NewsMusik

NewsMusik

Monday, 11 September 2017 14:13

Synchronize Fest 2017

Pastikan Menampilkan 95 Grup Musik

Akhirnya, festival musik lokal multi-genre SynchronizeFest 2017 sudah memastikan akan  menampilkan 95 musisi di 5 panggung yang tersedia di Gambir Expo – Kemayoran. Festival musik garapan Dyandra Promosindo dan Demajors ini akan diselenggarakan pada tanggal 6, 7, 8 Oktober 2017. Selama 3 hari SynchronizeFest 2017 nanti dipastikan akan memuaskan semua pengunjung yang hadir.

 Sebagai highlight pada penyelenggaraan di 2017 ini, SynchronizeFest 2017 telah  menyiapkan panggung kepada musisi lokal yang sudah cukup lama vakum di industry musik dalam negeri seperti Base Jam Reunion, dan Steven and Coconutreez.

“Para musisi terlihat sangat antusias dan supportif terhadap penyelenggaraan Synchronize Fest tahun ini, apalagi mereka yang cukup lama rehat dari industri berharap dapat kembali menghibur penggemar musik bagus Indonesia,” ujar David Karto selaku Festival Director SynchronizeFest 2017.

Selain keseruan dari ranah musik, ada juga rangkaian acara dari sejumlah pertunjukan film di area khusus, records market, bazar kreatif dan juga sejumlah pengalaman visual yang saling melengkapi.

02 Synchronize Fest IstimewaSynchronize Fest 2017 (Istimewa)

“Kami kembali menyiapkan 5 panggung utama selama 3 hari dengan konsep yang lengkap dan bertutur tentang kondisi khas industri musik Indonesia,” tambah Hendra Noor Saleh selaku Marketing & Communications Director PT. Dyandra Promosindo.

Jadi, dari pada kehilangan segala keseruan ini, segera saja pesan tiket masuknya di www.synchronizefestival.com atau https://jfp.events/ticket/synchronize serta outlet-outlet dan aplikasi seperti Book My Show, Go-Tix, Goers, Ibu Dibjo, Kiostix, Panorama Tours, dan Rajakarcis. Adapun harga tiket yang dijual terbagi dalam 3 kategori yaitu: Reguler (3 hari) : Rp. 345.000,-  Daily Reguler: Rp. 190.000,- dan Daily Early Entry: Rp. 135.000,- / Ibonk

 

Monday, 11 September 2017 13:09

Razzle

Rilis Tunggalan Kedua

Setelah merilis single pertama berjudul “Manusia Biasa” yang diambl dari album “Rock N Roll Rules” pada bulan Mei 2017 silam, berikutnya Razzle, group pengusung rock n roll alternative kembali merilis single keduanya bertajuk ‘Orang – Orang Besar’ yang juga di ambil dari album yang sama. Lagu ini sendiri diciptakan oleh kakak beradik Peter dan Once Mekel eks Dewa 19.

Dalam syairnya, tampak sekali rasa muak Mekel bersaudara ini sebagai rakyat Indonesia dengan segala polah para penguasa negeri. Diceritakan para petinggi, pejabat dan wakil rakyat yang cenderung suka bergaya berlebihan melebihi selebriti, suka mencari sensasi dengan statement – statement mereka. Belum lagi sikut sana sini yang mengedepankan ambisi pribadi dan bersikap semaunya. Once yang menggambarkan bahwa tanpa adanya Orang – Orang Besar pun dunia ini akan tetap berputar.

Razzle beranggotakan Robbie Matulandi [Vokal] eks vokalis EDANE, Peter Mekel [Gitar], Irvan Cader [Gitar], Joey Sudewo [Bass] dan King Cader [Drum], sengaja membungkus tunggalan ini dengan sound yang tetap vintage seperti di single sebelumnya “Manusia Biasa”.

02 Razzle IstimewaRazzle (Istimewa)

Diawali riff – riff gitar rock n roll sedikit mengingatkan kita pada permainan riff gitar, Jimi Hendrix. Vokal Robbie yang liar terasa menyatu dengan ritem gitar Peter dan Irvan yang terus di kawal oleh kegagahan bass Joey dan sound drum vintage rock king Cader.

Bagi para penggemar loyal group band ini dan penasaran dengan single dan album mereka sudah bisa mengkoleksi album fisik atau bisa langsung membeli album digitalnya pada digital - digital store yang ada.. Album digital Razzle sendiri sudah resmi dirilis berbarengan dengan dilayangkannya single kedua ini./ Ibonk

 

Monday, 11 September 2017 11:50

Festival Keroncong Pilar Muda Indonesia-3 2017

Upaya Konsisten Bangkitkan Minat Generasi Muda Terhadap Keroncong

Ada perasaan haru menggelayut di lubuk hati terdalam, kala NewsMusik turut hadir menyaksikan Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia (FKMPI) ke-3 Sabtu, 9/9/17 akhir pekan lalu.  Bagaimana tidak?... puluhan anak-anak muda generasi milenial tampak sangat menikmati memainkan lagu-lagu ciptaan mereka dan lagu pilihan dalam irama keroncong. Tak terlihat kesan terjebak dengan pakem lawas, yang ada  mereka berhasil membuat musik keroncong terlihat dinamis.

Kompetisi keren yang diselenggarakan oleh Sekolah Pilar Indonesia telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Seperti yang diakui oleh Dr. Iwan Kresna Setiadi, selaku Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia bahwa festival ini murni sebagai usaha mandiri sekolah tersebut tanpa ada bantuan pemerintah.

“Dan kami akan terus melakukan hal ini terus untuk menjaga konsistensi festival ini. Ada atau tidak dukungan dari pemerintah, kami sudah komit untuk terus melestarikan budaya keroncong kepada generasi muda Indonesia lewat acara ini”, ungkap Iwan.

Merujuk kebelakang, FKMPI yang menghimpun anak muda usia di bawah 20 tahun ini, mengalami progres yang cukup baik. Pesertanya meningkat setiap tahun, dari 10 orkes keroncong digelaran awal pada 2015, menjadi 12 orkes pada tahun 2016. Tahun ini FKMPI diikuti 13 orkes keroncong remaja yang berasal dari Jakarta, Bandung, Cilacap, Yogyakarta, Malang, Madiun, Jombang, dan Kendal.

02 Dr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia IbonkDr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia (foto: Ibonk)

“Sebenarnya, ada 10 peserta dari kota lain, namun mereka gagal datang karena tidak di support oleh pemda setempat untuk ke Jakarta”, timpal Iwan kembali. Untuk ikut dalam FKMPI, peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 1 juta. “Tapi uang itu hanya sebagai bentuk komitmen saja. Sampai di Jakarta, uang tersebut kami kembalikan," ujar Iwan lagi.

Dalam festival ini, setiap orkes diwajibkan membawakan dua lagu bertema “Jangan Korupsi”, Satu karya ciptaan sendiri yang belum pernah dipublikasikan dan yang lainnya sebuah lagu pilihan dengan ruh yang sama. Pemilihan tema ini sendiri, sedikit banyak mengasah rasa dan pola pikir para generasi muda ini dalam menghasilkan lagu-lagu keroncong yang baru, sekaligus menguji kreativitas peserta dalam bermusik.

Sebagai juri, FKMPI memilih Koko Thole; musisi, pencipta lagu sekaligus penyanyi spesialis pop Jawa. Bens Leo; pengamat musik dan entertainment, sebagai juri tetap FKMPI sejak awal dan Didiek SSS, musisi Saxophone & Flute yang masih eksis sampai sekarang.

Lewat pengakuannya, Iwan Kresna sepanjang tiga kali penyelenggaraan FKMPI melihat manfaat dan dampak baik pada perkembangan musik keroncong di kalangan generasi muda. Ia sangat mengharapkan di tahun-tahun mendatang, sebaran peserta dari daerah lain bisa lebih luas lagi.

“Sangat banyak orkes keroncong muda yang bisa berpartisispasi sebagai peserta. Pada event mendatang kami juga tak hanya ingin mengadakan festival keroncong ini saja, namun dibarengi dengan workshop musik keroncong untuk anak-anak. Kami akan coba mengajarkan bagaimana teknis menulis lagu, membuat komposisi, memainkan alat secara benar dari masing-masing expertise dibidangnya”, janji Iwan.

03 FKMPI IbonkFKMPI (foto: Ibonk)

Kompetisi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB di di Amphi Theatre Sekolah Pilar lndonesia tersebut memakan waktu yang lumayan panjang. Rata-rata peserta terlihat cukup piawai dan sangat menikmati kompetisi tersebut. Tak hanya menampilkan skill bermusik, olah vokal mendayu berkarakter ataupun kekompakan komposisi dan syair yang sesuai tema, namun wardrobe yang dikenakan juga menjadi kesan tersendiri bagi juri dan penonton yang menyaksikan.

Setelah melewati masa penjurian yang alot, akhirnya juri memutuskan yang menjadi peringkat 5 besar terbaik adalah:
1. OK D’Sixty Nine Cilacap
2. OK Marlubu RRI Malang
3. OK Komunitas Keroncong Anak Jombang
4. OK Sekar Putri Aditama SMPN I Limbangan Kendal
5. OK Otasa Kids Madiun

Untuk Karya Cipta Lagu Terbaik ‘Keroncong Wahai Pemimpin Bangsaku’ cipt. Adriyono dan dimainkan oleh OK Marlubu./ Ibonk

 

Friday, 08 September 2017 13:47

Korea Indonesia Film Festival 2017

Menayangkan 14 Judul Film Terpilih

Menginjak tahun kelima setelah sukses di setiap tahunnya, Korea Cultural Centre Indonesia (KCCI) kembali bekerjasama dengan CGV cinemas menggelar Korea Indonesia Film Festival 2017. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud apresiasi & pertukaran budaya dalam perfilman masing-masing negara melalui sebuah acara yang kembali dihadirkan untuk masyarakat pecinta film di Indonesia.

KIFF 2017 akan dimulai pada tanggal 14 September hingga 17 September 2017 di 4 lokasi CGV cinemas, yakni CGV Grand Indonesia Jakarta, CGV Paskal 23 Bandung, CGV Focal Point Medan, CGV Marvell City Surabaya.

"Selama 4 hari total film yang tayang tahun ini adalah 14 film. Beberapa judul akan diputar untuk pertama kali di Indonesia. Ini juga termasuk film Indonesia," terang Tomy Kim, Director of CGV.

Tetap sama seperti sebelumnya, KIFF tahun ini juga memilih aktor berbakat dari Indonesia sebagai representatif dalam acara tahunan yang perhelatannya selalu dinantikan ini. Pada tahun ini, pihak penyelenggara mempercayakan hal ini kepada aktor berbakat Morgan Oey (Sweet 20, Jilbab Traveler) untuk membuka Korea Indonesia Film Festival 2017.

02 2 Film dalam KIFF 20172 Film dalam KIFF 2017

Film-film Korea Selatan yang hadir adalah Anarchist from Colony, The Battleship Island, Dongju: The Potrait of a Poet, My Annoying Brother, Sim Chung, A Day, Assassination, The Admiral: Roaring Currents, Operation Chromite, The Road Called Life, dan Treasure Island.  Rata-rata film yang hadir bertema sejarah, perang, atau drama. Khusus untuk Anarchist from Colony dan Dongju, ini adalah  penayangan perdana film tersebut di Indonesia.

Sementara 3 film Indonesia akan tayang dalam KIFF 2017 adalah Sweet 20, Bukaan 8, dan Kartini. Film-film ini mampu menghadirkan gambaran penduduk Indonesia dari masa ke masa.

Tiket KIFF 2017 sudah bisa didapatkan mulai hari ini Jumat (8/9). Tiket dibanderol dengan harga Rp. 15.000 di Jakarta dan Bandung serta Rp. 10.000 di Medan dan Surabaya. Informasi lengkap mengenai Korea indonesia Film Festival 2016 bisa didapatkan melalui  website www.cfgv.id atau melalui akun sosial media di @FestFilmKorea, @CGV_ID dan @CGV.id (instagram)/ Ibonk

 

Friday, 08 September 2017 13:38

Boys Market No. 5

Event Dunia Lelaki

Sejak tahun 2014, Idcreativeworld mampu menjaga eksistensinya dengan selalu menggelar event-event besar setiap tahunnya. Seperti di  tahun ini, kembali menggelar gelaran jagoannya yaitu Boys Market No. 5. Ini merupakan salah satu paket lengkap semua hal tentang lelaki dalam satu event exhibition dan dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Pada tahun ini Boys Market menghadirkan konsep “Segala hal yang disukai oleh lelaki ada dalam satu tempat”. Dengan gelaran event exhibition yang pada tahun ini merupakan tahun keempat dan kelima kalinya diadakan. Diadakan selama empat hari mulai tanggal 2 sampai dengan 5 November 2017, digelar di Piazza & Mainstreet Mal Gandaria City, Jakarta Selatan.

Dengan sebutan Boys Market No. 5, ajang ini akan menghadirkan puluhan brand yang berkonsep Boys/Mens di Boys Exhibition, Boys Fashion Show dari desainer yang menghadirkan rancangan khusus untuk lelaki, Skateboard Competition dengan hadiah jutaan rupiah, Kustom Bike Showcase, Inline Skate Competition, BMX Freestyle, Talks-Show ikonik “Boys Sex in The City”.

02 Boys Market IstimewaBoys Market No. 5 (Istimewa)

Lalu ada juga Backpacker Talks, Community Gathering, Boy Hobbies Talks, Boy Lifestyle Talks, Parkour Show, Live Music, dan Area tempat nongkrong di Piazza yang seru.

Tak mau terlihat biasa-biasa saja, gelaran kali inipun pihak penyelenggara mengundang seluruh brand-brand lokal dan designer muda untuk berpartisipasi memeriahkan pergelaran tahunan ini. Diluar itu mereka juga ingin sekaligus memperluas market dan networking di industri fesyen kreatif.

Untuk kaum lelaki yang mau tampil trendi dan tidak ketinggalan zaman, jangan lupa untuk gabung bersama Boys Market No.5. Be there or be square!!/ YDhew

 

Thursday, 07 September 2017 10:42

Urban GiGs 2017

12 Band Lintas Genre dalam Satu Album

Generation G sebagai community platform bagi kaum muda yang kreatif, kembali menginisiasi sebuah program bertajuk Urban GiGs 2017 melalui music, art, style dan travel. Dengan  mengusung tema ‘Unreleased Project’ program ini mengajak 12 group band lintas genre untuk berkolaborasi, dimulai sejak bulan Maret hingga November 2017.

Sebagai initiator wadah bagi para pemusik cutting-edge Indonesia, Urban GiGs merangkul para musisinya dalam menciptakan suatu karya kolaborasi baru.  Album kolaborasi yang belum pernah ada bagi para pecinta musik cutting-edge.

Kiprah musisi jenis ini di Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi, mereka mampu menciptakan pasar sendiri bagi penikmat musiknya. Musik anti mainstream yang sering tidak mendapat tempat sama sekali di media mainstream seperti televisi, namun mereka cukup di kenal di berbagai event di tanah air.

Karya mereka yang terdiri dari berbagai jenis genre, diantaranya metal, british-pop, punk, hardcore dan lain sebagainya biasanya kita temui di dalam musik cutting-edge. Jelasnya bahwa karya mereka lebih idealis, bebas berekspresi dan berani dalam menyampaikan suatu pesan dalam sebuah lagu.

02 Urban Gigs YDhewUrban Gigs (foto: YDhew)

Album kolaborasi ini melibatkan nama-nama yang sudah dikenal, seperti Elephant Kind X Rock n Roll Mafia, Barasuara X Scaller, Kelompok Penerbang Roket X Kimokal, The Brandals X Agrikulture, Silampukau X The Hydrant, Mocca X Payung Teduh. Dengan taste yang berbeda dan memberikan nuansa elektik, campur aduk, dengan berbagai pola ekspresi, album ini menjadi sebuah proyek musikalitas yang idealis.

“Album ini merupakan perwujudan komitmen dan keseriusan Urban GiGs dengan menghadirkan kolaborasi antar cutting-edge musik band dalam menciptakan karya baru yang memberi nafas segar bagi musik Indonesia”, jelas Namanda Mandagie selaku Brand Manager Generation-G di kawasan SCBD, Selasa (5/9).

Selain peluncuran albumnya khusus bagi para pecinta musik tersebut, Urban GiGs x Unreleased Project juga mengajak turut serta menyaksikan penampilan 6 kolaborasi dari 12 band secara langsung dengan membawakan karya baru mereka.

Dengan roadshow di 12 kota di Indonesia, penampilan mereka dapat dilihat secara langsung mulai hari Sabtu (9/9) sampai bulan Desember 2017. Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Makassar nantinya akan dikunjungi Urban GiGs x Unreleased Project.

03 Urban Gigs YDhewUrban Gigs (foto: YDhew)

Amanda melanjutkan bahwa band-band ini berkolaborasi dengan membawakan delapan lagu pilihan dan dua lagu baru yang digarap khusus untuk acara ini. Usai gelaran Urban GiGs, dua lagu tersebut akan dikemas ke dalam sebuah album kompilasi dalam satu CD, dan rencananya akan dibuatkan juga boxset serta piringan hitamnya,

Pemilihan band yang ikut serta dalam Unreleased Project adalah merupakan kesepakatan dari pihak penyelenggara sepenuhnya dan tidak berdiri sendiri untuk menemukan konsepnya. Mereka dipandu oleh enam penata musik, yaitu Bam & Hendra, Gerald Situmorang, Kimo Rizky, Hogi Wirjono, Indra Perkasa, dan Aksan Sjuman. “Seperti Mocca X Payung Teduh akan ada Aksan Sjuman yang membantu mengarahkan.

Selain karya dari kolaborasi 6 band tersebut, acara ini juga ingin memperkenalkan  pendatang baru yang  ikut meramaikan perkembangan musik indie di Indonesia. Band itu nantinya merupakan hasil audisi dari beberapa kota dan menjadi band pilihan yang tampil di atas stage UrbanGiGs sekaligus meluncurkan album “Sesari Selagu” yang menjadi album bagi pendatang baru tersebut.

Bagaimana jadinya kolaborasi dari 6 band tersebut? Datang dan saksikan Urban GiGs X Unreleased Project di kota-kota yang akan disambangi. Untuk info klik www.urbangigs.id/ YDhew

 

Wednesday, 06 September 2017 17:39

Fazerdaze

Siap Manggung di Jakarta

Bagi sebagian orang, Fazerdaze adalah sebuah band yang patut ditunggu kahadirannya. Band indie rock asal Wellington, Selandia Baru ini masih bisa disebut anak bawang, karena memulai debutannya pada 2015 lalu. Fazerdaze sendiri adalah proyek musik yang dimotori oleh Amelia Murray.  

Debutan mini album Fazerdaze sebagai penanda kehadirannya di dunia musik dirilis pada Oktober 2015 silam lewat judul yang sama dengan nama bandnya sendiri. Tidak sendirian, Murray sengaja meminta bantuan seorang multi instrumentalist, Jonatahan Pearce untuk me-mastering karya perdananya tersebut. Lewat proyek musiknya ini, Murray telah menciptakan yang disebut dream pop sound dengan memanfaatkan gitar elektrik dan efek pedal.

Diawal tahun 2017 kemarin, Fazerdaze kembali merilis album full-nya berngaran “Morningside” lewat label rekaman independen legendaris, Flying Nun Records. Tak cuma sendirian, untuk  tampil dari panggung ke panggung, Murray selalu melibatkan Gareth Thomas (bass) dan Andrea Holmes (drums)

02 Fazerdaze IstimewaFazerdaze (Istimewa)

Nah, pada 21 Oktober mendatang Fazerdaze akan unjuk kebolehannya di tanah air. Mereka akan ditampilkan dalam sebuah konser di Rossi Musik Fatmawati, Jakarta, yang merupakan kerja sama antara Studiorama, Six Thirty Recordings, dan Noisewhore.

"Ini sejalan dengan misi kami untuk terus memanggungkan artis-artis potensial yang layak mendapat sorotan lebih. Juga akan ada dua band pembuka dari dalam negeri yang akan diumumkan menyusul," ungkap perwakilan Studiorama.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Noisewhore dan Six Thirty Recordings mengenai ihwal kerjasama mereka dalam menggelar konser ini. Hal terkait mengenai pembelian tiket konser Fazerdaze di Jakarta akan diumumkan menyusul lewat sosial media ketiga organaizer tersebut./ Ibonk

 

Wednesday, 06 September 2017 17:08

Sam Smith

Single Baru di Awal September

Samuel Frederick Smith merupakan nama panjang dari Sam Smith yang lebih dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu asal daratan Inggris Raya. Lelaki kelahiran London, 19 Mei 1992 tersebut memulai karirnya pada 2007 silam, dan sampai kini ia betah mengulik genre musiknya yang beraliran Soul, Pop, Blue Eyed Soul dan R&B.

Ada kabar baik bagi penggemar fanatiknya, karena belum lama ini Smith telah mengumumkan tanggal rilis single barunya yang diberi judul ‘Too Good at Goodbyes’. Hal tersebut terekam lewat akun twitternya di @samsmithworld, yang ditandai dengan unggahan foto diri tengah  memegang sampul piringan hitam single tersebut.

Selain itu, penyanyi yang duduk dibawah naungan Capitol Records tersebut juga mengunggah ilustrasi dan bait potongan lirik single yang akan diluncurkannya pada tanggal 8 September 2017 lusa.

Pada akhir Agustus silam, Smith sempat juga memposting pesan kepada penggemarnya tentang perkembangan lagu-lagu barunya. "Terima kasih karena telah bersabar dan membiarkan saya meluangkan setahun terakhir untuk benar-benar fokus pada pikiran saya dan bebas menulis musik. Saya merasa tersegarkan dan punya banyak kisah untuk diceritakan kepada kalian."

02 Lirik Too Good at Goodbyes IstimewaLirik Too Good at Goodbyes (Istimewa)

Seperti yang kita ketahui, Sam Smith merilis album perdananya pada 2014 dengan tajuk “In the Lonely Hour” dan mendulang beberapa prestasi. Album ini sendiri menjadi album perdana yang paling cepat terjual pada 2014 di Inggris. Hebatnya lagi menurut laporan NME, penjualan album tersebut di Amerika Serikat dalam sepekan telah melewati penyanyi Inggris Raya mana pun dalam dua puluh tiga tahun terakhir.

Dalam karirnya, secara umum Smith sangat terpengaruh dengan Adele dan Amy Winehouse. Selain kedua nama diatas, Smith juga sangat mengagumi Whitney Houston, Mariah Carey untuk pengaruh R&B baginya. Juga Christina Aguilera, Beyonce, Brandy dan Lady Gaga adalah nama-nama diva yang dipujanya karena suaranya. / Ibonk

 

Thursday, 31 August 2017 13:57

Festival Film Kawal Harta Negara

Umumkan Karya Film Terbaik

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK), mengumumkan karya film pendek terbaik bertema kawal harta negara dalam acara Malam Penganugerahan di Teater Kecil, TIM, Jakarta pada hari ini (29/8). Acara ini sendiri merupakan puncak dari rangkaian Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2017 yang telah berlangsung sejak Maret 2017.

Rangkaian Festival Film Kawal Harta Negara yang merupakan kerja sama BPK dengan USAID, diawali dengan peluncurannya pada 14 Maret 2017 di Jakarta. Kegiatan berlanjut dengan roadshow festival ke Magelang, Ternate, Medan, dan Malang. Ditiap roadshow diisi dengan talkshow peran dan tugas BPK, workshop mengenai film dan citizen journalism, serta pitching forum ide cerita film.

Dari kompetisi ini, panitia FFKHN menerima setidaknya 176 karya film dari berbagai wilayah di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Purbalingga, Yogyakarta, Malang, Denpasar, serta Makassar. Setelah proses seleksi, terpilih 23 film yang menjadi nominasi. Pemenang merupakan hasil seleksi para juri yang terdiri dari tim BPK dan USAID bersama sutradara Slamet Rahardjo Djarot, Helmy Yahya selaku profesional, sutradara Danial Rifki, Dewi Laila Sari, serta penulis dan kritikus film Totot Indrarto.

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara, dihadapan awak media secara gamblang menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya FFKHN adalah sebagai edukasi kepada masyarakat terhadap keberadaan BPK. Menurutnya, tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan BPK membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.

02 Press Conference MPFFKHN 2017 IbonkPress Conference MPFFKHN 2017

Untuk mengawal harta negara ini, kami berupaya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tugas dan wewenang BPK. Salah satu upayanya adalah dengan menyelenggarakan festival film ini dengan dukungan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID. “Kami mengajak masyarakat untuk membuat karya sinematografi dengan tema yang relevan dengan tugas BPK yaitu mengawal harta negara,” jelasnya lagi


Berikut ini adalah daftar pemenang pitching forum dan kompetisi film FFKHN 2017:

1. KATEGORI FILM FIKSI PELAJAR
Judul Film : Ir. Soemarno ,
Produksi : Jamaah Cinema Mahasiswa, Yogyakarta

2. KATEGORI FILM FIKSI UMUM
Judul Film : Sedeng Sang,
Produksi : Bor(n)eo Films, Yogyakarta

3. SPECIAL JURY A WARD KATEGORI FILM FIKSI UMUM
Judul Film : Amarta (Gadis dan Air),
Produksi: Lajar Tantjap, Yogyakarta

4. KATEGORI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT
Tidak ada pemenang.

5. KATEGORI FILM DOKUMENTER PELAJAR
Judul Film : Beras Bosok Kanggo Rakyat,  
Produksi : Brankas Film, Purbalingga

6. KATEGORI FILM DOKUMENTER UMUM
Judul Film : Penutur Terakhir,
Produksi : Sinema Produksi Meraki, Jakarta

7. KATEGORI CITIZEN JOURNALISM PELAJAR
Judul Film : Papan Anggaran Desa
Produksi: Sabuk Sinema/SMAN 1 Bukateja, Purbalingga

8. KATEGORI CITIZEN JOURNALISM UMUM
Judul Film: Selesai Direhab Pemerintah, Sekolah Ini Terbengkalai
Karya: Eksani (Surakarta)

9. PITCHING FORUM KATEGORI FIKSI
Judul Film : Gosip
Produksi : Rumahku Films, The Story Company, VSI Films Studio, Jakarta

10. PITCHING FORUM KATEGORI DOKUMENTER
Judul : Gedung Kebudayaan
Produksi : KSI Cinemart, Medan/ Ibonk

 

Wednesday, 30 August 2017 11:49

Love for Sale

Segera Memulai Produksi

Visinema Pictures bekerja sama dengan Stayco Media akan memulai produksi film “Love for Sale” pada penghujung Agustus 2017 ini. Film bergenre komedi romantis ini menjadi film ke-6 Visinema Pictures dan kolaborasi pertama dengan Andibachtiar Yusuf sebagai sutradara.  Film Love for Sale sendiri adalah film ke-4 dari Andibachtiar Yusuf menyusul film-film layar lebar dirinya yang selalu berhubungan dengan sepak bola.

Hal ini tak mengherankan memang, karena Andibachtiar Yusuf adalah seorang penggila bola. Ia juga  menambahkan bahwa film ini juga nantinya tetap akan diwarnai sepakbola. Bedanya kalau dalam ketiga filmnya sepakbola menjadi urat nadi yang masuk di inti cerita, dibeberkan dengan tuntas segala kekotorannya lalu kemudian diperjuangkan, kini ia memilih untuk sekadar membicarakannya.

Ide cerita film ini sendiri seperti yang diakuinya ketika menjawab pertanyaan awak media pada saat press conference di bilangan Jeruk Purut sudah dibuat dari 8 tahun yang lalu. “Proses penulisan dan pengembangan cerita dari awal sampai akhirnya jadi final draft kurang lebih satu tahun. Film ini akan menjadi film yang berbeda dari yang sudah-sudah. Ini sarat akan komedi, banyak sisi romantisnya, tapi tetap ada sepakbolanya”, ungkapnya kemudian.

Selaku CEO Visinema Pictures dan produser, Angga Dwimas Sasongko, melalui media rilisnya menyampaikan, sudah jatuh hati sejak pertama kali membaca sinopsis “Love for Sale” yang ditulis Andibachtiar Yusuf. Ia menyukai cerita dan karakter yang ada di dalamnya. “Kolaborasi antara Visinema Pictures dan Andibactiar Yusuf ada, karena saya percaya baik Visinema Pictures maupun Visinema Content, keduanya adalah rumah bagi para pencerita seperti sutradara, penulis, konten kreator," sebutnya

02 Andibachtiar Yusuf IbonkAndibachtiar Yusuf  (foto: Ibonk)

Hal menarik lain dari film ini adalah jajaran pemeran utamanya yang melibatkan  Gading Marten dan Della Dartyan. Ini merupakan pengalaman pertama bagi keduanya sebagai pemeran utama pria dan wanita dalam film layar lebar. Gading Marten dipercaya untuk memerankan karakter Richard, laki-laki jomblo kesepian yang jatuh cinta dengan seorang wanita bernama Arini. karakter yang diperankan oleh Della Dartyan.

Berikut sekilas sinopsis Love For Sale, adalah seorang Richard (Gading Marten) yang berusia 42 tahun hidup sendirian berteman seekor kura-kura besar bernama Kelun. Kegagalan hubungannya di masa lalu dan kesibukannya menjalani bisnis percetakan lungsuran orang tuanya membuat Richard nyaman hidup dalam kejombloan.

Meski menyandang status jomblo akut dan rutinitas yang membosankan, Richard dianggap cukup menyebalkan oleh para pegawainya karena berpolah sebagai seorang yang bijak dan paling mengerti soal cinta. Pencitraan itu juga diperlihatkan Richard kepada teman-teman nonton bolanya yang lebih muda belasan tahun dan kerap terjebak dalam kebingungan. Tak sekali mereka menyerahkan diri ke dalam petuah-petuah bijak Richard soal cinta.

Puncaknya, di satu malam setelah nonton bola bersama Richard ditantang untuk membawa serta pasangannya ke resepsi pernikahan salah satu di antara mereka. Sadar bahwa kehormatannya sedang dipertaruhkan, Richard menempuh segala cara untuk mendapatkan pasangan. Lewat sebuah aplikasi penyedia jasa teman kencan, Richard akhirnya bertemu Arini, 25 tahun (Della Dartyan). Sebuah kesalahan teknis membuat Richard yang hanya menginginkan teman kencan semalam dan terbiasa hidup sendiri harus terjebak untuk waktu yang lebih panjang bersama Arini. / Ibonk

 

Page 2 of 119