NewsMusik

NewsMusik

Monday, 26 February 2018 05:24

Aurelie Moremans

Lakukan Riset untuk Dalami Peran

Bintang yang tengah naik daun Aurelie Moremans tengah mendapat kesempatan untuk unjuk kemampuan di dua judul film garapan MVP Pictures. Aurelie yang tengah mendapat kepercayaan cukup besar dari produser Multivision, Raam Punjabi ini sepertinya juga tidak main-main. Dua judul film yang tengah dilakoninya adalah “EL” dan “Kuntilanak”.

“Saya menyukai kedua pean dalam dua judul film tersebut. Namun yang paling berkesan adalah keterlibatan aku dalam film EL. Disini aku memerankan tokoh bernama Dafychi, seorang gadis yang berkepribadian ganda. Ini sangat menantang dan belum pernah aku dapat. Karakternya beda banget, satu dewasa, lembut, feminim dan satu lagi tomboy," katanya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2018).

Film EL sendiri merupakan kisah yang diangkat dari novel laris karya Luluk HF. Selain Aurelie film ini juga dibintangi oleh Megantara, Dimas Andrean dan Gigi. Film yang masuk dalam genre drama ini ditangani langsung oleh sutradara Findo Purwono.

02 Aurelie Moremans Ibonk

Aurelie Moremans (Ibonk)

Menurut pengakuan Aurelie sendiri, sebenarnya dirinya sudah membaca novel EL. Novel yang menjadi novel best seller tersebut dilahapnya hanya dalam tiga jam saja. “Aku sangat menyukai novel tersebut dan juga inti ceritanya. Karena suka makanya aku langsung habiskan dalam waktu tiga jam saja," akunya.

Untuk dapat menyelami karakter dalam peran ini, Aurelie pun harus melakukan kerja keras dengan riset langsung kelapangan. "Split personality adalah sebuah karakter yang tidak biasa. Aku banyak melakukan riset tentang hal ini, biar tau detail dan enggak salah. Aku banyak googling untuk mencari tahu orang yang split personality seperti apa dan gimana ”, ujarnya sambil tersenyum manis./ Dek

Saturday, 24 February 2018 05:19

MVP Pictures

Bocorkan Deretan Film Siap Tayang di Tahun Ini

Masih saja berlari kencang melewati pesaing-pesaingnya, MVP Pictures dibawah pimpinan produser senior Raam Punjabi terus saja menghasilkan karya-karya film terbaiknya. Meskipun telah berpuluh tahun aktif di kancah perfilman dan televisi sejak tahun 1970’an, MVP Pictures seakan tidak kehilangan gairah menyambut setiap tantangan. Seperti yang dilakukan mereka di tahun 2018.

Di akhir tahun lalu, usai memproduksi film “Berangkat” karya Naya Naindita dan “5 Cowok Jagoan” karya Anggy Umbara, MVP Pictures sudah siap lewat delapan film baru dengan genre bervariasi dan bekerja sama dengan sutradara papan atas. Film yang sudah masuk dalam proses produksi mencakup berbagai genre. Bukan hanya film genre drama, horor, dan adaptasi novel, tetapi juga reboot dari film legendaris yang diberi pendekatan dan penyelesaian baru mengikuti perkembangan masa kini.

Tak hanya itu, MPV Pictures sengaja melibatkan sutradara yang cukup bervariasi dan para pemain yang mencakup rentang usia yang sangat lebar, siap memukau penikmat film di tanah air.

Oleh karena itu, mengambil tempat di Multivision Tower dibilangan Kuningan, Jakarta, Raam sengaja mem-preview 3 teaser film yang telah memasuki masa akhir produksi. Judul film yang siap meramaikan 2018 ini pertama berjudul “EL”, yang merupakan film adaptasi novel Luluk HF dengan bintang Aurelie Moeremans dan Achmad Megantara.

02 Rizal Mantovani Ibonk

Rizal Mantovani (Foto Ibonk)

EL merupakan garapan dari sutradara Findo Purwono yang menceritakan tentang seorang gadis bernama Dafychi (Aurelie Moeremans) yang masih duduk di bangku SMA. Ia memiliki sosok berkepribadian ganda dan jatuh cinta dengan karakter dingin dan misterius, Mario (Megantara). Keduanya disatukan melalu Dafyna, sosok alter ego dari Dafychi. Dan hal itu diterima oleh Mario karena ia merasa bagian dari kekurangan Dafynchi.

MVP Pictures kemudian menghadirkan dua film horor pada tahun ini yakni “Gentayangan” karya sutradara Wistra Asliga yang melibatkan pemain seperti Nadine Alexandra, Brianna Simorangkir, Baim Wong, dan masih banyak pemain lainnya.

Yang sangat menarik adalah teaser film “Kuntilanak” karya sutradara Rizal Mantovani. Melibatkan Aurelie Moeremans, Fero Walandouw, dan pemain film lainnya. Film ini memiliki cerita horor yang tak kalah menariknya dengan film berjudul sama terdahulu di tahun 2006

"Saat ditawari buat remake “Kuntilanak” saya sangat bersemangat. Karena “Kuntilanak” adalah film horor perdana saya, sehingga dengan adanya remake ini saya akan buat dengan pendekatan dan teknologi yang baru," ungkap Rizal Mantovani.

Film 'Kuntilanak' menceritakan kisah tentang sekelompok anak-anak kecil yang nekat mengeksplor rumah terbengkalai demi memenangkan sayembara reality show. Samantha (Aurelie Moeremans) yang memiliki kekuatan magis bertugas untuk menjaga kelima anak tersebut.

03 Raam Punjabi Ibonk

Raam Punjabi (Foto: Ibonk)

Judul selanjutnya yang tengah dalam masa produksi adalah ”Kaki Langit’ karya Sridhar Jetty. Selanjutnya masih dalam proses persiapan ada film dengan judul “Almost is Never Enough” garapan sutradara Hanung Bramantyo. Film ini berangkat dari adaptasinovel karya Sefryana Khairil dan akan syuting di Bulgaria. Hanung Bramantyo juga menyutradarai film “Tersanjung”.

Puncak dari semua ini adalah dengan akan diproduksinya kembali “Catatan si Boy 6”. Film ini pernah sangat tenar pada era 80 dan 90-an yang dimotori oleh Onky Alexander, Mariem Bellina, Didi Petet dan lainnya. Film Catatan si Boy 6 akan digarap oleh sutradara Rizal Mantovani.

Lepas dari semua, Raam sangat mengharapkan semua filmnya dapat laku dipasaran dan mendapat perhatian penikmat film di Indonesia. "Saya mengharapkan bahwa semua film sukses dipasaran dan mendapat perhatian penikmat film di tanah air,” tutup Raam./ Ibonk

Wednesday, 21 February 2018 15:15

Yowis Ben

Perjuangan dan Romantisme Anak Muda Berbahasa Jawa

Yowis Ben, bisa dibilang memiliki arti …sudahlah, biarkan saja, dan ternyata bisa dijadikan sebuah cerita yang boleh dikatakan menarik. Film ini mengisahkan tentang Bayu (Bayu Skak), anak penjual pecel yang memiliki rasa hormat kepada sang ibunda. Untuk membantu ibunya, Bayu setiap hari membawa sekeranjang pecel untuk dijual kepada teman-temannya di sekolah. Karena hal tersebut, ia mendapat julukan ‘Pecel Boy”.

Sebenarnya ia merasa minder dengan keadaan dirinya yang pas-pasan, tapi Bayu memutuskan memendam perasaan itu. Namanya anak muda, tak memandang starta ekonomi manapun, Bayu mulai menyukai lawan jenisnya yang memang rata-rata memiliki paras yang cantik. Karena hal tersebut, ia akhirnya harus menerima olok-olok dari teman-teman sekolahnya.

Terakhir sekali ia mulai naksir Susan (Cut Meyriska), dan pucuk dicinta ulampun tiba tatkala Susan mengirim voice chat ke ponsel Bayu. Itu membuatnya jadi ge er luar biasa, ia mengira Susan memberi harapan. Ternyata ia hanya dimanfaatkan untuk oleh Susan untuk memberikan harga murah pada pecel yang dijualnya untuk konsumsi teman-teman OSIS. Hatinyapun patah tatkala mengetahui bahwa Susan sebenarnya tengah dekat dengan Roy (Indra Wijaya). 

Begitulah… waktupun berlalu dan bersama Doni (Joshua Suherman) sahabat dekatnya memiliki ide gila. Untuk menjadi populer di sekolah mereka berinisiatif membentuk band dan langsung mengadakan audisi. Lewat kekonyolan-kekonyolan usaha mereka didapatlah Yayan (Tutus Thomson) yang merupakan seorang tukang tabuh bedug sebagai drummer dan Nando (Brandon Salim), siswa ganteng idola cewek-cewek disekolahnya yang jago keyboard. Mereka sepakat menamakan band mereka YOWIS BEN.

02 YOWIS BEN Istimewa

YOWIS BEN_(Istimewa)

Namun rupanya langkah Bayu dan teman-temannya tidak mudah. Disela-sela keberhasilan YOWIS BEN menancapkan taringnya di kota Malang, kekompakan mereka mulai diuji. Ketenaran yang begitu cepat diraih, membuat Susan menjadi dekat dengan Bayu, dan hal tersebutlah yang mulai memicu pertikaian di dalam tubuh band ini…. Selanjutnya, pendewassan diri masing-masing personil pun mulai terbentuk lewat kejadian ini.

Digarap dengan warna komedi, film YOWIS BEN mencoba memberikan tontonan berbeda. Seperti halnya kehidupan anak muda, bumbu percintaan tetap menjadi menu utama. Yang menarik dalam film ini adalah keberanian penulis cerita, produser dan sutradara menggunakan bahasa Jawa Timuran (Malang) di sepanjang film.

Pemakaian bahasa Jawa menunjukkan keberanian menggunakan bahasa daerah dalam dialog film makin meluas, setelah lahir beberapa film berbahasa daerah seperti “Uang Panai”,  “Silariang” (Sulawesi Selatan) serta film “Surau dan Silek” (Sumbar).

Ide keseluruhan cerita ini memang muncul dari Bayu Skak yang dikenal sebagai YouTuber yang selalu mengedepankan bahasa daerahnya ini. Ide yang cukup cerdas, walaupun terkadang menampilkan celetukan “bahasa orang pasar” khas Jawa Timuran, tapi masih bisa dimaklumilah. Dan keterlibatan Bayu dalam men-direct para pemain lainnya agar fasih menampilkan medhok/ cengkok khas Malang patut diacungi jempol, karena bisa dikatakan berhasil. 

03 Bayu Bayu Skak Susan Cut Meyriska

Bayu (Bayu Skak) & Susan (Cut Meyriska) (Istimewa)

Sayangnya Starvision sebagai rumah produksi, tidak benar-benar menggali lebih dalam cerita yang bergulir. Walaupun khas remaja, seharusnya film ini memberikan kesan mendalam kepada penonton. Bisa jadi karena budget yang dibatasi. Seperti adegan kompetisi band yang sebenarnya bisa maksimal tapi digarap apa adanya. Penampil yang itu-itu saja, penonton yang sangat sedikit, dan tampak tak asik. 

Padahal, kalau mau jujur lagu-lagu original yang dinyanyikan oleh YOWIS BEN adalah kreasi apik dari Bayu bersama band sebenarnya. Para personil YOWIS BEN dikehidupan nyata juga cukup paham memainkan instrument dan mengerti musik. Tapi yang tersajikan cuma begitu saja tanpa greget yang berarti. Konflik yang dibangun juga cukup monoton, terbaca dari awal hingga akhir. 

Kecuali Joshua Suherman dan beberapa pemain berpengalaman, film ini selebihnya di dominasi oleh wajah-wajah baru di kancah layar lebar nasional. Salah satu ide yang cukup baik adalah  mengambil latar kota Malang dan menampilkan ikon-ikon penting kota tersebut seperti Kampung Warna-Warni, Museum Angkut, Alun-Alun kota Malang, ataupun  Gereja Hati Kudus. 

Film bergenre drama komedi remaja ini berdurasi 99 menit dan akan siap tayang mulai 22 Februari 2018 esok. Penasaran? Ayo ditontonlah…../ Ibonk

Monday, 19 February 2018 03:43

Tantowi Yahya

Album Country Khas Indonesia

Hampir mendekati setahun sudah, Tantowi Yahya bertugas menjadi Duta Besar Selandia Baru. Seperti yang kita tahu bahwa mantan Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan anggota DPR ini adalah juga seorang pembawa acara dan penyanyi country yang cukup kondang.

Diawal tahun 2018 ini, Tantowi sengaja memberikan sebuah kejutan dengan akan dirilisnya proyek musik terbarunya pada awal Maret mendatang. Proyek musik ini tak banyak diketahui orang, dan lewat judul album “Tantowi Yahya Best Of The Best”, dirinya menggandeng sederet nama penyanyi yang cukup dikenal di tanah air.

Uniknya, semua yang diajaknya adalah penyanyi lintas genre seperti Once Mekel, Ikke Nurjanah, Katon Bagaskara, Andre Hehanusa, mendiang Benny Panjaitan serta sang adik, Helmy Yahya.

Diakuinya bahwa dirinya tidak pernah melupakan musik country. Pria kelahiran Ogan Ilir, Sumatera Selatan, itu mengatakan pernah diprotes para pencinta musik country Indonesia gara-gara terjun ke dunia politik. Mereka khawatir dia akan lebih sibuk dengan politik dan melupakan musik. "Supaya silaturahim tidak terputus, saya selalu merilis album. Ini untuk menjaga silaturahim saya dengan para pencinta musik country," ungkap Tantowi.

03 Press Conference Album Tantowi Yahya Best Of The Best Ibonk

Press Conference Album Tantowi Yahya Best Of The Best (Foto: Ibonk)

Album anyar tersebut diproduksi di bawah payung record label kepemilikannya, Ceepee Productions yang belasan tahun silam menjadi hunian banyak musisi tanah air. Ada sekitar 15 lagu hits-nya dari album terdahulu.“Album kompilasi ini berisi lagu-lagu terbaik dari delapan album terdahulu. Album yang sudah aku hasilkan dalam lima belas tahun berkarier,” ujar Tantowi Yahya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2018).

Selain itu, Tantowi juga mengakui bahwa perjalanan lahirnya album ini membutuhkan waktu yang panjang. Album ini butuh 5 tahun proses, karena kesibukannya sebagai anggota DPR dan ditambah lagi harus bertugas sebagai Duta Besar Selandia Baru sejak 2017 lalu.

“Proyek ini lama tertunda, saya sungguh prefeksionis. Makanya wajib main country beneran, sering ganti-ganti para pemainya dan juga untuk merekam musik dan aransemennya,” ujar pria kelahiran Palembang, 29 Oktober 1960 ini.

Albumnya sendiri digarap secara apik, ada dua lagu yang sengaja diserahkannya untuk digarap oleh arranger handal tanah air Erwin Gutawa. “Saya kaget, hasilnya bagus sekali, jadinya ya Country Orchestra. Selain Erwin, juga melibatkan arranger andalan saya, Ricky Pangkerego untuk memberikan sentuhan terbaiknya di album ini,” ucap Tantowi.

“Hits legenda, saya tampilkan dengan nuansa kekinian. Jadi semacam membawa irisan masa lalu saya hadirkan ke masa kini. Musik saya walaupun country tapi ya khas Indonesia. Satu lagu berjudul ‘Nusantara’ karya mas Yok Koeswoyo saya nyanyikan duet dengan Once.”

02 Tantowi Yahya Ikke Nurjanah Ibonk

Tantowi Yahya & Ikke Nurjanah (Foto: Ibonk)

Sebenarnya dari semua kolaborator yang dilibatkan, yang paling unik adalah kolaborasinya dengan pedangdut Ikke Nurjanah lewat lagu asing satu-satunya di album ini yang berjudul ‘Making Believe’. Suara Ikke di album ini memang terdengar terdengar sangat berbeda ketika ia bernyanyi dangdut.

“Awalnya aku nggak pede waktu ditawari mas Tantowi. Namun akhirnya aku pelajari materi lagunya. Kalau aku kan syairnya pakai bahasa Inggris, aku dalami, pahami, nikmati dan pelajari lekuk-lekuknya,” cerita Ikke.

Dan usaha Ikke ini berhasil. “Dari mulai saat lagu ini di mixing hingga diperdengarkan kepada orang-orang terdekat, tidak ada yang nyangka itu suara Ikke,” ungkap Tantowi.

Kebebasan yang diberikan Tantowi kepada para kolaboratornya adalah dengan membiarkan mereka dengan warna mereka sendiri. “Penyanyi memang saya yang tentukan, saya juga tahu karakter mereka. Saya tidak meminta mereka nyanyi seperti country layaknya tapi bebaskan mereka dengan gayanya sendiri," tutup Tantowi./ Ibonk

Monday, 19 February 2018 05:45

Musik Hana Midori

Perlombakan Single Harmoni 8

Kiprah 8 remaja yang tergabung di dalam grup Vokal Remaja Harmoni 8 terus saja bergulir. Mereka yang beranggotakan 6 orang remaja puteri dan 2 remaja putera ini adalah merupakan penyanyi finalis dari Festival Lagu Anak Nusantara 2012 yang diadakan oleh Kemendikbud yang kala itu diketuai oleh pengamat musik Indonesia, Bens Leo.

Dalam perjalan selanjutnya, di tahun 2017 dibawah payung Musik Hana Midori yang diproduseri oleh Yen Sinaringati, kedelapan remaja ini Adek, Chika, Aleta, Adinda, Ardra, Nabila, Moza dan Mika sukses mencetak sebuah album penuh yang berisikan berbagai macam jenis musik. Album ini dirasa cukup berhasil menggali potensi dan ketertarikan mereka secara personal.

Selaku eksekutif produser, Yen Sinaringati tak mau hanya berjalan stagnan saja dalam menangani kelompok vokal asuhannya ini. Untuk memperluas  publikasi terhadap Harmoni 8 sendiri, Musik Hana Midori membuat lomba cover secara akustikan salah satu single dari Harmoni 8, yaitu lagu ’Kala Berpisah’.  

Siapa sangka kalau ternyata perlombaan yang dipublished melalui sosial media Harmoni 8 mendapat respon dari penggemar mereka. Persyaratan sendiri mewajibkan peserta direntang usia 14-22 tahun saja. Mereka diminta untuk menyanyikan dan merekam lagu 'Kala Berpisah' dan menguploadnya ke channel YouTube. 

Selepas lewat jalur seleksi yang ketat, final dari lomba tersebut akhirnya dilaksanakan dibilangan Ciputat Tangsel, pada tanggal 18 Februari 2018 kemarin dengan mendapatkan  pemenang Nabila Dhisti sebagai Juara 1,  Fadli meraih Juara 2 dan Juara ke 3 diraih oleh Astrella, sebuah Kelompok Vokal asal Bogor.

02 Nabila Dhisti sebagai Juara 1 saat membawakan lagu Kala Berpisah bersama Harmoni 8 Ibonk

Nabila Dhisti sebagai Juara 1 saat membawakan lagu 'Kala Berpisah' bersama Harmoni 8 (Foto: Ibonk)

Menurut Yen Sinaringati, perlombaan dan sajian lagu ‘Kala Bepisah’ secara akustikan ini juga sebagai tanda dari kelompok Harmoni 8 kalau mereka sudah melangkah ke jenjang selanjutnya. “Ya, secara usia mereka kini telah meninggalkan usia anak-anak dan masuk kedalam usia remaja. Masa transisi sudah mereka lalui, dan sejak hari ini mereka sudah bisa menyanyikan lagu-lagu remaja pada umumnya”, ungkapnya.

Sementara kepada ketiga pemenang, Yen berharap mereka tidak hanya puas sampai dalam tahap ini saja. Walaupun mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata, tapi Yen berharap mereka terus mengasah bakat yang ada. Bisa saja ada kesempatan baik datang dalam waktu dekat karena prestasi mereka ini.  

Diluar ini semua, Musik Hana Midori tetap pada komitmen mereka untuk fokus kepada pencarian dan lahirnya bakat bakat baru serta pengembangan lagu anak nusantara. Salah satunya adalah di akhir Februari 2018 ini dengan menyelenggarakan kembali Festival Lagu Anak Nusantara yang kini berganti nama menjadi Lomba Suara Anak Nusantara (SAN) 2018.

Bagaimana bentuk dan persyaratan Lomba Suara Anak Nusantara 2018, kita tunggu saja. Yang pasti tetap kita apresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Musik Hana Midori terhadap kepedulian mereka akan keberadaan lagu anak yang tepat lirik dan materinya dengan usia anak sendiri./ Ibonk

Sunday, 18 February 2018 02:36

Gede Bagus

Lepas Tunggalan Valentine Terbaik

Namanya dikenal oleh pencinta musik tanah air tatkala mengikuti ajang pencarian bakat X Factor.  Pemilik nama lengkap Gede Bagus Perdana Putra ini, ternyata sempat juga melepas tunggalan ‘Seseorang Yang Lain’ dan terangkum dalam album kompilasi X Factor Indonesia. Nah.. single yang dilantunkannya tersebut cukup berhasil menarik perhatian para pendengar dan juga sempat menduduki radio chart di beberapa radio tanah air.

Awal tahun 2018 ini juga menjadi pembuktian baru dirinya terhadap karir musiknya. Pertengahan Februari ini ia merilis lagu berjudul ‘Valentine Terbaik’ dan siap untuk disuguhkan ke para pendengar di seluruh Indonesia.

Menurut pria yang lahir pada April 1991di Denpasar ini, lagu tersebut bercerita  ini masih sangat produktif dalam berkarya. Bersama Greenland Indonesia  Lagu ini bercerita tentang romantisme seseorang yang ingin mengungkapkan cinta kepada pujaan hatinya. Namun yang sedikit membedakan adalah, lagu cinta tersebut tidak harus disampaikan lewat balutan musik yang kalem, tapi dapat juga lewat musik yang easy listening up beat dan ceria.

02 Gede Bagus Istimewa

Gede Bagus (Istimewa)

Sehingga lagu ini tidak menjadi terlalu tematik seperti judulnya, tapi lagu ini dapat saja didengarkan dalam momen lain yang memang dirasakan spesial oleh penikmatnya. Tentu saja masih dalam balutan cerita kisah percintaan.

Gede Bagus sebelumnya juga pernah melakukan Mini Tour di Benua Eropa khususnya Eropa Tengah pada Tahun 2015 dan Mini Tour di Australia Barat pada Tahun 2016 & 2017, dengan berbekal Mini Album berbahasa Inggris yang pernah dia produksi secara independent. Kita lihat saja apakah tunggalan ‘Valentine Terbaik’ ini dapat merebut hati pendengar musik tanah air./ Ibonk

Saturday, 17 February 2018 14:37

Film Love For Sale

Bahaya Mengintai di Balik Aplikasi Kencan

Cinta adalah kebutuhan dasar manusia yang menjadi sebuah hierarki panjang .dalam kehidupan. Sebagian besar dari kita, menemukan cinta dan kekasih pujaan hati dari pertemanan baik dari sekolah maupun tempat kerja. Saat ini cinta bukan hanya ditemukan dari dua tempat itu saja, di zaman globalisasi dimana orang mencari sesuatu menggunakan smartphone tidak menutup kemungkinan seseorang mencari cinta dengan menggunakan aplikasi pencari pacar.

Survei yang dilakukan di Amerika Serikat di tahun 2013 lau, bahwa 77% pengguna smartphone menganggap bahwa alat genggam pintar itu penting untuk mencari belahan jiwa, bahkan 15% dari pengguna yang berusia dewasa menyebutkan pernah menggunakan aplikasi kencan setidaknya sekali.

Naiknya aplikasi seperti Tinder dan aplikasi lainnya yang hampir serupa, selain menghemat waktu dan jarak, aplikasi juga menyediakan lebih banyak pilihan dan tentu saja lebih cepat membaca profile orang tanpa susah-susah harus keluar rumah untuk mencari. Padahal dibalik kemudahan yang diberikan oleh beragam aplikasi kencan ada beberapa bahaya yang mengintai dari pengguna aplikasi tersebut. Apa saja bahayanya, mari kita simak berikut ini :

Penuh Kebohongan
Tidak semua orang akan jujur ketika mendeskripsikan dirinya di profile atau aplikasi kencan, mereka akan berusaha menampilkan diri sendiri yang paling bagus.

Mudah Diselewengkan
Salah satu masalah besar kencan lewat aplikasi adalah adanya sebagian pengguna yang hanya mencari seks. Alih-alih mendapat cinta sejati malah ketemuanya dengan orang yang mencari kepuasan saja, yang lebih parah beberapa bahkan juga tertipu di aplikasi seperti ini.

Keamanan Data Pribadi
Bertukarnya informasi mengenai alamat, nomer telpon dan data diri juga kadang dimanfaatkan oleh orang yang baru saja kita jumpai. Tidak menutup kemungkinan ada kejahatan yang terjadi. Jangan sampai saking ngebetnya punya gebetan melupakan keamanan data pribadi.

Hubungan Tidak Tahan Lama
Penelitian dari Michigan State university, bahwa 28% hubungan yang diawali dengan perkenalan lewat online tidak akan bertahan lama dibandingkan dengn orang yang langsung bertemu pertama kali di dunia nyata. Bahkan bisa bila menikah, kemungkinan cerai meningkat tiga kali lipat.

Lebih Pemilih
Terlalu sering menggunakan aplikasi online membuatmu menjadi lebih pemilih terhadap penampiln orang saja. Hubungan akan tidak sehat apabila standar yang diberikan hanya melihat “kesempurnaan” fisik saja, hubungan semacam ini murni hanya ada karena ketertarikan fisik saja.

 02 Love for Sale IstimewaFilm Love For Sale (Istimewa)

Pada akhirnya hubungan antara dua manusia di zaman sekarang hanya membawa perilaku yang membawa mode dengan berjalan berdampingan secara “online” dan “offline”, namun dikembalikan lagi kepada kharakter kedua masing-masing individu tersebut.

Kondisi ini digambarkan oleh tokoh yang bernama Richard (Gading Marten) dalam film “Love For Sale” yang akan tayang 15 Maret 2018 nanti. Film produksi Visinema Pictures ini menceritakan tentang pria lajang yang berusia 40 tahun (Richard) yang mempunyai  masalah dengan perempuan tapi berlagak paling paham urusan cinta di depan teman-teman kantor dan pecinta bola. Suatu ketika Richard ditantang membawa pasangan ke pesta pernikahan.

Lewat trailer yang baru rilis, Kamis (15/2) kita tahu bahwa Richard menemukan sebuah brosur iklan, yang menuntun ke aplikasi penyedia jasa teman kencan Love.inc. Dia mengajukan permintaan dan tiba-tiba pagi harinya, seorang perempuan telah ada di rumahnya.

Arini (diperankan Della), yang mengaku dari Pacitan, memberi perhatian tanpa basa-basi kepada Richard. Arini ternyata menemani dia tak hanya satu malam untuk resepsi saja, Hari-hari berikutnya, Richard merasa menemukan pasangan klop dalam banyak hal.

Pada suatu pagi, Richard terbangun sendiri. Kendati adegan ini terjadi bisa saja bukan setelah pertemuan dengan Della karena potongan gambar trailer acak, seluk beluk tentang Della dan Love.inc menjadi misteri yang menarik dikuak.

Film ini menjadi film panjang kelima Andi Bachtiar Yusuf sebagai sutradara sekaligus penulis naskah bersama dengan Irfan Ramli. Angga Sasongko bertindak sebagai produser bersama Chicco Jerikho di bawah naungan Visinema dan Stayco. Seperti apa kisahnya, kita tunggu tayangnya film bergenre drama komedi ini di bioskop tanah air. /Nad

 

Friday, 16 February 2018 14:31

Maudy Ayunda

Ungkap Kegalauan Hati Dalam Album Oxygen

Muda, cantik, berbakat dan pintar, kata-kata itulah yang menggambarkan pribadi Maudy Ayunda. Memasuki usia 23 tahun, artis yang juga sudah membintangi beberapa film layar lebar ini baru saja menyelesaikan studynya di Oxford University Inggris. Hal terkini yang baru saja dilakoninya adalah kembali menelurkan album terbaru yang bertajuk “Oxygen”. Ditemui dipeluncuran album tersebut, Kamis (15/2) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Maudy mengungkapkan kegalauan hatinya dalam album ini.

“Mungkin karena dalam penulisan dalam album ini merupakan proses menemukan jati diri baik di dalam dunia musik ataupun film yang benar-benar merasa aku berada di dunia yang berbeda. Proses dalam album kali ini pun, setelah balik dan lulus dari Oxford banyak kebingungan dari diri aku mengenai banyak pertanyaan apa itu arti hidup, apa itu arti cinta yang aku tuangkan dalam album ini,” ungkap Maudy.

Kegundahan usia di awal dua puluhan banyak diungkapkannya dalam album ketiganya ini, Maudy mengungkapkan bahwa dalam album ini mengulik balik perasaannya baik mengenai jati dirinya sendiri maupun pada album sebelumnya.

“Album ini mengulik balik tentang semuanya, I was who I am. Baik tentang album maupun pengalaman hidup yang sebetulnya tidak terlalu menyenangkan, ujar gadis yang telah merilis album  “Panggil Aku..” (2011) dan “Moments” (2015).

Proses transformasi dan pendewasaan seorang perempuan muda yang semakin mengenal prefensi dan tujuannya bermusik membawa album Oxygen kental dengan sentuhan personal. Musikalitas bermusik Maudy pun semakin berkembang, sehingga ia semakin “pede” dalam menampilkan komposisinya sendiri.

02 Maudy Ayunda NadMaudy Ayunda (Nad)

Maudy yang sudah mulai masuk ke industri musik tanah air sejak usia 14 tahun, mulai mengenal dirinya sendiri dan seperti apa komposisi dalam bermusiknya seiring berjalannya waktu. Sehingga dalam album Oxygen selain bertindak sebagai penyanyi, Maudy juga berperan sebagai produser dan penulis lagu. “This is me…  Album ini merepresentasikan sesuatu yang baru dari aku, sesuatu yang fresh. Karena di album ini untuk pertama kalinya aku mengambil peran tidak hanya sebagai penyanyi dan aku memberanikan diri untuk explore banyak sekali jenis musik tanpa meninggalkan ciri khas aku” jelas gadis yang mengidolakan Dewi Lestari ini.

Proses dalam album ini pun melibatkan beberapa musisi tanah air seperti Rendy Pandugo, Simhala Avadana, Ifa Fachir, Teddy Adhitya dan Tatsuro Miller. Dalam menentukan siapa musisi yang terlibatpun ia juga mengambil alih kemudi dengan memilih sendiri musisi-musisi tersebut ke dalam albumnya. “Maudy tau banget apa yang dia mau, bahkan dalam proses mixingnya pun Maudy tau apa yang dia mau. Maudy sangat percaya diri,” ujar Simhala Avadana pada kesempatan yang sama.

Simak saja dengan percaya diri Maudy mempersembahkan gambaran hidupnya dalam  sebelas track di album “Oxygen” yang berjudul ‘Kini dan Selamanya’, ‘Aku Sedang Mencintaimu’,’Oxygen’, ‘Home To You’, ‘Kutunggu Kabarmu’, ‘Masih’, ‘We Don’t (Still Water)’, ‘Alasan Untuk Bahagia’, ‘Be Right Back’, ‘Satu Bintang di Langit Kelam’, dan ‘Jakarta Rantai’.

“Sebenarnya dipede-pedein, awalnya ragu, karena album pertama dan kedua karena waktu dan umur yang masih muda pada saat itu  benar-benar membutuhkan sekali afirmasi dari orang lain. Dulu masih benar-benar mendengarkan apa kata industri, label, orang-orang sekitar dan masih mengikuti arus. Hingga suatu waktu aku sadar sendiri dan akhirnya kepercayaan diri itu muncul dengan seiringnya waktu dan aku banyak proses belajar selama aku mendengar kata hati aku,” tutur Maudy.

Kesuksesan yang dicapai oleh Maudy Ayunda selama ini rupanya juga  menarik perhatian CIMB Niaga. Bersama Maudy Ayunda, CIMB membuat sebuah program yang diberi nama “#KejarMimpi”. #KejarMimpi adalah sebuah gerakan sosial (social movement) untuk membentuk generasi muda Indonesia dalam menerapkan nilai hidup yang kokoh melalui pengembangan serta pengendalian diri yang baik, sehingga mampu memberikan nilai baru yang dapat memajukan Indonesia. Maudy sebagai co-founder #KejarMimpi membuktikan pencapaian mimpinya lewat album “Oxygen”.

Oxygen menggambarkan tentang sesuatu yang baru yang dipilih oleh Maudy yang menggambarkan bahwa musik itu adalah oxygen buatnya dan sesuatu yang benar-benar ia butuhkan. Oxygen menunjukkan kedewasaan seorang Maudy Ayunda dalam bermusik dan semangatnya dalam mengejar mimpi.

Album ini selain dipasarkan dalam bentuk CD, album ini juga pertama kalinya dipasarkan dalam bentuk USB 16 GB yang berisikan lagu, lirik, video klip dan foto-foto ekslusif Maudy Ayunda. /Nad

 

Thursday, 15 February 2018 03:27

Kulari ke Pantai

Film Garapan Terbaru Riri Riza dan Mira Lesmana

Duo kolaborator, produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza tercatat telah berhasil mencetak dua film anak-anak legendaris dengan jutaan penonton yaitu Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi. Kini keduanya akan kembali menghadirkan film anak-anak yang digadang-gadang terbesar di tahun 2018 ini.
 
"Dunia perfilman Indonesia semakin ramai, namun terlalu sedikit film anak-anak yang diproduksi. Saya merasa anak-anak Indonesia perlu ikut merayakan ramainya film Indonesia di bioskop. Selain itu, adalah hal penting bagi anak-anak untuk lebih banyak melihat Indonesia dan mendengar bahasa Indonesia di layar lebar", ujar Mira Lesmana sesuai dengan rilis yang diterima NewsMusik, Senin, 12 Februari 2018.
 
Film bertajuk Kulari Ke Pantai ini merupakan film bergenre drama komedi dan akan melibatkan anak-anak berbakat. Mereka sebagian besar baru pertama kali muncul di layar lebar. Film ini juga dimeriahkan oleh aktor-aktor papan atas dan komika ternama Indonesia.
 
Film garapan Miles Films ditujukan untuk anak-anak dan seluruh keluarga Indonesia yang akan membawa penonton menjelajah Pulau Jawa sepanjang lebih dari 1.000 kilometer melalui sebuah perjalanan darat yang mengasyikkan dan penuh kejutan, dari Jakarta hingga ke Banyuwangi. Kita juga akan di bawa ke Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur.

02 Marsha Timothy Kulari Ke Pantai Istimewa

Marsha Timothy-Kulari Ke Pantai (Foto: Istimewa)

"Menurut saya, melakukan perjalanan bersama keluarga adalah pengalaman yang tidak ada duanya. Mau tidak mau kita akan menghabiskan waktu bersama, berinteraksi, dan mendapatkan berbagai pengalaman yang akan memberikan kita kenangan yang luar biasa," imbuh Riri Riza.
 
Miles Films telah mempublikasikan dua poster karakter film Kulari Ke Pantai yang memperkenalkan tiga pemeran utamanya, Maisha Kanna (sebagai Sam) dan Lil'li Latisha (sebagai Happy), bersama Marsha Timothy (sebagai Uci).
 
Sampai rilis ini diterima, film ini tengah memasuki tahap persiapan akhir dan akan memulai produksi di awal Maret ini./ Nad

Rilis 3 Karakter Utama ke Publik

Untuk memperkenalkan karakter-karakter yang terlibat dalam film "Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212", Lifelike Pictures segera saja merilis poster 3 karakter utamanya. Ketiga karakter utama tersebut adalah Wiro Sableng, Bujang Gila Tapak Sakti, dan Anggini. Poster karakter yang dirilis pada 13 Februari 2018 itu menjadi pembuka dari sederet poster karakter lain yang akan dirilis secara berkala dalam beberapa bulan ke depan.

Adapun maksud lainnya dari yang telah disebutkan diatas, adalah juga bertujuan untuk mengenalkan penampilan para karakter dalam balutan kostum serta senjata yang dirancang oleh Adrianto Sinaga selaku Production Designer film ini.  Desain kostum dan senjata yang dibuat untuk tiap karakter sengaja lebih dekat dengan sentuhan fantasi Nusantara. Makin berkarakter lagi setelah dipadukan dengan silat hasil koreografi bertarung a la Yayan Ruhian.

Seperti yang kita ketahui bahwa, Wiro Sableng adalah seorang pendekar yang suka menertawakan dirinya sendiri. Karakternya adalah usil tapi lucu, nyeleneh tapi cerdas, sakti tapi sableng. Wiro dibesarkan dan dididik selama 17 tahun oleh gurunya, Sinto Gendeng, di puncak Gunung Gede, serta diwarisi Kapak Maut Naga Geni 212 sebagai senjata andalannya. Sebagai pendekar, Wiro cukup sering terlibat dalam petualangan yang cukup seru.

Wiro Sableng sendiri diperankan oleh Vino G. Bastian yang merupakan anak dari almarhum Bastian Tito, penulis buku cerita silat Wiro Sableng. Sedangkan Fariz Alfarazi di dapuk untuk memerankan Bujang Gila Tapak Sakti, seorang pendekar bertubuh tambun dengan pakaian terbalik yang selalu membawa sebuah kipas lipat. Tak kalah nyeleneh, Bujang juga seorang pendekar bersifat jenaka dengan kemampuan bela diri yang luar biasa.

02 Wiro Sableng Anggini Bujang Gila Tapak Sakti Istimewa

Wiro Sableng, Anggini & Bujang Gila Tapak Sakti (Foto: Istimewa)

Bujang Gila Tapak Sakti sendiri merupakan peran besar pertama yang dipercayakan kepada Fariz Alfarazi. Namun kemampuan seni perannya tidak kalah dengan para aktor lain, lewat latar belakang bela diri pencak silat yang dimilikinya, Fariz mampu menghidupkan karakter Bujang dengan sangat baik.

Nah, karakter ketiga adalah Anggini yang dititipkan kepada si cantik Sherina Munaf. Anggini adalah murid dari Dewa Tuak yang dijodohkan oleh sang guru dengan Wiro Sableng. Sebagai sosok yang independen, Anggini berusaha menempuh jalannya untuk menjadi pendekar dalam balutan kostum serba ungu, dengan selendang ungu, dan paku perak sebagai senjatanya.

Film ini sendiri merupakan lompatan kembali Sherina untuk kembali mengambil peran dalam scene layar lebar setelah debutnya 17 tahun lalu dalam Petualangan Sherina. Latar belakangnya sebagai penyanyi dan juga atlet Wushu tentunya sangat menolong dirinya menyelami perannya dalam film Wiro Sableng ini.

Film yang diproduksi Lifelike Pictures dan 20th Century Fox ini diproduseri oleh Sheila Timothy, disutradarai Angga Dwimas Sasongko, dan ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma, Tumpal Tampubolon dan Sheila Timothy. Sedikit bocoran, mereka berencana akan merilis film ini pada September 2018 mendatang./ Ibonk

Page 5 of 134