Konser Sang Bahaduri Konser Sang Bahaduri - Louise Hutauruk (Foto: Ibonk)

Konser Sang Bahaduri

Pagelaran Terbaik di Awal Tahun

Akhirnya, semua berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Walaupun ada kendala, tapi masih dalam batas wajar. Diakhir acara rasa syukur dan lega terpancar di wajah-wajah tim kreatif acara konser Pagelaran Konser Bahaduri dan mereka yang terlibat langsung mempersiapkan event ini. Konser yang sengaja dibuat untuk mengapresiasi karya-karya musik Jockie Suryoprayogo di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu, 24/1 malam.

Konser ini sendiri juga diliputi kesedihan, karena Sys NS yang turut terlibat mempersiapkan keberhasilan acara ini harus berpulang sehari sebelum konser ini dilaksanakan. Akhirnya,  memang tidak hanya Jockie yang jadi tokoh sentral malam itu, tetapi juga almarhum Sys NS menjadi hal yang banyak dibicarakan.

Selain mempersiapkan God Bless sebagai penampil kejutan, Sys juga seharusnya menjadi salah satu pemberi testimoni tentang  hubungannya dengan Jockie.  Karena hubungan Jockie dan Sys NS terjalin sejak diadakannya Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors tahun 70 an.

Konser dibuka lewat kehadiran Aning Katamsi dan Che Cupumanik yang membawakan lagu yang diaransemen oleh Jockie dari lirik puisi WS Rendra berjudul ‘Kesaksian’. Lepas keduanya, muncul lady rocker yang lama menghilang, Nicky Astria lewat tunggalan ‘Biar Semua HIlang’. Nicky tak sendiri, tapi ditemani oleh pemain akordion wanita terbaik negeri ini, Windy Setiadi.

02 Sarah Ibonk

Sarah (Foto: Ibonk)

Kehadiran Nicky membuat sebagian penonton yang memadati venue berteriak histeris karena kerinduan mereka.  Mudah-mudahan lewat penampilannya di konser ini, Nicky bisa memotivasi dirinya untuk membuat konser tunggal atau minimal sering-sering mengisi panggung-panggung musik di dalam negeri. Karena suaranya nan khas, dan kemampuannya berolah vokal yang tak berubah membuat kerinduan penggemarnya tetap membuncah.

Lepas Nicky, hadir  turut hadir juga salah seorang pentolan Pegangsaan, Keenan Nasution yang hadir membawakan tembang masterpiecenya ‘Nuansa Bening’. Bak menyihir semua yang hadir hingga semua ikut bernyanyi bersamanya. Setelah Keenan, hadir pula Dhenok Wahyudi dengan lagu ‘Dalam Cita dan Cinta’, dilanjutkan Fryda Luciana menyanyikan lagu ‘Dalam Kelembutan Pagi’.

Selanjutnya hadir God Bless yang memang menjadi sessi kejutan. Singa tua dalam industri musik rock tanah air ini, memang tidak disiapkan buat manggung di Konser Sang Bahaduri. Ini semua memang ide Sys, yang disampaikannya kepada Seno M Hardjo serta Donny Hardono punggawa DSS.

Dalam perjalanan karirnya, Yockie memang pernah bergabung dalam formasi God Bless tahun 1972. Lewat formasi Yockie (keyboards), Achmad Albar (vocal), Donny Fattah (bas), Ian Antono (gitar) dan Teddy Sujaya (drums). Formasi yang terpilih buat mendampingi Konser Deep Purple tahun 1975 di Stadion Utama Senayan Jakarta.

03 Berlian Hutauruk Ibonk

Berlian Hutauruk (Foto: Ibonk)

Usai Godbless, sederetan penyanyi seperti Benny Soebardja, Glenn Fredly, Gilang Samsoe, Louise Hutauruk, Andi /rif, Fadli Padi, Mondo Gascaro, Tika Bisono, Fariz RM yang berduet dengan Sarah putri Yockie Suryo Prayogo, Dira Sugandi, Bonita dan Once tampil berkesinambungan.

Ujung konser ini menampilkan kuncian yang selalu ditunggu di konser-konser sejenis. Vokal Berlian Hutauruk tampil membawakan lagu ‘Matahari’ dan berlanjut dengan ‘Badai Pasti Berlalu’ seakan menjadi puncak adrenalin dari konser ini. Penampilan kemudian ditutup dengan alunan vokal Ario Wahab menyanyikan tunggalan ‘Juwita’ bersama-sama pendukung lainnya dipanggung.

“Kita harus akui Yockie adalah aset bangsa yang tidak ternilai.  Sama dengan para artis lainnya yang tengah menderita sakit. Kita tengah membangun ekosistem agar mereka lebih terlindungi baik kala sehat maupun sakit. Saya bersama Bekraf terus berjuang untuk itu,”  ungkap Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

04 Ario Wahab Ibonk

Ario Wahab dan Artis Pendukung (Foto: Ibonk)

Ia yang menyaksikan acara ini mengaku amat bangga melihat karya-karya Yockie dihadirkan oleh para musisi lintas usia. Sementara Erros Djarot selaku sahabat Yockie dengan sedikit  emosional memberikan kritik kepada pemerintah dengan harus memberikan perhatian lebih  terhadap para musisi seperti Yockie yang kini tengah sakit.

Memang sepatutnya pemerintah memberikan perhatian khusus bagi para musisi yang telah banyak menunjukkan karya dan mengharumkan nama bangsa. Nama Yockie, bisa jadi jaminan mutu, sehingga mendapat dukungan penuh dari sahabat-sahabat musisi dan mampu mengumpulkan dana sebesar Rp. 514 juta dalam semalam.

Bagaimana dengan musisi lainnya? Seperti Oding Nasution yang tengah terbaring sakit dan memerlukan cuci darah. Juga musisi-musisi lain yang kemampuan ekonominya jauh di bawah standar. Agar tak terkesan negeri ini kerap melupakan mereka para musisi yang telah menorehkan karya-karya terbaiknya./ Ibonk
  

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found