Krisdayanti Foto-foto Teza

Krisdayanti

Traya dan Kolaborasi 3 Enerji yang Saling Melengkapi

Konser Traya berhasil melambungkan kembali nama Krisdayanti (KD) di blantika musik nasional pasca pasang surutnya nama sang diva di dunia keartisan selama beberapa tahun belakangan ini. Kolaborasi emas antara KD dengan Erwin Gutawa dan Jay Subyakto di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta (3/5) kemarin bisa saja menenangkan hati & jiwa terutama bagi diva yang merayakan hampir 3 dekade perjalanan karirnya.

Lewat konser tersebut, publik kini setidaknya dapat mengetahui bahwa karir KD masih sangat layak diperbincangkan, tanpa harus kalah bersaing dengan generasi penampil-penampil muda bertalenta yang ada di Indonesia seperti sekarang ini. Tak kurang 30 lagu perjalanan musik kolosal dari Erwin Gutawa untuk Krisdayanti disuguhkan penuh totalitas, yang kaya akan aransemen full set orkestra. Ditambah merdunya suara-suara penyanyi latar, ditopang pula oleh tata artistik panggung yang mahal dari Jay Subyakto khusus untuk memanjakan mata penonton malam itu.

Salah satu contoh takkala menampilkan seni tari daerah yang dengan menggunakan beragam foto wajah-wajah, dekor visual lampu panggung nan indah hingga keberadaan layar khusus yang mampu membuai mata dan menceritakan scene per scene di setiap lagu. Krisdayanti tampak sempat menitikkan air mata di tengah pertunjukan musik, wajahnya berbinar bahagia kala konsep kolaborasi malam itu berjalan mulus dan maksimal. Dihembuskan lewat nada dan warna, yang membikin penikmatnyapun terhibur ceria mengapresiasi keberhasilan konser Traya.

Termasuk keberhasilan KD dalam menjawab tantangan Erwin Gutawa untuk membawakan lagu-lagu daerah seperti ‘Bungong Jeumpa’, ‘Tudung Periuk’. Selain hal tersebut, 3 lagu milik Peterpan yang di aransir ulang yang ditampilkan dalam versi latin. Turut dibantu juga oleh kehadiran Rejoz, Rio Sidik hingga Eugne Bounty. Belum lagi tampilnya sederet artis-artis duet yang ikut memeriahkan konser Traya seperti Ari Lasso, Bob Tutupoli, Libero, Titi DJ, Ruth Sahanaya dan masih banyak lagi. Konser ini berhasil menggelembungkan lagi nama sang diva yang sempat pudar. Kini totalitas enerji musiknya terselamatkan di tangan para sahabat dekatnya juga.

Ini bukanlah kali pertama bagi kalau ketiganya melakukan kolaborasi apik. Ketiganya pernah melakukan eksperimen ini di tempat yang sama, saat itu Krisdayanti sedang berada di titik puncak karir tepatnya pada 20 September 2001. KD menggelar konser tunggal untuk kali pertama di Indonesia yang menjadikan konser inisebuah pertunjukan music live terbesar yang pernah digelar penyanyi Indonesia. Tiketnya sold out dan berbuntut juga dengan rilisnya album live Konser KD yang laku keras secara komersial.

Sementara KD 1530 atau sebuah konser tunggal kedua kerjasamanya Krisdayanti, Erwin Gutawa dan Jay Subyakto yang dilaksanakan bertepatan juga dengan hari ulang tahun ke-30 KD pada tahun 2005 silam dan menandai bukti tinta emasnya KD selama berkarir 15 tahun di jagad musik tanah air, menuai kesuksesan besar di sejarah musik Indonesia, hingga proyek (KD, Erwin, Jay) terus berjalan dan sempat bermetamorfosis pada tahun 2006 yang menjadi 3 Diva terdiri dari Krisdayanti, Titi DJ dan Ruth Sahanaya sebagai frontman utama dan Erwin Gutawa - Jay Subyakto memiliki peran penting sebagai peñata musik dan peñata artistik.

02 Erwin Gutawa-Krisdayanti-Jay Subyakto TezaErwin Gutawa,Krisdayanti & Jay Subyakto

Mereka sempat sukses menggelar konser di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar. Bukan hanya itu, negeri tetangga Malaysia pun dijajah oleh harmonisasi jiwa kesenian mereka hingga akhirnya kerjasama tersebut pudar di akhir tahun 2007. Saat itu 3 Diva berjalan sendiri tanpa di gawangi lagi oleh Erwin Gutawa dan Jay Subyakto. Setelah itu 3 Diva memang sempat mengeluarkan mini album, namun musikalitasnya bisa dibilang cukup menurun saat sudah tidak ada campur tangan lagi dari Erwin dan Jay, tahun 2008 dan akhirnya 3 Diva dinyatakan vakum.

Sementara format solo album Krisdayanti pun terus berlanjut dan sempat mengeluarkan 2 album kompilasi yakni Aku Wanita Biasa yang berisikan materi 2 lagu baru serta 10 lagu lawasnya dan album Dilanda Cinta yaitu album kompilasi terakhir dan terbaikya bersama Anang Hermansyah. Selepas rilis album itu, berita kehidupan pribadi KD merebak negatif tiada henti terekspose bebas menenggelamkannya ditiap media massa sepanjang tahun 2009. Keretakan hubungan antara dirinya dan sang suami, Anang Hermansyah yang berujung pada perceraian pada Oktober 2009.

Perlahan pamor KD di dunia musik mulai menurun, walaupun ia sempat mempersembahkan album duetnya dengan Siti Nurhaliza tahun 2009, lalu mengeluarkan mini album Cintaku Kan Selalu Menemanimu pada 2011. Namun kedua album tersebut kurang laris di pasar musik lokal.

Kecintaan dan dedikasi Krisdayanti terhadap seni terutama di bidang tarik suara nyatanya tetap tak bisa pudar. Walaupun beberapa saat setelah ia menikah kembali dengan Raul Lemos, sempat menyatakan siap meninggalkan dunia hiburan untuk konsen menjaga anak dan menetap saja di Timor Leste. Belakangan ia pun menarik pernyataan itu dan mengindikasikan untuk comeback menyanyi lagi. Dibuktikan saat ia kembali membangun karir musiknya perlahan dan ikut rekaman di kompilasi Bebi Romeo Mega Hits pada tahun 2012.

Perlahan ia bangun dari kritikan, khususnya untuk fokus dan konsentrasi kembali menata niti karir bermusiknya. Kalau pada era 1996-2006 KD kerap meraih prestasi bergengsi sebagai “Penyanyi Wanita Terbaik”, “Lagu Terbaik” hingga “Album Terbaik” dari Anugerah Musik Indonesia atau AMI Awards. Kini pasca KD pisah dengan Anang mengapa justru karir musiknya perlahan terbenam? Bukankah masih banyak sahabat-sahabat musisinya yang selalu memberinya support seperti salah satu sahabatnya Melly Goeslaw yang menyatakan “hanya Krisdayanti lah yang memiliki penghayatan dan penjiwaan sangat tinggi saat bernyanyi dan bisa membuat orang merinding”.

Melly Goeslaw dan Anto Hoed pun turut membantu menciptakan lagu ‘Bertubi-tubi’ dan ‘Ratu Cinta’ serta memproduseri album teranyar KD bertajuk Persembahan Ratu Cinta yang dirilis tahun 2013 silam. Album yang bisa diperoleh di gerai KFC ini mengemas lagu-lagu terbaik KD dari album Terserah (1995) hingga album Krisdayanti (2007). Setelah vakum cukup lama tepatnya pada tahun 2013, Krisdayanti kembali bergabung dibawah naungan label Warner Music Indonesia, album Persembahan Ratu Cinta adalah kerjasama terbarunya dengan salah satu label musik terbesar di Indonesia itu.

03 Krisdayanti TezaFoto - foto Morteza

Jadwal manggung dan apresiasi terhadap album Krisdayanti berangsur membaik, saat itu 3 Diva berkesempatan untuk tampil sepanggung lagi setelah vakum selama 6 tahun. Ajang konser adu bintang 2 Diva VS Divo tahun 2014 kemarin menyatukan kembali Krisdayanti, Titi Dj dan Ruth Sahanaya dalam satu panggung hingga berlanjut ke Singapura. Sementara album solonya berhasil dirilis oleh Warner Music Malaysia, KD juga meraih penghargaan sebagai “The Brand Personality Awards 2014” dari Asia Pasific Brands Foundation saat tampil di Putrajaya International Convention Center, Kuala Lumpur.

Di penghujung tahun 2014, Krisdayanti tampil lagi bersama dengan Erwin Gutawa dan Jay Subyakto di konser satu Indonesia “Salute to Guruh Soekarnoputra. Mereka bertiga dapat menjalin kembali kebersamaan, tampil atraktif dengan jiwa seninya masing-masing dalam satu panggung setelah menunggu kurun waktu 7 tahun.

Konser Traya kemarin seperti mengindikasikan masih ada greget dan semangat seorang Krisdayanti untuk dapat konsisten lagi bermusik walau kini berada di usia 40 tahun. Aroma kedewasaan, keelokan suaranya yang dibumbui kolaborasi 2 orang jenius yaitu Erwin Gutawa dan Jay Subyakto yang sangat berperan menambah enerji totalitas musikalitasnya. Apakah Erwin Gutawa diam-diam telah menyiapkan materi-materi terbaik untuk penggarapan album terbarunya KD?. Atau Jay Subyakto turut berperan lewat pembuatan visualisasi foto dan klipnya? Kita tunggu saja./ Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found