NewsMusik

NewsMusik

Sunday, 17 September 2017 10:23

Ferry Mursyidan Baldan

Melepas Rindu Lewat Film Chrisye

Memelihara hati untuk tetap mengingat ataupun mencintai idola adalah lumrah yang sering kita temui dikehidupan sehari-hari. Yang mungkin membedakan adalah kadar kepedulian sang penggemar terhadap idolanya dan orang disekelilingnya. Tidak semata ketika hidup, bahkan sampai kematian sosok idola tersebut, rasa cinta dan kepedulian tetap terpelihara dengan baik.

Salah satunya yang sering kita dengar kiprahnya adalah sepak terjang Ferry Mursyidan Baldan (FMB), sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang – Kepala Badan Pertanahan dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi. Ia adalah seorang penggemar fanatik penyanyi legendaris Chrisye. Sejak sang idola hidup sampai sosok Chrisye harus pergi meninggalkan dunia ini.

Fanatisme seorang FMB bermetamorfosis menjadi cinta kepada artis yang diidolakannya. Untuk menjaga bentuk cintanya, ia selalu menciptakan kegiatan-kegiatn terkait sang idola. Bukan hanya seperti memperingati hari lahir ataupun kematian Chrisye, ia juga membentuk Komunitas Kangen Chrisye (K2C), yang nota bene menjadi motor dalam setiap aksinya.  

Beberapa yang tercatat yang pernah diperbuat seorang FMB adalah lewat buku “Chrisye Di Mata Media, Sahabat Dan Fans” (Memperingati Lima Tahun Kepergian Sang Legenda, 30 Maret 2007 – 30 Maret 2012). Lalu sebuah buku lagi bertajuk “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi: Ekspresi Seorang Penggemar”  pada 30 Maret 2017 silam. Atau sebelumnya mengadakan lomba menyanyi lagu-lagu Chrisye ditingkat wartawan pada tahun 2016.

02 FMB pada saat Launching Official Trailer dan Poster film Chrisye IstimewaFMB pada saat Launching Official Trailer dan Poster film Chrisye (foto: Istimewa)

Akhir pekan silam, FMB juga turut hadir dalam acara Launching Official Trailer dan Poster film Chrisye, “Revealing Vino G Bastian Appearance As Chrisye”. Momentum ini menjadi sebuah hal yang dirasa cukup penting bagi seorang Ferry.  “Film ini bisa jadi obat kangen saya sebagai penggemar. Awalnya, saya pikir preview film akan dilangsungkan 16 September, bertepatan dengan tanggal lahir Chrisye. Tapi  ternyata baru akan ditayangkan pada Desember 2017,” ujar Ferry di sela acara yang digelar di Motion Blue, Fairmont Hotel, Senayan Jakarta.

Diluar sosoknya sebagai ‘penggemar mati’ Chrisye, FMB juga sangat mengapresiasi peran Vino G Bastian yang bermain sebagai Chrisye. Menurutnya, Vino sangat pas memerankan Chrisye. Di mata Ferry, Vino  merupakan sosok aktor yang cerdas, pekerja keras dan detail. “Vino mau melakukan riset untuk  mendalami karakter Chrisye. Vino bilang ke saya, ia juga membaca buku yang saya terbitkan “Chrisye di Mata Media, Sahabat dan Fans” untuk menangkap lebih detil sosok yang diperankannya tersebut.”

Film produksi MNC Pictures bersama Vito Global ini, selain menghadirkan Vino Bastian  sebagai Chrisye, juga menempatkan Velove Vexia sebagai Yanti (Isteri Chrisye). Cerita dalam film ini dibangun dari sudut pandang isteri Chrisye.

03 Vino G Bastin dan Ferry Mursyidan Baldan IstimewaVino G Bastin dan Ferry Mursyidan Baldan (Istimewa)

“Selama hidupnya Chrisye dikenal tertutup, orang cuma kenal dia dari lagu. Sementara kehidupan keluarganya  jarang diungkap. Film ini jadi menarik  karena menjelaskan humanis seorang Chrisye yang tak terlihat penggemar, baik  dari perannya sebagai kepala keluarga  bersama  isteri dan anak-anak, maupun hubungan Chrisye dengan  mendiang Ayahnya!” jelasnya kembali.

Selanjutnya, FMB sangat menaruh harapan besar bahwa film Chrisye betul-betul bisa di putar pada bulan Desember nanti. Karena tahun ini adalah moment penting 10 tahun kepergian Chrisye. Ia juga siap akan menggelar nonton bareng, termasuk menggelar pertemuan fans Chrisye, setelah film ini rampung nantinya.

“Fans Chrisye diluar sana sangat antusias dan tidak sabar untuk menyaksikan idolanya. Saya pikir, ini kesempatan yang baik dan perlu diapresiasi oleh MNC Pictures dan mereka yang terlibat dalam film ini. Saya juga sudah undang mbak Yanti dan Vino untuk hadir  dalam acara yang akan kita bikin nanti,” tutupnya./ Ibonk

 

Friday, 15 September 2017 10:17

Glenn Fredly

Genre Hanya Sekedar Mitos

Jelang konser yang bertajuk Tanda Mata Untuk Slank (#TNDMT) yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 30 September 2017, Glenn Fredly mengungkapkan bahwa perbedaan genre menjadi sekedar mitos saja, dimana saat ini terasa  sekali pengelompokannya dalam bermusik. Pelantun lagu Januari ini sadar betul bahwa lagu-lagu Slank berbeda dengan genre yang selama ini ia bawakan. Kolaborasi ini akan menunjukan kepada orang banyak menjadi suatu pemikiran baru yang akhirnya mengaburkan perbedaan genre tersebut.

Mengulang kesuksesan tahun lalu, konser #TNDMT menurutnya bukan hanya sekedar pertemuan antara para musisi saja. Seperti konser Tanda Mata Ruth Sahanaya tahun lalu, Glenn dapat merilis karya dalam bentuk digital yang akhirnya menjadi catatan dalam perjalanan musiknya.

“Buat  gue hidup sebagai manusia harus ‘waras’ dan ada batasnya. Saat kita berkolaborasi dengan orang lain untuk memberikan apresiasi, akan membuka suatu pemikiran baru nantinya.  Slank akan melihat karyanya yang akan dibawakan dalam interpretasi versi gue yang tentunya akan menyenangkan dan mempunyai effek bagi orang yang kita apresiasi”, ujar Glenn saat jumpa press di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Konser ini akan menunjukkan bahwa lintas genre bisa dengan mudah dilakukan, sehingga kedepannya hal seperti ini akan menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama musisi yang berbeda genre dengannya. Dimana musik mempunyai potensi yang sangat besar bagi industry musik sekarang ini dengan kolaborasi dan kerjasama dengan  pencapaian secara bersama-sama hal ini akan bermanfaat bagi musisi lainnya.

02 Temu Pers Tanda Mata Untuk Slank (TNDMT YDhew)Temu Pers Tanda Mata Untuk Slank (#TNDMT (foto: YDhew)

Bagi Glenn Slank bukan hanya icon tetapi menjadi salah satu bagian yang berperan besar dalam membangun untuk negeri ini. Bukan hanya sekedar level hiburan saja, tetapi statement-statement dari Slank mampu mempengaruhi suatu generasi. Walaupun belum pernah bekerja sama sebelumnya dengan Slank namun bagi mantan suami Dewi Sandra ini karya Slank tersebut sangat mempengaruhi dirinya dalam hal berkarya. Lagu Slank yang kebanyakan meniupkan blues dalam setiap lagunya  mempunyai kesamaan selera antara dirinya dengan Slank.

“Mereka bukan hanya menghasilkan karya, tetapi turut menciptakan demokrasi di dunia hiburan”, tambah Glenn.

Di acara konser #TNDMT nantinya bukan hanya Glenn saja yang menyanyi, tetapi akan ada musisi lainnya yang tidak pernah berhubungan dengan Slank sebelumnya. Akan ada 10 musisi yang akan terlibat salah satunya Tompi dan Kelompok Penerbang Roket. Sekitar 19 lagu Slank yang akan dibawakan dan diinterpretasikan oleh para musisi yang akan terlibat di dalam konser ini.

“Ini akan jadi momentum untuk merayakan karya dari Slank, seperti tahun lalu dan akan menjadi contoh bagi musisi-musisi lainya yang terlibat”, ujar Glenn. Kedepannya Glenn berharap konser ini akan menjadi konser tahunan untuk merayakan musisi lainnya./ YDhew

 

Sunday, 17 September 2017 13:30

Suami Untuk Mak

Sarat Pesan Keberagaman

Alkisah hidup seorang ibu yang biasa dipanggil Mak (Lidya Kandou), Mak telah 5 kali menikah dengan tentu saja 5 orang lelaki yang berbeda. Yang uniknya suami dari Mak ini terdiri dari berbagai etnis dan suku, Tionghoa, Jawa, Sunda, Betawi dan sampai suku Bajo, sehingga bisa dibayangkan anak-anak yang lahir dari rahim Mak memiliki ciri sesuai dengan etnis dari suku ayahnya. Sayangnya setiap kali menikah, setiap kali pula sang suami meninggal sehingga Mak sangat protektif terhadap anak-anaknya.

Mak yang bernama Sarah, bersama anak-anaknya Adul, Bontot, Gilbert, Koko, dan Billy harus berjuang sendiri bersama anak-anaknya yang mempunyai fisik dan sifat yang berbeda-beda. Anak pertama lahir dari ayah yang berasal dari suku Bajo bernama Gilbert (Raim Laode), dengan penampilan fisik berambut keriting, berkulit gelap, dan bertubuh ceking yang kerap kali menjadi bulan-bulanan adiknya.

Anak kedua Kokoh (Edric Tjandra) lahir dari ayah keturuan Tionghoa yang bermata sipit dan berkulit putih. Anak Ketiga Adul (Cemen) berasal dari ayah yang bersuku Sunda, kalau bicara nyablak. Anak keempat bernama Bontot, karena Mak mengira tidak akan melahirkan lagi. Si Bontot ini dilahirkan dari ayah yang bersuku Jawa, diperankan oleh Taufiq Saini berpenampilan cupu, badan tinggi dan berkacamata.

Nah anak terakhir yang berasal dari ayah asal Betawi bernama Billy (Billy Syahputra) sifatnya jahil dan lebih nekad dibanding saudara-saudaranya yang lain. Kebayang, bagaimana si Mak membesarkan seorang diri kelima anaknya yang mempunyai sifat dan juga berasal dari agama yang berbeda? Meskipun sering berbeda pendapat, namun mereka saling menjaga dan tetap kompak dalam persaudaraan.  Ide cerita film ini diangkat dari idenya Mak Vera dengan bendera CMI Production dan disutradarai oleh Yoshua Rocky.

02 Rano Karno Lidya Kandou IstimewaRano Karno & Lidya Kandou (Foto: Istimewa)

Mereka yang beranjak besar dan tumbuh menjadi remaja merasa gerah dengan sifat over protektif sang ibu terhadap mereka. Akhirnya merekapun berembug untuk mencarikan sosok pendamping untuk Mak. Disinilah klimaks film yang bergenre drama komedi ini bermain. Dengan sifat yang berbeda dalam menjalankan misi mencarikan pendamping untuk Mak, adegan peradegan siap mengocok perut penonton. Celetukan dan adegan konyol banyak dihadirkan pada beberapa scene di film ini.

Usaha mereka dalam mencari suami untuk Mak seringkali mendapat kegagalan. Ada saja yang dirasakan tidak cocok dengan kriteria yang mereka cari. Anak-anak Mak yang memang berasal dari latar belakang aktor komedi  cukup berhasil membawa penonton untuk tertawa. Meskipun hanya sekedar nyengir kuda film ini cukup menghibur dengan alur cerita yang tidak terlalu rumit.

Cerita menjadi berubah ketika Mak terlibat dalam usaha peredaran narkoba, apa yang terjadi selanjutnya, apakah kelima anaknya berhasil mendapatkan pendamping untuk Mak?

Film ini selain diramaikan oleh akting segar dari beberapa aktor komedi dan wajah-wajah yang tak asing di dunia hiburan ibu kota. Billy Saputra, Chika Waode, Naomi Papilaya, Edric Tjandra, Taufiq Sani, Asha Syara, Ari Wibowo, Cut Memey dan alumni stand up comedy   Cemen, Arafah dan Raim Laode. Bagi penggemar pasangan lawas Rano Karno dan Lidya Kandou film ini bisa menjadi penawar rindu. Chemistry dan romantisme keduanya masih enak dilihat dan turut menghidupkan suasana di film ini. Rano yang sudah lama tidak kelihatan aktingnya di dunia peran masih apik memerankan tokoh pengacara yang menjadi tambatan hatinya si Mak.

03 Suami Untuk Mak IstimewaFoto: Istimewa

Adegan-adengan konyol yang berlatang belakang dari keragaman para pemain membuat film ini sarat dengan beberapa pesan yang memang diperlukan saat ini. Dalam film ini diingatkan kembali bahwa perbedaan etnis, agama, suku, budaya dan latar belakang status sosial serta rupa yang memiliki aturan main yang berbeda adalah hal yang wajar dalam kehidupan kita.

Setiap suku dan etnis yang berbeda dimana masing-masing mempunyai cara  dan aturan main dalam kehidupan nyata, sehingga toleransi  sangat dirasakan di film ini. Bisa dibilang film ini merupakan potret dari kehidupan negara Indonesia dalam skala kecil, dengan tema yang ringan dan cara penyampaiannya yang segar./ YDhew

 

 

Thursday, 14 September 2017 13:10

Film Posesif

Kisah Cinta Pertama Dalam Sisi Berbeda

Cinta pertama yang oleh sebagian orang sering dianggap enteng di kala remaja, cinta yang bisa membuat hidup penuh warna dengan keceriaan masa remaja. Remaja yang baru mengenal cinta, dan kala itu sering dianggap cinta monyet tidak melulu bisa berjalan dengan manis, namun bisa membuat hidup seseorang sebaliknya tanpa disadari mereka hidup dengan cinta yang rumit dan berbahaya.

Sering didapati bahwa rasa cemburu yang dimiliki pasangan remaja tanpa disadari sering kebablasan, namun mereka mengartikannya dengan tanda sayang dan cinta. Sifat posesif  yang berlebihan bisa membuat privacy seseorang terkukung di dalam naungan kata cinta, sehingga yang dihasilkan akan bisa berakibat buruk pada salah satu pasangannya. Cinta yang seharusnya melindungi dan sederhana menjadi rumit dan berbahaya.

Sebuah film yang mempunyai jargon “Surat Cinta Untuk Cinta Pertama” ini diangkat dari sebuah novel yang berjudul “Posesif”, oleh rumah produksi Palari Film menjadi suatu sajian film yang berkualitas dan ingin menyampaikan sebuah pesan moral.

Film ini merupakan kolaborasi Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy (Eddy) selaku produser dan juga kolaborasi unik antara sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S. Noer.  Meiske merasa tertarik untuk mengangkat persoalan remaja sekarang dalam hal berpacaran. Saat menjalani riset Posesif, Meiske yang turut memproduseri The Fox Exploits, The Tiger’s Might (Lucky Kuswandi, 2015), Critic’s Week, Festival Film Cannes, menemukan fenomena pacaran dimana seakan-akan, pacar berhak mengontrol pasangannya sepenuhnya.

02 Putri Marino & Adipati Dolken YDhewPutri Marino & Adipati Dolken (foto: YDhew)

Senada dengan Meiske, Eddy yang sebelumnya memproduseri Atirah yang menjadi pemenang Film Terbaik FFI 2016 tumbuh dengan menonton film Coming of Age, yang memotret kenaifan dan kebebasan remaja. Melalui genre Romance Suspense, film ini mengangkat isu serius yang sangat relevan dan dekat dengan remaja, tapi tetap menghibur.

Dari sisi kehidupan remaja yang bisa dieksplorasi dan dikemas dalam suatu bentuk film yang memotret kisah asmara tokoh Lala (Putri Marino) seorang atlet  loncat indah dan Yudhis  (Adipati Dolken) yang salah mengartikan cinta pertama. Hubungan posesif disalah artikan sebagai cinta sejati, jelas Edwin. “Ada juga yang mempunyai obsesi untuk ‘ngebenerin’ pasangannya, sehingga selalu memaafkan yang diartikan sebagai tanda kesetiaan,“ tambah Meiske.

Edwin yang biasanya menyutradarai film indie merasa tertarik dengan alur cerita dari film ini, ia menganggap ini menjadi suatu tantangan karena banyak hal yang membuatnya tertarik seperti ada manisnya, tegang juga cara mengkomunikasikan perasaan yang mengalami cinta pertama itu tidak mudah.

“Untuk film ini saya ingin sekali mengeksplore akting dalam film dan kebutulan saya ingin bekerjasama dengan orang yang memberikan waktu segalanya untuk akting di layar lebar. Buat saya pembelajaran yang sangat menarik, saya yakin film ini mempunyai kualitas akting yang dibanggakan,” ujar Edwin

Dilihat dari trailer nya, film ini menceritakan tentang Lala si atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis . Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan, karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya.

Lala pun akhirnya bimbang ada beberapa pertanyaan yang mengambang dalam fikirannya: Apa arti cinta? Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, ia harus coba lagi atas nama kesetiaan? Atau ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan. Film ini nantinya akan tayang pada bulan  Oktober 2017.


03 Putri Marino & Adipati Dolken YDhewPutri Marino & Adipati Dolken (foto: YDhew)

Penulis cerita Gina S Noer belum ada lagi di film kita yang mengangkat masalah yang penting di kala remaja. Cinta pertama yang kadang banyak orang terlalu menganggap enteng cinta pertama. Belum ada yang benar-benar mengulik cinta pertama, padahal cinta pertama seharusnya bisa mengetahui titik apa yang menentukan apa yang harus dilakukan para remaja yang harus menjadi point penting ketika mempengaruhi kedepannya ketika menjalani hubungan.

Soundtrack film ini selain ada nama-nama baru juga diisi oleh penyanyi lawas. Lagu ‘Dan’ dari band So7, hadir dengan turut meramaikan film ini. Selain itu ada juga nama Dhipa Barus, seorang DJ yang mempunyai pengaruh terhadap industri musik kontemporer Indonesia. Dan sejumlah band independen seperti Banda Neira dan Gardika Gigih juga dilibatkan.

Film ini juga di dukung oleh dua aktor Peraih piala Citra, Cut Mini (Pemeran utama Wanita Terbaik FFI 2016 dalam film Athirah) dan Yayu Unru (Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2014 untuk film Tabula Rasa)./ YDhew

 

Wednesday, 13 September 2017 11:53

Radhini

Tunggalan Baru Karya Yovie

Setelah nuansa upbeat dan jatuh cinta dalam single ‘Pujaan Hati’ yang dirilisnya pada beberapa waktu lalu, Radhini kembali menyapa fans nya lewat tunggalan terbarunya berjudul ‘Hampir Jadi’. Lagu ini merupakan single ke-4  setelah dirinya merilis debut albumnya yang diberi titel Awal yang telah dirilis pada awal tahun 2017 lalu.

“Sebenarnya lagu ini bercerita tentang hubungan percintaan yang tidak jelas. Dimana sesuai judulnya, ini adalah suatu kondisi yang dikira sudah menemukan cinta tapi ternyata malah disakiti. Tapi disatu sisi masih ragu, ada dilema apakah harus menunggu dan memaafkan semuanya atau memilih untuk pergi saja karena telah tersakiti”, ucap Radhini tentang single terbarunya ini.

Lagu ‘Hampir Jadi’ ini lahir dari tangan dingin Yovie Widianto yang memang jago meramu lagu bertema cinta. Sebenarnya lagu ini pernah dibawakan Kahitna di album “Lebih Dari Sekedar Cantik” yang dirilis 7 tahun lalu.

“Awalnya Executive Producer aku, Adrian Bramantyo berteman baik dengan Mas Yovie. Dan ternyata Mas Yovie suka dengan suaraku. Akhirnya dia kasih 2 lagu ciptaannya yaitu 'Cinta Terbesarku', yang dikeluarkan sebagai single ke-2 aku dan lagu ini. Sebenarnya ini adalah lagu lamanya Kahitna dan ada sedikit yang dirubah pada liriknya”, ucap Radhini yang juga mempercayakan aransemen musik lagu ini pada Yovie Widianto.

02 Radhini IstimewaRadhini (Istimewa)

“Sebenarnya aku menyanyikan lagu ini dengan sangat lirih, walaupun saat proses rekaman lagu ini, aku sedang tidak merasa sedih sama sekali. Tapi begitu mendengar lagunya untuk pertama kali, sepertinya sangat sulit untuk tidak hanyut dan larut ke dalam lagunya. Jadi berasa patah hati banget!” beber penyanyi kelahiran 19 April 1988 ini.

Sebelumnya Radhini telah mengeluarkan 4 single dari album perdananya yaitu ‘Kebebasan’ (remake dari lagu hit milik Singiku yang sempat populer di era 90’an), ‘Cinta Terbesarku’, ‘Sampai Nanti’ (lagu ciptaan Radhini sendiri) dan ‘Pujaan Hati’.

Pada albumnya itu, Radhini banyak melibatkan musisi-musisi Indonesia ternama seperti Yovie Widianto, Pongky Prasetyo, Abenk Alter, Rishanda Singgih, Ifa Fachir, Jevin Julian dan lain-lain.

“Lagu ‘Hampir Jadi’ adalah lagu yang powerful dan termasuk salah satu lagu favorit aku yang ada di album perdanaku ini. Surprisingly, setelah lagu ini dirilis banyak banget orang-orang yang komen di Instagram-ku dan cerita tentang kisah ‘Hampir Jadi’ versi mereka sendiri”, terang penyuka genre Pop, Motown, Soul, R&B ini.

03 Radhini IstimewaRadhini (Istimewa)

Omong-omong soal Radhini, ia memiliki nama lengkap Radhini Aprilya Hapsari dan sudah  memulai kariernya di bidang musik dengan memenangkan sejumlah kompetisi bernyanyi sejak usia 11 tahun. Selain bergabung dengan 2 sekolah musik ternama dalam pengembangan vokalnya, ia cukup terpengaruh dengan banyak musisi dunia diantaranya Corinne Bailey Rae, Joss Stone, Christina Aguilera, Erykah Badu, India Arie, Jane Monheit, Mariah Carey, Beyonce, The Roots, D’Sound ataupun Alicia Keys.

Secara profesional Radhini membangun karirnya lewat kolaborasi dengan beberapa musisi ternama, seperti Jazzyphonic & Friends, Brush Section, Rieka Roslan & The Troubadors, Warriors of Manga, Adrian Martadinata, Lawrence Aswin (SOVA), 5 Wanita, Maliq & D' Essentials, 21st Night, RAN, Slank dan lain-lain. Sampai akhirnya ia merasa mampu untuk berkarir sendiri.

Keterlibatan dirinya sebagai seorang penyiar radio disebuah stasiun radio favorit di Jakarta sedikit banyak juga menjadi penunjang kesuksesannya. Dan inilah seorang Radhini pada saat ini, ia lebih matang, bersahaja dan siap untuk menggapai kesuksesan yang lebih besar lagi./ Ibonk

 

Wednesday, 13 September 2017 11:31

Naura

Gelar Konser Ketiga di Bandung

Kesuksesan Naura menggelar konser musikal yang bertajuk Konser Dongeng Naura #1 pada 24-25 Oktober 2015 dan Konser Dongeng Naura 2# pada 4-5 Februari 2017 yang diadakan di Jakarta, membuat Kalela Creative Event tertarik untuk menggelar Konser Dongeng Naura #2 di Bandung. Hal ini berawal ketika Inna Erlina atau biasa dipanggil Bunna selaku Founder/ CEO Kalela Creative Event sekitar dua bulan lalu di acara meet and greet Naura di Bandung. Ia  menyaksikan antusiasme anak-anak sangat besar terhadap Naura.

Terlihat peminat lagu anak-anak yang ternyata masih sangat tinggi dan haus akan figure idola penyanyi anak-anak. Ini dibuktikan dengan Naura lewat konser dan albumnya yang sukses selama 3 tahun belakangan ini. Lagunya cukup menginspirasi dan selalu berdasarkan kejadian yang dialami pada masa kanak-kanak, Hal inilah yang membuat Naura bisa diterima dengan baik oleh anak Indonesia.

Perjalanan menyanyi Naura dimulai ketika menginjak usia 5 tahun, Naura yang kerap kali diajak Nola sang ibu manggung mulai tertarik untuk bernyanyi. Naura kecil yang penyuka lagu-lagu musical seperti, Sound of Music, Mathilda mulai menghafal dan mencari karakter dari lagu tersebut sendiri melalui situs YouTube.

“Pada usia 6 tahun setelah Naura  bisa membaca, dia minta dibuatkan video YouTube sendiri. Aku kemudian mulai merekam Naura menyanyi, dengan latihan sendiri dan semua dia yang atur sendiri. Aku coba membiasakan Naura untuk menyanyi secara langsung, cara belajarnya dengan menyanyi one take,  langsung jadi dan harus bagus kemudian di upload”, ungkap Nola.

02 Naura & Nola YDhewNaura & Nola (foto: YDhew)

Di usia 7 tahun Naura mengungkapkan keinginannya untuk berduet dengan sang ibu. Selama 3 bulan akhirnya lagu pertama yang berjudul ‘Semesta Cinta’ rilis, walaupun penyebarannya lagi-lagi dilakukan melalui situs YouTube, lagu tersebut mulai disukai dan diterima oleh penikmat musik anak dan menjadi berkah tersendiri buat Naura hingga sampai menjadi seperti sekarang ini.

Dengan formula lagu yang disukai anak-anak bertema musical Disney, dikemas secara menarik dan ringan dinyanyikan membuat Naura menjadi idola baru untuk anak-anak. Ia hadir dengan membawa misi untuk menyampaikan pesan kepada anak Indonesia ke beberapa daerah bahwa anak-anak harus menyanyikan lagu anak-anak dan menikmati lagu sesuai dengan umurnya.

Hal ini dibenarkan juga oleh Bunna, bahwa minimnya lagu anak-anak dan berpikir bahwa lagu Naura memiliki arti sangat dalam, membuatnya secara spontan  ingin memperkenalkan lagu anak-anak melalui Konser Dongeng Naura #3 di Bandung. Konser ini nantinya akan di adakan tanggal 4 November 2017 di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung.

Keputusan tersebut mendapat sambutan positif, dalam waktu dua hari tiket konser yang berjumlah 1900 ticket telah terjual habis. “Kami terkejut dengan penjualan ticket Naura yang cepat, saat pertama dibuka dalam waktu 4 jam tiket langsung terjual 1500an. Hari keduapun terjual dengan waktu tidak kurang dari 3 jam saja”, tambah Bunna sewaktu ditemui di acara jumpa pers di Jakarta (11/9).

Pembeli tiket bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari Singapura dan Hongkong, yang dibenarkan oleh Naura yang hadir pada saat jumpa pers di lokasi yang sama. Secara  konsep tidak jauh berbeda dari konser Naura sebelumnya. Aransemen lagu mengikuti seperti Konser Dongeng Naura 1 lalu.

03 Konferensi Pers Konser Dongeng Naura 3 YDhewKonferensi Pers Konser Dongeng Naura #3 (foto: YDhew)

Untuk video mapping juga disesuaikan dengan bentuk panggung seperti Dongeng 2 di Jakarta. “Panggung yang lebih besar dari Jakarta dengan mapping tetap sama dengan konser yang pernah di produksi sebelumnya. Akan ada perubahan dalam susunan lagu, gimmick diatas panggung, kostum, koreografi juga akan berubah”, jelas Nola.

Konser ini juga tetap melibatkan orang-orang yang sebelumnya terlibat dalam konser Naura terdahulu seperti Ojip Ismaputra yang hadir sebagai pendongeng, Nola Be3, Neona, Ava Victoria dan dancer D’Nau juga para choir dari beberapa sekolah musik Indonesia. “Nantinya akan ada melibatkan seniman dari Jawa Barat dan melibatkan anak-anak yang mempunyai bakat untuk tampil di acara ini. Akan ada audisi khusus untuk penari tradisional anak asal Jawa Barat untuk memberi kesan berbeda. Pinginnya di konser nanti, Naura  belajar bahasa gaul anak Bandung dan trend di Bandung”, tambah Nola.

Pada konser nanti Naura akan tetap membawakan 20 lagu diantaranya ‘Dongeng’, ‘Semesta Cinta’, ‘Bintang’, ‘Bully’, ‘Sister’, ‘Sahabat Setia’, ‘Untuk Tuhan’, ‘Menari’, ‘Pesta Sekolah’, ‘Setinggi  Langit’, ‘Selimut’ . Kedepannya akan ada 4 kota lagi di luar Jakarta yang akan disambangi Naura seperti,  Surabaya, Makasar, Medan dan Jogyakarta.

“Dengan adanya konser ini sebagai persembahan untuk anak Indonesia, kedepannya diharapkan  Naura dapat menjadi contoh yang baik dan menginspirasi bagi anak  lainnya, sehingga 5 tahun kedepan akan ada regenerasi anak-anak bisa tetap bisa menikmati dan menyanyikan lagu sesuai dengan umurnya”, tutup sang ayah, Baldy Mulya Putra./YDhew

04 Baldy Mulya, Naura & Nola YDhewBaldy Mulya, Naura & Nola (foto: YDhew)

 

Monday, 11 September 2017 14:13

Synchronize Fest 2017

Pastikan Menampilkan 95 Grup Musik

Akhirnya, festival musik lokal multi-genre SynchronizeFest 2017 sudah memastikan akan  menampilkan 95 musisi di 5 panggung yang tersedia di Gambir Expo – Kemayoran. Festival musik garapan Dyandra Promosindo dan Demajors ini akan diselenggarakan pada tanggal 6, 7, 8 Oktober 2017. Selama 3 hari SynchronizeFest 2017 nanti dipastikan akan memuaskan semua pengunjung yang hadir.

 Sebagai highlight pada penyelenggaraan di 2017 ini, SynchronizeFest 2017 telah  menyiapkan panggung kepada musisi lokal yang sudah cukup lama vakum di industry musik dalam negeri seperti Base Jam Reunion, dan Steven and Coconutreez.

“Para musisi terlihat sangat antusias dan supportif terhadap penyelenggaraan Synchronize Fest tahun ini, apalagi mereka yang cukup lama rehat dari industri berharap dapat kembali menghibur penggemar musik bagus Indonesia,” ujar David Karto selaku Festival Director SynchronizeFest 2017.

Selain keseruan dari ranah musik, ada juga rangkaian acara dari sejumlah pertunjukan film di area khusus, records market, bazar kreatif dan juga sejumlah pengalaman visual yang saling melengkapi.

02 Synchronize Fest IstimewaSynchronize Fest 2017 (Istimewa)

“Kami kembali menyiapkan 5 panggung utama selama 3 hari dengan konsep yang lengkap dan bertutur tentang kondisi khas industri musik Indonesia,” tambah Hendra Noor Saleh selaku Marketing & Communications Director PT. Dyandra Promosindo.

Jadi, dari pada kehilangan segala keseruan ini, segera saja pesan tiket masuknya di www.synchronizefestival.com atau https://jfp.events/ticket/synchronize serta outlet-outlet dan aplikasi seperti Book My Show, Go-Tix, Goers, Ibu Dibjo, Kiostix, Panorama Tours, dan Rajakarcis. Adapun harga tiket yang dijual terbagi dalam 3 kategori yaitu: Reguler (3 hari) : Rp. 345.000,-  Daily Reguler: Rp. 190.000,- dan Daily Early Entry: Rp. 135.000,- / Ibonk

 

Monday, 11 September 2017 13:09

Razzle

Rilis Tunggalan Kedua

Setelah merilis single pertama berjudul “Manusia Biasa” yang diambl dari album “Rock N Roll Rules” pada bulan Mei 2017 silam, berikutnya Razzle, group pengusung rock n roll alternative kembali merilis single keduanya bertajuk ‘Orang – Orang Besar’ yang juga di ambil dari album yang sama. Lagu ini sendiri diciptakan oleh kakak beradik Peter dan Once Mekel eks Dewa 19.

Dalam syairnya, tampak sekali rasa muak Mekel bersaudara ini sebagai rakyat Indonesia dengan segala polah para penguasa negeri. Diceritakan para petinggi, pejabat dan wakil rakyat yang cenderung suka bergaya berlebihan melebihi selebriti, suka mencari sensasi dengan statement – statement mereka. Belum lagi sikut sana sini yang mengedepankan ambisi pribadi dan bersikap semaunya. Once yang menggambarkan bahwa tanpa adanya Orang – Orang Besar pun dunia ini akan tetap berputar.

Razzle beranggotakan Robbie Matulandi [Vokal] eks vokalis EDANE, Peter Mekel [Gitar], Irvan Cader [Gitar], Joey Sudewo [Bass] dan King Cader [Drum], sengaja membungkus tunggalan ini dengan sound yang tetap vintage seperti di single sebelumnya “Manusia Biasa”.

02 Razzle IstimewaRazzle (Istimewa)

Diawali riff – riff gitar rock n roll sedikit mengingatkan kita pada permainan riff gitar, Jimi Hendrix. Vokal Robbie yang liar terasa menyatu dengan ritem gitar Peter dan Irvan yang terus di kawal oleh kegagahan bass Joey dan sound drum vintage rock king Cader.

Bagi para penggemar loyal group band ini dan penasaran dengan single dan album mereka sudah bisa mengkoleksi album fisik atau bisa langsung membeli album digitalnya pada digital - digital store yang ada.. Album digital Razzle sendiri sudah resmi dirilis berbarengan dengan dilayangkannya single kedua ini./ Ibonk

 

Monday, 11 September 2017 11:50

Festival Keroncong Pilar Muda Indonesia-3 2017

Upaya Konsisten Bangkitkan Minat Generasi Muda Terhadap Keroncong

Ada perasaan haru menggelayut di lubuk hati terdalam, kala NewsMusik turut hadir menyaksikan Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia (FKMPI) ke-3 Sabtu, 9/9/17 akhir pekan lalu.  Bagaimana tidak?... puluhan anak-anak muda generasi milenial tampak sangat menikmati memainkan lagu-lagu ciptaan mereka dan lagu pilihan dalam irama keroncong. Tak terlihat kesan terjebak dengan pakem lawas, yang ada  mereka berhasil membuat musik keroncong terlihat dinamis.

Kompetisi keren yang diselenggarakan oleh Sekolah Pilar Indonesia telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Seperti yang diakui oleh Dr. Iwan Kresna Setiadi, selaku Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia bahwa festival ini murni sebagai usaha mandiri sekolah tersebut tanpa ada bantuan pemerintah.

“Dan kami akan terus melakukan hal ini terus untuk menjaga konsistensi festival ini. Ada atau tidak dukungan dari pemerintah, kami sudah komit untuk terus melestarikan budaya keroncong kepada generasi muda Indonesia lewat acara ini”, ungkap Iwan.

Merujuk kebelakang, FKMPI yang menghimpun anak muda usia di bawah 20 tahun ini, mengalami progres yang cukup baik. Pesertanya meningkat setiap tahun, dari 10 orkes keroncong digelaran awal pada 2015, menjadi 12 orkes pada tahun 2016. Tahun ini FKMPI diikuti 13 orkes keroncong remaja yang berasal dari Jakarta, Bandung, Cilacap, Yogyakarta, Malang, Madiun, Jombang, dan Kendal.

02 Dr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia IbonkDr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia (foto: Ibonk)

“Sebenarnya, ada 10 peserta dari kota lain, namun mereka gagal datang karena tidak di support oleh pemda setempat untuk ke Jakarta”, timpal Iwan kembali. Untuk ikut dalam FKMPI, peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 1 juta. “Tapi uang itu hanya sebagai bentuk komitmen saja. Sampai di Jakarta, uang tersebut kami kembalikan," ujar Iwan lagi.

Dalam festival ini, setiap orkes diwajibkan membawakan dua lagu bertema “Jangan Korupsi”, Satu karya ciptaan sendiri yang belum pernah dipublikasikan dan yang lainnya sebuah lagu pilihan dengan ruh yang sama. Pemilihan tema ini sendiri, sedikit banyak mengasah rasa dan pola pikir para generasi muda ini dalam menghasilkan lagu-lagu keroncong yang baru, sekaligus menguji kreativitas peserta dalam bermusik.

Sebagai juri, FKMPI memilih Koko Thole; musisi, pencipta lagu sekaligus penyanyi spesialis pop Jawa. Bens Leo; pengamat musik dan entertainment, sebagai juri tetap FKMPI sejak awal dan Didiek SSS, musisi Saxophone & Flute yang masih eksis sampai sekarang.

Lewat pengakuannya, Iwan Kresna sepanjang tiga kali penyelenggaraan FKMPI melihat manfaat dan dampak baik pada perkembangan musik keroncong di kalangan generasi muda. Ia sangat mengharapkan di tahun-tahun mendatang, sebaran peserta dari daerah lain bisa lebih luas lagi.

“Sangat banyak orkes keroncong muda yang bisa berpartisispasi sebagai peserta. Pada event mendatang kami juga tak hanya ingin mengadakan festival keroncong ini saja, namun dibarengi dengan workshop musik keroncong untuk anak-anak. Kami akan coba mengajarkan bagaimana teknis menulis lagu, membuat komposisi, memainkan alat secara benar dari masing-masing expertise dibidangnya”, janji Iwan.

03 FKMPI IbonkFKMPI (foto: Ibonk)

Kompetisi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB di di Amphi Theatre Sekolah Pilar lndonesia tersebut memakan waktu yang lumayan panjang. Rata-rata peserta terlihat cukup piawai dan sangat menikmati kompetisi tersebut. Tak hanya menampilkan skill bermusik, olah vokal mendayu berkarakter ataupun kekompakan komposisi dan syair yang sesuai tema, namun wardrobe yang dikenakan juga menjadi kesan tersendiri bagi juri dan penonton yang menyaksikan.

Setelah melewati masa penjurian yang alot, akhirnya juri memutuskan yang menjadi peringkat 5 besar terbaik adalah:
1. OK D’Sixty Nine Cilacap
2. OK Marlubu RRI Malang
3. OK Komunitas Keroncong Anak Jombang
4. OK Sekar Putri Aditama SMPN I Limbangan Kendal
5. OK Otasa Kids Madiun

Untuk Karya Cipta Lagu Terbaik ‘Keroncong Wahai Pemimpin Bangsaku’ cipt. Adriyono dan dimainkan oleh OK Marlubu./ Ibonk

 

Friday, 08 September 2017 13:47

Korea Indonesia Film Festival 2017

Menayangkan 14 Judul Film Terpilih

Menginjak tahun kelima setelah sukses di setiap tahunnya, Korea Cultural Centre Indonesia (KCCI) kembali bekerjasama dengan CGV cinemas menggelar Korea Indonesia Film Festival 2017. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud apresiasi & pertukaran budaya dalam perfilman masing-masing negara melalui sebuah acara yang kembali dihadirkan untuk masyarakat pecinta film di Indonesia.

KIFF 2017 akan dimulai pada tanggal 14 September hingga 17 September 2017 di 4 lokasi CGV cinemas, yakni CGV Grand Indonesia Jakarta, CGV Paskal 23 Bandung, CGV Focal Point Medan, CGV Marvell City Surabaya.

"Selama 4 hari total film yang tayang tahun ini adalah 14 film. Beberapa judul akan diputar untuk pertama kali di Indonesia. Ini juga termasuk film Indonesia," terang Tomy Kim, Director of CGV.

Tetap sama seperti sebelumnya, KIFF tahun ini juga memilih aktor berbakat dari Indonesia sebagai representatif dalam acara tahunan yang perhelatannya selalu dinantikan ini. Pada tahun ini, pihak penyelenggara mempercayakan hal ini kepada aktor berbakat Morgan Oey (Sweet 20, Jilbab Traveler) untuk membuka Korea Indonesia Film Festival 2017.

02 2 Film dalam KIFF 20172 Film dalam KIFF 2017

Film-film Korea Selatan yang hadir adalah Anarchist from Colony, The Battleship Island, Dongju: The Potrait of a Poet, My Annoying Brother, Sim Chung, A Day, Assassination, The Admiral: Roaring Currents, Operation Chromite, The Road Called Life, dan Treasure Island.  Rata-rata film yang hadir bertema sejarah, perang, atau drama. Khusus untuk Anarchist from Colony dan Dongju, ini adalah  penayangan perdana film tersebut di Indonesia.

Sementara 3 film Indonesia akan tayang dalam KIFF 2017 adalah Sweet 20, Bukaan 8, dan Kartini. Film-film ini mampu menghadirkan gambaran penduduk Indonesia dari masa ke masa.

Tiket KIFF 2017 sudah bisa didapatkan mulai hari ini Jumat (8/9). Tiket dibanderol dengan harga Rp. 15.000 di Jakarta dan Bandung serta Rp. 10.000 di Medan dan Surabaya. Informasi lengkap mengenai Korea indonesia Film Festival 2016 bisa didapatkan melalui  website www.cfgv.id atau melalui akun sosial media di @FestFilmKorea, @CGV_ID dan @CGV.id (instagram)/ Ibonk

 

Page 6 of 123