Baruch Jethroobe Foto-foto Teza

Baruch Jethroobe

Saxophone dan Nama Keren Sesuai KTP

Baruch Jethroobe merupakan seorang saxophonist bertalenta kelahiran Semarang. Di kota asalnya itu ia mulai dikenal publik sebagai talenta muda yang bermain sebagai additional player di berbagai indie band Jazz kota lumpia itu. Salah satu wadahnya untuk menambah jam terbangnya ialah saat tampil bersama band Aljabar.

Sebagai orang yang experimentalist, Baruch sendiri ternyata telah membuat sebuah project solo band yang di bantu juga oleh beberapa additional player dan project ini diambil dari nama dirinya sendiri, yakni Baruch Jethroobe. Nuansa musik utama yang ia usung adalah Jazz Pop diperkaya dengan manisnya sentuhan ritme Smooth Jazz, Fusion hingga musik Gospel yang cukup berpengaruh besar terhadap dirinya pribadi.

Keterlibatan pria kelahiran Semarang, 7 Januari 1994 ini untuk dunia musik jazz telah di tempa sejak usia muda, saat ia berhasil tampil di ajang festival Internasional Java Jazz 2011 dalam mengikuti ajang “Road to Java Jazz” bersama Buzztard (band 3 bassis). Pada tahun 2014 ia bersama komunitas Jazz NgiSoringin turut tampil juga di Jazz Gunung yang bertempat di Gunung Bromo. Selain itu Baruch tercatat juga pernah tampil di event Ngayogjazz selama 5 tahun berturut-turut dimulai dari tahun 2009 hingga 2014 bersama komunitas Jazz di Semarang dan Jazz Traffic tahun 2012. Hingga yang terakhir ini saat ia melakoni Loenpia Jazz di kampung halaman, keikutsertaannya sebanyak 4 kali dari tahun 2012 hingga 2015.

NewsMusik berkesempatan ngobrol-ngobrol santai dengannya, setelah melihat performed apik nya di event Loenpia Jazz 2015 yang berlangsung di Puri Maerokoco, Semarang (7/6), berikut hasil wawancara kami dengan Baruch Jethroobe:

Apa Kabar Baruch? Performa mu diatas panggung tadi sungguh memukau.
Wah Terimakasih, Kabar baik saya sangat senang hari ini.. hehe, Hallo NewsMusik..

Namamu ini unik, itu asli KTP atau nama artis mu sih?
Nah itu.. kalau di tanya tentang nama, aku jadi teringat beberapa tahun lalu ketika masih SMA. Ada orang yang nge chat di facebook. Ada dua kejadian yang lucu. Pertama, dia tuh nge add di FB dan mengucapkan salam pertemanan dengan memulai obrolan menggunakan bahasa Inggris. Saya jawab saja “Ya sama-sama, Terimakasih ya..” dan akhirnya dia sangat kaget, kalo ternyata aku tuh sebenernya orang Indonesia. Sejak saat itu dia tidak melanjutkan omongan lagi dan sampai sekarang bahkan tak ada kabarnya lagi. (Tertawa)

Baruch JethroobeFoto - foto Teza

Kedua, ada yang nanya lagi nih di FB.. “Lho.. ini beneran nama asli kamu ngga? Bukan nama-nama alay kan?” (Tertawa) Dan saat itu aku cuma bilang. Apa aku perlu fotoin KTP aku nih... lalu kata dia ga usah, ga perlu. Nah.. sudah berhenti perbincangan sampe situ. Tapi, memang banyak orang selalu menanyakan. Apakah itu nama asli?! dan iiyaa.. itu memang nama asli saya, nama yang tertulis di KTP aku adalah Baruch Jethroobe Syuhada.

Sejak kapan sih kamu tertarik dan mulai bergelut di bidang musik?
Itu di mulai sejak masih duduk di bangku TK, saya sudah di ikutin vocal group oleh orang tua saya. Tapi, mulai kelas 6 SD saya mulai di khususkan untuk mengikuti kursus saxophone sampai di kelas 2 SMP dan setelah itu mulai belajar sendiri, maupun belajar dengan teman-teman dan senior-senior yang ada dimana-mana.

Kalo influence musik kamu?
Sampai saat ini Aku cukup banyak terpengaruh dari musik-musik Gospel, Smooth Jazz, Pop yang lebih enak didengarkan dan yang orang-orang tentunya lebih banyak bisa menikmati itu. Dibanding musik segmented, yang terlalu unjuk gigi main musik nya rumit-rumit gitu ada kan.. Mungkin ada orang yang bermain dengan skill-skill full dan malah terlalu rumit. Nah.. kalo saya sedikit agak menjauhi hal-hal yang seperti itu, yang penting orang yang mendengar ini merasakan enak dan nyaman di telinga nya. Itu tuh.. yang jadi pedoman dan Influenced saya sampai sekarang, dan musik Gospel tentu cukup memberi pengaruh besar terhadap musikalitas saya sampai sekarang ini.

Senjata anda saat di atas panggung apa saja?
Nah kalo alat yang tadi aku mainin itu yang ukurannya lebih besar dan warnya silver adalah Tenor Saxophone dan kalau yang agak panjang warna kuning, itu adalah Soprano Saxophone. Jadi keduanya beda tipe aja. Tenor Saxophone ini aku beli di Jakarta dan Soprano Saxophone aku beli di Semarang sama teman aku sendiri.

Ada bentrok kah antara study kamu dengan musik?
Baruch: Untungnya tidak begitu menggangu ya dan yang terpenting adalah study nya ini jangan sampai menggangu musik, hhwahahaha...

Sudah ada album apa belum dan deskripsikan lirik dan musikmu?
Kalau album sampai saat ini memang belum ada, tapi kalau single sudah ada 2 track gitu.. dan sebenarnya sedang menuju 3 sih..hehehe.. Single pertama yang berjudul ‘Pleasure Seeker’ itu ceritanya tentang, sore-sore kita pulang kerja atau pulang aktifitas itu kan kita capek banget dan aku saat membuat lagu itu memang ketika sedang dalam keadaan sangat lelah dan capek setelah pergi dari luar kota. Lagu ini enaknya di dengerin pas sore-sore di antara suasana maghrib dan senja, lalu coba deh stel pas lagi di dalam mobil. Hmmm.. dijamin! Pasti rasanya tambah ngantuk hehehe..

Saya mendengar lagu ‘My Heart Left Away’ sepertinya anda sedang galau ya? Bener gak sih?
Ya, itu bercerita tentang kisah kehidupan saya setahun yang lalu, ketika saya diputusin sama pacar. Sebenernya kita tuh saling sayang juga saling mencintai tapi kita harus tetap pergi. Ternyata saat kita mencoba berkomunikasi kembali ternyata dia sudah beda banget. Lalu, ada juga lagu berjudul ‘Happiness’. Pada awalnya saya juga bingung mau ngasih judul ini apa, tapi di lagu itu saya menceritakan ketika kita kumpul bersama temen-temen rasanya semua beban masalah itu akan hilang begitu saja lho.. kita akan happy, nongkrong dimana, suka-sukaan tertawa lepas dan seperti bercanda yang konyol-konyol. Nah.. lagu itu memang menggambarkan ke senang-senang an lah, lalu aku segera memutusukan untuk memberi judul ‘Happiness’.

Baruch JethroobeFoto - foto Teza

Ceritakan Projek musik-mu selain solo karir tadi?
Kebetulan saya ada juga panggilan untuk membuat projek Gospel musik, dimana saya mengcover-cover lagu rohani yang simple-simple yang gaya-gaya Amerika gitu. Aku bawain di Semarang, karena aku pikir di kota ini kok lagu-lagunya itu-itu saja dan aku berfikir lagi. Harus ada sesuatu yang baru nih.. dan buat sesuatu yang ada penyegaran atau refresh. Selain membuat musik Gospel itu, diriku pribadi lagi fokus banget.. garap recording untuk single terbaru di album yang akan keluar nanti.

Apa Hobi Jethroobe diluar musik?
Sekarang lagi sering-seringnya untuk baca buku, yang sedang di baca saat ini berjudul “Man Are From Mars, Women Are From Venus” karya John Gray. Buku “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya” juga saya suka, ternyata buku ini sangat memberi manfaat banget. Selain itu aku juga suka online, searching, googling, youtube untuk melihat video-video tentang science. Aku suka pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya engga aku dapetin atau aku belum lihat dimanapun. Lah.. ternyata di youtube itu kok ada semua. Dan tentang science itu adalah sungguh luar biasa banget dapat mempelajarinya.

Kalau Travelling bagaimana?
Travelling yang jelas aku suka banget, sekaligus lebih ingin mengetahui tempat-tempat wisata yang baru, apalagi soal kuliner-kuliner khasnya. Hmm.. seneng bangetlah mempelajari hal-hal baru lewat travelling. Karena saya ini sebenarnya tipe orang yang suka banget keluar rumah, dolan-dolan dengan temen-temen walaupun belum jauh-jauh sih hehe.. Biasanya ke Solo, Yogyakarya, Tegal, Cirebon, Malang, Jakarta dan Bali pernah hingga ke Singapura. Nah.. justru aku penasaran banget sama kota Bandung itu seperti apa, karena memang belum pernah kesana sebelumnya.

Lalu, apalagi yang visit travel ke daerah pantai-pantai di Ambon dan Papua yang bagus banget. Sayangnya untuk itu bisa dikategorikan tergolong cukup mahal sih.. anehnya malah lebih murah travel dari Jakarta ke Singapura. Tapi suatu hari nanti aku pasti bisa dolan-dolan ke Raja Ampat bareng kalian, pasti pantainya bagus-bagus banget disana.

Sudah punya pacar belum?
Waduh, kalau pacar engga ada untuk sekarang ini.. hahaha. Setahun kemarin kan udah putus yang jadi lagu ‘My Heart Left Away’ itu hahaha.. Mungkin kalo nanti punya pacar lagi, yaa.. bakalan ada lagu-lagu baru begitu mungkin ...hehehe. Apa berarti NewsMusik menyarankan aku untuk punya pacar cepet ya? Mungkin bagi yang mau lah sini gak apa apa hahaha... Dan mungkin lebih tepatnya, aku belum kepingin cari pacar sih untuk saat-saat sekarang ini, karena aku harus fokus di study, karir dan konsentrasi full untuk menyelesaikan album. Menurutku itu lebih butuh menyita banyak waktu dan belum dulu untuk cari-cari pacar hahaha..

Baruch JethroobeFoto - foto Teza

Punya keinginan untuk manggung dengan musisi idolamu gak? Dan itu siapa saja sih?
Saat ini pingin manggung dengan salah satu saxophonis favorit saya yaitu Ricad Hutapea. Para musisi senior seperti Endah and Rhesa kalo bisa aku mau dong... dan Berry Likumahuwa yang karakter bermain di panggungnya yang memang keren. Aku merasa cocok disitu lho.. Yaa, aku memang harus banyak-banyak belajar lagi untuk bisa menempuh semua keinginan itu. Untuk artis Internasional, aku pingin main bareng sepanggung dengan Dave Koz karena banyak pemain alat tiup yang ingin menjadi seperti Dave Koz. Ya, mungkin suatu hari nanti saya pasti bisa main bersama Dave Koz, Amiiiin.

Aku juga siap tampil bersama Kirk Whalum, salah satu saxophonis yang suka bermain musik Gospel, Jazz dan dia itu adalah salah satu musisi idolaku. Saya benar-benar terinfluenced sama Whalum dan pingin banget bisa joint sepanggung sama dia, karena saya sering denger lagu-lagu dan live performnya Kurt Whalum dan itu sangat-sangat keren banget.

Punya mimpi untuk masuk Major Label kah?
Kalo udah rilis album pingin juga sih bisa masuk major label, tapi apa yaa.. Mungkin step by step kali ya. Jadi aku harus melihat dulu kalau di Indie pun aku bisa berkembang dan malah lebih booming, yaa.. ngapain juga masuk ke major label. Atau sebaliknya, kalau dengan Indie pun malah belum dan malah dengan major label malahan booming yaa.. Why Not?! Tergantung jalannya sih dan tergantung izin dari Tuhan aja deh. Kini saya tinggal mengikuti jalannya aja.. Karena saya yakin semuanya itu sudah dirancang oleh Tuhan.

Utarakan Pendapatmu mengenai industri musik di Indonesia saat ini?
Menurutku sedikit lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, walaupun ya terlalu ngikutin pasar banget sih. Ya, oke kreativitasnya main.. tetapi kesannya, kayak ga ada ide lain apa ya! Kita sebagai orang Indonesia harus tetap menghargai juga sih sebenernya. Mungkin ini sedang dalam fase perjalanan menuju arah yang lebih baik itu aja. Oiya, sebagian masyarakat pun kini juga sudah mulai pintar mencari musik yang tepat buat mereka sendiri. Aku optimis juga setelah melihat ajang-ajang pencarian bakat yang memang terkadang disana banyak pergolakan, perbincangan, tentang settingan dan sebagainya, tapi aku melihat juga ada beberapa talent-talent baru akhirnya bermunculan disini dan membuat suasana dan warna musik Indonesia saat ini jauh lebih baik dari tahun kemarin.

Harapanmu setelah berakhirnya event musik Lounpia Jazz di Puri Maerokoco?
Saya harapannya, Maerokoco dulu itu adalah suatu tempat yang menjadi ikon kota Semarang gitu lho.. Jadi orang ke kota Semarang dulu ketika saya kecil tuh, yaa.. Maerokoco cukup tenar. Karena tempat ini seperti Taman Mini nya versi Jawa Tengah. Nah.. harapan kami mengadakan Loenpia Jazz disini adalah biar orang-orang itu bisa terus mengunjungi tempat ini dan mulai harus ada renovasilah. Terutama di beberapa anjungan yang kalo kita lihat tuh kan tempatnya atau mungkin anjungannya sendiri. Lokasinya juga agak sedikit kurang terawat.

Nah.. harapannya sih, ikon Semarang ini bisa menjadi terawat kembali dan khususnya menjadi perhatian Pemda. Seperti kita melihat di Kota Lama dan Pecinan yang dulu tempat-tempat ini benar-benar tersingkirkan. Tetapi, ketika kita mengadakan acara disitu, lalu sekarang mulai ada renovasi-renovasi yang benar-benar luar biasa dan Kota Lama kini terawat kembali dan rame banget pasca berakhirnya acara Loenpia Jazz. Maerokoco pasti bisa menjadi tujuan wisata untuk para wisatawan yang nantinya datang ke kota Semarang./ Teza

Share this article

Leave your comments

Post comment as a guest

0 / 300 Character restriction
Your text should be in between 10-300 characters
Your comments are subjected to administrator's moderation.
terms and condition.
  • No comments found