Amelia Ong Amelia Ong (Foto: Ibonk)

Amelia Ong

Jazz dan Lagu untuk Ibunda

Dipenghujung tahun 2015 silam, dengan langkah tegap seorang Amelia Ong akhirnya mengikuti keinginan terbesarnya untuk mengisi skena musik jazz tanah air. Lewat album yang sama dengan namanya musisi jazz muda tersebut pede menceburkan dirinya dengan mengusung jazz sebagai sebuah benang merah karya-karya yang disuguhkannya.

Seperti informasi yang kerap dijumpai, bahwa padusi bernama asli R. Rr. Amelia Tri Wardani lahir di Purwekerto. Tumbuh besar dari keluarga pencinta musik. Kecintaan keluarga terhadap musik menjadi pemicu dirinya menyukai jazz, dan ayahnya pula pertama kali mengajarkannya bermain saxophone. Sedangkan guru piano di rumah adalah kakaknya sendiri. Semua dilakukannya pada usia 4 tahun., maka tak heran di usia dini Amel kecil sudah sering tampil di panggung-panggung lokal di kotanya.

Usia 11 tahun, Amelia pindah ke Jakarta dan tinggal bersama Bertha, penyanyi dan guru vokal. Selain menimba banyak ilmu olah vokal diakui oleh Amelia kalau sosok Bertha ini lebih mengarahkannya untuk tetap di jalur jazz. Selain guru, Bertha juga memperkenalkan Amelia dengan musisi-musisi jazz kenamaan seperti Idang Rasjidi dan Yance Manusama. Perkenalan itu membawa Amelia kepada kesempatan untuk tampil bersama musisi jazz di Jakarta pada beberapa festival jazz bergengsi antara lain Jazz Goes to Campus (JGTC) 2003 dan Java Jazz Festival pada tahun 2003 dan 2004.

Tahun 2006, Amelia pindah ke Perth, Australia dan menamatkan pendidikan SMA-nya disana. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Western Australian Academy of Performing Arts (WAAPA) dan menamatkan pendidikannya pada level Bachelor of Music, mayor pada Jazz Performance, pada tahun 2009. Direntang periode 2007 – 2009, selain kuliah, Amel juga tergabung dengan kelompok orkestra West Australian Youth Jazz Orchestra (WAYJO).

02 Amelia Ong Ibonk

Amelia Ong (Foto: Ibonk)

Bermukim selama 8 tahun di Australia, penyuka warna hijau ini telah ia membangun karir musik disana, tampil pada berbagai penampilan bersama musisi jazz Australia seperti Joe Chindamo, Daryl Somers, James Morrison, termasuk tampil pada festival jazz di negeri kangguru ini seperti Wangaratta Jazz Festival pada tahun 2009.

Ditemui oleh NewsMusik pada saat pelepasan single terbarunya ‘Ibu’ akhir pekan silam di sebuah café dibilangan Jakarta Selatan, Amelia membuka cerita “Saya kembali ke tanah air karena melihat perkembangan musik jazz disini begitu pesat. Saya punya banyak stock lagu hasil ciptaan sendiri. Semuanya memiliki benang merah yang kuat terhadap musik jazz. Karena jazz adalah jiwa saya”, ungkapnya.

“Namun saat ini penyajiannya sedikit berbeda, tidak seperti ketika melepas album perdana. Album tersebut purely jazz, dan melibatkan beberapa musisi jazz tanah air, seperti Sri Hanuraga – keyboards, Kevin Yosua – akustik bass, Rafi – drums dan Dennis Juno – tenor sax. Untuk saat ini disajikan lebih light dan berwujud single. Hasil kerjasama saya dengan Andre Dinuth. Lagunya sendiri bernuansa folk country, tapi tanpa menghilangkan karakter dan warna vokal saya. Masih tetap ada jazz nya tentu”, terangnya

Lagu ini menceritakan tentang kasih ibu dan janji seorang anak atas cinta yang telah diberikan oleh sang ibu. Paduan vokal merdu Amelia dengan petikan gitar Andre Dinuth membuat lagu ini penuh warna. Apalagi ditambah dengan alunan alat musik flute dan accordion.

Proses pembuatan lagunya terbilang cukup singkat, hanya sekitar 10 menit. “Lagu ini terinspirasi dari ibu saya, dimana seorang ibu cintanya teramat besar sampai dia rela mencurahkan cinta terbesarnya untuk anaknya. Lagu yang juga saya persembahkan untuk ibu dimanapun berada,” tambahnya.

03 Amelia Ong diantara Moses dan Glenn Fredly dari Bumi Entertainment Ibonk

Amelia Ong diantara Moses dan Glenn Fredly dari Bumi Entertainment (Foto: Ibonk)

Pendapat sejenis juga disampaikan oleh Glenn Fredly selaku perwakilan dari Bumi Entertainment yang menaungi Amelia saat ini. Glenn mengatakan bahwa Amelia Ong adalah seorang yang sangat berbakat. Karakter yang kuat, kualitas dan pilihan musiknya adalah sebuah paduan yang tepat. “Apalagi jazz, menurut saya jazz itu bukan genre dalam musik, tapi lebih dari itu. Sehingga jazz bisa dimasukkan ke jenis musik apapun, seperti yang dilakukan Amel dalam single ini,” ujar Glenn.

Perjalanan karir Amelia Ong sebagai musisi jazz telah dibuktikannya  dengan masuk nominasi AMI Award untuk Album Jazz Terbaik dan Nominasi AMI Award untuk kategori Artis Jazz Vokal Terbaik. Bahkan di tahun 2017 lalu ia berhasil mendapatkan penghargaan AMI Award untuk Karya Produksi Lagu Berlirik Spriritual Nasrani Terbaik, sebuah katagori yang baru diadakan pada tahun ini.

Kini, selain bermusik, setahun belakangan ini ia tengah mendalami seni bela diri campuran Mix Martial Arts (MMA). “Ini tak sekedar beladiri saja, tapi juga menjadikan saya lebih bugar dan bagus untuk pernafasan. Cuma porsinya sedikit dikurangi kalau misalnya saya harus tampil. Namanya juga beladiri dan ada fight-nya. Takut kalau tiba-tiba ada lebam dan terlihat”, ujarnya sambil tertawa./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found