Ramadhan Jazz Rudiantara Buka RJF | Foto-foto Teza

Ramadhan Jazz

Lewat Musik Tebar Amalan

Antusiasme dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan bisa dilakukan dengan beragam hal, salah satunya lewat pagelaran musik. Ramadhan Jazz Festival (RJF) merupakan agenda utama guna mengajak para partisipan acara nya untuk mengumpulkan ragam donasi dari mulai uang, donor darah hingga sumbangan dalam bentuk buku. Dari hasil itu bukan hanya menyuguhkan manfaat bagi sang penontonnya saja, 2 hari acara ini berlangsung berhasil mengumpulkan dana total 113 juta rupiah, kurang lebih 100 kantung darah dan lebih dari ratusan buku. Dana yang terkumpul sedianya akan dipergunakan untuk membuat sebuah mata air di Nusa Tenggara Timur dan tentunya akan sangat bermanfaat untuk lebih dari 400 orang di daerah tersebut.

RJF merupakan acara rutin tahunan dan berhasil terselenggara untuk yang ke-5 kalinya di pelataran Masjid Cut Mutiah, Jakarta pada tanggal 26-27 Juni 2015. Masjid yang terletak di wilayah Cikini itu dahulunya merupakan salah satu peninggalan sejarah dari zaman penjajahan kolonial Belanda, tahun 1879-1955 bangunan ini difungsikan sebagai Kantor Biro Arsitek N.V Bouwploeg. Lalu, sempat dialihfungsikan menjadi kantor pos, kantor jawatan Kereta Api Belanda, kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang. Sebelum gedung parlemen di pindahkan ke Senayan, bangunan ini juga menjadi saksi sejarah lantaran dijadikan gedung sekretariat MPRS dan kantor urusan agama (1954-1970), hingga di tahun 1987 akhirnya Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin mengeluarkan SK dan meresmikan Masjid Cut Mutiah dan memutuskan bangunan bersejarah ini sebagai masjid tingkat provinsi.

Pagelaran akbar ini pada hari pertama berhasil menyedot sedikitnya 3.000 penonton dan pihak panitia pun sempat ngos-ngosan dikarenakan meledaknya volume pendatang. Clearing lokasi yang digembor-gemborkan faktanya saat hari pertama telat untuk dikoordinasikan, lantaran penontonnya yang makin berjubel sudah mengamankan seat duduk lesehan terlebih dahulu ke arah stage utama Ramadhan Jazz Festival, sementara barikade untuk para fotografer pun juga baru disedikakan di hari ke-2 acara.

Tentu yang datang di hari pertama acara Ramadhan Jazz Festival tak akan menyesal, karena akan dimanjakan oleh beragama line-up musisi-musisi beken dari mulai Raisa hingga Emerald. “Aku datang kesini berenam dari Serpong naik kereta, berangkat jam 1 siang karena aku kan denger kabar, kalo White Shoes and The Couples Company tampil malam ini di Masjid Cut Mutiah. Aku ngefans banget sama mereka walaupun jauh tapi aku harus nonton band ini karena keren banget.. walaupun resikonya nanti aku bisa pulang besok pagi, tapi gak apa-apa yang penting aku harus bisa liat perform band idolaku yang satu ini,” kata Astri pengunjung wanita Ramadhan Jazz Festival yang datang dari Tangerang.

Waktu telah menunjukkan pukul 21.20 WIB, akhirnya panggung ini berhasil dibuka oleh perform trio (vokal, gitar akustik, bass) dari Abenk Alter. Musisi muda ini berhasil menampilkan karya terbaiknya yang berjudul ‘Happy’, ‘Pinangan dan Lagu Rindu Untuk Dia’ dengan nuasa pop jazz. Pengalaman menjadi band pembuka di Ramadhan Jazz tentu tak akan terlupa dan mereka tutup dengan lagu ‘Tuhan’ yang sempat dipopulerkan oleh Bimbo.

Ramadhan_JazzAbdul The Coffee Theory | Foto - foto Teza

Performa kedua diwakili oleh soft jazz nya Abdul & The Coffee Theory yang langsung menggebrak panggung dengan lagu yang berjudul Sibuk, malam itu ke 5 personilnya tampil mengenakan baju yang bernuansa islami. Di lagu selanjutnya mereka juga berhasil memadukan tembang religi ‘Akhirnya’ yang diciptakan oleh Deddy Dhukun dengan balutan musik Jazz yang sexy ditambah dengan bunyi saxophone hingga menitipkan salam akhir di lagu ‘Aku Suka Caramu’. Echa Soemantri juga menampilkan aksi solo drumnya selama +-2 menit, setelah itu ia melemparkan (memberi) stik drum kepada penonton dan disambut dengan tepuk tangan meriah.

Rudiantara yang menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika meresmikan event Ramadhan Jazz Festival ke-5 bersama pengurus yayasan dan ketua Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), setelah firework acara musik pun dilanjutkan lagi dengan penampilan si ratu galau Raisa yang menampilkan lagu-lagu berjudul ‘Teka-Teki’, ‘Serba Salah’, ‘Dengan Menyebut Nama Allah’, ‘Apalah Arti Menunggu’ dan ‘Could it Be’. Malam itu ia tampil tak seperti biasanya, mengenakan busana ala India dipadu dengan suara vokal yang sangat lembut dan mampu membuai ribuan penonton yang memadati pelataran Masjid. Tampil dengan musik yang minimalis, ia hanya membawa additional keyboard, bass dan tetap mempercayakan Marco sebagai penabuh drum utamanya.

Kunto Aji membuktikan kualitasnya sebagai penyanyi pendatang baru yang berhasil tampil debut di event Ramadhan Jazz. Dia bersama bandnya tampil cukup apik dari membuka salam lewat lagu ‘Dengan Menyebut Nama Allah’. “Aku ingin membawakan juga lagu favorite yang mempengaruhi secara musikalitas,” ucap Kunto saat diaat panggung dan melanjutkan maksudnya itu dengan menyanyikan lagu ‘Tentang Aku’ yang di populerkan oleh Jingga. ‘Pengingat’ dan ‘Terlalu Lama Sendiri’ tak lupa juga dibawakan dan khusus untuk single hitsnya itu terbukti membuat penonton karokean.

Selanjutnya Sore yang tampil lengkap dengan busana khas Timur Tengah langsung menyapa penonton dengan banyolan-banyolannya Awan Garnida yang membuat penonton pun tak dapat menahan tawa. Setelah itu band yang dipunggawai oleh Awan Garnida, Ade Firza Paloh, Bemby Gusti, Reza Dwi Putranto membawakan ‘No Fruit For Today’, ‘Merintih Perih’, ‘Pergi Tanpa Pesan’ dan ‘Sssst’. “Sebagai sarana syiar yang efektif lah, musik kan mempersatukan orang acara seperti ini bagus untuk membangun silaturahmi, memberikan sesuatu yang baik lewat musik dan lirik-liriknya, membuktikan juga kalau agama sebagai sesuatu yang fluid,” kata Ade, vokalis-gitar-trompet Sore.

Ramadhan_JazzEmerald | Foto - foto Teza

Malam semakin larut berikutnya adalah Emerald tampil menyajikan jazz fusion yang mereka mainkan di era 80-90an, penonton yang mengantuk pun terbukti melek lagi kala melihat aksi perform nya Roedyanto (Bass), Iwang Noorsaid (keyboard), Ramcey (gitar), Yandi Andasaputra (drum) yang masing-masing personelnya menyegarkan lagi mata penonton dengan skill edaaan. “Kami ingin memberikan pendidikan buat pendengar ataupun anak muda yang ingin mendalami fusion. Di track Journey to Padang kita kasih improve dengan skill Arabian biar ada pendekatan ke suasana Ramadhannya. Kita siapkan intro lagunya dengan Sholawat dan Zikrullah,” kata Roedyanto. Hari itu ia membawakan lagu tribute untuk Ricky Jo (vokalis band Emerald yang telah wafat).

Sebagai penutup Ramadhan Jazz hari pertama penonton disuguhkan classic musik, slow jazz, funk ethnik music dan itu ada di beberapa tracklist nya White Shoes & The Couples Company, formasi grup musik alumnus IKJ itu kini terdiri dari Aprilia Apsari (vocal), Rio Farabi (gitar), Saleh Husein (gitar), Ricky Virgana (bass), John Navid (drum) dan Aprimela Prawidyanti (keyboard). WSTCC menghadirkan lagu-lagu yang ditunggu penonton seperti ‘Windu Defrina’, ‘Senandung Maaf’, ‘Vakansi’ dan ‘Aksi Kucing’. Pagi pun telah menjelang, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 01:30 WIB, namun penonton masih minta encore, Sari dan kawan-kawan menutup perjumpaannya dengan lagu ‘Matahari’. Penonton akhirnya dapat bubar dengan tertib dan acara Jazz Ramadhan hari pertama berlangsung dengan sangat kondusif. Data yang terkumpul hari itu adalah Dana wakaf sebesar 62 juta Rupiah, 100 buku dan 50 kantung darah yang di pegang oleh Palang Merah Indonesia.

Sukses dengan pagelaran di hari pertama, penyelenggaraan Ramadhan Jazz Festival hari kedua yang berlangsung 27 Juni 2015 dimulai lagi setelah ibadah shalat Taraweh, masih bertempat di Masjid Cut Mutiah, Menteng. Panitia hari itu lebih siap lagi untuk mengatasi masalah membludaknya penonton, selain menyediakan tempat aman untuk para fotografer, mereka juga berhasil melakukan clearing area terlebih dahulu.

Acara dibuka dengan tari betawi dan atraksi pencak silat dari penampilan Abang None Jakarta Utara. Lalu, sebagai penampil pertama adalah Sumringah, band yang terdiri dari 7 personel itu berhasil menjadi pemenang audisi band di Ramadhan Jazz. Pop Jazz merupakan nuansa utama yang diusung band asal Jakarta ini, mereka juga telah berhasil melahirkan sebuah single lagu yang berjudul ‘Say Hi’ dan bisa didengar di akun Soundcloud Sumringah.

Setelah itu Rio Moreno (piano) bersama Harry Toledo (bass), Echa Sumantri (Drum) naik ke stage dan memainkan Acapella Jazz dan hal ini benar-benar mengejutkan penonton. Jemari Rio seperti berdansa diatas Pianonya dan sering menatap ke arah Echa untuk mengajaknya terus mengimprove dentuman drum. Selanjutnya ia memanggil kedua temannya yakni, Yura dan Cecillia untuk mengisi perkusi dan vocal. Kehadiran keduanya membuat Rio Moreno semakin menjadi-jadi, musik latin jazz pun dimainkan sangat akrobatik dan berhasil memukau sedikitnya 3.000 masyarakat yang hadir di Ramadhan Jazz hari kedua.

Hanif Dhakiri, Menteri Ketenaga Kerjaan tidak mau kalah dengan talent yang ada disini. Dia ternyata datang bukan hanya untuk pidato, nyatanya pak mentreri sudah sangat siap untuk perform, sampai menciptakan lagu khusus yang berjudul Robbana Zholamna yang ternyata ditampilkan juga sebelum meninggalkan panggung.

Kini giliran Yura Yunita dan band untuk perform diatas stage, setelah intro Yura pun langsung muncul seketika dipanggung dengan ‘Balada Sirkus’ nya. Mojang asal Bandung itu melanjutkan dengan lagu ‘Kataji’ yang berlirik sunda. Penampilannya ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh banyaknya fans yang hadir didepan dan mereka sudah hafal lagu-lagu dari album debutnya yang telah rilis tahun 2014 kemarin. Lalu, dia menyanyikan lagu Dewa yang berjudul ‘Satu’ dan merubah utuh musiknya menjadi groovy jazz dilanjutkan dengan ‘Berawal Dari Tatap’, ‘Cinta dan Rahasia’ hingga menutup salam perpisahan lewat lagu ‘Superluna’.

Ramadhan_JazzLantun Orkestra | Foto - foto Teza

Sebagai bumbu penyedap rasa sekaligus humor yang tampil diluar konteks jazz, maka dari itu Lantun Orkestra hadir untuk kali kedua di Ramadhan Jazz Festival dengan personel yang seabreknya diatas panggung, mereka terdiri dari Chaka Priambudi (bass), Tiyo Alibasjah (gitar), Donny Prasetyo (keyboard), Windy Setiady (Accordeon), Armiya Husein (flute), Kenny Gabriel (trompet), Dika Chasmala (violin), Edward Manurung (perkusi) dan Nesia (vocal) yang berhasil membuat banyak guyonan diatas stage dengan celotehan-celotehan betawi.

Tak heran penonton pun sangat gembira dengan kehadiran mereka. Lantun Orkestra berhasil membawakan sejumlah tembang ‘Ondel-ondel’, ‘Kicir-kicir’, ‘Tahu Tempe’, hingga ‘Keroncong Kemayoran’. Penampilan mereka membawa esensi berbeda dari musik jazz yang serius menjadi penyerapan tradisional musik yang penuh sense humor dengan lirik jujur dan hal yang terpenting adalah, mereka berhasil memberikan warna tersendiri di RJF 2015 dan benar-benar membuat penonton terpikat kala melihat aksinya.

Beben Jazz and Friends kali ini datang untuk ketiga kalinya di Ramadhan Jazz, mereka bukan hanya tampil dengan nuansa Jazz. Seperti beberapakali terdengar koyakan gitar dengan nuansa Blues yang keluar dari gitar Beben, terutama di track ‘Knockin’ on Heaven’s Door’. Inna Kamarie meramaikan lagi suasana tengah malam di panggung Ramadhan Jazz dengan performa atraktif dan powerfull suaranya yang mirip-mirip Macy Gray. Tampil menggunakan jilbab dan fashion yang serba putih beberapa kali aksi provokatifnya itu mengundang penonton untuk lagi-lagi ikut terlibat bernyanyi, dan tentu menjadikan stage itu panas kembali. Malam itu ia berhasil menampilkan ‘Blue Moon’ dan ‘Ujan Gerimis’ dengan taste Jazz Soulful.

“Lagu yang berjudul ‘Manusia’ aku ciptakan di Lombok di sebuah tempat yang sangat indah ya karena itu, ehh.. begitu pulang lagi ke Jakarta melihat orang-orang lagi pada main handphone, lagi-lagi itu ya memang manusia” kata Rieka Roeslan yang setelah lagu Manusia memanggil Iga Mawarni untuk menyanyikan lagu ‘Pantun’ dan dilanjutkan dengan lagu religi yang baru saja direkam berjudul ‘La illa Inna Lillah’. Kolaborasi keduanya sarat akan tingginya perpaduan oktav suara. Pagi itu Rieka Roeslan tampil dengan lagu-lagu solo karirnya diluar musik The Groove.

Di penghujung acara Maliq & d’Essentials keluar sebagai nama terakhir yang disebut sebagai favorite mayoritas pengunjung. Meski rundown agak kacau dari yang dijadwalkan hal ini sama sekali tidak menyurutkan antusisme penonton. Hal ini terbukti ketika Angga cs dengan formasi komplit nya hadir diatas panggung langsung membludak saat ‘Terlalu’ dikumandangkan sebagai lagu pertama. Selanjutnya mereka melanjutkan dengan ‘Dia’, ‘Drama Romantika’ dan menutup Ramadhan Jazz 2015 dengan lagu hitsnya ‘Setapak Sriwedari’.

“Strategi dakwah kami dengan cara bermusik. Dari situ kami selipkan nilai-nilai dakwah di setiap acara yang kami buat. Panitia sengaja memilih aliran musik Jazz karena digemari oleh segmentasi RICMA yaitu usia 16-25 tahun” ujar Muhammad Sukarno Hatta selaku ketua RICMA. Usai sudah pagelaran musik tahunan ini, dari data yang dihimpun NewsMusik untuk donasi Dana telah terkumpul sebanyak 113 Juta Rupiah yang nantinya akan di berikan kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk pembuatan mata air dalam program Love Water.

See You .. di Ramadhan Jazz Festival 2016. /Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found