50 Tahun The Rollies Rollies Formasi 8 (Istimewa)

50 Tahun The Rollies

The Rollies Itu Satu

Tak terasa tahun ini The Rollies genap 50 tahun usianya. Band ini dibentuk pada Oktober 1967 oleh Iwan, Delly, Iskandar dan Deddy Stanzah, lalu menyusul bergabung Gito, Bonny & Benny Likumahuwa serta Didit Maruto. Dengan berbagai persoalan internal diantara para musisinya, The Rollies tetap bertahan tanpa harus bongkar pasang personelnya.

The Rollies lebih suka tiarap dari pada harus mengganti pemain baru. Saat Deddy Stanzah dan Gito terlibat masalah serius dengan kebiasaannya mengkonsumsi obat setan, The Rollies baru mencari drummer baru setelah Iwan meninggal, serta Stanzah dianggap sudah tak bisa dikendalikan lagi. Selanjutnya baru muncul Jimmy Manoppo tampil sebagai drummer baru diikuti Oetje F Tekol sebagai bassis.

The Rollies boleh dianggap sebagai satu-satunya band yang paling kompak permainannya. Semua berkat hubungan sesama pemain yang telah menyatu diantara Iwan, Delly, Deddy Stanzah, Gito,Iskandar, Nonny dan Benny Likumahuwa. Mereka bagaikan pemusik setengah dewa yang menentukan apa yang mereka hasilkan adalah sebuah sajian musik yang sangat luas biasa untuk dinikmati mata dan telinga.

Para personel The Rollies adalah para pemusik berbakat, mereka bukan cuma piawai memainkan peralatan musik. Mereka juga mampu membuat komposisi, aransemen sebuah musik menjadi jauh lebih cantik. Seperti saat The Rollies memainkan lagu-lagu dari Chicago, Blood, Sweat & Tears, Santana, James Brown dan lainnya.

The Rollies pun tak mau dianggap sebagai komplotan peniru. Mereka semua mampu menciptakan lagu-lagu yang menjadi hits dikemudian hari. The Rollies juga tidak menampik kalau musik mereka dipengaruhi Chicago, Santana. BST serta menjadikan The Rollies sebagai brass rock group.

 02 Rollies Istimewa

Rollies (Istimewa)

Musiknya adalah satu yang lain karena tercerabut dari unsur-unsur Chicago, Santana dan BST. Sehingga mereka mampu menjadikan The Rollies bagaikan lukisan surealisme. Segala macam bunyi yang menyatu, terkadang terdengar nakal penuh gairah, dilain waktu bisa terdengar menyayat hati dan mendadak sontak berubah menjadi ranjau.

Tak pernah berhenti disatu titik puncak, ketika orang-orang yang mendengarkan musik The Rollies ,mereka seperti kehilangan buku panduan untuk berkata apa yang memang tak sanggup lagi diungkap dengan kata-kata.

Akhirnya kembali pada kata yang paling tepat, bahwa The Rollies merupakan simbol dari musik-musik kontemporer Indonesia. Dengan musiknya The Rollies bisa menjembatani hubungan anak dan bapak untuk sama-sama menyukai The Rollies dari masa ke masa./ Buyunk

03 Rollies 1973 Istimewa

Rollies 1973 (Istimewa)

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found