Exclusive Interview
NewsMusik

NewsMusik

Wednesday, 13 September 2017 11:53

Radhini

Tunggalan Baru Karya Yovie

Setelah nuansa upbeat dan jatuh cinta dalam single ‘Pujaan Hati’ yang dirilisnya pada beberapa waktu lalu, Radhini kembali menyapa fans nya lewat tunggalan terbarunya berjudul ‘Hampir Jadi’. Lagu ini merupakan single ke-4  setelah dirinya merilis debut albumnya yang diberi titel Awal yang telah dirilis pada awal tahun 2017 lalu.

“Sebenarnya lagu ini bercerita tentang hubungan percintaan yang tidak jelas. Dimana sesuai judulnya, ini adalah suatu kondisi yang dikira sudah menemukan cinta tapi ternyata malah disakiti. Tapi disatu sisi masih ragu, ada dilema apakah harus menunggu dan memaafkan semuanya atau memilih untuk pergi saja karena telah tersakiti”, ucap Radhini tentang single terbarunya ini.

Lagu ‘Hampir Jadi’ ini lahir dari tangan dingin Yovie Widianto yang memang jago meramu lagu bertema cinta. Sebenarnya lagu ini pernah dibawakan Kahitna di album “Lebih Dari Sekedar Cantik” yang dirilis 7 tahun lalu.

“Awalnya Executive Producer aku, Adrian Bramantyo berteman baik dengan Mas Yovie. Dan ternyata Mas Yovie suka dengan suaraku. Akhirnya dia kasih 2 lagu ciptaannya yaitu 'Cinta Terbesarku', yang dikeluarkan sebagai single ke-2 aku dan lagu ini. Sebenarnya ini adalah lagu lamanya Kahitna dan ada sedikit yang dirubah pada liriknya”, ucap Radhini yang juga mempercayakan aransemen musik lagu ini pada Yovie Widianto.

02 Radhini IstimewaRadhini (Istimewa)

“Sebenarnya aku menyanyikan lagu ini dengan sangat lirih, walaupun saat proses rekaman lagu ini, aku sedang tidak merasa sedih sama sekali. Tapi begitu mendengar lagunya untuk pertama kali, sepertinya sangat sulit untuk tidak hanyut dan larut ke dalam lagunya. Jadi berasa patah hati banget!” beber penyanyi kelahiran 19 April 1988 ini.

Sebelumnya Radhini telah mengeluarkan 4 single dari album perdananya yaitu ‘Kebebasan’ (remake dari lagu hit milik Singiku yang sempat populer di era 90’an), ‘Cinta Terbesarku’, ‘Sampai Nanti’ (lagu ciptaan Radhini sendiri) dan ‘Pujaan Hati’.

Pada albumnya itu, Radhini banyak melibatkan musisi-musisi Indonesia ternama seperti Yovie Widianto, Pongky Prasetyo, Abenk Alter, Rishanda Singgih, Ifa Fachir, Jevin Julian dan lain-lain.

“Lagu ‘Hampir Jadi’ adalah lagu yang powerful dan termasuk salah satu lagu favorit aku yang ada di album perdanaku ini. Surprisingly, setelah lagu ini dirilis banyak banget orang-orang yang komen di Instagram-ku dan cerita tentang kisah ‘Hampir Jadi’ versi mereka sendiri”, terang penyuka genre Pop, Motown, Soul, R&B ini.

03 Radhini IstimewaRadhini (Istimewa)

Omong-omong soal Radhini, ia memiliki nama lengkap Radhini Aprilya Hapsari dan sudah  memulai kariernya di bidang musik dengan memenangkan sejumlah kompetisi bernyanyi sejak usia 11 tahun. Selain bergabung dengan 2 sekolah musik ternama dalam pengembangan vokalnya, ia cukup terpengaruh dengan banyak musisi dunia diantaranya Corinne Bailey Rae, Joss Stone, Christina Aguilera, Erykah Badu, India Arie, Jane Monheit, Mariah Carey, Beyonce, The Roots, D’Sound ataupun Alicia Keys.

Secara profesional Radhini membangun karirnya lewat kolaborasi dengan beberapa musisi ternama, seperti Jazzyphonic & Friends, Brush Section, Rieka Roslan & The Troubadors, Warriors of Manga, Adrian Martadinata, Lawrence Aswin (SOVA), 5 Wanita, Maliq & D' Essentials, 21st Night, RAN, Slank dan lain-lain. Sampai akhirnya ia merasa mampu untuk berkarir sendiri.

Keterlibatan dirinya sebagai seorang penyiar radio disebuah stasiun radio favorit di Jakarta sedikit banyak juga menjadi penunjang kesuksesannya. Dan inilah seorang Radhini pada saat ini, ia lebih matang, bersahaja dan siap untuk menggapai kesuksesan yang lebih besar lagi./ Ibonk

 

Wednesday, 13 September 2017 11:31

Naura

Gelar Konser Ketiga di Bandung

Kesuksesan Naura menggelar konser musikal yang bertajuk Konser Dongeng Naura #1 pada 24-25 Oktober 2015 dan Konser Dongeng Naura 2# pada 4-5 Februari 2017 yang diadakan di Jakarta, membuat Kalela Creative Event tertarik untuk menggelar Konser Dongeng Naura #2 di Bandung. Hal ini berawal ketika Inna Erlina atau biasa dipanggil Bunna selaku Founder/ CEO Kalela Creative Event sekitar dua bulan lalu di acara meet and greet Naura di Bandung. Ia  menyaksikan antusiasme anak-anak sangat besar terhadap Naura.

Terlihat peminat lagu anak-anak yang ternyata masih sangat tinggi dan haus akan figure idola penyanyi anak-anak. Ini dibuktikan dengan Naura lewat konser dan albumnya yang sukses selama 3 tahun belakangan ini. Lagunya cukup menginspirasi dan selalu berdasarkan kejadian yang dialami pada masa kanak-kanak, Hal inilah yang membuat Naura bisa diterima dengan baik oleh anak Indonesia.

Perjalanan menyanyi Naura dimulai ketika menginjak usia 5 tahun, Naura yang kerap kali diajak Nola sang ibu manggung mulai tertarik untuk bernyanyi. Naura kecil yang penyuka lagu-lagu musical seperti, Sound of Music, Mathilda mulai menghafal dan mencari karakter dari lagu tersebut sendiri melalui situs YouTube.

“Pada usia 6 tahun setelah Naura  bisa membaca, dia minta dibuatkan video YouTube sendiri. Aku kemudian mulai merekam Naura menyanyi, dengan latihan sendiri dan semua dia yang atur sendiri. Aku coba membiasakan Naura untuk menyanyi secara langsung, cara belajarnya dengan menyanyi one take,  langsung jadi dan harus bagus kemudian di upload”, ungkap Nola.

02 Naura & Nola YDhewNaura & Nola (foto: YDhew)

Di usia 7 tahun Naura mengungkapkan keinginannya untuk berduet dengan sang ibu. Selama 3 bulan akhirnya lagu pertama yang berjudul ‘Semesta Cinta’ rilis, walaupun penyebarannya lagi-lagi dilakukan melalui situs YouTube, lagu tersebut mulai disukai dan diterima oleh penikmat musik anak dan menjadi berkah tersendiri buat Naura hingga sampai menjadi seperti sekarang ini.

Dengan formula lagu yang disukai anak-anak bertema musical Disney, dikemas secara menarik dan ringan dinyanyikan membuat Naura menjadi idola baru untuk anak-anak. Ia hadir dengan membawa misi untuk menyampaikan pesan kepada anak Indonesia ke beberapa daerah bahwa anak-anak harus menyanyikan lagu anak-anak dan menikmati lagu sesuai dengan umurnya.

Hal ini dibenarkan juga oleh Bunna, bahwa minimnya lagu anak-anak dan berpikir bahwa lagu Naura memiliki arti sangat dalam, membuatnya secara spontan  ingin memperkenalkan lagu anak-anak melalui Konser Dongeng Naura #3 di Bandung. Konser ini nantinya akan di adakan tanggal 4 November 2017 di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA), Bandung.

Keputusan tersebut mendapat sambutan positif, dalam waktu dua hari tiket konser yang berjumlah 1900 ticket telah terjual habis. “Kami terkejut dengan penjualan ticket Naura yang cepat, saat pertama dibuka dalam waktu 4 jam tiket langsung terjual 1500an. Hari keduapun terjual dengan waktu tidak kurang dari 3 jam saja”, tambah Bunna sewaktu ditemui di acara jumpa pers di Jakarta (11/9).

Pembeli tiket bukan hanya dari Indonesia saja, tetapi juga dari Singapura dan Hongkong, yang dibenarkan oleh Naura yang hadir pada saat jumpa pers di lokasi yang sama. Secara  konsep tidak jauh berbeda dari konser Naura sebelumnya. Aransemen lagu mengikuti seperti Konser Dongeng Naura 1 lalu.

03 Konferensi Pers Konser Dongeng Naura 3 YDhewKonferensi Pers Konser Dongeng Naura #3 (foto: YDhew)

Untuk video mapping juga disesuaikan dengan bentuk panggung seperti Dongeng 2 di Jakarta. “Panggung yang lebih besar dari Jakarta dengan mapping tetap sama dengan konser yang pernah di produksi sebelumnya. Akan ada perubahan dalam susunan lagu, gimmick diatas panggung, kostum, koreografi juga akan berubah”, jelas Nola.

Konser ini juga tetap melibatkan orang-orang yang sebelumnya terlibat dalam konser Naura terdahulu seperti Ojip Ismaputra yang hadir sebagai pendongeng, Nola Be3, Neona, Ava Victoria dan dancer D’Nau juga para choir dari beberapa sekolah musik Indonesia. “Nantinya akan ada melibatkan seniman dari Jawa Barat dan melibatkan anak-anak yang mempunyai bakat untuk tampil di acara ini. Akan ada audisi khusus untuk penari tradisional anak asal Jawa Barat untuk memberi kesan berbeda. Pinginnya di konser nanti, Naura  belajar bahasa gaul anak Bandung dan trend di Bandung”, tambah Nola.

Pada konser nanti Naura akan tetap membawakan 20 lagu diantaranya ‘Dongeng’, ‘Semesta Cinta’, ‘Bintang’, ‘Bully’, ‘Sister’, ‘Sahabat Setia’, ‘Untuk Tuhan’, ‘Menari’, ‘Pesta Sekolah’, ‘Setinggi  Langit’, ‘Selimut’ . Kedepannya akan ada 4 kota lagi di luar Jakarta yang akan disambangi Naura seperti,  Surabaya, Makasar, Medan dan Jogyakarta.

“Dengan adanya konser ini sebagai persembahan untuk anak Indonesia, kedepannya diharapkan  Naura dapat menjadi contoh yang baik dan menginspirasi bagi anak  lainnya, sehingga 5 tahun kedepan akan ada regenerasi anak-anak bisa tetap bisa menikmati dan menyanyikan lagu sesuai dengan umurnya”, tutup sang ayah, Baldy Mulya Putra./YDhew

04 Baldy Mulya, Naura & Nola YDhewBaldy Mulya, Naura & Nola (foto: YDhew)

 

Monday, 11 September 2017 14:13

Synchronize Fest 2017

Pastikan Menampilkan 95 Grup Musik

Akhirnya, festival musik lokal multi-genre SynchronizeFest 2017 sudah memastikan akan  menampilkan 95 musisi di 5 panggung yang tersedia di Gambir Expo – Kemayoran. Festival musik garapan Dyandra Promosindo dan Demajors ini akan diselenggarakan pada tanggal 6, 7, 8 Oktober 2017. Selama 3 hari SynchronizeFest 2017 nanti dipastikan akan memuaskan semua pengunjung yang hadir.

 Sebagai highlight pada penyelenggaraan di 2017 ini, SynchronizeFest 2017 telah  menyiapkan panggung kepada musisi lokal yang sudah cukup lama vakum di industry musik dalam negeri seperti Base Jam Reunion, dan Steven and Coconutreez.

“Para musisi terlihat sangat antusias dan supportif terhadap penyelenggaraan Synchronize Fest tahun ini, apalagi mereka yang cukup lama rehat dari industri berharap dapat kembali menghibur penggemar musik bagus Indonesia,” ujar David Karto selaku Festival Director SynchronizeFest 2017.

Selain keseruan dari ranah musik, ada juga rangkaian acara dari sejumlah pertunjukan film di area khusus, records market, bazar kreatif dan juga sejumlah pengalaman visual yang saling melengkapi.

02 Synchronize Fest IstimewaSynchronize Fest 2017 (Istimewa)

“Kami kembali menyiapkan 5 panggung utama selama 3 hari dengan konsep yang lengkap dan bertutur tentang kondisi khas industri musik Indonesia,” tambah Hendra Noor Saleh selaku Marketing & Communications Director PT. Dyandra Promosindo.

Jadi, dari pada kehilangan segala keseruan ini, segera saja pesan tiket masuknya di www.synchronizefestival.com atau https://jfp.events/ticket/synchronize serta outlet-outlet dan aplikasi seperti Book My Show, Go-Tix, Goers, Ibu Dibjo, Kiostix, Panorama Tours, dan Rajakarcis. Adapun harga tiket yang dijual terbagi dalam 3 kategori yaitu: Reguler (3 hari) : Rp. 345.000,-  Daily Reguler: Rp. 190.000,- dan Daily Early Entry: Rp. 135.000,- / Ibonk

 

Monday, 11 September 2017 13:09

Razzle

Rilis Tunggalan Kedua

Setelah merilis single pertama berjudul “Manusia Biasa” yang diambl dari album “Rock N Roll Rules” pada bulan Mei 2017 silam, berikutnya Razzle, group pengusung rock n roll alternative kembali merilis single keduanya bertajuk ‘Orang – Orang Besar’ yang juga di ambil dari album yang sama. Lagu ini sendiri diciptakan oleh kakak beradik Peter dan Once Mekel eks Dewa 19.

Dalam syairnya, tampak sekali rasa muak Mekel bersaudara ini sebagai rakyat Indonesia dengan segala polah para penguasa negeri. Diceritakan para petinggi, pejabat dan wakil rakyat yang cenderung suka bergaya berlebihan melebihi selebriti, suka mencari sensasi dengan statement – statement mereka. Belum lagi sikut sana sini yang mengedepankan ambisi pribadi dan bersikap semaunya. Once yang menggambarkan bahwa tanpa adanya Orang – Orang Besar pun dunia ini akan tetap berputar.

Razzle beranggotakan Robbie Matulandi [Vokal] eks vokalis EDANE, Peter Mekel [Gitar], Irvan Cader [Gitar], Joey Sudewo [Bass] dan King Cader [Drum], sengaja membungkus tunggalan ini dengan sound yang tetap vintage seperti di single sebelumnya “Manusia Biasa”.

02 Razzle IstimewaRazzle (Istimewa)

Diawali riff – riff gitar rock n roll sedikit mengingatkan kita pada permainan riff gitar, Jimi Hendrix. Vokal Robbie yang liar terasa menyatu dengan ritem gitar Peter dan Irvan yang terus di kawal oleh kegagahan bass Joey dan sound drum vintage rock king Cader.

Bagi para penggemar loyal group band ini dan penasaran dengan single dan album mereka sudah bisa mengkoleksi album fisik atau bisa langsung membeli album digitalnya pada digital - digital store yang ada.. Album digital Razzle sendiri sudah resmi dirilis berbarengan dengan dilayangkannya single kedua ini./ Ibonk

 

Monday, 11 September 2017 11:50

Festival Keroncong Pilar Muda Indonesia-3 2017

Upaya Konsisten Bangkitkan Minat Generasi Muda Terhadap Keroncong

Ada perasaan haru menggelayut di lubuk hati terdalam, kala NewsMusik turut hadir menyaksikan Festival Keroncong Muda Pilar Indonesia (FKMPI) ke-3 Sabtu, 9/9/17 akhir pekan lalu.  Bagaimana tidak?... puluhan anak-anak muda generasi milenial tampak sangat menikmati memainkan lagu-lagu ciptaan mereka dan lagu pilihan dalam irama keroncong. Tak terlihat kesan terjebak dengan pakem lawas, yang ada  mereka berhasil membuat musik keroncong terlihat dinamis.

Kompetisi keren yang diselenggarakan oleh Sekolah Pilar Indonesia telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Seperti yang diakui oleh Dr. Iwan Kresna Setiadi, selaku Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia bahwa festival ini murni sebagai usaha mandiri sekolah tersebut tanpa ada bantuan pemerintah.

“Dan kami akan terus melakukan hal ini terus untuk menjaga konsistensi festival ini. Ada atau tidak dukungan dari pemerintah, kami sudah komit untuk terus melestarikan budaya keroncong kepada generasi muda Indonesia lewat acara ini”, ungkap Iwan.

Merujuk kebelakang, FKMPI yang menghimpun anak muda usia di bawah 20 tahun ini, mengalami progres yang cukup baik. Pesertanya meningkat setiap tahun, dari 10 orkes keroncong digelaran awal pada 2015, menjadi 12 orkes pada tahun 2016. Tahun ini FKMPI diikuti 13 orkes keroncong remaja yang berasal dari Jakarta, Bandung, Cilacap, Yogyakarta, Malang, Madiun, Jombang, dan Kendal.

02 Dr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia IbonkDr. Iwan Kresna Setiadi, Ketua Dewan Pembina Sekolah Pilar Indonesia (foto: Ibonk)

“Sebenarnya, ada 10 peserta dari kota lain, namun mereka gagal datang karena tidak di support oleh pemda setempat untuk ke Jakarta”, timpal Iwan kembali. Untuk ikut dalam FKMPI, peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 1 juta. “Tapi uang itu hanya sebagai bentuk komitmen saja. Sampai di Jakarta, uang tersebut kami kembalikan," ujar Iwan lagi.

Dalam festival ini, setiap orkes diwajibkan membawakan dua lagu bertema “Jangan Korupsi”, Satu karya ciptaan sendiri yang belum pernah dipublikasikan dan yang lainnya sebuah lagu pilihan dengan ruh yang sama. Pemilihan tema ini sendiri, sedikit banyak mengasah rasa dan pola pikir para generasi muda ini dalam menghasilkan lagu-lagu keroncong yang baru, sekaligus menguji kreativitas peserta dalam bermusik.

Sebagai juri, FKMPI memilih Koko Thole; musisi, pencipta lagu sekaligus penyanyi spesialis pop Jawa. Bens Leo; pengamat musik dan entertainment, sebagai juri tetap FKMPI sejak awal dan Didiek SSS, musisi Saxophone & Flute yang masih eksis sampai sekarang.

Lewat pengakuannya, Iwan Kresna sepanjang tiga kali penyelenggaraan FKMPI melihat manfaat dan dampak baik pada perkembangan musik keroncong di kalangan generasi muda. Ia sangat mengharapkan di tahun-tahun mendatang, sebaran peserta dari daerah lain bisa lebih luas lagi.

“Sangat banyak orkes keroncong muda yang bisa berpartisispasi sebagai peserta. Pada event mendatang kami juga tak hanya ingin mengadakan festival keroncong ini saja, namun dibarengi dengan workshop musik keroncong untuk anak-anak. Kami akan coba mengajarkan bagaimana teknis menulis lagu, membuat komposisi, memainkan alat secara benar dari masing-masing expertise dibidangnya”, janji Iwan.

03 FKMPI IbonkFKMPI (foto: Ibonk)

Kompetisi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB di di Amphi Theatre Sekolah Pilar lndonesia tersebut memakan waktu yang lumayan panjang. Rata-rata peserta terlihat cukup piawai dan sangat menikmati kompetisi tersebut. Tak hanya menampilkan skill bermusik, olah vokal mendayu berkarakter ataupun kekompakan komposisi dan syair yang sesuai tema, namun wardrobe yang dikenakan juga menjadi kesan tersendiri bagi juri dan penonton yang menyaksikan.

Setelah melewati masa penjurian yang alot, akhirnya juri memutuskan yang menjadi peringkat 5 besar terbaik adalah:
1. OK D’Sixty Nine Cilacap
2. OK Marlubu RRI Malang
3. OK Komunitas Keroncong Anak Jombang
4. OK Sekar Putri Aditama SMPN I Limbangan Kendal
5. OK Otasa Kids Madiun

Untuk Karya Cipta Lagu Terbaik ‘Keroncong Wahai Pemimpin Bangsaku’ cipt. Adriyono dan dimainkan oleh OK Marlubu./ Ibonk

 

Friday, 08 September 2017 13:47

Korea Indonesia Film Festival 2017

Menayangkan 14 Judul Film Terpilih

Menginjak tahun kelima setelah sukses di setiap tahunnya, Korea Cultural Centre Indonesia (KCCI) kembali bekerjasama dengan CGV cinemas menggelar Korea Indonesia Film Festival 2017. Hal ini dimaksudkan sebagai wujud apresiasi & pertukaran budaya dalam perfilman masing-masing negara melalui sebuah acara yang kembali dihadirkan untuk masyarakat pecinta film di Indonesia.

KIFF 2017 akan dimulai pada tanggal 14 September hingga 17 September 2017 di 4 lokasi CGV cinemas, yakni CGV Grand Indonesia Jakarta, CGV Paskal 23 Bandung, CGV Focal Point Medan, CGV Marvell City Surabaya.

"Selama 4 hari total film yang tayang tahun ini adalah 14 film. Beberapa judul akan diputar untuk pertama kali di Indonesia. Ini juga termasuk film Indonesia," terang Tomy Kim, Director of CGV.

Tetap sama seperti sebelumnya, KIFF tahun ini juga memilih aktor berbakat dari Indonesia sebagai representatif dalam acara tahunan yang perhelatannya selalu dinantikan ini. Pada tahun ini, pihak penyelenggara mempercayakan hal ini kepada aktor berbakat Morgan Oey (Sweet 20, Jilbab Traveler) untuk membuka Korea Indonesia Film Festival 2017.

02 2 Film dalam KIFF 20172 Film dalam KIFF 2017

Film-film Korea Selatan yang hadir adalah Anarchist from Colony, The Battleship Island, Dongju: The Potrait of a Poet, My Annoying Brother, Sim Chung, A Day, Assassination, The Admiral: Roaring Currents, Operation Chromite, The Road Called Life, dan Treasure Island.  Rata-rata film yang hadir bertema sejarah, perang, atau drama. Khusus untuk Anarchist from Colony dan Dongju, ini adalah  penayangan perdana film tersebut di Indonesia.

Sementara 3 film Indonesia akan tayang dalam KIFF 2017 adalah Sweet 20, Bukaan 8, dan Kartini. Film-film ini mampu menghadirkan gambaran penduduk Indonesia dari masa ke masa.

Tiket KIFF 2017 sudah bisa didapatkan mulai hari ini Jumat (8/9). Tiket dibanderol dengan harga Rp. 15.000 di Jakarta dan Bandung serta Rp. 10.000 di Medan dan Surabaya. Informasi lengkap mengenai Korea indonesia Film Festival 2016 bisa didapatkan melalui  website www.cfgv.id atau melalui akun sosial media di @FestFilmKorea, @CGV_ID dan @CGV.id (instagram)/ Ibonk

 

Friday, 08 September 2017 13:38

Boys Market No. 5

Event Dunia Lelaki

Sejak tahun 2014, Idcreativeworld mampu menjaga eksistensinya dengan selalu menggelar event-event besar setiap tahunnya. Seperti di  tahun ini, kembali menggelar gelaran jagoannya yaitu Boys Market No. 5. Ini merupakan salah satu paket lengkap semua hal tentang lelaki dalam satu event exhibition dan dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Pada tahun ini Boys Market menghadirkan konsep “Segala hal yang disukai oleh lelaki ada dalam satu tempat”. Dengan gelaran event exhibition yang pada tahun ini merupakan tahun keempat dan kelima kalinya diadakan. Diadakan selama empat hari mulai tanggal 2 sampai dengan 5 November 2017, digelar di Piazza & Mainstreet Mal Gandaria City, Jakarta Selatan.

Dengan sebutan Boys Market No. 5, ajang ini akan menghadirkan puluhan brand yang berkonsep Boys/Mens di Boys Exhibition, Boys Fashion Show dari desainer yang menghadirkan rancangan khusus untuk lelaki, Skateboard Competition dengan hadiah jutaan rupiah, Kustom Bike Showcase, Inline Skate Competition, BMX Freestyle, Talks-Show ikonik “Boys Sex in The City”.

02 Boys Market IstimewaBoys Market No. 5 (Istimewa)

Lalu ada juga Backpacker Talks, Community Gathering, Boy Hobbies Talks, Boy Lifestyle Talks, Parkour Show, Live Music, dan Area tempat nongkrong di Piazza yang seru.

Tak mau terlihat biasa-biasa saja, gelaran kali inipun pihak penyelenggara mengundang seluruh brand-brand lokal dan designer muda untuk berpartisipasi memeriahkan pergelaran tahunan ini. Diluar itu mereka juga ingin sekaligus memperluas market dan networking di industri fesyen kreatif.

Untuk kaum lelaki yang mau tampil trendi dan tidak ketinggalan zaman, jangan lupa untuk gabung bersama Boys Market No.5. Be there or be square!!/ YDhew

 

Thursday, 07 September 2017 10:42

Urban GiGs 2017

12 Band Lintas Genre dalam Satu Album

Generation G sebagai community platform bagi kaum muda yang kreatif, kembali menginisiasi sebuah program bertajuk Urban GiGs 2017 melalui music, art, style dan travel. Dengan  mengusung tema ‘Unreleased Project’ program ini mengajak 12 group band lintas genre untuk berkolaborasi, dimulai sejak bulan Maret hingga November 2017.

Sebagai initiator wadah bagi para pemusik cutting-edge Indonesia, Urban GiGs merangkul para musisinya dalam menciptakan suatu karya kolaborasi baru.  Album kolaborasi yang belum pernah ada bagi para pecinta musik cutting-edge.

Kiprah musisi jenis ini di Indonesia memang sudah tidak diragukan lagi, mereka mampu menciptakan pasar sendiri bagi penikmat musiknya. Musik anti mainstream yang sering tidak mendapat tempat sama sekali di media mainstream seperti televisi, namun mereka cukup di kenal di berbagai event di tanah air.

Karya mereka yang terdiri dari berbagai jenis genre, diantaranya metal, british-pop, punk, hardcore dan lain sebagainya biasanya kita temui di dalam musik cutting-edge. Jelasnya bahwa karya mereka lebih idealis, bebas berekspresi dan berani dalam menyampaikan suatu pesan dalam sebuah lagu.

02 Urban Gigs YDhewUrban Gigs (foto: YDhew)

Album kolaborasi ini melibatkan nama-nama yang sudah dikenal, seperti Elephant Kind X Rock n Roll Mafia, Barasuara X Scaller, Kelompok Penerbang Roket X Kimokal, The Brandals X Agrikulture, Silampukau X The Hydrant, Mocca X Payung Teduh. Dengan taste yang berbeda dan memberikan nuansa elektik, campur aduk, dengan berbagai pola ekspresi, album ini menjadi sebuah proyek musikalitas yang idealis.

“Album ini merupakan perwujudan komitmen dan keseriusan Urban GiGs dengan menghadirkan kolaborasi antar cutting-edge musik band dalam menciptakan karya baru yang memberi nafas segar bagi musik Indonesia”, jelas Namanda Mandagie selaku Brand Manager Generation-G di kawasan SCBD, Selasa (5/9).

Selain peluncuran albumnya khusus bagi para pecinta musik tersebut, Urban GiGs x Unreleased Project juga mengajak turut serta menyaksikan penampilan 6 kolaborasi dari 12 band secara langsung dengan membawakan karya baru mereka.

Dengan roadshow di 12 kota di Indonesia, penampilan mereka dapat dilihat secara langsung mulai hari Sabtu (9/9) sampai bulan Desember 2017. Kota Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Makassar nantinya akan dikunjungi Urban GiGs x Unreleased Project.

03 Urban Gigs YDhewUrban Gigs (foto: YDhew)

Amanda melanjutkan bahwa band-band ini berkolaborasi dengan membawakan delapan lagu pilihan dan dua lagu baru yang digarap khusus untuk acara ini. Usai gelaran Urban GiGs, dua lagu tersebut akan dikemas ke dalam sebuah album kompilasi dalam satu CD, dan rencananya akan dibuatkan juga boxset serta piringan hitamnya,

Pemilihan band yang ikut serta dalam Unreleased Project adalah merupakan kesepakatan dari pihak penyelenggara sepenuhnya dan tidak berdiri sendiri untuk menemukan konsepnya. Mereka dipandu oleh enam penata musik, yaitu Bam & Hendra, Gerald Situmorang, Kimo Rizky, Hogi Wirjono, Indra Perkasa, dan Aksan Sjuman. “Seperti Mocca X Payung Teduh akan ada Aksan Sjuman yang membantu mengarahkan.

Selain karya dari kolaborasi 6 band tersebut, acara ini juga ingin memperkenalkan  pendatang baru yang  ikut meramaikan perkembangan musik indie di Indonesia. Band itu nantinya merupakan hasil audisi dari beberapa kota dan menjadi band pilihan yang tampil di atas stage UrbanGiGs sekaligus meluncurkan album “Sesari Selagu” yang menjadi album bagi pendatang baru tersebut.

Bagaimana jadinya kolaborasi dari 6 band tersebut? Datang dan saksikan Urban GiGs X Unreleased Project di kota-kota yang akan disambangi. Untuk info klik www.urbangigs.id/ YDhew

 

Wednesday, 06 September 2017 17:39

Fazerdaze

Siap Manggung di Jakarta

Bagi sebagian orang, Fazerdaze adalah sebuah band yang patut ditunggu kahadirannya. Band indie rock asal Wellington, Selandia Baru ini masih bisa disebut anak bawang, karena memulai debutannya pada 2015 lalu. Fazerdaze sendiri adalah proyek musik yang dimotori oleh Amelia Murray.  

Debutan mini album Fazerdaze sebagai penanda kehadirannya di dunia musik dirilis pada Oktober 2015 silam lewat judul yang sama dengan nama bandnya sendiri. Tidak sendirian, Murray sengaja meminta bantuan seorang multi instrumentalist, Jonatahan Pearce untuk me-mastering karya perdananya tersebut. Lewat proyek musiknya ini, Murray telah menciptakan yang disebut dream pop sound dengan memanfaatkan gitar elektrik dan efek pedal.

Diawal tahun 2017 kemarin, Fazerdaze kembali merilis album full-nya berngaran “Morningside” lewat label rekaman independen legendaris, Flying Nun Records. Tak cuma sendirian, untuk  tampil dari panggung ke panggung, Murray selalu melibatkan Gareth Thomas (bass) dan Andrea Holmes (drums)

02 Fazerdaze IstimewaFazerdaze (Istimewa)

Nah, pada 21 Oktober mendatang Fazerdaze akan unjuk kebolehannya di tanah air. Mereka akan ditampilkan dalam sebuah konser di Rossi Musik Fatmawati, Jakarta, yang merupakan kerja sama antara Studiorama, Six Thirty Recordings, dan Noisewhore.

"Ini sejalan dengan misi kami untuk terus memanggungkan artis-artis potensial yang layak mendapat sorotan lebih. Juga akan ada dua band pembuka dari dalam negeri yang akan diumumkan menyusul," ungkap perwakilan Studiorama.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Noisewhore dan Six Thirty Recordings mengenai ihwal kerjasama mereka dalam menggelar konser ini. Hal terkait mengenai pembelian tiket konser Fazerdaze di Jakarta akan diumumkan menyusul lewat sosial media ketiga organaizer tersebut./ Ibonk

 

Wednesday, 06 September 2017 17:08

Sam Smith

Single Baru di Awal September

Samuel Frederick Smith merupakan nama panjang dari Sam Smith yang lebih dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu asal daratan Inggris Raya. Lelaki kelahiran London, 19 Mei 1992 tersebut memulai karirnya pada 2007 silam, dan sampai kini ia betah mengulik genre musiknya yang beraliran Soul, Pop, Blue Eyed Soul dan R&B.

Ada kabar baik bagi penggemar fanatiknya, karena belum lama ini Smith telah mengumumkan tanggal rilis single barunya yang diberi judul ‘Too Good at Goodbyes’. Hal tersebut terekam lewat akun twitternya di @samsmithworld, yang ditandai dengan unggahan foto diri tengah  memegang sampul piringan hitam single tersebut.

Selain itu, penyanyi yang duduk dibawah naungan Capitol Records tersebut juga mengunggah ilustrasi dan bait potongan lirik single yang akan diluncurkannya pada tanggal 8 September 2017 lusa.

Pada akhir Agustus silam, Smith sempat juga memposting pesan kepada penggemarnya tentang perkembangan lagu-lagu barunya. "Terima kasih karena telah bersabar dan membiarkan saya meluangkan setahun terakhir untuk benar-benar fokus pada pikiran saya dan bebas menulis musik. Saya merasa tersegarkan dan punya banyak kisah untuk diceritakan kepada kalian."

02 Lirik Too Good at Goodbyes IstimewaLirik Too Good at Goodbyes (Istimewa)

Seperti yang kita ketahui, Sam Smith merilis album perdananya pada 2014 dengan tajuk “In the Lonely Hour” dan mendulang beberapa prestasi. Album ini sendiri menjadi album perdana yang paling cepat terjual pada 2014 di Inggris. Hebatnya lagi menurut laporan NME, penjualan album tersebut di Amerika Serikat dalam sepekan telah melewati penyanyi Inggris Raya mana pun dalam dua puluh tiga tahun terakhir.

Dalam karirnya, secara umum Smith sangat terpengaruh dengan Adele dan Amy Winehouse. Selain kedua nama diatas, Smith juga sangat mengagumi Whitney Houston, Mariah Carey untuk pengaruh R&B baginya. Juga Christina Aguilera, Beyonce, Brandy dan Lady Gaga adalah nama-nama diva yang dipujanya karena suaranya. / Ibonk

 

Page 2 of 119