Taylor & Francis Online Foto-foto Istimewa

Taylor & Francis Online

Penggemar Musik Metal Era 80-an Adalah Orang Paling Bahagia

Di era 80-an, tersebar mitos bahwa metal dan segala turunannya yang tidak “ramah” dengan telinga dianggap memiliki pengaruh buruk bagi penggemarnya. Menyembah setan, penyalahgunaan narkoba, sampai bunuh diri adalah beberapa tudingan buruk kepada musik metal.

Bahkan untuk mencegah hal tersebut semakin merajalela, Tipper Gore bersama Susan Baker, Pam Howar dan Sally Nevius pada tahun 1985 membentuk komite The Parents Music Resource Center. Dimana salah satu tindakan pencegahannya adalah dengan memberi stiker Parental Advisory pada album-album yang dianggap “berbahaya”.

Tiga dekade kemudian Taylor & Francis Online membuat sebuah penelitian yang mencoba menguji keabsahan hasil penelitian di era 80-an yang mengklaim bahwa penggemar Iron Maiden, Judas Priest maupun Black Sabbath memiliki resiko perkembangan mental yang buruk.

Seperti yang dilaporkan oleh Pacific Standard, penemuan baru tersebut menemukan bahwa para metalheads yang turut serta dalam penelitian tersebut memiliki “kecenderungan lebih bahagia di masa mudanya dan lebih baik dalam menyesuaikan diri dengan masa kini” bila dibandingkan dengan anak-anak muda yang menyukai musik lain.

Psikolog Tasha Howe dari Humbolt State University selaku pimpinan penelitian tersebut mengakatakan bahwa penggemar musik metal kerap mengalami trauma dan kehidupan dengan jargon ‘sex, drugs and rock n roll’ beresiko. Para metalheads juga bertindak melindungi diri dari hal-hal negatif.

“Meski berhadapan dengan tantangan masa kecil yang merugikan dan hal-hal beresiko lain pada masa muda, mereka dilaporkan memiliki kadar kebahagiaan masa muda lebih tinggi. Mereka juga sedikit memiliki rasa penyesalan terhadap apa yang telah mereka lakukan di masa mudanya,” jelas Howe.

02 Metal Band IstimewaFoto - foto Istimewa

Dalam penelitian yang diberi tajuk The Life Experiences And Mid-Life Functioning Of 1980s Heavy Metal Groupies, Musicians and Fans tersebut dilaporkan bahwa mereka yang menyenangi musik di luar heavy metal “datang ke konseling psikologi karena masalah emosional lebih dari kelompok lainnya. Dimana hal ini mengindikasikan rasa kurang bahagia dan memuaskan pada kehidupan remaja mereka di era 80-an.

Penelitian ini dilakukan secara daring melalui laman Facebook yang melibatkan 377 orang, dimana 154 di antaranya termasuk musisi dan penggemar metal yang tumbuh besar di era 80-an, 80 orang yang mendengarkan musik lainnya ketika remaja, serta 153 mahasiswa dari sebuah universitas di California.

Peneliti kemudian memberikan catatan bahwa penggemar musik metal secara alamiah memiliki kecenderungan kuat untuk saling mendukung dalam komunitas metal. “Dukungan sosial merupakan faktor pelindung penting bagi remaja bermasalah. Penggemar dan musisi seperti memiliki rasa persaudaraan dalam komunitas metal. Serta merasa memiliki ikatan emosi yang tinggi ketika bersama orang yang sepaham,” ungkap laporan tersebut. /yoseR

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found