Mouly Surya Mouly Surya (Foto: Istimewa)

Mouly Surya

Lolos Seleksi Cannes film Festival

Nursita Mouly Surya, sutradara kelahiran Jakarta 10 September 1980,  yang sejak kecil mempunyai hobby menulis ini namanya memang tidak setenar Hanung Bramantio ataupun Nia Dinata. Namun wanita yang biasa di panggil Mouly ini karyanya tidak boleh di pandang sebelah mata. Karyanya pernah meraih tiga penghargaan Festival Film Indonesia (FFI)  2008 untuk kategori penulis skenario, film dan sutradara terbaik melalui film “Fiksi”.

Mouly mulai mengenal dunia film sejak berkuliah di Melbourne, Australia, bersama teman dan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Australia membuat film amatir. Sejak saat itu Mouly merasa menikmati bagaimana cara membuat film. Padahal di saat itu ia mengambil kuliah sastra dan media, tapi dirinya merasa lebih tertarik untuk membuat film. Cita-cita sejak kecil menjadi penulis buku akhirnya ditinggalkan dan memutuskan untuk meneruskan kuliah S2 dengan mengambil jurusan film. Sejak saat itu dia mantap menentukan pilihan sebagai sutradara.

Berbekal pengetahuan tentang film,  Mouly juga berhasil membawa film "Fiksi" ke dalam festival film internasional Busan (Busan International Film Festival di 2008). Lewat film Fiksi itu juga yang mengantar Mouly menjadi satu-satunya perempuan peraih Piala Citra untuk kategori sutradara terbaik 

Ditahun 2013 Mouly menyutradarai film What They Don't Talk About When They Talk About Love, yang merupakan film Indonesia pertama  masuk seleksi World Cinema Dramatic Competition Sundance Film Festival.

Foto Marlina Cannes 2(Poster Marlina Cannes (Foto: Istimewa)

Karya terbaru Mouly “Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak”, Film tersebut menjadi film yang pertama mendapatkan subsidi Aide aux cinemas du Monde dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan serta Kementerian Luar Negeri Prancis.   Terseleksi di Quinzaine des réalisateurs (Directors Fortnight) yang berlangsung paralel dengan Cannes Film Festival 2017.

Sejak diselenggarakan pertamakalinya di tahun 1969, Directors' Fortnight, yang diselenggarakan pada Festival Film Cannes oleh Société des Réalisateurs de Films (Asosiasi Sutradara Film Perancis), bertujuan untuk mendukung pembuat film dan mendorong talenta baru ke hadapan khalayak umum serta kritikus film pada perlehatan festival film terpenting di dunia ini.

Banyak sutradara dunia yang sebelumnya merintis karier lewat kanal Directors Fortnight, di antaranya Werner Herzog, George Lucas, Martin Scorsese, Jim Jarmush, Michael Haneke, Spike Lee, dan Sofia Coppola.

“Terseleksi di festival ini saya berharap bisa memberikan kesempatan kepada Marlina untuk mendapatkan distribusi yang lebih luas dari film-film saya sebelumnya. Sungguh sebuah kehormatan besar bisa berada di Directors’ Fortnight yang telah banyak menemukan Auteurs dunia dan terkenal dengan karya yang lebih edgy. Sungguh sebuah panggung yang cocok untuk Marlina.“ Kata Mouly lewat keterangan tertulisnya. Saat ini Marlina sedang dalam proses paska produksi di Paris.

Marlina bercerita tentang seorang janda yang melalui perjalanan mencari keadilan setelah rumahnya diserang oleh segerombolan perampok yang kemudian perampok tersebut dipenggal kepalanya oleh Marlina. Perjuangannya membawa kepala sang perampok ke kantor polisi ini yang membuat Mouly tertarik untuk mengangkat kisahnya menjadi sebuah film.

Marlina merupakan film keempat Indonesia yang berhasil masuk seleksi rangkaian Festival Film Cannes, setelah sebelumnya Tjoet Nja’ Dhien (1988, Semaine de la Critique), Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard), dan Serambi (2006, Un Certain Regard).

Film ini ditulis sendiri oleh Mouly Surya bersama Rama Adi dan  ide cerita dari Garin Nugroho. Bertindak sebagai produser  Rama Adi dan Fauzan Zidni, dan dibintangi oleh Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama dan Egi Fedly.

Film produksi bersama Cinesurya, Kaninga Pictures (Indonesia), Sasha & Co Production (Prancis), Astro Shaw (Malaysia), HOOQ Originals (Singapura) dan Purin Pictures (Thailand) ini nantinya akan diputar di festival yang diselenggarakan tanggal 18 hingga 28 Mei 2017 di Cannes, lalu akan ada pemutaran di Marseille, Paris, Geneva, Roma, Milan, Florence dan Brussels.

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found