Zap Mama Zap Mama (Foto: Ibonk)

Zap Mama

Panaskan JJF 2017 Hari Pertama

 

Satu lagi yang cukup ditunggu penampilannya adalah Zap Mama di Hall B3/ C3 di ajang Java Jazz Festival (JJF) 2017 ini. Ini tahun keduanya Zap Mama yang dimotori oleh seniman Belgia, Marie Daulne tampil diajang jazz paling bergengsi pada saat ini tersebut.  Zap Mama sendiri melantunkan musik polifonik dan Afro-Pop yang harmonik dengan campuran teknik vokal Afrika, Urban, Hip-Hop dengan penekanan pada suara.

Penyanyi asal Belgia tersebut cukup mampu menggoyang panggung JJF dan memanjakan para penikmat musik yang hadir. "Selamat malam," serunya saat menyapa penonton dalam bahasa Indonesia. Sapaan hangat itu disambut sorak sorai dan tepuk tangan para penonton, setelah sempat menunggu sekitar lebih dari setengah jam dari waktu tampil yang telah dijadwalkan.

Selepas itu ia melantunkan ’Woodabee’, yang langsung saja disambut meriah oleh penonton yang hadir. Dilanjutkan ke lagu ‘Vibration’, penonton semakin menggila dan bersorak-sorak ketika lengking vokal Zap Mama menggema di area BNI Stage

.03 Zap Mama IbonkZap Mama (Foto: Ibonk)

 

Penyanyi yang memulai debutnya pada 1991 ini masih saja terus menghipnotis para penikmatnya lewat tampilan selanjutnya ‘Singings Sisters’. Begitulah, Zap Mama mampu mempengaruhi emosi lewat tampilan keren darinya yang sukses membawakan pengaruh musiknya tersebut mendunia.

Silih berganti karya ditampilkan mulai ‘1000 Ways’, ‘Africa Sunset’, ‘Nefertiti’, ataupun ‘Hello to Mama’ yang memiliki pengaruh dani terinspirasi dari musik Hip Hop, Nu-Soul, Jazz dan unsur-unsur pop lainnya. Tak hanya menyanyikan beberapa bait lagu bersama-sama, ia juga mengajak penonton untuk larut lewat goyang ala Afrika yang dipertontonkannya.

 

02 Zap Mama IbonkFoto: Ibonk

Seperti yang disebutkan Marie Daulne disela-sela penampilannya bahwa suara itu adalah instrumen itu sendiri. "Ini instrumen paling asli, instrumen utama. Instrumen yang paling soulful, adalah suara manusia. Menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Perancis dan Inggris dengan akar musik  african world music. Sangat seksi...,” ungkapnya.

Ia juga cukup piawai mengemas penampilannya seperti membawakan potongan lagu Al Jarreau ataupun memasukkan nafas rock lewat penggalan lagu ‘We Will Rock You’ nya Queen.

Itulah Marie Daulne, ataupun Zap Mama yang seperti yang disebutkannya dihadapan penonton merupakan anak dari seorang ayah Belgia dan ibu Kongo. Ia lahir di Timur Zaire. Beberapa hari setelah kelahirannya ayahnya dibunuh oleh pemberontak Simba, selama krisis Kongo. Tragis memang... Namun, ia tidak mau untuk terus menebarkan kesedihan tersebut, tapi sebuah kegembiraan lewat musiknya yang memikat hati./ Ibonk

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found