NewsMusik

NewsMusik

Friday, 08 September 2017 13:38

Boys Market No. 5

Event Dunia Lelaki

Sejak tahun 2014, Idcreativeworld mampu menjaga eksistensinya dengan selalu menggelar event-event besar setiap tahunnya. Seperti di  tahun ini, kembali menggelar gelaran jagoannya yaitu Boys Market No. 5. Ini merupakan salah satu paket lengkap semua hal tentang lelaki dalam satu event exhibition dan dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Pada tahun ini Boys Market menghadirkan konsep “Segala hal yang disukai oleh lelaki ada dalam satu tempat”. Dengan gelaran event exhibition yang pada tahun ini merupakan tahun keempat dan kelima kalinya diadakan. Diadakan selama empat hari mulai tanggal 2 sampai dengan 5 November 2017, digelar di Piazza & Mainstreet Mal Gandaria City, Jakarta Selatan.

Dengan sebutan Boys Market No. 5, ajang ini akan menghadirkan puluhan brand yang berkonsep Boys/Mens di Boys Exhibition, Boys Fashion Show dari desainer yang menghadirkan rancangan khusus untuk lelaki, Skateboard Competition dengan hadiah jutaan rupiah, Kustom Bike Showcase, Inline Skate Competition, BMX Freestyle, Talks-Show ikonik “Boys Sex in The City”.

02 Boys Market IstimewaBoys Market No. 5 (Istimewa)

Lalu ada juga Backpacker Talks, Community Gathering, Boy Hobbies Talks, Boy Lifestyle Talks, Parkour Show, Live Music, dan Area tempat nongkrong di Piazza yang seru.

Tak mau terlihat biasa-biasa saja, gelaran kali inipun pihak penyelenggara mengundang seluruh brand-brand lokal dan designer muda untuk berpartisipasi memeriahkan pergelaran tahunan ini. Diluar itu mereka juga ingin sekaligus memperluas market dan networking di industri fesyen kreatif.

Untuk kaum lelaki yang mau tampil trendi dan tidak ketinggalan zaman, jangan lupa untuk gabung bersama Boys Market No.5. Be there or be square!!/ YDhew

 

Thursday, 07 September 2017 10:42

Urban GiGs 2017

12 Band Lintas Genre dalam Satu Album

Generation G sebagai community platform bagi kaum muda yang kreatif, kembali menginisiasi sebuah program bertajuk Urban GiGs 2017 melalui music, art, style dan travel. Dengan  mengusung tema ‘Unreleased Project’ program ini mengajak 12 group band lintas genre untuk berkolaborasi, dimulai sejak bulan Maret hingga November 2017.

Sebagai initiator wadah bagi para pemusik cutting-edge Indonesia, Urban GiGs merangkul para musisinya dalam menciptakan suatu karya kolaborasi baru.  Album kolaborasi yang belum pernah ada bagi para pecinta musik cutting-edge.

Kiprah musisi jenis ini di Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi, mereka mampu menciptakan pasar sendiri bagi penikmat musiknya. Musik anti mainstream yang sering tidak mendapat tempat sama sekali di media mainstream seperti televisi, namun mereka cukup di kenal di berbagai event di tanah air.

Karya mereka yang terdiri dari berbagai jenis genre, diantaranya metal, british-pop, punk, hardcore dan lain sebagainya biasanya kita temui di dalam musik cutting-edge. Jelasnya bahwa karya mereka lebih idealis, bebas berekspresi dan berani dalam menyampaikan suatu pesan dalam sebuah lagu.

02 Urban Gigs YDhewUrban Gigs (foto: YDhew)

Album kolaborasi ini melibatkan nama-nama yang sudah dikenal, seperti Elephant Kind X Rock n Roll Mafia, Barasuara X Scaller, Kelompok Penerbang Roket X Kimokal, The Brandals X Agrikulture, Silampukau X The Hydrant, Mocca X Payung Teduh. Dengan taste yang berbeda dan memberikan nuansa elektik, campur aduk, dengan berbagai pola ekspresi, album ini menjadi sebuah proyek musikalitas yang idealis.

“Album ini merupakan perwujudan komitmen dan keseriusan Urban GiGs dengan menghadirkan kolaborasi antar cutting-edge musik band dalam menciptakan karya baru yang memberi nafas segar bagi musik Indonesia”, jelas Namanda Mandagie selaku Brand Manager Generation-G di kawasan SCBD, Selasa (5/9).

Selain peluncuran albumnya khusus bagi para pecinta musik tersebut, Urban GiGs x Unreleased Project juga mengajak turut serta menyaksikan penampilan 6 kolaborasi dari 12 band secara langsung dengan membawakan karya baru mereka.

Dengan roadshow di 12 kota di Indonesia, penampilan mereka dapat dilihat secara langsung mulai hari Sabtu (9/9) sampai bulan Desember 2017. Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Makassar nantinya akan dikunjungi Urban GiGs x Unreleased Project.

03 Urban Gigs YDhewUrban Gigs (foto: YDhew)

Amanda melanjutkan bahwa band-band ini berkolaborasi dengan membawakan delapan lagu pilihan dan dua lagu baru yang digarap khusus untuk acara ini. Usai gelaran Urban GiGs, dua lagu tersebut akan dikemas ke dalam sebuah album kompilasi dalam satu CD, dan rencananya akan dibuatkan juga boxset serta piringan hitamnya,

Pemilihan band yang ikut serta dalam Unreleased Project adalah merupakan kesepakatan dari pihak penyelenggara sepenuhnya dan tidak berdiri sendiri untuk menemukan konsepnya. Mereka dipandu oleh enam penata musik, yaitu Bam & Hendra, Gerald Situmorang, Kimo Rizky, Hogi Wirjono, Indra Perkasa, dan Aksan Sjuman. “Seperti Mocca X Payung Teduh akan ada Aksan Sjuman yang membantu mengarahkan.

Selain karya dari kolaborasi 6 band tersebut, acara ini juga ingin memperkenalkan  pendatang baru yang  ikut meramaikan perkembangan musik indie di Indonesia. Band itu nantinya merupakan hasil audisi dari beberapa kota dan menjadi band pilihan yang tampil di atas stage UrbanGiGs sekaligus meluncurkan album “Sesari Selagu” yang menjadi album bagi pendatang baru tersebut.

Bagaimana jadinya kolaborasi dari 6 band tersebut? Datang dan saksikan Urban GiGs X Unreleased Project di kota-kota yang akan disambangi. Untuk info klik www.urbangigs.id/ YDhew

 

Wednesday, 06 September 2017 17:39

Fazerdaze

Siap Manggung di Jakarta

Bagi sebagian orang, Fazerdaze adalah sebuah band yang patut ditunggu kahadirannya. Band indie rock asal Wellington, Selandia Baru ini masih bisa disebut anak bawang, karena memulai debutannya pada 2015 lalu. Fazerdaze sendiri adalah proyek musik yang dimotori oleh Amelia Murray.  

Debutan mini album Fazerdaze sebagai penanda kehadirannya di dunia musik dirilis pada Oktober 2015 silam lewat judul yang sama dengan nama bandnya sendiri. Tidak sendirian, Murray sengaja meminta bantuan seorang multi instrumentalist, Jonatahan Pearce untuk me-mastering karya perdananya tersebut. Lewat proyek musiknya ini, Murray telah menciptakan yang disebut dream pop sound dengan memanfaatkan gitar elektrik dan efek pedal.

Diawal tahun 2017 kemarin, Fazerdaze kembali merilis album full-nya berngaran “Morningside” lewat label rekaman independen legendaris, Flying Nun Records. Tak cuma sendirian, untuk  tampil dari panggung ke panggung, Murray selalu melibatkan Gareth Thomas (bass) dan Andrea Holmes (drums)

02 Fazerdaze IstimewaFazerdaze (Istimewa)

Nah, pada 21 Oktober mendatang Fazerdaze akan unjuk kebolehannya di tanah air. Mereka akan ditampilkan dalam sebuah konser di Rossi Musik Fatmawati, Jakarta, yang merupakan kerja sama antara Studiorama, Six Thirty Recordings, dan Noisewhore.

"Ini sejalan dengan misi kami untuk terus memanggungkan artis-artis potensial yang layak mendapat sorotan lebih. Juga akan ada dua band pembuka dari dalam negeri yang akan diumumkan menyusul," ungkap perwakilan Studiorama.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Noisewhore dan Six Thirty Recordings mengenai ihwal kerjasama mereka dalam menggelar konser ini. Hal terkait mengenai pembelian tiket konser Fazerdaze di Jakarta akan diumumkan menyusul lewat sosial media ketiga organaizer tersebut./ Ibonk

 

Wednesday, 06 September 2017 17:08

Sam Smith

Single Baru di Awal September

Samuel Frederick Smith merupakan nama panjang dari Sam Smith yang lebih dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu asal daratan Inggris Raya. Lelaki kelahiran London, 19 Mei 1992 tersebut memulai karirnya pada 2007 silam, dan sampai kini ia betah mengulik genre musiknya yang beraliran Soul, Pop, Blue Eyed Soul dan R&B.

Ada kabar baik bagi penggemar fanatiknya, karena belum lama ini Smith telah mengumumkan tanggal rilis single barunya yang diberi judul ‘Too Good at Goodbyes’. Hal tersebut terekam lewat akun twitternya di @samsmithworld, yang ditandai dengan unggahan foto diri tengah  memegang sampul piringan hitam single tersebut.

Selain itu, penyanyi yang duduk dibawah naungan Capitol Records tersebut juga mengunggah ilustrasi dan bait potongan lirik single yang akan diluncurkannya pada tanggal 8 September 2017 lusa.

Pada akhir Agustus silam, Smith sempat juga memposting pesan kepada penggemarnya tentang perkembangan lagu-lagu barunya. "Terima kasih karena telah bersabar dan membiarkan saya meluangkan setahun terakhir untuk benar-benar fokus pada pikiran saya dan bebas menulis musik. Saya merasa tersegarkan dan punya banyak kisah untuk diceritakan kepada kalian."

02 Lirik Too Good at Goodbyes IstimewaLirik Too Good at Goodbyes (Istimewa)

Seperti yang kita ketahui, Sam Smith merilis album perdananya pada 2014 dengan tajuk “In the Lonely Hour” dan mendulang beberapa prestasi. Album ini sendiri menjadi album perdana yang paling cepat terjual pada 2014 di Inggris. Hebatnya lagi menurut laporan NME, penjualan album tersebut di Amerika Serikat dalam sepekan telah melewati penyanyi Inggris Raya mana pun dalam dua puluh tiga tahun terakhir.

Dalam karirnya, secara umum Smith sangat terpengaruh dengan Adele dan Amy Winehouse. Selain kedua nama diatas, Smith juga sangat mengagumi Whitney Houston, Mariah Carey untuk pengaruh R&B baginya. Juga Christina Aguilera, Beyonce, Brandy dan Lady Gaga adalah nama-nama diva yang dipujanya karena suaranya. / Ibonk

 

Thursday, 31 August 2017 13:57

Festival Film Kawal Harta Negara

Umumkan Karya Film Terbaik

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK), mengumumkan karya film pendek terbaik bertema kawal harta negara dalam acara Malam Penganugerahan di Teater Kecil, TIM, Jakarta pada hari ini (29/8). Acara ini sendiri merupakan puncak dari rangkaian Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2017 yang telah berlangsung sejak Maret 2017.

Rangkaian Festival Film Kawal Harta Negara yang merupakan kerja sama BPK dengan USAID, diawali dengan peluncurannya pada 14 Maret 2017 di Jakarta. Kegiatan berlanjut dengan roadshow festival ke Magelang, Ternate, Medan, dan Malang. Ditiap roadshow diisi dengan talkshow peran dan tugas BPK, workshop mengenai film dan citizen journalism, serta pitching forum ide cerita film.

Dari kompetisi ini, panitia FFKHN menerima setidaknya 176 karya film dari berbagai wilayah di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Purbalingga, Yogyakarta, Malang, Denpasar, serta Makassar. Setelah proses seleksi, terpilih 23 film yang menjadi nominasi. Pemenang merupakan hasil seleksi para juri yang terdiri dari tim BPK dan USAID bersama sutradara Slamet Rahardjo Djarot, Helmy Yahya selaku profesional, sutradara Danial Rifki, Dewi Laila Sari, serta penulis dan kritikus film Totot Indrarto.

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, dihadapan awak media secara gamblang menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya FFKHN adalah sebagai edukasi kepada masyarakat terhadap keberadaan BPK. Menurutnya, tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan BPK membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.

02 Press Conference MPFFKHN 2017 IbonkPress Conference MPFFKHN 2017

Untuk mengawal harta negara ini, kami berupaya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tugas dan wewenang BPK. Salah satu upayanya adalah dengan menyelenggarakan festival film ini dengan dukungan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. “Kami mengajak masyarakat untuk membuat karya sinematografi dengan tema yang relevan dengan tugas BPK yaitu mengawal harta negara,” jelasnya lagi


Berikut ini adalah daftar pemenang pitching forum dan kompetisi film FFKHN 2017:

1. KATEGORI FILM FIKSI PELAJAR
Judul Film : Ir. Soemarno ,
Produksi : Jamaah Cinema Mahasiswa, Yogyakarta

2. KATEGORI FILM FIKSI UMUM
Judul Film : Sedeng Sang,
Produksi : Bor(n)eo Films, Yogyakarta

3. SPECIAL JURY A WARD KATEGORI FILM FIKSI UMUM
Judul Film : Amarta (Gadis dan Air),
Produksi: Lajar Tantjap, Yogyakarta

4. KATEGORI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
Tidak ada pemenang.

5. KATEGORI FILM DOKUMENTER PELAJAR
Judul Film : Beras Bosok Kanggo Rakyat,  
Produksi : Brankas Film, Purbalingga

6. KATEGORI FILM DOKUMENTER UMUM
Judul Film : Penutur Terakhir,
Produksi : Sinema Produksi Meraki, Jakarta

7. KATEGORI CITIZEN JOURNALISM PELAJAR
Judul Film : Papan Anggaran Desa
Produksi: Sabuk Sinema/SMAN 1 Bukateja, Purbalingga

8. KATEGORI CITIZEN JOURNALISM UMUM
Judul Film: Selesai Direhab Pemerintah, Sekolah Ini Terbengkalai
Karya: Eksani (Surakarta)

9. PITCHING FORUM KATEGORI FIKSI
Judul Film : Gosip
Produksi : Rumahku Films, The Story Company, VSI Films Studio, Jakarta

10. PITCHING FORUM KATEGORI DOKUMENTER
Judul : Gedung Kebudayaan
Produksi : KSI Cinemart, Medan/ Ibonk

 

Wednesday, 30 August 2017 11:49

Love for Sale

Segera Memulai Produksi

Visinema Pictures bekerja sama dengan Stayco Media akan memulai produksi film “Love for Sale” pada penghujung Agustus 2017 ini. Film bergenre komedi romantis ini menjadi film ke-6 Visinema Pictures dan kolaborasi pertama dengan Andibachtiar Yusuf sebagai sutradara.  Film Love for Sale sendiri adalah film ke-4 dari Andibachtiar Yusuf menyusul film-film layar lebar dirinya yang selalu berhubungan dengan sepak bola.

Hal ini tak mengherankan memang, karena Andibachtiar Yusuf adalah seorang penggila bola. Ia juga  menambahkan bahwa film ini juga nantinya tetap akan diwarnai sepakbola. Bedanya kalau dalam ketiga filmnya sepakbola menjadi urat nadi yang masuk di inti cerita, dibeberkan dengan tuntas segala kekotorannya lalu kemudian diperjuangkan, kini ia memilih untuk sekadar membicarakannya.

Ide cerita film ini sendiri seperti yang diakuinya ketika menjawab pertanyaan awak media pada saat press conference di bilangan Jeruk Purut sudah dibuat dari 8 tahun yang lalu. “Proses penulisan dan pengembangan cerita dari awal sampai akhirnya jadi final draft kurang lebih satu tahun. Film ini akan menjadi film yang berbeda dari yang sudah-sudah. Ini sarat akan komedi, banyak sisi romantisnya, tapi tetap ada sepakbolanya”, ungkapnya kemudian.

Selaku CEO Visinema Pictures dan produser, Angga Dwimas Sasongko, melalui media rilisnya menyampaikan, sudah jatuh hati sejak pertama kali membaca sinopsis “Love for Sale” yang ditulis Andibachtiar Yusuf. Ia menyukai cerita dan karakter yang ada di dalamnya. “Kolaborasi antara Visinema Pictures dan Andibactiar Yusuf ada, karena saya percaya baik Visinema Pictures maupun Visinema Content, keduanya adalah rumah bagi para pencerita seperti sutradara, penulis, konten kreator," sebutnya

02 Andibachtiar Yusuf IbonkAndibachtiar Yusuf  (foto: Ibonk)

Hal menarik lain dari film ini adalah jajaran pemeran utamanya yang melibatkan  Gading Marten dan Della Dartyan. Ini merupakan pengalaman pertama bagi keduanya sebagai pemeran utama pria dan wanita dalam film layar lebar. Gading Marten dipercaya untuk memerankan karakter Richard, laki-laki jomblo kesepian yang jatuh cinta dengan seorang wanita bernama Arini. karakter yang diperankan oleh Della Dartyan.

Berikut sekilas sinopsis Love For Sale, adalah seorang Richard (Gading Marten) yang berusia 42 tahun hidup sendirian berteman seekor kura-kura besar bernama Kelun. Kegagalan hubungannya di masa lalu dan kesibukannya menjalani bisnis percetakan lungsuran orang tuanya membuat Richard nyaman hidup dalam kejombloan.

Meski menyandang status jomblo akut dan rutinitas yang membosankan, Richard dianggap cukup menyebalkan oleh para pegawainya karena berpolah sebagai seorang yang bijak dan paling mengerti soal cinta. Pencitraan itu juga diperlihatkan Richard kepada teman-teman nonton bolanya yang lebih muda belasan tahun dan kerap terjebak dalam kebingungan. Tak sekali mereka menyerahkan diri ke dalam petuah-petuah bijak Richard soal cinta.

Puncaknya, di satu malam setelah nonton bola bersama Richard ditantang untuk membawa serta pasangannya ke resepsi pernikahan salah satu di antara mereka. Sadar bahwa kehormatannya sedang dipertaruhkan, Richard menempuh segala cara untuk mendapatkan pasangan. Lewat sebuah aplikasi penyedia jasa teman kencan, Richard akhirnya bertemu Arini, 25 tahun (Della Dartyan). Sebuah kesalahan teknis membuat Richard yang hanya menginginkan teman kencan semalam dan terbiasa hidup sendiri harus terjebak untuk waktu yang lebih panjang bersama Arini. / Ibonk

 

Tuesday, 29 August 2017 11:35

Miles Mosley

Video Klip Anyar dan Dukungan West Coast Get Down

Miles Mosley, adalah musisi kelahiran 1980 yang dikenal luas selain pemain bass betot kenamaan juga vokalis, komposer, arranger dan produser dari Hollywood, California. Ia juga sangat akrab dengan berbagai genre musik seperti jazz, soul, hip hop, fusion dan rock. Kemampuan luar biasa yang dimilikinya telah membawanya sebagai anggota pendiri dan pemain bass betot untuk kolektif inovatif musisi jazz - fusi Los Angeles yang dikenal dengan istilah West Coast Get Down, termasuk juga didalamnya terdapat nama Kamasi Washington dan Thundercat.

West Coast Get Down sendiri telah merevitalisasi scene jazz di Los Angeles dan sekitarnya, merangkul generasi baru pemain ataupun pendengar genre ini di seluruh negeri. Terutama bagi Mosley, di luar karir solonya, ia menjadi bassis yang memiliki resume yang patut ditiru. Ia banyak bekerjasama dengan berbagai nama besar seperti Chris Cornell, Kendrick Lamar, Mos Def, Lauryn Hill, Jeff Beck, Rihanna, dan lebih banyak lagi.

Lebih luas lagi, dikalangan pemain bass betot, dirinya diibaratkan sebagai  "Jimi Hendrix".  Ia menyandang gelar tersebut, karena termasuk bassis berpikiran maju yang sering menampilkan pertunjukan live yang hebat dan memanfaatkan baik kemampuan vokalnya. Pada pertengahan bulan Agustus ini, Mosley sengaja merilis debut video musik resminya untuk single anyarnya berjudul, ‘Shadow of Doubt’ dari album “Uprising”, yang dirilis awal tahun ini di bulan Januari silam.

02 Miles Mosley IstimewaMiles Mosley (Istimewa)

Album ini adalah bagian dari koleksi album yang direkam oleh West Coast Get Down, setelah terakhir kali dilakoni pada  Desember 2011 silam. Untuk membantu terwujudnya album ini,  berbagai anggota kolektif Los Angeles sengaja mengesampingkan berbagai proyek lainnya dan mendedikasikan seluruh waktu mereka. Bahu membahu dari pukul 9 pagi hingga 2 dinihari. Setiap hari secara bergantian mereka  dibagi menjadi sesi tiga jam, masing-masing segmen dipimpin oleh salah satu anggota Get Down sementara yang lainnya mengikuti.

Bicara single ini sendiri, Mosley berhasil menampakkan suaranya sehingga menjadi penentu yang kuat, sejajar dengan latar belakang alunan string, piano, alat tiup, dan drum. Nada lirik lagu yang positif itu sangat kontras dengan kerumitan instrumental pendukungnya, yang membuat lagu terasa enak lewat kedalaman yang mendalam. Single ini sebagai pembuktian baru Miles Mosley bahwa dirinya pantas untuk menikmati kesuksesan di masa datang./ Ibonk

 

Friday, 25 August 2017 11:07

Cassandra

Penantian Panjang untuk sebuah Album Perdana

Dulu Aglo sekarang Cassandra, bila dilihat dari namanya sekilas kita mendengarnya pasti  group band ini isinya perempuan semua. Kebayang judul telenovela Kassandra yang ditahun 90an serial ini merajai layar tv tanah air. Sosok perempuan cantik, lembut, punya kehidupan cinta bak Cinderella melayang-layang di kepala. Siapa sih Cassandra? Apa yang sudah dilakukannya di industri musik tanah air? Untuk mudahnya coba ketik saja nama Cassandra di situs You Tube, munculah lagu “Cinta Terbaik” dan barulah kita ngeh dan langsung ingat lagu tersebut.

Siapa yang tak kenal lagu ini, petikan Gitar dari Inos mendominasi awal pembukaan lagu ini, begitupun suara khas dan berkarakter dari Anna sang vokalis ditambah petikan bass dari Choki berhasil meraih jumlah viewer sebanyak 38 juta sampai saat ini sejak dirilis di tahun 2013. Tak banyak instrument musik yang mengiringi lagu ini. Dengan tema cinta yang sederhana lagu ini berhasil menarik jumlah terbanyak di You Tube. Melodi dan liriknya yang mengena, dan mewakili  kehidupan  orang banyak terutama tentu saja yang sedang kasmaran membuat lagu ini populer, namun sayangnya group band tidak banyak tersentuh oleh media sehingga gaung namanya kurang terdengar.

Berdiri pada tahun 2009, berawal dari pertemanan dan background yang sama terjun sebagai musisi café. Jam terbang dari café ke café membuat musikalitas mereka sudah tidak diragukan lagi. Sekilas kita melihatnya seperti Potret band yang formasinya terdiri dari tiga orang dengan vokalis perempuan, namun musik yang mereka mainkan kebanyakan adalah tema cinta. Ditemui dalam peluncuran albumnya yang pertama yang bertajuk “Cinta Terbaik”,  Rabu (23/8)  di kawasan Jakarta Selatan mereka menceritakan perjalanan musiknya hingga menelurkan sebuah album.

Nama Cassandra sendiri sebetulnya diambil dari nama seorang putri dari Dewa Troy yang pada saat itu digandrungi dan disukai para raja dan pria di zamannya karena kecantikannya. Filosofi itulah yang diambil band ini agar dapat disukai oleh masyarakat Indonesia dengan karya-karya mereka. Lalu digantilah nama band ini di tahun 2010 menjadi Cassandra. Sementara sebelumnya nama Aglo diambil dari kata Agro yang pada waktu itu Choki sedang tertarik pada bisnis tanaman, dikarenakan kesulitan dalam penyebutan dan terdengar aneh, maka digantilah namanya menjadi Cassandra.

02 Cassandra menerima penghargaan dari E motion Entertainment untuk karyanya yang telah dikunjungi lebih dari 55 juta viewersCassandra menerima penghargaan dari E-motion Entertainment untuk karyanya yang telah dikunjungi lebih dari 55 juta viewers

Perjalanan panjang sejak tahun 2009 dilakoni dengan mengusung genre pop balada. Seiring berjalannya waktu, perubahan visi dari para personilnya akhirnya merubah haluan dari band cafe menjadi band rekaman. Merekapun bergabung bersama dengan label E-Motion Entertainment di tahun 2010. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, ketiganya mempunyai keinginan sederhana agar karya mereka disukai orang banyak dan mengikuti jejak band idolanya Andra and The Backbone.

Kemasan dan aksi panggung yang menarik dari Andra and the Backbone membuat group band ini tetap solid untuk selalu bertiga dari awal mereka terbentuk. Jika dalam aksi panggungnya atau dalam lagu memerlukan keyboard atau drum, mereka tetap menggunakan keyboard dan drummer tambahan.

Lagu-lagu mereka yang kebanyakan didominasi tema cinta, karena tema cinta selalu menarik dan selalu ada dalam setiap kehidupan. Namun tidak menutup kemungkinan, mereka akan menghasilkan karya dengan tema lainnya, dengan  tetap mempertahankan genre pop ballada.

Sampai saat ini tercatat sudah 6 single yang dirilis di radio seluruh Indonesia. Seperti ‘Tetap Menjadi Milikmu’, ‘Cinta Terbaik’, ‘Kekasih Kedua’, ‘Cinta Dari Jauh’, ‘Bukan Cinta Palsu’, dan yang terakhir dirilis ‘Hapuskan Cintaku’. Lagu-lagu ini telah menorehkan prestasi dengan prestasi lebih dari 2 juta download NSP di seluruh Indonesia.

Delapan tahun perjalanannya di dunia musik, tidak menutup kemungkinan ada rasa bosan dan jenuh juga terkadang menghinggapi mereka. Mereka menutupinya dengan menghasilkan karya. “Kita kembalikan ke awal dibentuknya band ini, banyak perjalanan dan air mata yang kita korbankan. Untuk mengatasinya kita konsentrasi dengan berkaya dan membuat lagu. Kalau aku sendiri terkadang support beberapa artis-artis dan band lain.  Atau juga belajar mengaransemen lagu bersama dengan musisi-musisi yang lain. Kita bertiga mengatasinya dengan berkarya lebih serius”, ujar Choki.

03 Cassandra YDhewCassandra (foto: YDhew)

Album perdana ini berisi 11 lagu yang terdiri dari beberapa single mereka yang sudah dirilis ditambah dengan beberapa lagu andalan lainnya seperti ‘Butuh Cinta’, ‘Jadilah Pacarku’, ‘Cinta Bukan Milik Kita’, dan satu lagu dengan tema yang berbeda ‘Ibu Harus Cantik’. Lagu-lagu ini kebanyakan diciptakan oleh Choki yang diambil dari pengalaman pribadi ataupun orang-orang di sekitarnya.

“Perjalanan yang panjang memang terkadang timbul rasa jenuh, dan bertanya-tanya kapan album kita dirilis. Namun karena kita mempunyai kecintaan dan memang background-nya dari musik hal itu tidak menjadi kendala yang terlalu besar. Dan juga dengan mengasah kemampuan di dunia musik”, tutur Anna menambahkan.

Album ini merupakan harapan, impian dan cita-cita yang terwujud dari mereka yang ditempuh dengan penantian panjang hampir selama 7 tahun, suatu pencapaian yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, ujar mereka kompak.  Album ini diharapkan dapat menjadi album yang diterima oleh para “Kekasih Cassandra” (sebutan untuk fans Cassandra) dan pecinta musik Indonesia pada umumnya. Tema percintaan yang menjadi trade mark band ini, kental ditampilkan di album ini.

Di dalam acara peluncuran albumnya pun mereka tampilkan rasa cinta dengan menggelar aksi sosial berupa penggalangan dana bagi salah satu anak dari fans Cassandra yang menjalani proses cangkok hati. Patut di apreasi mengingat sebagai band yang baru, mereka tak lupa untuk  berbagi kasih terhadap sesama  bersamaan dengan peluncuran albumnya.

Bagi anda yang ingin menyimak salah satu lagu yang mengangkat nama band ini, klik link dibawah ini./ YDhew.

 

Thursday, 24 August 2017 09:59

Gerbang Neraka

Film Gerbang Neraka (Firegate)
Segera Tayang pada September 2017

Film berjudul “Firegate” yang diproduksi oleh Legacy Pictures akhirnya akan segera ditayangkan pada 20 September mendatang. Film yang kini beredar lewat judul “Gerbang Neraka” ini disutradarai oleh Rizal Mantovani serta melibatkan beberapa bintang seperti  Reza Rahadian, Julie Estelle, Dwi Sasono, Ray Sahetapy, Lukman Sardi, Puy Brahmanthya, Khiva Iskak, dan pemain cilik Ayasha Putri.

Dalam peluncuran trailer film ini yang dilangsungkan di Plaza Indonesia XXI Lounge, Robert Ronny sebagai produser menyampaikan bahwa saat ini merupakan moment yang tepat film “Gerbang Neraka” ini dari judul sebelumnya “Firegate”. Judul berbahasa Indonesia akhirnya menjadi pilihan untuk rilis dengan alasan sederhana, dan tidak ada yang salah mengira bahwa ini film asing.

“Saya senang film ini akan rilis bulan depan. Akhirnya terbayar penantian kami sebagai filmmaker. Apalagi yang paling penting buat kami, selain filmnya akan dinikmati oleh penontonnya. Saya senang bisa menjadi bagian dari project ini karena ini juga berbeda dari garapan saya sebelumnya. Horor petualangan ini akan menjadi suguhan film horor yang berbeda yang semoga akan disukai penonton dan laris seperti film horor lain yang saya garap,” urai Rizal Mantovani selaku Sutrada secara panjang lebar.

Film dengan genre horror petualangan ini, akan menjadi suguhan yang bisa menyemarakkan tontonan film sejenis yang sekarang mulai disukai kembali. Apalagi dipadukan akting mumpuni para pemainnya, akan menjadi hal yang seru bagi penonton filmnya,” terangnya kembali.

02 Reza Rahadian IstimewaReza Rahadian (Istimewa)

Sedangkan bagi Reza Rahadian menyebutkan film bergenre horor petualangan ini merupakan pengalamannya pertama kali berakting bersama Julie Estelle dan Dwi Sasono. “Saya berharap agar akting saya dapat diterima dengan baik oleh penikmat film horor, begitu juga dengan filmnya,” ujar aktor yang berperan sebagai Tomo Gunadi, seorang wartawan majalah misteri dan supranatural ini.

Julie Estelle yang berperan sebagai Arni, seorang arkeolog dan Dwi Sasono yang berperan sebagai Guntur, seorang spiritualis juga mengungkapkan hal yang sama dengan Reza tentang harapan mereka terhadap film ini.

Film ini sendiri mengisahkan bahwa Tomo Gunadi (Reza Rahadian), seorang wartawan tabloid mistis ditugaskan untuk meliput Piramida Gunung Padang, dan ia  harus bekerjasama dengan paranormal selebritis, Guntur Samudra (Dwi Sasono). Arni Kumalasari (Julie Estelle), kepala tim arkeologi yang ditunjuk Presiden Republik Indonesia, pada awalnya menolak kehadiran serta bantuan dari Tomo maupun Guntur.

Arni yang selalu percaya dengan sains dan menolak segala yang berbau klenik, akhirnya harus mengakui bahwa terlalu banyak kejadian mistis yang terjadi di situs piramida ini. Pada saat ketiganya menemukan fakta bahwa piramida ini adalah ‘penjara’ untuk sebuah kekuatan kuno yang bisa menghancurkan dunia, mau tidak mau, tiga orang dengan latar belakang dan tujuan berbeda ini harus bekerjasama untuk mencegah kiamat sebelum terlambat./ Ibonk

 

Tuesday, 22 August 2017 10:50

Hybrid

Band Garut Lepas Tunggalan Anyar

Berada di era majunya teknologi dan industri, terkadang banyak membuat kita tak peduli dengan alam sekitar. Banyak yang seolah-olah lupa untuk menjaga kelestarian alam sekitar yang merupakan sebuah keharusan bagi bangsa ini. Mengenal dan melesatarikan kebudayaan juga merupakan hal yang harus kita lakukan, dengan harapan kelak akan menjadi warisan bagi penerus bangsa.

Di Nusantara ini, segala perbedaan, baik agama, ras, suku bangsa, dan bahasa serta kebudayan sudah seharusnya tidak menjadi sebuah perbedaan. Kita patut berbangga kepada dunia akan keindahan alam serta kekayaan alam Indonesia. Bukan hanya sekedar retorika, namun memang sudah waktunya bagi generasi muda untuk bersama membangun bangsa negara ini.

Nah, semangat kebangsaan tersebutlah akhirnya memicu Hybrid yang merupakan group band alternative pop rock yang berasal dari Garut, Jawa Barat meluncurkan karya dengan tema cinta tanah air. Tunggalan berjudul ‘Indonesia Juara’ ini merupakan wujud kecintaan para personil Hybrid pada Tanah Air Indonesia. yang memiliki kekayaan alam dan budaya serta keindahan alam yang luar biasa.

Band yang didirikan pada tanggal 11 November 2011 yang digawangi oleh Kahfi (Vokal),  Smith (Guitar), Dry (Guitars), Anjar (Bass) dan Awink (Drum) ini berusaha untuk menghadirkan sebuah karya yang apik. Sampai-sampai untuk merekam keindahan alam negeri ini, mereka rela bertualang membawa genset naik turun bukit ke berbagai kawasan wisata seperti: Pantai Cibadak, Gunung Geder, Pantai Sayang Heulang serta lokasi – lokasi indah lainnya.

02b Hybrid IstimewaHybrid (Istimewa)

Semua keindahan alam tersebut sejatinya akan dimasukkan kedalam video klip ‘Indonesia Juara’ agar seluruh orang yang menyaksikan video klip ini mendapat tambahan pengetahuan tentang lokasi – lokasi indah di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Cuplikan keindahan di berbagai lokasi kabupaten Garut ini dirangkai pula dengan beberapa stock gambar dan video di lokasi-lokasi indah lainnya dari Tidore, Aceh, ataupun Ternate yang memang sudah di persiapkan oleh tim kreatif bagi kepentingan gambar di video klip single ini.

Ini merupakan single lanjutan kerjasama antara Hybrid dan Cadaazz Pustaka Musik setelah sebelumnya pada Ramdhan lalu mereka melepas single bernuansa religi berjudul  ‘Kembali Pada Nya’. / Ibonk

 

Page 7 of 123