The Minstrels The Minstrels (Istimewa)

The Minstrels

Band Rock Paling Lasak dari Medan

Pada masanya, The Minstrels adalah salah satu band rock terpanas di Medan, Sumatera Utara pada awal era 70an. Ketenaran band ini saat itu di dukung penuh oleh dana kuat dan fasilitas dari perusahaan yang berkecimpung di dunia promotor dan event organizer yang dipimpin Ny. Sjahniar Sjahbudin itu.

Pada tahun 19723, perkembangan band ini semakin mentereng saja. Menurut pengakuan Jelly Tobing, The Minstrels yang saat memang sdh ada, tapi belum bisa berbicara banyak di Medan. Sejak kehadiran Jelly Tobing dan Achmad “Mamad” Matius yang menuruti ajakan Fadil Usman untuk bergabung di band merubah keadaan.

Sejak The Minstrels digawangi oleh Fadil Usman, Jelly Tobing, Achmad “Mamad” Matius Christ Hutabarat, Iqbal Thahir Mustafa dan Adi “Sibolangit” Haryadi peta musik Medanpun berubah.

“Nah... sejak kami berdua datang pada tahun 1973, kami benar-benar latihan secara spartan. Tujuannya hanya satu, untuk menjadikan The Minstrels menjadi band papan atas. Dalam waktu tak lama, akhirnya kami bisa mengangkat band ini menjadi 3 besar band papan atas di Medan, bersanding bersama Great Season, Rhythm King, dan The Minstrels sendiri”, ungkap Jelly Tobing.

02 The Minstrels IstimewaThe Minstrels (Istimewa)

Band ini dengan sekejap mendapat perhatian dari publik Medan. Mereka manggung dari panggung ke panggung lewat aksi yang dinamis. Secara personil, mereka juga menampakkan kepiawaian yang cukup baik. Selain Jelly, Mamad dan Fadil ada personil lain yang kerap disebut-sebut memiliki talenta luar biasa.

Menduduki posisi sebagai bassis, Adi Haryadi adalah pria yang berasal dari kawasan Sibolangit, Sumatera Utara. Hingga akhirnya, panggilan Adi Sibolangit melekat pada lelaki ini. Kiprahnya cukup mendapat sorotan, terlebih lagi ketika Adi hijrah ke Bandung dan bergabung dengan band Giant Step yang dikomandani Benny Soebardja.

Prestasi lainnya yang sempat di kecap oleh band ini adalah terpilihnya Jelly Tobing sebagai drummer terbaik versi majalah Aktuil. “Saat itu majalah Aktuil tengah bikin polling musisi terbaik dan terpopuler di Indonesia. Banyak yang terpilih dan hampir semuanya adalah pemain top dari Jakarta, seperti Donny Gagola. Namun, syukurnya yang menjadi drummer terbaik adalah saya, justru saya terpilih dari Medan (The Minstrels),” kenang Jelly lagi.

Begitulah, band yang hanya sempat merilis satu album saja yaitu sebuah album pop pada label Remaco Jakarta, lewat album bertajuk The Minstrels. Band yang memiliki banyak penggemar ini tanpa dinyana akhirnya harus tutup buku pada tahun 1975. Semuanya dipicu oleh kepergian Mamad dan Jelly kembali ke Jakarta.

Jelly Tobing bergabung dengan Superkid bersama Deddy Stanzah dan Deddy Dorres. Sedangkan beberapa personil yang tertinggal seperti Fadil Usman, Iqbal Mustafa tetap berkarier di Medan./ Ibonk

03 The Minstrels IstimewaThe Minstrels (Istimewa)

 

Share this article