Konser Dongeng Naura 2 Bandung Konser Dongeng 2 Naura di Sabuga Bandung (Istimewa)

Konser Dongeng Naura 2 Bandung

Karir Kinclong Berkat Tangan Dingin Orang Tua

Mengikuti perkembangan Naura sejak kemunculannya di tahun 2014 lalu, rasanya cuma decak kagum yang bimengiringi perjalanan karirnya. Bagaimana tidak, sejak kemunculannya pertama kali, Naura sanggup mempengaruhi anak Indonesia dengan lagu-lagunya. Pertumbuhan karirnyapun terbilang cukup singkat. Bagaimana tidak, anak pasangan penyanyi Nola B3 dan Baldy Mulya Putra ini hadir ditengah pacekliknya tokoh cilik di industri hiburan tanah air.

Dibandingkan dengan sang Ibu yang perlu 20 tahun untuk menggelar konser tunggal, di usianya yang baru menginjak 12 tahun ini, Naura sudah menggelar konser tunggal selama 3 kali dan mendulang sukses. Terlepas dari bakat, kesuksesan Naura adalah juga berkat tangan dingin kedua orang tuanya hingga menjadikan Naura idola baru di industri musik anak Tanah Air.

Sejak booming-nya film bergenre musikal “Petualangan Sherina” di tahun 2000-an yang membawa Sherina Munaf ke jajaran idola cilik baru kala itu, belum ada lagi tokoh idola baru untuk anak di Tanah Air. Pertumbuhan generasi bangsa saat ini yang begitu pesat tidak sebanding dengan pertumbuhan karya lagu anak, yang diisi dengan lirik lagu yang menyenangkan dan syarat dengan edukasi. Kemunculan Naura sendiri membawa angin segar di tengah minimnya lagu anak dan hiburan untuk anak yang berkualitas.

NewsMusik lagi-lagi berkesempatan untuk kembali menyaksikan gelaran konser tunggalnya yang bertajuk “Konser Dongeng Naura 2” yang kali ini diadakan di Bandung. Setelah konsernya 4-5 Februari lalu yang diadakan di Ciputra Artpreneur, Jakarta, rasanya baru kali ini dibuat merinding menyaksikan aksi Naura beserta kawan-kawan seusianya beraksi di atas panggung.

Bagaimana tidak, Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari Kota Bandung sejak siang hari sudah penuh diisi oleh anak-anak berbagai usia untuk menyaksikan konser Naura kali ini. Padahal konser baru akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB. Pukul 18.30 WIB area konser mulai dibuka, Gedung Sabuga pun diisi oleh teriakan dan celoteh anak-anak yang ingin menyaksikan idola kesayangan mereka di atas panggung.

02 Naura dan Nola YDhewNaura dan Nola (foto: YDhew)

Begitu Konser Dongeng dimulai, suasana gedung yang sejak awal dibukanya semakin meriah dengan atribut yang dikenakan penggemar Naura yang biasa disebut Teman Naura. Kerlap kerlip lampu warna merah muda dan biru menghiasi seantero Sambuga. Belum lagi sambutan fansnya tersebut yang patut diacungi jempol.

Ojip Ismaputra yang didampuk menjadi pendongeng membuka acara konser kali ini, seakan tak sabar dengan kemunculan Naura. Ribuan penonton yang terdiri dari anak-anak dan orang tua yang mendampingi bersorak kegirangan begitu Naura muncul. Hal ini menjadi bukti begitu antusiasnya mereka untuk menyaksikan konser tersebut.

Membuka lagu pertama Naura hadir dengan menggunakan kostum pink berkilau seakan berada di negeri dongeng, sesuai dengan lagu yang dibawakan ‘Dongeng’. Tak hanya sendiri, Naura didampingi oleh Neona sang adik dan Ibunya Nola yang sama-sama menggunakan kostum bak putri dalam dongeng.

Setelah menyanyi bersama ibu dan adiknya, dipenampilan ke dua Naura tampil dengan duduk di atas sofa besar sambil memetik ukulele. Menyanyikan lagu ‘Panca Indera’ dilanjutkan dengan ‘Kata Ajaib’ dan ‘Menabung’ Naura tampil prima bersama dengan D’Nau, kelompok penari Naura.

Tadinya NewsMusik sempat berfikir bahwa Naura melakukan aksinya dengan lip-sync, melihat betapa stabilnya suara Naura di atas panggung, padahal dia menyanyi dan menari tanpa henti sambil sesekali berlari di atas panggung untuk menyapa pengunjung yang memadati area konser dari ujung panggung ke ujung lainnya. “Halo semuanya. Kumaha damang? Aku senang banget bisa konser di Bandung. Sudah ikutan nyanyi dari lagu pertama, siap untuk lagu berikutnya ya," kata Naura menyapa sekitar 2000-an penonton yang hadir kala itu.

Di lagu keempat ‘Jalan-jalan’, selain memanjakan penonton dengan aksi panggungnya beragam objek gambar secara visual pun ditampilkan. Gambar yang bergerak dengan berbeda-beda di setiap lagu, ditambah dengan video mapping yang menghiasi sanggup membawa penonton ke dalam alunan lagu yang di bawakan.

Neona muncul di lagu berikutnya ‘Mama Papa’, dimulai dengan percakapan dengan kakaknya yang sedikit memaksa untuk gilirannya bernyanyi, Neona menghadirkan suasana tawa di antara penonton. Lewat gayanya yang kenes dan sok tahu Neona memaksa kakaknya Naura turun dari panggung.

Dengan mulus Neona kemudian menyanyikan lagu berikutnya ‘Langit Yang Sama’. Bocah usia 8 tahun ini sanggup memberikan suasana yang berbeda diatas panggung. Hal ini diakui oleh  Ojip, bahwa yang ditampilkan Neona di atas panggung hampir semuanya dilakukan secara spontan keluar dari skrip.

03 Momen Sahabat Setia IstimewaMomen Sahabat Setia (Istimewa)

Contohnya saja ketika tiba-tiba muncul menyanyikan ‘Eta Terangkanlah’ yang mau tidak mau musik yang mengiringi dipaksakan muncul mengisi lagu tersebut. Begitupun ketika menyanyikan lagu lebih awal dengan spontan Neona mengatakan “Eh salah ya..” tanpa grogi ia tetap bernyanyi, hingga penonton menganggap hal tersebut sebagai salah satu improvisasi lagi dari Neona.

Tampil sekitar hampir 2 jam, Naura tampil dengan membawakan 18 lagu. Hampir disetiap jeda lagu ditampilkan beragam dialog, baik dialog yang menghibur juga menyampaikan pesan untuk anak-anak yang menonton pada malam itu. Berturut-turut lagu ‘Bully’, ‘Menari’, ‘Sahabat Setia’, ‘Sister’ dan lagu ‘Untuk Tuhan’ menyampaikan pesan yang berbeda dari setiap lagunya.

Di babak akhir konser, Naura tak henti menyanyi sambil menari untuk lagu ‘Believe’, ‘Lukisan Indonesia’ ‘Berani Bermimpi’, dan ‘Setinggi Langit’. Hampir semua lagu di aransemen oleh Mhala dan Tantra “Numata” dengan komposisi aransemen yang apik. Naura pun mampu dan tahu caranya memberikan penampilan yang terbaik.

Moment haru juga tersaji pada konser kali ini, duet Naura dengan Nola pada saat menyanyikan lagu ‘Sahabat Setia’. Nola bernyanyi sambil menahan isak ketika lagu yang menceritakan hubungan antara ibu dan anak itu dilantunkan, penonton yang menyemangati Nola membuatnya sanggup melanjutkan lagu tersebut dengan mulus.

Tak kalah menarik, kehadiran gendang rampak dan beberapa penari asal kota Bandung yang didapat lewat audisi mampu membuat mata penonton tak lepas dari panggung. Aksi mereka dengan diiringi musik rampak gendang tampil memukau bersama dengan Naura menari dan bernyanyi.

Begitulah konser kali ini, banyak decak kagum keluar begitu saja dari penonton. Di usianya yang terbilang belia, namanya berangsur-angsur menjadi ikon baru di bidang musik. Hampir di setiap konsernya tiket yang dijual dengan harga Rp. 175 ribu hingga Rp. 975 ribu ludes terjual hanya dalam hitungan hari.  

Stamina Naura pun patut diacungi jempol, dengan persiapan yang cukup singkat sekitar hampir dua minggu, Naura masih tetap prima menyanyikan setiap bait lagu-lagunya. Naura yang kepingin tetap terus sukses, terus bernyanyi dan terus mempengaruhi anak-anak lainnya, berharap ke depan karyanya masih tetap dapat diterima oleh anak Indonesia sesuai dengan perkembangan usianya.

"Saya tak pernah menyangka karier Naura dan Neona akan seperti ini. Sejak lagu pertama sampai terakhir di konser semua ikut menyanyi. Nggak tahu mau ngomong apa, yang jelas hal ini menjadi penghargaan tertinggi buat kami," ujar Nola./ YDhew

 

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found