Exclusive Story
NewsMusik

NewsMusik

Monday, 02 January 2017 13:59

Musik Bagus Day

Sajian Volume Kedua

Musik Bagus Day (MBD) pertama kali diselenggarakan di Townsquare Cilandak, Jakarta tanggal 1 Desember silam. Beberapa segmen yang disajikan dalam MBD edisi perdana adalah music performance yang menampilkan Aboda, Rontak, Richard Hutapea feat. Renata Tobing dan Nadafiksi. Tidak hanya live music, juga dibuat workshop bersama Barry Likumahuwa, Rayendra Sunito, Harry Anggoman, Gerald Situmorang, Hari Prast, Yoga Adhitrisna feat. Institut Musik Jalanan, Udet NEO dan Igor SAYKOJI, selaku seniman profesional di bidangnya.

Maka sudah dipastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat yang hadir akan menikmati beragam sajian berupa; pasar musik, panggung musik hingga workshop musik. Semuanya tersaji untuk memperlihatkan ekosistem musik yang amat hidup di Indonesia khususnya di Jakarta. Peserta pasar musik dan penampil pun tidak hanya hadir dari dalam Jakarta, namun dihadirkan juga dari Bogor dan Bandung untuk meramaikan satu hari peringatan hari berbagi musik bagus.

Melanjutkan sukses gelaran perdana, MBD Volume II kembali dihadirkan dengan mengetengahkan nama-nama penampil dan pengisi workshop seperti; Sisitipsi, Sri Hanuraga Trio, Teddy Adhitya, Junior Soemantri, dan OK Bro Keroncong feat. Aura Kasih. Untuk gelaran workshop akan diisi bersama; Taufik “Emte”, Adib Hidayat, Andre Dinuth, Nicky Manuputty, Georgie Tanasale, Hari Prast, Yoga Adhitrisna, Irama Nusantara, dan Eva Celia.

02 Sri Hanuraga Trio IstimewaSri Hanuraga Trio (Istimewa)

MBD Volume II masih akan dilaksanakan pada 5 Januari 2016 di Townsquare Cilandak, Jakarta.  Sebuah pengharapan bahwa musik dapat menjadi harapan segar bagi orang-orang yang sudah tidak percaya dengan banyak hal. Karena melalui musiklah konsep berbagi kebahagiaan dan optimisme meruak di Indonesia  bahkan di dunia pada saat ini.

Mau bergabung untuk bersukarian dan berkembang bersama? Jaga tanggal  mainnya dan hadirlah disana.../ Ibonk

 

Thursday, 29 December 2016 16:50

Promise

Cerita Romantis Penuh Teka Teki

Kisah berawal dari dua orang sahabat Rahman (Dimas Anggara) dan Aji (Boy William) yang berbeda karakter, Aji yang urakan dan playboy sedang Rahman adalah pria lugu yang dilahirkan dari keluarga yang religius dan berasal dari lingkungan pesantren. Keduanya mempunyai wajah yang tampan, Aji yang mempunyai keinginan agar Rahman bisa berubah seperti dirinya menjalankan cara yang akhirnya merubah kehidupan Rahman secara drastis.

Cara Aji yang ingin sahabatnya bisa merasakan cinta dan mempunyai wawasan luas tidak sejalan dengan keinginan Rahman dan membuatnya  meneruskan sekolah ke Eropa. Semenjak itulah keduanya berpisah dan tidak pernah bertemu.

Dari sini alur cerita mulai penuh teka teki dan scene yang terpotong-potong serta cerita yang berubah-ubah. Rahman yang sambil kuliah dan bekerja di Milan, Italy, bertemu dengan Moza (Mikha Tambayong) yang mempunyai perasaan terhadap Rahman. Moza yang kemudian menjadi sahabat Rahman merasakan ada sesuatu yang disembunyikan Rahman selama ini, namun tidak dapat menemukan jawabannya.

Bersamaan dengan itu ceritapun kembali ke masa kecil Rahman yang berteman dengan seorang gadis, Kanya (Amanda Rawles), blasteran Jawa dan Eropa yang menjadi sahabat Rahman sejak kecil. Alur cerita membuat penonton berfikir, ada apa dibalik kepergian Rahman ke Milan.

Di kota Milan ini juga akhirnya mempertemukan kembali Rahman dengan sahabatnya Aji, yang akhirnya Moza dapat menemukan teka teki dari Rahman yang selama ini tidak pernah diungkapkan, termasuk perempuan yang dicintai Rahman.

02 Promise IstimewaPromise (Istimewa)

Film produksi Screenplay Films ini mempunyai daya tarik yang memikat dengan lokasi syuting yang sesuai dengan jalan cerita. Kedua tempat secara visual cukup menarik yang menampilkan lokasi yang indah seperti Danau Como dan Bellagio di Milan dan juga tempat di tanah air yang menampilkan hutan Kalibiru, Yogyakarta dan hutan pinus Kragilan, Magelang.

Sutradara Asep Kusnandar menawarkan proses cerita cinta yang cukup menghibur, dengan dibumbui kata-kata puitis dengan nuansa drama yang bukan sekedar menjual cerita sedih yang meratap-ratap. Keempat pemain yang berperan sebagai anak muda yang lebih matang dalam segi akting berperan secara natural. Karakter yang dimainkanpun cukup pas mereka bawakan, chemistry antara Dimas Anggara dan Amanda Rawles cukup sukses dibawakan.

Yang menarik dari film ini selain dengan lokasi yang secara visual memikat, film ini juga diisi oleh soundtrack film yang diciptakan liriknya oleh Melly Goeslaw dan di aransemen Anto Hoed. Melly yang memang dijuluki queen of soundtrack berhasil menjadikan film ini menarik dan eksclusive. Alunan lagu “Promise” cukup mewakilan suasana dan jalan cerita dari film, meski jalan cerita dari film ini terkadang terasa aneh dan mengada-ngada. Film ini akan tayang pada awal Januari 2017 diseluruh bioskop di Indonesia. Penasaran dengan akhir kisah cinta bak sinetron ini? Jangan lupa nontonlah.../ YDhew

 

Thursday, 29 December 2016 16:41

Achmad Albar

Jadi Rocker Harus Modis

Achmad Albar membentuk God Bless bukan sekedar untuk menghidangkan pertunjukan musik, namun juga memperlihatkan sebuah peragaan busana panggung. Disetiap penampilannya, Albar selalu memperhatikan busana panggungnya maupun teman-teman  satu grupnya. Betapa tidak, busana panggung God Bless selalu mengikuti perkembangan mode saat itu. Saat “glam rock” menjadi wabah, Albar tak luput dari serangan tersebut dengan busana panggung ketat, berkilat, bersepatu boot setinggi lutut.

Belum lagi asesoris yang tersangkut disekujur tubuh Albar yang terlihat sexy, dengn kalung warna warni bergelantung dileher. Gelang yang berlerot ditangan, ikat pinggang yang besar serta ikat leher yang seragam dengan ikat pinggangnya.

"Jadi rocker harus modis," kata Albar. "Sebelum jadi penyanyi saya sudah menyukai yang bersifat mode, mulai dari sepatu, celana, baju maupun pernak-perniknya. Sebagai seorang penyanyi rock yang terlebih dahulu terlihat penonton, tentunya saya tidak bisa mengenakan busana seadanya. Lihat saja David Bowie, Elton John, Garry Glitter, Rod Stewart dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan contoh bahwa seorang penyanyi rock itu harus punya cita rasa yang tinggi terhadap busana panggungnya. Saya pun harus demikian."

Albar tidak memperdulikan pandangan banyak orang yang menyebutnya penyanyi genit karena sering merias wajahnya. "Itu merupakan bagian dari sebuah pertunjukan musik. Penonton pasti datang untuk melihat kita menyanyi. Kalau kita tak dandan, pasti mereka tak tertarik untuk berlama-lama menontonnya."

Sebagai penyanyi rock pujaan khalayak ramai, Albar harus siap-siap suatu saat dirinya digerayangi penggemar yang berusaha untuk “menjambret” sesuatu yang menempel ditubuhnya. Mulai dari pernak pernik asesoris, gelang, kalung, ikat pinggang dari leher hingga baju atau kausnya yang modis.

02 God Bless Formasi 5 IstimewaGod Bless - Formasi 5 (Istimewa)

Apa lagi kalau God Bless show ke daerah, semua asesoris- asesoris tersebut habis ludes dijambret penggemar yang naik ke panggung, atau menunggunya di kamar rias. "Saya tidak marah melihat kelakukan mereka, ini sebuah pendekatan yang baik antara penyanyi dengan penggemarnya.”

Albar mengungkapkan sebagian honornya habis buat membeli busana pangggung lengkap dengan asesorisnya."Kalau baju dan celana, saya beli bahannya lalu dibawa ke tukang jahit langganan sambil bawa contoh potongannya yang model apa. Biasanya saya ambl dari majalah-majalah mode yang sedikit dirubah atau ditambah."

Jadi rocker harus modis merupakan prinsip yang dikenakan kepada seluruh personel God Bless. "Lihat saja sejak ada Fuad Hassan, Soman Lubis, Keenan, Debby dan Odink, Ian Antono, Donny Gagola, Teddy Sudjaya, Jockie Soeryoprayogo maupun Deddy Dores... God Bless pasti paling modis."/ Buyunk

 

Thursday, 29 December 2016 16:33

Giant Step

Dengarkan Dulu Kaset Kami, Baru Tonton Konsernya

Bergabungnya Albert Warnerin dan Triawan Munaf membuat Giant Step semakin kokoh. Sebelumnya grup yang dibangun Benny Soebardja ini, beberapa kali bongkar pasang pemain. "Saya yakin dengan formasi sekarang, Giant Step bisa mengejar ketertinggalannya, karena Adhi Sibolangit (Bass) dan Hadi (Drummer) juga sudah siap tempur," jelas Benny yang belakangan permainan gitarnya tak berkembang,

Menurut Benny, belakangan ini ia sibuk menata kembali grupnya setelah ditinggal Deddy Dores dan Yanto. "Waktu ditinggal Deddy Stanzah dan Jockie S, saya tak mati langkah mencari pemain baru. Karena saya berkeinginan suatu saat Giant Step bisa berkembang jauh lebih baik lagi kedepan, dan sekaranglah saatnya kami bekerja keras untuk menjadi grup terbaik".

Setelah berlatih intensif selama 3 bulan, Benny memperkenalkan Giant Step formasi baru di Bogor dengan pertimbangan lebih mudah masuk ke Jakarta. "Bandung merupakan rumah kami, setiap saat bisa show di kota sendiri. Karena dengan menaklukan Jakarta, selanjutnya mudah untuk show di kota-kota berikutnya."

Apa yang diharapkan Benny terbukti, setelah meraih sukses di Bogor. Giant Step tampil di Taman Ria Monas Jakarta dengan disaksikan sekitar 15.000 penonton yang penasaran ingin tahu seperti apa Giant Step formasi baru dengan dua musisi hebat Albert Warnerin dan Triawan Munaf.

Hebatnya lagi, Giant Step berhasil mengungguli SAS dalam pengumpulan penonton terbanyak. SAS hanya 13.000 orang, "Saya tak menyangka antuasias penonton yang begitu besar," sahut Albert Warnerin yang baru pertama kali show di Jakarta. Begitu pula Triawan Munaf "Apa lagi kami bisa mengalahkan SAS dari segi pengumpulan penonton yang membuat saya semakin semangat untuk bisa show bersama SAS".

Sebelumnya Giant Step pernah tampil di Taman Ria, Monas saat itu itu formasinya masih ada Deddy Dores dan Yanto, mereka cukup sukses. Ketika akhirnya tersiar kabar bahwa Giant Step kembali ke Taman Ria Monas, pengelolanya sempat ketar ketir karena nama Albert dan Triawan belum dikenal banyak pecinta panggung musik rock di Jakarta.

02 Triawan Munaf Giant Step IstimewaTriawan Munaf - Giant Step (Istimewa)

Benny dan Adhi Sibolangit sebagai frontman berhasil memecahkan keraguan itu,membuat Albert dan Triawan ikut tergerak untuk beraksi. Albert terlihat lebih bersemangat menggerayangi gitarnya. Sementara Triawan jari jemarinya  lincah mengisi irama musik khas Giant Step yang dikategorikan sebagai progressive rock-nya Indonesia.

Usai manggung di Bogor dan Jakarta, Benny langsung menggiring teman-teman satu grupnya masuk studio untuk merekam album "Giant Step On The Move". "Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, Giant Step harus mengejar ketinggalan. Maka dengan album perdana ini, kami akan melakukan tour show promosinya ke berbagai kota diseluruh Jawa.

Dengar beredarnya album "Giant Step On The Move" nanti, saya berharap banyak yang membeli agar mereka bisa mendengarkannya, terlebih dahulu sebelum menonton konser Giant Step.”

Mengapa lagu-lagu pada album perdana seluruhnya berbahasa Inggeris?" Kita belum terbiasa mendengar lagu rock berbahasa Indonesia, yang terpenting ini lagu ciptaan saya sendiri, juga ada karya Albert dan Triawan. Kalau album perdana Giant Step bisa diterima,  maka pada album berikutnya saya akan mencoba membuat lagu rock berbahasa Indonesia"./ Buyunk

03 Albert Warnerin IstimewaAlbert Warnerin (Istimewa)

Tuesday, 27 December 2016 14:40

Steven Jam

Menggoyang Bali Lewat Musik Santai

Satu lagi acara festival musik yang digelar di Bali dengan tajuk San Miguel, Midnight Groove pada penghujung tahun ini yang diberi tema ”Only in Just Between Friends”. Di cafe Rumahan Bistro. Festival yang menghadirkan Steven Jam untuk memuaskan para pecinta musik reggae merupakan acara penutup dari rangkaian road show party San Miguel di Midnight Groove.

Road show party yang dilaksanakan di tiga kota besar yakni Bandung, Jakarta dan terakhir di Bali diyakini menjadi daya tarik juga bagi wisatawan yang ada di Bali sehingga jumlah yang hadir diyakini akan lebih banyak dari kota-kota sebelumnya.

"Kami pilih ketiga kota tersebut karena menjadi scene trendsetter lifestyle yang saat ini sangat berkembang. Ditambah basis generasi Y Millenials yang cukup besar dan memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi perekonomian Indonesia," ungkap Jaka Sebastian, Brand Manager PT. Delta Djakarta yang hadir dalam acara ini.

Saat berada di panggung, band yang dipimpin oleh Steven sebagai vokalis ini pun membawakan sedikitnya sepuluh lagu. Dari semua lagu yang dinyanyikan ini, beberapa lagu dari albumnya bersama band Steven and Coconut Treez juga dibawakan. Sebut saja, lagu ‘Bebas Merdeka’, ‘Kembali’, ‘Lagu Pantai’ serta beberapa lagu lainnya.

02 Steven Jam On Stage IstimewaSteven Jam On Stage (Istimewa)

Hasilnya, ratusan penggemar band asal Jakarta ini larut dalam alunan reggae yang identik dengan musik santai ini. Tidak hanya menikmati musik hidup tersebut, para pengunjung juga dapat berbagi cerita dengan sahabat dan orang terdekat sambil menikmati San Miguel.

Dikesempatan ini, juga artis dan talent juga berpartisipasi dalam kampanye “Drink Responsible” melalui pesan-pesan positif yang disampaikan di acara tersebut. Diharapkan hal ini dapat mengedukasi lewat tagline “Don’t drive while drunk, and always know your limit”./ Ibonk

 

Tuesday, 27 December 2016 16:41

George Michael

Dari Wham! Sampai Natal Terakhirnya

Seperti yang kita ketahui bahwa bintang pop asal inggris, George Michael, meninggal di rumahnya, tepat pada hari Natal, pada Minggu 25 Desember 2016 malam. Kabar duka tersebut merupakan laporan yang dipublikasikan pihak keluarganya. ”Dengan duka mendalam, kami konfirmasikan bahwa putra tercinta kami, kakak, sekaligus teman, George (Michael) meninggal dengan tenang di kediamannya saat Natal.”

George meninggal di rumahnya di Goring, Inggris yang menurut Cindi Berger, jubirnya mengatakan bahwa George Michael tidak dalam kondisi sakit sesaat sebelum meninggal. Sementara itu, manajer George Michael, Michael Lippman mengatakan, kemungkinan penyebab kematian berhubungan dengan kondisi jantung.  ”Kepolisian Thames Valley mendapat panggilan darurat sekitar pukul 14.00 saat Natal. Diketahui, penyanyi berusia 53 tahun itu meninggal di tempat," ujar kepolisian setempat.

Merujuk kebelakang, George Michael yang terlahir dengan nama Georgios Kyriacos Panayiotou di London Utara pada 25 Juni 1963 ini, selama karirnya telah berhasil menjual lebih dari 100 juta album dan bertahan sepanjang empat dekade. Ia cukup lama memupuk mimpinya menjadi orang terkenal dan mengawali ambisinya dengan bermain musik di kereta bawah tanah London.

Lalu pada  tahun 1981 selepas SMA, inilah langkah emas yang ia ayunkan bersama Andrew Ridgeley. Mereka berkolaborasi untuk membentuk grup duo, bergaya pop disko bernama Wham!. Duo inilah yang akhirnya menjadi sangat terkenal. Dou yang menguasai era 1980-an hingga 1990-an. Lewat gaya rambut yang khas, tatapan mata yang tajam, duo ini secara serta merta menarik perhatian jutaan remaja dunia.

02 Wham! IstimewaWham! (Istimewa)

"Menjadi terkenal adalah hal yang diinginkan hampir semua orang untuk menutupi kelemahannya dengan cara dicintai oleh publik dan saya tidak menampik hal itu,” ujar George pada saat itu.

Album pertama Wham! ”Fantastic” yang dirilis pada tahun 1983, merajai tangga lagu di Inggris dan Amerika. Salah satu single-nya ‘Wake Me Up Before You Go-Go’ menjadi pemuncak pada tiap tangga lagu di radio-radio. Wham! juga mencatatkan diri sebagai grup pop pertama dari dunia barat yang menggelar tur di Tiongkok.

Duo yang disebut-sebut sebagai yang tersukses sepanjang sejarah ini melahirkan hits lainnya yang cukup fenomenal seperti ‘Careless Whisper’, ‘Last Christmas’, ‘Faith’ ataupun ‘Freedom’.

Walaupun tak ada pesta yang tak usai, karena adanya perbedaan visi diantara keduanya terkait warna musik, Wham! pun dibubarkan pada tahun 1986 secara damai. Sejak itu, George Michael melanjutkan peruntungannya di dunia musik dengan bersolo karier termasuk merekam ulang lagu anti perang Don McLean dari tahun 1970 dalam rangka memprotes perang Irak.

Sederetan penyanyi kelas atas pernah dilibatkannya dalam karya-karyanya, sebutlah Luciano Pavarotti, Elton John, Ray Charles, Aretha Franklin dan lainnya. Prestasi ini setidaknya menunjukkan seberapa besar apresiasi para seniornya di dunia musik tersebut kepada George.

Popularitas yang serta merta meningkat membuat kehidupan pribadinya menjadi sorotan media. Kegamangan hidup mulai membuatnya kehilangan arah. Banyak yang kaget ketika pada usia 24 tahun, disaat berada di puncak kejayaan dia berani mengakui kalau dirinya adalah gay. Belakangan, kecanduan obat-obatan menjadi memperburuk citranya sampai kemudian dia ditangkap atas kepemilikan obat-obatan terlarang pada Februari 2006 diikuti kasus lainnya. Semua diakuinya berawal pada saat dirinya dalam waktu berdekatan harus kehilangan ibu dan kekasihnya, Anselmo Feleppa

Dalam salah satu kesempatan, dia mengakui sedang mencoba berhenti mengkonsumsi ganja saat kasus tersebut terjadi dan membuat dia mendekam 4 pekan di penjara Highpoint di Suffolk, Inggris  pada 2010. George Michael juga dilaporkan hampir meninggal karena pneumonia pada penghujung 2011 usai menjalani perawatan di rumah sakit.

03 George Michael IstimewaGeorge Michael (Istimewa)

Pada 2011, George Michael menunda serangkaian konsernya setelah dirawat di rumah sakit akibat radang paru-paru. Tim dokter ketika itu dilaporkan melakukan tracheotomy untuk memubuka saluran udara. Di rumah sakit Michael dilaporkan beberapa kali tak sadarkan diri. Namun pada tahun 2016 ini, popularitas George Michael kembali terdongkrak saat kebesarannya diungkit dalam film ”Deadpool” termasuk lagu fenomenalnya, ”Careless Whisper”.  

Begitulah, kematiannya secara mendadak sedikit banyak membuat terhenyak penggemarnya. Terlepas dari berita-berita miring tentang dirinya, bagaimanapun juga George Michael adalah musisi bertalenta hebat dan telah menorehkan tinta emas di blantika musik dunia. Seperti sebuah pesan bagus yang dituliskan oleh bintang Star Terk, George Takei “Rest with the glittering stars, George Michael. You've found your Freedom, your Faith. It was your Last Christmas, and we shall miss you”./ Ibonk

 

Sunday, 25 December 2016 09:33

Vicky Shu

Kepingin Bawakan Musik Sesuai Karakter

Vicky Veranita Yudhasoka kelahiran Cilacap, 8 Juli 1987 yang dikenal dengan nama Vicky Shu, mulai dikenal setelah setelah merilis album di tahun 2011 ‘Drink Me’ dengan lagu andalannya ‘Mari Bercinta’. Label sexy pun kerap melekat padanya, walaupun dia pernah merasa minder dengan bentuk tubuhnya. Pernah menjadi finalis Miss Indonesia di tahun 2007 mewakili Jawa Tengah, penyanyi beraliran pop ini juga piawai memainkan alat musik gitar dan piano.

Mengawali karir sebagai backing vokal dari beberapa musisi selama beberapa tahun membuatnya piawai dalam memecah lagu. Vicky yang enggan disebut model yang terjun dibidang musik ini sejak SMP sudah memainkan alat musik di bandnya kala itu. Penyuka musik swing ini juga mempunyai hobby merancang sepatu yang membuatnya terjun ke dunia fashion dengan label produk Syu Shu. Karena kesibukannya di dunia model dan fashion lama tak terdengar kiprahnya di dunia musik.

NewsMusik sempat berbincang-bincang dengan Vicky mengenai khabarnya saat ini, berikut kutipan perbincangan dengan Vicky :

Apa khabar Vicky
Baik Alhamdulillah

Vicky cerita dong kegiatan kamu akhir-akhir ini apa, sampai akhirnya merilis single ‘Cry Cry’ ?
Kalau aku sekarang ini kebetulan lagi banyak ambil job yang off air, jadi hampir setiap hari pindah antar kota sampai antar provinsi. Alhamdulillah, bahkan sampai antar negara juga untuk mengerjakan pekerjaan sebagai seorang pengamen… Ngamenlah istilahnya, sambil menjalankan beberapa bisnis juga salah satunya yang mungkin sudah dikenal dibidang fashion khususnya sepatu.

Apa yang mendasari Vicky mau terjun ke industri musik ?
Banyak orang salah paham, jadi karena aku pernah ikut serta  dari ajang miss-miss-an itu aku dibilangnya adalah model yang terjun ke dunia musik. Sebetulnya bukan, aku seorang musisi yang pada waktu itu terjebak mengikuti ajang keputri-putrian tersebut. Karena memang basic dari kecil dimusik dulupun aku juga pemain piano dan keyboard. Bahkan pada waktu SMP aku sempat main band dan jadi pemain drum di band itu malah, jadi awalnya aku mempelajari semua alat musik.

Basic dari memainkan beberapa alat musik, akupun mencoba untuk menyanyi misalnya kalau ada perpisahan sekolah, dan kegiatan lainnya. Selain menyanyi juga di band juga kadang sebagai keyboardist dan backing vocal. Terjun di bidang menyanyi kebetulan pada waktu kuliah sampai lulus aku ditawari sebagai backing vocal salah satu band yang terbesar di Indonesia. Dari situ aku mulai merintis menjadi backing vokal, akan tetapi bersamaan aku diminta tolong untuk mewakili Jawa Tengah di ajang Nasional, kebetulan aku berasal dari Cilacap.

Nah! dari situ aku  terjebak untuk mengikuti salah satu ajang keputrian, sejak saat itu banyak orang akhirnya berfikir aku seorang model yang terjun ke dunia musik padahal tidak. Sebetulnya aku adalah seorang musisi yang terjebak, setelah ajang tersebut aku tetap menjadi backing vocal dari beberapa musisi  ternama di Indonesia.

Kenapa dibilang terjebak di dunia model ?
Aku memang tidak merasa menjadi seorang model, karena kalau menjadi model itu aku mempunyai badan yang tinggi langsing, aku merasa biasa-biasa saja. Bahkan pada waktu pemilihan tersebut karena dasarnya memang di musik,  unjuk bakatnya dengan bernyanyi dan bermain musik.

Vicky kan sudah mengeluarkan satu album dan juga beberapa single yang cukup berhasil di pasaran, apa yang Vicky lakukan agar eksistensi kamu bisa panjang di dunia musik ?
Sebetulnya yang paling penting kita jaga adalah hubungan baik dengan orang, kadang banyak orang yang berfikir semata-mata eksistensi adalah muncul ditelevisi. Padahal sebetulnya untuk kita sebagai seorang entertainer, pekerjaan dibelakang itu juga sangat dibutuhkan. Itulah makanya kita harus selalu maksimal, maksimal tidak hanya kita diatas panggung tetapi juga dibelakang panggung bagaimana kita bersikap terhadap orang-orang disekitarnya dari level apapun, segmen apapun kita semua harus baik kita harus jaga.

Karena yang selalu saya fikirkan adalah menjaga hubungan baik jangka panjang. Sampai kapanpun ketika kita memiliki kenangan yang baik, pasti sampai kapanpun orang akan selalu diingat. Jadi tidak sekedar menjadi sesuatu itu sombong atau apa, karena menurut aku itu hanya sesaat dan sifatnya hanya jangka pendek saja. Sangat penting itu attitude buat aku terutama sebagai seorang entertainer.

02 Vicky Shu IbonkVicky Shu (foto: Ibonk)

Siapa yang menjadi idola bagi seorang Vicky di industri musik ?
Kalau musisi luar banyak, karena kebetulan kalau basicly sebenarnya kalau mau nanya aliran musik ku adalah penyanyi Swing. Cuma kebetulan menyesuaikan sebagai musisi di Indonesia, yang menggiring aku akhirnya menjadi seorang musisi pop. Menyanyi lagu pop itu susah, semua jenis musik ataupun semua genre musik itu susah menurut aku, jadi ada tantangannya masing-masing.

Aku paling tidak suka orang yang mengkotak-kotakkan musik, menggangapnya yang ini lebih bagus yang ini tidak.  Menurut aku semua bagus, semua ada tingkat kesulitannya masing-masing, dan kalau aku pribadi dari kecil aku mendengarkan musik klasik. Mulai dari Frank Sinatra, Eralfis Gerald, sampai musik-musik dari setiap era jaman aku suka semuanya aku dengarkan. Baik dari luar negeri maupun Indonesia aku dengerin. Tetapi misalnya kalau ada sedikit patokan dalam melihat bagaimana cara bersikap terhadap orang lain, aku sangat salut terhadap, Krisdayanti.

Kenapa Krisdayanti ?
Karena atensi dia terhadap seseorang itu luar biasa sekali, kenapa aku bilang begitu. Karena pengalaman aku sewaktu aku baru muncul sebagai seorang penyanyi baru dengan single pertamaku ‘Mari Bercinta’ , aku tidak pernah bertemu dengan beliau, , ketemu di mall beliau yang menyapa duluan. Dan bilang saya suka sekali dengan lagu kamu. Buat seorang penyanyi pendatang baru yang belum pernah kenal dan belum pernah ketemu itu adalah seatu apresiasi dan patut dijadikan contoh, bahwa seorang sebesar apapun tidak boleh menjadi sombong.

Tadi sempat disebutkan bahwa Vicky menyukai Swing, apa tantangan terberat Vicky ketika sekarang harus berkompromi dengan genre musik pop saat ini, apa saja kesulitannya ?
Itulah makanya, kompromi dengan pasar kompromi dengan lingkungan itu sangat dibutuhkan, makanya aku terus belajar, karena selalu ada tantangan. Buat aku sebagai seorang penyanyi dengan aliran swing, era-era big band jaman dulu itu untuk menyanyikan lagu yang benar-benar pop ala Indonesia itu tantangannnya luar biasa dan awal-awal apalagi banyak yang suka ngatain, dibilangnya gak bisa nyanyi, dibilang ini itu.

Sebetulnya dalam hati aku pingin teriak bahwa sebetulnya aku bisa nyanyi lho. Cuma ini bukan aliran musik aku dan dibuat aliran musik seperti ini. Tapi memang kita harus sedikit mengkesampaingkan idealisme berkompromi dengan pasar musik di Indonesia dan menurut aku asal stabil dan gak harus selalu besar banget dan harus langsung melompat.

Karena memang menurut aku sesuatu yang gampang naik akan gampang juga jatuhnya, jadi banyak step-stepn-ya. Stabil, banyak belajar , kalau kayak aku untungnya disetiap acara aku bisa menyesuaikan, missal di acara wedding aku bisa menyesuaikan, kebutuhannya apa, lagu pop atau dangdut bahan lagu mandarin dan segala macam aku nyanyikan, nah itu dia pentingnya kompromi menurut aku.

Kebetulan tahun ini aku mendapatkan satu kesempatan berbahagia itu di bulan September kemarin, mendapat kesempatan meyanyi di New York dan menyanyikan lagu favorit aku. Alhamdulillah responnya baik sekali, lagu New York New York dari Frank Sinatra yang nonton juga orang sana  bahkan 50% semuanya orang Broadway. Ketika menyanyi juga responnya bagus bahkan ketika selesai nyanyi mereka juga menanyakan bahwa aku bukan orang sini tetapi bisa menyanyikan lagu ini dengan bagus. Entah kenapa aku terharu banget karena aku bisa menjadi diriku sendiri.

Dengan kesibukan Vicky yang cukup luar biasa, gimana cara bagi waktunya ?
Sebetulnya memang aku banyak keluar kota juga, dan ketika pulangpun aku lebih stay dirumah, menyelesaikan pekerjaan lain, masak, olah raga, paling sesekali jalan-jalan dengan keluarga. Bagi waktunya yaa semaksimal mungkin, contoh yang paling simple dengan jam tidur karena pekerjaan aku ini tidak mungkin punya jam tidur yang stabil, rutinitas bisa berubah-rubah termasuk juga jam tidur,  jadi memang harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Dan aku punya kewajiban sebelum perform 1 atau 2 jam wajib tidur dulu. Tricknya Cuma satu kemanapun aku pergi aku selalu bawa bantal leher, jadi dimanapun bisa tidur dan juga syal untuk nutupin muka jadi kalau ada celah untuk tidur yaa aku tidur. Ooo iya satu lagi untuk jaga stamina aku selalu bawa madu kemana-mana karena tidak suka minum vitamin atau apapun.

Waktu mau perform ada syarat tertentu atau ritual tertentu sebelum perform ?
Dari dulu kalau mau perform selalu santai, mungkin merasa kalau naik panggung jiwanya disitu. Jadi rutinitas yang paling pasti adalah tidur, mandi, make up, sudah tentu sambil makeup warming up untuk latihan suaranya juga agar nanti keluar. Sekedar humming atau sampai menyanyikan lagu-lagu favorit atau lagu-lagu yang akan dinyanyikan belum hapal. Yang jelas  sebelum perform aku juga minta disediakan atau harus minum teh panas atau jahe panas.

Ada pengalaman serukah selama perjalanan karir Vicky, yang menyenangkan atau malah menyedihkan ?
Buat aku semua seru dan pengalaman baru menyenangkan. Masa-masa pada saat jadi backing vokal pun buat aku membuat sekarang jadi pelajaran buat aku, lebih kuat lebih stabil dan sudah terbiasa dengan kondisi sekarang ini. Entah kenapa dulu aku mendapat kesempatan menjadi backing vokal langsung dari musisi-musisi besar dan tahun itupun kesibukannya luar biasa.

Jadi aku memang tak pernah pulang ke luar kota terus mengkuti jadwal mereka dan banyak belajar dan menjaga hubungan baik dengan orang. Banyak proses pembelajaran dari itu semua, banyak orang yang tahunya aku langsung naik karirnya padahal prosesnya sekitar 2 tahun aku menjadi backing vokal dulu.

Single ‘Cry Cry’ dari remix dari Korea group tiara, bisa diceritakan kenapa Vicky terpilih mendapatkan single itu untuk dibawakan ?
Kalau untuk aku pribadi aku bukan K-Pop lovers, tapi juga bukan berarti tidak mendengarkan, aku mendengarkan musik dari negara manapun dengan genre apapun. Awalnya memang aku dtawarkan dari pihak label dan manajemen ada sekitar 6 lagu yang ditawarkan oleh publisher Korea, dan aku juga tidak tahu kalau lagu itu sebetulnya lagu-lagu itu sudah menjadi single yang hits di Korea dan sudah dinyanyikan.

Aku coba untuk mendengarkan dan memang lagu ini aku banget, waktu pertama kali dengar lagunya kok mirip lagu Britney Spears dan aku penggila dia. Dari situlah aku baru tahu kalau lagu itu sudah dibawakan. Aku dengar versi aslinya dan mereka tidak masalah untuk me-remix lagu ini, tugasnya adalah membuat lirik versi Bahasa Indonesianya, tidak perlu diterjemahkan yang penting terdengar sama, direkam kemudian dikirim untuk mendapat approval mereka. Sempat pitar otak juga kira-kira lirik versi bahasa Indonesianya bagaimana, dan aku buat bagaimana caranya supaya pronounciation nya sama dengan versi Koreanya.

03 Vicky Shu IbonkVicky Shu (foto: Ibonk)

Ada kesulitan tidak karena mereka menyanyikan secara group sementara Vicky sendiri ?
Nggak, kebetulan kalau girl band Korea rata-rata bukan tipe yang pecah suara, jadi kalau rekaman karena background-nya mantan backing vokal, aku malah senang kalau lebih senang disuruh isi bagian backing vokal. Jadi pas rekaman lebih seru. Tapi kalau livenya aman-aman aja, gak ada masalah.

Versi Indonesiaya ada backing vokalnya, atau Vicky sendiri yang isi ?
Kalau di lagu ini sudah ada yang ngisi, padahal aku suka banget ngisi backing vokal bahkan dari lagu aku sendiri.

Kalau tiba-tiba pasar minta merubah image Vicky untuk merubah keinginan pasar untuk musik yang seperti ini terus, bagaimana tanggapannya ?
Kalau aku sih tidak masalah karena basically seorang musisi memang harus selalu berkompromi, tanpa menghilangkan ciri khasnya. Karena banyak orang mendengar lagu apa tapi mereka tahu akunya, kadang suka begitu, mungkin karena dari sisi aku mungkin karena kuatnya kharakter dari aku sendiri sebagai pribadi. Jadi untuk lagu apapun buat aku gak masalah, bahkan untuk offairi pun aku fleksible bawain lagu apapun. Keinginanku saat ini sebetulnya lebih membawakan  musik yang memang jadi karakterku.

Ada keinginan mau kolaborasi dengan siapa ?
Pinginnya sih kolaborasi sama Curt Cobain atau Frank Sinatra. Tapi sudah tidak ada semua orangnya (sambil tertawa). Kalau Indonesia banyaklah, karena setiap musisi ciri-cirinya berbeda, karena siapapun itu. Waljinah mungkin karena dari dulu aku pecinta budaya dan pecinta sejarah, jangankan sejarah diluar negeri apalagi Indonesia apalagi terkait dengan budaya menurutku sesuatu yang bagus juga untuk kolaborasi.

Karena tanpa kita sadari lagu-lagu diluar kadang ada unsur gamelan, itu salah satu yang aku inginkan dari dulu. Seperti almarhum Chrisye yang dulu juga ada kolaborasi dengan Waljinah, keren banget menurutku sexy dengarnya, menarik.

Terakhir, ada yang ingin disampaikan  untuk pecinta musik Indonesia ?
Selalu support musisi dan musik Indonesia, dengan alasan apapun. Jadi cintai negeri sendiri walaupun kita tidak menutup diri dari perkembangan Internasional./ YDhew

 

Monday, 26 December 2016 09:24

Harry Roesli

Saya Bikin Lirik Dulu, Baru Musiknya

Sejak duduk dibangku SD, Harry Roesli sudah menyukai musik tradisonil Sunda. Setelah duduk dibangku SMP, barulah ia mempelajari musik tradisionil Sunda khususnya gamelan. Harry berguru pada Tatang Kartiwa seorang tokoh karawitan Sunda yang kesohor. Minatnya begitu menggebu-gebu untuk menggabungkan nada-nada diatonis dengan pentatonis. Sebuah eksperimen musik yang tak lazim, aneh dan menabrak pakem musik trasionil Sunda, Namun Harry Roesli tak peduli ia ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya punya kemampuan.

Pada waktu bersamaan, Guruh Soekarnoputera juga bereksperimen menggabungkan musik tradisionil Bali dengan musik rock ala barat. “Hal tersebut memacu semangat saya untuk melakukan hal yang sama dengan Guruh. Bahwa anak-anak muda sekarang harus dibiasakan mendengar musik tradisionil, Sunda, Jawa, Bali atau dari daerah-daerah lainnya. Musik kita lebih kaya kalau digali dan dipelajari dengan serius."

Harry tak ingin disebut bereksperimen, karena kesannya  coba-coba. "Padahal saya melakukan suatu hal yang serius buat perkembangan musik Indonesia selanjutnya. Saya menggabungkan musik tradisionil Sunda dengan musik barat, supaya enak didengar, Masyarakat harus jeli bahwa dalam musik saya itu penuh makna serta ada pesan yang tertuang pada lirik-liriknya."

Harry Roesli mengaku dirinya selalu membuat liriknya terlebih dahulu, setelah itu baru musiknya. "Saya tidak bisa membuat lirik asal-asalan seperti lagu pop kacangan, karena saya ingin menyampaikan pesan yang berguna buat masyarakat." Saking seriusnya membuat lirik lagu Harry pernah menulis satu baris lirik dalam waktu satu bulan. "Itu terjadi saat saya menulis 'Kaki Langit Bumi Yang Miring'. Saya berusaha untuk menulis lirik yang komunikatif dengan penggemar musik, walaupun cuma sepenggal kata."

02 Harry Roesli IstimewaHarry Roesli (Istimewa)

Bila Guruh diprotes para seniman musik tradisionil Bali, sama halnya dengan Harry Roesli yang diserang para tokoh seni karawitan Sunda seperti Mahyar yang melarang Harry agar tidak bereksperimen lagi. "Jangan bikin lagu-lagu yang aneh. Selain merusak telinga, juga menghilangkan makna seni karawitan itu sendiri,” kata tokoh Sunda yang dihormati Harry Roesli.

Harry tak menyangkal hal tersebut, secara teoritis memang tak mungkin bisa sinkron antara gamelan apapun dengan diatonis. "Guruh harus mengakui hal itu, bahwa ada dua nada di salendro dan tiga nada di pelog yang jelas tak sama. Tapi karena tak sama itulah yang membuat saya menguliknya menjadi sebuah lagu. Caranya dengan membuat tipuan saat kidung gamelan masuk pada nada yang tak ada pada keyboard. Saya tipu pakai akord sehingga bisa tertutup."

Harry ingin karya musiknya diakui bukan dengan uang, oleh karena itu ia amat menyayangkan Guruh dan Gipsy-nya menjual album eksperimennya dengan harga yang tinggi. "Masyarakat banyak terkaget-kaget saat membeli seharga Rp.2.500,- umumnya mereka membeli kaset diangka Rp.800,- hingga Rp.1000,-  Katanya Guruh mau karyanya bisa menyebar ke masyarakat banyak."

Album “Guruh-Gipsy” dijual seharga Rp.2.500,- sedangkan "Titik Api", "Ken Arock" atau "Gadis Plastik"nya Harry Roesli, tak lebih dari seribu rupiah. "Album Guruh-Gipsy memang bagus sekali, terasa berat buat orang awam. Apa lagi Guruh membuat liriknya dengan bahasa Bali, dan ternyata anak-anak muda menyukai musik-musik seperti itu. Mereka sudah bosan dicekoki lagu-lagu pop kacang goreng. Lagu-lagu cinta yang penuh rintihan dan mendayu-dayu. Tiba-tiba tiba muncul saya dan Guruh menyodorkan musik alternatif.”

03 Harry Roesli IstimewaHarry Roesli (Istimewa)

Harry pun tak melupakan Amin Cengli pemilik Musica Studio. Tauke kaset ini kesohor dikalangan musisi-musisi lantaran berani mengambil The Rollies yang dibilang grup sampah oleh Eugene Timothy bosnya Remaco. "Suatu hari saya ditelpon om Amin dan dia bilang mau mendukung musik-musik yang saya garap. Saya langsung berangkat ke Jakarta. Oleh om Amin saya dikontrak 4 album sekaligus dan dikasih duit muka yang banyak, Padahal saya belum siap apa-apa. Om Amin bilang dia percaya, saya dikasih pakai studionya 1 bulan full. Hebat tauke satu ini, yang lain mana berani.”

Harry tak mau menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan. Ia pulang kembali ke Bandung untuk bekerja membuat lagu secepat mngkin. "Saya ajak Albert Warnerin dan Triawan Munaf untuk menggarap album perdana bersama Musica  bertajuk "Tanah Berduka Cita". Ini album pop rock yang ada gamelannya juga. Setelah dibuat musik dasarnya, baru saya dan teman-teman berangkat ke Musica Studio."

Amin Cengli terkejut, ia tak menyangka Harry bekerja secepat itu. Studio yang dijanjikannya segera dikosongkan. Semua perlengkapannya disediakan. Tauke kaset tersebut bahkan memberikan kebebasan kepada Harry Roesli tanpa sedikitpun mencampuri urusan rekamannya. "Saya hanya mau Harry dan teman-teman bisa membuat album terbaik. Hasilnya juga buat Harry dan kawan-kawan," sahut Amin Cengli yang tak henti-hentinya menawarkan semua kebutuhan Harry. "Tinggal nyebut saja," ujarnya./ Buyunk

 

Thursday, 22 December 2016 15:16

Tantowi Yahya

Lagu Untuk Kerukunan Bangsa

Kondisi bangsa Indonesia yang belakangan ini terjadi diindikasikan mengancam Bhinneka Tunggal Ika. Hal tersebut membuat insan musik turut prihatin. Keprihatinan itu kemudian dituangkan melalui sebuah lagu yang berjudul 'Satu Indonesiaku'. Musisi sekaligus politisi, Tantowi Yahya mengatakan ide tersebut digagasnya bersama dengan Gumilang Ramadhan yang merupakan Ketua Umum ASIRI (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia) dan mendapat dukungan penuh dari Erwin Gutawa dan Toni Sianipar.

"Sebagaimana yang kita tahu, Pancasila dan Bhinneka sedang dalam cobaan yang sangat besar. Kalau kita tidak terpanggil untuk melakukan sesuatu, maka ada kekhawatiran kondisi akan memburuk dan Indonesia yang Bhinneka tinggal kenangan," kata Tantowi di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Tantowi menjelaskan singel 'Satu Indonesiaku' terdiri dari empat lagu yakni 'Rayuan Pulau Kelapa', 'Kolam Susu', 'Zamrud Khatulistiwa' dan 'Pemuda'. Tidak tanggung-tanggung, 30 musisi papan atas di antaranya Raisa, Ariel, Afgan, Rossa, Glenn Fredly, dan Bimbo diminta  untuk menyanyikan lagu tersebut.

"Saya pun minta supaya lagu ini dinyanyikan artis-artis top semua. Perhitungan kami kalau satu artis punya lima juta fans, 20 artis saja sudah 100 orang yang mendengarkan lagu ini," ujar Ketua PAPPRI itu.

Selanjutnya terhitung sejak hari itu, singel tersebut diperdengarkan di 680 radio swasta di Indonesia. Selain itu video klip 'Satu Indonesiaku' juga ditayangkan di 80 layar Cinema XXI sebelum film dimulai. "Besok atau lusa kita akan upload di Youtube. Kita doakan semoga bisa menjadi viral," harap pria yang tidak lama lagi akan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru tersebut.

02 Launching Satu Indonesiaku IstimewaLaunching Satu Indonesiaku (Istimewa)

Banyak tokoh ternama hadir dalam acara rilis single ini, terlihat antara lain, Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin. Mereka rata-rata berjanji menyebarkan lagu itu ke lembaga masing-masing.

Arief Yahya juga sepakat bahwa pendekatan budaya bersifat lebih cair untuk menembus batas dan perbedaan. Ia optimis setiap orang Indonesia akan tersentuh saat mendengar lagu ini. “Saya akan meminta hotel serta pihak-pihak yang bersentuhan dengan destinasi wisata untuk memutar lagu ini.”

Tanto dengan senyum terkembang menyebut lagu ‘Satu Indonesiaku’ tidak diniatkan untuk dikomersialisasikan. Tanto malah mengijinkan ‘Satu Indonesiaku’ untuk disebarkan seluas-luasnya dan mengiijinkan dibajak. "Khusus lagu ini, makin dibajak makin bagus. Karena dengan begitu akan semakin banyak yang mendengarnya dan semoga juga bisa tergugah untuk menjadikan Indonesia damai dan bersatu.” ungkapnya./ Ibonk

Tuesday, 20 December 2016 14:45

God Bless

Album Serba 7

Group band rock legendaries yang personilnya terdiri dari Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fattah Gagola (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Fajar Satritama (drum) di usianya yang sudah memasuki tahun ke 43 kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia. Sempat vakum selama tujuh tahun tidak membuat musikalitas mereka surut, diusia yang sudah tidak muda lagi mereka tetap berkarya dengan kembali meluncurkan album yang bertajuk “Cermin 7”.

“Cermin” seperti yang diketahui adalah album yang telah dirilis pada tahun 1982, di dalam album yang diluncurkan Sabtu (17/12) di studio Indosiar  berisi 12 lagu. Sembilan di antaranya merupakan lagu lama seperti ‘Selamat Pagi Indonesia’, ‘Anak Adam’, ‘Cermin’, ‘Musisi’, ‘Balada Sejuta Wajah’, dan lainnya. Tiga lagu lainnya adalah materi baru yaitu ‘Damai’, ‘Kukuh’, dan ‘Bukan Mimpi Bukan Ilusi’.

“Album ini merupakan respon dari permintaan beberapa musisi yang memang kesulitan untuk mencari album Cermin, dan merupakan tantangan juga buat kita untuk berkreativitas dengan menggarap ulang album ini”, jelas Iyek sapaan dari Ahmad Albar.

Album yang pada era 80-an sempat menjadi inspirasi bagi band-band rock kala itu, juga perwujudan idealisme dari masing-masing personil. Cermin 7 ini merupakan kejujuran dan idealisme mereka dalam bermusik. Kejujuran dalam bermusik mereka tumpahkan di album ini dengan bermain sesuka hati, “Semacam menemui jati diri,  setelah sekian puluh tahun banyak saluran banyak warna yang kita mainkan tetapi kami masih di sini," kata Donny Fattah menambahkan.

02 God Bless IstimewaGod Bless (istimewa)

Angka 7 yang menjadi nuansa dari album ini adalah secara kebetulan  “Kita absen tidak mengeluarkan album 7 tahun, usia God Bless 43 yang jika dijumlahnya menjadi 7 tahun, pada tahun ini juga  usia saya berkepala 7,” jelas Iyek. Jumlah CD pun dibuat dengan bernuansa 7 dan terbatas dengan jumlah hanya 777 keping, jadi memang special tambah Iyek lagi.

Album yang dirilis dalam format double album ini lebih segar dan berwarna dibandingkan dengan album Cermin sebelumnya walaupun tanpa mengubah bagian utama lagu. Sebagai single terbaru ‘Damai’ ada pesan moral yang ingin disampaikan disaat kondisi negeri saat ini. Damai  dibuat oleh Ian Antono dan liriknya ditulis oleh seniman Teguh SH.

Proses rekaman pun terbilang singkat hanya sekitar 3 bulan, dengan mengandalkan alat rekaman serba analog, proses rekaman album ini merupakan pembuktian bahwa skill mereka masih layak diperhitungkan./ YDhew

 

Page 16 of 112