The Lord The Lord (Istimewa)

The Lord

Bermula dari De-Kill

Sejarah dunia hiburan di Jakarta banyak menorehkan tinta emas dalam perkembangannya. Salah satu cerita adalah pada era generasi bunga yang merebak di awal tahun 1968. Sebuah era yang melahirkan banyak band-band baru dengan beraneka ragam nama seperti: Flower Potmen, Gipsy, BeatStone, The Hips, Spokesman, Free Love, Ireka, Coklat Madu, Thumpest & The Playboy, Bigman Robinson, Dayasi, dan termasuk didalamnya De-Kill yang terkesan sangar.

"Padahal namanya dicomot dari bahasa Betawi dekil alias jorok", tutur Firman Ichsan sang drummer. Bersama Yudi Yusuf, Doni & Dono, De-Kill merambah ke pesta-pesta anak muda Menteng dan Kebayoran Baru. "Setiap malam minggu De-Kill diundang main di pesta teman-teman dekat, tanpa dibayar sepeserpun. Tapi kita semua happy, karena tambah banyak teman yang mengundang main di pestanya".

Namun diperjalanan De-Kill hanya mampu bertahan selama 2 tahun, lantas bubar dikarenakan para personelnya pindah sekolah yang berjauhan. "Gua sama Adi Ichsan, Tammy Daud, Doni bikin grup baru dengan nama The Lord. Kami mainnya cuma di pesta-pesta anak Menteng dan Kebayoran Baru atau di rumah gua sendiri di Teuku Umar", aku Firman.

02 Firman Ichsan Istimewa

Firman Ichsan (Foto: Istimewa)

The Lord sempat tampil di pesta musik anak-anak Imada di TIM. "Seru juga bisa manggung disuasana yang berbeda. Shownya di siang hari bolong bareng sama Ireka, bandnya anak-anak kolong Bearland. Dari situ The Lord berteman baik dengan anak-anak Ireka. Ketika mereka bikin pesta ulang tahun, The Lord diundang. Sempat punya perasaan ngeri main dikompleks tentara, tapi Ucup pemain bass Ireka ngomong kalau dirinya yang jadi jaminannya”.

Begitulah akhirnya, The Lord selain main di pesta-pesta, juga pernah mengisi acara di Blow Up, yang pada waktu itu adalah sebuah club khusus anak muda yang terletak diatas Hotel Indonesia. Lagu-lagu yang dimainkan juga campur aduk, ada The Beatles, Bee Gees, John Mayall dan Peter Green.

"The Lords tidak terikat satu aliran, pokoknya lagunya enak, dikenal banyak orang .Terus kita latihan sampai hapal buat mengiringi para buaya pesta berdansa dansi disetiap malam Minggu", tutup Firman Ichsan ./ Buyunk

Share this article