NewsMusik

NewsMusik

Thursday, 16 November 2017 12:46

AMI Awards 2017 #MusikTanpaBatas

Tulus Rebut 4 Penghargaan

Ajang musik tahunan bergengsi Tanah Air, Anugerah Musik Awards (AMI) 2017 baru saja selesai digelar. Di tahun penyelenggaraannya yang ke-20 ini, AMI 2017 mengangkat tema “Musik Tanpa Batas” dan memasukkan total 52 kategori berbeda yang jadi rebutan para musisi Tanah Air.

Event ini dihelat di Theater Garuda TMII, Jakarta ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh genre musik yang ada di Tanah Air masuk dalam setiap kategori AMI Awards 2017. Mulai dari Pop, Rock, Dangdut, Ska, Reggae, Jazz, Soundtrack, Lagu Anak-Anak dan lainnya. Kategori baru yang diadakan pada tahun ini adalah Lagu dan Album Rohani.

Seperti yang telah digadang-gadang, penyanyi Tulus berhasil membawa pulang empat piala, yakni Album Soul/R&B/Urban, Album Terbaik Terbaik, Karya Produksi Terbaik-Terbaik, dan Artis Pria/Wanita Soul/R&B/Urban. Ada juga komponis dan konduktor Erwin Gutawa yang juga memboyong tiga penghargaan. Ia menjadi Produser/ Penata Musik Pop Terbaik untuk "Sebuah Rasa", serta bersama putrinya Gita Gutawa sebagai Pencipta Lagu Anak-anak dan Produser/Penata Musik Anak-anak Terbaik untuk "Dear Dream”.

Sementara itu Legend Awards diberikan kepada tiga musisi Indonesia yang sudah tutup usia, yakni Harry Roesli, Bartje van Houtten, Benny Panjaitan. Sedangkan penghargaan Lifetime Achievement diberikan kepada Fariz RM.

02 Tulus Istimewa

Tulus sukses mengantongi 4 Penghargaan dalam ajang AMI Awards 2017 (Foto: Istimewa)

Berikut daftar lengkap pemenang AMI Awards ke-20:

1. Album Terbaik: Monokrom - Tulus


2. Karya Produksi Terbaik: Tulus - Monokrom


3. Duo/Grup Pop: Gigi - Adu Domba


4. Pendatang Baru Terbaik: Teddy Adhitya - In Your Wonderland


5. Artis Solo Wanita Pop: Yura Yunita - Intuisi
6. Artis Solo Pria Pop: Anji - Bidadari Tak Bersayap


7. Kolaborasi Pop: GAC & The Overtune - Senyuman & Harapan


8. Pencipta Lagu Pop: Intuisi - Yura Yunita


9. Produser/ Penata Musik Pop: Sebuah Rasa - Erwin Gutawa


10. Album Pop: RAN - RAN


11. Artis Solo Pria/Wanita/Instrumentalia Rock: Adrian Adioetomo - Tanah Ilusi


12. Duo/Grup/Kolaborasi Rock: God Bless - Damai


13. Album Rock: Cermin 7 - God Bless


14. Artis Jazz Vokal: Krakatau Reunion - Cermin Hati


15. Artis Instrumentalia Jazz: Dewa Budjana - Solas FM


16. Album Jazz: Chapter One - Krakatau Reunion


17. Artis Solo Pria/Wanita Soul/R&B/Urban: Tulus - Monokrom


18. Grup/Kolaborasi Soul/R&B/Urban Terbaik: Raisa & Isyana Sarasvati - "Anganku Anganmu"


19. Album Soul/R&B/Urban: Monokrom - Tulus


20. Artis Solo Pria/Wanita Dangdut: Lesti - "Egois"


21. Artis Solo Wanita Dangdut Kontemporer: Iis Dahlia - "Demi Kamu (Tum Hi Ho)"


22. Artis Solo Pria Dangdut Kontemporer: Danang - "Satu Selamanya"


23. Duo/Grup/Kolaborasi Dangdut/Dangdut Kontemporer: Delon & Siti Badriah - "Cinta Tak Harus Memiliki"


24. Pencipta Lagu Dangdut/Dangdut Kontemporer: "Bahagia Itu Sederhana" - Tjahadi Djanata/Ishak


25. Produser/Penata Musik Dangdut/"Dangdut Kontemporer: Demi Kamu (Tum Hi Ho)" - Pri Keyboard


26. Artis Solo Perempuan Anak-anak: Lyodra (DARR) - "Dear Mantan"


27. Artis Solo Laki-laki Anak-anak: Rafi Sudirman (DARR) - Aku Suka Hari Ini


28. Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi Anak-anak: Purwa Caraka Music Studio - Suka Hati


29. Pencipta Lagu Anak-anak: "Dear Dream" - Erwin Gutawa, Gita Gutawa, Ria Leimena


30. Produser/Penata Musik Anak-anak: "Dear Dream" - Erwin Gutawa & Gita Gutawa


31. Album Anak-anak: OST Surat Kecil Untuk Tuhan - Purwa Caraka Music Studio


32. Karya Produksi Kroncong/Kroncong Kontemporer, Langgam/Stambul: Waldjinah - Penglipur Wuyung


33. Karya Produksi Alternatif/Alternatif Rock/Lintas Bidang: Payung Teduh - "Akad"


34. Karya Produksi Metal/Hardcore: Deadsquad - "Pragmatis Sintesis"


35. Karya Produksi - Rap/HipHop: Adrian Khalif Feat. Dipha Barus - "Made in Jakarta"


36. Karya Produksi Reggae/SKA/Rocksteady: Shaggydog - "Rock Da Mic"


37. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami: Fatin - "Ketika Tangan dan Kaki Berkata"


38. Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Nasrani: Amelia Ong - "Have Yourself A Merry Little Christmas"


39. Karya Produksi Instrumentalia: Gerald Situmorang - "Familiar Song"


40. Karya Produksi Dance/Electronic: Dipha Barus Feat. Nadin - "All Good"


41. Karya Produksi Kolaborasi: Raisa & Isyana Sarasvati - "Anganku Anganmu"


42. Karya Produksi Original Soundtrack: GAC - "Berlari Tanpa Kaki"


43. Karya Produksi Grup Vokal: GAC - "Berlari Tanpa Kaki"


44. Karya Produksi Lagu Berbahasa Daerah: Jogja Hip Hop Foundation - "Sedulur"


45. Karya Produksi Folk/Country/Balada: Endah N Rhesa - "Ruang Bahagia"


46. Karya Produksi Rock Progressive: Montecristo - "A Deep Sleep"


47. Produser Album Rekaman: TulusCo - Monokrom


48. Perancang Grafis: Forbidden Knowledge - Wok The Rock, Adrian Gufi


49. Tim Produksi Suara: Monokrom - Ari Renaldi, Rudy Zulkarnaen


50. Legend Awards: Harry Roesli, Bartje van Houtten, Benny Panjaitan


51. Lifetime Achievement: Fariz RM/ Ibonk

Tuesday, 14 November 2017 16:49

Surat Cinta Untuk Starla

Dari Lagu Berlanjut Ke Layar Lebar

Lagu yang memiliki judul ‘Surat Cinta Untuk Starla’ bisa dikata adalah sebuah lagu fenomenal. Bagaimana tidak, lagu ini duduk di puncak popularitas dengan viewer saat ini tercatat 170 jutaan di kanal YouTube. Jumlah yang fantastis. Selain video klip yang dibuat Virgoun di kanal tersebut, kisah cinta ini juga dibuatkan mini series-nya. Serial berdurasi pendek yang diangkat dari lagu Virgoun berjudul sama tersebut, meraih popularitas yang tinggi juga di awal tahun ini.

Kisah cinta antara Starla dan Hema tersebut akhirnya membuat Screenplay Films dan Legacy Pictures tertarik untuk membuatkan filmnya. Mengambil latar belakang karakter yang sama pada mini seriesnya, web series yang dibintangi oleh Caitlin Halderman dan Jefri Nichol tersebut, diangkat kedalam sebuah film layar lebar dengan tajuk serupa.

Film ini dikemas dengan lebih menarik dari sisi cerita, sinematrografi serta pengambilan gambar untuk lebih dapat dinikmati oleh pecinta film di Indonesia. Rudi Aryanto yang di dapuk sebagai sutradara, akan menggali karakter para pemainnya yang ada lebih dalam lagi. Hal ini bisa dilihat dari trailer yang resmi diluncurkan di Summarecon Mall Serpong, Minggu (12/11) lalu.

Mengambil tema cinta dan keluarga, film ini menceritakan tentang kisah asmara antara Hema dan Starla. Kisah berawal dari perkenalan unik yang akhirnya membuat Hema dan Starla menjadi dekat. Mereka saling menghargai satu sama lain, meskipun memiliki latar belakang keluarga yang berbeda. Seiring perjalanan waktu, pertemanan mereka menjadi sangat dekat dan akhirnya saling jatuh cinta.

Untuk pertama kalinya Hema menyadari ada surat cinta yang lebih indah daripada surat cinta untuk alam, yaitu surat cinta untuk Starla. Hema (Jefri Nichol) yang begitu mencintai alam, mempunyai kebiasaan unik, yaitu menulis surat cinta untuk alam. Hema dibuat jatuh hati oleh Starla (Caitlin Halderman) hanya dalam waktu enam jam.

02 Caitlin Halderman Jefri Nichol Ridh

Caitlin Halderman & Jefri Nichol (Foto: Ridh)

Namun disaat keduanya semakin dekat, tiba-tiba sikap Starla berubah. Starla marah dan menjauhi Hema dan meminta Hema untuk melupakan kisah kasih mereka yang menjadi viral di sosial media bahkan disiarkan di radio oleh Athena (Salsabila Adriani) sahabat Hema.

Twist yang disajikan dalam film ini akan membuat penonton penasaran dengan jalan cerita selanjutnya. "Karakter Hema itu muralist yang gayanya vintage banget, suka hal-hal yang berbau old school. Dia juga seniman banget," kata Jefri menjelaskan karakternya dalam peluncuran trailer film tersebut.

Tak cuma diperankan oleh Jefri Nichol dan Caitlin Halderman, film ini juga turut dibintangi oleh sejumlah bintang muda dan senior seperti, Salsabilla Adriani, Ricky Cuaca, Ramzi, Mathias Muchus, Dian Nitami, Rianti Cartwright, Rizky Hanggono, Amanda Manopo dan Meriam Bellina.

Vokalis Last Child, Virgoun, juga ambil bagian dalam film ini dimana terdapat scene dirinya menyanyi mengiringi suasana romantis Hema dan Starla. Film ini dijadwalkan tayang pada tanggal 28 Desember 2017 mendatang./ Ridh

Tuesday, 14 November 2017 16:35

Deddy Corbuzier

Unjuk Suara dalam Soundtrack “Knight Kris The Movie”

Mencoba sebuah hal berbeda, mungkin sudah menjadi sebuah kesukaan bagi seorang Deddy Corbuzier. Bayangkan saja, lepas dari image nya sebagai seorang mentalis, lalu ia banting stir menjadi seorang presenter dalam sebuah acara di layar kaca, produser dan berakting serta  saat ini sebagai penyanyi. Diakuinya bahwa mendadak jadi penyanyi, hanya demi kesuksesan film Knight Kris yang diproduseri oleh dirinya.

"Kata mereka yang tahu musik, suara saya lumayan. Mudah-mudahan bisa membuat film Knight Kris tambah sukses dan banyak penontonnya," aku Deddy. “Saya juga ingin mencoba tantangan baru. Kebetulan ada kesempatan menyanyikan soundtrack. Ya, saya coba. Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmatinya”,  

Untuk hal ini, Deddy rela berlatih keras bernyanyi agar menghasilkan suara yang prima. Dirinya mendapat arahan dari Willyjanto, yang bertindak sebagai Vocal Director. Lagu berjudul ‘Keajaiban Semesta’ tersebut beraliran pop dan sangat easy listening serta diaransemen oleh Tommy Widodo. Lagu yang menghiasi film animasi ini, sepenuhnya diproduksi oleh Viva Fantasia dan filmnya sendiri akan tayang di bioskop mulai Kamis, 23 November 2017 mendatang.

Dalam pandangan Deddy kenapa dirinya bertekad untuk terjun langsung menjadi produser dalam film animasi ini adalah minimnya minat investor terhadap jasa industri hiburan untuk anak. Menurutnya lagi karena sebab tersebut, akibatnya anak-anak Indonesia banyak dicekoki film dan lagu-lagu orang dewasa yang tidak sesuai dengan psikologi pertumbuhannya.

“Ini mimpi yang saya rahasiakan selama ini. Proses pembuatan film selama lebih dari tiga tahun. Menghabiskan biaya lebih dari satu juta dolar. Semua untuk mengisi sebuah keresahan terhadap film dan lagu anak Indonesia,” ungkap Deddy, tentang motif pembuatan film dan soundtrack yang digagasnya ini.

02 Deddy Corbuzier Istimewa

Deddy Corbuzier (Foto: Ibonk)

Atensi dan empati Deddy pada dunia anak ini, akhirnya didedikasikannya kepada putra semata wayangnya, Azkanio Nikola Corbuzier dan anak-anak bangsa lainnya. Ada pesan moral untuk anak-anak Indonesia, yang selama ini hilang hak-haknya untuk dapat menikmati film dan lagu anak Indonesia yang jujur dan edukatif.

Sementara pesan substantifnya adalah lagu ini memberi motivasi kuat tentang pentingnya berjuang penuh semangat, pantang menyerah, khususnya untuk anak-anak. Kuat dan tegar menghadapi ujian dan cobaan. menjadi motivasi kunci kemenangan dalam meraih impian.

Untuk yang penasaran bagaimana dan seperti apa seorang Deddy Corbuzier bernyanyi, bisa diintip pada link tayangan YouTube : https://youtu.be/ZkO2-R9Ri9g ini./ Ibonk

Tuesday, 14 November 2017 11:22

Thor: Ragnarok

Sisipan Komedi dan Lebih Natural

Thor sang Dewa Petir, boleh dikata jika film ini memang selalu ditunggu oleh penggemar film Marvel Studios dimanapun, terutama di Indonesia. Film yang tayang di bioskop Indonesia sejak 25 Oktober 2017 sampai artikel ini ditulis masih bertahan di bioskop. Thor sendiri berdasarkan imajinasi  Marvel Comics seperti yang telah diketahui merupakan anak Odin, Raja Asgard. Mempunyai senjata berupa palu, dan  belakangan diketahui senjata tersebut adalah untuk meredam kekuatan yang berada dalam diri Thor.

Di episode Thor: Ragnarok, Thor harus berhadapan dengan saudaranya sendiri sang Dewi Kematian, Hela. Kehadiran Hela yang ingin merebut takhta Asgard bisa menjadi bencana bagi warga dunia mitologi itu, termasuk Thor. Warga Asgard percaya suatu hari nanti kiamat yang disebut Ragnarok akan menghancurkan dunia itu.

Apa sih Ragnarok? Tadinya penulis berfikir bahwa Ragnarok adalah makhluk yang di awal film ini muncul sebagai makhluk yang sekujur tubuhnya dibalut lava dan api dengan tanduk di kepalanya (Surtur). Namun Ragnarok disini adalah suatu mitologi Nordik semacam siklus apokaliptik yang dianut dunia dan para dewa yang terlibat didalamnya.

Selama siklus tersebut banyak dewa yang mati, dan menyebabkan bencana alam yang menyebabkan bumi hancur dan tenggelam namun dilahirkan kembali. Dalam film Thor kali ini Ragnarok merupakan penghormatan dan perintah untuk mengahancurkan Asgard, disinilah peran Thor sebagai pewaris tahta Asgard diperlukan.

Perjalanan episode kali ini dimulai dengan Thor yang dikurung oleh makhluk api, Surfur yang dipercaya akan datangnya Ragnarok. Dengan tubuh terikat besi Thor akhirnya mampu mengalahkan makhluk tersebut dengan membawa tanduk Surfur untuk disimpan di Asgard. Dari awal kemunculan film ini sudah disisipi dengan humor. Chris Hemsworth sebagai pemeran Thor yang juga mempunyai tampilan fisik yang sempurna tidak melulu memerankan seorang super hero dari kalangan dewa dengan dialog yang kaku, di episode ini Thor dibalut lebih kekinian sehingga menjadi bahan lelucon di filmnya sendiri.

02 Thor Ragnarok IstimewaThor: Ragnarok (Istimewa)

Sutradara dari Selandia Baru, Taika Waititi sukses membawa tokoh dewa dewi ke dalam lawakan absurd dan sukses menghantar penonton dengan dialog dan adegan penuh tawa. Lelucon yang ditampilkan juga  berkat naskah ciamik yang ditulis oleh Craig Kyle, Christopher Yost, dan Eric Pearson. Di episode Thor kali ini kita juga bisa mendengar Hulk si makhluk besar hijau berbicara untuk pertama kalinya lho..

Perjalanan Thor dalam mempertahankan Asgard bukan tanpa hambatan, disini Thor bertarung tanpa senjata andalannya, Mjolnir. Palu Thor hancur saat pertempurannya bersama dengan Hela yang dengan mudah menghancurkan senjata andalan Thor tersebut.

Thor yang kalah melawan Hela, akhirnya dibuang dan terdampar di sebuah planet yang bernama Sakaar. Disinilah Thor dipertemukan dengan Hulk, karena dijadikan petarung ala gladiator oleh Grandmaster. Adegan-adegan dan dialog penuh tawa dihadirkan disini, sehingga pertempuran yang disuguhkan lebih berwarna dan lebih segar  dengan lelucon yang diselipkan selalu. Lihat saja bagaimana Thor harus kehilangan rambut panjangnya yang lagi-lagi memancing tawa.

Dilain sisi, chemistry antara kakak beradik Loki dan Thor (Tom Hiddleston dan Chris) cukup mendapat porsi. Sebagai saudara yang terkadang on-off akurnya, disampaikan dengan sangat natural. Hulk pun disini mendapatkan porsi lebih banyak, diperankan oleh Mark Ruffalo lagi-lagi chemistry diantara ketiganya sangat pas ditampilkan.

Dalam segi cerita, episode kali ini cukup mengalir dan mudah dipahami dibanding episode sebelumnya. Thor: Ragnarok berhasil menjadi episode terlucu. Karakter Thor lebih memperlihatkan kekuatannya tanpa Palu andalan. Tessa Thompson yang berperan sebagai Valkyrie, terlihat kuat di luar namun rapuh di dalam, ada juga Jeff Goldblum yang tampil jenaka sebagai Grand Master. Selain deretan aktor yang telah disebutkan, film ini juga didukung penampilan memukau dari Idris Elba, Karl Urban, Anthony Hopkins, Rachel House, Zachary Levi, Ray Stevenson, dan Tadanobu Asano.

Pemilihan lagu ‘Immigrant Song’ milik Led Zeppelin sebagai soundtrack di film ini sangat tepat. Hampir di setiap adegan aksi lagu tersebut selalu mengiringi. Suara vokalis, petikan gitar elektrik, dan tabuh drum menambah keseruan.

03 Thor Ragnarok IstimewaThor: Ragnarok (Istimewa)

Meski beberapa adegan harus menggunakan CGI, namun kualitas gambar dari film-film Marvel dalam pengambilan gambar tidak diragukan lagi. Gambar yang diambil di Marvel Studios membuat aksi yang ditampilkan terlihat sangat nyata. Dalam hal kostumpun film ini tampil memukau, sebagai contoh kostum yang digunakan Hela sang Dewi Kematian tampil memukau dengan tampilan yang ikonik.

Terlepas dari semuanya, film Thor: Ragnarok kali ini terasa lebih berwarna, meski pertempuran menjelang kiamat yang disuguhkan akhirnya tidak terlalu membekas karena kerap ditimpali sisipan humor. Selama durasi dua jam 10 menit, kita disuguhkan dengan tontonan yang menghibur dengan jalan cerita yang serius dan solid sehingga suguhan yang ditampilkan tidak terasa membosankan./ Ibonk

 

Monday, 13 November 2017 14:23

Joey Alexander

Obrolan Dibalik Konser Asia Tour

Josiah Alexander Sila yang biasa dikenal dengan sebutan Joey Alexander mengawali karirnya sebagai seorang pianis sejak berumur tujuh tahun. Joey kecil yang terlahir dari seorang ayah penggemar jazz belajar secara otodidak dengan sering mendengarkan komposisi seperti ‘Well, You Needn’t’ karya Thelonious Monk dan koleksi lagu-lagu ayahnya khususnya karya Louis Amstrong.

Kemampuannya dalam mengolah musik membawanya meraih grand prix dalam Master-Jam Fest 2013, suatu kompetisi musik jazz untuk segala usia di Odessa, Ukraina yang diikuti oleh 43 musisi dari 17 negara yang pada waktu itu Joey baru berusia 9 tahun. Di tahun 2014, joey dan keluarganya pindah ke New York, dari sinilah karir bermusiknya mulai berkembang.

Di usia 10 tahun, Joey mendapat undangan Malam Gala pada Mei 2014, karena permainannya di situs Youtube yang membawakan karya Coltrane, Monk dan Chick Korea.  Hal tersebut memikat hati pemain trompet jazz Wynton Marsalis, direktur seni Jazz Lincoln Centre. Dari sinilah debut Joey di negara Amerika Serikat sebagai musisi cilik yang dijuluki anak jenius karena kecerdasan dan keahlian seperti pianis berpengalaman puluhan tahun.

Menguasai teknik bermain piano dan improvisasi dalam aliran musik jazz sejak usia 7 tahun, Joey merilis album perdananya yang berjudul "My Favorite Things" pada tanggal 12 Mei 2015 di usia 11 tahun di bawah Motema Record, New York. Melalui album ini, Joey mendapatkan nominasi Anugerah Grammy untuk dua kategori: Best Instrumental Jazz Album ("My Favorite Things") dan Best Jazz Solo Improvisation (Giant Steps dari album tersebut).

Ia juga berkesempatan Tampil sepanggung dengan Adele, Taylor Swift, Bruno Mars, dan Ed Sheeran di Grammy Awards 2016. Ia juga menjadi Artis Asia Tenggara Pertama yang tampil di acara bergengsi tersebut. Namun tak ada yang menyangka, karir Anak Ajaib begitu ia dijuluki begitu cepat dan berjalan mulus. Joey yang saat ini berusia 14 tahun kembali menggelar sebuah konser kelas dunia di negeri kelahirannya Indonesia.  Konser ini dalam rangka tur Asia setelah menyelesaikan turnya di Eropa, Amerika dan Timur sebagai rangkaian Joey Alexander World Tor 2017.


02 Joey Alexander Press Conference FattahJoey Alexander Press Conference (foto: Fattah)

Setelah tampil di Jepang, Singapura dan Hongkong, Joey pulang dan menutup turnya di Tanah Air pada 11 dan 12 November 2017 di Balairung Soesilo Soedarman Sapta Pesona, Kemenpar dan ICE BSD. Konser di Indonesia merupakan konser kali kedua Joey setelah tanggal 22 Mei 2016 lalu yang sukses di gelar.

Ditemui NewsMusik di sela press conference Joey Alexander Trio – Asia tour 2017, Joey mengungkapkan perasaannya kembali ke Indonesia. Berikut percakapannya :

Halo Joey, welcome to Indonesia. Apa kabar? Bagaimana perasaannya kembali ke Jakarta
Baik, saya bersyukur, Thank’s God bisa balik ke Jakarta dan terima kasih semuanya yang membuat aku kesini. Saya happy banget bisa kembali ke Indonesia.

Joey bisa diceritakan persiapannya menjelang konser
Pertama jazz itu merupakan spontanality lebih ke moment, part of them, preparation-nya nggak banyak. Sebelum ini saya sudah bermain di beberapa negara Asia, jadi  kita sudah biasa bermain sama-sama dan bermain dengan lagu-lagunya. Persiapannya sudah lumayan tight. Apa makna jazz buat Joey sendiri..
Jazz is a playing music, jazz is has been  a part of my life, and is blessing to be play to share and to play this. Music full of imagination, music full of joy, dan saya pikir jazz sebagai spiritual buat saya bukan sekedar bermain musik.

Joey bisa diceritakan sedikit mengenai Asia Tour?
Awalnya sangat pesimis, karena itu merupakan kali pertama saya ke Tokyo, Hongkong kemarin dan Singapura. Tapi saya senang, akhirnya saya bisa kembali kesini. Senang sekali saya bisa kasih kebahagiaan dan kesenangan untuk semuanya dengan bermusik ini yang merupakan gift saya, itu yang menurut saya the most the important thing.

Joey kenapa Indonesia dipilih sebagai negara terakhir dalam rangkaian tur Joey kamu?
Well, because I’m home, jadi saya rasa good to be home. Balik ke rumah, karena selama ini saya tinggal di New York. Indonesia selalu menjadi rumah buat saya.

Apa yang menginspirasi dan moment apa yang special dalam semua rangkaian tur Joey?
Menurut saya setiap kali saya bermain, every moment is special. Dimanapun saya pergi saya selalu berusaha bermain dengan baik. To be here is special feeling, menurut saya kembali dan kasih semangat untuk musisi Indonesia dan happy banget bisa balik ke Indonesia dan melakukan semuanya.

Adakah perubahan dalam diri Joey dalam bermusik seiring dengan pertumbuhan Joey yang semakin dewasa?
Semua selalu dalam proses. Sampai sekarang saya always go, cuma sekarang saya lebih percaya diri. Tapi mungkin sebelumnya saya punya itu. Tapi sekarang  saya mempunyai konsep yang berbeda.

Apa arti musik sendiri untuk Joey?
Music is a universal, but only in my life every favorite views people dan give them hope. Saya berharap datang kesini semangat dan harapan untuk penggemar saya disini.

   
03 Joey Alexander FattahJoey Alexander (foto: Fattah)

Ada makanan yang Joey kangenin di Indonesia
Apa ya..  Martabak mungkin. Sampai sekarang belum sempat makan sampai mimpi-mimpi. Selain itu saya juga nggak terlalu banyak tahu makanan Indonesia. Mungkin karena dari kecil saya  sudah tinggal di Amerika. Saya suka ayam kuning.

Apa perbedaan belajar musik di Indonesia atau di Amerika?
Menurut saya disini tidak banyak berbeda, Cuma datang ke New York banyak musisi yang sudah berumur dan mendunia, event di sini juga banyak musisi yang hebat juga. Tidak banyak perbedaan. Cuma di US saya banyak lebih banyak kesempatan untuk share my music. New York semua ada, baik untuk musik untuk fashion, dan bisa banyak datang ke club jazz dimana-mana. Meskipun saya tidak selalu datang ke jazz club, I think when you go to New York you can make it everything, just why a people say.

Hobby Joey sendiri disana apa, mengingat usia Joey yang masih muda?
Saya suka jalan-jalan, lihat taman. Semua yang membuat energy, some times you can very intents, people yelling, is something people what’s going on. Tidak melulu bermain musik. Main games, toys, exercise.

Apa yang Joey bisa ambil dari beberapa musisi dari Amerika yang sekarang ini menjadi guru bagi Joey, apa perbedaannya dengan Indonesia.
Menurut saya guru saya adalah musisi yang saya dengerin. Mereka understanding of play those music, saya selalu coba cari the feeling of swing, freedom untuk musik jazz ya.

Untuk Joey sendiri apa artinya penghargaan, seperti Grammy kemarin
Saya blessed bisa dikasih kesempatan. The God opens the door for me untuk bisa share musik ini dan apa, saya rasanya I can't explain it. Tuhan bisa pilih saya dari sini, dari bermusik.

Begitulah Joey, sosok yang rendah hati dan masih seperti anak-anak seusianya kebanyakan. Joey yang tidak mempunyai ambisi dan impian terbesar, Joey yang hanya ingin memberikan yang terbaik, rasa happy mendengarkan musiknya dan selalu bisa menghibur dengan improvisasi-improvisasi musik yang dimainkannya.

“I don't have a biggest dreams... Saya bisa di nominated yang penting bisa kasih happiness dan joy. Untuk musik ini saya bisa memberikan yang terbaik , the most important thing," tutupnya.

Joey sendiri merencanakan bakal merilis album barunya pada April tahun depan. Penasaran dengan aksi Joey dalam album selanjutnya? Ada baiknya ditunggu.../ Fattah

04 Joey Alexander performed FattahJoey Alexander performed (foto: Fattah)

 

Monday, 13 November 2017 10:37

Indonesia Kita (I.Ki)

Album Kedua dan Rock Opera

Mendengar lontaran kalimat bahwa I.Ki bukan dilahirkan, tapi terlahirkan... adalah sebuah pengulangan yang seringkali keluar dari mulut seorang Renny Djajoesman. Tapi yang kita harus pahami, ini bukan sebuah rangkaian kata-kata tanpa kebanggaan. Ini adalah sepenggal kata yang menjadi kunci keberadaan sebuah komunitas para musisi lintas genre yang makin guyub pada saat ini, Indonesia Kita (I.Ki)

Kalimat yang sama kembali terlontar lagi pada Jumat, 10 November 2017 malam, diantara sergapan hujan dibilangan Komplek Polri, Ragunan, Jakarta Selatan. Ya, dirumahnya yang cukup luas ini, Renny sengaja melakukan Syukuran Ulang Tahun Kedua I.Ki lewat cara yang sederhana.

Kepada NewsMusik, Renny mengungkapkan bahwa sebenarnya syukuran dikediamannya ini dibuat dadakan. “Sebenarnya kita sudah menyiapkan sebuah acara ulang tahun yang meriah di sebuah tempat di Jakarta. Namun mendadak kok ya rasanya terlalu berlebihan. Apalagi belakang ini berturut-turut banyak kawan-kawan musisi yang berpulang. Sehingga lebih etis rasanya kalau dibuat sederhana saja disini. Yang pentingkan semangatnya”, ungkap Renny panjang lebar.

Selanjutnya dia menambahkan “Tak hanya syukuran, namun nanti sekalian ingin membicarakan rencana penggarapan album kedua I.Ki yang memang harus segera rampung”.

02 Renny Djajoesman IbonkRenny Djajoesman (foto: Ibonk)

Lamat-lamat hujan mulai reda dan di lokasi acara sudah terlihat banyak musisi yang tergabung di komunitas ini diantaranya: Berry Saint Loco, Riffy Putri, Silvia Sartje, Wel Welly, Rama Moektio, Trison, Damon Koeswoyo, Jelly Tobing, Harry Toledo, Taras serta dihadiri juga lewat kedatangan Pembina I.Ki seperti Bens Leo dan Rummy Azis. Juga beberapa awak media yang memang sengaja hadir untuk meliput kemeriahan malam itu.

Dalam sambutannya yang Renny yang ditemani oleh Jelly Tobing menyampaikan bahwa Komunitas ini bukan dikumpukan melainkan terkumpulkan. Moment itu bertepatan pula dengan sebuah tanggal yang sakral bagi bangsa ini yakni hari Pahlawan. “Yang bisa mengumpulkan kami adalah semangat nasionalisme, bertepatan pula lahir lagu perdana bertajuk ‘Indonesia Kita’ yang dikarang Jelly Tobing”.

Sebagaimana yang terjadi, lagu yang bernafaskan spirit kecintaan kepedulian terhadap Indonesia tersebut selain menjadi lagu khusus di tubuh I.Ki juga menjadi theme song Bela Negara oleh Kementrian Pertahanan RI.

Seperti yang telah disinggung diatas, I.Ki saat ini akan segera membuat album kedua. “Untuk materi lagu sudah ada. Karena disini semuanya adalah musisi dan saya sudah mengelompokkan komunitas ini menjadi beberapa kelompok, masing-masing bertanggung jawab dengan satu karya dari mentah sampai menjadi barang jadi. Semua tema lagu nanti tetap merupakan tema kebangsaan dan silakan dengan genre apapun”, papar Renny lagi.

03 Potong Tumpeng I.Ki IbonkPotong Tumpeng I.Ki (foto: Ibonk)

Pembahasan materi album kedua I.Ki ini adalah sambutan atas tantangan dari penasehat dan juga pemilik DSS, Donny Hardono yang sejak beberapa waktu lalu sudah menyuarakan ingin membantu menggarap album kedua ini agar lebih apik dibandingkan album sebelumnya.  

Renny juga menyebut pada Januari 2018 berencana membawa anggota I.Ki bermain dalam pertunjukan “Rock Opera”. “Ini baru sebuah tawaran dan memang telah kepikiran lama. Baru sampai pada perumusan cerita. “Potensi kawan-kawan di I.Ki saya yakin akan bisa menonjol karena beberpa saya lihat jago akting, dan ceritanya juga masih dalam balutan rock. Jadi pasti bisalah”, tutupnya.

Baiklah, walau syukuran ulang tahun kedua I.Ki hanya dilakukan sederhana, tapi NewsMusik melihat rencana pembuatan album kedua dan pertunjukkan Rock Opera adalah potensi bagus komunitas ini untuk semakin eksis di hari depan. Keep rawwkk.../ Ibonk

 

Tuesday, 07 November 2017 13:11

Konser Dongeng Naura 2 Bandung

Karir Kinclong Berkat Tangan Dingin Orang Tua

Mengikuti perkembangan Naura sejak kemunculannya di tahun 2014 lalu, rasanya cuma decak kagum yang bimengiringi perjalanan karirnya. Bagaimana tidak, sejak kemunculannya pertama kali, Naura sanggup mempengaruhi anak Indonesia dengan lagu-lagunya. Pertumbuhan karirnyapun terbilang cukup singkat. Bagaimana tidak, anak pasangan penyanyi Nola B3 dan Baldy Mulya Putra ini hadir ditengah pacekliknya tokoh cilik di industri hiburan tanah air.

Dibandingkan dengan sang Ibu yang perlu 20 tahun untuk menggelar konser tunggal, di usianya yang baru menginjak 12 tahun ini, Naura sudah menggelar konser tunggal selama 3 kali dan mendulang sukses. Terlepas dari bakat, kesuksesan Naura adalah juga berkat tangan dingin kedua orang tuanya hingga menjadikan Naura idola baru di industri musik anak Tanah Air.

Sejak booming-nya film bergenre musikal “Petualangan Sherina” di tahun 2000-an yang membawa Sherina Munaf ke jajaran idola cilik baru kala itu, belum ada lagi tokoh idola baru untuk anak di Tanah Air. Pertumbuhan generasi bangsa saat ini yang begitu pesat tidak sebanding dengan pertumbuhan karya lagu anak, yang diisi dengan lirik lagu yang menyenangkan dan syarat dengan edukasi. Kemunculan Naura sendiri membawa angin segar di tengah minimnya lagu anak dan hiburan untuk anak yang berkualitas.

NewsMusik lagi-lagi berkesempatan untuk kembali menyaksikan gelaran konser tunggalnya yang bertajuk “Konser Dongeng Naura 2” yang kali ini diadakan di Bandung. Setelah konsernya 4-5 Februari lalu yang diadakan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, rasanya baru kali ini dibuat merinding menyaksikan aksi Naura beserta kawan-kawan seusianya beraksi di atas panggung.

Bagaimana tidak, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari Kota Bandung sejak siang hari sudah penuh diisi oleh anak-anak berbagai usia untuk menyaksikan konser Naura kali ini. Padahal konser baru akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB. Pukul 18.30 WIB area konser mulai dibuka, Gedung Sabuga pun diisi oleh teriakan dan celoteh anak-anak yang ingin menyaksikan idola kesayangan mereka di atas panggung.

02 Naura dan Nola YDhewNaura dan Nola (foto: YDhew)

Begitu Konser Dongeng dimulai, suasana gedung yang sejak awal dibukanya semakin meriah dengan atribut yang dikenakan penggemar Naura yang biasa disebut Teman Naura. Kerlap kerlip lampu warna merah muda dan biru menghiasi seantero Sambuga. Belum lagi sambutan fansnya tersebut yang patut diacungi jempol.

Ojip Ismaputra yang didampuk menjadi pendongeng membuka acara konser kali ini, seakan tak sabar dengan kemunculan Naura. Ribuan penonton yang terdiri dari anak-anak dan orang tua yang mendampingi bersorak kegirangan begitu Naura muncul. Hal ini menjadi bukti begitu antusiasnya mereka untuk menyaksikan konser tersebut.

Membuka lagu pertama Naura hadir dengan menggunakan kostum pink berkilau seakan berada di negeri dongeng, sesuai dengan lagu yang dibawakan ‘Dongeng’. Tak hanya sendiri, Naura didampingi oleh Neona sang adik dan Ibunya Nola yang sama-sama menggunakan kostum bak putri dalam dongeng.

Setelah menyanyi bersama ibu dan adiknya, dipenampilan ke dua Naura tampil dengan duduk di atas sofa besar sambil memetik ukulele. Menyanyikan lagu ‘Panca Indera’ dilanjutkan dengan ‘Kata Ajaib’ dan ‘Menabung’ Naura tampil prima bersama dengan D’Nau, kelompok penari Naura.

Tadinya NewsMusik sempat berfikir bahwa Naura melakukan aksinya dengan lip-sync, melihat betapa stabilnya suara Naura di atas panggung, padahal dia menyanyi dan menari tanpa henti sambil sesekali berlari di atas panggung untuk menyapa pengunjung yang memadati area konser dari ujung panggung ke ujung lainnya. “Halo semuanya. Kumaha damang? Aku senang banget bisa konser di Bandung. Sudah ikutan nyanyi dari lagu pertama, siap untuk lagu berikutnya ya," kata Naura menyapa sekitar 2000-an penonton yang hadir kala itu.

Di lagu keempat ‘Jalan-jalan’, selain memanjakan penonton dengan aksi panggungnya beragam objek gambar secara visual pun ditampilkan. Gambar yang bergerak dengan berbeda-beda di setiap lagu, ditambah dengan video mapping yang menghiasi sanggup membawa penonton ke dalam alunan lagu yang di bawakan.

Neona muncul di lagu berikutnya ‘Mama Papa’, dimulai dengan percakapan dengan kakaknya yang sedikit memaksa untuk gilirannya bernyanyi, Neona menghadirkan suasana tawa di antara penonton. Lewat gayanya yang kenes dan sok tahu Neona memaksa kakaknya Naura turun dari panggung.

Dengan mulus Neona kemudian menyanyikan lagu berikutnya ‘Langit Yang Sama’. Bocah usia 8 tahun ini sanggup memberikan suasana yang berbeda diatas panggung. Hal ini diakui oleh  Ojip, bahwa yang ditampilkan Neona di atas panggung hampir semuanya dilakukan secara spontan keluar dari skrip.

03 Momen Sahabat Setia IstimewaMomen Sahabat Setia (Istimewa)

Contohnya saja ketika tiba-tiba muncul menyanyikan ‘Eta Terangkanlah’ yang mau tidak mau musik yang mengiringi dipaksakan muncul mengisi lagu tersebut. Begitupun ketika menyanyikan lagu lebih awal dengan spontan Neona mengatakan “Eh salah ya..” tanpa grogi ia tetap bernyanyi, hingga penonton menganggap hal tersebut sebagai salah satu improvisasi lagi dari Neona.

Tampil sekitar hampir 2 jam, Naura tampil dengan membawakan 18 lagu. Hampir disetiap jeda lagu ditampilkan beragam dialog, baik dialog yang menghibur juga menyampaikan pesan untuk anak-anak yang menonton pada malam itu. Berturut-turut lagu ‘Bully’, ‘Menari’, ‘Sahabat Setia’, ‘Sister’ dan lagu ‘Untuk Tuhan’ menyampaikan pesan yang berbeda dari setiap lagunya.

Di babak akhir konser, Naura tak henti menyanyi sambil menari untuk lagu ‘Believe’, ‘Lukisan Indonesia’ ‘Berani Bermimpi’, dan ‘Setinggi Langit’. Hampir semua lagu di aransemen oleh Mhala dan Tantra “Numata” dengan komposisi aransemen yang apik. Naura pun mampu dan tahu caranya memberikan penampilan yang terbaik.

Moment haru juga tersaji pada konser kali ini, duet Naura dengan Nola pada saat menyanyikan lagu ‘Sahabat Setia’. Nola bernyanyi sambil menahan isak ketika lagu yang menceritakan hubungan antara ibu dan anak itu dilantunkan, penonton yang menyemangati Nola membuatnya sanggup melanjutkan lagu tersebut dengan mulus.

Tak kalah menarik, kehadiran gendang rampak dan beberapa penari asal kota Bandung yang didapat lewat audisi mampu membuat mata penonton tak lepas dari panggung. Aksi mereka dengan diiringi musik rampak gendang tampil memukau bersama dengan Naura menari dan bernyanyi.

Begitulah konser kali ini, banyak decak kagum keluar begitu saja dari penonton. Di usianya yang terbilang belia, namanya berangsur-angsur menjadi ikon baru di bidang musik. Hampir di setiap konsernya tiket yang dijual dengan harga Rp. 175 ribu hingga Rp. 975 ribu ludes terjual hanya dalam hitungan hari.  

Stamina Naura pun patut diacungi jempol, dengan persiapan yang cukup singkat sekitar hampir dua minggu, Naura masih tetap prima menyanyikan setiap bait lagu-lagunya. Naura yang kepingin tetap terus sukses, terus bernyanyi dan terus mempengaruhi anak-anak lainnya, berharap ke depan karyanya masih tetap dapat diterima oleh anak Indonesia sesuai dengan perkembangan usianya.

"Saya tak pernah menyangka karier Naura dan Neona akan seperti ini. Sejak lagu pertama sampai terakhir di konser semua ikut menyanyi. Nggak tahu mau ngomong apa, yang jelas hal ini menjadi penghargaan tertinggi buat kami," ujar Nola./ YDhew

 

Wednesday, 08 November 2017 14:52

Marky Ramone

Segera Hadir di Jakarta

Marc Steven Bell atau lebih dikenal dengan nickname Marky Ramone kelahiran Brooklyn, New York, 15 Juli 1952 adalah mantan penggebuk drum unit punk legendaris Ramones. Nah, kabarnya dalam waktu dekat ini, Marky bakal tampil menggelar konser dipanggung Hard Rock Café, Jakarta pada  5 Desember 2017.

Marky sendiri tergabung di formasi Ramones selama kurang lebih 15 tahun. Kini ia menjadi satu-satunya personel Ramones yang masih hidup. Seperti yang kita ketahui bahwa, Ramones adalah band yang paling berpengaruh di skena musik punk era ’70 an.

Band inipun akhirnya harus bubar pada tahun 1996 setelah mennghabiskan sebanyak lebih dari 2000 konser. Kenang-kenangan yang bakal diingat selamanya selain konser dan karya musik mereka adalah salah satu buku otobiografi Marky yang bertajuk Punk Rock Blitzkrieg: My Life as a Ramone.

Dipertunjukannya di tanah air nanti, Marky akan tampil bersama bandnya yang diberi nama Marky Ramone’s Blitzkrieg. Grup bentukannya ini lahir pada tahun 2008, sebagai wujud  kecintaannya terhadap musik dan panggung rock.

02 Marky Ramone Live IstimewaMarky Ramone (Istimewa)

Untuk menyaksikan penampilan Marky di Hard Rock Cafe Jakarta, pihak penyelenggara menetapkan harga tiket sebesar Rp. 400.000,-. Tiketnya sendiri sudah dijual sejak 1 November lalu langsung di Hard Rock Cafe Jakarta. Kabarnya sebelum konser berlangsung, ada kemungkinan bakal diadakan sesi Meet & Greet dengan Marky sendiri untuk para fansnya di tanah air./ Ibonk

 

Tuesday, 07 November 2017 14:43

Chrisye #TheSpiritContinues Music Fest Concert

Perayaan Semangat Seorang Legenda

10 tahun sudah penyanyi legendaris Chrisye kembali keharibaan penciptanya. Tapi masih lekat dan seakan tidak pernah sirna dari ingatan segala karya yang pernah dihadirkannya. Ada banyak sajian musik yang dikemas dalam beragam tema untuk mengenang keberadaan sang legenda ini semasa hidupnya. Tak terhitung juga, munculnya penggemar baru dimasa milenial ini karena sajian-sajian tersebut, karena karya Chrisye seperti  dapat bergandeng dengan era berjalan.

Kali inipun sebuah pertunjukan musik yang dilebeli tajuk “Chrisye TheSpiritContinues Music Fest Concert” akan diselenggarakan di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, pada 29 November 2017. Konser yang dilatarbelakangi oleh kemampuan Chrisye yang mampu merawat semangatnya dalam berkarya, perjuangan, dan keberuntungannya yang mampu melintasi generasi musik tanah air.

"Chrisye sudah pergi, tak akan pernah kembali. Tapi, semangat yang pernah ditunjukkannya itulah yang harus kita ambil. Let celebrate his spirit, semangat dia yang diharapkan bisa berlanjut untuk musik Indonesia," ungkap istri mendiang, Damayanti Noor di bilangan SCBD, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Sejalan dengan rencana ini, promotor Diansyah Dinamika Wiryatama (DDW COMM), Rizky Diansyah pun mengampanyekan #thespiritcontinues untuk meneruskan semangat berkarya dan bermusik Chrisye kepada generasi muda. “Ini bukan sekedar event, namun ini lebih kepada sebuah campaign atau movement bagi sesama musisi ataupun penggemarnya. Tidak ada batasan untuk tetap berkarya, menjaga semangat yang memang harus tumbuh dari diri sendiri”,  ungkapnya berfilosofi.

02 Reza unjuk tampil saat Chrisye TheSpiritContinues Music Fest Press Conference IbonkReza unjuk tampil saat Chrisye #TheSpiritContinues Music Fest Press Conference (foto: Ibonk)

Begitulah, untuk menularkan semangat tersebut kepada generasi milenial, pertunjukan ini pun dirancang berbeda dengan konser-konser yang sudah pernah ada. Seperti yang disampaikan oleh Seno M. Hardjo selaku salah seorang penggagas event ini kepada NewsMusik, bahwa mereka melibatkan penyanyi-penyanyi dari berbagai kalangan. Mulai dari seorang Glenn Fredly dan Reza yang telah memiliki nama besar sampai kepada kalangan musik indie yang diwakili oleh band Sore, serta youTubers seperti Eclat Story, Oskar Mahendra, Deredia ataupun Electroma (DJ Kenny, Gabriel, dan Dewi Gita).

“Sengaja ditampilkan nama-nama lintas genre dan era karena kami percaya mereka dapat menampilkan sebuah hal yang berbeda. Bagaimana mereka akan menginteprestasikan karya Chrisye yang mereka pilih kedalam sajian yang unik”, ungkap Seno. “Kehadiran Denny Chasmala and Friends sebagai pengiring juga akan menjadi jaminan kualitas konser ini.”

Selain dari susunan penampil, panggung pertunjukan juga ditata sedemikian rupa agar menambah semarak. “Kami enggak mau bikin konser yang sama. Memang seperti festival, ada tiga stage dalam satu panggung besar. Terpisah stage-nya dan nonstop tanpa MC," ujar Damayanti.

Bagi yang berminat, pihak penyelenggara telah merilis bandrol tiket untuk early bird yang tersedia sampai tanggal 10 November 2017 di Kiostix, Blibli, Goers ataupun Traveloka dengan harga Rp. 350.000,- (Gold), dan Rp. 275.000 (Silver). Selepas batasan tanggal tersebut, tiket akan dijual dengan harga normal. Baiklah, bagaimana bentuk sajian yang akan ditampilkan pada Chrisye #TheSpiritContinues Music Fest Concert mendatang? Ada baiknya kita hadir menyaksikannya./ Ibonk

 

Thursday, 02 November 2017 09:24

Afgan

Rilis Video Klip ‘X’

Setelah sukses membawa pulang penghargaan Anugerah Planet Muzik 2017 untuk lagu ‘X’ sebagai Kolaborasi Terbaik dengan rapper asal Malaysia SonaOne, Afgan bisa dikata keluar dari zona nyamannya. Dalam single ini ia mempersembahkan genre yang berbeda, dengan memberikan sesuatu yang baru.  Afgan yang dikenal sebagai penyanyi ballad, tiba-tiba merubahnya dengan sentuhan hip hop.

"Bisa dibilang saya lumayan cari risiko. Ya mengubah musik saya, yang sebelumnya lagu ballad sekarang urban sedikit hip hop. Pertama kali dalam karier saya berani merilis lagu seperti ini," tutur Afgan di Decanter, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/11).

Agan mengakui bahwa lagu ini merupakan lagu favoritnya pada album ”Sides”, selain merupakan karya Afgan sendiri lagu ini terinspirasi dari kisah cintanya. “Saya akui kalau lagu ini merupakan a whole new sound from me. Tapi saya rasa dari liriknya sendiri pasti banyak orang yang bisa relate dengan lagu ini. ‘X’ itu artinya mantan, lagu ini menceritakan seseorang yang ditinggalkan oleh mantannya. Saya yakin di Indonesia pasti banyak yang mengalami hal tersebut,” ujar Afgan.

Proses pembuatan lagu ini pun terbilang cukup singkat, antara Afgan dan SonaOne telah saling kenal sebelumnya sehingga chemistry diantara keduanya terbentuk dengan mudah.

02 Afgan & SonaOne terkait perilisan Video Klip X YDhewAfgan & SonaOne terkait perilisan Video Klip ‘X’ (foto: YDhew)

“Saya senang sekali bisa berkolaborasi dengan Afgan, ini awal yang bagus buat saya. Lagu ini dibuat hanya dalam tiga jam seperti Afgan bilang. Ini sangat alami, aku bahkan tidak tahu bagaimana ini terjadi, sangat cepat, dan ini ajaib. Ini salah satu kolaborasi favorit, dan juga kolaborasi pertama dengan penyanyi Indonesia," kata Sona.

Sona yang diajak oleh pihak Trinity Optima Production untuk membantu membuat lagu di album “Sides”, hanya butuh waktu seminggu, Afgan ke Malaysia untuk membicarakan lagu ini. Dua minggu kemudian Sona terbang ke Jakarta untuk melakukan proses rekaman. SonaOne pun merasa bangga berkolaborasi dengan Afgan yang membawanya mendapatkan penghargaan Anugerah Planet Muzik 2017 untuk pertama kali.

Lagu ‘X’ ini juga menampilkan video klip yang digarap secara apik oleh Candi Soeleman. Dengan konsep urban dan futuristik, video klip ini menyajikan pemandangan gedung-gedung di Korea Selatan sebagai lokasi. Dipilihnya Korea Selatan sebagai lokasi video dengan gaya clean cut dan minimalis. Video klip ini ingin memperlihatkan sisi Afgan yang modern dan gentleman di tengah kota.

Afgan sendiri kini telah mendapatkan nominasi dari Anugerah Musik Indonesia 2017 untuk kategori Best Pop Album, Best of The Best Album, dan Best Pop Solo Artist. Mengingat kesuksesan single ini, terbersit rencana  kedepannya kalau keduanya berencana untuk kembali berkolaborasi di project lainnya./ YDhew

03 Afgan & SonaOne YDhewAfgan & SonaOne (foto: YDhew)

 

Page 1 of 123