Musik Sinema Pinggiran D'jenks | Foto-foto tezA

Musik Sinema Pinggiran

Pesta Indie Multi Genre

Pemutaran klip Jalan Panjang Yang Berliku menjadi tema utama acara musik yang berlangsung di Basement Cafe, Kemang pada awal Juni kemarin. Setelah berkecimpung lebih kurang 11 tahun, akhirnya D’jenks merayakan video klip perdana yang di garap oleh Sinema Pinggiran atau komunitas audio visual (auvi) yang terbentuk di IKJ tahun 2011 silam. Efek threshold menjadi warna kuat di clip ini dan menceritakan personelnya sendiri sebagai pelakon utama di sepanjang alur lagu yang berdurasi lebih kurang 3,50 menit itu.

Adalah Allan Soebakir yang berjasa mendirect klip terbaru band beraliran dirty reggae asal Jakarta ini. Bukan kali pertama baginya membuat video band indie. Keterlibatan Allan pada Auvi Sinema Pinggiran telah melahirkan berbagai klip-klip band diantaranya Rumah Sakit, Mata Jiwa, Marjinal, Steven Jam, Funky Kopral, Siksa Kubur, Peron Satoe dan masih banyak lagi.

02 The Stockers Teza
The Stockers

Berbagai band turut serta memeriahkan malam musik yang kaya akan variasi genre itu, NewsMusik hadir tepat saat The Stockers performed. Trio Punk Rock & Roll yang terdiri dari Jaws, Edwin dan Skiw berhasil memukau lewat ‘Hidup Dalam Teror Waktu’, ‘Afraid’ dan ‘Kenyataan Bagai Belati’. Berulang kali Jaws yang mengendalikan mikrofon utama sekaligus menggonjreng fender memamerkan skill gitarnya diatas stage dan membuat penonton pun berdecak kagum melihat trik melodinya itu.

Barbars menjadi bisa beracun bagi para penyimaknya, tampil dengan ragam coretan pada muka seperti joker mereka membius lewat ‘Glorious Brain’, ‘Magenta and Half Black Garland’, ‘Angsa Berbisa’ dan ‘Marylin Monroe’. Tak heran crowd pun semakin merapat sesak. Bahkan, Iwan (gitar) sempat melakukan aksi banting gitar, fender stratocaster nya patah lalu ia menggantinya dengan epiphone semi hollow. Barbars merupakan gabungan band Pestol Aer dan Seek Six Sick, sesekali suara vocal nya Bofag terdengar seperti Billy Corgan Smashing Pumpkins.

03 Ramayana Soul Teza
Ramayana Soul

Bau asap dupa mulai mengharumi seisi ruangan bar dan mulai menghipnotis para penontonnya yang tepat berada di depan stage utama. Aroma mistik musik spiritual mulai tersaji saat Angga memainkan alat musik tradisonal dari India, Sitar ditambah lantunan backsound Sinden. Inilah Ramayana Soul, sebuah grup musik beraliran Psychedelic Raga Rock asal Jakarta yang berhasil membuai penontonnya lewat tracklist ‘Mawar Batu’, ‘Raksasa Bergema’, ‘Dimensi Dejavu’. Grup ini beranggotakan Erlangga Isanders (Sitar-Keyboard-Vocal), Ivon Destian (Vocal,Sinden,Sitar), Adhe Kurniawan (gitar), Irfan Tirtamurti (Bass) dan Bimo Kamil (Drum). Mereka telah berhasil merilis album perdananya SABDATANMANTRA yang bekerjasama dengan label Wasted Rockers Recordings tahun 2014 kemarin.

“Well it’s one for the money, two for the show, three to get ready... Now go cat go...But don’t you, step on my blue suede shoes.. You can do anything, but stay off of my Blue Suede Shoes” lagu King Rock and Roll ini dibuka oleh Borock N Roll. Selain menyuguhkan aksi Rockabilly, band asal Jakarta itu juga memainkan instrument Surf Rock layaknya The Ventures, mereka juga membawakan lagu Slow Independent Day yang klip nya diproduksi juga oleh Sinema Pinggiran.

Terpacu oleh apiknya performa band-band diatas, tak perlu pikir panjang lagi D’jenks pun langsung tancap gas dengan ‘Jalan Panjang Yang Berliku’ yang lagi-lagi semakin memanaskan crowd. Lagu teranyarnya ‘Kala Musik Bergema’ yang dirilis Indonesia Reggae Sound beberapa waktu lalu dibawakan di tembang nomor 2. Tak ketinggalan single hitsnya ‘Move On’ dimainkan dengan kompak. Lalu, Dome yang karakternya panggungnya sangat komunikatif dengan penonton memanggil sahabat lamanya dari grup musik Artificial Life dan memainkan ‘Lagu Lama’, ‘You Wondering Now’ hingga pesta ditutup dengan ‘Fucking Police Man’.

Saat itu waktu telah menunjukkan pukul satu pagi tetapi barisan penonton belum mau membubarkan diri. Masih terlihat berkumpul di parkiran depan cafe. Mungkin inilah saat yang tepat bagi mereka untuk saling bersilaturahmi lewat musik menjelang datangnya bulan puasa dan sekaligus merayakan malam purnama di hari raya Waisak./ Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found