Exclusive Story
NewsMusik

NewsMusik

Saturday, 07 October 2017 08:41

Rossa

Mengulang Konser Tunggalnya di Singapore

Salah satu diva tanah air, Rossa yang tidak hanya laris di Indonesia tetapi juga memiliki penggemar di Asia Tenggara ini kembali mengulang kesuksesan  konser tunggalnya di Jakarta April lalu. Konser yang bertajuk “The Journey of 21 Dazzling Years Concert” yang di gelar Rossa dengan apik akan digelar kembali di Singapura pada 4 November 2017.

Konser kali ini bukan konser kali pertama yang di adakan Rossa di luar negeri, di tahun 2010 Rossa pernah menggelar konser yang bertajuk “Melodi Cinta Rossa” yang digelar di bukit Jalil, Malaysia yang dihadiri oleh 13.000 penonton kala itu. Setahun kemudian di tahun 2011, konser “Harmoni Cinta” yang diadakan di Esplanade Singapore juga menuai sukses.

Penyanyi yang baru saja meluncurkan album teranyarnya yang bertajuk “New Chapter” ini akan mempersembahkan konser ini bagi penggemarnya “Pecinta Rossa”. Seperti konser sebelumnya Rossa akan membawakan sedikitnya 23 lagu terbaiknya yang diambil dari album-albumnya. Mulai dari “Tegar”, “Pudar”, “Hati Yang Tersakiti” sampai lagu teranyarnya “Body Speak”.

pic2

Berbeda dengan konsernya di Jakarta, kali ini Rossa tidak memboyong sahabat-sahabat baiknya ke atas panggung, menurut Rossa pihak Esplanade selaku pemilik venue dan promotor konser itu sudah mengatur segala hal yang berkaitan dengan atraksi panggung ataupun konsep lainnya.

"Kalau (konser) yang di Jakarta itu ada (kolaborasi dengan) Tohpati dan Jay Subiakto (untuk set panggung), tapi kalau di Singapura, karena tempatnya tidak diizinkan membuat stage selain yang mereka miliki, maka mungkin kita akan main di lighting dan suasana aja yang akan kita mainkan di sana," ujarnya.

Untuk konser di Esplanade Singapura, pihak promotor membanderol tiket seharga 58-158 dolar Singapura. "Harga tiketnya 58-158 dolar Singapura. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 575 ribuan," ucap Rossa.

 

Friday, 06 October 2017 11:21

Neona

Hadir di Tengah Minimnya Lagu Anak

Anodya Shula Neona Ayu, yang akrab di sapa Neona  tampil untuk meramaikan pentas musik lagu anak di tanah air. Kehadiran lagu anak-anak di industri musik nasional kini perlahan bangkit kembali. Kerinduan dan kebutuhan akan musik anak yang berkualitas menginspirasi sebagian anak Indonesia, khususnya di bidang menyanyi menginspirasi beberapa penyanyi cilik untuk tampil di tengah masyarakat.

Kehadiran Naura sedikit banyak juga memberikan contoh bagi sebagian penyanyi cilik untuk unjuk gigi mengulang kesuksesannya. Neona yang merupakan adik dari Naura sudah berani tampil dengan sangat percaya diri di depan publik. Hal inilah yang membuat Trinity Optima Production mengajak Neona untuk meramaikan industri musik anak. Kesuksesan album sang kakak, Naura yang bertajuk “Langit Yang Sama” membuat Naura yang sejak berusia satu setengah tahun ini sudah suka menyanyi membuatnya sangat terinspirasi dengan sang kakak.

Anak ketiga dari Riafinola Ifani Sari (Nola Be3) dan Baldy ini mermiliki karakter yang berbeda dengan Naura. Diusianya yang sangat belia, Neona sudah berani tampil dengan sangat percaya diri di hadapan publik. "Neona itu anaknya lucu, periang, percaya diri, beda banget sama kakaknya yang kalem dan manis. Kadang dia tidak mau kalah dari kakaknya. Kalau dengar musik pasti langsung joget-joget sendiri. Bisa joget dimana saja dan kapan saja. Biasanya dia belajar sendiri, liat video di youtube dan dia olah sendiri," ungkap Nola sesuai dengan rilis yang diterima NewsMusik Rabu (4/10).

"Dan aku menarinya yang gaya banget gitu loh, powerful gitu. Aku ingin jadi seorang penyanyi anak Indonesia yang terkenal", tutur Neona polos.

Sebelumnya, Neona pernah mencuri perhatian banyak orang dengan tingkahnya yang lucu di konser musikal tunggal Naura, “Dongeng” pada tanggal 24-25 Oktober 2015 lalu. Sejak itu, Neona mulai dikenal banyak orang dan memiliki banyak penggemar. Neona pun mulai serius memasuki dunia tarik suara.

Sama dengan sang kakak, Neona pun masih dalam pengawasan sang bunda. Nola tidak berperan sebagai ibu tapi juga sebagai producer untuk debut single perdananya yang berjudul “Aduh Neik” dan kini ia pun siap meluncurkan lagu keduanya yang berjudul “Ada Deh”.
 
“Lagu ‘Ada Deh’ ini sebenarnya ciptaan saya dan kakak saya Tantra. Saya melihat Neona ini anaknya sangat spontan dan lucu. Saya ingat waktu saya tanya Neona mau bikin lagu tentang apa, dia jawab ‘ada deh’. Saya tahu maksudnya Neona waktu itu mau bercanda dengan saya, tapi setelah dipikir-pikir lucu juga ya kalau kata-kata ‘ada deh’ jadi judul lagu,” ungkap Mhala selaku pencipta lagu ini.
 
Adapun lagu “Ada Deh” ini menceritakan tentang kebiasan cyberbullying di social media. Karena, walaupun Neona masih berusia belia tapi anak bungsu dari Nola dan Baldy ini sudah sangat aktif di social media. Ia memiliki akun instagram pribadi @neo_1306 dengan jumlah pengikuti 139.000 followers dan ia juga memiliki akun Youtube dengan nama “Diary Neo” dengan lebih dari 98.000 subscriber.
 
“Dari lagu ini, kita ingin mengedukasi para pendengar tentang cyberbullying. Moral lagu ini jangan suka namecalling atau komentar jahat di social media. Haters mungkin bikin situasi seru, tapi sebenarnya social media itu sendiri ada aturannya lho! Dan dari lagu ini kita ingin ngajak kalau suka bully itu enggak keren!” tambah Mhala.
 
Untuk konsep video klipnya sendiri Ganda Hartadi selaku sutradara untuk video klip Neona “Ada Deh” ini menggunakan permainan warna merah muda yang seru. “Awalnya konsepnya mau ngambil seperti dunia Barbie, dengan permainan warna merah muda dan warna lain yang mencolok. Terus, wrardrobe-nya juga menggunakan busana yang full color lengkap dengan rambut palsunya yang atraktif. Dari konsep ini, saya hanya ingin menggambarkan kecerian anak-anak seumuran Neona,” ungkap Ganda.
 
Selain melibatkan dancer, kakak dan kedua orang tua Neona turut meramaikan keseruan yang ada di video klip ini. “Karena Neona dan dancer-nya ini sudah sangat enerjik. Jadi, saya juga mengajak The Baldys untuk ikut dalam video klip ini agar bisa menyeimbangkannya,” tambah Ganda. Sebagai Ayah, Baldy rela menggunakan wig warna pirang untuk tampil di video klip Neona ini. “Video klip ini seru banget, beda dari biasanya. Saya sampai pakai wig warna pirang, kakak Naura juga pakai wig warna ungu, Bevan pakai aksesoris ala Mickey mouse, dan mama juga jadi serba biru, pokoknya seru banget lah!” tutur Baldy. Penasaran seperti apa? Langsung dengar saja tonton video klip terbaru dari Neona “Ada Deh”, di sini!... /Yulia

 

Wednesday, 04 October 2017 12:37

Air Supply

Ajak Fans Bernostalgia di Surabaya

Air Supply yang terkenal dengan lagu hits-nya berjudul ‘Making Love Out of Nothing At All’ kembali menyambangi Indonesia. Tingginya antusiasme penggemar pada duo Russell Hitchcock dan Graham Russell ini membuat Full Color Entertainment kembali mengusung duo legendaries ini  ke Indonesia. Kali ini kota Surabaya yang dipilihnya untuk menggelar konser yang kesekian kalinya di Indonesia. Mengulang kesuksesan konser sebelumnya di Jakarta Maret 2017 silam, duo yang mengusung genre soft rock ini mengajak para fansnya di Indonesia kembali bernostalgia dengan lagu-lagu mereka yang tak lekang oleh zaman.

Konser yang bertajuk  ‘Air Supply THE CELEBRATION OF LOVE - Live In Surabaya’ ini akan di gelar 06 Desember 2017 mendatang di Grand City Surabaya, Jawa Timur.
Lagu-lagunya seperti  ‘The Power of Love (You Are My Lady)’ yang menjadi hits di tahun 1985, ‘Without You’, ‘Every Woman in the World’, ‘Lost in Love’ yang berhasil menduduki posisi 3 pada billboard chart di tahun 1980, ‘All Out of Love’ single ini menduduki peringkat 2 billboard chart di tahun 1980, ‘The One That You Love’ single ini melejit di seluruh dua pada saat duduk di posisi 1 billboard chart tahun 1981, ‘Even the Nights Are Better’, ‘Two Less Lonely People in the World’ dan masih banyak lagi akan dibawakan oleh duo ini nantinya.

David Ananda, Managing Director Full Color Entertainment mengungkapkan, selain inisiatif tadi, tujuan pihaknya mengusung Air Supply ke Surabaya adalah dalam rangka memenuhi janji pribadi sang promotor (David Ananda-red) kepada Graham Russell dan Russell Hitchcock untuk membuat konser yang megah di seantero Indonesia dan pada kesempatan kali ini akan digelar di Surabaya, 06 Desember 2017.

“Suksesnya konser Air Supply di Jakarta pada 03 Maret 2017 lalu, menunjukkan bahwa fans Air Supply di Indonesia sangat banyak. Bahkan tidak sedikit dari para penggemar yang tidak kebagian tiket. Untuk itulah, Full Color Entertainment ingin mengakomodir para penggemar Air Supply khususnya yang berdomisili di Surabaya, yang belum sempat menyaksikan aksi panggung Air Supply secara langsung di Jakarta, Maret lalu,” ujar David Ananda, Managing Director Full Color, sesuai dengan rilis yang diterima Newsmusik Senin (2/10).

Air Supply 2016 approved photoAirSupply (Istimewa)

“Selain itu, ini adalah janji pribadi saya kepada Graham Russell dan Russell Hitchcock untuk membuat konser yang megah di seantero Indonesia dan pada kesempatan kali ini akan digelar di Surabaya, 06 Desember 2017 dan juga akan digelar di Bandung, 07 Desember 2017 ,” tambah David.

Tak hanya itu, tambah David, para fans Air Supply selalu merindukan aksi panggung Air Supply karena Russell Hitchcock dan Graham Russell yang selalu tampil ramah dan akrab saat manggung. “Air Supply selalu tampil ramah dan akrab tanpa jarak dengan para fans-nya saat manggung. Tahun 2005 lalu, tepat pada 30 tahun mereka berkarya, konser Air Supply di Kuba dipadati sebanyak 175.000 penonton. Bahkan pada tahun 2011, Air Supply adalah salah satu grup band dengan jumlah show paling aktif sebanyak hampir 150 konser dalam satu tahun termasuk di Inggris, Irlandia, Israel, Filipina Korea, Jepang, Kanada, Amerika dan lainnya,” jelas David, lagi.

Bagi penggemar Air Supply ticket dapat dibeli secara online di Book My Show (http://id.bookmyshow.com) dan secara offline di seluruh gerai Indomaret dengan harga presale untuk Silver (Standing) IDR 450.000,- dan presale Gold (seating) IDR 850.000,-. Untuk harga normalnya kemudian di patok mulai harga  IDR 625.000 untuk Silver (standing), Gold IDR 1.250.000 (seating) dan Diamond VVIP IDR 1.750.000,-

seatplan RGB (1)Seat Plan

Tahun 2017 ini bisa dibilang sebagai tahun yang istimewa bagi Air Supply. Konser kali ini dengan tema ‘The Celebration of Love – Live In Surabaya’ adalah bukti kecintaan Air Supply kepada fans mereka di Surabaya dan ingin mengajak fans Air Supply ikut merayakan kiprah Air Supply di belantika musik dunia serta bernostalgia dengan lagu-lagu cinta mereka. “Konser kali ini akan menjadi konser yang hangat dan akrab bagi para fans Air Supply di Surabaya dan target pribadi saya adalah membuat konser yang megah di seantero Indonesia untuk duo Russell Hitchcock dan Graham Russell sebelum mereka pensiun,” ujar David.

 

Sunday, 01 October 2017 11:56

Glenn Fredly

Konser Komplit Versi Glenn

Ratusan orang terlihat memadati Gandaria City Hall, Mall Gandaria City, Jakarta pada Sabtu (30/9) malam untuk menyaksikan konser Tanda Mata (#TNDMT) Glenn Fredly untuk Slank. Antusiasme penggemar Glenn kali ini adalah dikarenakan sebagian besar keingintahuan mereka bagaimana suguhan Glenn dalam menyanyikan lagu-lagu Slank. Bagaimana sentuhan Glenn yang selama ini mengusung genre Pop dan R&B, menyanyikan lagu Slank yang kental dengan nuansa Rock & Bluesnya.

Di sebelah kanan sebelum pintu masuk ke venue penonton disuguhi beberapa foto dari 30 orang fotografer yang dipilih Glenn sebagai foto terbaik di setiap konser yang nantinya akan di lelang untuk disumbangkan kepada korban bencana alam Gunung Gede, Bali. Tepat pukul 20.00 WIB lagu Indonesia Raya pun berkumandang sebagai tanda dimulainya konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank.

Tak lama Glenn pun muncul dengan mengenakan kacamata dan topi hitam, berjaket jeans menyapa penggemarnya yang kebetulan pada hari ini merupakan hari ulang tahunnya di tanggal 30 September yang identik dengan pengkhianatan G 30 S/PKI. "Kita enggak nonton film bersama, kita bukan merayakan pengkhianatan, tapi kita merayakan kemerdekaan dalam bermusik," kata Glenn di atas panggung.

Tepuk tangan penonton bergemuruh, seakan tak sabar untuk segera menyaksikan aksi Glenn di atas panggung. Lagu pertama ‘Symphaty Blues’ bergulir dengan komposisi blues dan jazz. Dilaluinya dengan mulus dan dilanjutkan dengan lagu ‘Pulau Biru’, kedua lagu ini didominasi permainan lampu serba biru.

Kemampuan dan skill Glenn memang luar biasa, penonton seakan di bawa menyaksikan tampilan lagu Slank dengan komposisi yang berbeda. Suguhan lagu-lagu yang dibawakan juga sedikit banyak membawa penonton yang sebagian besar juga penggemar Slank sepakat bahwa konser Glenn kali ini terasa berbeda.

02 Glenn Fredly YDhewGlenn Fredly (YDhew)

Hampir selama tiga jam persis, Glenn menyuguhkan tontonan yang apik dengan olahan lagu Slank menjadi Jazz bahkan R&B atau Reggae dengan durasi masing-masing lagu 5-6 menit dengan total 20 lagu. Disela-sela jeda lagu, tak lupa Glenn menyisipkan pesan mulai dari konten sosmed sampai dengan seruan anti korupsi.

Lagu lainnya yang tak kalah berkesan ketika ia membawakan lagu ‘Kirim Aku Bunga’ yang diperuntukkannya untuk para wanita yang hadir  malam itu. Dengan latar belakang gambar bunga lagu ini dibawakan dengan komposisi Blues yang dipadukan dengan suara falsetto Glenn ditambah melodi yang berasal dari cabikan gitar Andree Dinuth. Beberapa lagu berikutnya dibawakan secara medley ditambah alunan suara terompet membuat lagu ‘Foto Dalam Dompet’, ‘Fullmoon Blues’ berubah menjadi lebih jazzy.

Tak hanya disitu, pada konser penyanyi kelahiran Ambon ini mengajak sederet musisi dengan warna dan gaya bermusik yang berbeda sehingga menambah interpretasi lagu-lagu karya Slank menjadi semakin berwarna. Berikutnya muncul sosok gitaris asal Bali, Dewa Budjana yang menemani Glenn menyanyikan lagu ‘Terbunuh Sepi’ lagu ini dibawakan nuansa syahdu. Kemudian dilanjutkan dengan lagu ‘Virus’, Glenn pun mencoba berinteraksi dengan penonton dan meminta lampu untuk tidak dinyalakan.

“Biarin aja tak usah dinyalakan, buat yang berduaan suasana begini enak sambil nyanyi peluk yang disebelah”, seloroh Glenn dengan disambut tertawa penonton. Lagu inipun dibawakan kembali dengan suasana akustikan, benar-benar berbeda dalam setiap komposisi lagu yang dibawakan.

Glenn juga menampilkan ‘Generasi Biru’ dinyanyikan oleh anak-anak  kelahiran Ambon yang berusia mulai kelas 4 sampai kelas 6 SD dalam bentuk video. Mereka menampilkan lagu-lagu Slank juga secara medley dengan nuansa  rap.

Di segmen ke dua, ia menampilkan dua musisi kakak beradik Rena Reno. Masih lewat sentuhan akustik, dilanjutkan dengan lagu ‘Ku Tak Bisa’ yang dibawakan Glenn diiringi dengan organ yang dimainkannya sendiri. Kolaborasi selanjutnya disuguhkan oleh Ifa, Bonita, Yacko dan Young Lex yang membawakan lagu ‘Jeri Preman Urban – Jakarta Pagi Ini’ dengan komposisi yang naik turun karena perbedaan genre yang dipadukan menjadi satu.

03 Glenn dan Mondo Gascaro YDhewGlenn dan Mondo Gascaro (YDhew)

Dilanjutkan secara berturut-turut dengan alunan harmonika Harry Pochang menghiasi lagu ‘Mawar Merah’ dan ‘Koepoe Liar’ oleh Mondo Gascaro. Seketika panggung diisi dengan suasana memerah dengan irama menghentak,  grup rock Kelompok Penerbang Roket pun tak ketinggalan memanaskan panggung dengan lagu ‘Bang Bang Tut’. Disusul oleh kolaborasi antara Tompi, Bertha dan Idang Rasjidi saling mengadu teknik scat singing di sela lagu ‘Balikin’ yang tertampil tak biasa.

Secara konsep konser Glenn kali ini cukup memuaskan para penonton yang notabene para penggemar Slank dan juga Glenn. Para bintang tamu yang hadir pun rata-rata masih eksis di dunia panggung hiburan. Disela-sela pertunjukkan, Glenn tidak hanya membawa teman-teman musisi tetapi menghadirkan juga komedian jebolan Stand Up Comedy, Sakdiyah Ma’ruf yang memaparkan bagaimana rasanya menjadi perempuan Arab dengan joke-joke nya yang selalu disambut dengan gelak tawa penonton.

Pentaspun kemudian dilanjutkan dengan menampilkan ‘Gadis Sexy’ oleh Simon, Beboy “Laid This Nite”, ‘Gara-gara Kamu’ oleh Saxx in The City, dan makin meriah dengan kemunculan Yopie Latul, Trie Utami, Bismo, Liquid Silva, Saxx in The City secara bergantian menyanyikan lagu “ I Miss U But I Hate U”.

Panggungpun kemudian diisi oleh genre musik reggae ‘Lembah Baliem’ (Papua Original)’ yang dibawakan oleh Glenn bersama dengan Good Morning Papua ditambah dengan lagu daerah ‘Yamko Rambe Yamko’.

Di sesi ketiga penonton dibuat terkejut dengan munculnya sosok yang tidak ditemui lagi memandu acara Mata Najwa, “Saya lagi jobless, kakak Glenn berbaik hati mengisi acara dengan sebuah catatan Najwa”, ujar Najwa Shihab di atas panggung. Kali ini Najwa membacakan sebuah catatan mengenai isu yang sedang ramai saat ini, mengenai korupsi tentunya. Celotehan Najwa kemudian dilanjutkan dengan bergulirnya lagu ‘Tong Kosong’ dan berlanjut dengan ‘Mars Slank’ dan ‘Terlalu Manis’.

Penonton yang masih belum mau beranjak akhirnya disuguhkan penampilan terakhir Glenn bersama-sama dengan pengisi acara lainnya dengan diiringi lagu ‘Kamu Harus Pulang’ dimana jarum jam sudah menunjukkan ke angka 23.00 WIB.

04 Budjana & Glenn YDhewBudjana & Glenn (YDhew)

Konser Glenn kali ini ibarat paket komplit, penonton bukan hanya disuguhkan oleh berbagai macam musik dari berbeda genre yang terdengar harmonis karena balutan lagu-lagu Slank yang memang sudah tidak asing lagi ditelinga, konser kali ini juga memberi rasa yang semakin berbeda kala ditampilkan komedi dan pesan mengenai anti korupsi oleh Najwa Shihab.

Paket komplit di tengah hausnya huiuran akan acara seperti ini, dimana musisi dan penyanyi bukan hanya bisa menyanyikan lagu sendiri tetapi menjadikan konser ini sejarah baru dalam industri musik tanah air dimana genre apapun bisa menyatukan suatu suguhan musik yang menarik dan juga berkelas.

Slank pun sebagai band yang kali ini mendapatkan apresiasi dari Glenn, mengakui bahwa melalui konser ini karya dari Slank dapat diinterpretasikan oleh Glenn dengan baik. Bimbim pun mengungkapkan rasa harunya   dan sangat terhibur dengan sajian yang dibawakan. “Kali ini gue benar-benar merasa terharu, bukan hanya terhibur tetapi alurnya benar-benar bikin kita menikmati setiap sajiannya dan gue merasa tersanjung”, ungkap Bimbim.  

Dan Ridho sebagai gitaris dari Slank juga menambahkan bahwa pesan yang disampaikan pun mengenai anti korupsi, alam, dan lain-lain yang biasa dibawakan Slank, semua ada di konser ini. Benar-benar paket komplit!/ YDhew

05 Andre Dinuth YDhewAndre Dinuth (YDhew)

 

Tuesday, 03 October 2017 15:02

Dewa Budjana

Tour Keliling Eropa di Bulan Oktober 2017

 Dewa Budjana adalah seorang musisi kelahiran Nusa Tenggara Timur 54 tahun yang lalu. Perjalanan bermusiknya secara profesional dimulai sejak tergabung dengan “Java Jazz” bersama dengan Indra Lesmana. Biasa disapa Budjana, sebenarnya diawali karirnya dengan genre rock dan pop. Namun sejak bergabung dengan Java Jazz gaya bermusiknya kemudian berubah dan beralih ke genre jazz. 

Dengan mengusung genre jazz, sedikit progressive dan sentuhan musik new age, bersama Java Jazz akhirnya membawa Budjana sering ikut berpartisipasi dalam banyak festival jazz baik di dalam negeri maupun diluar negeri. Seperti North Sea Jazz Festival, World Jazz Convention di Den Haag, Belanda dan banyak festival-festival Jazz lainnya.

Permainan gitarnya pun semakin matang dan lebih inovatif hingga di tahun 1994 Budjana mulai bergabung bersama dengan group band GIGI sampai sekarang. Banyak perubahan dalam bermusik dan komposisi gitar yang dimainkan, namun jazz tetap dibawakannya sampai akhirnya Budjana mengeluarkan tiga album solonya dan yang terakhir bertajuk “Zentuary” dibawah naungan label Favored Nations milik Steve Vai.

Kekuatannya dengan mengkomposisi sebuah lagu dan meniupkan roh yang kuat dalam pola permainan gitarnya, Budjana juga selalu membawa tema tertentu dalam setiap aksi panggungnya. Hal inilah yang membuatnya sering diminta untuk perform di berbagai kesempatan, baik di dalam maupun di luar negeri.

WhatsApp Image 2017 10 03 at 15.18.321Dewa Budjana & Saat Syah (Foto: Yulia)

Kiprahnya sekian lama di industri musik tanah air yang akhirnya menjadikan dirinya ikon gitaris Indonesia yang mempertemukannya dengan berbagai musisi dari Eropa dan negeri lainnya. Di tahun 2017 ini Budjana kembali menunjukkan eksistensinya. Bersama dengan Nicolas Meier seorang musisi kelahiran Swiss yang bermukim di Inggris ia kemudian membentuk sebuah band yang diberi nama Meier-Budjana Band. Keduanya dipertemukan dalam naungan label yang sama, dan Budjana merupakan satu-satunya musisi Asia yang berada di label tersebut.

Nicolas Meier merasa tertarik dengan musikalitas  yang tinggi dari Budjana dan mengajaknya untuk keliling Eropa bersamanya. Selama bulan Oktober 2017 keduanya akan menggelar tour keliling Eropa sejak tanggal 5 hingga 21 Oktober mendatang yang tergabung dalam Meier-Budjana Band (MBB).

“Kebetulan memang ada undangan dan kesempatan bermain yang mungkin merupakan lebih kepada apresiasi terhadap karya-karya saya. Karena memang hal ini merupakan pengaruh dari hasil rekaman dan komposisi-komposisi saya dalam memainkan nada gitar. Ini pengalaman baru bagi saya karena benar-benar tur yang berjalan setiap hari non-stop tidak seperti di Indonesia”, ujar Budjana Minggu (1/10) di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta di sela keberangkatannya menuju Eropa.

Keduanya merupakan gitaris yang unggul dan berkemampuan dalam menciptakan musik yang melampaui  batas gaya dan budaya. Mereka berbaur dalam paduan jazz progresif dengan campuran etnik Timur Tengah dan Asia Tenggara dengan gaya mereka sendiri tentunya menampilkan juga dialek musik tradisional dalam penampilannya.

Nicolas Meier sendiri merupakan  salah satu musisi dunia yang mampu menghasilkan karya yang inovatif melalui instrumennya. Tercatat Meier pernah bermain dan membuat album dengan bebagai musisi seperti Jeff Beck, Gilad Atzmon, John Etheridge, Jimmy Haslip, Vinnie Colaluita, Pete Oxley, Harry Beckett, Jonathan Joseph dan masih banyak lagi.

WhatsApp Image 2017 10 03 at 15.18.33Saat Syah bersama dengan koleksi seruling buatannya sendiri (Foto: Yulia)

Mulai tanggal 1 Oktober 2017, Budjana akan bertolak  menuju kota pertama Inggris dan akan menggelar sesi latihan selama dua hari sebelum tampil di Inggris pada 5 Oktober nanti.  Penampilannya di Inggris sampai tanggal 13 Oktober, setelah itu di tanggal 15 Oktober bermain di Negeri Kincir Angin, Budjana akan menyambangi Jerman pada 17 Oktober dan Swiss pada 20 Oktober. Budjana akan kembali tampil di Jerman sekaligus menutup tur Eropa pada 21 Oktober dan akan kembali ke Indonesia pada 24 Oktober.

Dalam Meier-Budjana Band ini didalamnya ada beberapa musisi serta legenda musik yang turut mendukung band ini, seperti Jimmy Haslip (pemain Bass) dan Asaf Sirkif (Dummer). Selain itu Budjana juga membawa musisi asal Indonesia kelahiran Kalimantan yang menjadi ikon beberapa alat musik, khususnya alat musik tiup, Mohamad Saat Syah.

Kehadiran Saat disini sebagai pelengkap dan pendukung di setiap musik yang dibawakan Budjana. Eksplorasinya terhadap suling yang dibuatnya khusus sangat tajam dan tegas, Saat juga selalu dilibatkan dalam album  Budjana sejak tahun 2000 yang memberikan warna dalam setiap lagu dan melodi yang dihasilkan Budjana.

“Saat sebagai pemain suling yang dibuatnya sendiri dari paralon, buat saya sangat layak di bawa keluar karena bisa sebagai sesuatu yang dilirik disana bahwa musik ini adalah Indonesia, bunyinya juga bunyi Indonesia”, jelas Budjana.

Tema yang akan dibawakan Meier – Budjana dalam tour ini adalah, Meier tampil dengan musik sentuhan Timur Tengah, sementara Budjana akan membawa khazanah musik Asia Tenggara yang ada di album Zeantury dengan sentuhan Indonesia.

“Ini merupakan impian saya dari kecil dimana karya saya bisa didengar orang secara langsung dengan adanya  tour yang mungkin tidak terulang lagi. Hidup itu dalam bermain gitar harus serius dan dengan serius tentu saja akan membuahkan hasil yang kita mau”, ujar Budjana./ YDhew

 

Sunday, 01 October 2017 09:00

Film Keluarga Cemara

Dibalut Lebih Kekinian & Banyak Pesan Moral

Keluarga Cemara yang diangkat dari karangan buku karya Arswendo Atmowiloto, pernah menjadi tayangan favorit di era 90-an. Kurang lebih 4 tahun karya Arswendo ini tayang, menjadi sebuah sinetron yang selalu ditunggu tiap episodenya kala itu. Cerminan sebuah keluarga sederhana dengan banyak pesan moral yang sampai sekarang masih membekas di hati penggemarnya. Banyak pujian di setiap  tayangannya, suatu tema keluarga yang dipimpin oleh seorang Abah yang selalu menanamkan adab antara keluarga, anak, dan juga persahabatan.

Cemara sendiri diambil dari nama dari anak kedua Abah dan Emak yang mempunyai semangat yang tinggi. Keluarga ini mempunyai tiga orang anak yang masing-masing mempunyai karakter yang berbeda. Meskipun hidup dalam serba kekurangan, namun sang ayah selalu menanamkan rasa sederhana, ikhlas, jujur dan juga kesetiaan dan kasih sayang. Hal inilah yang hampir tidak kita temui dalam tayangan-tayangan saat ini, dimana nilai-nilai dalam keluarga hilang sudah. Tayangan hampir selalu dalam tema cinta, galau tanpa menghadirkan solusi dan pesan moral bagi yang menonton, yang penting komersil.

Sebagai seorang penulis cerita Keluarga Cemara, Arswendo mengatakan bahwa ada nilai yang penting yang dibawanya ke dalam serial TV ini, yaitu kejujuran dan juga rasa syukur dalam keadaan apapun dan hal ini penting dalam kondisi sekarang. Hal inilah yang kemudian Arswendo mempercayakan kepada Visinema Pictures untuk me-reboot kisah keluarga ini ke layar lebar.

“Ada beberapa yang ingin memfilmkan, tergantung bayarannya berapa… hahaha”, ujar Arswendo sambil berseloroh saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jum’at (29/9). “Saya ingin nilai-nilai di keluarga itu tetap ada, paling tidak film ini akan menjadi inspirasi bagi banyak keluarga dan saya percayakan kepada Visinema sebagaimana saya percaya kejujuran dan keluarga sangat penting”, tambahnya.

02 Ringgo Agus Rahman & Nirina Zubir YuliaRinggo Agus Rahman & Nirina Zubir (foto: Yulia)

Senada dengan Arswendo, Anggia Kharisma sebagai produser film ini, menjelaskan mengapa cerita ini penting untuk diangkat dan digarap ulang. “Keluarga Indonesia membutuhkan lebih banyak film keluarga. Keluarga Cemara memiliki nilai yang universal dan selalu relevan pada tiap generasi. Karena itulah, merasa penting untuk dibuatkannya ke layar lebar dalam kemasan baru dan kekinian berdasarkan kondisi saat ini.”

Pembuatan film ini melibatkan tiga generasi pembuat film Indonesia, menariknya mereka disatukan dalam film ini. Arswendo Atmowiloto sebagai creator, Anggia Kharisma (produser) dan Gina S. Noer  sebagai produser dan penulis skenario serta Yandy Laurens sebagai sutradara dan juga penulis skenario. Sementara Abah dan Emak akan diperankan oleh Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir.

NewsMusik sempat bertanya-tanya mengenai peran Ringgo dan Nirina sebagai Abah dan Emak. Bila marujuk pada kisah sebelumnya peran Abah dan Emak adalah peran serius dengan cerita yang menyentuh hati. Sementara background keduanya berasal dari film-film yang bergenre komedi. Akan seperti apa nantinya film ini apakah ada unsur komedi atau dibumbui dengan sedikit komedi, hal ini masih menjadi rahasia perusahaan.

Hal ini juga sempat menjadi kebingungan di benak Nirina Zubir yang di dampuk sebagai Emak, " Awalnya kaget dipasangkan dengan Ringgo. I'm making all of you sure pokoknya ini akan jadi beda, dalam artian film ini masih dengan semangat kekeluargaannya, tapi soal rasa mungkin dibawa dengan kekiniannya. Ini tantangan buat saya sekaligus merubah pandangan tersebut," jelas Nirina.

03 Nirina Zubir YuliaNirina Zubir (foto: Yulia)

Ringgo yang terinspirasi dengan cerita Keluarga Cemara juga tidak menyangka dirinya mendapat kepercayaan memerankan Abah di film ini. Dipasangkan dengan Nirina, dirinya merasa film ini menjadi inspirasi untuk belajar menjadi seorang ayah di dunia nyata. “Saya ingin membangun keluarga cemara di keluarga kecil saya. Bagaimana menjadi keluarga yang harmonis  dan penuh kasih sayang namun hidup dengan kesederhanaan”, ungkap ayah satu anak ini.

Dalam hal peran dirinya banyak belajar dari Abah (Adi Kurdi) bagaimana mendalami dan memerankan karakter Abah supaya bisa masuk ke dalam film juga ke dalam kehidupan keluarganya sehari-hari. Film ini akan mulai tayang di tahun 2018, dan dibuat dengan kisah baru yang kekinian dan topik yang menyesuaikan dengan kondisi era millennial saat ini./ Yulia

 

Thursday, 28 September 2017 17:39

5upergroup

Konser Berbagai Genre

Apa jadinya bila lima band besar berada dalam satu panggung? Sama-sama pencipta hits dan berasal dari berbagai genre dan lintas generasi? Tentunya ini akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik dan berwarna. Di tengah serbuan konser musik internasional, beberapa group musik ini dipilih untuk tampil dalam konser kolosal yang dibungkus dengan tajuk 5upergroup Live in Concert pada tanggal 21 November 2017 mendatang.

Kelima band yang tergabung dalam 5upergroup adalah God Bless, Krakatau, Kahitna, GIGI serta Sheila On7. Terpilihnya mereka untuk pentas bersama ini bukan tanpa alasan, menurut Kadri Mohamad selaku salah satu Executive Producer konser ini dan juga dikenal sebagai vokalis ini, mereka dipilih berdasarkan polling dan kriteria dari masing-masing band.  Salah satunya adalah dari jam terbangnya yang sudah diatas 20 tahun berkiprah di industri musik Tanah Air dan masih eksis sampai sekarang.

“Selain fanbase yang banyak juga didukung oleh manajemen yang professional, mereka juga berasal dari berbagai lintas genre dan juga berasal dari era yang berbeda. Contohnya God Bless dari tahun 70an masih eksis sampai sekarang. Begitupun group band yang termuda Sheila On7 yang lahir di era 90an dan sudah lebih dari 20 tahun dan masing-masing pernah sebagai pencipta hits di eranya masing-masing”, jelas Kadri di bilangan Menteng, Rabu (27/9).

Konser ini digagas dan diadakan oleh XI Crative The Promotor yang di tahun 2015 mendulang sukses mengadakan pertunjukkan musik yang bertajuk LCLR Plus Concert yang berhasil mendonasikan Rp. 500 juta kepada 25 orang guru SMA XI Bulungan yang sekarang menjadi SMA 70.

Acara ini adalah kegiatan nirlaba yang memang ingin memperoleh keuntungan untuk diberikan kepada guru. Dengan tema yang sama dengan sebelumnya yakni “Pahlawan Tanpa Jasa Untuk Guru” dan dikemas menjadi 5upergroup acara ini diharapkan menjadi acara musik yang terbaik di penghujung tahun 2017.

02 Kadri Mohamad & Armand Maulana YuliaKadri Mohamad  & Armand Maulana (foto: Yulia)

Pentas musik yang akan di adakan di Plenary Hall, Jakarta Convention Center ini akan tetap memberikan pengaruh dalam warna musik, ditengah beragamnya pertunjukkan musisi asing yang makin marak saat ini. Konser ini juga menjadi konser yang pertama di Indonesia, sehingga masing-masing band mempunyai cara dan persiapan yang berbeda-beda.

Menurut Armand Maulana, acara ini memang ditunggu-tunggu sejak lama dan sangat menarik untuk ditonton oleh penggemar musik  Indonesia. Di konser ini GIGI akan membawakan beberapa lagu selama 30 menit baik secara medley ataupun beberapa  lagu hits  yang dimiliki GIGI.

“Kita membutuhkan teman-teman yang suka dengan lagu-lagu Indonesia, kita butuh sekali orang-orang seperti ini tapi dengan sistem yang betul, penggarapan yang bagus, karena serbuan dari penyanyi luar negeri yang sangat banyak sekarang ini”, ujar Armand.

Begitu juga Krakatau, kelompok musik jazz-worldmusic yang telah menelurkan 10 album hingga kini merasa bersyukur bisa ikut gabung dalam konser ini. Seperti diketahui band yang dibentuk sejak tahun 1994 para personilnya masing-masing sudah menjadi pemusik kelas internasional dan mempunyai  kesibukan masing-masing.

03 5upergroup Press Conference Yulia5upergroup Press Conference (foto: Yulia)

“Disyukuri sekali anugerah ini, diberi kesehatan, bisa berkumpul ngeband bareng-bareng. Kami tetap bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan konser ini.  Persiapannya kami akan latihan selama lima hari berturut-turut sesuai dengan jumlah band yang ada”, ujar Dwiki Dharmawan sambil tertawa.

Oleg Sancha Bakhtiar selaku Creative Director mengharapkan kemasan acara ini nantinya dapat sukses seperti acara yang diadakan tahun 2015 lalu. "Kemasan yang akan ditampilkan oleh dari masing-masing band sesuai interpretasi mereka di waktu sekarang ini. Akan ada kolaborasi masing-masing band. Antara materi ke materi ada bridging. Untuk mengemas entertaint tidak satu arah, ada interaktif langsung," papar Oleg.

Bagi yang tertarik untuk menyaksikan konser ini, tiket dibanderol mulai harga IDR 500.000,- (Balcon B&E), IDR 850.000,- (Balcon C&D), Kelas Festival IDR 950.000,-, VIP IDR 1.750.000,- dan VVIP IDR 2.750.000,-./ Yulia

 

Thursday, 28 September 2017 11:01

Isyana Sarasvati

Album dari Pengalaman Pribadi

Isyana Sarasvati semakin menunjukan eksitensinya dalam berkarir di dunia musik. Wanita kelahiran Bandung, 2 Mei 1993 sangat menyadari bahwa panggilan jiwanya adalah di musik. “Musik itu bisa menyempurnakan semua yang aku rasakan, tanpa harus di judge”, akunya. Pergerakan selanjutnya adalah lahirnya album kedua yang ia beri judul “Paradox”. Menyajikan 10 lagu anyar, Isyana sarasvati mengemas album barunya ini secara istimewa.

Album ini masih menceritakan tema percintaan, namun disini ia menyisipkan sisi keseimbangan dari berbagai kontradisi bermusiknya. Setelah sebelumnya melakukan pemanasan dengan meluncurkan single ‘Anganku Anganmu’ bersama dengan Raisa Andriana pada bulan Maret 2017, dan ‘Sekali Lagi’ yamg menjadi lagu soundtrack film “Critical Eleven’ pada bulan Mei 2017.

Kenapa Paradox? Karena dari kata itulah Isyana melihat kehidupan manusia saat ini. Semua nampak saling silang dan kontradiktif, secara global maupun lokal, sosial maupun personal. Kita tidak benar-benar bisa memahami tentang apa yang sejatinya terjadi. Kita sekarang hidup pada era globalisasi dengan dengan prinsip-prinsip universal namun sekaligus sangat fanatik terhadap identitas, terhadap primordial yang saling berkonflik.

“Aku membaca kehidupan yang paradox dengan kepribadian yang paradox juga. Introversi sekaligus extroversion, pop sekaligus klasik, berbahasa Indonesia tapi bercampur inggris. Dan sebagai konsekuensinya dalam proses kreatifku, akhirnya tercipta karya-karya yang membangun keseimbangan dari berbagai kontradisi tersebut,” ujar Isyana pada saat peluncuran albumnya tersebut di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2017).

02 Isyana Sarasvati dalam album terbarunya RizalIsyana Sarasvati dalam album terbarunya (foto: Rizal)

Single ‘Terpesona’ pun menjadi lagu andalan Isyana di album ini hasil kolaborasinya bersama Gamaliel. Isyana membawakan hit single pertama yang bernuansa Urban R&B, terdengar ringan dan catchy. Yang membuat istimewa, sebagian besar materi album ini digarap di The Kennel Music Swedia.

Tambah lagi ia juga melibatkan beberapa komposer top internasional seperti Olof Lindskog, Hayley Aitken, Caesar & Loui, Harry Sommerdhal serta Cage & Oneye. Selain bekerja sama dengan para musisi manca negara, ia juga berkolaborasi dengan musisi tanah air, seperti Raisa Andriana, Andi Rianto, Alvian Witarasa, Brury Effendy dan Rendy Pandugo.

“Ini semua cerita hidupku tentang apa yang aku rasakan dua tahun terakhir. Selain ‘Terpesona’, lagu yang aku banget itu adalah ‘Winter Song’. Karena di situ aku merasa di titik low, minus banget. Aku selalu dengarkan lagu itu, karena memang itu lagu magis,” kata Isyana Sarasvati. “Ada juga lagu ‘Anganku Anganmu’ bareng Raisa dan lainnya”, tambahnya.

Dalam album ini, kalian akan menemukan lirik, ritme dan nada-nada bernuansa paradoksikal. Dari segi lirik, misalnya, album ini banyak bertutur tentang emosi yang mewakili pengalaman dan karakterku pribadi, namun sambil aku terus berusaha menjawab selera penikmat musik beragam genre./Rizal

 

Monday, 25 September 2017 09:09

IntersportID

Memacu Adrenalin Lewat Aplikasi

Intersport menginjak di tahun ke-3 selalu komit dalam memberikan informasi dan pengalaman dalam dunia otosport yang menyajikan pertunjukkan otosport dan menyajikan informasi terkini seputar kegiatan Intersport. Sebagai platform bagi pecinta otomotif di Indonesia, pada hari Rabu (20/9) meluncurkan Intersport Apps yang dapat diunduh di Google Play Store.

Aplikasi ini akan menjadi wadah bagi komunitas atau para pecinta otomotif di Indonesia, sumber informasi terkini dari setiap kegiatan Intersport dan juga ruang eksistensi bagi komunitas dan para pecinta otomotif dan memiliki tiga fitur utama, yaitu: Event Schedule, Autoshow dan Intershop.

Intersport Apps memberikan ruang eksistensi bagi komunitas dan para pecinta otomotif di tanah air. Kedepannya, Intersport Apps dapat mengangkat cerita menarik dari komunitas mobil di Indonesia dan membagikannya secara luas kepada masyarkat melalui Intersport Apps dan juga situs Intersport.id.

Fitur Autoshow, memberikan kesempatan bagi komunitas dan para pecinta otomotif untuk menampilkan koleksi mobil kesayangan mereka, sekaligus membagikan informasi seputar spesifikasi modifikasi mobil tersebut. Di fitur ini, pengguna juga dapat berinteraksi dengan memberikan peringkat mobil, mengirimkan pesan, hingga menyimpan mobil sebagai favorit.

Dalam aplikasi ini akan ada informasi terkini seputar agenda Intersport Road to World Stage dan Intersport World Stage dan juga menghadirkan kabar terkini seputar pembalap dan pemenang dari setiap ajang Intersport Road to World Stage 2017, yang saat ini tengah diselenggarakan di empat kota di Indonesia.

02 Launching IntersportID YDhewLaunching IntersportID (foto: YDhew)

“Aplikasi ini akan menjadi wadah sharing informasi dan membantu talenta-talenta otomotif dan motorsport di Indonesia yang dapat berinteraksi mengenai mobil yang kita punya serta saling bertukar informasi mengenai mobil tersebut baik info mengenai mobil maupun modifikasinya”, ujar Brand Manager Intersport, Kent di kawasan SCBD di acara peluncuran aplikasi ini.

Hal ini juga disambut gembira oleh Emmanuelle Amandio, seorang Pembalap Motorsport Indonesia yang juga merupakan salah satu Intersport Kings. "Peluncuran Intersport Apps merupakan kabar gembira bagi para pembalap motorsport di Indonesia. Karena Intersport Apps bisa jadi tempat, dimana pembalap membagikan informasi mengenai agenda Intersport Road to World Stage dan World Stage. Intersport Apps juga bisa menjadi sarana komunikasi antara pembalap dengan penggemarnya, misalnya melalui fitur Autoshow, dimana penggemar bisa mengomentari mobil kesayangan pembalap yang diunggah disana”, jelasnya.

Kedepannya Intersport Apps juga akan dilengkapi dengan Intershop, yaitu sebuah etalase digital yang menampilkan berbagai koleksi exclusive merchandise Intersport. Koleksi ini dapat dimiliki dengan cara menukarkan poin yang telah diperoleh selama berinteraksi di Intersport, seperti: mengunggah koleksi mobil, memberikan peringkat, mengirimkan pesan, dan sebagainya. Melalui Intersport Apps, komunitas dan para pecinta otomotif juga bisa melihat berbagai informasi terkini yang berbeda seputar dunia otomotif. "Kami mengajak pecinta otomotif untuk memacu kecepatan dan adrenalin serta pengalaman drifting, sebagai penyemangat untuk selalu #LiveforSpeed", tutup Kent./ YDhew

 

Saturday, 23 September 2017 10:22

Steven and Coconuttreez

Reunian di Synchronize Fest II

Setelah cukup lama rehat dari panggung hiburan, Steven and Coconuttreez kiranya dapat tersenyum kembali usai reuni dalam konser bertajuk Synchronize Fest Pre-Party yang berlangsung di Beer Garden, SCBD, pada Rabu kemarin (20/9). Acara ini bukan saja menjadi sarana pementasan dan pemanasan semata, bahkan dapat menjadi acuan dan ajang pembuktian jika karya-karya mereka memang patut dirindukan dan tak lekang oleh zaman.

Walaupun malam itu Jakarta diguyur hujan, tidak juga mengendurkan niatan para pecandu musik untuk merapat ke reunian tersebut. Mereka sudah sejak lama ingin menyaksikan momen perpaduan energi Steven Tpenk, Rival Himran, Tege Dreadz dan Iwanouz yang malam itu langsung menggoyang crowds dengan ‘Long Time No See’ dalam aksi awal. Tak kurang dari sepuluh lagu langsung digeber, yang mayoritas berasal dari album perdananya, “The Other Side”.

Terakhir kali Steven cs performed di Jakarta pada 8 tahun silam, atau lebih tepatnya saat selebrasi di malam pergantian Tahun 2009. Pasca rilis album ketiga bertajuk “Good Atmosphere”, band Coconuttreeze bagaikan kapal yang terombang-ambing lalu karam di lautan. Walau pada akhirnya mereka sempat muncul sekejap mewarnai event reggae di Gili Trawangan tahun 2015 lalu.

"Memang kebetulan Coconut mau jamming-jamming lagi dan banyak keinginan serta support kawan-kawan buat Coconut main lagi, terus ada event yang pas yaitu Synchronize Fest 2017", ucap Tpenk kepada NewsMusik beberapa waktu lalu.

Tak bisa dipungkiri, pria asal Riau itu menginginkan Coconuttreez bisa reunian untuk kembali menghibur penggemar. Di lain sisi, ia sangat yakin jika proyek Coconuttreez sampai kapanpun tak akan bubar. Dapat berkolaborasi satu atap lagi dengan Iwan, Rival dan Teguh, merupakan hal yang ia banggakan. Lalu mendendangkan tembang manis ‘Welcome to My Paradise’ yang turut serta melejitkan namanya di kancah musik nasional bahkan hingga ke mancanegara.

02 Tpenk diantara penyelenggara dan musisi pendukung Synchronize Fest 2017 Ibonk Tpenk diantara penyelenggara dan musisi pendukung Synchronize Fest 2017 (foto: Ibonk)

"Perasaannya rindu hehehe...I feel excited, udah cukup lama gak jamming-jamming. Steven n Coconuttreez buat gua bukan sekedar band, tapi juga keluarga", tutur Tpenk.

Gagasan kedatangan Coconuttreeze ke Synchronize Fest 2017, dicetuskan oleh Kiki Aulia atau Ucup. Selaku Project Director event tersebut, ia memberikan tantangan ke pemain bass Coconuttreez, bahwa dia siap meminang salah satu pioneer Reggae itu guna tampil di atas panggung bergengsi, perform di Synchronize II. Lalu ide baik tersebut disampaikan Pallo ke Tpenk yang menyambut ajakan tadi dengan rasa antusias.

Steven and Coconuttreeze diamanatkan menjadi band penutup pada Sabtu malam (7/10) di Lake Stage Synchroneze Fest 2017. Hal ini akan dijadikan momentum terbaik mereka untuk memukau ribuan pasang mata dan telinga fans multi genre yang bukan datang kesini untuk satu aliran musik saja. Dengan format 5 stage yang tersedia di Synchronize 2017, maka setiap band diharuskan tampil semenarik mungkin guna menyedot massa dan betah menyaksikan aksi bermusik di atas panggung hingga selesai perform.

Pada 8 Septemer kemarin, Rival Himran telah membeberkan kabar reunian Coconuttreez yang diunggah menggunakan akun instagram miliknya. Video dokumenter musik berdurasi 34 detik itu, ditanggapi beragam oleh para netizen. Mayoritas dari mereka merespons positif kabar tersebut dan siap merapat ke venue acara di Gambir Expo, Kemayoran pada Oktober mendatang.

Seperti diketahui, Steven and Coconuttreez dikabarkan akan tampil minus Aray Daulay (gitar) dan Gocay Aci (drum). Untuk itu sebagai awalan, utamanya mereka akan jalan berempat terlebih dahulu. "Saya cukup merasa kehilangan sebenarnya, tanpa Gocay yang menjaga gawang di Synchronize," kata Rival. Menurutnya, Coconuttreez akan memaksimalkan yang ada, yaitu dengan hadirnya additional player pada instrument trumpet, perkusi, drum serta backing vocal. "Untuk nanti (Synchronize), besar kemungkinan materi yang akan kami bawakan adalah materi lagu-lagu dari album pertama" kata bassis berambut gimbal itu.

Tentu kejutan demi kejutan akan ada, seiring mendekati waktu pertunjukan. Setiap band pasti tidak ingin tampil mengecewakan penggemar, mengingat Synchronize Fest merupakan salah satu ajang bergengsi bagi seniman musik di Tanah Air./ Teza

 

Page 4 of 123