untuk menyanyikan ulang karya sang maestro tersebut lewat gubahan aransemen agar sesuai dengan karakternya.

Akhirnya iapun memilih langsung sepuluh lagu yang dirasakannya cocok dengan keinginannya. Seperti pemilihan lagu ‘Hella Hella Hella’ dan ’Bocah Pelangi’, tak lain adalah refleksi dari keprihatinannya akan sempitnya lahan bermain untuk anak-anak, Juga rasa jengahnya terhadap anak-anak yang mengemis di jalanan dan dunia imajinasi yang tergantikan oleh teknologi.

Pada lagu ‘Sudah Merenungkah Kau, Tuan?’ dan ‘Kesaksian Jalanan’, adalah ungkapan kegelisahan Ayu Weda terhadap dunia politik bangsa yang dianggapnya jauh melenceng dan hanya memikirkan kepentingan kelompok/ individu, penyelewengan kekuasaan dan lainnya.

”Saya benar-benar tidak mengintervensi pilihan lagu Weda yang pernah masuk dalam album Sirkus Barock maupun album rekaman saya lainnya. Terpenting adalah, Weda merasa pesan sosial kemanusiaan yang ingin diungkapkannya sampai sasaran,” ungkap Sawung Jabo.

02 Sawung Jabo & Ayu Weda IbonkSawung Jabo & Ayu Weda (foto: Ibonk)

Enam lagu lainnya seperti ‘Duniaku’, ‘Melangkah Adalah ke Depan’, ‘Mencari dan Bertanya’, ‘Ada Suara Tanpa Bentuk’, ‘Perjalanan Masih Jauh’ dan ‘Di Hatimu Aku Berlindung’ merefleksikan perjalanan batin manusia dari keadaan terpuruk hingga mampu bangkit menemukan jati dirinya serta bermuara pada kedamaian hati.

Proses rekaman, mixing dan mastering dilakukan pada Maret hingga April 2017 di Yogyakarta. Pada album ini, Sawung Jabo bertindak sebagai music director dan lagu-lagu tersebut direaransemen bersama personel Sirkus Barock lainnya seperti Joel Tumpeng, Bagus Mazasupa, Endy Barqah, Ucok Hutabarat, Denny Dumbo, Jecco Cello serta Afrina Pakpahan dan Savini Savin sebagai backing vocal.

Mengenai pemilihan musik balada dengan gaya bertutur menjadi pilihan baru Ayu Weda. Ia sengaja meninggalkan nafas rock yang puluhan tahun silam digelutinya. Saat ini, ia begitu nyaman dapat mengekspresikan semua lewat  nafas musik balada.

“Kehadiran kembali saya di dunia nyanyi memang tidak sekedar ingin tampil sebagai entertainer. Lebih dari itu, saya ingin menyampaikan pesan sosial, moral, dan membuat kesaksian. Itu sebabnya saya pilih lagu-lagu dalam genre balada, lagu bertutur,” jujur Weda.

Dari kacamata pengamat musik Bens Leo, kembalinya Ayu Weda ke dunia entertainment adalah sebagai penggalian ulang bakat dirinya sebagai pekerja seni yang berprestasi, bahkan melintasi pilihan bidang seni yang terlihat ekstrem perbedaannya.

Begitulah, untuk menunjukkan rasa sukacitanya terhadap selesainya dan diluncurkannya album baladanya tersebut. Mengambil tempat di Bentara Budaya Bali pada akhir Juli 2018 lalu, Ayu Weda mengadakan pertunjukkan diruang terbuka yang juga menghadirkan beberapa teman-teman seniman Bali.

Pertunjukkan dibuka oleh sang adik, Ayu Laksmi yang tampil memainkan sejenis alat musik petik tradisional dari Bali Utara, dan menyampaikan testimoni terhadap Weda. Lalu hadir Trio Flowers, 3 perempuan belia pelajar SMA asal Tabanan, menyanyikan kembali nomor lagu ‘Rindu Teman Sehati’ karya Adriadi, yang pernah direkam Ayu Weda pada albumnya di tahun 1981. Lalu dilanjutkan dengan penampilan seorang vokalis berdarah Filipina-Amerika, tapi besar di Bali, Sandrayati Fay yang melantunkan tunggalan secara akustik ‘Korban Terpaksa (Ibu Kecil)’.

Tak kalah seru adalah penampilan Cok Sawitri, perempuan Bali yang mengaku ikut menjadi provokator kembalinya Ayu Weda kedunia showbiz. Dengan latar belakang sastra dan teaternya, Cok memberi testimoni tentang jalan hidup berkesenian Ayu Weda, lengkap dan panjang, tanpa teks, tanpa jeda bernafas.

03 Ayu Weda Performed IbonkAyu Weda Performed (foto: Ibonk)

Akhirnya, Weda tampil menyanyikan ‘Hela Hela Hella’ karya dan arasemen Sawung Jabo, dengan iringan Sirkus Barock secara full band lewat harmoni lembut tapi bertenaga. Weda melanjutkan pengembaraannya pada lagu bertendensi politik, ‘Sudah Merenungkah Kau, Tuan?’ dan ‘Kesaksian Jalanan’, serta dua lagu lain yang bertema perenungan personal, ‘Mencari dan Bertanya’ dan ‘Di Hatimu Aku Berlindung’.

Tampak dengan jelas kalau Ayu Weda sangat nyaman dikawal Sirkus Barock. Ia bebas berkomunikasi dengan audiens dan mengajak mereka untuk larut didepan panggung dengan menari dan ikut menyayi. Suasana semakin pecah, tatkala Weda undur diri dan kemeriahan dilanjutkan oleh Sirkus Barock dengan Sawung Jabo sebagai pentolan utama group ini.

Ayu Weda yang lahir pada 1 September di Singaraja, Bali, seusai menamatkan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Singaraja Bali akhirnya melanjutkan studinya ke Universitas Airlangga dengan mengambil fokus Ilmu Sosial dan Politik. Sejak tahun 1979. Ia membangun kelomppk vokal trio Ayu Sisters bersama 2 adiknya, Ayu Partiwi dan Ayu Laksmi dan mereka mampu memenangi penghargaan kelompok vokal terbaik kejuaraan Bintang Radio & TV se-Bali. Lalu meraih Juara 3 dan Penampil Terbaik ditingkat Nasional pada tahun 1982.

Sebelumnya, Ayu Weda pernah menjadi Finalis Puteri Remaja 1981 yang digelar oleh sebuah majalah remaja. Pada saat kuliah ia tiba tiba saja memutuskan untuk terjun ke musik rock dan gelar lady rocker pun langsung disandangkan dipundaknya. Di era tersebut ia  telah menelurkan album dan tenar dengan tunggalan “Rindu Teman Sehati" yang diciptakan oleh Adriadi serta ‘Memetik Bintang’ karya Deddy Dores.

Selamat datang kembali di dunia seni Ayu Weda... Semoga hadir lagi karya terbaik, tajam dan  memukau hati/ Ibonk

 

Sunday, 30 July 2017 11:58

Road To Soundadrenaline 2017

Melepas Dahaga Paramuda Bogor

Pada 29 Juli kemarin Cibinong, Bogor disuguhi gelaran Road To Soundrenaline 2017 yang merupakan sebuah festival musik dan seni tahunan. Ini juga merupakan rangkaian acara menuju main event yaitu Soundrenaline di Bali, pada September ini. Sebagai salah satu rangkaian, event ini cukup dapat menghadirkan penampil yang cukup fresh dan apik.

Tak hanya line up musisi, layout panggung, dan booth juga menampakkan sebuah penyegaran dari apa yang dilakukan sebelumnya. Terlihat begitu menawan karena untuk alasan tertentu, saat ini Bogor memang sangat jarang diselenggarakan perhelatan bertemakan seni maupun musik.

Bertempat di halaman parkir Cibinong City Mall, para pengunjung yang didominasi anak muda cukup dimanjakan berbagai produk lokal kreator, merchandise, kuliner, workshop stage photography, hingga live mural. Stage yang di design dengan penataan tata visual panggung yang apik tersebut telah terisi sempurna oleh beberapa line up lintas genre, seperti Pee We Gaskins, Stars and Rabbit, dan Payung Teduh.

02 Pee Wee Gaskins FikarPee Wee Gaskins (foto: Fikar)

Dibuka oleh penampilan Pee Wee Gaskins, suasana menjadi intim dan meriah meskipun hujan turun. Berikutnya dilanjutkan oleh Payung Teduh. Band yang mengusung musik bergenre folk ini langsung membekap suasana kian menjadi syahdu. Penonton langsung tersihir oleh aroma keromantisan nada nada Payung Teduh. Sebagai penutup, grup duo asal Yogyakarta, Stars and Rabbit melengkapi kehausan anak muda Bogor selama ini akan gelaran sejenis.

“Ini serius orang semua? Banyak banget!!!,” ucap Elda Suryani, frontwoman dari Stars and Rabbit.

Semakin terasa kalau Bogor memang untuk saat ini sangat kering untuk dapat merasakan atmosfir acara bertemakan musik maupun seni. Semoga pemerintahan Bogor dapat merasakan atmosfir dari hausnya dahaga anak muda Bogor. Soundrenaline 2017 sebagai ujung dari event Road To... ini, akan dilaksanakan pada 9-10 September di Garuda Wisnu Kencana, Bali.

Mari nantikan serta ramaikan!/ Fikar

 

Page 9 of 123