Mhyajo Mhyajo (foto: Ibonk)

Mhyajo

Membawa Etnik Kedunia Pertunjukkan

Semangat dan tak harus puas dengan apa yang pernah dilakukannya, akhirnya bisa merubah segala sesuatu menjadi seperti yang diangankan, malah mungkin lebih tinggi dari itu. Inilah yang terjadi pada Maria Novita Johannes, atau lebih akrab di sapa Mhyajo. Selama ini berperan di dunia belakang layar sebagai sutradara seni pertunjukan.

Bukan sebuah pekerjaan mudah, apa yang menjadi tanggung jawab Mhyajo di setiap event yang ditanganinya. Tak hanya harus mampu untuk menyatukan keinginan institusi yang membutuhkan sentuhan tangan dinginnya lewat idenya, namun juga harus mampu mengorganisir tim kreatif dibawahnya.

“Saya menyukai pekerjaan ini karena tantangannya, bagaimana menyatukan ide saya dengan keinginan klien, juga mengorkestrasi tim saya yang berjumlah cukup banyak agar semuanya bisa berjalan baik sesuai rencana”, ujar Mhya pada sebuah perbincangan di temaram sore di bilangan Gandaria, Jakarta Senin lalu (5/6).

Mhya adalah peraih penghargaan Catha Mardhika dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, beberapa tahun lalu, atas hasil karya kreatifnya memadukan “kultur” Indonesia ke dalam karya seni pertunjukkan yang digarapnya. Diungkapkannya bahwa cukup banyak pelaku kreatif di Indonesia yang jauh lebih baik darinya. “Hal itu yang membuat saya bertekad untuk selalu mengasah kemampuan dengan belajar dari sekitar”.

02 Mhyajo IbonkMhyajo (foto: Ibonk)

Begitulah, pikat dunia pertunjukkan ini terus saja dilakoninya dengan penuh antusiasme. Karakternya sendiri sebagai “jendral” dilapangan semakin bertambah kuat dan menjadi keberkahan sendiri baginya. Beberapa waktu lalu, Mhya mendapat kesempatan untuk memperdalam ilmu ke Amerika Serikat. Ia akan menjadi satu-satunya wanita asal Indonesia yang ambil bagian dalam pertunjukan kelas internasional di Lincoln Centre.

Seperti diketahui, Lincoln Centre yang berlokasi di New York adalah sebuah institu¬si seni internasional terpandang, yang an¬tara lain membentuk, memimpin, dan mengelola New York City Ballet, New York Philharmonic Orchestra, Jazz @ Lincoln Centre, Julliard School, Lincoln Theatre dan lainnya. “Sebuah kebanggaan bagi saya, setelah kerja keras saya selama ini membuat sebuah pertunjukan menjadi lebih berkelas. Saya akan maksimalkan kesempatan ini,” ungkapnya penuh semangat.

Semuanya diawali lewat pencarian selama beberapa waktu. Ketika itu ia mengetahui sebuah program khusus seni pertunjukkan internasional, yang menjadi program tahunan lembaga seni berkelas dunia tersebut. Ia ambil kesempatan dengan mengirimkan berkas berupa 20 halaman jawaban dari 7 pertanyaan yang menjadi persyaratan dan proses seleksi yang harus dapat dilaluinya. Mhya juga menambahkan sebuah naskah pertunjukan berbahasa Inggris setebal 80 halaman, serta video rekaman hasil karyanya selama ini.

Akhirnya pada Februari 2017, ia salah satu yang terpilih dari 70 pelaku seni pertunjukan dari 33 negara. Mhya juga merupakan 4 orang yang mendapatkan beasiswa penuh karena prestasinya tersebut. Ini adalah sebuah pengharagaan khusus yang belum pernah terjadi selama 11 kali penyelenggaraan program tersebut.

03 Mhyajo IbonkMhyajo (foto: Ibonk)

Mengenai keberadaannya di sana, ia belum berani mengatakan secara gamblang. Segala sesuatunya, akan ditentukan nanti, ketika ia mengikuti program tersebut. Tapi sesungguhnya, Mhya harus siap sejak dini untuk segala kemungkinan terbaik yang mungkin dihadapinya nanti di sana. “Mau tak mau, saya harus menyiapkan banyak materi dari tanah air. Seperti puzzle, saya sudah siapkan semua dan tinggal mencocokkan dengan kebutuhan disana”, akunya.

Begitulah Mhya dengan dunia dibalik layarnya. Dunia yang memerlukan tenaga-tenaga trampil, dengan tak hanya kreatif dan berpengalaman saja, tetapi juga harus memiliki rasa dan kedisplinan. Dunia kreatif yang menjadi tonggak suksesnya sebuah bisnis pertunjukkan baik musik, teater, tari yang berskala lokal sampai internasional.

Semoga, pengalaman berharga yang akan dilakoni oleh wanita yang pernah unjuk gigi di ITB Berlin ataupun peramu pertunjukan Kecakestra ini dapat menjadi senjata baru untuk dunia pertunjukkan yang dicintainya. Kita nantikan saja karya-karya lain darinya. “Ini kemudahan bagi saya sebagai seorang Indonesia, karena mereka (Lincoln Centre) berkata bahwa saya hidup di negeri yang budayanya sangat seksi. Saya akan terus menga¬sah kemampuan dan bertekad untuk mengharumkan nama Indonesia lebih jauh secara in¬ternasional,” tutup Mhyajo./ Ibonk

04 Mhyajo IbonkMhyajo (foto: Ibonk)


Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found