Exclusive Interview
NewsMusik

NewsMusik

Tuesday, 03 April 2018 15:03

Jelita Sejuba

Suka Duka Istri Seorang Prajurit


Seperti yang pernah di tulis di artikel sebelumnya, bahwa sejujurnya film Jelita Sejuba adalah sebuah gambaran pergulatan batin seorang perempuan Natuna bernama Sharifah (Putri Marino), di saat Jaka (Wafda Saifan Lubis) suaminya yang seorang prajurit harus menjalankan baktinya kepada negara.

Pergolakan batin, melemahnya hati sampai akhirnya memunculkan ketegaran dalam diri seorang perempuan pendamping prajurit negara dipaparkan secara menyeluruh di dalam film ini. Perpisahan demi perpisahan karena harus menjalankan tugas negara tidak bisa terelakkan, bahkan sampai kepada kematian yang tak pernah dibayangkan datang menjemput secara tergesa-gesa.

Tapi ibarat hamparan meja yang dipenuhi oleh santapan yang lezat, akhirnya menjadi mubazir karena tak semuanya dapat disantap. Begitulah yang terjadi dalam film ini. Besarnya keinginan Krisnawati yang duduk sebagai produser eksekutif untuk menunjukkan apresiasinya terhadap keteguhan hati para istri prajurit yang harus siap menjadi sosok kuat demi mendukung peran suaminya, menjadi bumerang pada film ini.

Seperti juga dirinya, Ray Nayoan sebagai Sutradara juga terlihat setali tiga uang. Penggambaran mereka terhadap sosok wanita kuat kenapa harus lewat ujian hidup yang bertubi-tubi. Yang paling nyata adalah masalah keuangan keluarga ini. Setau NewsMusik, Jaka adalah seorang perwira, biar bagaimanapun gajinya cukuplah untuk membiayai istri dan anaknya. Agak rancu juga melihat Sharifah sampai-sampai tak sanggup membiayai aliran listrik dan membayar gaji asistennya, Siti di warung mereka.

02 Syarifah dan Jaka Istimewa

Jaka & Syarifah (Istimewa)

Belum lagi jalan cerita yang terkesan melompat-lompat tanpa ada penjelasan, penonton harus bekerja keras merangkai beberapa scene agar paham dan tak kehilangan inti cerita. Apalagi film ini diceritakan secara flashback. Atau arti indah dari makna Jelita Sejuba tidak sekalipun diterangkan secara rinci apa maknanya. Penonton hanya diberikan informasi secara visual bahwa Jelita Sejuba tak lain nama sebuah warung makan milik keluarga Sharifah.

Malah pada scene-scene penutup muncul tulisan yang disematkan oleh Andika (anak tertua dari Jaka dan Syarifah) sebuah frasa yang cukup kuat “Ayahku Pahlawanku”. Sebuah kata yang dibuatnya sebagai bentuk sambutan dan kerinduan dirinya karena sering ditinggalkan Ayahnya bertugas. Kata itu pula menjadi penutup penting, tatkala Syarifah harus meninggalkan rumah dinas mereka, karena ia telah kehilangan suaminya yang gugur di medan konflik.

Yang patut disayangkan lainnya adalah ending yang seakan anti klimaks, sedikit terasa terlalu dipaksakan agar akhir dari cerita ini tidak menjadi sebuah kesedihan tak berujung. Tiba-tiba saja, Farhan sang adik kembali hadir setelah kabur dari rumah dan telah menjadi seorang prajurit.   

Diluar semua itu yang memang patut diberikan acungan jempol adalah totalitas dan keberhasilan Putri Marino. Ia patut mendapat perhatian khusus karena paling berhasil membangun chemistry –nya sebagai Syarifah, dari seorang gadis lugu menjadi sosok wanita yang kuat.  

03 Jelita Sejuba Istimewa

Jelita Sejuba (Istimewa)

Beberapa nama senior di ranah simatek Indonesia yang terlibat diantaranya Yayu Unru (Ayah), dan Nena Rosier (Ibu). Nama-nama lain yang mencuri perhatian di film ini yang patut diapresiasi adalah akting dari Yukio (Andika, anak Sharifah), Abigail dan Mutiara Sofya (teman-teman Sharifah masa remaja), dan Harlan Kasman (Nazar) yang merupakan pemuda asli Natuna.

Ricky Surya Virgana dari The White Shoes and The Couple’s Company yang dipercaya untuk menjadi penata musik dianggap berhasil dengan meramu langgam melayu sebagai tali pengikat dalam film ini. Sementara original soundtrack film ini cukup diwakili lewat sebuah tembang  berjudul ‘Menunggu Kamu’ melalui suara Anji. Jelita Sejuba akan segera tayang, mulai 5 April 2018 di seluruh bioskop Indonesia./Ibonk

Sunday, 01 April 2018 02:21

Iksan Skuter

Jalani Pilihan Bermusik dengan Senang

Dirinya adalah penikmat kopi, peduli dengan keadaan sosial, juga lantang meneriakkan suara rakyat lewat musiknya. Yap, dialah Muhammad Iksan atau lebih akrab disapa Iksan Skuter. Pria yang lahir di Blora, Agustus 1984 ini butuh 18 tahun untuk malang melintang dibidang musik. Kota Malang menjadi sebuah Kawah Candradimuka yang menempa Iksan, dari mulai menjadi gitaris Band Putih hingga sekarang menjadi Folk Revivalist.

Warung Srawung yang berlokasi di Malang adalah salah satu hasil jerih payah dia dalam berkarir selama dimusik. Sebuah warung yang kini menjadi tempat berkumpul, tinggal, hingga label recording. Sengaja ia ciptakan untuk memberikan dukungan bagi musisi setempat dan semangat regenerasi.

Tercatat lima album menjadi rekam jejak karier Iksan Skuter sebagai penyanyi dan penulis lagu. Lewat gitar akustik dia melantunkan beragam cerita kehidupan manusia, mulai tema cinta, kemanusiaan, alam, darurat agraria hingga kritik sosial. Eksplorasi kreatifnya tidak terbatas pada musik folk serta balada namun juga lagu anak-anak.

02 Iksan Skuter Fikar

Iksan Skuter (Fikar)

Seperti kultur para musisi, Tour adalah ibadah wajib untuk melebarkan sayap, juga silahturahmi dengan kolega dalam sebuah genre karier yang sama. Bertempat di Earhouse yang dimiliki duo folk Endah N Rhesa dibilangan Pamulang Tangerang, Iksan sengaja berlabuh di tempat ini untuk menyuarakan karyanya pada 26 Maret 2018 silam.

Lokasi ini merupakan pemberhentian kedua setelah Unisma Bekasi dalam tour 8 kota yang sudah direncanakannya. Meskipun cuaca bisa dikatakan jauh dari cerah namun tak menyurutkan animo muda-mudi yang turut hadir disana.

Penampilan dirinya di Earhouse ia tidak sendiri, ada juga beberapa penampil lain seperti Jason Ranti dan Adrian Adioetomo. “Ya aku ngejalanin ini karena senang, dan juga aku percaya kalau kita memang yakin jalan kita seperti ini. Kita ya ndak bisa kalau jalan sendiri. Disini banyak teman-teman yang bantu dan aku terima kasih sekali kepada mereka yang udah rela mau ikut-ikutan ibadah tur aku hehehe”, ungkap Iksan ketika berbincang hangat dengan NewsMusik.

03 Iksan Skuter Fikar

Iksan Skuter (Fikar)

Secara kasat mata, Iksan Skuter mampu menunjukkan kelebihannya dalam bertutur lewat lirik bergaya obrolan warung kopi. Begitu santai dan terdengar apa adanya. Namun disitulah letak kelebihannya. Lewat tema sosial yang diusung, maka tidak perlu waktu lama bagi pendengar untuk mencerna apa yang ingin disampaikannya
    
Teruslah bertutur Sob, bawa pesanmu lewat cara sederhana ke seluruh pelosok negeri ini/ Fikar
  

Friday, 30 March 2018 00:42

Syncronize Fest 2018

Gelar Roadshow dan Umumkan Lineup Fase Pertama

Ajang musik tahunan Synchronize Fest pada 2018 sudah kembali menyapa penggemarnya untuk gelarannya di tahun 2018 ini. Festival yang diselenggarakan oleh Demajors dan Dyandra Promosindo ini kerap menyuguhkan pertunjukan musik lintas genre dan lintas generasi.  Walau masih akan di gelar pada 5-7 Oktober 2018 nanti  di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, namun pihak penyelenggara sudah terlihat siap menggelontorkan nama-nama tenar musisi di fase pertama ini.

Penggagas sekaligus Festival Director Synchronize Fest 2018, David Karto, mengatakan bahwa perhelatan ini bisa menjadi ruang interaksi bagi semua pelaku musik Tanah Air. "Synchronize Festival 2018 diharapkan menjadi “Kawah Candradimuka” nya untuk musisi tanah air. Juga  menjadi ruang interaksi bagi semua pelaku dan penikmat musik Indonesia," ungkap David Karto selaku Festival Director dalam konferensi pers yang berlangsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu (28/3/2018)

Pada fase pertama, Synchronize Fest telah memastikan 28 nama-nama musisi yang akan hadir yakni Rhoma Irama & Soneta, God Bless, dan Nasida Ria, Iwa K, Kunto Aji, Ras Muhamad, The Coconut Treez, Ramengvrl, Burgerkill, Straight Answer, dan SO7.

Termasuk juga didalamnya nama lain seperti Diskoria, Diskopantera, Oomleo Berkaraoke, Sore, Fourtwnty, Danilla, Padi Reborn, Naif, Jason Ranti, Noxa, Stars and Rabbit x Bottle Smoker, Reality Club, Jiung, Tohpati Ethnomission, White Shoes and the Couples Company, Project Pop dan Dipha Barus.

02 Press Conf

M Riza (Technical Festival Director), David Karto (Festival Director), dan Kiki Aulia (Program Director saat konfrensi pers Syncronize Festival di Jakarta (Istimewa)

Sama seperti tahun sebelumnya dengan menyodorkan 5 panggung untuk mempertontonkan seluruh penampilan dari para musisi yang ada. Panggung-panggung tersebut adalah Dynamic Stage, Forest Stage, Lake Stage, District Stage, dan Gigs Stage.

Tiket early bird untuk pertunjukan tiga hari sudah bisa dibeli pada 28 Maret 2018 seharga Rp 225.000. Sementara pembelian reguler tiga hari seharga Rp 450.000, tiket harian Rp 245.000, dan tiket harian sebelum pukul 15.00 WIB seharga Rp 179.000. Tiket itu khusus dibeli lewat laman www.synchronizefestival.com. Sementara untuk pembelian di tempat Rp 490.000 untuk tiga hari dan Rp 279.000 untuk satu hari.

Untuk memanaskan ajang bergengsi ini, pihak penyelenggara sudah memastikan empat kota sebagai ajang road show. Kota yang terpilih adalah Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Jakarta. Dalam Roadshow Synchronize Fest 2018 tersebut akan di gelar seminar, lokakarya musik di berbagai kampus sampai kepada showcase beberapa musisi.

"Ada beberapa kota yang animonya besar dan kami ingin lebih lagi memperkenalkan seperti apa Synchronize Fest ini," jelas David.

Seperti yang juga disampaikan oleh Muhammad Riza selaku Technical Festival Director Synchronize Fest bahwa edutaiment yang ada di dalam workshop ini diharapkan mampu mengembangkan ekosistem musisi daerah. Agar mereka juga tergerak untuk bisa membuat kreasi yang luar biasa di dalam genre yang mereka pilih./ Ibonk

Thursday, 29 March 2018 04:22

Partikelir

Perangi Narkoba Lewat Komedi Aksi

Ini adalah cerita dua sahabat yang terpisah usai SMA, Adri (Panji Pragiwaksono) dan Jaka (Deva Mahendra). Mereka bersahabat sejak mereka di Sekolah Dasar. Keduanya mempunyai kegemaran yang sama, tergila-gila dengan segala hal yang berbau detektif. Akhirnya sebuah kasus berdampak kepada persahabatan mereka yang sempat terpisah pada saat kuliah.  Jaka bekerja sebagai pengacara di sebuah Law Firm Litigasi, sementara Adri tetap ngotot dengan cita-citanya sebagai detektif.

Kisah berawal dengan adegan sosok Adri yang dikejar oleh dua orang yang berusaha mendapatkan sesuatu milik Adri.  Tanpa banyak dialog yang muncul, film ini memunculkan adegan yang cukup membuat penonton menyunggingkan senyum.

Belakangan barulah diketahui bahwa Adri adalah seorang detektif Partikelir (Swasta) yang hanya memfokuskan penyelidikan tentang perselingkuhan, namun akhirnya tanpa sengaja masuk ke dalam suatu jaringan narkoba yang disebut “Rantau”.

Dari kasus inilah membawa Adri mengenal sosok cantik, Tiara (Aurelie Moeremans) yang tengah memintanya untuk menyelidiki ayahnya. Ditengah penyelidikan tersebut tiba-tiba ayah Tiara,  Raga (Cok Simbara) didapati tertembak.  Hal inilah yang akhirnya membuat Adri meminta bantuan Jaka untuk sama-sama menyeliki kasus ini.

02 Partikelir Movie Istimewa

Partikelir Movie (Istimewa)

Adri dan Jaka yang mempunyai karakter berbeda,  terpaksa bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah kasus.  Jaka yang awalnya menolak akhirnya mau tidak mau ikut terseret juga menangani kasus Adri. Dari sini petualangan mereka sebagai detektif dimulai.  Adri yang menyelidiki kasus ini sejak awal menemukan kejanggalan di Lembaga Narkotika Nasional (LNN)  yang menangani kasus narkoba yang berakhir dengan disanderanya Adri oleh komplotan tersebut.

Kasus narkoba memang marak belakangan terakhir ini, berbagai nama selebritis Tanah Air tertangkap tangan mengkonsumsinya. Ada pesan yang di selipkan pada akhir film. Dimana Adri akhirnya mengetahui bahwa sahabatnya adalah seorang pengguna narkoba.  Namun sebagai sahabat Adri berusaha untuk memberikan kesembuhan kepada sahabatnya itu. 

Celetukan-celetukan segar selalu mewarnai film ini, apalagi ditambah dengan sosok yang sudah akrab di layar kaca sebagai stand up komedian. Kita dapat melihat polah dari Arief Didu dan Dodit Mulyanto serta ditambah dengan kehadiran Gading Martin. Sebagai seorang komedian, aksi Pandji disini mampu membuat penonton tertawa tanpa harus melakoni hal-hal yang absurd.
 
Panji Pragiwaksono yang bertindak sebagai pemain, penulis skenario, dan sekaligus sebagai sutradara ini cukup berhasil memainkan tokoh Adri.  Meski agak kesulitan dengan multi peranannya dalam film ini, namun ia cukup baik memerankan tokoh tersebut. 

03 Partikelir Movie Istimewa

Partikelir Movie (Istimewa)


Begitupun dengan karakter Jaka, Deva yang terbiasa memerankan tokoh serius aktingnya kali ini terlihat mampu memaikan karakter tersebut dengan beberapa mimik yang cukup mengena. Sementara kehadiran sosok Luna Maya dan Farah Quinn hadir sebagai pelengkap. Hanya sebagai cameo, tanpa banyak porsi akting untuk mereka di film ini.

Film yang akan tayang mulai 5 April ini banyak berisi tentang pesan moral kepada pengguna narkoba terutama di kalangan artis hingga pelaku koruptor di Indonesia. Dalam film ini Panji menyindir orang-orang yang mempermalukan para pemakai narkoba karena mereka seharusnya dibantu.

“Bukan sindiran kepada artis, tapi sindiran kepada mereka yang mempermalukan pengguna sebagai penjahat, dengan mempertontokan mereka. “Kenapa harus mereka, kenapa bukan pengedarnya. Karena kalau kita adil, orang yang make, di situ kan juga disebut sebagai pesakitan. Jangan nilai mereka make, karena pasti semua ada alasannya di belakang,” kata Pandji dalam acara konferensi pers Partikelir di Epicentrum Jakarta Selatan, Rabu (28/3).

"Tentu tidak dibenarkan juga mereka pake narkoba, tapi tidak benar mereka diperlakukan sebagai penjahat. Mereka tuh harusnya dibantu, dimasukan kedalam rumah sakit, kok mereka yang dipermalukan? Harusnya penjahatnya dong, yang bikin, yang ngedarin,” tegas Panji.

Panji hanya menyampaikan uneg-unegnya lewat film ini, terhadap kasus narkoba dalam dunia selebritis tanah air. Ironisnya juga, Tio Pakusodewo sebagai pemeran dalam film ini Desember lalu juga tertangkap karena kepemilikan narkoba. Miris bukan? / Nad

Wednesday, 28 March 2018 15:56

Film Benyamin Biang Kerok

Polemik yang Masih Terus Berlanjut

Meskipun film Benyamin Biang Kerok produksi Falcon Pictures sudah tayang dan telah turun layar, ternyata masih terus memiliki cerita yang berkelanjutan. Pasalnya, sang produsernya Ody Mulya Hidayat dan Falcon Pictures masih harus terus menghadapi gugatan dari Syamsul Fuad (83), penulis asli dari film Benyamin Biang Kerok (1972).

Seperti diketahui, penulis cerita asli Benyamin Biang Kerok (1972), Syamsul Fuad menggugat sejumlah pihak terkait film yang diproduksi ulang itu, termasuk PT Falcon. Sidang perdana kasus gugatan yang tak dihadiri pihak tergugat berlangsung di PN Jakpus pada Kamis (22/3/18). Sidang ditunda hingga 5 April mendatang.

Seperti yang disampaikan Ody Mulya Hidayat langsung kepada NewsMusik dan beberapa kawan media lain di bilangan Kuningan, Jakarta kemarin Selasa (27/3/18) bahwa gugatan Syamsul Fuad sendiri sebetulnya cukup mengejutkan dirinya.

Ody mengaku sebenarnya proses mediasi sudah berlangsung sebelum munculnya gugatan dari Syamsul. “Kami membeli film Benyamin Biang Kerok dari Beno Benyamin (anak almarhum Benyamin S) selaku pemilik film. Karena itu seluruh hak film sudah berpindah. Semestinya tidak ada kewajiban kami untuk membayar ke penulis, DOP, sutradara dan lainnya,” jelas Ody lagi.

02 Benyamin Biang Kerok 2018 Istimewa

Benyamin Biang Kerok 2018 (Istimewa)

Ditambahkannya bahwa dirinya juga memberikan apresiasi berupa pencantuman nama Syamsul Fuad di film Benyamin Biang Kerok sebagai penulis asli tahun 1972. “Lalu kami menyanggupi untuk memberikan sejumlah uang seperti yang beliau minta. “Walaupun memang tidak semuanya langsung dibayarkan, namun ada tenggat waktu sampai film itu ditayangkan. Tapi yang jelas, ini adalah apresiasi kami, tidak ada kewajiban saya untuk membayar. Tapi kemudian  kesepakatan itu ditolak pak Fuad, dan kemudian muncul gugatan," jelasnya.

Menurut Ody, sesungguhnya pihaknya tidak ingin berpolemik di media terkait gugatan itu. "Saya berharap bisa dibicarakan secara kekeluargaan," ungkap Oddy.

Sebagai pelaku industri film, Ody ingin berkonsentrasi membuat film tanpa terganggu masalah yang tidak produktif. "Saya sangat berhati-hati dan tidak sembrono dalam menggarap setiap film," tegas Ody yang juga menjadi produser film Dilan 1990 dan sukses meraih perolehan angka penonton hingga di atas 6 juta lebih ini.

Ody berharap masalah film Benyamin Biang Kerok ini bisa diselesaikan di luar pengadilan. Namun jika tidak bisa berdamai juga,” Ya kami akan siap menempuh jalur hukum dengan menggugat balik," katanya./ Ibonk

Sunday, 25 March 2018 06:23

Gloria Estefan

Lagunya Masuk Dalam Lagu Bersejarah AS

Anda pasti masih mengingat atau minimal pernah mendengarkan sebuah lagu lawas yang cukup rancak dibawakan Gloria Estefan dan bandnya The Miami Sound Machine. Nah, lagu yang berjudul ‘Rhythm Is Gonna Get You’ memperoleh kehormatan dari Perpustakaan Kongres Amerika Serikat (AS) pada Rabu (21/3) lalu dinobatkan masuk dalam The National Recording Registry  bersama 24 lagu legendaris lainnya.

Seperti yang telah diketahui bahwa Perpustakaan Kongres AS setiap tahunnya memang memberikan penghargaan kepada musisi atas jasanya pada budaya, sejarah, dan pengaruh di industri musik AS. Produser lagu ‘Rhythm Is Gonna Get You’ Emilio Estefan yang juga adalah suami dari Gloria Estefan mengatakan bahwa Gloria dan Kiki sebagai penulis lagu telah membawa suara baru dalam bermusik.

"Mereka dan saya sebagai produser sangat antusias. Kami mengambil kesempatan. Satu-satunya jalan untuk memajukan musik adalah dengan membawa perubahan baru untuk menciptakan sejarah. Jadi inilah sejarah itu," ungkap Emilio.

Kehadiran Gloria yang membawa karakter suara dan penampilannya kala itu memberikan dampak besar perubahan dalam Miami Sound Machine. Mereka memiliki identitas jelas di tengah dominasi musik pop yang saat itu dikuasai penyanyi sebutlah Madonna, Whitney Houston, ataupun Michael Jackson.

02 Miami Sound Machine Istimewa

Miami Sound Machine (Istimewa)

"Itu adalah kombinasi suara dari generasi yang berbeda saat Miami Sound Machine masuk ke kancah musik. Anda melihat pengaruh Latin. Kami bahagia untuk kota itu dan terutama untuk musiknya melebihi apapun. Kami merasa tersanjung dan diberkahi dalam karier musik," jelas Emilio.

Lagu ini berhasil masuk dalam 10 besar tangga lagu AS pada 1987 bersanding dengan hits lainnya yang tak kalah moncer yakni  ‘I Still Haven't Found What I'm Looking For’ milik U2 dan ‘Heart and Soul’ dari T'Pau.

Selain ‘Rhythm Is Gonna Get You’, penghargaan serupa juga diberikan kepada soundtrack legendaris film The Sound of Music, dan lagu disko ‘Le Freak’, sementara lagu ‘We're Gonna Rock Around the Clock’ yang dibawakan Bill Haley dan Comets pada 1954 juga masuk dalam daftar tersebut sebagai penanda bangkitnya musik rock 'n roll.

Carla Hayden selaku perwakilan Perpustakan Kongres AS menyatakan bahwa penghargaan tahunan tersebut adalah bentuk keragaman dan kemajuan di Amerika. National Recording Registry adalah cermin berbagai kultur dan karya bisa bersatu dalam sebuah lingkup musik./ Ibonk

Sunday, 25 March 2018 06:02

Film Wiro Sableng

Lifelike Pictures Perkenalkan Para Tokoh Hitam

Setelah memperkenalkan empat pendekar dari golongan putih, saatnya kini Lifelike Pictures memperkenalkan para pendekar golongan hitam yang akan menjadi lawan-lawan tangguh Wiro Sableng dan sahabat-sahabatnya. Pendekar-pendekar golongan hitam yang diperkenalkan adalah Mahesa Birawa, Kalingundil, dan para Bandit.

Karakter yang pertama adalah Mahesa Birawa yang diperankan oleh Yayan Ruhian. Ia adalah bekas murid Sinto Gendeng yang berkhianat. Jurus pamungkasnya, pukulan kelabang hijau, membuat Mahesa Birawa  menjadi musuh golongan hitam yang paling ditakuti. Senjata andalannya adalah gada rantai berduri dan tongkat besi bercagak dua.

Selain berperan sebagai Mahesa Birawa, Yayan Ruhian juga duduk sebagai Action Choreographer dalam film Wiro Sableng ini. Sementara karakter Kalingundil, yang diperankan oleh Dian Sidik. Kalingundil adalah kepala rampok anak buah Mahesa Birawa, yang bersarang di Jatiwalu. Dian Sidik dikenal karena perannya sebagai Jaka Tingkir dan banyak bermain dalam sinetron di berbagai TV swasta.

02 Mahesa Birawa Kaligundil Istimewa

Mahesa Birawa & Kaligundil (Istimewa)

“Sangar banget!” demikian tanggapan spontan Yayan Ruhian ketika pertama kali diperlihatkan poster karakter Mahesa Birawa oleh produser Sheila Timothy. Pendekar-pendekar golongan hitam ini diperkenalkan melalui empat poster karakter yang dirilis oleh Lifelike Pictures melalui akun-akun media sosialnya.

Bersamaan dengan dirilisnya karakter-karakter golongan hitam ini, Wiro Sableng dan Bujang Gila Tapak Sakti akan tampil untuk pertama kalinya di layar kaca. Dalam satu segmen di program Indonesian Box Office Movie Awards (IBOMA) 2018, Wiro Sableng dan Bujang Gila Tapak Sakti akan melakukan adegan laga melawan bandit-bandit pasukan dari Mahesa Birawa.

Film Wiro Sableng yang diproduseri oleh Sheila Timothy, disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan ditulis oleh Tumpal Tampubolon & Sheila Timothy; dan Seno Gumira Ajidarma ini akan rilis di bioskop pada paruh akhir 2018 mendatang./ Tez

Wednesday, 21 March 2018 00:05

Buffalo Boys

Indonesia Era Kolonial dalam Sensasi Western

Tidak lama lagi, sineas Tanah air akan kehadiran film drama petualangan pada masa penjajahan era Kolonial Belanda yang berlokasi di Jawa. Film yang direncanakan tayang Juli tahun ini merupakan  garapan sutradara Mike Wiluan yang disebutkannya sebagai proyek impiannya selama tiga tahun terakhir.

Film yang diproduksi oleh infinite Studios yang bekerja sama dengan Zhao Weil Films dan Screenplay Infinite Films ini menampilkan sederetan aktor seperti Yoshi Sudarso (Suwo), Ario Bayu (Jamar), Pevita Pearce (Kiona), Tio Pakusadewo (Arana), Mikha Tambayong (Sri), Happy Salma (Seruni), Reinout Bussemaker (Van Trach), dan Alex Abbad (Fakar). Ditulis oleh Mike Wiluan dan Rayya Makarim, Buffalo Boys sangat di dukung oleh karakter-karakter yang  mampu menarik simpati.

Film ini menggambarkan suasana dan tekstur dari periode kritis dalam sejarah Indonesia secara akurat. Lewat pengambilan gambar yang dilakukan di berbagai lokasi di pulau Jawa dan Infinite Studios di Batam, film ini sedikit banyak menampakkan keindahan alam Indonesia. Ditingkahi juga dengan penggabungan cerita sejarah dan bumbu fiksi dengan latar belakang kisah cinta.

Menurut Mike Wiluan sebagai sutradara sekaligus produser, film ini dibuat untuk mengingatkan generasi milenial soal sejarah di masa penjajahan Belanda. Pada masa tersebut katanya, penuh dengan tantangan dan ketidaksetaraan yang harus di lawan orang Indonedia.

02 Mike IstimewaMike (Istimewa)

"Tujuan kami membuat film lokal yang dapat bersaing di pasar global. Dan menurut saya cerita yang kami tunjukkan unik bagi penonton global yang ingin memahami tentang sejarah Indonesia. Kami ingin membuat Indonesia bangga atas kreasi anak negeri," ujar CEO Infinite Studios Batam, di Jakarta Kamis pecan silam.

Inti cerita film aksi ini yaitu tentang dua orang asli keturunan Jawa (Indonesia) ingin sekali melakukan aksi balas dendam terhadap penguasa VOC. Film ini mengangkat kisah dua bersaudara yang membalaskan dendam ayah mereka, seorang Sultan yang bertahun-tahun diasingkan di Amerika.

Dalam cuplikan adegan trailer promo yang berdurasi selama 40 detik, kita dapat melihat bagaimana Indonesia digambarkan pada masa lalu. Adegan perkelahian bak film cowboy, menampilkan teknik dan aksi yang mendebarkan. Pertarungannya pun layaknya seperti suasana ala film western. Penasaran?/ Nad

 

Wednesday, 21 March 2018 06:17

AldiBrian

Musik Itu Menyenangkan

Akhirnya ranah musik tanah air kembali kedatangan wajah baru yang cukup menjanjikan dan memiliki masa depan karir yang cerah. AldiBrian adalah si muka baru tersebut yang baru saja merilis single dan video klip lagu berjudul ‘Perahu Cinta’. Mengangkat karya cipta dari Rieka Roslan dan di aransir oleh Dian HP, sehingga lagu ini makin indah saja.

Aldi adalah salah satu juara Bintang Radio RRI 2017 tahun lalu. Tak mau menanti terlalu lama, setelah ajang Bintang Radio RRI usai, dirinya langsung saja menghubungi Rieka yang juga adalah  salah satu juri untuk membekalinya dengan teknik yang lebih mumpuni.  

“Ini lagu yang sudah saya simpan lama dan memang menunggu untuk diberikan kepada penyanyi yang tepat. Lagunya memiliki tingkat kesulitan tinggi. Semua range ada dalam lagu ini, dari yang biasa-biasa saja, rendah sampai tinggipun ada. Saya bersyukur akhirnya Aldi dapat menundukkan lagu ini dengan sangat baik. Aldi ini orangnya kalem banget, saya mengajarinya cukup keras dan dia bisa karena memang memiliki tekad,” puji Rieka terhadap anak asuhnya tersebut.

Selanjutnya Rieka mengatakan bahwa Aldi memiliki persamaan yang begitu dekat dengan mendiang Mike Mohede. Dia punya suara yang unik dan punya warna suara sendiri, laki banget pokoknya dan memiliki karakter sendiri. Sudah lama kita belum punya lagi penyanyi yang punya suara khas”.

Sebagai pendatang baru, Aldi mengaku bahwa memang telah mempersiapkan dirinya untuk dimentori oleh Rieka. “Saya dibentuk oleh tante Rieka selama tiga bulan dan satu bulan buat latihan menaklukkan lagu ini. Tidak mudah, namun akhirnya saya lega dapat melewatinya. Tante Rieka adalah guru vokal yang sangat teliti, dan cukup memberi motivasi bagi saya," kata mahasiswa UNDIP ini di bilangan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

02 Dian HP AldiBrian dan Rieka Roslan Ibonk

Dian HP, AldiBrian dan Rieka Roslan (Ibonk)

‘Perahu Cinta’ adalah sebuah lagu yang berisikan tentang perasaan cinta yang merupakan kekuatan manusia dalam mengisi kehidupan. Keindahan lirik dari Rieka dan aransemen yang dibungkus dengan indahnya oleh Dian HP semakin hebat lewat iringan musik yang dikawal Budapest Scoring.

Lagu ini akhirnya seakan menyatu dengan vokal AldiBrian. “Waktu dihubungi Rieka, ia curhat soal Aldi dan ada lagu yang isinya lebih dewasa. Jadi saya minta kirim lagu dan contoh suaranya. Saya pikir liriknya cukup berat untuk anak sekarang. Saya kemudian mengolah aransemen agar Aldi bisa menyanyikan lagu ini dengan baik. Ini aransemen saya yang ketiga, dan ini yang saya rasa paling cocok untuk Aldi,” ungkap Dian HP.

Selain itu, finishing, mixing dan mastering dikerjakkan oleh Ari Renaldi yang selalu menjadi langganan artis muda seperti Tulus, Yura dan sebagainya. Keseriusan AldiBrian, Rieka Roslan, Dian HP, dan Ari Renaldi menjadikan lagu ini satu bentuk karya yang patut dibanggakan  oleh industri musik Indonesia.

04 AldiBrian Perahu Cinta Ibonk

AldiBrian (Ibonk)

Bagaimana dengan RRI sendiri sebagai lembaga yang konsisten mengadakan kompetisi menyanyi ini sejak lama? Menurut Richard Poyk selaku Direktur Layanan dan Pengembangan Usaha RRI bahwa kompetisi Bintang Radio sudah banyak menghasilkan penyanyi  nasional. Ini sebuah kompetisi yang menjaga kualitas dan tidak ada istilah voting. Ini murni kompetisi lewat juri yang kredibelitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Walau pada saat ini tingkat kepopulerannya jauh dibawah kompetisi sejenis.

“Aldi mungkin bukan terbaik dalam seleksi tapi mampu di olah untuk menjadi terbaik dalam menghibur lewat suaranya dalam industri hiburan. Ini peluang untuk memberikan terbaik bagi masyarakat. Munculnya karya cipta baru sesuai dengan kebutuhan sekarang. Ini yang perlu kita catat,” ungkapnya.

“Ini salah satu komitmen RRI di era milenial terhadap bintang radio”, ungkap Tantri  Relatami selaku Anggota Dewan Pengawas LPP RRI. “Kami ada setiap tahun mengadakan bintang radio yang kini sudah ke-29. Kami ingin memberikan kesempatan pada generasi muda untuk mengembangkan bakatnya. Kita harus membuat mereka senang pada budaya. Bagi saya ketika mereka masuk 10 besar mereka sudah juara. Kalau disesuaikan dengan pasar, jebolan Bintang Radio punya karakter masing-masing di genre musik”.

Sebagai penutup, AldiBrian mengungkapkan bahwa Industri musik saat ini cukup dinamis. Banyaknya genre musik, sangat disupport oleh pengaruh yang cukup tinggi dari media sosial. “Suka atau tidak, pada dasarnya medsos sangat banyak membantu perkembangan musik. Saya akan terus mengembangkan bakat yang ada, dan akan konsisten di dunia yang saya pilih ini. Karena menurut saya industri musik ini sangat menyenangkan”, tutupnya./ Ibonk

Tuesday, 20 March 2018 04:30

Blackteeth

Single Baru Lebih Ekspresif

Kekecewaan dan amarah adakalanya perlu diungkapkan melalui medium-medium pilihan untuk penyaluran rasa dalam jiwa. Ada yang disampaikan melalui kosakata, ada pula yang dihadirkan dalam bentuk harmoni. Ada juga yang melakoni keduanya.

Nah, Blackteeth yang terbentuk pada Januari 2014 ini, lebih memilih untuk menyampaikan kekecewaan dan amarah dengan cara keduanya. Seperti yang terdapat dalam single debut EP Blackteeth yang berjudul ‘Jari Tengah di Udara’. Lagu ini menceritakan atau mengungkapkan kekecewaan terhadap hal-hal yang sederhana yang terjadi di depan mata atau peristiwa-peristiwa yang banyak orang alami.

“Ini menggambarkan amarah seseorang yang gue ungkapkan dalam pilihan kosakata yang berbeda dari lirik-lirik lagu Blackteeth sebelumnya. Gue menyampaikannya tanpa harus mengemukakan secara langsung dari orang-orang didalamnya. Menurut gue ini adalah elemen yang gue ingin tunjukan dengan Blackteeth yang sekarang,” ungkap Satriyo, vokalis dan gitars Blackteeth, dalam keterangan pers yang diterima NewsMusik, Senin, 19/3/18 kemarin.

Singel baru ini sedikit banyak mengungkapkan bukti bahwa band dengan genre musik berisik ini masih mampu menunjukkan eksistensinya dengan berbagai gejolak yang ada, termasuk di tinggalkan oleh dua motor utamanya.

02 Blackteeth Rendha Rais.jpg

Blackteeth (Foto: Rendha Rais)

Pada awal berdirinya, grup ini diperkuat oleh Eno Gitara pada drum dan Coki Bollemeyer pada gitar. Setelah Eno dan Coki hengkang, posisi drum diisi oleh Morris Orah dan gitar diisi oleh Arya Novanda.

“Gue berharap dengan adannya gue dan Arya membuat Blackteeth menjadi lebih solid dan pesan yang disampaikan oleh band ini dapat diterima secara positif bagi penikmat musik,” urai Morris menimpali.

Jujur saja, sebenarnya kalau dirasakan lebih dalam lagu ini lebih kompleks secara aransemen dibandingkan lagu-lagu Blackteeth sebelumnya. Bisa jadi karena ada kontribusi dari personil baru. Sehingga lagu ini jadi lebih eksploratif namun tetap memiliki benang merah Blackteeth./ Dek

Page 2 of 134