Meshell Ndegeocello Foto-foto Istimewa

Meshell Ndegeocello

Bass, Progresif Jazz dan 11 Album

Terlahir sebagai Michelle Lynn Johnson di Berlin pada 29 Agustus 1968 tapi lebih dikenal dengan Meshell Ndegeocello adalah seorang penyanyi-penulis lagu, rapper, bassis. Musiknya banyak dipengaruhi oleh beragam genre termasuk funk, soul, jazz, hip hop, reggae dan rock.

Secara musikal kehebatannya patutlah diakui, musisi berkebangsaan Amerika ini telah menabalkan diri sebanyak 10 kali sebagai nominator Grammy Awards. Anak dari Jacques Johnson yang berprofesi sebagai sersan mayor dan juga saxophonis serta seorang ibu yang berprofesi sebagai petugas kesehatan bernama Helen.

Ndegeocello muda melewati masa kecilnya di Washington D. C, mengenyam pendidikannya di Duke Ellingston School of the Arts dan Oxon Hill High School. Entah sengaja atau karena nyentrik, dirinya memiliki 2 tahun kelahiran pada 1968 dan 1969. Namun akhirnya , manajernya di Meverick Records dan beberapa teman lamanya menetapkan bahwa tahun kelahiran Ndegeocello adalah tahun 1968. Nama Ndegeocello sendiri ditabalkan menjadi nama belakangnya pada saat usianya 17 tahun yang memiliki arti free as a bird ,bebas layaknya burung yang diadopsinya dari bahasa Swahili.

Karirnya dalam bermusik dimulai akhir tahun 80-an takkala dia mempertajam kemampuan bermusiknya lewat band-band bentukannya seperti Prophecy, Little Bennie and the Masters serta Rare Essence. Tak puas dengan itu saja, tercatat di tahun 1992, Ndegeocello mencoba peruntungannya melamar sebagai pemain bass grup musik Living Colour, namun ditolak. Tapi syukurlah, karena dengan kegagalannya tersebut membuat dirinya menjadi penyanyi pertama yang dikontrak oleh Meverick Records, sebuah perusahaan rekaman yang didirikan oleh Madonna.

Debut albumnya yang bertajuk Plantation Lullabies yang diproduseri oleh David Gamson adalah sebuah album perdana yang sangat impresif. Sebuah album diskografiyang mencampuradukkan progresifjazz, R&B, hip-hop dan rock. Lagu-lagu lewat lirik yang berani sering dianggap sebagai sisi interpersonalgelap dirinya.

02 Meshell Ndegeocello IstimewaFoto - foto Istimewa

Sepak terjang selanjutannya adalah ketika pada tahun 1994, saat Ndegeocello berduet bersama John Mallencamp dengan melantunkan lagu ‘Wild Night’ dan sempat menduduki peringkat ke 3 di Billboard charts. Disamping itu lagu lainnya yang sempat bertengger di Hot Billboard 100 adalah single ‘If That’s Your Boyfriend (He Wasn’t Last Night)’ yang bercokol di posisi 73 pada tahun 1994. Tahun yang sama ia berkolaborasi dengan Herbie Hancock lewat single ‘Nocturnal Sunshine’, sebuah lagu dalam album kompilasi Stolen Moments: Red Hot+Cool. Sebuah album yang dikeluarkan oleh Red Hot Oraganization untuk penggalangan AIDS. Album yang ditabalkan menjadi yang terbaik pada tahun 1994 oleh majalah Time.

Dalam jeda 3 tahun antara rilis album pertama dan keduanya, Ndegeocello melakukan kolaborasi dengan Chaka Khan dalam single ‘Never Miss the Water’ yang dimunculkan di soundtrack film White Man Burden, Money Talks. Takkala album keduanya Peace Beyond Passion akhirnya dirilis pada tahun 1996, tercatat menduduki peringkat ke 63 pada Billboard 200 lalu masuk nominasi untuk Best R&B Album Grammy. Salah satu single dalam album tersebut yang bertajuk ‘Who Is He (And What Is He to You?’ langsung puncak chart Billboard Club chart.

Sebagai seorang musisi, dirinya termasuk mapan dalam berkarya. Tercatat 11 album telah dikeluarkannya selama karirnya. Album albumnya sendiri adalah Plantation Lullabies (1993), Peace Beyond Passion (1996), Bitter (1999), Cookie: The Anthropological Mixtape (2002), Comfort Woman (2003), The Spirit Music Jamia: Dance of the Infidel (2005), The World Has Made Me the Man of My Dreams (2007), Devil’s Halo (2009), Weather (2011), Pour une Ame Souvarine: A Dedication to Nina Simone (2012 dan Comet, Come to Me (2014).

Tak hanya bernyanyi, Ndegeocello juga pernah menyumbangkan permainan bass nya dalam banyak lagu. Tercatat album Madonna lewat single ‘I’d Rather be Your Lover’, ‘Saint of Me’ The Rolling Stone dialbum Bridges to Babylon lalu di album Alanis Morrisette dalam album Under Rug Swept lewat single ‘So Unsexy’ dan ‘You Owe Me Nothing in Return’.

03 Meshell Ndegeocello IbonkFoto - foto Ibonk

Meskipunmencetakbeberapa hitsdi awal karirnya, dirinyakemudianmemilih untukberkonsentrasi padamateriyang lebihmenantangdengan menjelajahipolitikrasdan jenis kelamin, di antara topik lainnya.Beberapa aktifitas yang tercatat pernah dilakoninya takkala pada tahun 2002, Ndegeocello berkolaborasi dengan Yerba Buena lewat sebuah single yang menampilkan Ron Black dalam album tribute untuk Fela Kuti, Red Hot and Riot. Pada Juni 2010, ia berkontribusi juga dalam album kompilasi untuk yayasan peduli wanita di Congo. Masih di tahun yang sama, dirinya terlibat dalam sebuah essay bertajuk It Gets Better: Coming Out , Over Coming Bullying and Creating a Life Worth Living.

Begitulah, Ndegeocello dikenal sebagai biseksual dan sebelumnya pernah menjalin hubungan dengan penulis feminis Rebecca Walker. Anak pertamanya Salomon, lahir pada tahun 1989. Saat ini, dirinya menikah dengan Alison Riley dan memiliki anak kedua. Secara fisik Ndegeocello menderita penyakit epilepsi fotosensitif dan rentan terhadap serangan yang disebabkan oleh lampu kilat ketika dia tampil live. Makanya, kalau tak ingin melihatnya terjerembab dipanggung, jangan melakukan hal bodoh yang memicu penyakitnya tersebut./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found